askeb-NY.

H Usia 36 Tahun DENGAN KONTRASEPSI HORMONAL (SUNTIK) DEPO GESTON
Posted on April 5, 2009 by ayurai LANDASAN TEORI A. SUNTIKAN KOMBINASI Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi IM (Intra Muskuler) sebulan sekali (Cyclofem) dan 50 mg Noretindon enantat dan 5 mg estradiol valerat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali. Cara Kerja. ▪ Menekan ovulasi ▪ Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu. ▪ Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implantasi terganggu. ▪ Menghambat transportasi gamet oleh tuba. Efektifitas. Sangat efektif (0,1 – 0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. B. KEUNTUNGAN KONTRASEPSI DAN NON KONTRASEPSI a. Keuntungan Kontrasepsi ▪ Resiko terhadap kesehatan kecil ▪ Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. ▪ Tidak diperlukan pemeriksaan dalam. ▪ Efek samping sangat kecil. ▪ Jangka panjang. ▪ Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

b. perdarahan bercak/ spotting. ▪ Mengurangi nyeri saat haid ▪ Mencegah anemia ▪ Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium. ▪ Mual. ▪ Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. seperti tidak teratur. . sakit kepala. atau perdarahan sela sampai sepuluh hari. nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga. ▪ Mencegah kehamilan ektopik. ▪ Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium. ▪ Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopouse. C. Keuntungan non Kontrasepsi ▪ Mengurangi jumlah pendarahan. ▪ Efektifitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan epilepsi ( fenitoin dan barbiturat) atau obat tubercolosis ( rifampisin). KERUGIAN ▪ Terjadi perubahan pola haid. ▪ Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul.

▪ Pasca persalinan dan tidak menyusui.▪ Dapat terjadi perubahan berat badan. bekuan darah pada paru atau otak. ▪ Nyeri Haid hebat ▪ Haid teratur ▪ Riwayat kehamilan ektopik ▪ Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi. b. ▪ Kemungkinannya terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.  Riwayat penyakit jantung. atau dengan hipertensi (>180/110 mmHg)  Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun . dan kemungkinannya timbulnya tumor hati. INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI a. stroke. ▪ Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi. D. Indikasi Pemakaian Suntikan Kombinasi. stroke. ▪ Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual.  Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan. atau infeksi virus HIV.  Penyakit hati akut ( Virus Hepatitis)  Usia > 35 tahun yang merokok. ataupun yang belum memiliki anak. hepatitis B virus. Kontraindikasi Pemakaian Suntikan Kombinasi  Hamil atau diduga hamil. ▪ Dapat terjadi efek samping yang serius seperti serangan jantung. ▪ Telah memiliki anak.  Perdarahan pervaginaan yang belum jelas penyebabnya. ▪ Usia Reproduksi. ▪ Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan. ▪ Anemia.

 Keganasan payudara. menyusui.  Nyeri dada yang hebat atau nafas pendek. 6. asal dipastikan tidak hamil. suntikan kombinasi dapat diberikan dalam waktu 7 hari. Bila klien tidak haid. dan ibu ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi. menyusui. 7. 8. 10. 9. 5. serta belum haid. maka suntikan pertama diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7. 4. serta telah mendapat haid. menyusui. bila pasca persalinan >6 bulan. Ibu yang sedang menggunakan metode kontrasepsi. Pasca keguguran. maka suntikan pertama dapat segera diberikan asal diyakini ibu tersebut tidak hamil. Bila pasca persalinan 3 minggu. Ibu yang menggunakan metode kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi. Cara Penggunaan Suntikan kombinasi dapat diberikan setiap bulan dengan suntikan intramuskuler dalam klien diminta datang setiap 4 minggu. suntikan pertama dapat diberikan setiap saat. suntikan kombinasi dapat diberi. Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal. hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal. 2. asal saja dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil. Bila pasca persalinan <6 bulan. maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya. 3. Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid. Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. klien tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari. jangan diberi suntikan kombinasi. Suntikan dapat diberikan 7 hari lebih awal dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. E. . Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan. Kemungkinan adanya bekuan darah di paru atau serangan jantung. 11. F. TANDA TANDA YANG HARUS DIWASPADAI PADA PENGGUNAAN SUNTIKAN KOMBINASI. dan tidak menyusui. WAKTU MULAI MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI 1. Bila klien pasca persalinan 6 bulan. suntikan pertama dapat diberikan. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala /migraine.

 Nyeri tungkai hebat. 1. Sakit kepala hebat. Kemungkinan terjadi stroke. efektif dan relative mudah. hipertensi atau migrain. 5. kemungkinan terjadi kehamilan. Karena mempunyai keuntungan : 1. Diberikan setiap 4 minggu 2.00 WIB I. BAB IIITINJAUAN KASUSTanggal Pengkajian : 04 Januari 2006 Tempat : Poli KB RUMKITAL Dr. KEADAAN YANG MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS. Pemberian aman. Mempunyai penyakit anemia bulan sabit (Sickle cell) Dengan pedoman tersebut peserta KB dapat memperhitungkan kedatangannya dengan tenggang waktu yang cukup jelas. Migrain 4. DATA SUBYEKTIF 1. G. Suntikan KB Cyclofem merupakan suntikan KB masa depan.  Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama 7 hari sebelum suntikan berikutnya. Hipertensi 2. atau gangguan penglihatan. LANGKAH I (PENGKAJIAN DATA) A. Menggunakan obat tuberkolosis / obat epilepsy. Kemungkinan telah terjadi sumbatan pembuluh darah pada tungkai. H Nama Suami : Tn. Biodata Nama Istri : Ny. RAMELAN Surabaya Jam : 09. Peserta suntikan cyclofem mendapat menstruasi 3. K Umur : 36 Th Umur : 37 th Agama : Islam Agama : Islam Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA . Kencing Manis 3.

7. RS. tidak berwarna) b. HIV/AIDS. Haid Menarche : 13 th Warnanya : Merah Khas Siklus/Lamanya: ± 28 hr/± 6-7 hr Baunya : Anyir Banyaknya :Hr 1-3/±2-3 kotek/hr Flour Albus:Sebelum menstruasi(tidak bau. 5. Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular. Riwayat Ginekologi. Riwayat Kehamilan. DM dan lain-lain. UK 9 bulan. umur 8 bulan. Spt. tidak gatal. ASI (+). 4. Status Perkawinan Perkawinan ke : 1 Perkawinan ke : 1 Umur kawin : 25 th Umur Kawin : 26 th Lama Kawin : 11 th Lama Kawin : 11 th 3. nifas yang lalu. 6. 3000 gr. BC. asma hipertensi. Persalinan. . B. ♀. menurun dan menahun seperti jantung. ataupun penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi. Riwayat Kebidanan a.Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Pekerjaan : IRT Pekerjaan : TNI AL Alamat : Margorejo Alamat : Margorejo 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan sekarang jadwal kembali untuk suntik KB 3 bulan (depo) dan mengeluh mual dan pusing semenjak memakai KB suntik. ibu tidak pernah menderita tumor payudara ataupun kanker sistem reproduksi. setelah melahirkan anak pertama px mengikuti KB Depo. Riwayat KB Setelah menikah px tidak mengikuti KB apapun karena ingin langsung punya anak. Riwayat Kesehatan Yang Lalu. Anak pertama. hepatitis B. Bidan. Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit radang panggul.

tidak nyeri) c. Hipertensi. gosok gigi 2x/hr. 9. Pola Istirahat Siang ± 2-3 jam /hr. the. b. Hepatitis B. 8. asma. f. e. buah) Minum 7-8 gelas/hr (air putih. mengepel. TBC. . ganti baju 3x/hr. Pola Nutrisi Makan 3 x/hr (porsi sedang : nasi. Riwayat Kesehatan Keluarga. Pola Eliminasi BAB 1x/hr (Konsistensi lembek. keramas 4x/minggu. malam ± 7-8 jam/hr d. Mandi 2x/hr. 10. Riwayat Sosial Budaya. HIV/AIDS dan lain-lain. menurun dan menahun seperti jantung. Ibu beragama islam dan menjalankan shalat 5 waktu. Pola Personal Hygiene. Dalam lingkungan tidak ada kepercayaan yang menghambat untuk mengikuti KB. 11. Pola Seksual Selama berhubungan tidak ada keluhan. dan lain-lain). lauk. Ibu dan suami berasal dari suku Jawa. bau khas. warna kuning. Keluarga dan suami px sangat mendukung ibu untuk mengikuti KB suntik. mencuci. sayur. Dalam keluarga baik dari pihak ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menular. Pola Aktivitas Ibu bekerja tiap hari dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari seperti memasak.Ibu tidak pernah MRS dan operasi. Pola Kebiasaan sehari-hari a. Riwayat Psikososial dan Spritual Hubungan ibu dengan suami dan keluarga baik. tidak nyeri) BAK 5-6x/hr (warna kuning jernih. menyapu. sari jeruk). susu. DM.

tidak ada stomatitis. Anus : Bersih. S = 366° C N = 84x/mnt RR = 22x/mnt 2. Ekstremitas: Simetris. bersih. Mata : simetris. tidak oedem. tidak ada bendungan V. Muka : tidak pucat. Mulut : Simetris. Pemeriksaan Fisik Umum a. jugularis .B. Pemeriksaan Fisik Khusus a. tidak ada caries gigi. tidak ada retraksi interkosta. sklera tidak ikterus. Dada : Simetris. Palpasi. Tanda-tanda Vital T = 110/70 mmHg. tidak ada varices. Inspeksi Kepala : kulit kepala bersih. tidak ada pernafasan cuping hidung. bersih. Hidung : Simetris. tidak ada pembengkakan kelenjar bartholmi. tidak ada gangguan pergerakan. daun telinga tidak ada kelainan. tidak ada polip. bibir lembab. tidak ada sekret. DATA OBYEKTIF. tidak ada haemorroid. palpebra tidak oedem. rambut warna hitam. Perut : Tidak ada bekas luka operasi. Keadaan Umum Kesadaran : Composmentis Cara berjalan : tidak pincang Postur tubuh : Tegak Ekspresi wajah : biasa TB/BB : 154 cm/50 kg b. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid. Jugularis. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid. tidak rontok. tidak ada chloasma. 1. Telinga : Simetris. tidak ada bendungan V. tidak ada varices. b. conjunctiva tidak anemis. lidah bersih. Genetalia Eksterna: Tidak oedem. tidak oedema. tidak ada serumen .

tidak dilakukan. tidak dilakukan. III. S = 366° C N = 84x/mnt RR = 22x/mnt Kebutuhan : HE tentang efek samping pemakaian KB suntik. LANGKAH II (IDENTIFIKASI Dx. T = 110/70 mmHg. KEBUTUHAN) Tanggal 04 Januari 2006 Diagnosa : Akseptor KB Suntik 3 Bulan (depo) Ds : Ibu mengatakan sekarang jadwal kembali untuk suntik KB 1 bulan Do : k/u ibu baik. Pemeriksaan dengan Inspekulo. 4. MASALAH. Do : k/u baik. tidak dilakukan 5.Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. c. . Perkusi. T = 110/70 mmHg. Auskultasi Tidak ada ronchi atau wheezing. tidak teraba benjolan/massa. Reflek Patella : +/+ 3. Pemeriksaan Dalam. Mammae : Konsistensi lunak. tidak teraba benjolan/massa. d. Pemeriksaan Penunjang. Perut : Tidak pembesaran hepar. S = 366° C N = 84x/mnt RR = 22x/mnt BB = 50 kg. LANGKAH III (ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL) Tidak ada. Masalah : Mual pusing Ds : Ibu mengatakan merasa mual dan pusing setelah menggunakan KB suntik. II.

pusing. Yang telah dijelaskan petugas ksehatan. LANGKAH V (INTERVENSI) Tanggal 04 Januari 2006 Diagnosa : Akseptor KB suntik 3 bulan (depo) Tujuan : setelah dilakukan Asuhan Kebidanan klien mendapat suntikan KB 3 bulan (depo) dan tanpa komplikasi. tempat dan pasien. 3.00 WIB . LANGKAH IV (IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA) Tidak ada. R/ Pemberian tindakan dalam Asuhan Kebidanan berdasarkan metode kontrasepsi yang telah dipilih akseptor. pusing. penyebab mual. Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan klien dapat mengerti. pusing. 2. Lakukan injeksi KB cyclo secara IM dengan dosis 0. LANGKAH VI (IMPLEMENTASI) Tanggal 04 Januari 2006 Jam: 09. VI.5 ml. V. R/ Salah satu efek samping pemakaian KB suntik cyclo (1 bulan) adalah mual. Lakukan Persiapan Alat dan tempat serta persiapan Px R/ Sistematika kerja sebelum melakukan tindakan Asuhan Kebidanan adalah persiapan alat. 4. R/ Hubungan yang kooperatif antara petugas kesehatan dan klien dapat mempermudah Asuhan Kabidanan yang akan dilakukan. Intervensi.IV. Kriteria : Ibu sudah mendapat suntikan KB k/u ibu baik. 5. Lakukan pendekatan pada klien. Lakukan Pengukuran TTV R/ Tanda-tanda vital merupakan gambaran umum dari keadaan pasien. Jelaskan pada px tentang penyebab mual. Masalah : mual. pusing sebagai efek samping KB suntik. 1.

LANGKAH VII (EVALUASI) Tanggal 04 Januari 2006 Jam : 10. Jam 09.20 : Menginformasikan kembali efek samping pemakaian KB suntik 3 bulan (depo) seperti mual. S : Klien merasa lega setelah mendapat suntik KB 3 bulan (depo) O : Sudah mandapat injeksi KB suntik 3 bulan (depo) jam 10. A : Akseptor KB suntik 3 bulan pasca tindakan. pusing.10 : Membereskan peralatan dan membuang peralatan sekali pakai ke tempat sampah yang sesuai. Jam 10. Menunjukkan sikap bahwa kita mau dan mampu membantu ibu untuk ber-KB. persiapan klien (kita bantu klien naik tempat tidur dan mempersiapkan daerah suntikan pada bokong). Jam 09. VII.5 ml.Diagnosa : Akseptor KB suntik 3 bulan (depo) Jam 09. DAFTAR PUSTAKA . S = 366° C N = 84x/mnt RR = 20x/mnt BB = 51 kg.15 : Memberikan HE pada pasien tentang kunjungan ulang pada tanggal 04 Maret 2006 atau bila ditemui keluhan. perdarahan bercak (spotting).50 : Mendengarkan keluhan pasien tentang mual dan pusing serta menjelaskan bahwa mual dan pusing merupakan efek samping dari pemakaian KB suntik 3 bulan (depo) dan akan hilang setelah 1 atau 3 kali suntikan.30 : Melakukan pengukuran TTV T = 100/70 mmHg. Jam 10.00 : Melakukan pendekatan kepada klien dengan ramah dan sopan. perubahan siklus haid dan lain-lain.30 WIB Diagnosa : Akseptor KB suntik 3 bulan (depo).00 WIB. Jam 09. Jam 10. kapas alkohol.00 : Melakukan ijeksi KB depo secara IM dengan dosis 0. P : Kunjungan ulang pada tanggal 04 Maret 2006 atau bila ada keluhan.55 : Melakukan persiapan alat (spuit 3 cc. cyclofem dalam vial) persiapan tempat (menutup tirai untuk menjaga privacy klien). Jam 10.

1998. Ilmu Kebidanan.Manuaba. Jakarta : YBP-SP. . Ida Bagus Gde. Jakarta : EGC DEPKES. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. RI.DOSG. Prof. Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. 2004.dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful