Anda di halaman 1dari 9

Alergi Debu Rumah

Pernahkah sahabat Fahima mendengar istilah sick house syndrome? Mungkin istilah tersebut mengejutkan, bagaimana mungkin rumah bisa membuat penghuninya sakit. Namun pada kenyataannya, paparan toksin (mis. dari cat tembok), pestisida, debu rumah atau serangga bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang muncul adalah penyakit alergi yang diderita penghuni rumah.

Alergi adalah satu bentuk reaksi berlebihan oleh sistem imunitas tubuh terhadap benda asing (allergen) yang termakan, terhirup, terinjeksi atau kontak langsung.

Kejadian alergi tidak bisa dianggap kecil, karena pada kasus anaphylactic shock (reaksi alergi yang parah, seperti dropnya tekanan darah, serangan asma hingga sulit bernafas), bisa membawa pada kematian. Sejauh ini belum ada obat untuk alergi. Obat-obatan yang tersedia seperti golongan steroid dan antihistamin adalah untuk mengurangi gejala. Selama masih terpapar oleh allergen, maka serangan alergi bisa kembali datang. Debu rumah Debu rumah adalah satu faktor pencetus alergi (allergen) yang utama. Sedikitnya 75% kejadian alergi di Inggris disebabkan oleh debu rumah. 50-80 % dari angka kejadian asma di dunia juga disenarai tercetus oleh debu rumah. Salah satu ciri alergi debu rumah adalah apabila keluhan alergi berkurang hingga menghilang saat berada di luar rumah. Kejadian alergi meningkat dengan sangat pesat sejak awal tahun 1980-an. Rumah di Jepang yang khas dengan tatami, karpet dan futonnya, serta trend energy-saving dengan mereduksi ventilasi udara, upaya membuat ruang hangat dan lembab ternyata mengundang berkembangnya tungau debu rumah (house dust mite).

Dani merupakan kosa kata dalam bahasa Jepang yang berarti tungau. Dani melekat pada debu rumah dan ukurannya sangat kecil, sehingga tidak bisa dilihat mata telanjang. Umumnya 100500 dani ada dalam setiap gram debu rumah. Ada 4 jenis tungau rumah dan yang umum adalah dani Amerika : Dermatophagoides farinae (Der f) dan dani Eropa : Dermatophagoides pteronyssinus (Der p). Walaupun disebut Amerika atau Eropa, ia bisa ditemukan di daerah lain yang memiliki kelembaban tinggi, termasuk Jepang dan Indonesia. Dani mengekskresikan butiran bulat (round fecal pellet) dengan lebar 20 mikron dan mengandung protein. Protein inilah penyebab reaksi alergi (allergen), bukan dani itu sendiri.

Makanan dani adalah serpihan kulit kita yang alamiah berganti. Dani senang tumbuh pada ruangan yang hangat (25-30C) dengan kelembaban (shitsudo) yg tinggi (60-80%) dan ventilasi yang kurang baik. Kasur/futon adalah habitat utama, di mana kira-kira 1/3 kehidupan dani berada. Alergi dani jauh lebih mudah muncul dibandingkan alergi bulu, spora jamur atau serangga, karena kita sangat dekat dengan sumber-sumbernya, seperti karpet, bantal, futon, mainan berbulu dsb. Perlu diingat, bahwa dani yang hidup maupun yang mati (bangkai dani) sama-sama bisa menimbulkan reaksi alergi, selama fecal pelletnya masih ada. Bila terhirup, reaksi alergi yang timbul bisa berupa rhinitis, demam, pusing, hingga asma. Bila kontak dengan kulit, bisa menimbulkan eksim. Tips Praktis Menghindari Dani Berikut beberapa langkah praktis dan sangat bermanfaat untuk mengurangi dani: 1. Ventilasi udara. Setiap pagi dan sore yang cerah di musim panas, semi dan gugur, bukalah jendela depan, belakang, samping serta lemari pakaian (furoba) selama 30 menit, agar udara mengalir dengan baik. Rumah sebaiknya mempunyai jendela yang cukup untuk ventilasi ruangan sehingga ruangan tetap segar, tidak pengap maupun lembab. 2. Cara membersihkan tatami: ? Pertama gunakan pel yang sedikit dibasahi atau lap khusus utk tatami (bisa beli di hyakuenshop atau home center), ? Kemudian divakum (shojiki) selama 40 detik per-jyo (satuan tatami). Sebaiknya jangan menggunakan sapu. Urutan ini jangan terbalik, karena bila terbalik, maka ketika divakum, debu akan beterbangan dan mudah sekali terhirup. 3. Cara membersihkan ruangan: ? Ruang tidur dibersihkan setiap hari. ? Ruangan lainnya (living room dll) dibersihkan semampunya dan bila berkarpet, dibersihkan 3 hari sekali dengan cara: tiap m2 divakum selama 20 detik 4. Cara membersihkan tempat tidur /futon: ? Gunakan mata shojiki (nozzle/nozuru) khusus untuk futon (lebih baik yang punya kemampuan menghisap dani dan fecal pelletnya. Tersedia di home center seharga mulai dari 1000 yen) ? Vakum futon, selimut dan bantal sedikitnya seminggu sekali selama 20 detik per m2. Tujuannya adalah agar serpihan kulit kita yang tertinggal di benda-benda tersebut berkurang, sehingga dani kekurangan makanan. Rajinlah mencuci seprai dan sarung bantal. ? Rajin menjemur dan menepuk-nepuk futon di hari yang cerah. Waktu yang terbaik adalah antara pkl. 10.00 pagi s/d 14.00 siang. Dani akan mati pada suhu tinggi. ? Kasur dan bantal yang dipakai sebaiknya terbuat dari busa atau bahan sintetis lainnya dan bukan dari kapuk karena kapuk merupakan tempat hidupnya tungau di samping serat kapuk sendiri dapat menimbulkan reaksi alergi. Apabila kasur terbuat dari bahan kapuk, sebaiknya dibungkus dengan plastik yang rapat sehingga serat-serat kapuk tidak berterbangan. 5. Untuk kondisi alergi yang parah, baju-baju pun perlu diperhatikan. Saat mengganti baju di peralihan musim, lakukan pencucian, jemur dan vakum. Lemari pakaian (furoba) bisa dilengkapi penyerap air/eksikator/mokutan. 6. Penggunaan kipas angin. Kipas angin sebaiknya jangan dihidupkan sebelum ruangan

dibersihkan karena hal ini dapat menyebabkan debu rumah beterbangan ke mana-mana. Apabila ruangan sudah dibersihkan dan kipas anginnya sendiri bebas dari debu, barulah kipas angin boleh dipakai. 7. Pemakaian insektisida untuk dani (dani sakkuzai). Bisa diperoleh di drug store atau supa/supermarket dalam beberapa tipe, ada yang dilengkapi nozzle untuk disisipkan dalam tatami, spray, bubuk untuk karpet dsb. Pastikan produk ini mengandung tannic acid yang bisa merusak protein pada feccal pellet dani dan/atau benzyl benzoate yang mampu membunuh dani. Gunakanlah sesuai petunjuk dan hindari dari anak-anak/bayi. Namun perlu diingat bahwa efek produk tersebut hanyalah sementara/temporer, karena dani tetap datang dan terus berkembang biak. 8. Melakukan pembersihan (Oo shojiki) setahun sekali saat tsuyu (peralihan musim semi ke panas). Nah, sahabat Fahima, selamat mencoba. Mudah-mudahan uraian ini dapat bermanfaat. Memang tentu praktik tidak semudah teori, namun bila satu dua langkah dicoba dan konsisten, insya Allah akan memberi hasil yang baik. ***Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang berkesinambungan, meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim)*** Oleh: Rani Sauriasari, S.Si, Apt., M.Sc Sumber : http://www.city.yokohama.jp/me/naka/contents/english/life/health/dani.html Bahan bacaan : - Diterjemahkan secara bebas dari: Tips menghindari dani, Nagase Clinic, Okayama - http://ohioline.osu.edu/hyg-fact/2000/2157.html - http://www.familydoctor.co.uk - http://www.city.yokohama.jp/me/naka/contents/english/life/health/dani.html

ANGKA KEJADIAN ALERGI


Menurut survey rumah tangga dari beberapa negara menunjukkan penyakit alergi adalah adalah satu dari tiga penyebab yang paling sering kenapa pasien berobat ke dokter keluarga. Penyakit pernapasan dijumpai sekitar 25% dari semua kunjungan ke dokter umum dan sekitar 80% diantaranya menunjukkan gangguan berulang yang menjurus pada kelainan alergi. 1. Angka kejadian alergi di berbagai dunia dilaporkan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. World Health Organization (WHO) memperkirakan di dunia diperkirakan terdapat 50 juta manusia menderita asma. Tragisnya lebih dari 180.000 orang meninggal setiap tahunnya karena astma. BBC tahun 1999 melaporkan penderita alergi di Eropa ada kecenderungan meningkat pesat. Angka kejadian alergi meningkat tajam dalam 20 tahun terakhir. Setiap saat 30% orang berkembang menjadi alergi. Anak usia sekolah lebih 40% mempunyai 1 gejala alergi, 20% mempunyai astma, 6 juta orang mempunyai dermatitis (alergi kulit). Penderita Hay Fever lebih dari 9 juta orang.

Beberapa ahli alergi berpendapat bahwa 30%-50% secara genetik manusia mempunyai predisposisi untuk berkembang menjadi alergi. Dengan kata lain mempunyai antibody Imunoglobulin E terhadap lingkungan penyebab alergi. Sejauh ini banyak orang tidak mengetahui bahwa keluhan yang dia alami itu adalah gejala alergi. Resource (Marketing Research) Limited melakukan penelitian di Inggris bagian selatan, tahun 2000 dilaporkan lebih dari 50% orang dewasa menderita alergi makanan. Sekitar 70% penderita alergi baru mengetahui kalau ia mengalami alergi setelah lebih dari 7 tahun. Sekitar 50% orang dewasa mengetahui penyebab gejala alergi setelah 5 tahun, bahkan terdapat 22% baru mengetahui setelah lebih 15 tahun mengalami gangguan alergi tersebut. Sebanyak 80% penderita alergi mengalami gejala seumur hidupnya. Di Amerika penderita alergi makanan sekitar 2 2,5% pada dewasa, pada anak sekitar 6 8%. Setiap tahunnya diperkirakan 100 hingga 175 orang meninggal karena alergi makanan. Penyebab kematian tersebut biasanya karena syok anafilaksis (reaksi alergi berat), tersering karena kacang tanah. Lebih 160 makanan dikaitkan dengan alergi makanan. Para ahli berpendapat penderita alergi di Negara berkembang mungkin lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat. Penderita astma pada tahun 1994 di Amerika serikat sekitar 14,6 juta orang, meningkat sekitar 17 juta pada tahun 1998. Astma pada anak di bawah usia 18 tahun tahun 1994 dilaporkan sekitar 4,8 juta anak. Penderita urticaria (biduran) dialami oleh sekitar 15% masyarakat Amerika setiap tahunnya. Penderita sinusitis kronik lebih banyak lagi yaitu sekitar lebih 50 juta orang. Penderita alergi kulit (dermatitis alergi) adalah paling dijumpai diantara penderita sakit kulit pada anak di bawah 11 tahun.

Prof Wthrich dari Universitas Canton Zurich tahun 2001 melaporkan bahwa kenaikan angka kejadian alergi pada anak di Eropa pada abad 20 ini meningkat secara dramatis, mulai dari 1% hingga mencapai 50% dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya terutama dalam sepuluh tahun terahkir meningkat sangat pesat, suatu kenaikkan yang sangat fantastik.

Gambar 1. Grafik prosentase angka kejadian alergi pada anak setiap sepuluh tahun di Inggris sejak 1920 hingga tahun 2000.

Pada umumnya laporan kasus astma, hay fever dan dermatitis atopik tampaknya negara barat lebih besar dibandingkan di negara berkembang. Large Scale International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC) pada tahun 1990 melakukan penelitian untuk memdapatkan prevalensi penderita alergi di seluruh dunia. Telah dilakukan penelitian terhadap 463.801 anak dari beberapa pusat kesehatan di 56 negara. Di Indonesia angka kejadian alergi pada anak belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli memperkirakan sekitar 25-50% anak pernah mengalami alergi makanan. Di negara berkembang angka kejadian alergi yang dilaporkan masih rendah. Hal ini berkaitan dengan masih tingginya kesalahan diagnosis atau under diagnosis dan kurangnya perhatian terhadap alergi dibandingkan dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atau diare yang dianggap lebih mematikan. Akibatnya terjadi kecenderungan gejala alergi pada anak diobati sebagai penyakit infeksi.

Supported by CLINIC FOR CHILDREN Yudhasmara Foundation JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 5703646 http://childrenclinic.wordpress.com/

Clinical and Editor in Chief : DR WIDODO JUDARWANTO email : judarwanto@gmail.com

Tungau (Dust Mites)


Tungau (Dust Mites) adalah sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil (0,05-0,1 milimicron) sehingga hanya dapat dilihat melalui perbesaran mikroskop dengan perbesaran 20 kali. Tungau mengkonsumsi serpihan sel kulit mati manusia. Manusia secara normal mengeluarkan 0,5-1 Liter cairan (keringat dan serpihan sel kulit mati) ketika tertidur. Itu sebabnya ketika kita bangun pagi hari kita akan kehilangan 0,5-1 Kg berat badan. Produk hasil dari manusia ini yang menjadi makanan dari tungau, sehingga kurang lebih ada 2 juta ekor tungau yang hidup dibawah permukaan tempat tidur (kasur) setelah di pakai selama 4 bulan. Tungau pada dasarnya bukan binatang berbahaya yang menggigit manusia. Tungau merupakan mahluk hidup yang mengeluarkan kotoran, seperti halnya manusia dan binatang lainnya. Bayangkan betapa kecilnya kotoran tungau, karena tungaunya saja sudah kecil. Pasti kotorannya jauh lebih kecil dari tubuh tungaunya. Mereka mengeluarkan kotoran setiap hari dalam bentuk debu tungau yang sangat halus. Debu tungau ini kemudian berterbangan setiap kali Anda bergerak di tempat tidur. Tungau menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia ketika kotoran mereka terhisap oleh pernapasan manusia. Kotoran tungau akan terbang ketika manusia bergerak di atas tempat tidur. Menurut survey yang dilakukan di amerika, 30% orang dewasa dan anak-anak menderita alergi debu tungau (kotoran tungau). Kotoran tungau adalah penyebab utama Asma, pilek/bersin, gatal-gatal, bengkak pada kulit serta demam.
Allergy to house dust mites and pets. Diunduh dari http://www.patient.co.uk

Alergi Debu Tungau


Posted: July 28th, 2011 | Author: Admin reviewpla.net | Filed under: Alergi | Comments Off

Beberapa orang mendapatkan alergi tungau debu dan oleh itu sulit untuk pasien. Bug sangat kecil dan mustahil untuk melihat dengan mata normal. Ada begitu banyak alasan untuk jenis alergi. Bug berasal dari keluarga laba-laba dan setidaknya Anda dapat melihat laba-laba dengan mata normal dan menyingkirkan itu. Bedding dan kulit mati dapat menghasilkan alergi ini. Mungkin ada jutaan tungau debu di tempat tidur seseorang, tetapi orang tidak memiliki ide tentang hal ini dan menyebabkan alergi. Bedding dan kulit mati dapat menghasilkan debu alergi tungau. Gejala mengi, bersin, sakit kepala mata gatal, dan hidung berjalan. Setelah tungau debu merasa nyaman di tempat tidur Anda, itu akan menjadi sulit untuk berurusan dengan mereka. Mereka menghasilkan gejala seperti kulit mati. Ketika kita makan di tempat tidur dan potongan-potongan yang tersisa di bit di tempat tidur juga dapat mempengaruhi. Debu tungau selalu bepergian dalam kelompok yang sangat besar, jangan gudang saja, mereka selalu meninggalkan sampah mereka di belakang mereka, dan sehingga udara bisa mendapatkan tercemar oleh tungau debu dan menghasilkan alergi debu tungau. Sebuah Kutu Debu Alergi Meningkatkan Keparahan Ketika Tungau Meningkatkan Jika jumlah tungau debu meningkat di tempat tidur, itu akan meningkatkan keparahan alergi. Peningkatan grafik tungau debu adalah konstan. Jika tungau debu tidak dihilangkan pada tahap awal, gejala juga dapat menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Jenis alergi tidak muncul ketika tungau debu muncul pada awalnya, tetapi mekanisme tubuh manusia kuat sehingga ketika meningkat tungau, waktu itu hanya tubuh manusia memproduksi gejala. Sebagai bagian pengobatan ini anda dapat mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari begitu banyak alergi debu tungau dengan menghilangkan mereka dari tempat tidur Anda. Untuk itu Anda dapat menggunakan filter udara serta penyegar udara. Anda juga dapat menggunakan air panas untuk mencuci tempat tidur. Ini akan mengurangi efek dari jenis alergi.

Orang-orang yang terkena dampak akan mendapatkan bantuan segera ketika mereka menghilangkan tungau debu dari rumah. Jadi cobalah untuk menjaga kamar tungau bersih dan bebas debu dan tempat tidur dan menghindari infeksi dengan debu.

alergi tungau gejala tungau alergi debu tungau menghilangkan tungau menghilangkana tungau menjaga kamar dari debu who alergi tungau

Posts Related to Alergi Debu Tungau

Tempat Tidur untuk Penderita Alergi

Beberapa orang menderita alergi tunggal sementara banyak memiliki alergi terhadap hal yang berbeda terlalu banyak dan mereka dapat memiliki gejala kombinasi. Gejalagejala yang umum adalah ...

Bagaimana Tungau Debu Bisa Mempengaruhi Asma dan Alergi

Tungau debu adalah makhluk mikroskopis kecil yang merupakan anggota dari kelas yang sama seperti laba-laba dan kutu. Mereka makan terutama pada sel-sel kulit mati yang ...

Haruskah Anda Mencoba Ranjang Alergi?

Jika Anda memiliki alergi parah, Anda mungkin sudah mencoba banyak hal yang berbeda untuk membantu kepekaan Anda, dari menginstal filter di tungku Anda dan jendela ...

Mengendalikan Kualitas Udara di Dalam Rumah Sebagai Pencegahan Asma dan Alergi

Asma dan Alergi - Bagaimana Mengendalikan Indoor Air Quality Anda Untuk Asma dan Alergi Salah satu pelajaran paling penting tentang Asma dan kontrol Alergi dimulai ...

Bantuan Untuk Penderita Alergi

Untuk orang normal alergi adalah hal terhitung dan mengerikan, misalnya alergi makanan di mana seseorang dapat mencegah makan makanan tertentu yang menyebabkan reaksi alergi. Anda ...

Tungau

Ada sekitar 2 juta tungau yang hidup dipermukaan ranjang dan bantal. Tungau atau Dust Mite merupakan sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil (0,05 - 0,1 milimicron) sehingga baru bisa dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran minimum 20 kali. Tungau ini hidup dari memakan serpihan sel kulit mati manusia. Mereka mengeluarkan kotoran setiap hari dalam bentuk debu tungau yang sangat halus. Debu tungau ini kemudian beterbangan setiap kali anda bergerak ditempat tidur.

Gejala alergi Tungau antara lain

Hidung tersumbat & berair berkepanjangan, terutama beberapa jam setelah bangun tidur Sesak nafas, yang dapat memperparah gejala asma Bersin berkepanjangan, terutama ketika bangun tidur Eczema (atau timbulnya gatal2 pada kulit (menimbulkan bintik2 atau bercak2 merah) Mata berair dan terasa gatal Semakin malam gejala semakin parah tetapi membaik ketika berada diluar ruangan
www.protectabed.co.id/index.php/tungau