Anda di halaman 1dari 28

BAB VI

MAGNETOSTATIKA
6.1 Medan Magnetik
Lain halnya dengan elektrostatika, magnetostatika tidak dapat digambarkan sebagai
interaksi banyak muatan magnetik q
m
terhadap sebuah muatan uji Q
m
. Secara
fundamental dari ahli Fisikawan mengatakan tidak ada muatan bebas magnetik.
Sebaliknya medan magnetik dihasilkan oleh muata listrik biasa yang berada dalam
keadaan bergerak atau bahkan berapa arus listrik.
Salah satu percobaan dasar dalam magnetostatika adalah dua kawat berarus yang sejajar
seperti pada gambar (6.1)
Gambar 6.1

Pada percobaan ini jika arah arus sama kedua kawat akan tarik menarik sedangkan jika
arah arus berlawanan kedua kawat tersebut akan tolak menolak. Gaya tarik menarik atau
tolak menolak ini tampak analogis dengan gaya Coulomb pada elektrostatika.
Bagaimanakah kita mengamati medan magnetik jika kita tidak dapat mempunyai muatan
uji magnetik ? Kita dapat menggunakan kompas magnetik. Jarum kompas akan selalu
menunjukan arah medan magnetik ; umumnya kita ingin mengetahui arah medan
magnetik bumi yang kutub selatannya terletak ditutara bumi dan sebaliknya. Jadi ternyata
109
BATERY

dalam praktek, medan magnetik lebih mudah teramati jika kita punya alat seperti yang kita
sebut diatas kompas.
Gejala lain yang dapat diamati 2 hal sebagai berikut :
a). Bila terdapat arus melaluikawat lurus, maka medan magnet (yang tercatat dalam
kompas) tidak mengarah melalui ataupun menjauhi kawa, melainkan melingkar
ternyata yang terlihat adalah baha medan magnetik yang diakibatkan sebuah kawat
arahnya selalu berputar mengelilingi kawat tersebut. Besarnya berbanding terbalik
dengan jarak makin jauh dari kawat makin kecil. Disekitar kawat seprti pada gambar
(6.2).
b). Bila ada dua buah kawat lurus (di dekat kawat pertama terdapat kawat laurus lain yang
saling sejajar, maka pada kawat ini bekerja gaya tarik arah kiri, bla keduanya dialiri
arus listrik seperti pada gambar (6.3)
Gambar 6.2 Gambar 6.3
Dari gambar (6.3) kelihatan bahwa kawat (2) terdapat B yang diakibatkan kawat (1) yang
arahnya ke dalam kertas.
6.2. Gaya Magnetik
Jika kita asosiasikan gambar (6.3) dengan perkalian Vektor kros (Cros Product) dengan
teliti, kita akan dapatkan bahwa gaya yang diterima suatu muatan terhadap yang bergerak
110
B
ARUS
V
B
F
( 2 )
( 1 )

dengan kecepatan V didalam daerah pengaruh medan magnetik B, maka muatan akan
mengalami gaya magnet :
B X V ( Q Fmag

) 6.1
dimana
). B , V ( Fm

Seperti yang dapat dilihat pada gambar


Gambar 6.4
Jika disamping medan magnet
B
ada pula medan listrik
E
, gaya total elektromagnetik
menurut hukum gaya lorents :
E q ) VXB ( q
F F F us m
+
+
( ) B X V E q + 6.2
Persamaan (6.2) diatas disebut hukum Gaya Lorentz. Adanya gaya magnet (Gaya Lorentz)
terhadap gerak partikel mengakibatkan partikel akan mengalami lintasan dalam bentuk
tertentu.
Selanjutnya kita akan melihat bagaimana gaya Lorentz pada dua kawat sejajar dialiri arus
listrik, gaya Lorentz dapat ditulis :

B xd l id dF


111
m
F
V
B

Bila dua kawat lurus panjang sejajar, dialiri arus I dalam arah yang sama, maka pada
kawat akan terjadi tarik-menarik, hal ini dapat dijelaskan baik secara fisika maupun
matematika. Mula-mula kita akan bahas gaya Lorentz pada secara matematika :
dl
1
dl
2


k

i
1
i
2


i

Pandang kawat 1 : k dl i

1
j r
o

merupakan vektor satuan dari titik 1 ke titik 2


Medan magnet pada kawat 2 oleh kawat 1 atau
21
dB dan medan magnet pada kawat 1
oleh kawat 2 adalah

( )
i
r
dl i
r
j x k dl i
dB
o o

4
2
1
2
1
21

6.3


( )
i
r
dl i
r
j x k dl i
dB
o o

4
2
2
2
2
12

6.4
Gaya Lorentz pada kawat 2 oleh kawat dan pada kawat 1 oleh kawat 2 adalah

12 2 21
B dlxd i dF

= dlx i
2

i
r
dl i
o

4
2
2

112
= ( ) ( ) k x i dl i i
o

4
2
2 1

= ( ) ( ) j dl i i
o 2
2 1
4


21 1 12
B dlxd i dF

= dlx i
1

i
r
dl i
o

4
2
2

Contoh 1 :
Gerakan Siklotron, gerak partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnetik yang
paling dasar adalah gerak melingkar beraturan, dimana gaya magnetik berlaku sebagai
gaya sentripetal diperlihatkan pada gambar 6,6 dibawah ini :
Pada gambar (6.6 tersebut kelihatan medan
magnetik B keluar dari kertas, dengan demikian
berlaku hubungan sebagai berikut :
R
mV
B V q
B V
2

6.3
. l sentripeta gaya
R
mV
2

R B q V . m
R
V m
qB
Karena momentum partikel = m.V
P = q B R
P = Momentum partikel
m = massa partikel
Rumus (6.4) sagat sering dipakai pada akselerator partikel yang dipakai pertama kali. Juga
dipergunakan Irak untuk memproduksi plutonium dalam program nuklirnya sebelum
113
diluncurkan oleh Amerika pada perang Teluk. Jika selain kecepatan yang kebetulan tegak
lurus B, juga terdapat komponen kecepatan yang sejajar B, maka gerak yang terjadi adalah
berupa heliks seperti pada gambar 6.6.
Apa yang terjadi jika partikel mulai bergerak dengan
kecepatan V

tidak bergerak lurus


B
Komponen kecepatan

+ V V V
11

Komponen gerak dalam arah
11
V

tidak akan terpengaruh oleh gaya magnetik.


partikel akan bergerak dalam lintasan helik dengan jejari diberikan oleh :
R
V m
B V q
2

6.6
Contoh 2 :
Gerak Sikloid. Gerakan ini terjadi dalam medan magnet campuran B dan E yang
kebetulan saling tegak lurus seperti pada gambar 6.7 dibawah ini :
Tidak ada gaya dalam arah sumbu X, karena :
Posisi partikel setiap saat (0,Y) (t), Z (t) ;
Kecepatannya setiap saat (0,Y,Z)

i

B X V O
.
Y
.
Z
B O O
114
k

Y B j

Z B B X V
. .

,
_

,
_

6.6
Gaya elektromagnetik :
( )
( )
1
1
1
1
]
1

+
+
.
k

)
.
Y B ( j

) Z B ( k

E q
B X V E q F
6.7
Hukum Newton II a . m F

1
1
]
1

+
1
1
]
1

,
_

,
_

..
Z j

..
y m j

.
Z B k

.
y B E q
6.8
memberikan :

..
Z m
.
y B q E q
..
y m
.
Z B q

Misalkan frekwensi Cyclotron


m
qB
W
Persamaan gerak :

,
_

,
_

dt
dy
B
E
W
dt
Z d
;
dt
dZ
.
dt
y d
Y
B
E
W Z ; Z W Y
2
2
W
2
2
. .. . ..
6.9
I II
2
2
2
2
dt
Z d
W
dt
y d

115
II ke Substitusi
dt
y d
W
1
dt
Z d
3
3
2
3


,
_


dt
dy
B
E
W
dt
Z d
W
1
3
3
B
E
W
dt
dy
W
dt
y d
2 2
3
3
+
Solusi :
( )
3 2 1
C t
B
E
Wt Sin C Wt Cos C t y + + + 6.10
5.3 Gaya magnetik
Arus listrik dalam kawat adalah jumlah muatan persatuan waktu yang melewati suatu titik
pada benda itu. Umumnya digambarkan bahwa muatan ini positif, walaupun sebenarnya
jumlah muatan negatif yang sama juga mengalir berlawanan arah pada kawat tersebut
( dan sebenarnya muatan elektron yang bergerak, bukan ion ppositif), hal ini tidak perlu
dipermasalahkan karena secara pengukuran (dengan ampermeter) kedua hal ini tidak dapat
dibedakan. Satuan arus listrik adalah Ampere (A) = Coulomb per detik.
1 A = 1
S
C
Muatan Garis :
116
V
V . V
Gambar 6.4
Suatu muatan garis yang bergerak sepanjang kawat dengan laju V (gambar 6.4)
menghasilkan arus listrik :
I = . V 6.14
Karena suatu segment panjang t V yang membawa muatan t V melewati titik A
dalam interval waktu . t
Arus disetiap saat sebetulnya merupakan vektor
V I
Gaya magnetik pada segment kawat dl yang dialiri arus ;
Dapat dirumuskan :
( ) ( )

B x V l d F
mag

( ) dl B x I


6.16
Kerena I dan dl keduanya mempunyai arah yang sama :
( )

B x l d I F
mag

6.16
Kerena umumnya kuat arus adalah konstan, maka dapat juga ditulis
( )

B x dl I F
mag

6.17
Ada kasus-kasus dimana arus mengalir dipermukaan, ini dapat dijelaskan dengan rapat
arus permukaan K seperti pada gambar (6.6) dibawah, yang didefinisikan sebagai :

dl
dI
K

6.18
K

arus persatuan panjang yang tegak lurus aliran


117
ALIRAN ARUS
dl
jika

: rapat muatan permukaan (yang bergerak)


V

: Kecepatan gerak muatan


v K

dari gambar diatas :


muatan garis pada pita
dl
( ) V . dl dl


jadi V
dl
dI
K

6.20
Gaya magnetik yang bekerja pada sebuah arus permukaan adalah :
( ) ( )

B X V dA Fmag

( )

dA B x K

6.21
jika aliran muatan terdistribusi melalui suatu wilayah atau ruang tiga dimensi, kita
memakai rapat arus volume j

.
Aliran muatan tersebut dinyatakan dengan rapat arus volume j

dA
I d
j

6.22
injau suatu pipa dengan penampang lintang

dA , yang (vektornya) pararel dengan arah


alir, pada gambar (6.6) dibawah.
j

: arus persatuan luas yang tegak lurus


aliran.
Jika
:
rapat muatan volume (yang
bergerak)
: V

kecepatan aliran muatan


V j

6.23
118
Maka gaya maknetik yang bekerja pada elemen volume dt adalah :
( ) ( )

B x V dt F
mag

( )

dt B x j

6.24
6.4. Persamaan Kontinuitas
Arus menembus suatu permukaan S dapat dituliskan :



s s
dA . J dA . j I

6.26
Muatan total penentuan waktu yang meninggalkan suatu Volume V (menembus
permukaan tertutup yang meliputi volume V), menurut Teorema divergensi, dapat
ditentukan :
( ) dt j . A d . j
s V



6.26
Tetapi karena muatan selalu kekal, apapun yang keluar pastilah mengurangi (laju
pengurangan,
dt
d
muata yang sebelumnya ada di dalam
: ) dt (
( )


V V
dt
dt
d
dt j .

t
j .




6.28
jadi 0
t
j .


+

Persamaan kontnuitas hukum kekekalan muatan. 6.29
Persamaan (6.29) adalah sebuah statement matematika yang sangat universal dan sering
disebut persamaan kontinuitas, bagi elektromagnetika khususnya ini menegaskan kembali
kembali, konversi muatan lokal.
Untuk referensi selanjutnya kita dapat menyingkat suatu jembatan kelpdai yang
memungkinkan penerjemahan persamaan-persamaan jika arusnya berupa muatan dikrit
yang bergerak, arus garis, arus permukaan dan arus volume :
119
( ) ( ) ( ) ( )

permukaan Volume
n
1 i
gari
i i
dt . j ~ dA K ~ dl I ~ V q
6.
Tinjau medan magnet . i

KZ B
Tentukan gaya bekerja pada kop bjsk dengan sisi S (terletak pada bidang YZ dan berpusat
di 0) yang dialiri aus I.
Jawab :
Segment 1 2 :

B x dl I Fiz

B x dl I

Z k

dZ I
=

s
2
i
s
2
1
dZ Z j

K I
=
2
Z j K I

Segment 3 -4 : 0 F34
Segment 2 3 :

B x dl I B x l d I F23
( )

KZ x dy j

dy Z k

K I

,
_

S
2
1
S
2
1
dy k

S
2
1
K I
k

S
2
1
S
2
1
S
2
1
K I
,
_

+
,
_

S K I
2
1
2

6.5. Hukum Biot Savast


a). Medan magnetik untuk arus garis.
120

dl
r
r x I
4
B
2
0
) P (

2
0
r
r x dl
4
I
6.36
b). Medan magnetik untuk arus permukaan.
Rapat arus permukaan
K

dA
r
r x K
4
B
2
0
) P (
6.37
c). Medan magnetik oleh arus volume.
Rapat arus volume j

dt
r
r x J
4
B
2
0
) P (
6.38
Contoh :
Tentukan medan magnet di pusat loop bujur sangkar yang dialiri arus tetap I. Misal jarak
dari pusat ke rusuk bujur sangkar R
b). tettukan medan di pusat poligon segi n aberaturan yang dialiri arus tetap I. Misalkan
jarak dari pusat poligon ke rusuknya R.
c). Tentukanlah bahwa untuk n ~ memberikan formulasi untuk medan dipusat loop
ingkaran dengan jejari R.
Jawab :

2
0
r
r x dl
I
4
dB
121
I
R
-R
R
-R
R
b
a
d
c
I
Y
X
Segmen a b :
2
0
r
Sin dl
I
4
dB

arah menuju mata



Cos
Sin
R tg R l

d
Cos
R
dl
2
2
2
2
R
Cos
r
1
; Cos Sin

,
_



,
_

2
2
2
0
R
Cos
Cos
Cos
d R
4
I
dB

d Cos
R 4
I
0
( )

2
1
1 2
0
0
Sin Sin
R 4
I
d Cos
R 4
I
4
dan
4
2 1


Jadi B :
2
R 4
I
2
2
1
2
2
1
R 4
I
0 0

1
]
1

Jadi :
Segmen-segmen lainnya memberikan medan dengan besar dan arah yang sama Induksi
magnet total
2
R
I
B 4 B
0
t


6.6. Hukum Ampere
Menurut yang dibahas untuk kawat lurus yang sangat panjang (~), pada titik
sejarak r dan kawat maka :
B
122

r
b a
l
R

r 2
I
B
0

bila dicari integral untuk lintasan lingkaran berjejari R, yang sepusat dengan kedudukan
kawat seperti gambar (6.14) dibahas, maka medan magnet:


,
_

dl
R 2
I
dl . B
0

dl
R 2
I
0
[ ] R 2
R 2
I
0

Jadi
I dl . B
0

6.39
Dengan keliling lingkaran 2 R . Ternyata hasil integral
dl . B

tak tergantung pada


jarak dan pusat lingkaran yang ditempati oleh kawat, karena B mengecil dengan laju yang
sama dengan membesarnya lingkaran. Integral ini juga dapat dilakukan dengan koordinat
silnder untuk bentuk loop (kawat berarus tertutup) sembarang (bukan hanya lingkaran).
Sistim koordinat silinder :

,
_

R 2
I
B
0
Dengan : z dz

d r r dr dl + +
Sehingga :


,
_

d r
r
1
2
I
dl . B
0


I d
2
I
0
2
0
0

6.40
Secara umum dapat dirumuskan bila terdapat sejumlah arus

1 i
Ii
didalam lingkaran
tertutup mengelilingnya, maka rumus integral hukum ampere :

C
C 0
1 i
0
I Ii dl . B

Hukum Ampere 6.41


loop lintasan integrasi
123
I
1
I
2
I
4
I
3
Gambar 6.16
Dimana I
C
adlah jumlah arus total yang dilingkupi oleh lintasan integrasi. Dalam bahasa
rapat arus, dapat ditulis sebagai :

dA . J I
C

6.42


dA . J dl . B
0

6.43
Dengan menggunakan permukaan yang dibatsi oleh loop kita. Dengan menggunakan
teorema stoker ditulis sebagai :
( )

dA . J dA . B x
0

J . B . Jadi
0

Hukum Ampere dalam bentuk difrensial 6.44
6.7. Aplikasi Hukum Ampere
Bentuk integral dari hukum Ampere yang mungkin lebih dikenal dibandingkan bntuk
diferensialnya. Pada praktek penggunaannya gunakanlah selalu kaidah tangan kanan.
Hukum Ampere dalam magnetostatika adalah analogis dengan Hukum Gauss dalam
elektrostatika. Dan juga seperti halnya Hukum Gauss ; walaupun selalu benar, tidaklah
selalu mudah untuk diaplikasikan. Ini disebabkan bahwa kemungkinan besar kita tidak
mampu untuk melakukan integrasinya jika geometrinya kompleks ; hanya yang
geometrinya simpel dapat kita kerjakan seperti (kawat lurus tak berhingga, Soleonida tak
berhingga, toroida)
Hukum Ampere sangat berguna untuk menentukan
B
yang memiliki simetri tinggi.
124
Loop ampere
I
r
~
- ~
B memiliki simtri silinder.

r 2 B dl B dl . B
I I
C

Jadi
r 2
I
B I r 2 B
0
0


Jika panjang kawat terbatas atau bengkok : B yang dihasilkan tidak lagi memiliki simetri
tinggi :
B : disamping fungsi dari r juga fungsi dari Z dan atau

.
: Sulit untuk memilih lintasan ampere yang tepat.
Sehingga : Hukum ampere
C 0
I dl . B

6.44
Kurang tepat guna, tetai tetap berlaku.
Persoalan-persoalan yang dapat digarap ( dengan mudah) dengan hukum Ampere :
1. Garis lurus tak berhingga.
2. Bidang datar ~
3. Silinder ~
4. Solonoida ~
5. Toroida ~
Arus mantap I mengalir melalui kabel silinder yang sangat panjang dengan jejari R.
Tentukan medan magnet diluardan didalam silinder :
a). Arus terdistribusi secara merata pada permukaan kawat.
b). Arus terdistribusi sedemikian rupa sehingga
J
sebanding dengan r (J = kr)
125
R
I
C
1
C
2
Jawab :
a). R 2 K I
R 2
1
K

untuk : r < R
I I dl . B
0 C 0
C
2

r 2
I
r 2
I
B
0 0
6.8. Divergensi Dan Rotasi
B
Hukum BIOT-SAVART untuk kasus umum dari arus volume adalah :
dt
r
r x J
4
B
2
0

6.46
: B Fungsi dari (X,Y,Z)
: J

Fungsi dari (
) ' Z , ' Y , ' X
( ) ( ) ( ) k

' z z j

' y y i

' x x r + +
' dz ' dy ' dx dt
integrasi dalam sistim koordinat medan (x,y,z)
Divergensi :

,
_

dt
r
r x J
.
4
B .
2
0

Dengan menggunakan aturan perkalian :


( )
,
_


,
_

2 2 2
r
r
x . J J . .
r
r
r
r
x J .

126
X
dt
0
Y
(X, Y, Z)
(X, Y, Z)
r
Tetapi : ; 0 J x

karena
J

tak bergantung terhadap varuabel medan (x, y, z) dan


0
r
r
.
2

,
_

0 B .

6.46
Rotasi :
dt
r
r
x J x
4
B .
2
0


,
_



Aturan perkalian :
( ) ( ) J .
r
r
r
r
. J
r
r
. J J . .
r
r
r
r
x J x
2 2 2 2 2


,
_

+
,
_


,
_

( )
2 2 2
r
r
. J
r
r
. J
r
r
x J x
,
_


,
_



6.47
tetapi : ( ) ( )
2 2
r
r
. J
r
r
. J

Untuk komponen x :
( )
( )
( ) J :
r
' x x
r
' x x
r
' x x
' . J
3 3 3

1
]
1

1
]
1



,
_

Untuk arus mantap : 0 J .



( )
1
]
1



1
]
1


3
x
2
r
' x x
;
r
r
. J

konteribusinya dalam integral :


( ) ( )

1
]
1

permu
3
Vol
3
dA . J
r
' x x
dt J
r
' x x
:

127
Catatan : daerah integrasi :

dt
r
r x J
4
B
2

meliputi semua arus daerah ini dapat


diperbesar tanpa merubah hasil. Jika daerah integrasi dibuat sangat besar (menuju ~)
0 J

dialuar volume mengandung arus .
( )

0 dA . J
r
' x x
3

,
_


,
_


2 2
r
r
. J
r
r
x J x

dari definsi fungsi delta diral :
( ) r 4
r
r
.
2
2

( ) ( )

dt ' r r 4 ' r J
4
B x
3 0


( ) ( )

dt ' r r ' r J
3
0

( ) r J
0


Jadi : J B x
0

Hukum Ampere 6.48


C 0
I d . B

6.49
6.9. Potensial Vektor Magnetik
128
Didalam elektrostatika , 0 E x kita dapat menurunkan medan listrik dari suatu potensial
Skalar V, yang dirumuskan
. V E
Dengan analogi, bahwa sanja , 0 B . juga
menyebablkan kita boleh untuk memperkenalkan suatu potensial Vektor A didalam
magnetostatika sedemikian sehingga :
A x B
6.63
Tidak ada permasalahan dengan yarat
, 0 B .
karena divergensi dari suatu kurl adalah
nol. Hukum Ampere dapat dituliskan :
( ) ( ) j A A . A x x B x
0
2

6.64
sebagai langkah pertama, kita mempunyai kebebasan untuk membuat
, 0 A .
Coulomb Gauge 6.66
Hal ini akan menghasilkan :
j A
0
2

Persamaan Poisson 6.67
Ini merupakan persamaan poisson, dimana j
0

adalah sumber.
Menurut Coulomb Gauge :
0 A .
j A
0
2


~ di 0 J

Tepatnya ada tiga macam persamaa Poisson :


x 0 x
2
J A


y 0 y
2
J A

6.68
z 0 z
2
J A


Solusinya akan menghasilkan :
Potensial untuk Arus Volume :
129

dt
r
J
4
A
0

6.69
Potensial untuk Arus Permukaan :

dA
r
K
4
A
0

6.70
Potensial untuk Arus garis :

dl
r
I
4
A
0
6.71
Vektor Potensial A :
Teorema Stoker ( )

dA . A x dl . . A

dA . B


jadi

dA . B dl . . A 3.72

dt
r
J
4
A
0

Karena :

dt
r
r x j
4
B
2
0

(Brot Savart)

dt
r
r x B
4
1
A
2
6.73
6.10. Ringkasan (Summary)
130
6.11. Syarat Batas Dalam Magnetostatika
Pada medan listrik
E
terjad ketidak kontinuan pada muatan permukaan demikian
padadengan medan magnet
B
tidak kontinue pada arus permukaan K.
Mengingat 0 B . , maka

0 dA B rumus ini diterapkan untuk lapisan pada permukaa.


Sehingga :
Arus permukaan medan magnetik kontinue
0 B .

0 dA B
Pada gambar dibawah ini akan menghasilkan ; komponen normal
Sedangkan dengan gambar dibawah menggunakan hukum Ampere :
131
J
A
B
0 A . ; A x B

dt
r
r

x B
4
1
A
2

dt
r
1
4
A
0
Komponen tangensial ;
( )


bawah 11 atas 11
B B dl . B
( ) K B B
0 bawah 11 atas 11

6.76
K I
0 0

Akan diperoleh B
11 atas
b
11 bawah
=

) 2 ( K
0

Kedua hasil diatas dapat disatukan dalam rumus


( ) n x K B B
0
bawah atas 6.76
dimana n vektor satuan yang normal arahny, terkadang permukaan menuju keatas. Seperti
halnya dalam medan elektrostatika, berlaku kekontinuan potensial vektor pada setiap batas
;
sehingga :
bawah atas A A 6.77
Karena 0 A . menjamin bahwa komponen normalnya kontinu, sedangkan A x B
yang menghasilkan :

dA . B dl . A
Bila komponen tangensialnya kontinu, berarti fluks magnet melewati loop kecil seali pada
perbatasan boleh dikatakan nol. Tetapi turunan
A
menyebabkan diperolehnya keidak
kontinuan medan
B
, jadi :
K
n
A
n
A
0
bawah atas

6.78
6.12. Uraian Kutub Ganda Potensial Vektor
132
B
11 atas
B
11 bawah
Sudah dibicarakan dalam bab exspansi multipol untuk potensial kalar, dan sekarang
ekspansi semacam itu dapat pula kita lakukan untuk potensial vektor.
dl
I
4
A
0

d
1
4
I
0

r
( )
1
]
1

+
,
_

+ +


.... d
2
1
Cos
2
3
' r
r
1
d Cos ' r
r
1
d
r
1
4
I
A
2 2
3 2
0
6.79
Suku pertama disebut monopol magnet, suku kedua dipol magnet, suku ketiga kuadrapol
magnet dan suku keempat oktapo magnet ; disini suku monopol magnet selalu nol, karena
pada loop

. 0 d Suatu kesimpulan, bahwa tidak ada monopol magnet dan ini tampak
pada adanya persamaan Maxwell . 0 B .
Karena suku yang dominan adalah bagian dpol magnet :
( )

d ' r . r
r 4
d Cos r
4
A
2
I 0
0
dipol 3.80
dengan manipulasi matematika :
2
0
dip
r
r x m
4
A

6.81
Soal Latihan
1. Sebuah muatan titik 1,2 C berkecepatan dt m k

3 j

2 i

5 V +

. Hitunglah gaya yang


bekerja pada muatan tersebut jika ia berada dalam :
133
0

r

r
a). Medan listrik m v k

10 j

5 i

18 E +

b). Medan magnet Am N k

3 j

4 j

4 i

4 B + +

c). Kedua medan B dan E



diatas.
2. Arus mantap I mengalir melalui kabel silinder yang sangat panjang dengan jejari R.
tentukanlah medan manet diluar dan didalam silinder jika
a). Arus terdistribusi secara merata pada permukaan kawat.
b). Arus terdistribusi sedemikian rupa sehingga
J

sebanding dengan r (
J

= k.r)
3. Arus I mengalir sepanjang kawat yang jari-jarinya R.
a). Bila ia terbagi seragam pada permukaan, tentukan rapat arus K ( m A ).
b). Bila ia terbagi sedemikian k = konstanta dan r jarak dari sumber tentukanlah harga
k.
4. Dua benda logam terletak terpisah di dalam bahan dengan konduktivitas

lemah.
Tunjukan hambatan antara keduanya ada hubungan dengan kapsitas sebagai :
c
0
R

5. Tetukan medan magnet dititik P yang berjarak Z diatas kawat lurus panjang yang
memawa arus I seperti pada gambar :
6. a). Arus I terdistribusi keseluruh kawat dan I melewati bagian melingkar dengan jari-
jai R. tentukanlah rapat dan volume.
b). Jika rapat arus pada
kawat sebanding dengan jarak drai sumbu, J=kT, dengan k= konstanta tentukan arus
total pada kawat.
7. tinjau suatu loo[ pligon segi 6 beraturan dengan rusuk S. Jika loop tersebut dialiri arus
I, tentukanlah induksi magnet dipusat loop, seperti pada gambar.
8. a). Tentukan medan magnet dipusat poligon segi n beraturan yang dialiri arus tetap I.
Misalkan jarak dari pusat poligon kerusuknya R.
b). Tunjukanlah bahwa untuk n ~ memberikan formulasi untuk medan dipusat loop
lingkaran dengan jari-jari R.
9. Sebuah kawat yang panjangnya 10 cm, berada tegak lurus di dalam medan magnetik.
Jika rapat fluks magnetik 0,2 tesla dan arus yang mengalir di dalam kawat itu adalah
45 A, hitung gaya yang dialami oleh kawat itu !
10. Dua kawat lurus panjang dan sejajar masing-masing berarus listrik 5 dan 10 A dengan
arah saling berlawanan. Kedua kawat terpisah sejauh 10 cm. Hitung induksi
magnetik pada suatu titik di tengah-tengah antara kedua kawat tersebut !
134
11. Dua kawat lurus dan panjang terpisah pada jarak 2a. Bila kedua kawat dialiri arus
yang sama besar dengan arah yang berlawanan, maka induksi magnetik di tengah-
tengah antara kedua kawat adalah B. hitung induksi magnetik di titik yang berjarak a
dari kawat pertama dan 3a dari kawat kedua.
12. Dua kawat lurus dan panjang sejajar, terpisah pada jarak 1,5 m. Kedua kawat kedian
dialiri arus yang sama besar dan searah, sehingga bekerja gaya tarik-menarik sebesar
12. 10
-7
N/m. Hitung besarnya arus yang mengalir pada masing-masing kawat ?
13. Tiga buah kawat lurus dan panjang diletakkan sejajar satu sama lain. Ketiga kawat
tetsebut (kawat I, II dan III) dialiri arus berturut-turut 10 A, 20 A dan 30 A dengan
arah seperti pada gambar di bawah ini. Hitung besar dan arah gaya yang bekerja pada
25 cm dari kawat II.
14. Suatu kumparan terdiri dari 25 lilitan berbentuk lingkaran dengan jari-jari 10 cm
berarus listrik 4 A, diletakkan dalam medan magnet homogen sehingga bidangnya
tegak lurus terhadap garis gaya magnetik. Jika pada kumparan itu terjadi momen
kopel sebesar 6,28 N.m, berapa induksi magnetik itu ?
15. Sebuah elektron dengan kecepatan 1/600 rambat cahaya di udara melintasi tegak lurus
medan magnetik homogen dengan dengan induksi magnetik 1/8 x 10
-3
W/m
2
. Hitung
gaya yang bekerja pada muatan tersebut.
135
136