Anda di halaman 1dari 4

Theory Construction as Disciplined Imagination

Sumber: Academy of Management Review, 1989, Vol. 14, No. 4, 516Sumber: 516531 Penulis: Karl E. Weick, University of Michigan Penulis: Weick, Kelompok 65 Christiono Hendrawan (1201000253) Satrio B. Yudhoatmojo(1201000997)

Deskripsi Pembentukan Teori (1)


Pembentukan

teori dalam penelitian organisasi digambarkan sebagai bidang studi imajinasi yang evolusi prosesnya serupa dengan seleksi buatan. Teori: sebuah himpunan teratur dari suatu pernyataan tegas tentang suatu sifat generik atau struktur yang diasumsikan pernyataan tersebut dapat tidak terpatahkan dari berbagai macam keadaan khusus. Teori merupakan suatu dimensi bukan suatu kategori.

Deskripsi Pembuatan Teori (2)


Validasi:

alat dalam demonstrasi untuk membuktikan hubungan teratur yang diperkirakan dalam sebuah hipotesa sehingga terbukti mendukung hipotesa tersebut. Kualitas Teori: sebuah teori yang baik adalah teori yang masuk akal dan sebuah teori dinilai lebih masuk akal dan tinggi kualitasnya jika teori tersebut menarik.

Deskripsi Pembentukan Teori (3)

Kebanyakan deskripsi pembentukan teori berbentuk deskripsi linier konvensional dari penyelesaian masalah. masalah. Seharusnya, pembentukan teori dipandang sebagai suatu Seharusnya, pembentukan masuk akal (sensemaking). Sebuah teori seharusnya mencoba agar dunia yang diobservasi menjadi masuk akal dengan mengatur hubungan antar elemen yang mewakili entiti yang menjadi pusat perhatian pembuat teori dalam dunia nyata. nyata. Permasalahannya adalah hubungan antar konsep dan yang dapat diobservasi tidak tertutup dalam suatu ruang lingkup karena sistem yang diobservasi bersifat terbuka bukan tertutup. tertutup.

Bidang Studi Imajinasi


Proses

pembentukan teori digambarkan sebagai bidang studi imajinasi karena ketika para pembuat teori sedang membangun teori, mereka mendesain, melakukan dan menginterpretasi percobaan-percobaan yang imajiner. Kegiatan mereka ini mirip dengan tiga proses evolusi: variasi, seleksi, penyimpanan(retention). Para teori tidak seperti alam yang sengaja menuntun ke proses evolusi, proses pembentukan teori lebih ke seleksi buatan daripada seleksi alam.

Pernyataan Permasalahan
Ketika

proses pembentukan teori, seringkali para pembuat teori mendeskripsikan pernyataan masalah dalam suatu cerita yang membingungkan, permasalahan, pertanyaan, ataupun anomali. Dalam pemecahan permasalahan, kemungkinan besar suatu penyelesaian ditentukan oleh bagaimana lingkungan digambarkan atau didapat.

Pengujian Teori
Proses

pengujian terhadap suatu teori seringkali dilakukan dengan bentuk jika-maka (if-then) yang bervariasi dari banyaknya pengujian dilakukan serta keterheterogenan antar pengujian tersebut. Pada umumnya, proses pembuatan teori dicirikan dengan semakin besarnya angka dari dugaan yang bervariasi menghasilkan teori yang lebih baik daripada proses yang dicirikan dengan angka dugaan homogen yang lebih sedikit.

Kriteria Pemilihan Teori


Dalam

proses pengujian, banyak dan bermacamnya kriteria pemilihan akan mengakibatkan perbedaan. Semakin banyak macamnya kriteria yang diberikan ke dugaan, makin tinggi kemungkinan dugaandugaan tersebut yang terpilih menghasilkan teori yang baik. Kriteria pemilihan harus bersifat konsisten agar tidak menghasilkan hasil pengujian yang tidak sesuai dengan fokus pembuatan teori.