Anda di halaman 1dari 16

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah 1. Jurusan SBI Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ideide baru yang belum pernah ada. Pengembangan SBI di Indonesia didasari oleh Undangundang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Standar internasional yang dituntut dalam SBI adalah Standar Kompetensi Lulusan, Kurikulum, Prosees Belajar Mengajar, SDM, Fasilitas, Manajemen, Pembiayaan, dan Penilaian standar internasional Dalam SBI, proses belajar mengajar disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Situs belajar dan mengajar dengan menggunakan web dan internet dalam wacana pendidikan di berbagai negara maju, sebenarnya bukanlah barang baru, dan juga bukan teori maupun pemikiran baru. Konsepsi dan jargon yang bernama WBL (webbased learning), eLearning, web based teaching and learning, web based distance education, dan sebagainyatelah bertebaran sejak era 15 tahun yang lalu (Romi Satrio Wahono: 2003). Dengan kata lain, pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran telah banyak digunakan terutama di luar negeri. Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, maka dunia pendidikan di Indonesia juga telah mulai memanfaatkan web sebagai media pembelajaran. Meskipun banyak penelitian menunjukan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan internet (e-learning) cenderung sama bila dibanding dengan pembelajaran konvensional atau klasikal, tetapi keuntungan yang bisa diperoleh adalah dalam hal fleksibilitasnya (Herman D.S, 2008: 1). Melalui media pembelajaran berbasis web materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, di samping itu materi juga
1

dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk multimedia. Penelitian yang dilakukan oleh Arlinah Imam Raharjo (2008) menunjukan bahwa pembelajaran berbasis web mampu meningkatkan motivasi intrinsik dan sekaligus dapat melayani proses evaluasi. Blogger atau yang sekarang disebut Blogspot sudah tidak asing lagi di kalangan blogger. Penyedia layanan blog gratisan ini adalah perusahaan besar yang menyaingi WordPress sehingga bisa dibilang merupakan penyedia blog gratisan nomor satu paling laris di dunia. Berikut sejarah Blogger: Blogger sebenarnya adalah sebuah sistem publikasi blog (blog publishing system) yang pada awalnya dibuat oleh Pyra Labs pada tanggal 23 Agustus 1999 dan merupakan sebuah dedicated blog-publishing tool pertama kali yang diperuntukkan untuk membantu mempopulerkan format tersebut. Rancangan SBI terkesan sia sia saja karena dalam realitanya guru mengajar tidak menggunakan bahasa inggris . sumber belajar yang mendukung program SBI juga kebanyakan masih menggunakan bahasa Indonesia. Terutama sumber belajar yang berasal dari teknologi pembelajaran misalnya saja internet. Oleh karena itu, maka penulis mengajukan skripsi yang ingin mengangkat tema tentang pengembangan situs pembelajaran dwi bahasa sebagai pendukung pembelajaran fisika materi... untuk siswa sekolah bertaraf internasional. B. Identifikasi masalah 1. SBI Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional 2. Sumber belajar untuk mendukung program SBI masih sedikit 3. Blogspot masih sangat jarang digunakan sebagai situs pembelajaran

C. Batasan masalah 1. Situs yang digunakan adalah blogspot 2. Materi yang akan disampaikan adalah... 3. Penilaian situs mencakup desain situs, materi dan bahasa 4. Penilaian dilakukan oleh ahli materi, ahli IT, guru dan siswa
2

D. Rumusan masalah 1. Apakah blogspot dapat digunakan sebagai situs pembelajaran yang dapat mendukung program SBI? E. Tujuan penelitian 1. Memanfaatkan blogspot sebagai situs pembelajaran 2. Menambah situs pembelajaran dwi bahasa yang dapat digunakan sebagai sumber belajar pendukung program SBI F. Manfaat penelitian 1. Bagi penulis a. Berbagi ilmu b. Menambah pengetahuan tentang dunia internet c. Skripsi selesai 2. Bagi siswa a. Mendapatkan rujukan tentang sumber belajar b. Menambah pengetahuan tentang dunia internet 3. Bagi guru a. Mendapatkan rujukan tentang sumber pembelajaran yang dapat mendukung program SBI b. Menambah pengetahuan tentang dunia internet

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi teori 1. SBI Pada tahun 90-an, banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh suatu yayasan dengan menggunakan identitas internasional tetapi tidak jelas kualitas dan standarnya dan banyak orang tua yang mampu secara ekonomi memilih menyekolahkan anaknya ke Luar Negeri. Namun belum ada payung hukum yang mengatur penyelenggaraan sekolah internasional. Sehingga diperlukan sekolah berkualitas sebagai pusat unggulan pendidikan. Atas fenomena di atas, Pemerintah mulai mengatur dan merintis sekolah bertaraf internasional. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia perlu pengakuan secara internasional terhadap kualitas proses, dan hasil pendidikannya. Adapun dasar hukum dari SBI adalah : a. UU No. 20/2003 (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 50 ayat 3, yakni:Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurangkurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. b. UU No. 32/2004 (Pemerintahan Daerah) PP No.19/2005 (Standar Nasional Pendidikan) c. PP No 38/2007 (Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota) d. PP No. 48/2008 (Pendanaan Pendidikan) e. PP No. 17/2010 (Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan) f. Permendiknas No. 63/2009 (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan) g. Permendiknas No. 78/2009 (Penyelenggaraan SBI pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah)

Kriteria sekolah bertaraf internasional

Parameter SNP Guru Kepala Sekolah Akreditasi Sarana Prasarana Kurikulum

Persyaratan Harus Sudah Terpenuhi Min S2/S3: 10% (SD), 20% (SMP), 30% (SMA/K) Min S2 dan mampu berbahasa asing secara aktif A (95) Berbasis TIK KTSP diperkaya dengan kurikulum dari negara maju, penerapan SKS pada SMA/SMK Berbasis TIK, dan bilingual (mulai kelas 4 SD), sister school dengan sekolah dari negara maju Berbasis TIK; ISO 9001 dan ISO 14000 Menerapkan model UN dan diperkaya dengan sistem ujian

Pembelajaran Manajemen

Evaluasi

internasional (Negara Maju dan atau negara lain yang memiliki keunggulan tertentu)

Lulusan

Memiliki daya saing internasional dalam melanjutkan pendidikan dan bekerja (SMK) Terjaminnya Pendidikan Karakter, Bebas Bullying, Demokratis, Partisipatif APBN, APBD dan boleh memungut biaya dari masyarakat

Kultur Sekolah

Pembiayaan

atas dasar RAPBS yang akuntabel; min 20% peserta didik tidak mampu mendapatkan subsidi pendidikan

2. Situs Pembelajaran Dwi Bahasa Situs Pembelajaran Dwi Bahasa menggunakan Blogspot.com merupakan istilah yang mengacu pada media pembelajaran berbasis web (Web-Based Learning) yang dibuat dalam dua versi bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Blogspot.com merupakan salah satu
5

software yang dapat digunakan untuk mengembangkan weblog di internet yang dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bebas (gratis). Artinya, pengelola Situs Pembelajaran Dwi Bahasa (guru/dosen/sekolah/perguruan tinggi) tidak perlu membayar tagihan kepada penyedia jasa hosting dalam memasang situs web di internet, dan pengguna (siswa/mahasiswa) juga dapat memanfaatkan situs tersebut sebagai media pembelajaran secara bebas. Situs belajar dan mengajar dengan menggunakan web dan internet dalam wacana pendidikan di berbagai negara maju, sebenarnya bukanlah barangbaru, dan juga bukan teori maupun pemikiran baru. Konsepsi dan jargon yang bernama WBL (web based learning), eLearning, web based teaching and learning, web based distance education, dan sebagainya telah bertebaran sejak era 15 tahun yang lalu (Romi Satrio Wahono: 2003). Dengan kata lain, pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran telah banyak digunakan terutama di luar negeri. Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, maka dunia pendidikan di Indonesia juga telah mulai memanfaatkan web sebagai media pembelajaran. Meskipun banyak penelitian menunjukan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan internet (e-learning) cenderung sama bila dibanding dengan pembelajaran konvensional atau klasikal, tetapi keuntungan yang bisa diperoleh adalah dalam hal fleksibilitasnya (Herman D.S, 2008: 1). Melalui media pembelajaran berbasis web materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, di samping itu materi juga dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar termasuk multimedia. Penelitian yang dilakukan oleh Arlinah Imam Raharjo (2008) menunjukan bahwa pembelajaran berbasis web mampu meningkatkan motivasi intrinsik dan sekaligus dapat melayani proses evaluasi. Media pembelajaran berbasis web dapat dikembangkan dari yang sangat sederhana sampai yang kompleks. Sebagian media pembelajarn berbasis web hanya dibangun untuk menampilkan kumpulan materi, sementara forum diskusi atau tanya jawab dilakukan melalui e-mail atau milist. Selain itu ada juga media pembelajaran berbasis web yang terpadu, berupa portal elearning yang berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai educatioanal tools lainnya (Herman D.S, 2008: 1). Sejak dekade 90-an, mulai banyak orang yang melek internet dan memikirkan pentingnya memiliki situs pribadi di internet, baik sebagai ajang promosi maupun sekedar ekspresi diri. Situs pribadi merupakan halaman web yang dimiliki oleh seseorang untuk menyampaiakan berbagai
6

informasi kepada publik. Web semacam ini dapat dibangun dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman, aplikasi Macromedia Flash, Microsof Office FrontPage bahkan dapat juga dibangun berbasis Microsof Office Word. Setelah didesain template maupun kontainnya, rancangan web tersebut dapat dihosting ke suatu penyedia jasa hosting. Namun cara ini cukup rumit, disamping membutuhkan kemampuan pemrograman, mengembangkan situs pribadi dengan cara ini juga membutuhkan biaya hosting. Oleh karena kedua alasan yang disebut di atas, maka banyak ahli IT yang mengembangkan blogware, sebuah piranti lunak yang berfungsi untuk mengembangkan blog. Secara definitif Cory Doctorow et al mendefinisikan pengertian blog sebagai berikut: Blog adalah sebuah halaman web, bongkahan-bongkahan informasidiskrit yang disebut dengan posts (kiriman-kiriman). Post tersebut diatur berdasarkan urutan terbalik. Setiap post secara unik diidentifikasi oleh sebuah tag anchor <a>, dan ditandai dengan link permanen yang dapat diacu oleh yang lainnya, yang ingin melakukan link terhadap post tersebut (Budi Raharjo, 2008:1).

Kini blog menjadi sangat populer karena beberapa alasan, antara lain: a) pemilik blog tidak perlu memahami HTML, b) pemilik blog tidak perlu memiliki kemampuan pemrograman, c) tersedia template yang melimpah, dan d) sudah memiliki fasilitas Content Management System (Yahya Kurniawan, 2008: 3). Salah satu penyedia layanan blog yang sudah banyak dipakai oleh para blogger (sebutan untuk para pengguna blog) adalah blogspot.com.

3. Blogspot.com Blogger atau yang sekarang disebut Blogspot sudah tidak asing lagi di kalangan blogger. Penyedia layanan blog gratisan ini adalah perusahaan besar yang menyaingi WordPress sehingga bisa dibilang merupakan penyedia blog gratisan nomor satu paling laris di dunia. Berikut sejarah Blogger: a) Blogger sebenarnya adalah sebuah sistem publikasi blog (blog publishing system) yang pada awalnya dibuat oleh Pyra Labs pada tanggal 23 Agustus 1999 dan merupakan sebuah dedicated blog-publishing tool pertama kali yang diperuntukkan untuk membantu mempopulerkan format tersebut.

b) Pada bulan Februari2003, dikarenakan kepopulerannya, akhirnya Pyra Labs diakuisisi oleh Google. Akuisisi ini memnyebabkan fitur premium yang sebelumnya dikenakan biaya, kemudian berubah gratis. c) Pada tahun 2004, Google mengenalkan layanan barunya Picasa, yaitu sebuah aplikasi untuk mengorganisir dan mengedit foto digital. Layanan ini kemudian diintergrasikan dengan utility sharing foto Hello ke dalam layanan Blogger, sehingga memungkinkan seorang pengguna Blogger untuk memposting foto-foto mereka ke dalam blog yang dibuatnya. d) Pada tanggal 9 Mei 2004, Blogger mendesain ulang tampilan utamanya, berbagai perubahan dilakukan di dalam Blogger dengan menambahkan berbagai fitur seperti web standards-compliant template, halaman arsip individu untuk posting, komentar dan posting menggunankan email. e) Pada tanggal 14 Agustus2006, Blogger meluncurkan rilis terbaru dalam versi beta dengan kode invader, bersamaan dengan rilis versi Gold. Ini membuat berpindahnya pengguna Blogger ke server Google dan disertai dengan ditambahkannya beberapa fitur baru di dalamnya. f) Dalam bulan Desember 2006, akhirnya versi terbaru Blogger tersebut tidak lagi dalam versi beta dan dalam bulan Mei 2007, Blogger telah benar-benar berpindah ke server Google.

BAB 3 A. Desain penelitian 1. Jenis penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan (research and development) . Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Sujadi (2003:164) Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dll. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Penelitian Hibah Bersaing, adalah penelitian yang menghasilkan produk, sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan. Penelitian dan pengembangan merupakan metode penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat teoretis dengan penelitian terapan yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan. Sesuatu produk yang baik yang akan dihasilkan apakah itu perangkat keras atau perangkat lunak, memiliki karakter.
9

dan

Strategi penelitian dan pengembangan banyak digunakan dalam teknologi instruksional atau teknologi pembelajaran yang sekarang lebih difokuskan pada sistem instruksional atau sistem pembelajar-an. Strategi ini banyak digunakan untuk mengembangan model-model: desain atau perencanaan pembelajaran, proses atau pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan model-model program pembelajaran. Penelitian dan pengembangan juga banyak digunakan untuk mengembangkan bahan ajaran, media pembelajar-an serta manajemen pembelajaran. Penggunakan strategi penelitian dan pengembangan dalam teknologi instruksional banyak digunakan dalam pendidikan dan pelatihan bidang industri, bisnis, kemiliteran, teknologi, kedokteran, dll. Pendekatan ini digunakan untuk

pengembangan segi software, hardware, teknoware maupun manage ware. Metode penelitian dan pengembangan ini telah banyak digunakan pada bidangbidang ilmu alam dan teknik. Hampir semua produk teknologi, seperti alat-alat elektronik, kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, senjata, obat-obatan, alat-alat kedokteran, bagunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang moderen diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Tapi juga model ini juga bisa digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi, sosiologi, pendidikan, manajemen, dan lain-lain. 2. Prosedur pengembangan Menurut Borg dan Gall (1989) ada langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan produk tertentu an untuk menguji keefektifan produk yang dimaksud. Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah : a. Potensi dan masalah Penelitian ini dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah pada produk yang diteliti. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi, apabila kita dapat mendayagunakannya. Sebagai contoh sampah dapat dijadikan potensi jika kita dapat merubahnya sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian
10

harus ditunjukkan dengan data empirik. Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model, pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

b. Mengumpulkan Informasi dan Studi Literatur Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep--konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu, produk. Produk pendidikan, terutama produk yang berbentuk model, program, sistem, pendekatan, software dan sejenisnya memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu. Untuk menggali konsepkonsep atau teori-teori yang mendukung suatu produk perlu dilakukan kajian literatur secara intensif. Melalui studi literatur juga dikaji ruang lingkup suatu produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal, serta keunggulan dan keter-batasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut. Produk yang dikembangkan dalam pendidikan dapat berupa perangkat keras seperti alat bantu pembelajaran, buku, modul atau paket belajar, dll., atau perangkat lunak seperti program-program pendidikan dan pembelajaran, model-model pendidikan, kurikulum, implementasi, evaluasi, instrumen pengukuran, dll. Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk yang akan

dikembangkan. c. Desain Produk Produk yang dihasilkan dalam produk penelitian research and development bermacam-macam. Sebagai contoh dalam bidang tekhnologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimafaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan, ergonomis, dan
11

bermanfaat ganda. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya serta memudahkan fihak lain untuk memulainya Desain sistem ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti, dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian.

d. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut, berikut keunggulannya.

e. Perbaikan Desain Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya . maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

f. Uji coba Produk Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu, menghasilkan produk, dan produk tersebut yang diujicoba. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru.

g. Revisi Produk
12

Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan

h. Ujicoba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut, tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.

i. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. Dalam uji pemakaian, sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja.

j. Pembuatan Produk Masal Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat, akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi, ekonomi dan ligkungan memenuhi. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama.

k. Tahap-tahap Penelitian dan Pengembangan yang Dimodifikasi Penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Secara garis besar dikembangkan oleh Sukmadinata dan kawan-kawan terdiri atas tiga tahap, yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Pengembangan Model, dan ke 3) Uji Model.

l. Uji Coba Terbatas dan Uji Coba Lebih Luas


13

Selesai kegiatan pada tahap pertama Studi Pendahuluan, kegiatan dilanjutkan dengan tahap kedua, Uji Coba Pengembangan Produk pendidikan (model pembelajaran komunikatif). Dalam tahap ini ada dua langkah, langkah pertama melakukan uji coba terbatas dan langkah kedua uji coba lebih lugas.

Penyusunan satpel. Sebelum uji coba dilaksanakan keenam guru yang mengajar di kelas 5 dan 6 tersebut diundang untuk bersama-sama menyusun satpel Bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan pembelajaran komunikatif. Kerangka satpel mengikuti format yang berlaku di sekolah, tetapi segi-segi yang dikembangkan dan langkah-langkah pembelajarannya mengikuti acuan dalam draf model pembelajaran komunikatif.

Uji coba terbatas. Dalam pelaksanaan uji coba terbatas, guru-guru pelaksana uji coba melaksanakan pembelajaran berdasarkan satpel yang mereka susun. Selama kegiatan pembelajaran, peneliti melakukan pengamatan, mencatat hal-hal penting yang dilakukan guru, baik hal-hal baik maupun kekurangan, kelemalian, kesalahan dan penyimpangan yang dilakukan guru. Selain kegiatan guru, pengamatan dan pencatatan juga dilakukan terhadap respon, aktivitas dan kemajuan-kemajuan yang dicapai siswa. Selesai satu pertemuan, peneliti mengadakan diskusi dengan guru membicara-kan apa yang sudah berjalan, terutama kekurang/kelemahan dan kesalahan/penyimpangan yang dilakukan.

Berdasarkan masukan-masukan tersebut guru mengadakan perbaikan terhadap satpelnya atau mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran. Peneliti mengadakan memberikan catatan penyempurnaan terhadap draf model pembelajaran yang digunakan. Selesai pembelajaran satu satpel para peneliti mengadakan pertemuan membicarakan temuan-temuan dari uji coba. Berdasarkan temuan-temuan tersebut peneliti mengadakan penyempurnaan terhadap model pembelajaran yang dikembangkan. Kalau ada perubahan yang sangat berarti dalam draf model pembelajaran tsb., maka peneliti memberi tahukan kepada guru pelaksana uji coba agar dalam penyusunan satpel disesuikan dengan perubahan
14

tersebut. Demikian dilakukan dengan satpel atau pokok bahasan berikutnya. Setelah beberapa putaran dilakukan dan masukan-masukan perbaikan satpel dan draf model pembelajaran tidak ada lagi, maka kegiatan uji coba dihentikan. Selesai putaran uji coba terbatas para peneliti mengadakan pertemuan untuk menibahas temuan-temuan dan melakukan penyempurnaan terakhir sebelum uji coba lebih luas.

Uji coba lebih luas. Uji coba lebih luas dilakukan dengan sampel sekolah dan guru yang lebih banyak, yaitu 6 sekolah dan 12 orang guru kelas 5 dan 6. Sekolah yang diambil berbeda dengan uji coba terbatas. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan stratified-cluster random, yaitu diambil satu sekolah baik di pusat kota dan satu di pinggiran kota, satu sekolah sedang di pusat dan satu di pinggiran dan satu sekolah kurang di kota dan satu di pinggiran kota. Pada masing-masing sekolah diambil dua orang guru, yaitu guru kelas 5 dan kelas 6, sehingga jumlah guru pelaksana uji coba lebih luas ini berjumlah 12 orang.

Langkah kegiatan selanjutnya sama dengan uji coba terbatas, dimulai dengan penyusunan satpel, pembelajaran pada masing-masing kelas dengan pengamatan dari peneliti dan diskusi pelaksanaan pembelajaran uji coba, kemudian penyempurnaan satpel. Kegiatan selanjutnya penyempurnaan model pembelajaran oleh para peneliti dengan memperhatikan masukan-masukan dari pelaksanaan pembelajaran.

Pengamatan, diskusi dan penyempurna-an dilakukan terus sampai dinilai tidak ada lagi kekurangan atau kelemahan, sehingga uji coba dapat dihentikan. Para peneliti mengadakan pertemuan penyempurnaan draf terakhir, dan setelah kegiatan ini draf sudah dinilai final.

m. Uji Produk dan Sosialisasi Hasil Uji produk merupakan tahap pengujian keampuhan dari produk yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan pengujian digunakan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jumlah kelompok eksperimen sebanyak kelompok uji coba lebih luas, dalam penelitian kami berjumlah 12 guru atau 12 kelas dari 6 sekolah masing-masing satu sekolah dari kategori baik di pusat kota, pinggiran kota,
15

sekolah sedang di pusat dan sekolah pinggiran kota dan sekolah kurang dari pusat kota dan pinggiran kota. Kelompok kontrol jumlah dan kategorinya sama dengan kelompok eksperimen. Di samping pertimbangan kategori dan lokasi pemilihan kelompok kontrol juga didasarkan atas kesamaan statusnya sebagai SD inti atau imbas, latar belakang dan pengalaman guru, sarana dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki. Dengan dasar-dasar pertimbangan pemilihan tersebut masing-masing pasangan kelompok dinilai sama atau setara sehingga memenuhi syarat sebagai berpasangan atau matching. Setelah selesai eksperimen dan pemberian post tes, diadakan analisis statistik uji perbedaan. Uji perbedaan yang dihitung adalah antara hasil pretest dengan posttest pada kelompok eksperimen, dan pada kelompok kontrol, uji perbedaan pretest antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, post test antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dan antara perolehan (gain) kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Produk yang dihasilkan disosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk diterapkan.

n. Laporan Penelitian Dan Pengembangan ( R & D ) Seperti yang telah dikemukakan bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah merupaka metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru, selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya.

3. Instrumen penelitian Adapun yang menjadi instrumen penelitian adalah lembar penilaian berbentuk checklist.

4. Teknik analisis data Teknik analisis data menggunakan penilaian check list

16