Anda di halaman 1dari 11

PREFORMULASI BAHAN PEMBUATAN GEL - DATA PREFORMULASI ZAT AKTIF Methylis Salicylas (FI edisi IV tahun 1995 hal

l 551) Metil Salisilat

Pemerian : cairan, tidak berwarna, kekuningan atau kemerahan, berbau khas dan rasa seperti gandapura. Titik lebur : 219 dan 224C Kelarutan : sukar larut dalam air dan dalam benzena, mudah larut dalam etanol dan dalam eter, larut dalam air mendidih, agak sukar larut dalam kloroform. Bobot Jenis : 1,180 dan 1,185 g/mol Stabilitas : lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar. - DATA PERFORMULASI ZAT TAMBAHAN Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) 1. Sinonim Cellulose, hidroksipropil metil eter, HPMC, Methocel, metilselulosa propilen glikol eter, metil hidroksipropilselullosa, Metolose. 2. Nama Kimia Cellulose, 2-Hydrolxypropil methyl ether 3. Kelarutan Larut dalam air dingin, praktis tidak larut dalam kloroform, etanol (95%) dan eter; namun larut dalam campuran etanol dan iklorometana, campuran metanol dan diklorometana, dan campuran air dan alkohol. Larut dalam larutan aseton encer, campuran diklorometana dan propan-2-ol, dan pelarut organik lain.

4. Struktur

5. Pemerian HPMC berupa serbuk putih atau hampir putih, tidak berbau, dan tidak berasa. 6. Fungsi Agen coating, lapisan film, agen stabilizer, suspending agent, tablet binder, agen peningkat viskositas. 7. Aplikasi dalam Formulasi Farmasetik HPMC secara luas digunakan dalam formulasi farmasetik sediaan oral dan topikal. Dalam sediaan oral, HPMC terutama digunakan sebagai tablet binder, dalam lapisan coating, dan sebagai bahan matriks pelepasan diperluas. Konsntrasi yang digunakan antara 2-5% w/w sebagai binder baik secara granulasi basah maupun kering. Tingkatan viskositas yang tinggi dapat digunakan memperlambat pelepasan obat yang mudah larut air dari matriks. Berdasarkan tingkatan viskositas, konsentrasi yang digunakan antara 2-10% w/w sebagai lapisan film untuk lapisan coating tablet. 8. Mekanisme sebagai sustained release Bahan obat dan bahan tambahan lainnya secara kesatuan diikat dengan polimer hidrofilik (contoh HPMC) dan kemudian dicetak menjadi bnetuk sediaan. Selama proses pencernaan, cairan gastrointestinal berpenetrasi ke dalam tablet dan matriks HPMC hidrofilik hidrat., yang menyebabkan matriks tersebut mengembang dan berubah bentuk menjadi bentuk lapisan gel. Lapisan gel tersebut akan mengontrol difusi air ke dalam sistem dan difusi obat keluar dari sistem. Pada periode yang lama, lapisan tersebut akan pecah dan larut sehingga air dapat berpenetrasi lebih dalam ke dalam matriks, berubah manjadi lapisan gel yang baru. Proses ini berlangsung terus-menerus hingga seluruh matriks hidrofilik larut. Matriks bentuk gel ini secara efektif dapat menjerat bahan aktif dan memperlambat pelepasannya, yang terjadi dengan proses difusi melalui lapisan gel atau

erosi matriks gel itu sendiri. 9. Stabilitas dan Kondisi Penyimpanan Serbuk HPMC merupakan bahan yang stabil, meskipun bersifat hhigroskopis setelah dipanaskan. Dalam bentuk larutan stabil pada pH 311. Peningkatan temperatur dapat mengurangi viskositas larutan. Larutan encer bersifat resisten terhadap enzim, yang memberikan stabilitas iskositas yang baik selama penyimpanan yang lama. Namun, larutan encer dapat rusak oleh adanya pertumbuhan bakteri sehingga lebih baik ditambahkan dengan pengawet antimikroba. Serbuk HPMC baik disimpan dalam kotak tertutup rapat, sejuk dan kering. 10. Metode Pembuatan Merupakan bentuk murni dari selulosa, diperoleh dari kapas atau pulpa kayu yang direaksikan dengan larutan NaOH untuk menghasilkan selulosa alkali yang mengembang di mana secara kimia bersifat lebih reaktif dibanding selulosa biasa. Selulosa alkali ini kemudian dicampur dengan klorometana dan propilen oksida untuk menghasilkan ester metil hidroksipropil.

11. Inkompatibilitas HPMC inkompatible dengan beberapa agen pengoksidasi.

TEORI DASAR

GEL 1. Definisi Gel Gel adalah sistem padat atau setengah padat dari paling sedikit 2 (dua) konstituen yang terdiri dari massa seperti pagar yang rapat dan diisi oleh cairan. Gel terdiri dari dua fase kontinu yang saling berpenetrasi. Fase yang satu berupa padatan, tersusun dari partikel partikel yang sangat tidak simetris dengan luas permukaan besar; sedang yang lain adalah cairan. (Martin, 1993). 1. Pembagian Gel menurut tipe dan macamnya 1. Menurut Lieberman

Klasifikasi Anorganik Organik Hidrogel

Organogel

Definisi Contoh Biasanya terdiri dari sistem Gel Aluminium Hidroksida 2 fase dan Bentonit Magma Biasanya terdiri dari 1 fase Karbopol dan Tragakan Sistemnya termasuk dalam Pasta pektin, Jelly tragakan, organik, anorganik metilselulosa, dan gel hidrogel, dan gom bentonit Sistemnya termasuk dalam Petrolatum, Aluminium basis sabun yang bersifat stearat, carbowax polar dan nonionik

2. Menurut Martin No 1 Klasifikasi Organogel 1. Tipe hidrokarbon 1. Lemak hewani dan lemak nabati Contoh Petrolatum,gel minyak mineral-polietilen Lard, minyak nabati terhidrogenasi, minyak teobroma Aluminium stearat, gel minyak mineral Basis Carbowax, salep polietilen glikol Pasta pektin, jelly tragakan Gel Bentonit, gel koloid magnesium aluminium silikat

1. Lemak basis sabun 1. Organogel hidrofilik 2 Hidrogel 1. Hidrogel organic 1. Hidrogen Anorganik

Macam-macam polimer yang digunakan dibagi menjadi 2 yaitu 1. Polimer alam Yang termasuk dalam polimer alam adalah Alginat

Polisakarida ini mengandung banyak proporsi dari D-manuronat dan asam L-glukoronat. Meskipun banyak garam alginate yang tersedia secara komersial, sodium alginat yang paling banyak digunakan. Karaginan

Karaginan adalah variable campuran dari sodium, kalium, ammonium, kalsium, dan magnesium sulfat. Tipe-tipe dari kopolimer yang utama ditandai dengan kappa-, iota-, dan lambdakaragenan. Semua karaginan bersifat anionik. Gel dengan kappa-karagenan cenderung mudah patah, dapat diperkuat dengan adanya ion kalium; gel dengan iota-karagenan mempunyai sifat elastik. Tragakan

Tragakan adalah getah dari astragalus gummifer Labillardiere. Tragakan merupakan material kompleks uatama dari asam polisakarida yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium. Pektin

Pektin adalah polisakarida yang diekstraksi dari dalam kulit jeruk atau apel, yang dapat digunakan sebagai sediaan farmasetika (gel). Gel ini dibentuk pada pH asam dalam larutan yang mengandung kalsium dan bahan-bahan lain yang didehidrasikan sebagai gom. Xanthan Gom

Xanthan Gom didapatkan dari fermentasi bakteri dan banyak digunakan sebagai emulgator dalam suspensi dan emulsi pada konsentrasi dibawah 0,5%. Gellan Gom

Gellan gom adalah polisakarida lain yang didapatkan dari fermentasi. Kekuatan gel dapat dilihat dari konsentrasi gom dan kandungan ioniknya. Guar gum

Guar gum adalah non ionic polisakarida turunan dari seeds. Larutan guar dapat membentuk cross linking denga beberapa polivalen kation untuk membentuk gel. Mekanismenya melibatkan pembentukan kelat antara rantai polimer yang berbeda. Kelemahan dari gel ini adalah residu tidak larut dari tanaman. Gum yang lain

Gelatin umumnya digunakan sebagai pembentuk gel dalam industir makanan dan dalam industri farmasi. Agar dapat digunakan untuk membuat gel yang kuat. Chitosan

Chitosan adalah biopolymer alam yang berasal dari cangkang luar Crutacean. Kitin diekstraksi dan dideasetilasi parsial untuk memproduksi chitosan. Tidak seperti kebanyakan gum, chitosan membawa muatan positif, (pada pH di bawah 6,5). Gel yang kuat dihasilkan dari interaksi dengan polisakarida seperti alginate.

Polimer akrilat

Carbomer 934P adalah nama salah satu kelompok polimer akrilat yang memiliki cross link dengan eter polialkenil. Digunakan sebagai thickening agent. Carbomer membentuk gel pada konsentrasi 0,5%. Dalam medium berair, polimer yang dipasarkan dalam bentuk asam bebas, mula mula terdispersi secara seragam. Setelah tidak ada udara yang terjebak, gel dinetralkan dengan basa yang cocok. Muatan negative pada sepanjang rantai polimer menyebabkan polimer tersebut menjadi terurai dan mengembang. Dalam sistem berair, basa sederhana anorganik, seperti sodium, ammonium, atau potassium hidroksida atau garam basa seperti sodium carbonat dapat digunakan. pH dapat diatur pada nilai yang netral; sifat gel dapat dirusak oleh netralisasi yang tidak cukup atau nilai pH yang berlebih. Amina tertentu seperti TEA biasanya digunakan dalam produk kosmetik. Faktor factor yang mempengaruhi fleksibilitas dan simetri rantai serta kekuatan polimer antara lain: 1) Berat molekul dan distribusi berat molekul 2) Struktur kimia dari polimer, sifat atom dan ikatan-ikatan dalam struktur utama, misalnya konfigurasi stereoregular dari rantai atom dan adanya cincin atau ikatan rangkap dalam rantai, pada polaritas, frekuensi dan ukuran substituent atau gugus samping

DATA PENGAMATAN KELOMPOK 2 1. DATA GEL 3-b-20% FORMULA A HARI ORGANOLEPTIS WARNA BAU Putih susu kekuningan Khas (etanol) Putih susu kekuningan Khas (etanol) Putih susu kekuningan Putih susu kekuningan Khas (etanol) Khas (etanol) KONSISTENSI Bentuk krim Bentuk krim Bentuk krim, ada gelembung kecil Bentuk krim, ada gelembung kecil

1 HPMC 20% 2 + 3 ETANOL 95% 4 ad 100 GRAM 3-b-30% FORMULA B HARI 1

ORGANOLEPTIS KONSISTENSI WARNA BAU Kuning muda Khas (etanol) Bentuk krim

HPMC 30% + ETANOL 95% ad 100 GRAM

2 3 4

bening Kuning muda bening Kuning muda bening Kuning muda bening

Khas (etanol) Bentuk krim Khas (etanol) Bentuk krim, ada gelembung putih Khas (etanol) Bentuk krim, ada gelembung putih

KELOMPOK 3 Pengamatan HPMC 20% ,aqua:etanol 95%(1:1) ad aqua 100gr Organoleptis Stabilita Homog Warna Bau Tipe s enitas Kecokl Metil Agak + atan cair Kecokl Metil Agak + atan cair Kecokl Metil Agak + atan cair Kecokl Metil Agak + atan cair HPMC 30%, aqua:etanol 95%(1:1) ad aqua 100gr Organoleptis Satabilita Homog Warna Bau Tipe s enitas Coklat Metil Stabil ++ Coklat Coklat Coklat Metil Metil Metil Stabil Stabil stabil ++ ++ ++ -

Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3 Hari ke 4

Kelompok 4
Sediaan gel GEL HPC 10% HARI 1 2 3 4 1 2 3 4 ORGANOLEPTIK BAU WARNA Bau khas m.salisilat Putih keruh (++) Bau khas m.salisilat Krem muda (+) Bau khas m.salisilat Krem muda (+) Bau khas m.salisilat (+) Bau khas m.salisilat(++) Bau khas m.salisilat (+) Bau khas m.salisilat (+) Putih keruh Krem muda Krem muda Krem muda VISKOSITAS cair CAIR cair HOMEGENITAS homogen homogen homogen

GEL HPC 15%

kental Kental memadat Kental memadat Kental memadat

homogen homogen homogen homogen

Kelompok 5
Formula HPC 10% H-1 Homogen Homogenitas H-2 H-3 homogen homogen Stabilitas H-2 H-3 Tidak Tidak Stabil, Stabil, Terjadi Terjadi 2 fase 2 fase Tidak Tidak Stabil, Stabil, Terjadi Terjadi 2 fase 2 fase

H-4 homogen

H-1 Stabil

HPC 15%

Homogen

homogen

homogen

homogen

Stabil

H-4 Tidak Stabil, Terjadi 2 fase Tidak Stabil, Terjadi 2 fase

KELOMPOK 6 HPMC 20% formula pengamatan Penampilan HPC 15%,aqua:etanol

H-1 H-2 H-3

Warna; jernih, bau: metil salisilat Warna; jernih, bau: metil salisilat Warna; jernih, bau: metil

Warna; jernih, bau: metil salisilat Warna; jernih, bau: metil salisilat Warna; jernih, bau: metil

H-4 Homogenitas H-1 H-2 H-3 H-4 H-1 H-2 H-3 H-4

Stabilitas

salisilat Warna; jernih, bau: metil salisilat Homogen Homogen Homogen Homogen Stabil Stabil Stabil Tidak stabil (terdapat globulglobul)

salisilat Warna; jernih, bau: metil salisilat Homogen Homogen Homogen Homogen Stabil stabil Tidak stabil (terdapat globulglobul) Tidak stabil (terdapat globulglobul)

PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN Gia aku gak nulis penimbangan yang direvisi, kemaren kamu kan yang nulis Punten ya

PEMBAHASAN Gel adalah sistem padat atau setengah padat dari paling sedikit 2 (dua) konstituen yang terdiri dari massa seperti pagar yang rapat dan diisi oleh cairan. Gel terdiri dari dua fase kontinu yang saling berpenetrasi. Fase yang satu berupa padatan, tersusun dari partikel partikel yang sangat tidak simetris dengan luas permukaan besar; sedang yang lain adalah cairan. Pada pembuatan gel kali ini, digunakan basis HPMC yang berfungsi sebagai agen coating, lapisan film, agen stabilizer, suspending agent, tablet binder, agen peningkat viskositas. HPMC yang digunakan pada praktikum kali ini memiliki variasi konsentrasi yaitu HPMC 20% dan 30%. Pada gel yang menggunakan HPMC 20 % dan ditambah etanol 95% ad 100 gram pada hari pertama hingga hari keempat memiliki warna putih susu kekuningan, bau khas etanol serta konsistensi bentuk krim yang kurang baik yang dapat terlihat adanya gelembung kecil pada hari ke tiga dan keempat. Untuk HPMC 30 % dan ditambah etanol 95% ad 100 gram pada hari pertama hingga hari keempat memiliki warna kuning muda bening, bau khas etanol serta konsistensi bentuk krim yang kurang baik yang dapat terlihat adanya gelembung putih pada hari ke tiga dan keempat.

KESIMPULAN 1. Untuk HPMC 20 % dan ditambah etanol 95% ad 100 gram pada hari pertama hingga hari keempat memiliki warna putih susu kekuningan, bau khas etanol serta konsistensi bentuk krim yang kurang baik yang dapat terlihat adanya gelembung kecil pada hari ke tiga dan keempat. 2. Untuk HPMC 30 % dan ditambah etanol 95% ad 100 gram pada hari pertama hingga hari keempat memiliki warna kuning muda bening, bau khas etanol serta konsistensi bentuk krim yang kurang baik yang dapat terlihat adanya gelembung putih pada hari ke tiga dan keempat. 3. Basis yang digunakan untuk pembuatan gel lebih bagus menggunakan HPMC dibandingkan dengan HPC menurut hasil perbandingan dengan kelompok lain.

DAFTAR PUSTAKA
Gennaro, A.R. 1995. Remington: The Science and Practice of Pharmacy, Vol. II. Mack Publishing Company, Pennsylvanis. P. 1263 1270. Agusni.2011. Sediaan Gel. http://apotecherry.blogspot.com/2011/05/sediaan-gel_3072.html. Diakses pada tanggal 23 Maret 2012.