MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, perlu dilakukan penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan urusan dan organisasi perangkat daerah; b. bahwa dalam rangka memenuhi aspirasi daerah dan permasalahan teknis dalam pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4548); 2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran. Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 7. Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2003; 8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 1 angka 33 dihapus. 2. Diantara ketentuan Pasal 1 angka 34 dan angka 35 disisipkan angka 34a yang
berbunyi sebagai berikut: 34a. Rencana Kerja dan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat RKA-PPKD adalah rencana kerja dan anggaran badan/dinas/biro keuangan/bagian keuangan selaku Bendahara Umum Daerah.

3. Diantara ketentuan Pasal 1 angka 61 dan angka 62 disisipkan angka 61a yang
berbunyi sebagai berikut: 61a. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat DPA-PPKD adalah dokumen pelaksanaan anggaran badan/dinas/biro keuangan/bagian keuangan selaku Bendahara Umum Daerah.

4. Ketentuan Pasal 11 ayat (2) diubah, dan diantara ayat (3) dan ayat (4) disisipkan 1
(satu) ayat baru, yakni ayat (3a) sehingga Pasal 11 berbunyi sebagai berikut: Pasal 11 (1) Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang dalam melaksanakan tugas-tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dapat melimpahkan sebagian kewenangannya kepada kepala unit kerja pada SKPD selaku kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang. (2) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana tersebut pada ayat (1) berdasarkan pertimbangan tingkatan daerah, besaran SKPD, besaran jumlah uang yang dikelola, beban kerja, lokasi, kompetensi, rentang kendali, dan/atau pertimbangan objektif lainnya. (3) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh kepala daerah atas usul kepala SKPD. (3a) Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja; b. melaksanakan anggaran unit kerja yang dipimpinnya; c. melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran; d. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan; e. menandatangani SPM-LS dan SPM-TU; f. mengawasi pelaksanaan anggaran unit kerja yang dipimpinnya; dan g. melaksanakan tugas-tugas kuasa pengguna anggaran lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh pejabat pengguna anggaran.

(4) Kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran/pengguna barang.

5. Ketentuan Pasal 14 ayat (4) diubah sehingga Pasal 14 berbunyi sebagai berikut:
Pasal 14 (1) Kepala daerah atas usul PPKD menetapkan bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pada SKPD. (2) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat fungsional. (3) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran baik secara langsung maupun tidak langsung dilarang melakukan kegiatan perdagangan, pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/pekerjaan/penjualan, serta membuka rekening/giro pos atau

menyimpan uang pada suatu bank atau lembaga keuangan Iainnya atas nama pribadi. (4) Dalam hal PA melimpahkan sebagian kewenangannya kepada KPA, kepala daerah menetapkan bendahara penerimaan pembantu dan bendahara pengeluaran pembantu pada unit kerja terkait. (5) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada PPKD selaku BUD. 6. Ketentuan Pasal 26 ayat (4) huruf a diubah, huruf n dihapus dan menambah 1 huruf yakni huruf o, sehingga Pasal 26 berbunyi sebagai berikut: Pasal 26 (1) Kelompok pendapatan asli daerah dibagi menurut jenis pendapatan yang terdiri atas: a. pajak daerah; b. retribusi daerah; c. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan d. lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. (2) Jenis pajak daerah dan retribusi daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dirinci menurut obyek pendapatan sesuai dengan undangundang tentang pajak daerah dan retribusi daerah. (3) Jenis hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dirinci menurut obyek pendapatan yang mencakup: a. bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah/BUMD; b. bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah/BUMN; dan c. bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau kelompok usaha masyarakat. (4) Jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, disediakan untuk menganggarkan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam jenis pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dirinci menurut obyek pendapatan yang antara lain: a. hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan secara tunai atau angsuran/cicilan; b. jasa giro; c. pendapatan bunga; d. penerimaan atas tuntutan ganti kerugian daerah; e. penerimaan komisi, potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah; f. penerimaan keuntungan dari selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing; g. pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan; h. pendapatan denda pajak; i. pendapatan denda retribusi; j. pendapatan hasil eksekusi atas jaminan; k. pendapatan dari pengembalian; l. fasilitas sosial dan fasilitas umum;

m. pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; n. dihapus; dan o. pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 7. Ketentuan Pasal 32 ayat (2) dan ayat (3) diubah sehingga Pasal 32 berbunyi sebagai berikut: Pasal 32 (1) Klasifikasi belanja menurut urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) terdiri atas belanja urusan wajib dan belanja urusan pilihan. (2) Klasifikasi belanja menurut urusan wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. pendidikan; b. kesehatan; c. pekerjaan umum; d. perumahan rakyat; e. penataan ruang; f. perencanaan pembangunan; g. perhubungan; h. lingkungan hidup; i. pertanahan; j. kependudukan dan catatan sipil; k. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak; l. keluarga berencana dan keluarga sejahtera; m. sosial; n. ketenagakerjaan; o. koperasi dan usaha kecil dan menengah; p. penanaman modal; q. kebudayaan; r. kepemudaan dan olah raga; s. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri; t. otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian; u. ketahanan pangan; v. pemberdayaan masyarakat dan desa; w. statistik; x. kearsipan; y. komunikasi dan informatika;dan z. perpustakaan. (3) Klasifikasi belanja menurut urusan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. pertanian; b. kehutanan; c. energi dan sumber daya mineral; d. pariwisata; e. kelautan dan perikanan; f. perdagangan; g. industri; dan h. ketransmigrasian.

(4) Belanja menurut urusan pemerintahan yang penanganannya dalam bagian atau
bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan

(5) Tambahan penghasilan berdasarkan kondisi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dalam melaksanakan tugasnya berada pada lingkungan kerja yang memiliki resiko tinggi. (2) Tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai berdasarkan beban kerja. dan/atau pertimbangan objektif lainnya. dan diantara ayat (7) dan ayat (8) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (7a). Ketentuan Pasal 39 diantara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (1a). Ketentuan Pasal 42 ayat (1) diubah. kelangkaan profesi. (1a) Persetujuan DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada pembahasan KUA. prestasi kerja. ayat (7) dan ayat (8) diubah.pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang diklasifikasikan menurut urusan wajib dan urusan pilihan. (8) Kriteria pemberian tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. 8. (3) Tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dibebani pekerjaan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinilai melampaui beban kerja normal. sehingga Pasal 39 berbunyi sebagai berikut: Pasal 39 (1) Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai negeri sipil berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. barang dan/atau jasa . ayat (3) dan ayat (4) dihapus serta diantara ayat (4) dan ayat (5) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (4a) sehingga Pasal 42 berbunyi sebagai berikut: Pasal 42 (1) Belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf d digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang. tempat bertugas. 9. (6) Tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dalam mengemban tugas memiliki ketrampilan khusus dan langka. (7) Tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang memiliki prestasi kerja yang tinggi dan/atau inovasi. seperti pemberian uang makan. serta ayat (2). kondisi kerja. dan ayat (2). (4) Tambahan penghasilan berdasarkan tempat bertugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang dalam melaksanakan tugasnya berada di daerah memiliki tingkat kesulitan tinggi dan daerah terpencil. (7a) Tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam rangka peningkatan kesejahteraan umum pegawai.

(4) Dihapus. tujuan pemberian hibah. masyarakat. (4) Hibah kepada masyarakat dan organisasi kemasyarakatan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi penyelenggaraan pembangunan daerah atau secara fungsional terkait dengan dukungan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketentuan Pasal 43 ayat (4) diubah dan ditambahkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (5). perusahaan daerah. (2) Dihapus. 11. sehingga Pasal 43 berbunyi sebagai berikut: Pasal 43 (1) Hibah kepada pemerintah bertujuan untuk penyelenggaraan fungsi pemerintahan di daerah. dan ayat (2) dihapus serta ditambah 2 (dua) ayat baru yakni ayat (3) dan ayat (4). dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. . 10. menunjang peningkatan (2) Hibah kepada perusahaan daerah bertujuan untuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (2) Dihapus. (3) Hibah kepada pemerintah daerah Iainnya bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan layanan dasar umum. Ketentuan Pasal 44 ayat (1) diubah. sehingga Pasal 44 berbunyi sebagai berikut: Pasal 44 (1) Belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 bersifat bantuan yang tidak mengikat/tidak secara terus menerus dan tidak wajib serta harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah daerah.kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya. (3) Dihapus. (5) Pemberian hibah dalam bentuk uang atau dalam bentuk barang atau jasa dapat diberikan kepada pemerintah daerah tertentu sepanjang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. (4a) Belanja hibah diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. jumlah uang yang dihibahkan. (5) Belanja hibah kepada Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan pemerintah daerah kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan setiap akhir tahun anggaran. (4) Naskah perjanjian hibah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya memuat identitas penerima hibah. (3) Hibah yang diberikan secara tidak mengikat/tidak secara terus menerus diartikan bahwa pemberian hibah tersebut ada batas akhirnya tergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan atas kegiatan tersebut dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah. rasionalitas dan ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.

ayat (2) dan ayat (4) diubah. perawatan kendaraan bermotor. cetak/penggandaan. (3) Dihapus. sehingga Pasal 45 berbunyi sebagai berikut: Pasal 45 (1) Belanja bantuan sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf e digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan yang bersifat sosial kemasyarakatan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada kelompok/anggota masyarakat. pakaian dinas dan atributnya. jasa konsultansi. (2) Belanja barang/jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa belanja barang pakai habis.12. Ketentuan Pasal 52 diubah sehingga Pasal 52 berbunyi sebagai berikut: Pasal 52 (1) Belanja barang/jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf b digunakan untuk menganggarkan pengadaan barang dan jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (duabelas) bulan dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan daerah. (4) Khusus kepada partai politik. bantuan diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dianggarkan dalam bantuan sosial. 13. makanan dan minuman. perjalanan dinas pindah tugas dan pemulangan pegawai. pakaian kerja. pemeliharaan. (2a) Bantuan sosial yang diberikan secara tidak terus menerus/tidak mengikat diartikan bahwa pemberian bantuan tersebut tidak wajib dan tidak harus diberikan setiap tahun anggaran. (2) Nilai aset tetap berwujud sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dianggarkan dalam belanja modal sebesar harga beli/bangun aset ditambah . bahan/material. tidak terus menerus/tidak mengikat serta memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. sewa rumah/gedung/ gudang/parkir. (2) Bantuan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan secara selektif. serta ditambah 1 (satu) ayat yakni ayat (4). sewa alat berat. dan belanja lainnya yang sejenis. dan disisipkan 1 (satu) ayat baru diantara ayat (2) dan ayat (3) yakni ayat (2a) serta ayat (3) dihapus. dan partai politik. dan lain-lain pengadaan barang/jasa. premi asuransi. Ketentuan Pasal 45 ayat (1). sewa perlengkapan dan peralatan kantor. jasa kantor. sewa sarana mobilitas. 14 Ketentuan Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2) diubah dan ayat (3) dihapus. pakaian khusus dan hari-hari tertentu. perjalanan dinas. sehingga Pasal 53 berbunyi sebagai berikut: Pasal 53 (1) Belanja modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 huruf c digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pengadaan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan.

dana yang disisihkan pemerintah daerah dalam rangka pelayanan/pemberdayaan masyarakat seperti bantuan modal kerja. (3) Dihapus.seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/pembangunan aset sampai aset tersebut siap digunakan. pembelian Surat Utang Negara (SUN). (4) Kepala daerah menetapkan batas minimal kapitalisasi (capitalization threshold) sebagai dasar pembebanan belanja modal. 16. seperti pembelian obligasi atau surat utang jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki sampai dengan tanggal jatuh tempo. Ketentuan Pasal 71 ayat (7) diubah. surat berharga yang dibeli pemerintah daerah untuk tujuan menjaga hubungan baik dalam dan luar negeri. (2) Investasi jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup (3) Investasi jangka panjang digunakan untuk menampung penganggaran investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (duabelas) bulan yang terdiri dari investasi permanen dan non-permanen. deposito berjangka waktu 3 (tiga) bulan sampai dengan 12 (duabelas) bulan yang dapat diperpanjang secara otomatis. (4) Investasi jangka panjang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) antara lain surat berharga yang dibeli pemerintah daerah dalam rangka mengendalikan suatu badan usaha. (6) Investasi non permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bertujuan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan atau ada niat untuk diperjualbelikan atau ditarik kembali. surat berharga yang tidak dimaksudkan untuk dicairkan dalam memenuhi kebutuhan kas jangka pendek. sehingga Pasal 71 berbunyi sebagai berikut: Pasal 71 (1) Investasi jangka pendek merupakan investasi yang dapat segera diperjualbelikan/dicairkan. misalnya pembelian surat berharga untuk menambah kepemilikan modal saham pada suatu badan usaha. seperti kerjasama daerah dengan pihak ketiga dalam bentuk penggunausahaan/pemanfaatan aset daerah. Ketentuan Pasal 70 diubah sehingga Pasal 70 berbunyi sebagai berikut: Pasal 70 Investasi pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (2) huruf b digunakan untuk mengelola kekayaan pemerintah daerah yang diinvestasikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. penyertaan modal daerah pada BUMD dan/atau badan usaha lainnya dan investasi permanen lainnya yang dimiliki pemerintah daerah untuk menghasilkan pendapatan atau meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. pembentukan dana secara bergulir . (5) Investasi permanen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bertujuan untuk dimiliki secara berkelanjutan tanpa ada niat untuk diperjualbelikan atau tidak ditarik kembali. ditujukan dalam rangka manajemen kas dan beresiko rendah serta dimiliki selama kurang dari 12 (duabelas) bulan. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). 15.

(12) Lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (7) Investasi jangka panjang pemerintah daerah dapat dianggarkan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan. (10) Kode rekening pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (3) tercantum dalam Lampiran A.VIII.II peraturan menteri ini. dan kode akun pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (3) merupakan bagian susunan kode akun keuangan daerah yang tercantum dalam Lampiran A. (8) Kode rekening belanja daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) tercantum dalam Lampiran A. ayat (7).VII.VI.kepada kelompok masyarakat.a peraturan menteri ini.IX. (11) Dihapus. (7) Kode dan daftar program dan kegiatan menurut urusan pemerintahan daerah tercantum dalam Lampiran A. kode akun belanja. 18.a peraturan menteri ini. ayat (3). (5) Kode dan klasifikasi fungsi tercantum dalam Lampiran A. ayat (8) dan ayat (10) diubah dan ayat (9) dan ayat (11) dihapus serta menambah 1 (satu) ayat baru yakni ayat (12). Ketentuan Pasal 77 ayat (1). (3) Kode rekening pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) untuk provinsi tercantum dalam Lampiran A. ayat (7). (4) Kode rekening pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) untuk kabupaten/kota tercantum dalam Lampiran A. Ketentuan Pasal 73 dihapus. pemberian fasilitas pendanaan kepada usaha mikro dan menengah. (9) Dihapus.a peraturan menteri ini. sehingga Pasal 77 berbunyi sebagai berikut: Pasal 77 (1) Kode dan klasifikasi urusan pemerintahan daerah dan organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) tercantum dalam Lampiran A.V peraturan menteri ini.a peraturan menteri ini. 17.III peraturan menteri ini. ayat (4).a peraturan menteri ini.IV peraturan menteri ini. ayat (6). ayat (8) dan ayat (10) merupakan daftar nama rekening dan kode rekening yang tidak merupakan acuan baku dalam penyusunan kode rekening yang pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan objektif dan nyata sesuai karakteristik daerah.I. (6) Kode dan klasifikasi belanja daerah menurut fungsi untuk keselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 tercantum dalam Lampiran A. (2) Kode akun pendapatan. Ketentuan Bab IV Bagian Ketiga diubah sehingga Bab IV Bagian Ketiga seluruhnya berbunyi sebagai berikut: Bagian Ketiga . 19.

teknis penyusunan APBD. dan c. (2) Pedoman penyusunan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat antara lain: a. (2) Pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh TAPD bersama panitia anggaran DPRD. disampaikan oleh sekretaris daerah selaku ketua TAPD kepada kepala daerah. kebijakan pembiayaan daerah.Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Pasal 83 (1) Kepala daerah menyusun rancangan KUA dan rancangan PPAS berdasarkan RKPD dan pedoman penyusunan APBD yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri setiap tahun. b. Pasal 86 Rancangan PPAS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (1) disusun dengan tahapan sebagai berikut: a. c. kepala daerah dibantu oleh TAPD yang dipimpin oleh sekretaris daerah. kebijakan pendapatan daerah. hal-hal khusus lainnya. . menentukan skala prioritas pembangunan daerah. (2) Rancangan KUA dan rancangan PPAS yang telah disusun sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Pasal 87 (1) Rancangan KUA dan rancangan PPAS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) disampaikan kepala daerah kepada DPRD paling lambat pertengahan bulan Juni tahun anggaran berjalan untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya. dan strategi pencapaiannya. menentukan prioritas program untuk masing-masing urusan. Pasal 85 (1) Rancangan KUA memuat kondisi ekonomi makro daerah. (3) Rancangan KUA dan rancangan PPAS yang telah dibahas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya disepakati menjadi KUA dan PPAS paling lambat akhir bulan Juli tahun anggaran berjalan. Pasal 84 (1) Dalam menyusun rancangan KUA dan rancangan PPAS sebagaimana dimaksud Pasal 83 ayat (1). (2) Strategi pencapaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat langkahlangkah kongkrit dalam mencapai target. kebijakan belanja daerah. paling lambat pada minggu pertama bulan Juni. pokok-pokok kebijakan yang memuat sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan pemerintah daerah. asumsi penyusunan APBD. prinsip dan kebijakan penyusunan APBD tahun anggaran berkenaan. dan d. menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program/kegiatan.

b. (3) Surat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan paling lambat awal bulan Agustus tahun anggaran berjalan. serta belanja modal dianggarkan dalam RKA-SKPD pada masing-masing SKPD.a peraturan menteri ini.a peraturan menteri ini. belanja barang dan jasa.a dan A. Ketentuan Pasal 98 diubah. 20. analisis standar belanja dan standar satuan harga.X. sehingga Pasal 97 berbunyi sebagai berikut: Pasal 97 (1) Belanja langsung yang terdiri atas belanja pegawai. dokumen sebagai lampiran surat edaran meliputi KUA.(4) Format KUA dan PPAS tercantum dalam Lampiran A. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani nota kesepakatan KUA dan PPAS. c.XI. (4) Format nota kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran A. dihapus.XII. Ketentuan Pasal 97 ayat (1) diubah dan ayat (2) dihapus. (2) Rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKASKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. huruf b diubah dan huruf d dihapus. penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS dilakukan oleh penjabat yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang. 21. d. batas waktu penyampaian RKA-SKPD kepada PPKD. (2) Dihapus. alokasi plafon anggaran sementara untuk setiap program/kegiatan SKPD. sehingga Pasal 89 berbunyi sebagai berikut: Pasal 89 (1) Berdasarkan nota kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1). (2) Dalam hal kepala daerah berhalangan. (3) Dalam hal kepala daerah berhalangan tetap. e. Pasal 88 (1) KUA dan PPAS yang telah disepakati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 ayat (3) masing-masing dituangkan ke dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD dalam waktu bersamaan. PPAS. 22. sehingga Pasal 98 berbunyi sebagai berikut: Pasal 98 . prioritas pembangunan daerah dan program/kegiatan yang terkait. TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalam menyusun RKASKPD. Ketentuan Pasal 89 ayat (2) huruf a.

d. Ketentuan Pasal 100 ayat (2) diubah. program. (2) Pembahasan oleh TAPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk menelaah: a. kelengkapan instrumen pengukuran kinerja yang meliputi capaian kinerja. 24. belanja bunga. PPAS. dan standar pelayanan minimal. b. standar satuan harga. kelompok sasaran kegiatan. dan belanja tidak terduga. pendapatan yang berasal dari dana perimbangan dan pendapatan hibah. ringkasan penjabaran APBD. penjabaran APBD menurut urusan pemerintahan daerah.a peraturan menteri ini. jenis. dan e. kesesuaian rencana anggaran dengan standar analisis belanja. proyeksi prakiraan maju untuk tahun anggaran berikutnya. belanja dan pembiayaan. (2) RKA-SKPD memuat program/kegiatan yang dilaksanakan oleh PPKD selaku SKPD. Ketentuan Pasal 102 ayat (2) diubah. Ketentuan Pasal 99 diubah. belanja bagi hasil. 25. sehingga Pasal 100 berbunyi sebagai berikut: Pasal 100 (1) RKA-SKPD yang telah disusun oleh SKPD disampaikan kepada PPKD untuk dibahas lebih lanjut oleh TAPD. obyek.a peraturan menteri ini. belanja bantuan keuangan. 23. rincian obyek pendapatan. (2) Format RKA-SKPD dan RKA-PPKD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran A. (3) RKA-PPKD digunakan untuk menampung: a. kegiatan. sinkronisasi program dan kegiatan antar RKA-SKPD. belanja bantuan sosial. belanja subsidi. c. indikator kinerja.XIV. dan c. kelompok. organisasi. penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan daerah. prakiraan maju pada RKASKPD tahun berjalan yang disetujui tahun lalu. dan dokumen perencanaan lainnya. b. sehingga Pasal 99 berbunyi sebagai berikut: Pasal 99 (1) RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (1) dan RKA-PPKD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (1) dikerjakan sesuai dengan bagan alir yang tercantum dalam Lampiran A. dan b.(1) Pada SKPKD disusun RKA-SKPD dan RKA-PPKD. . belanja hibah. (3) Dalam hal hasil pembahasan RKA-SKPD terdapat ketidaksesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepala SKPD melakukan penyempurnaan. kesesuaian RKA-SKPD dengan KUA.XIII. sehingga Pasal 102 berbunyi sebagai berikut: Pasal 102 (1) Rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (1) dilengkapi dengan lampiran yang terdiri atas: a.

untuk belanja mencakup lokasi kegiatan. (3c) Persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD ditandatangani oleh kepala daerah dan pimpinan DPRD paling lama 1 (satu) bulan sebelum tahun anggaran berakhir. ayat (3) dihapus dan menambah 5 (lima) ayat baru yakni ayat (3a). (5) Dalam hal kepala daerah dan/atau pimpinan DPRD berhalangan tetap. (3) Dihapus. (3) Format rancangan peraturan kepala daerah beserta lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran A. (2) Dihapus. . b. ayat (3b). (4) Penyampaian rancangan peraturan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan nota keuangan. (2) Pembahasan rancangan peraturan daerah ditekankan pada kesesuaian rancangan APBD dengan KUA dan PPAS. maka pejabat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang selaku penjabat/pelaksana tugas kepala daerah dan/atau selaku pimpinan sementara DPRD yang menandatangani persetujuan bersama. 27. untuk pendapatan mencakup dasar hukum. (3b) Hasil pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dituangkan dalam dokumen persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD. (6) Format susunan nota keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran A.(2) Rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD memuat penjelasan sebagai berikut: a. DPRD dapat meminta RKA-SKPD berkenaan dengan program/kegiatan tertentu. ayat (3d) dan ayat (3e). ayat (3c). sehingga Pasal 104 berbunyi sebagai berikut: Pasal 104 (1) Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang APBD beserta lampirannya kepada DPRD paling lambat pada minggu pertama bulan Oktober tahun anggaran sebelumnya dari tahun yang direncanakan untuk mendapatkan persetujuan bersama. 26.XVI peraturan menteri ini. Ketentuan Pasal 105 ayat (2) diubah. sehingga Pasal 105 berbunyi sebagai berikut: Pasal 105 (1) Penetapan agenda pembahasan rancangan peraturan daerah tentang APBD untuk mendapatkan persetujuan bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 ayat (1) disesuaikan dengan tata tertib DPRD masing-masing daerah. untuk pembiayaan mencakup dasar hukum dan sumber penerimaan pembiayaan untuk kelompok penerimaan pembiayaan dan tujuan pengeluaran pembiayaan untuk kelompok pengeluaran pembiayaan. dan c. (3) Dihapus.XVII peraturan menteri ini. (3a) Dalam pembahasan rancangan peraturan daerah tentang APBD. Ketentuan Pasal 104 ayat (2) dan ayat (3) dihapus.

30. 29. (2) Pengeluaran setinggi-tingginya untuk keperluan setiap bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibatasi hanya untuk belanja yang bersifat tetap seperti belanja pegawai. Ketentuan Pasal 110 ayat (2) huruf b diubah. (3e) Atas dasar persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (3b). maka pejabat yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang selaku penjabat/pelaksana tugas kepala daerah dan/atau selaku pimpinan sementara DPRD yang menandatangani persetujuan bersama. (4) Format persetujuan bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran A. 28. Diantara Pasal 107 dan Pasal 108 disisipkan 1 (satu) pasal baru. sehingga Pasal 110 berbunyi sebagai berikut: Pasal 110 (1) Rancangan peraturan daerah provinsi tentang APBD yang telah disetujui bersama DPRD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh gubernur paling lama 3 (tiga) hari kerja disampaikan terlebih dahulu kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi. (2) Penyampaian rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan: . Ketentuan Pasal 109 diubah. kewajiban pembayaran pokok pinjaman dan bunga pinjaman yang telah jatuh tempo serta pengeluaran yang mendesak diluar kendali pemerintah daerah.(3d) Dalam hal kepala daerah dan/atau pimpinan DPRD berhalangan tetap. yakni Pasal 107A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 107A Kepala daerah dapat melaksanakan pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) setelah peraturan kepala daerah tentang APBD tahun berkenaan ditetapkan.XVIII peraturan menteri ini. bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah yang ditetapkan dalam undang-undang. sehingga Pasal 109 berbunyi sebagai berikut: Pasal 109 Pelampauan dari pengeluaran setinggi-tingginya sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 106 ayat (1) dapat dilakukan apabila ada kebijakan pemerintah untuk kenaikan gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil. kepala daerah menyiapkan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD. Diantara Pasal 105 dan Pasal 106 disisipkan 1 (satu) Pasal baru yakni Pasal 105A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 105A (1) Dalam hal penetapan APBD mengalami keterlambatan kepala daerah melaksanakan pengeluaran setiap bulan setinggi-tingginya sebesar seperduabelas APBD tahun anggaran sebelumnya. layanan jasa dan keperluan kantor sehari-hari. 31.

. (6) Apabila Menteri Dalam Negeri menyatakan hasil evaluasi atas rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan gubemur tentang penjabaran APBD sudah sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. b. c. Menteri Dalam Negeri dapat mengundang pejabat pemerintah daerah provinsi yang terkait.a. risalah sidang jalannya pembahasan terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD. dan d. nota keuangan dan pidato kepala daerah perihal penyampaian pengantar nota keuangan pada sidang DPRD. peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturan daerah lainnya yang ditetapkan oleh provinsi bersangkutan. Menteri Dalam Negeri membatalkan peraturan daerah dan peraturan gubernur dimaksud sekaligus menyatakan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya. KUA dan PPAS yang disepakati antara kepala daerah dan pimpinan DPRD. Diantara ayat (4) dan ayat (5) Pasal 116 disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (4a) sehingga Pasal 116 berbunyi sebagai berikut: Pasal 116 (1) Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD yang telah dievaluasi ditetapkan oleh kepala daerah menjadi peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD. gubernur bersama DPRD melakukan penyempurnaan paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi. persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD. keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauhmana APBD provinsi tidak bertentangan dengan kepentingan umum. (8) Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh gubernur dan DPRD. (4) Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan gubernur tetap menetapkan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD menjadi peraturan daerah dan peraturan gubernur. gubernur menetapkan rancangan dimaksud menjadi peraturan daerah dan peraturan gubemur. (5) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam keputusan Menteri Dalam Negeri dan disampaikan kepada gubernur paling lama 15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya rancangan dimaksud. (3) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional. (7) Dalam hal Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa hasil evaluasi rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. (9) Pembatalan peraturan daerah dan peraturan gubernur serta pernyataan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (8) ditetapkan dengan peraturan Menteri Dalam Negeri. 32.

(4a)Untuk memenuhi asas transparansi. serta pelayanan masyarakat. kepala daerah menyusun rancangan KUA dan rancangan PPAS. Ketentuan Pasal 120 diubah sehingga Pasal 120 berbunyi sebagai berikut: Pasal 120 (1) Penyampaian peraturan kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak rancangan KUA dan rancangan PPAS dikonsultasikan dengan Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota. (6) Format penetapan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran A. sehingga Pasal 117 berbunyi sebagai berikut: Pasal 117 (1) Untuk sinkronisasi dan keterpaduan sasaran program dan kegiatan dengan kebijakan pemerintah dibidang keuangan negara dan menjaga kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan. (5) Format penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran A.XXII peraturan menteri ini. .XX peraturan menteri ini.(2) Penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember tahun anggaran sebelumnya. (2) Rancangan KUA dan rancangan PPAS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikonsultasikan kepada Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan kepada gubernur bagi kabupaten/kota.XXI peraturan menteri ini. (4) Kepala daerah menyampaikan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD kepada Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah ditetapkan. pembangunan daerah. (3) Dalam hal kepala daerah berhalangan tetap. Kepala Daerah wajib menginformasikan substansi Perda APBD kepada masyarakat yang telah diundangkan dalam lembaran daerah. 33. (2) Pengesahan atas peraturan kepala daerah tentang RAPBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku ketentuan dalam Pasal 107 ayat (3). 34. (3) Rancangan KUA dan rancangan PPAS yang telah dikonsultasikan dijadikan pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 peraturan menteri ini. (7) Jadwal penyusunan APBD tercantum dalam Lampiran A. maka pejabat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang selaku penjabat/pelaksana tugas kepala daerah yang menetapkan peraturan daerah tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD. Ketentuan Pasal 117 ayat (3) diubah.

Diantara ketentuan Pasal 123 dan Pasal 124 disisipkan 1 (satu) pasal baru yakni Pasal 123A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 123A (1) Pada SKPKD disusun DPA-SKPD dan DPA-PPKD (2) DPA-SKPD memuat program/kegiatan yang dilaksanakan oleh PPKD selaku SKPD. Pendapatan yang berasal dari dana perimbangan dan pendapatan hibah. atau c. namun karena akibat dari force major. sisa SPD yang belum diterbitkan SPP.b peraturan menteri ini. belanja hibah. belanja bagi hasil. b. 37. (3) Jumlah anggaran dalam DPAL-SKPD dapat disahkan setelah terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap: a. belanja bantuan keuangan. belanja subsidi. belanja bantuan sosial. sisa DPA-SKPD yang belum diterbitkan SPD dan/atau belum diterbitkan SP2D atas kegiatan yang bersangkutan. Belanja bunga. (4a) Pekerjaan yang dapat dilanjutkan dalam bentuk DPAL memenuhi kriteria: a.35. Ketentuan Pasal 138 ayat (1) dan ayat (3) diubah. (5) Format DPAL-SKPD sebagaimana tercantum dalam Lampiran B.I. pekerjaan yang telah ada ikatan perjanjian kontrak pada tahun anggaran berkenaan. 36. dan b. c. SP2D yang belum diuangkan. Penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan daerah. SPM atau SP2D. (4) DPAL-SKPD yang telah disahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dijadikan dasar pelaksanaan penyelesaian pekerjaan dan penyelesaian pembayaran. keterlambatan penyelesaian pekerjaan diakibatkan bukan karena kelalaian pengguna anggaran/barang atau rekanan. (2) Untuk mengesahkan kembali DPA-SKPD menjadi DPAL-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1).III peraturan menteri ini. (3) DPA-PPKD digunakan untuk menampung: a. dan diantara ayat (4) dan ayat (5) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (4a). ayat (7) dan ayat (8) diubah sehingga Pasal 155 berbunyi sebagai berikut: . Kepala SKPD menyampaikan laporan akhir realisasi pelaksanaan kegiatan fisik dan non-fisik maupun keuangan kepada PPKD paling lambat pertengahan bulan Desember tahun anggaran berjalan. Ketentuan Pasal 155 ayat (5). b. dan belanja tidak terduga. sehingga Pasal 138 berbunyi sebagai berikut: Pasal 138 (1) Pelaksanaan kegiatan lanjutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 huruf b didasarkan pada DPA-SKPD yang telah disahkan kembali oleh PPKD menjadi DPA Lanjutan SKPD (DPAL-SKPD) tahun anggaran berikutnya. (4) Format DPA-PPKD tercantum dalam Lampiran B.

(3) Dalam rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disajikan secara lengkap penjelasan mengenai: a. b. program dan kegiatan yang dapat diusulkan untuk ditampung dalam perubahan APBD dengan mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan APBD tahun anggaran berjalan. setelah dibahas selanjutnya disepakati menjadi kebijakan umum perubahan APBD serta PPAS perubahan APBD paling lambat minggu kedua bulan Agustus tahun anggaran berjalan. Ketentuan Pasal 156 diubah. (4) Rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada DPRD paling lambat minggu pertama bulan Agustus dalam tahun anggaran berjalan.Pasal 155 (1) Perubahan APBD disebabkan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1) huruf a dapat berupa terjadinya pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah. agar dihindari adanya penganggaran kegiatan pembangunan fisik di dalam rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD. (7) Format rancangan kebijakan umum perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran C. (5) Rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (4). dan d. perbedaan asumsi dengan KUA yang ditetapkan sebelumnya. sumber dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam KUA.II. daprogram dan kegiatan yang dapat diusulkan untuk ditampung dalam perubahan APBD dengan mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan APBD tahun anggaran berjalan. (6) Dalam hal persetujuan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD diperkirakan pada akhir bulan September tahun anggaran berjalan. capaian target kinerja program dan kegiatan yang harus dikurangi dalam perubahan APBD apabila asumsi KUA tidak tercapai. alokasi belanja daerah. capaian target kinerja program dan kegiatan yang harus ditingkatkan dalam perubahan APBD apabila melampaui asumsi KUA. sehingga Pasal 156 berbunyi sebagai berikut: Pasal 156 (1) Kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD yang telah disepakati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155 ayat (5).I. 38.a peraturan menteri ini. masing-masing dituangkan kedalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD dalam waktu bersamaan. (8) Format rancangan PPAS perubahan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tercantum dalam Lampiran C. dan c.a peraturan menteri ini. (2) Kepala daerah memformulasikan hal-hal yang mengakibatkan terjadinya perubahan APBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 ayat (1) huruf a ke dalam rancangan kebijakan umum perubahan APBD serta PPAS perubahan APBD. .

diterbitkan oleh kepala daerah paling lambat minggu ketiga bulan Agustus tahun anggaran berjalan. d. organisasi. ringkasan perubahan APBD. (3) Pedoman penyusunan RKA-SKPD dan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapat diubah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. c. 40.III. 39. d. dokumen sebagai lampiran meliputi kebijakan umum perubahan APBD. dihapus. standar analisa belanja dan standar harga. f. dan e. rekapitulasi perubahan belanja menurut urusan pemerintahan daerah. batas waktu penyampaian RKA-SKPD dan/atau DPA-SKPD yang telah diubah kepada PPKD. b. rekapitulasi perubahan belanja daerah untuk keselarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangka pengelolaan keuangan negara. belanja dan pembiayaan. (2) Lampiran rancangan peraturan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. Ketentuan Pasal 169 ayat (2) huruf g dihapus. b. g. dihapus. sehingga Pasal 169 berbunyi sebagai berikut: Pasal 169 (1) Rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 terdiri dari rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD beserta lampirannya. h. Ketentuan Pasal 157 ayat (2) huruf a dan huruf e diubah dan huruf b dan huruf d dihapus. PPAS perubahan APBD.(2) Format nota kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran C. daftar perubahan jumlah pegawai per golongan dan per jabatan. daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini. TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA-SKPD yang memuat program dan kegiatan baru dan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapat diubah untuk dianggarkan dalam perubahan APBD sebagai acuan bagi kepala SKPD. sehingga Pasal 157 berbunyi sebagai berikut: Pasal 157 (1) Berdasarkan nota kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat (1).a peraturan menteri ini. dan . rincian perubahan APBD menurut urusan pemerintahan daerah. pendapatan. (2) Rancangan surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. PPAS perubahan APBD yang dialokasikan untuk program baru dan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapat diubah pada setiap SKPD. organisasi. program dan kegiatan. c. Dihapus. ringkasan perubahan APBD menurut urusan pemerintahan daerah dan organisasi.

c. buku pembantu per rincian objek penerimaan. dan d. Surat Ketetapan Retribusi (SKR). (5) Bendahara penerimaan pada SKPD wajib mempertanggungjawabkan secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada PPKD selaku BUD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. b. dan e. bukti penerimaan lainnya yang sah. bukti penerimaan lainnya yang sah. (3) Format rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD beserta lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran C. c. evaluasi dan analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (8) diatur dalam peraturan kepala daerah. dan c. daftar pinjaman daerah. b. (8) Verifikasi. dihapus. (7) PPKD selaku BUD melakukan verifikasi. Surat Tanda Setoran (STS). (9) Mekanisme dan tata cara verifikasi. evaluasi dan analisis atas laporan pertanggungjawaban bendahara penerimaan pada SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (5). b. 41. sehingga Pasal 189 berbunyi sebagai berikut: Pasal 189 (1) Bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya.i. d. (3) Bendahara penerimaan dalam melakukan penatausahaan dimaksud pada ayat (2) menggunakan: a. buku rekapitulasi penerimaan harian. buku kas umum. surat tanda bukti pembayaran. buku kas umum. evaluasi dan analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilakukan dalam rangka rekonsiliasi penerimaan. sebagaimana (4) Bendahara penerimaan pada SKPD wajib mempertanggungjawabkan secara administratif atas pengelolaan uang yang menjadi tanggung jawabnya dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Ketentuan Pasal 189 ayat (6) huruf b dihapus dan huruf c diubah. (6) Laporan pertanggungjawaban penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dilampiri dengan: a. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP-Daerah). .V peraturan menteri ini. buku rekapitulasi penerimaan bulanan. (2) Penatausahaan atas penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan: a.

dan g. bukti transaksi yang sah dan lengkap. surat tanda setoran. 43.(10) Format buku kas umum. dan surat tanda bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran D. (3) Dihapus. lampiran lain yang diperlukan.a peraturan menteri ini.III peraturan menteri ini. surat pengantar SPP-GU.II peraturan menteri ini. sehingga Pasal 197 berbunyi sebagai berikut: Pasal 197 (1) Pengeluaran kas atas beban APBD dilakukan berdasarkan SPD atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPD.I peraturan menteri. buku pembantu per rincian objek penerimaan dan buku rekapitulasi penerimaan harian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran D. e. Ketentuan Pasal 197 diantara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (1a). d. c. f. salinan SPD. Ketentuan Pasal 200 ayat (2) huruf c dan d diubah dan ayat (3) dihapus. (11) Format surat ketetapan pajak daerah. (2) Format SPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran D. 42. surat ketetapan retribusi. (12) Format laporan pertanggungjawaban bendahara penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) tercantum dalam Lampiran D.VI. 44. rincian penggunaan SP2D-UP/GU yang lalu. atau persemester sesuai dengan ketersediaan dana. b. sehingga Pasal 202 berbunyi sebagai berikut: . draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran yang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selain ganti uang persediaan saat pengajuan SP2D kepada kuasa BUD. ringkasan SPP-GU. (2) Dokumen SPP-GU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. pertriwulan. (1a) Penerbitan SPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan perbulan. Ketentuan Pasal 202 ayat (2) huruf c dan ayat (3) diubah dan diantara ayat (4) dan ayat (5) disisipkan 1 (satu) ayat baru yakni ayat (4a). sehingga Pasal 200 berbunyi sebagai berikut: Pasal 200 (1) Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-GU dilakukan oleh bendahara pengeluaran untuk memperoleh persetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD dalam rangka ganti uang persediaan.

X.X.X. D. draft surat pernyataan untuk ditandatangani oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran yang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan selain tambahan uang persediaan saat pengajuan SP2D kepada kuasa BUD. kegiatan yang pelaksanaannya melebihi 1 (satu) bulan. (4) Dalam hal dana tambahan uang tidak habis digunakan dalam 1 (satu) bulan. rincian rencana penggunaan TU. lampiran lainnya. e.d. d. (2) Dokumen SPP-TU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. (4a) Ketentuan batas waktu penyetoran sisa tambahan uang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikecualikan untuk: a. 45. dan SPP-LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199 ayat (1). f. (2) Kelengkapan dokumen SPM-UP untuk penerbitan SP2D adalah surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. Pasal 200 ayat (1). (5) Format surat keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f tercantum dalam Lampiran D.VIII peraturan menteri ini. Ketentuan Pasal 207 diubah sehingga Pasal 207 berbunyi sebagai berikut: Pasal 207 Format dokumen SPP-UP.X. . b. b.X. surat keterangan yang memuat penjelasan keperluan pengisian tambahan uang persediaan. c.a. SPP-TU. Pasal 204 ayat (1). Pasal 202 ayat (1).b.Pasal 202 (1) Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-TU dilakukan oleh bendahara pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu untuk memperoleh persetujuan dari pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-SKPD dalam rangka tambahan uang persediaan. maka sisa tambahan uang disetor ke rekening kas umum daerah. D. SPP-GU.c.X. ringkasan SPP-TU. kegiatan yang mengalami penundaan dari jadwal yang telah ditetapkan yang diakibatkan oleh peristiwa di luar kendali PA/KPA.e dan D.f peraturan menteri ini. (3) Batas jumlah pengajuan SPP-TU harus mendapat persetujuan dari PPKD dengan memperhatikan rincian kebutuhan dan waktu penggunaan. Pasal 205 ayat (1) tercantum dalam Lampiran D. dan g. D. 46 Ketentuan Pasal 216 ayat (3) huruf b dan huruf d dihapus dan huruf c diubah sehingga Pasal 216 berbunyi sebagai berikut: Pasal 216 (1) Kuasa BUD meneliti kelengkapan dokumen SPM yang diajukan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran agar pengeluaran yang diajukan tidak melampaui pagu dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. salinan SPD. D. surat pengantar SPP-TU.

49. surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. (8) Dalam hal kuasa BUD berhalangan. b. Ketentuan Pasal 324 diubah. pengelolaan pasar. c. pengelolaan limbah. pengelolaan dana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomi dan/atau pelayanan kepada masyarakat. pelayanan kebersihan. pengelolaan wilayah/kawasan tertentu untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat atau layanan umum. yang bersangkutan dapat menunjuk pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani SP2D. rumah susun sewa. (4) Kelengkapan dokumen SPM-TU untuk penerbitan SP2D adalah surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. Ketentuan Pasal 325 dihapus 50. (7) Dalam hal dokumen SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan tidak lengkap dan/atau tidak sah dan/atau pengeluaran tersebut melampaui pagu anggaran. (2) Pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Penyediaan barang dan/atau jasa layanan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (5) Kelengkapan dokumen SPM-LS untuk penerbitan SP2D mencakup: a. yakni Pasal 325A yang berbunyi sebagai berikut: . 47. kuasa BUD menerbitkan SP2D. Pasal 261. Pasal 280. dan/atau c.(3) Kelengkapan dokumen SPM-GU untuk penerbitan SP2D mencakup: a. dihapus. Pasal 256. surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. dan d. Diantara Pasal 325 dan Pasal 326 disisipkan 1 (satu) pasal baru. penyediaan barang dan/atau jasa layanan umum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan masyarakat. Pasal 249.XVI peraturan menteri ini. dan Pasal 285 dihapus. dana perumahan. (6) Dalam hal dokumen SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan lengkap. sehingga Pasal 324 berbunyi sebagai berikut: Pasal 324 (1) Kepala daerah dapat menetapkan SKPD atau unit kerja pada SKPD yang tugas pokok dan fungsinya bersifat operasional dalam menyelenggarakan pelayanan umum. 48. b. berhubungan dengan: a. dihapus. Pasal 268. Ketentuan Pasal 243. kuasa BUD menolak menerbitkan SP2D. bukti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap sesuai dengan kelengkapan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. (9) Format SP2D sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam D. bukti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap. pengelolaan obyek wisata daerah. pengelolaan terminal. dan b. Pasal 274. diprioritaskan antara lain pelayanan kesehatan.

ttd H. SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang menerapkan PPK-BLUD diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan.Pasal 325A Dalam menyelenggarakan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324 ayat (1). Pasal 328 dan Pasal 329 dihapus. 51. yakni Pasal 329A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 329A Pedoman teknis mengenai pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah. 53. Pasal 327. 52. Diantara Pasal 333 dan 334 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 333A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 333A Peraturan menteri ini diberlakukan paling lambat mulai tahun anggaran 2009. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Oktober 2007 MENTERI DALAM NEGERI. MARDIYANTO . diatur tersendiri oleh Menteri Dalam Negeri. Ketentuan Pasal 326. Diantara Pasal 329 dan Pasal 330 disisipkan 1 (satu) pasal baru. Pasal II Peraturan menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

LAMPIRAN A YANG DIUBAH PERMENDAGRI NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO.13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH .

LAMPIRAN A.I.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 KODE DAN KLASIFIKASI URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI KODE URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 09 09 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 URUSAN WAJIB Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor/Rumah Sakit xxxxxxxxxx Dst ……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pertanahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… .

Administrasi Keuangan Daerah. Perangkat Daerah. Kepegawaian.KODE 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 10 10 11 11 11 12 12 12 13 13 13 14 14 14 15 15 15 16 16 16 17 17 17 18 18 18 19 19 19 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kepemudaan dan Olah Raga Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Otonomi Daerah. dan Persandian Sekretariat/Dinas/Badan/Kantor/Kecamatan/Kelurahan xxxxxxxxxx Dst……………… Ketahanan Pangan 1 1 1 1 20 20 20 21 01 02 . Pemerintahan Umum.

....... URUSAN PILIHAN Pertanian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kehutanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pariwisata Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kelautan dan Perikanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perdagangan ...KODE 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 01 02 01 02 01 02 01 02 01 03 21 21 22 22 22 23 23 23 24 24 24 25 25 25 26 26 26 01 02 01 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 Dst……………… URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Statistik Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kearsipan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst.....

MARDIYANTO PERWIRA . ttd H.KODE 2 2 2 2 2 2 2 2 *) URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Industri 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketransmigrasian 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… 06 06 07 07 07 08 08 08 Keterangan : Untuk Kabupaten/Kota Salinan sesuai aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.

Kepegawaian. dan Persandian Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika URAIAN 02 Pertahanan*) 03 03 1 19 Ketertiban dan ketentraman Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 07 14 15 16 21 22 01 02 03 05 06 07 08 Ekonomi Perhubungan Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Penanaman Modal Ketahanan Pangan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pertanian Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral Kelautan dan Perikanan Perdagangan Industri Ketransmigrasian 05 05 05 05 1 1 1 05 08 09 Lingkungan hidup Penataan Ruang Lingkungan Hidup Pertanahan 06 06 1 03 Perumahan dan fasilitas umum Pekerjaan Umum .VI. Perangkat Daerah. Pemerintahan Umum. Administrasi Keuangan Daerah.LAMPIRAN A.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 KODE DAN KLASIFIKASI BELANJA DAERAH MENURUT FUNGSI UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA KODE 01 01 01 01 01 01 1 1 1 1 1 06 20 23 24 25 Pelayanan umum Perencanaan Pembangunan Otonomi Daerah.

KODE 06 1 04 Perumahan URAIAN 07 06 06 08 07 07 1 2 17 04 1 1 02 12 Kesehatan Kesehatan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pariwisata dan budaya Kebudayaan Pariwisata 09 Agama*) 10 10 10 10 1 1 1 01 18 26 Pendidikan Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Perpustakaan 11 11 11 11 1 1 1 10 11 13 Perlindungan sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sosial Keterangan : *) Urusan pemerintahan yang menjadi wewenang Pemerintah Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.

sumber daya air dan listrik sebagai kegiatan pertama di program tersebut. Dalam program tersebut. Urutan kode rekening tersebut mengikuti ketentuan sebagai berikut: Kode Urusan Wajib/Pilihan Kolom 2 Kode Urusan Kolom 1 Kolom 3 Kode Organisasi Kolom 4 Kode Program Kolom 5 Kode Kegiatan Daftar program dan kegiatan dibagi menjadi 2 pengelompokan kode sebagai berikut : 1.01 15 01 Kegiatan Penambahan Ruang Kelas .LAMPIRAN A. direncanakan kegiatan Penambahan Ruang Kelas sebagai kegiatan pertama. penomoran kode rekening dilakukan sebagai berikut : PROGRAM : 1 01 1. Program yang diberi kode 15 – dst untuk menampung program-program yang bersifat spesifik untuk setiap urusan.01 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran KEGIATAN : 1 01 1. Maka.01. penomoran kode rekening dilakukan sebagai berikut : PROGRAM : 1 01 1. Program yang diberi kode 1 – 14 untuk menampung program-program yang bersifat umum dan terdapat di setiap SKPD. 2.01. nyata dan sesuai karakteristik daerah.01. sumber daya air dan listrik Contoh 2 : Dinas Pendidikan merencanakan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun sebagai program pertama di urusan pendidikan.01 15 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun KEGIATAN : 1 01 1. Maka.01 01 01 Kegiatan Penyediaan jasa komunikasi. Contoh 1 : Dinas Pendidikan merencanakan program Pelayanan Administrasi Perkantoran dan kegiatan Penyediaan jasa komunikasi.01.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 Pemerintah daerah dapat mengembangkan program dan kegiatan beserta kode rekeningnya sesuai kebutuhan obyektif.VII.

disesuaikan dengan kebutuhan obyektif.VII pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.Contoh program dan kegiatan lainnya masih dapat menggunakan Lampiran A. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. nyata dan karakteristik daerah. 13 Tahun 2006.

..VIII........ Tambahan Penghasilan PNS Tambahan Penghasilan berdasarkan beban kerja Tambahan Penghasilan berdasarkan tempat bertugas Tambahan Penghasilan berdasarkan kondisi kerja Tambahan Penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi Dst ...... Belanja Penerimaan lainnya Pimpinan dan anggota DPRD serta KDH/WKDH Tunjangan Komunikasi Intensif Pimpinan dan Anggota DPRD Belanja Penunjang Operasional KDH/WKDH Dst ........... Biaya Pemungutan Pajak Daerah Biaya pemungutan PBB Biaya pemungutan Pajak Daerah Dst . Dst…………… BELANJA BUNGA Bunga Utang Pinjaman Bunga Utang Pinjaman kepada Pemerintah Bunga Utang Pinjaman kepada Pemerintah Daerah lainnya Bunga Utang Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bank Bunga Utang Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank 2) 1) 2) Uang Duka Wafat/Tewas 2) Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD ..............................a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 KODE REKENING BELANJA DAERAH Kode Rekening 1 5 5 1 5 1 1 5 1 1 01 5 1 1 01 01 5 1 1 01 02 5 1 1 01 03 5 1 1 01 04 5 1 1 01 05 5 1 1 01 06 5 1 1 01 07 5 1 1 01 08 5 1 1 01 09 5 1 1 01 10 5 1 1 01 11 5 1 1 01 12 5 1 1 01 13 5 1 1 01 14 5 1 1 01 15 5 1 1 01 16 5 1 1 01 17 5 1 1 01 18 5 1 1 01 19 5 1 1 01 20 5 1 1 02 5 1 1 02 01 5 1 1 02 02 5 1 1 02 03 5 1 1 02 04 5 1 1 02 05 5 1 1 03 5 1 1 03 01 5 1 1 03 02 5 1 1 03 03 5 1 1 04 5 1 1 04 01 5 1 1 04 02 5 1 1 04 03 5 1 1 05 5 1 2 5 1 2 01 5 1 2 01 01 5 1 2 01 02 5 1 2 01 03 5 1 2 01 04 BELANJA DAERAH BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA PEGAWAI Gaji dan Tunjangan Gaji Pokok PNS/Uang Representasi1) Tunjangan Keluarga Tunjangan Jabatan 1) Tunjangan Fungsional Tunjangan Fungsional Umum Tunjangan Beras Pembulatan Gaji Iuran Asuransi Kesehatan Uang Paket 2) Tunjangan Panitia Musyawarah 2) Tunjangan Komisi 2) 1) Uraian 2 Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus Tunjangan Panitia Anggaran 2) Tunjangan Badan Kehormatan 2) Tunjangan Alat Kelengkapan Lainnya Tunjangan Perumahan Uang Jasa Pengabdian Dst .....LAMPIRAN A...

... Dst………………………………… Belanja Hibah kepada Perusahaan Daerah/ BUMD/ BUMN 4) Perusahaan Daerah/ BUMD/ BUMN …..... Belanja Hibah kepada Kelompok/Anggota Masyarakat Kelompok/anggota masyarakat …….........Kode Rekening 1 5 1 2 01 05 5 1 2 02 5 1 2 02 01 5 1 2 02 02 5 1 2 03 5 1 3 5 1 3 01 5 1 3 01 01 5 1 3 01 02 5 1 3 01 03 5 1 3 02 5 1 4 5 1 4 01 5 1 4 01 01 5 1 4 02 5 1 4 02 01 5 1 4 02 02 5 1 4 03 5 1 4 03 01 5 1 4 03 02 5 1 4 04 5 1 4 04 01 5 1 4 04 02 5 1 4 05 5 1 4 05 01 5 1 4 05 02 5 1 4 06 5 1 4 06 01 5 1 4 06 02 5 1 4 07 5 1 5 5 1 5 01 5 1 5 01 01 5 1 5 01 02 5 1 5 02 5 1 5 02 01 5 1 5 02 02 5 1 5 03 5 1 5 03 01 5 1 5 03 02 5 1 5 04 5 1 5 04 01 Dst………………………………… Bunga Utang Obligasi Bunga Utang Obligasi ……… Dst………………………………… Dst . Dst………………………………… Belanja Bantuan Sosial kepada Anggota Masyarakat Belanja Bantuan Sosial kepada …………………… Dst………………………………… Belanja Bantuan kepada Partai Politik Belanja Bantuan kepada Partai Politik ............................ Dst..... Belanja Bantuan Sosial kepada Kelompok Masyarakat Belanja Bantuan Sosial kepada Kelompok Masyarakat .. Dst…………………………………....... Dst…………………………………........ BELANJA SUBSIDI Belanja Subsidi kepada Perusahaan/Lembaga Belanja Subsidi kepada Perusahaan …................... Belanja Subsidi kepada Lembaga …... Belanja Hibah kepada Badan/Lembaga/Organisasi Badan/Lembaga/Organisasi …........ .............. Dst………………………………… Dst………………………… BELANJA HIBAH Belanja Hibah kepada Pemerintah Pusat Pemerintah Pusat Uraian 2 Belanja Hibah kepada Pemerintah Daerah lainnya3) Pemerintah Provinsi ………............... Dst………………………………… Dst …………………………… BELANJA BANTUAN SOSIAL Belanja Bantuan Sosial Kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Sosial kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan ........ Dst………………………………… Belanja Hibah kepada Pemerintahan Desa Pemerintahan Desa ….........

.... Belanja Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota … Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintahan Desa .. Dst………………………………… Belanja Bantuan Keuangan kepada kabupaten/Kota Belanja Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota …...Kode Rekening 1 5 1 5 04 02 5 1 5 05 5 1 6 5 1 6 01 5 1 6 01 01 5 1 6 01 02 5 1 6 02 5 1 6 02 01 5 1 6 02 02 5 1 6 03 5 1 6 03 01 5 1 6 03 02 5 1 6 04 5 1 6 04 01 5 1 6 04 02 5 1 6 05 5 1 6 05 01 5 1 6 05 02 5 1 6 06 5 1 7 5 1 7 01 5 1 7 01 01 5 1 7 01 02 5 1 7 02 5 1 7 02 01 5 1 7 02 02 5 1 7 03 5 1 7 03 01 5 1 7 03 02 5 1 7 04 5 1 7 04 01 5 1 7 04 02 5 1 7 04 03 5 1 7 04 04 5 1 7 05 5 1 8 5 1 8 01 5 1 8 01 01 5 1 8 02 5 2 5 2 1 Dst………………………………… Dst …………………………. Dst………………………………… Dst ……………………………. Dst………………………………… Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Kabupaten/Kota Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Kabupaten/Kota … Dst………………………………… Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Pemerintahan Desa Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Pemerintahan Desa … Dst………………………………… Belanja Bagi Hasil Retribusi Daerah Kepada Kabupaten/Kota Belanja Bagi Hasil Retribusi Daerah Kepada Kabupaten/Kota …. BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Belanja Tidak Terduga Dst ………………………….. Dst………………………………… Belanja Bagi Hasil Retribusi Daerah Kepada Pemerintahan Desa Belanja Bagi Hasil Retribusi Daerah Kepada Pemerintahan Desa …. Dst………………………………… Belanja Bantuan Keuangan kepada Desa Belanja Bantuan Keuangan kepada Desa …… Dst………………………………… Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Daerah/Pemerintahan Desa lainnya Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi .. BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN PEMERINTAHAN DESA Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi …. Dst………………………………… Dst ………………………….. Uraian 2 BELANJA BAGI HASIL KEPADA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN PEMERINTAHAN DESA Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Provinsi Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah Kepada Provinsi . BELANJA LANGSUNG BELANJA PEGAWAI .

Dst ………………………… Uraian 2 5 2 2 5 2 2 01 5 2 2 01 01 5 2 2 01 02 5 2 2 01 03 BELANJA BARANG DAN JASA Belanja Bahan Pakai Habis Belanja alat tulis kantor Belanja dokumen/administrasi tender Dst………………………………… 5 2 2 02 5 2 2 02 01 5 2 2 02 02 5 2 2 02 03 5 2 2 03 5 2 2 03 01 5 2 2 03 02 5 2 2 03 03 5 2 2 04 5 2 2 04 01 5 2 2 04 02 5 2 2 04 03 5 2 2 05 5 2 2 05 01 5 2 2 05 02 5 2 2 05 03 5 2 2 06 5 2 2 06 01 5 2 2 06 02 5 2 2 06 03 5 2 2 07 5 2 2 07 01 5 2 2 07 02 5 2 2 07 03 5 2 2 08 Belanja Bahan/Material Belanja bahan baku bangunan Belanja bahan/bibit tanaman Dst………………………………… Belanja Jasa Kantor Belanja telepon Belanja air Dst………………………………… Belanja Premi Asuransi Belanja Premi Asuransi Kesehatan Dst………………………………… Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor Belanja Jasa Service Belanja Penggantian Suku Cadang Dst………………………………… Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja cetak Belanja Penggandaan Dst………………………………… Belanja Sewa Rumah/Gedung/Gudang/Parkir Belanja sewa rumah jabatan/rumah dinas Belanja sewa gedung/ kantor/tempat Dst………………………………… Belanja Sewa Sarana Mobilitas 2) Belanja Premi Asuransi Barang Milik Daerah .Kode Rekening 1 5 2 1 01 5 2 1 01 01 5 2 1 01 02 5 2 1 01 03 5 2 1 02 5 2 1 02 01 5 2 1 02 02 5 2 1 02 03 5 2 1 03 5 2 1 03 01 5 2 1 03 02 5 2 1 03 03 5 2 1 06 Honorarium PNS Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa Dst………………………………… Honorarium Non PNS Honorarium Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber Honorarium Pegawai Honorer/tidak tetap Dst………………………………… Uang Lembur Uang Lembur PNS Uang Lembur Non PNS Dst ……………………….

Kode Rekening 1 5 2 2 08 01 5 2 2 08 02 5 2 2 08 03 5 2 2 09 5 2 2 09 01 5 2 2 09 02 5 2 2 09 03 5 2 2 10 5 2 2 10 01 5 2 2 10 02 5 2 2 10 03 5 2 2 11 5 2 2 11 01 5 2 2 11 02 5 2 2 11 03 5 2 2 12 5 2 2 12 01 5 2 2 12 02 5 2 2 12 03 5 2 2 13 5 2 2 13 01 5 2 2 13 02 6 5 2 2 14 5 2 2 14 01 5 2 2 14 02 5 2 2 14 03 5 2 2 15 5 2 2 15 01 5 2 2 15 02 5 2 2 15 03 5 2 2 16 5 2 2 16 01 5 2 2 16 02 5 2 2 16 03 5 2 2 5 2 2 5 2 2 5 2 2 17 17 01 17 02 17 03 Belanja Pakaian khusus dan hari-hari tertentu Belanja pakaian KORPRI Belanja pakaian adat daerah Dst………………………………… Belanja Perjalanan Dinas Belanja perjalanan dinas dalam daerah Belanja perjalanan dinas luar daerah Dst………………………………… Belanja Beasiswa Pendidikan PNS Belanja beasiswa tugas belajar D3 Belanja beasiswa tugas belajar S1 Dst ………………………. Belanja sewa Sarana Mobilitas Darat Belanja sewa Sarana Mobilitas Air Dst………………………………… Belanja Sewa Alat Berat Belanja sewa Eskavator Belanja sewa Buldoser Dst………………………………… Uraian 2 Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor Belanja sewa meja kursi Belanja sewa komputer dan printer Dst………………………………… Belanja Makanan dan Minuman Belanja makanan dan minuman harian pegawai Belanja makanan dan minuman rapat Dst………………………………… Belanja Pakaian Dinas dan Atributnya Belanja pakaian Dinas KDH dan WKDH Belanja Pakaian Sipil Harian (PSH) Dst………………………………… Belanja Pakaian Kerja Belanja pakaian kerja lapangan Dst………………………………… Belanja kursus. sosialisasi dan bimbingan teknis PNS Belanja kursus-kursus singkat/ pelatihan Belanja sosialisasi Dst………………………………… 5 2 2 18 5 2 2 18 01 5 2 2 18 02 5 2 2 19 5 2 2 19 01 5 2 2 19 02 5 2 2 19 03 Belanja Perjalanan Pindah Tugas Belanja perjalanan pindah tugas dalam daerah Belanja perjalanan pindah tugas luar daerah Belanja Pemulangan Pegawai Belanja pemulangan pegawai yang pensiun dalam daerah Belanja pemulangan pegawai yang pensiun luar daerah Dst………………………………… . pelatihan.

................. BELANJA MODAL Belanja Modal Pengadaan Tanah Belanja modal pengadaan tanah kantor Belanja modal pengadaan tanah sarana kesehatan rumah sakit Dst .................Kode Rekening 1 5 2 2 20 5 2 2 20 01 5 2 2 20 02 5 2 2 20 03 5 2 2 21 5 2 2 21 01 5 2 2 21 02 5 2 2 21 03 Belanja Pemeliharaan Belanja Pemeliharan Jalan Belanja Pemeliharan Jembatan Dst………………………………… Belanja Jasa Konsultansi Belanja Jasa Konsultansi Penelitian Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Dst………………………………… Uraian 2 5 2 2 22 5 2 3 5 2 3 01 5 2 3 01 01 5 2 3 01 02 5 2 3 01 03 5 2 3 02 5 2 3 02 01 5 2 3 02 02 5 2 3 02 03 5 2 3 03 5 2 3 03 01 5 2 3 03 02 5 2 3 03 03 5 2 3 04 5 2 3 04 01 5 2 3 04 02 5 2 3 04 03 5 2 3 05 5 2 3 05 01 5 2 3 05 02 5 2 3 05 03 5 2 3 06 5 2 3 06 01 5 2 3 06 02 5 2 3 06 03 5 2 3 07 5 2 3 07 01 5 2 3 07 02 5 2 3 07 03 5 2 3 08 5 2 3 08 01 5 2 3 08 02 5 2 3 08 03 Dst …………………………...... Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor Belanja modal pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor sedan Belanja modal pengadaan alat-alat angkutan darat bermotor jeep Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Tidak Bermotor Belanja modal pengadaan gerobak Belanja modal pengadaan pedati/delman/dokar/bendi/cidomo/andong Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan di Air Bermotor Belanja modal pengadaan kapal motor Belanja modal pengadaan kapal feri Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan di Air Tidak Bermotor Belanja modal pengadaan perahu layar Belanja modal pengadaan perahu sampan Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Udara Belanja modal pengadaan pesawat kargo Belanja modal pengadaan pesawat penumpang Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Bengkel Belanja modal pengadaan mesin las Belanja modal pengadaan mesin bubut Dst………………………………… ........... Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Berat Belanja modal pengadaan traktor Belanja modal pengadaan buldozer Dst ........................

Kode Rekening 1 5 2 3 09 5 2 3 09 01 5 2 3 09 02 5 2 3 09 03 5 2 3 10 5 2 3 10 01 5 2 3 10 02 5 2 3 10 03 5 2 3 11 5 2 3 11 01 5 2 3 11 02 5 2 3 11 03 5 2 3 12 5 2 3 12 01 5 2 3 12 02 5 2 3 12 03 5 2 3 13 5 2 3 13 01 5 2 3 13 02 5 2 3 13 03 5 2 3 14 5 2 3 14 01 5 2 3 14 02 5 2 3 14 03 5 2 3 15 5 2 3 15 01 5 2 3 15 02 5 2 3 15 03 5 2 3 16 5 2 3 16 01 5 2 3 16 02 5 2 3 16 03 5 2 3 17 5 2 3 17 01 5 2 3 17 02 5 2 3 17 03 5 2 3 18 5 2 3 18 01 5 2 3 18 02 5 2 3 18 03 5 2 3 19 5 2 3 19 01 Uraian 2 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Pengolahan Pertanian dan Peternakan Belanja modal pengadaan penggiling hasil pertanian Belanja modal pengadaan alat pengering gabah Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Peralatan Kantor Belanja modal pengadaan mesin tik Belanja modal pengadaan mesin hitung Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja modal pengadaan meja gambar Belanja modal pengadaan almari Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Komputer Belanja modal pengadaan komputer mainframe/server Belanja modal pengadaan komputer/PC Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Mebeulair Belanja modal pengadaan meja kerja Belanja modal pengadaan meja rapat Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur Belanja modal pengadaan tabung gas Belanja modal pengadaan kompor gas Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Penghias Ruangan Rumah Tangga Belanja modal pengadaan lampu hias Belanja modal pengadaan jam dinding/meja Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Studio Belanja modal pengadaan kamera Belanja modal pengadaan handycam Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Komunikasi Belanja modal pengadaan telepon Belanja modal pengadaan faximili Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Ukur Belanja modal pengadaan timbangan Belanja modal pengadaan teodolite Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kedokteran Belanja modal pengadaan alat-alat kedokteran umum .

Taman dan Hutan Kota Belanja modal pengadaan lampu hias jalan Belanja modal pengadaan lampu hias taman Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik dan Telepon Belanja modal pengadaan instalasi listrik Belanja modal pengadaan instalasi telepon Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian*) Bangunan Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian gedung kantor Belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian rumah jabatan Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Buku/Kepustakaan Belanja modal pengadaan buku matematika Belanja modal pengadaan buku fisika Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Barang bercorak Kesenian. Kebudayaan Belanja modal pengadaan lukisan/foto Belanja modal pengadaan patung Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Hewan/Ternak dan Tanaman Belanja modal pengadaan hewan kebun binatang Belanja modal pengadaan ternak Dst………………………………… .Kode Rekening 1 5 2 3 19 02 5 2 3 19 03 5 2 3 20 5 2 3 20 01 5 2 3 20 02 5 2 3 20 03 5 2 3 21 5 2 3 21 01 5 2 3 21 02 5 2 3 21 03 5 2 3 22 5 2 3 22 01 5 2 3 22 02 5 2 3 22 03 5 2 3 23 5 2 3 23 01 5 2 3 23 02 5 2 3 23 03 5 2 3 24 5 2 3 24 01 5 2 3 24 02 5 2 3 24 03 5 2 3 25 5 2 3 25 01 5 2 3 25 02 5 2 3 25 03 5 2 3 26 5 2 3 26 01 5 2 3 26 02 5 2 3 26 03 5 2 3 27 5 2 3 27 01 5 2 3 27 02 5 2 3 27 03 5 2 3 28 5 2 3 28 01 5 2 3 28 02 5 2 3 28 03 5 2 3 29 5 2 3 29 01 5 2 3 29 02 5 2 3 29 03 Belanja modal pengadaan alat-alat kedokteran gigi Dst………………………………… Uraian 2 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Laboratorium Belanja modal pengadaan alat-alat laboratorium biologi Belanja modal pengadaan alat-alat laboratorium fisika/geologi/geodesi Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan Belanja modal pengadaan konstruksi jalan Belanja modal pengadaan konstruksi jalan fly over Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan Belanja modal pengadaan konstruksi jembatan gantung Belanja modal pengadaan konstruksi jembatan ponton Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan Air Belanja modal pengadaan konstruksi bendungan Belanja modal pengadaan konstruksi waduk Dst………………………………… Belanja Modal Pengadaan Penerangan Jalan.

MARDIYANTO . pemerintahan desa di luar wilayah provinsi atau kepada provinsi/kabupaten/kota di wilayah provinsi pemberi hibah Belanja hibah provinsi. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta PNS Hanya untuk Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD Belanja hibah kepada provinsi. kabupaten/kota yang bersangkutan atau milik provinsi.Kode Rekening 1 5 2 3 30 5 2 3 30 01 5 2 3 30 02 5 2 3 30 03 5 2 3 31 Belanja modal pengadaan senjata api Belanja modal pengadaan radar Dst………………………………… Dst …………………………… Uraian 2 Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Persenjataan/Keamanan Keterangan : 1) 2) 3) 4) Digunakan untuk Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD. ttd PERWIRA H. kabupaten/kota lainnya dan kepada BUMN Belanja bagi hasil pajak provinsi kepada provinsi/kabupaten/kota diluar wilayah provinsi atau bagi hasil pajak kabupaten/kota kepada provinsi/ kabupaten/kota dalam wilayah provinsi yang bersangkutan 5) *) Coret yang tidak perlu Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. kabupaten/kota kepada perusahaan daerah/ BUMD milik provinsi. kabupaten/kota.

.. Pelampauan penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Dst…………. Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan 01 02 03 04 05 Uang jaminan …… Potongan Taspen Potongan Beras Askes Dst………….a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 KODE REKENING PEMBIAYAAN DAERAH Kode Rekening 1 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 01 01 01 01 01 01 02 02 02 02 03 03 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 01 01 02 03 01 02 03 04 05 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pelampauan penerimaan PAD Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah Dst………….. Pelampauan penerimaan Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dst…………. Dst…………. Sisa Penghematan Belanja atau akibat lainnya Belanja Pegawai dari Belanja Tidak langsung Belanja Pegawai dari Belanja langsung Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Keuangan Belanja Tidak Terduga Dst…………. Kegiatan lanjutan 01 02 Kegiatan lanjutan ..IX.. Uraian 2 6 6 6 6 6 6 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 05 05 05 05 05 05 06 06 06 .LAMPIRAN A.

....... Dst…………........... Obligasi nomor ….. Dst…………. 6 6 6 1 1 1 4 4 4 02 02 02 01 02 Penerimaan Pinjaman Daerah dari pemerintah daerah lain Pemerintah daerah …… Dst…………. 6 1 4 06 Dst .... 6 6 6 1 1 1 4 4 4 03 03 03 01 02 Penerimaan Pinjaman Daerah dari lembaga keuangan bank Bank …. Dst…………........... 6 1 4 Penerimaan Pinjaman Daerah 6 6 6 1 1 1 4 4 4 01 01 01 01 02 Penerimaan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerusan pinjaman…. Dst…………. Dst………….. Dst…………... 6 6 6 1 1 1 4 4 4 04 04 04 01 02 Penerimaan Pinjaman Daerah dari lembaga keuangan bukan bank Lembaga keuangan bukan bank …… Dst………….... 6 6 6 1 1 1 3 3 3 02 02 02 01 02 Hasil penjualan aset milik pemerintah daerah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga ………………………….............. 6 1 5 Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 6 6 6 1 1 1 5 5 5 01 01 01 01 02 Penerimaan Kembali Penerimaan Pinjaman Penerimaan Kembali Penerimaan Pinjaman …............... 6 1 3 03 Dst.... Pencairan Dana Cadangan Pencairan Dana Cadangan Pencairan Dana Cadangan nomor …… Dst………….................Kode Rekening 1 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 01 01 01 01 01 01 01 01 02 01 02 07 Dst . Uraian 2 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Hasil penjualan perusahaan milik daerah/BUMD BUMD ................ . 6 6 6 6 1 1 1 1 4 4 4 4 05 05 05 05 01 02 03 Penerimaan hasil penerbitan Obligasi daerah Obligasi atas nama ….............. Dst ............

.........................Kode Rekening 1 6 1 5 02 Dst ..... . Dst………….. 6 2 1 02 Dst ............... Dst………….. 6 6 6 1 1 1 6 6 6 04 04 04 01 02 Penerimaan piutang daerah dari lembaga keuangan bank Bank ……………….. 6 2 2 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 6 6 6 2 2 2 2 2 2 01 01 01 01 02 Badan usaha milik pemerintah (BUMN) BUMN ……... 6 6 6 2 2 2 2 2 2 02 02 02 01 02 Badan usaha milik daerah (BUMD) BUMD ………..... 6 6 6 1 1 1 6 6 6 03 03 03 01 02 Penerimaan piutang daerah dari pemerintah daerah lain Pemerintah daerah ……………........ Dst…………........................ 6 6 6 1 1 1 6 6 6 02 02 02 01 02 Penerimaan piutang daerah dari pemerintah Penerimaan piutang daerah dari pemerintah Dst ... 6 2 Pengeluaran Pembiayaan Daerah 6 2 1 Pembentukan Dana Cadangan 6 6 6 2 2 2 1 1 1 01 01 01 01 02 Pembentukan Dana Cadangan Pembentukan Dana Cadangan nomor …… Dst…………. 6 6 6 1 1 1 6 6 6 05 05 05 01 02 Penerimaan piutang daerah dari lembaga keuangan bukan bank Lembaga keuangan bukan bank ……………………............... Dst………….... 6 1 6 06 Dst . Dst…………........ Uraian 2 6 1 6 Penerimaan Piutang Daerah 6 6 6 6 6 1 1 1 1 1 6 6 6 6 6 01 01 01 01 01 01 02 03 04 Penerimaan piutang daerah dari pendapatan daerah Penerimaan piutang daerah dari pendapatan pajak daerah Penerimaan piutang daerah dari pendapatan retribusi daerah Penerimaan piutang daerah dari lain-lain pendapatan yang sah Dst…………........

.. Pembayaran Pokok Utang sebelum Jatuh Tempo kepada pemerintah daerah lain 01 02 Pemerintah daerah …… Dst…………...Kode Rekening 1 6 6 6 2 2 2 2 2 2 03 03 03 01 02 Badan usaha milik swasta Badan …………...... Pembayaran Pokok Utang sebelum Jatuh Tempo kepada lembaga keuangan bukan bank 01 02 Lembaga keuangan bukan bank …… Dst………….. Pembayaran Pokok Utang yang Jatuh Tempo kepada lembaga keuangan bank 01 02 Bank ….. 6 2 3 Pembayaran Pokok Utang 6 6 6 2 2 2 3 3 3 01 01 01 01 02 Pembayaran Pokok Utang yang Jatuh Tempo kepada Pemerintah Penerusan pinjaman…. Dst…………....... Dst…………..... 6 6 6 2 2 2 3 3 3 06 06 06 6 6 6 2 2 2 3 3 3 07 07 07 6 6 6 2 2 2 3 3 3 08 08 08 6 6 6 6 2 2 2 2 3 3 3 3 09 09 09 09 01 02 03 Pelunasan obligasi daerah pada saat jatuh tempo Obligasi atas nama ………… Obligasi nomor ………… Dst…………...... Uraian 2 6 2 2 04 Dst . Pembayaran Pokok Utang yang Jatuh Tempo kepada lembaga keuangan bukan bank 01 02 Lembaga keuangan bukan bank …… Dst………….. 6 6 2 2 3 3 10 10 01 Pembelian kembali obligasi daerah sebelum jatuh tempo Obligasi atas nama ………… . Dst………….. Pembayaran Pokok Utang sebelum Jatuh Tempo kepada lembaga keuangan bank 01 02 Bank ….. 6 6 6 2 2 2 3 3 3 02 02 02 6 6 6 2 2 2 3 3 3 03 03 03 6 6 6 2 2 2 3 3 3 04 04 04 6 6 6 2 2 2 3 3 3 05 05 05 01 02 Pembayaran Pokok Utang sebelum Jatuh Tempo kepada Pemerintah Penerusan pinjaman….... Dst…………... Pembayaran Pokok Utang yang Jatuh Tempo kepada pemerintah daerah lain 01 01 Pemerintah daerah …… Dst…………. Dst………….

................ 6 3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI............ Uraian 2 6 2 3 11 Dst .. 6 2 4 03 Dst .......Kode Rekening 1 6 6 2 2 3 3 10 10 02 03 Obligasi nomor ………… Dst………….... ttd PERWIRA H............ MARDIYANTO ......... 6 2 4 Pemberian Pinjaman Daerah 6 6 2 2 4 4 01 01 01 Pemberian Pinjaman Daerah kepada Pemerintah Pemerintah 6 6 6 2 2 2 4 4 4 02 02 02 01 02 Pemberian Pinjaman Daerah kepada pemerintah daerah lain Pemerintah daerah …… Dst…………...

4. *) KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH 2.1 kebijakan penerimaan pembiayaan.3. Latar belakang penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA). Rencana target ekonomi makro pada tahun perencanaan. dan belanja tidak terduga. hibah. ASUMSI-ASUMSI DASAR DALAM PENYUSUNAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (RAPBD) 3. BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH 4. Laju Inflasi. bantuan sosial. subsidi.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT KEBIJAKAN UMUM APBD provinsi/kabupaten/kota ….2 Target pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 4.3 3. dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. 4.1 3.2.4 Kebijakan belanja berdasarkan : urusan pemerintahan daerah (urusan wajib dan urusan pilihan) satuan kerja perangkat daerah (SKPD).3. 4. bantuan keuangan. bunga. 4.1.3 Kebijakan pembangunan daerah. 4. belanja bagi hasil. .LAMPIRAN A.3 BAB II.2 Perkembangan indikator ekonomi makro daerah pada tahun sebelumnya. Tujuan penyusunan KUA. Pertumbuhan PDRB (Migas dan Non Migas).2 3. 4.1.1. PENDAHULUAN 1.1 2. kendala yang dihadapi. Dana Perimbangan.2 Kebijakan belanja pegawai.dan Dasar (hukum) penyusunan KUA.3.4 Asumsi dasar yang digunakan dalam APBN. Pembiayaan Daerah 4. Pendapatan Daerah 4.2. RANCANGAN ANGGARAN BAB III.2.2 1. 4.3 Upaya-upaya pemerintah daerah dalam mencapai target.2. BAB I.1. Lain-lain asumsi (misal: kebijakan yang berkaitan dengan gaji PNS) BAB IV.1 Kebijakan terkait dengan perencanaan belanja daerah meliputi total perkiraan belanja daerah. strategi dan prioritas pembangunan daerah yang disusun secara terintegrasi dengan kebijakan dan prioritas pembangunan nasional yang akan dilaksanakan di daerah.2 kebijakan pengeluaran pembiayaan.X.2. kebijakan umum apbd (KUA) tahun anggaran ….1 1. KEBIJAKAN PENDAPATAN. Belanja Daerah 4.1 Kebijakan perencanaan pendapatan daerah yang akan dilakukan pada tahun anggaran berkenaan.

PENUTUP Pada bab ini juga dapat berisi tentang hal-hal lain yang disepakati DPRD dan Kepala Daerah dan perlu dimasukkan dalam Kebijakan Umum APBD.BAB V.. tanggal …………. ttd PERWIRA H... ……………. MARDIYANTO . Demikianlah Kebijakan Umum APBD ini dibuat untuk menjadi pedoman dalam penyusunan PPAS dan RAPBD Tahun Anggaran berkenaan.. (tanda tangan) (nama lengkap) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. PIMPINAN DPRD (tanda tangan) GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *)….

serta sumber-sumber penerimaan pembiayaan berdasarkan kebijakan pendapatan daerah dalam KUA.1 2. 1 1 1. tujuan dan dasar penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) BAB II.. penerimaan dana perimbangan dan lainlain pendapatan daerah yang sah.4 2 2.1 1.2 3.LAMPIRAN A.2 1.4 3.XI.1 3.3 3. PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) tahun anggaran ….2 2.5 Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya .1 Target pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah Tahun Anggaran .. PENDAPATAN DAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 2 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah TARGET TAHUN ANGGARAN BERKENAAN 3 DASAR HUKUM 4 NO. Tabel 2. BAB I.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) provinsi/kabupaten/kota *)…... RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Berisikan tentang target pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah yang meliputi pendapatan asli daerah (PAD).3 3 3. PENDAHULUAN Berisikan latar belakang.3 1.

Matriks Prioritas Pembangunan NO. Dinas PMD. JUMLAH Catatan: Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban daerah. PRIORITAS BELANJA DAERAH Berisi urutan prioritas penggunaan pendapatan dan sumber pembiayaan daerah yang akan dituangkan dalam anggaran belanja daerah. 3. baik urusan wajib maupun urusan pilihan yang dipilih oleh daerah tersebut . Dinas Sosial. Prioritas Pembangunan Contoh : Penanggulangan Kemiskinan Sasaran Contoh : Meningkatnya kesejahteraan penduduk miskin sehingga prosentase penduduk miskin dapat mencapai 14. Nama Program Contoh : Pemberdayaan Fakir Miskin 2. 4.4% pada akhir tahun 2007 SKPD yang melaksanakan Contoh : 1. 3.JUMLAH PENDAPATAN DAERAH Penerimaan pembiayaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SiLPA) Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN JUMLAH DANA TERSEDIA BAB III. Dinas kesehatan. 2. 1. Dst.

1 5.1 2. Tabel IV.2 9 9.2 10 10.1 3.2 11 11.1 10. 4 .1 1.1 9.2 2 2.2 5 5.2 6 6.2 3 3.1 BERDASARKAN URUSAN Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Urusan Pemerintahan Berisikan plafon anggaran sementara masing-masing urusan dan satuan kerja yang dituangkan secara deskriptif dan dalam bentuk tabulasi.1 Pendidikan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pertanahan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (RP) 3 KET.1 4.2 8 8.1 8. PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/KEGIATAN 4.1 6.1 URUSAN/SKPD 2 URUSAN WAJIB 1 1.1 7.2 7 7.2 4 4.BAB IV.

2 22 22. Administrasi Keuangan Daerah.2 17 17. Pemerintahan Umum.1 23. 4 20.2 21 21.1 20.2 13 13.1 16.1 19.2 24 24.1 12. Perangkat Daerah.2 20 Dst……………… Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pemuda dan Olah Raga Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Otonomi Daerah.1 14.2 .2 14 14.1 21.1 13.URUSAN/SKPD 2 11.2 23 23.2 18 18.1 24.1 22.2 19 19.2 15 15.2 16 16. Kepegawaian dan Persandian Dinas/Badan/Kantor/Sekretariat/ Inspektorat Dst……………… Ketahanan Pangan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Statistik Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kearsipan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (RP) 3 KET.1 15.1 17.2 12 12.1 18.

URUSAN/SKPD 2 25 25.1 1.1 7.2 5 5.1 25. 4 .1 26.2 7 7.1 2.1 3.2 4 4.1 6.2 Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… URUSAN PILIHAN 1 1.2 Pertanian Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kehutanan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Pariwisata Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Kelautan dan Perikanan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Perdagangan Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Industri Dinas/Badan/Kantor Dst……………… Ketransmigrasian Dinas/Badan/Kantor Dst……………… PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (RP) 3 KET.2 3 3.1 4.1 8.2 26 26.2 6 6.2 2 2.2 8 8.1 5.

Bunga. Bantuan Sosial. bantuan sosial.. belanja bagi hasil. bantuan keuangan. hibah. NO..2 Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Program Kegiatan Berisikan plafon anggaran sementara berdasarkan program kegiatan yang dituangkan secara deskriptif dan dalam bentuk tabulasi. Tabel IV. belanja bagi hasil. Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga Berisikan plafon anggaran sementara untuk belanja pegawai.. hibah.) 5 4. Tabel IV. SASARAN 3 TARGET 4 PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (Rp... subsidi. subsidi.. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga yang dituangkan secara deskriptif dan dalam bentuk tabulasi. 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Belanja Pegawai Belanja Bunga Balanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (Rp. bantuan sosial. Hibah. . dan belanja tidak terduga Tahun Anggaran . Subsidi.3 Plafon anggaran sementara untuk belanja pegawai. RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH Berisikan tentang target penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah. bunga. bunga..3 Plafon Anggaran Sementara Untuk Belanja Pegawai.2 Plafon anggaran sementara berdasarkan program dan kegiatan Tahun Anggaran .4.. Urusan : SKPD : NOMOR 1 01 02 03 04 05 PROGRAM/KEGIATAN 2 Program A Program B Program C Program D Program dst .. Belanja Bagi Hasil.) BAB V..

2 2.4 1.3 1.4 Pengeluaran pembiayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi) daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah Jumlah pengeluaran pembiayaan Pembiayaan neto URAIAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (Rp. NO. PENUTUP Demikianlah Kesepakatan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran Berkenaan dibuat untuk menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun RAPBD TA..1 1..Tabel V Rincian Plafon Anggaran Pembiayaan Tahun Anggaran .5 1. MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.3 2.6 Penerimaan pembiayaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SiLPA) Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah Jumlah penerimaan pembiayaan 2 2.2 1.) BAB VI.. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. Berkenaan. PEMBIAYAAN DAERAH 1 1. Pada Bab ini juga berisikan kesepakatan-kesepakatan lain antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap PPAS.1 2.

....... Dengan ini menyatakan bahwa dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diperlukan Kebijakan Umum APBD yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Tahun Anggaran ..................... KUA NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)........................... TANGGAL : ……………...................... DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)...... para pihak sepakat terhadap kebijakan umum APBD yang meliputi asumsi-asumsi dasar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran ... disusun dalam Lampiran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Kesepakatan ini.............XII........... Secara lengkap Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran ............................. Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)................. Kebijakan pendapatan... TENTANG KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN .............. ......... .............. tanggal . 2......... ........................................................................... a.......LAMPIRAN A..... ..... bertindak selaku dan atas nama pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota *)...................................... ......................... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Jabatan Alamat Kantor : : : : : : : : : . NOMOR : ……………. Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)....... ........................................................................ ........... Nama Jabatan Alamat Kantor : : : ............. b........................................................ belanja dan pembiayaan daerah......................................................... c.... yang menjadi dasar dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara dan APBD TA................................................ ........................ Demikianlah Nota Kesepakatan ini dibuat untuk dijadikan dasar dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran .........a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT NOTA KESEPAKATAN A............................. sebagai Pimpinan DPRD bertindak selaku dan atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi/Kabupaten/ Kota*) .................................................. ............................... Berdasarkan hal tersebut di atas.......................................................................... Gubernur/Bupati/Walikota *).. Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)....

...... PIHAK PERTAMA (tanda tangan) (nama lengkap) PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *) .. selaku................GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) ………………………………… selaku.. PIHAK KEDUA (tanda tangan) (nama lengkap) KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.... ttd PERWIRA H...... MARDIYANTO ...........

............. para pihak sepakat terhadap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang meliputi rencana pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah TA........ sebagai Pimpinan DPRD bertindak selaku dan atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi/Kabupaten/Kota*)..... .......... untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) TA.............. PIHAK KEDUA (tanda tangan) GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) ………………………………… selaku............................................... NOMOR : …………….................... dan rencana pengeluaran pembiayaan daerah TA.......................... PIHAK PERTAMA (tanda tangan) (nama lengkap) (nama lengkap) ............... DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)............ b............ 4. Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)......... selaku........ Dengan ini menyatakan bahwa dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perlu disusun Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah.. . Plafon Anggaran Sementara program dan kegiatan...... ............... dan mengacu pada kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Umum APBD TA................................................................ disusun dalam Lampiran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Kesepakatan ini................... c.. Berdasarkan hal tersebut di atas..................... .......................................... ............................................... Prioritas belanja daerah............................... ............................................ ............... ................ Nama Jabatan Alamat Kantor : : : ............ a............B....... Demikianlah Nota Kesepakatan ini dibuat untuk dijadikan dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran ..... TANGGAL : ……………............. PPAS NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *).... ............................................ tanggal ... ..... Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)....... PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *) ......... Plafon Anggaran Sementara belanja tidak langsung........................... Gubernur/Bupati/Walikota *).. bertindak selaku dan atas nama pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota*) ............................................................. TENTANG PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA TAHUN ANGGARAN ........ Yang bertanda tangan di bawah ini : 3................ Plafon Anggaran Sementara per urusan dan SKPD................... Secara lengkap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran ............................................................... .... Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Jabatan Alamat Kantor Nama Jabatan Alamat Kantor : : : : : : : : : .... Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)............................

MARDIYANTO MENTERI DALAM NEGERI. .KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd PERWIRA H.

MARDIYANTO .a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 A. BAGAN ALIR PENGERJAAN RKA-SKPD RKA SKPD 1 RKA SKPD 2.1 RKA SKPD 2.LAMPIRAN A.1 RKA SKPD 55 RKA SKPD 5 RKA SKPD RKA SKPD 2.2.2 RKA SKPD Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI ttd PERWIRA H.XIII.

ttd PERWIRA H. BAGAN ALIR PENGERJAAN RKA-PPKD RKA PPKD 1 RKA PPKD 2.2 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.1 RKA PPKD RKA PPKD 3.1 RKA PPKD 3. MARDIYANTO .B.

Nama b.SKPD 2.xx ………………….xx ………………………… : x.2 RKA . ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… Kode RKA .2.SKPD 1 RKA .SKPD 2.1 Nama Formulir Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Rekapitulasi Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah *) coret yang tidak perlu .SKPD) TAHUN ANGGARAN ………. URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI Pengguna Anggaran a.…….XIV. FORMAT RKA-SKPD LOGO DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota *)……… RENCANA KERJA ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RKA ..1 RKA .xx. Jabatan : : : : : x.SKPD 2.LAMPIRAN A.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 A. NIP c..SKPD RKA .

………………… ………………… Formulir RKA . Kepala SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.SKPD Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 Uraian 2 Jumlah (Rp) 3 ……. xx. xx...A. : x. xx.tanggal………. FORMULIR RKA-SKPD Halaman ……… RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Tahun Anggaran …… Urusan Pemerintahan Organisasi : x.. .

SKPD 1. Jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah yang tercantum dari formulir RKA . 2. formulir RKA .SKPD 1. belanja dan pembiayaan satuan kerja perangkat daerah serta pengisian nama ibukota. Kolom 2.SKPD 2.1. nama jabatan.1. 1. 10.SKPD. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. Formulir RKA . selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh satuan kerja perangkat daerah sebagaimana dianggarkan dalam formulir RKA . jumlah belanja tidak langsung menurut kelompok dan jenis belanja yang diisi dalam formulir RKA . tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA .SKPD dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Dalam kelompok belanja Tidak Langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA . bulan. 4. Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan. diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/belanja. .1. a. maka pada halamanhalaman berikutnya cukup diisi mulai dari ringkasan anggaran pendapatan.SKPD 1.SKPD lebih dari satu halaman. menurut jenis pendapatan. bulan. 7. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. 6.SKPD merupakan formulir ringkasan anggaran satuan kerja perangkat Daerah yang sumber datanya berasal dari peringkasan jumlah pendapatan menurut kelompok dan jenis yang diisi dalam formulir RKA . b. 5.2. Formulir RKA . tahun. diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja/nomor kode rekening pembiayaan.2.SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai.SKPD 2. dan penggabungan dari seluruh jumlah kelompok dan jenis belanja langsung yang diisi dalam setiap formulir RKA – SKPD 2. seluruh formulir RKA .1. menurut jenis belanja.SKPD 2. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja. 3. Nama ibukota. Kolom 1. Apabila formulir RKA . Dalam kelompok belanja Langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA .2.SKPD Formulir RKA . 8. Kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok.Cara Pengisian Formulir RKA . 11. selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja Tidak Langsung dan belanja Langsung.SKPD 2. Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening akun pendapatan/belanja. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan.1. 9. diisi dengan uraian pendapatan/belanja/pembiayaan. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPD. tandatangan Kepala SKPD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.1.SKPD 2.

………………… Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 x x x x x x x Rincian Penghitungan Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah ……. obyek dan rincian obyek pendapatan yang dicantumkan dalam formulir RKA . Tahun Anggaran … : x.SKPD 1 Formulir RKA .B. lumpsum.. xx. Kepala SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.. xx.tanggal………. 2. 1. seperti paket.SKPD 1 sebagai formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau penerimaan satuan kerja perangkat daerah dalam tahun anggaran yang direncanakan. Pengisian formulir RKA . Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan rencana pendapatan yang dianggarkan. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. pm. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. jenis. volume 3 satuan 4 Tarif/ Harga 5 Jumlah (Rp) 6 = (3 x 5) Formulir RKA-SKPD 1 Urusan Pemerintahan Organisasi x x x x x x x x x x x x x x Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1. Dst : : : Tim Anggaran Pemerintah Daerah: No 1 2 Dst Nama NIP Jabatan Tandatangan Cara Pengisian Formulir RKA . Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.SKPD 1 disesuaikan dengan pendapatan tertentu yang akan dipungut atau penerimaan tertentu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah sebagaimanana ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 2. FORMULIR RKA-SKPD 1 Halaman ……… RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. xx. . ………………… : x. up.SKPD 1 supaya mempedomani ketentuan Pasal 25 peraturan ini. Oleh karena itu nomor kode rekening dan uraian nama kelompok..

rincian objek pendapatan. jumlah bibit perikanan/pertanian/peternakan/ kehutanan/ perkebunan. . objek. 15.SKPD 1 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. 8. bulan. jenis. Formulir RKA . Formulir RKA . NIP dan jabatan. bulan. objek. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA-SKPD 1. ukuran isi dan sebagainya. maka pada halaman– halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian anggaran pendapatan satuan kerja perangkat daerah serta pengisian nama ibukota. 10. 7. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. Apabila formulir RKA . Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. kelompok. waktu/jam/hari/bulan/tahun. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5.3. nama jabatan. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. obyek dan rincian obyek Pendapatan. tandatangan Kepala SKPD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. jumlah pengunjung. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. jumlah kepala keluarga. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA–SKPD 1 oleh tim anggaran pemerintah daerah. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan. jumlah kios/los/ kakilima. seperti jumlah kendaraan bermotor. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPD. 12. jumlah pengunjung restoran. jumlah tingkat hunian hotel. jenis. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. 4. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening akun. 17.SKPD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. persentase bagian laba. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. jumlah limbah yang diuji. 16. kelompok. 11. ukuran luas. jumlah pasien. 6. jenis. ukuran berat. Formulir RKA . Nama ibukota. tahun. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama akun. 14. 9.SKPD 1 lebih dari satu halaman. Seluruh anggota tim anggaran pemeintah daerah menandatangani formulir RKASKPD 1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. 13. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. rincian objek pendapatan satuan kerja perangkat daerah.SKPD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKASKPD. 5. jumlah pemakaian/penggunaan sarana olahraga/gedung/ gudang/ lahan milik pemda. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.

Xx. ………………….. 2. Dst Tim Anggaran Pemerintah Daerah: No 1 2 dst Nama NIP Jabatan Tandatangan : : : .C.1 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. xx. Tahun Anggaran … Urusan Pemerintahan : x.1 Formulir RKA SKPD 2. Kepala SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..tanggal………. Organisasi : x.. Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1. Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx x xx xx Jumlah Uraian 2 Tahun n Harga satuan satuan 4 5 Jumlah (Rp) 6=(3x5) volume 3 Tahun n+1 7 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x ……. FORMULIR RKA-SKPD 2. xx. ………………….

obyek dan rincian obyek belanja Tidak Langsung. 2. Pengisian jenis belanja Tidak Langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 37 peraturan ini. jenis.1 lebih dari satu halaman. NIP dan jabatan . kelompok.1 merupakan formulir untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung satuan kerja perangkat daerah dalam tahun anggaran yang direncanakan. rincian objek belanja Tidak Langsung . 11. waktu/jam/hari/bulan/tahun.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. 7. 4. 6. ukuran berat. . Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA . Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. ukuran isi dan sebagainya.SKPD 2. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 15.1 Formulir RKA .SKPD 2.SKPD 2. kelompok. Kolom 7 (jumlah tahun n+1) diiisi dengan perkiraan jumlah menurut jenis belanja untuk 1 tahun berikutnya. tingkat suku bunga. harga. 3. 18. tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA . ukuran luas. up.1 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah.SKPD 2. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Setiap jumlah rincian obyek pada masingmasing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. 13.SKPD 2. maka pada halaman–halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian belanja Tidak Langsung satuan kerja perangkat daerah dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Kolom 6 (jumlah tahun n) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan jumlah harga satuan. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.1. seperti paket. 17.SKPD 2. Baris jumlah pada kolom 7 merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja Tidak Langsung yang tercantum dalam kolom 7. 14. Formulir RKA . 16.SKPD 2. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. objek. Formulir RKA . pm. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening akun. Apabila Formulir RKA .1 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan. 9. bulan. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. lumpsum.SKPD 2. jenis. 12. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah satuan dapat berupa jumlah orang/pegawai. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir RKA . Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. Tanggal. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan. nilai kurs. 5. 10.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.Cara Pengisian Formulir RKA . Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja. Kolom 2 (uraian) uraian diisi dengan nama akun. 8. 1.

bulan dan tahun pembuatan.SKPD 2. tanggal pembahasan.SKPD 2. . Apabila formulir RKA . catatan hasil pembahasan. Formulir RKA . NIP.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA – SKPD.SKPD 2.1 lebih dari satu halaman maka tanggal.1 yang telah dibahas diparaf oleh setiap anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah. kolom tanda tangan dan nama Kepala SKPD. Selanjutnya setiap lembar RKA . Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir .19. nama. 20. serta keterangan.

.1 Urusan Pemerintahan Organisasi Program Kegiatan Lokasi kegiatan Jumlah Tahun n-1 Jumlah Tahun n Jumlah Tahun n+1 : x. Kepala SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP............. : x........) : Rp ... xx. …………………........ FORMULIR RKA-SKPD 2....) : Rp .... : Rp .. …………………..... Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1.......................... xx. xx.....1 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota …….... Dst : : : Rincian Penghitungan Uraian volume 2 3 satuan 4 Harga satuan 5 Jumlah (Rp) 6=(3 x 5) ...................... : …………………............... xx.2............ xx............... (......D. Tahun Anggaran …. : x... 2..... ………………….............. (.... xx............ (.. xx... xx.. Formulir RKA ................... xx....................) Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung Indikator Capaian Program Masukan Keluaran Hasil Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja Kelompok Sasaran Kegiatan : …………… Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 X x X xx xx X x X xx xx X x X xx xx X x X xx xx Jumlah ……..... …………………. xx.............. : x.......tanggal………..SKPD 2................................2.

Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah.1 digunakan untuk merencanakan belanja Langsung dari setiap kegiatan yang diprogramkan. kecamatan. 6.2. Baris kolom Jumlah Tahun n diisi dengan jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan pada tahun yang direncanakan. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 5.SKPD 2. 7. 4. 8. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja. Program merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh satuan kerja perangkat daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan kegiatan yang ditetapkan untuk memperoleh alokasi anggaran.2. Pengisian jenis belanja Langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 50 peraturan menteri ini. 3. Baris kolom lokasi kegiatan diisi dengan nama lokasi atau tempat dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. lumpsum. Program : Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan Kegiatan : Pelatihan ketrampilan dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas hasil jahitan ibu-ibu rumah tangga • Tolok ukur untuk capaian program: ibu-ibu rumah tangga yang bergerak di bidang usaha jahit menjahit • Target kinerja untuk capaian program: 5000 orang . Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Kegiatan merupakan tindakan yang akan dilaksanakan sesuai dengan program yang direncanakan untuk memperoleh keluaran atau hasil tertentu yang diinginkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Baris kolom kegiatan diisi dengan nomor kode kegiatan dan nama kegiatan yang akan dilaksanakan.SKPD 2. 9. Lokasi atau tempat dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan. seperti paket. Indikator dan tolok ukur kinerja belanja langsung: Contoh 1. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. Dengan demikian apabila dalam 1 (satu) program terdapat 1 (satu) atau lebih kegiatan maka setiap kegiatan dituangkan dalam formulir RKA . 1. 10. Baris kolom program diisi dengan nomor kode program dan nama program dari kegiatan yang berkenaan. 2.1 Formulir RKA . pm.1 masing-masing.2. Baris kolom Jumlah Tahun n+1 diisi dengan jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan untuk tahun berikutnya.No 1 2 Dst Nama Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tandatangan Cara Pengisian Formulir RKA . up. Baris kolom Jumlah Tahun n-1 diisi dengan jumlah perkiraan belanja kegiatan berkenaan untuk 1 (satu) tahun sebelumnya. 11.SKPD 2.

15. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama akun. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. obyek dan rincian obyek belanja Langsung. ukuran berat. kelompok. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Contoh 1 : ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai potensi menjahit yang perlu dikembangkan namun disisi lain kemampuan ekonomi terbatas. harga.5 miliar • Tolok ukur untuk keluaran: tersedianya ruang belajar bagi peserta didik SMP • Target kinerja dari tolok ukur keluaran: 5 gedung SMP • Tolok ukur untuk hasil: tersedianya ruang belajar yang dapat menampung peserta didik SMP • Target kinerja dari tolok ukur hasil: 5 gedung untuk 600 peserta didik atau 60% dari target capaian program 12. Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja Langsung yang dituangkan dalam formulir RKA – SKPD 2. nilai kurs.• • • • • • Tolok ukur untuk masukan: jumlah dana yang dibutuhkan Target kinerja untuk masukan: Rp100 juta Tolok ukur untuk keluaran: terlatihnya ibu-ibu rumah tangga mendayagunakan peralatan menjahit secara optimal Target kinerja untuk keluaran: 500 orang Tolok ukur untuk hasil: meningkatnya kemampuan menjahit ibu-ibu rumah tangga yang dilatih. ukuran isi dan sebagainya. Program : Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Kegiatan : Pembangunan gedung sekolah SMP • Tolok ukur untuk capaian program: kualitas pendidikan bagi seluruh anak usia pendidikan SMP • Target kinerja untuk capaian program: 1000 anak didik usia SMP • Tolok ukur untuk masukan: jumlah dana yang dibutuhkan • Target kinerja dari tolok ukur masukan: Rp. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan harga satuan. rincian objek belanja Langsung .2. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Kelompok sasaran kegiatan diisi dengan penjelasan terhadap karakteristik kelompok sasaran seperti status ekonomi dan gender. 16. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. Contoh 2 : peserta didik usia SMP yang belum tertampung di sekolah SMP Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening akun. waktu/jam/hari/bulan/tahun. Target kinerja untuk hasil: 450 orang dari 5000 orang (9% dari target capaian program) Contoh 2. 14. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah satuan dapat berupa jumlah orang/pegawai dan barang. jenis. 18. jenis. tingkat suku bunga. objek. kelompok. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. 13. 17. ukuran luas. .

bulan.2.1 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah. serta keterangan. Selanjutnya setiap lembar RKA .2. Formulir RKA . 23.2. kolom tanda tangan dan nama lengkap Kepala SKPD.2.1.1 yang telah dibahas diparaf oleh setiap anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah. tanggal pembahasan.SKPD 2. 22.19.1 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan. Tanggal.2. 21.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama.2.SKPD 2. Formulir RKA . Formulir RKA .SKPD 2. Baris jumlah pada kolom 7 merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja Langsung yang tercantum dalam kolom 7. bulan dan tahun pembuatan. Apabila formulir RKA .1 lebih dari satu halaman maka tanggal.SKPD 2.SKPD 2.2.2.SKPD 2.SKPD 2. . 20. tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA .2.1 lebih dari satu halaman.SKPD 2. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA . maka pada halaman–halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian belanja Langsung program perkegiatan satuan kerja perangkat daerah dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. NIP.SKPD 2. NIP dan jabatan.SKPD dan RKA . nama.SKPD 2. 25. Seluruh anggota tim anggaran pemeintah daerah menandatangani formulir RKA . 27. 26. 24. Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala SKPD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA .2. Apabila Formulir RKA .1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. catatan hasil pembahasan.

2 merupakan formulir rekapitulasi dari seluruh program dan kegiatan satuan kerja perangkat daerah yang dikutip dari setiap formulir RKA . dst …. xx. Kolom 2 (kode kegiatan) diisi dengan nomor kode kegiatan. . 1. Jumlah ……. Kepala SKPD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Kegiatan ….SKPD 2. .. Untuk nomor kode program dan kegiatan tersebut pada angka 5 dan 6 tersebut . xx xx dst …. Kegiatan …. Kegiatan …. dst …. 7. 2. Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Kode Jumlah Uraian Lokasi Target Kinerja Kegiatan (Kuantitatif) 4 5 Tahun n Belanja Barang & Pegawai Jasa 6 7 Modal 8 Jumlah 9=6+7+8 Tahun n+1 10 Formulir RKA .SKPD 2. Kegiatan …. xx.…………………. Kegiatan …. FORMULIR RKA-SKPD 2. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah.1 (Rincian Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah). xx.2 Urusan Pemerintahan Organisasi Program Kegiatan 1 xx xx xx xx 2 3 Program …. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. dst ….. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota …….. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. xx xx xx xx xx xx xx Program …. 5.. Kolom 1 (kode program) diisi dengan nomor kode program. 6. Cara Pengisian Formulir RKA .2 Formulir RKA . 3. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Program …. 4.SKPD 2..tanggal……….………………….2. Tahun Anggaran … : x.2 Halaman …. : x.SKPD 2. Kegiatan ….E.

SKPD 2. Apabila formulir RKA . Lokasi atau tempat dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan atau kecamatan.9 dan kolom 10 diisi dengan penjumlahan dari seluruh jumlah program yang tercantum dalam kolom 6.8. 15. bulan.8. 17. tandatangan Kepala SKPD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Jumlah belanja modal per program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah belanja modal per kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud. Kolom 5 (Target kinerja Kuantitatif) diisi dengan target capaian program dari masing-masing program dan target kinerja dari masing-masing kegiatan. 10. 7. 12. Nama ibukota.SKPD 2.2 ditandatangani oleh Kepala SKPD dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. Kolom 8 (Jumlah Tahun n modal) diisi dengan jumlah belanja modal per program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. sedangkan untuk jumlah belanja pegawai setiap kegiatan merupakan jumlah belanja pegawai untuk mendukung pelaksanaan masing-masing kegiatan.2 lebih dari satu halaman. Baris jumlah pada kolom 6. Kolom 9 (Jumlah Tahun n) diisi dengan jumlah menurut program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. maka pada halaman– halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rekapitulasi anggaran belanja Langsung berdasarkan program dan kegiatan serta pengisian nama ibukota. Kolom 3 (uraian) diisi dengan uraian nama program yang selanjutnya diikuti dengan penjabaran uraian kegiatan untuk mendukung terlaksananya program dimaksud. 9. 13. Dalam hal program dan kegiatan tersebut dalam tahun yang direncanakan merupakan tahun terakhir maka kolom 10 tidak perlu diisi.7.2. Kolom 4 (lokasi kegiatan) diisi dengan nama lokasi atau tempat setiap kegiatan dilaksanakan. 6. Jumlah belanja pegawai per program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah belanja pegawai per kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud. 14. di atas disesuaikan dengan kebutuhan daerah.9 dan kolom 10. Kolom ini diisi apabila program dan kegiatan tersebut diselesaikan lebih dari satu tahun. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA . Jumlah program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud. sedangkan untuk jumlah setiap kegiatan merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja untuk mendukung pelaksanaan masingmasing kegiatan. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPD. bulan. nama jabatan.SKPD 2. 11. Formulir RKA . Kolom 7 (Jumlah Tahun n barang & jasa ) diisi dengan jumlah belanja barang dan jasa per program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. Kolom 10 (jumlah Tahun n+1) diisi dengan jumlah menurut program dan kegiatan yang akan dilaksanakan 1 tahun berikutnya dari tahun yang direncanakan.8. sedangkan untuk jumlah belanja barang dan jasa setiap kegiatan merupakan jumlah belanja barang dan jasa untuk mendukung pelaksanaan masing-masing kegiatan. tahun. 16.SKPD 2. 8.2 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Formulir RKA . sedangkan untuk jumlah belanja modal setiap kegiatan merupakan jumlah belanja modal untuk mendukung pelaksanaan masing-masing kegiatan. Kolom 6 (Jumlah Tahun n belanja pegawai) diisi dengan jumlah belanja pegawai per program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. Jumlah belanja barang dan jasa per program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah belanja barang dan jasa per kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud.7. .

MARDIYANTO .Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. ttd PERWIRA H.

. *) Pejabat Pengelola Keuangan Daerah a. ………………………………………….PPKD RKA .PPKD 1 RKA .2 *) coret yang tidak perlu .1 RKA .PPKD 3.. Kode Nama Formulir Ringkasan Anggaran Pendapatan.1 RKA ..PPKD 3. ……………………………………….… ………………………………………….PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. Nama b.PPKD 2.. Belanja dan Pembiayaan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Penerimaan Pembiayaan Daerah Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah RKA .B. Jabatan : : : : …………………………………………. NIP c. FORMAT RKA-PPKD LOGO DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……… RENCANA KERJA ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (RKA .

.PPKD Kode Rekening 1 Uraian 2 Jumlah (Rp) 3 ……... RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……..F. Belanja dan Pembiayaan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Formulir RKA . . Tahun Anggaran …… Ringkasan Anggaran Pendapatan. PPKD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.tanggal………. FORMULIR RKA-PPKD Halaman …….

Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan.PPKD 1.PPKD pada prinsipnya sama dengan yang diuraikan dalam formulir RKA .PPKD 3. pada kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok.PPKD 3. 13. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala PPKD.PPKD 3. selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja Tidak Langsung.PPKD 1. selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah sebagaimana dianggarkan dalam formulir RKA . menurut jenis penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja. Dalam kelompok penerimaan pembiayaan diuraikan jenis-jenis penerimaan sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA . c. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan.PPKD 1. menurut jenis pendapatan.1. diisi dengan uraian pendapatan/belanja/pembiayaan.PPKD 3.PPKD 2. Kolom 2. Untuk pembiayaan diawali dengan pencantuman uraian pembiayaan. .1. menurut jenis belanja.PPKD 2.PPKD 3. Formulir RKA . Dalam kelompok pengeluaran pembiayaan diuraikan jenis-jenis pengeluaran sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA . diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja/ pembiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/ belanja/pembiayaan.PPKD.PPKD ditandatangani oleh Kepala PPKD dengan mencantumkan 16.PPKD 3. 18. Selanjutnya pada kolom 2 diisi dengan uraian pembiayaan neto untuk menerangkan selisih antara jumlah penerimaan pembiayaan dengan jumlah pengeluaran pembiayaan yang tercantum dalam kolom 3. Pencantuman mengenai ringkasan pembiayaan pada formulir RKA . tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA . diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja/nomor kode rekening pembiayaan. a. Khusus formulir RKA . Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekenig akun pendapatan/belanja/pembiayaan. Kolom 1.1. 19. selanjutnya uraian pembiayaan dikelompokkan ke dalam penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.1 dan formulir RKA . bulan. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.2.PPKD Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah setelah baris surplus dan defisit anggaran diuraikan kembali penerimaan dan pengeluaran pembiayaan sebagaimana tercantum dalam formulir RKA . jumlah belanja tidak langsung menurut kelompok dan jenis belanja yang diisi dalam formulir RKA PPKD 2.Cara Pengisian Formulir RKA .PPKD merupakan formulir ringkasan anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang sumber datanya berasal dari peringkasan jumlah pendapatan menurut kelompok dan jenis yang diisi dalam formulir RKA .PPKD Formulir RKA . b.1.2 Nama ibukota. 14. Dalam kelompok belanja Tidak Langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir RKA . Jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah yang tercantum dari formulir RKA . Khusus formulir RKA . formulir RKA .1 dan formulir RKA .PPKD sekretariat daerah atau satuan kerja pengelola keuangan daerah sebagaimana diterangkan di atas. Kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok. 17. 12. 15.2.

nama lengkap dan nomor induk pegawai. . maka pada halaman– halaman berikutnya cukup diisi mulai dari ringkasan anggaran pendapatan. belanja dan pembiayaan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah serta pengisian nama ibukota. Apabila formulir RKA . Formulir RKA . tandatangan PPKD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.PPKD lebih dari satu halaman. 20. tahun. 21. bulan. nama jabatan.PPKD dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

tanggal……….. up. 18. kelompok.PPKD 1 sebagai formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau penerimaan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dalam tahun anggaran yang direncanakan. 20. Rincian Penghitungan Tarif/ volume satuan Harga 3 4 5 Jumlah (Rp) 6 = (3 x 5) Formulir RKA-PPKD 1 x x x x x x x x x x x x x x x x x x 1 x x x x x x x x x Keterangan : Tanggal Pembahasan : Catatan Hasil Pembahasan : 1.PPKD 1 supaya mempedomani ketentuan Pasal 25 peraturan ini.PPKD 1 Formulir RKA . lumpsum. obyek dan rincian obyek pendapatan yang dicantumkan dalam formulir RKA . PPKD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan rencana pendapatan yang dianggarkan.PPKD 1 disesuaikan dengan pendapatan tertentu yang akan dipungut atau penerimaan tertentu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah sebagaimanana ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening akun.G. jenis. 2. Pengisian formulir RKA ... Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Dst No 1 2 Dst Nama Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tandatangan Cara Pengisian Formulir RKA . Tahun Anggaran … Rincian Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Kode Rekening Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah ……. 19. pm. seperti paket. . pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. FORMULIR RKA-PPKD 1 Halaman ……… RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Oleh karena itu nomor kode rekening dan uraian nama kelompok. jenis.

atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan.PPKD 1 lebih dari satu halaman. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. Seluruh anggota tim anggaran pemeintah daerah menandatangani formulir RKAPPKD 1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. jumlah pengunjung restoran. 25. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. 26. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala PPKD. persentase bagian laba. 32.PPKD 1 ditandatangani oleh Kepala PPKD dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. jumlah pengunjung. bulan.PPKD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 29. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. ukuran berat. Apabila formulir RKA . . objek. jenis. ukuran luas. Nama ibukota. ukuran isi dan sebagainya. jumlah kios/los/ kakilima. rincian objek pendapatan. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. jumlah bibit perikanan/pertanian/peternakan/ kehutanan/ perkebunan. obyek dan rincian obyek Pendapatan. jumlah pasien. waktu/jam/hari/bulan/tahun. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir RKA-PPKD 1. 31. bulan. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala PPKD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan. 22. 23. 24. tandatangan Kepala PPKD ditempatkan pada halaman terakhir dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. jumlah pemakaian/penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/ lahan milik pemda. tahun. jumlah tingkat hunian hotel. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. nama jabatan. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. rincian objek pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah.PPKD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKAPPKD. 30. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA–PPKD 1 oleh tim anggaran pemerintah daerah. Formulir RKA . jumlah limbah yang diuji. Formulir RKA . jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro.21. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5. NIP dan jabatan. Formulir RKA . objek. maka pada halamanhalaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian anggaran pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah serta pengisian nama ibukota. seperti jumlah kendaraan bermotor. jumlah kepala keluarga. 27. kelompok. jenis. 28. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama akun.

FORMULIR RKA-PPKD 2.H.. PPKD 2.1 Tahun Anggaran … Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Tahun n Tahun Uraian Harga Jumlah n+1 volume satuan satuan (Rp) 2 3 4 5 6=(3x5) 7 Kode Rekening 1 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah ……... 2. : : : Dst No 1 2 dst Nama Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tandatangan . Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1.tanggal………. PPKD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.1 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH RKA Provinsi/Kabupaten/Kota …….

PPKD 2. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah satuan dapat berupa jumlah orang/pegawai. maka pada halaman–halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. Pengisian jenis belanja Tidak Langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 37 peraturan ini. 29. 37. ukuran luas. 31. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 27. 23. Formulir RKA .PPKD 2. harga.PPKD 2. Apabila formulir RKA . serta keterangan.PPKD 2. Setiap jumlah rincian obyek pada masingmasing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan.PPKD 2. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala PPKD dicantumkan dalam baris catatan hasil pembahasan.1 lebih dari satu halaman. tanggal pembahasan. bulan. 24.1 lebih dari satu halaman maka tanggal.Cara Pengisian Formulir RKA . ukuran isi dan sebagainya.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. NIP.1 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah.1. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir RKA . Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA . ukuran berat. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. Kolom 2 (uraian) uraian diisi dengan nama akun. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja.PPKD 2. . 33. catatan hasil pembahasan. Kolom 7 (jumlah tahun n+1) diiisi dengan perkiraan jumlah menurut jenis belanja untuk 1 tahun berikutnya. lumpsum. Formulir RKA-PPKD 2. kelompok.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 32. jenis. 36. 21. jenis.PPKD 2. Apabila Formulir RKA . Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja. objek.PPKD 2. nama. Baris jumlah pada kolom 7 merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja Tidak Langsung yang tercantum dalam kolom 7. obyek dan rincian obyek belanja Tidak Langsung. seperti paket. 28. 34. waktu/jam/hari/bulan/tahun. tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA . Tanggal. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening akun. pm. kolom tanda tangan dan nama Kepala PPKD. Kolom 6 (jumlah tahun n) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan jumlah harga satuan.1 merupakan formulir untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dalam tahun anggaran yang direncanakan. 35. 26. NIP dan jabatan . 25. Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir .1 ditandatangani oleh Kepala PPKD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan. kelompok. rincian objek belanja Tidak Langsung . nilai kurs. tingkat suku bunga.1 Formulir RKA . up. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. bulan dan tahun pembuatan. 30. 22.

1 yang telah dibahas diparaf oleh setiap anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah.PPKD 2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA PPKD. . Selanjutnya setiap lembar RKA . Formulir RKA-PPKD 2.38.

PPKD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1. Jumlah ... Dst : : : No 1 2 dst Nama Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tandatangan Cara Pengisian Formulir RKA .PPKD 3. 5. jenis. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota...1 Halaman….1 Formulir ini tidak diisi oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah lainnya. 1. 4.. obyek dan rincian obyek penerimaan pembiayaan.PPKD 3. Tahun Anggaran …. FORMULIR RKA-PPKD 3. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kode rekening akun/ kelompok/jenis/objek/rincian objek penerimaan pembiayaan.1 Jumlah (Rp) 3 x x x x x x x x x x x x x x x Jumlah Penerimaan ……. kelompok.I. Rincian Penerimaan Pembiayaan Kode Rekening 1 x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx x x xx Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Formulir RKA . Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama akun. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. 2. 3.. pengerjaan dilakukan oleh satuan kerja pengelola keuangan daerah. 2.tanggal………. Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah jenis penerimaan pembiayaan berkenaan yang merupakan hasil penjumlahan dari seluruh obyek penerimaan pembiayaan yang termasuk dalam jenis penerimaan pembiayaan bersangkutan.

Tanggal. 10.PPKD 3. nama. Formulir RKA . Apabila Formulir RKA .6. 7. 11. bulan dan tahun pembuatan.PPKD 3. maka pada halaman–halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian penerimaan pembiayaan dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala PPKD dicantumkan dalam kolom catatan hasil pembahasan. .1 oleh tim anggaran pemerintah daerah. NIP dan jabatan.PPKD 3.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. 8. 12. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA . Selanjutnya setiap lembar RKA . 13. 9. NIP. tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA . catatan hasil pembahasan.PPKD 3.PPKD 3.PPKD 3. 14.PPKD 3. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir RKA . Apabila formulir RKA .1 ditandatangani oleh kepala SKPKD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.PPKD 3. tanggal pembahasan.1 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA PPKD.1 Formulir RKA .1 lebih dari satu halaman.1 lebih dari satu halaman maka tanggal.PPKD 3. serta keterangan. Jumlah penerimaan merupakan hasil dari penjumlahan seluruh jenis penerimaan pembiayaan.1 yang telah dibahas diparaf oleh setiap anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah. bulan. Formulir RKA . obyek penerimaan merupakan penjumlahan dari seluruh rincian obyek penerimaan pembiayaan yang termasuk dalam obyek penerimaan pembiayaan bersangkutan. Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. kolom tanda tangan dan nama Kepala SKPKD.

J.. FORMULIR RKA-PPKD 3.. jenis. Rincian Pengeluaran Pembiayaan Kode Rekening Uraian xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Pengeluaran Formulir RKA . 3. 2.2 Halaman ……….tanggal………. PPKD (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Dst No 1 2 dst Nama : : : Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tandatangan Cara Pengisian Formulir RKA . Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah jenis pengeluaran pembiayaan berkenaan yang merupakan hasil penjumlahan dari seluruh obyek pengeluaran pembiayaan yang termasuk dalam jenis pengeluaran pembiayaan bersangkutan. Tahun Anggaran ….. 4.2 Jumlah (Rp) x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx ……. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama akun. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……... 5. kelompok/jenis/objek/rincian objek pengeluaran pembiayaan . Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 1. pengerjaan dilakukan oleh satuan kerja pengelola keuangan daerah. 2. Jumlah obyek pengeluaran merupakan penjumlahan dari seluruh rincian obyek .PPKD 3. Keterangan Tanggal Pembahasan Catatan Hasil Pembahasan 1.PPKD 3. kelompok.2 Formulir ini tidak diisi oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah lainnya. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kode rekening akun. obyek dan rincian obyek pengeluaran pembiayaan. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan.

2 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. Jabatan dan tanda tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ditempatkan pada halaman terakhir . 11. nama. 12.PPKD 3. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir RKA .PPKD 3. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. ttd PERWIRA H.2 ditandatangani oleh kepala SKPKD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.2 Formulir RKA .PPKD 3. kolom tanda tangan dan nama Kepala SKPKD. tahun diisi berdasarkan pembuatan RKA . Jumlah pengeluaran merupakan hasil dari penjumlahan seluruh jenis pengeluaran pembiayaan.PPKD 3. 8. Selanjutnya setiap lembar RKA .6. Apabila formulir RKA . Tanggal. pengeluaran pembiayaan yang termasuk dalam obyek pengeluaran pembiayaan bersangkutan. catatan hasil pembahasan.PPKD 3.2 lebih dari satu halaman maka tanggal. NIP dan jabatan .2 yang telah dibahas diparaf oleh setiap anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah. 14.2 lebih dari satu halaman.PPKD 3. bulan dan tahun pembuatan. tanggal pembahasan. Apabila Formulir RKA . MARDIYANTO . Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian Kepala PPKD dicantumkan dalam kolom catatan hasil pembahasan.PPKD 3. serta keterangan. Formulir RKA .2 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Formulir RKA-PPKD 3. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir RKA . 7. 9.PPKD 3.2 merupakan input data untuk menyusun formulir RKA PPKD. bulan. maka pada halaman–halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian pengeluaran pembiayaan dan setiap halaman diberi nomor urut halaman.2 oleh tim anggaran pemerintah daerah. 13. 10. NIP.

a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 C. RINGKASAN APBD ORGANISASI MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN LAMPIRAN II : PERATURAN DAERAH NOMOR TANGGAL : : PROVINSI/KABUPATEN/KOTA … RINGKASAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI TAHUN ANGGARAN ………… Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 09 09 URUSAN WAJIB Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor/Rumah Sakit xxxxxxxxxx Dst ……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pertanahan 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Urusan Pemerintahan Daerah 2 Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 .LAMPIRAN A.C.XV.

Pemerintahan Umum. Administrasi Keuangan Daerah. dan Persandian Sekretariat/Dinas/Badan/Kantor/ Kecamatan/Kelurahan Dst……………… Ketahanan Pangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 20 20 21 21 21 22 22 22 01 02 01 02 01 02 .Kode 1 10 10 10 11 11 11 12 12 12 13 13 13 14 14 14 15 15 15 16 16 16 17 17 17 18 18 18 19 19 19 01 02 01 02 Urusan Pemerintahan Daerah 2 Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kepemudaan dan Olah Raga Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Otonomi Daerah. Kepegawaian. Perangkat Daerah.

URUSAN PILIHAN Pertanian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kehutanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pariwisata Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kelautan dan Perikanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perdagangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Industri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketransmigrasian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 01 02 01 02 01 02 01 01 02 01 03 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 Jumlah SURPLUS/(DEFISIT) ....Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 23 23 23 24 24 24 25 25 25 26 26 26 Urusan Pemerintahan Daerah 2 Statistik Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kearsipan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst...........

Gubernur/Bupati/Walikota*).. Perangkat Daerah.... PERWIRA H. (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd MENTERI DALAM NEGERI. Kepegawaian..... Administrasi Keuangan Daerah...tanggal……………. dan Persandian Sekretariat Daerah/ B P K D PENERIMAAN 3 PENGELUARAN 4 PEMBIAYAAN NETTO 5=3-4 SILPA TAB 6 20 XX . MARDIYANTO . Pemerintahan Umum..PEMBIAYAAN Kode 1 Urusan Pemerintahan Daerah 2 Otonomi Daerah...

Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH..a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 E.. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pegawai 3 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 02 02 xx xx xx xx xx xx . Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….XV. Dst……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….LAMPIRAN A.. Program dan Kegiatan 2 URUSAN WAJIB 01 01 01 01 01 01 01 01 02 01 02 01 02 01 03 02 02 01 02 01 02 01 02 02 02 02 02 02 02 03 02 03 02 03 02 04 02 04 02 04 02 05 02 05 02 05 02 06 03 03 03 03 03 03 03 Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. ORGANISASI PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN ………… Uraian Urusan. Organisasi.E.. REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN ORGANISASI.... Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH NOMOR TANGGAL : : PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. PROGRAM DAN KEGIATAN PEMERINTAHAN DAERAH. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 05 05 05 05 05 06 06 06 06 06 07 07 07 07 07 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 Uraian Urusan. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …....... Program dan Kegiatan 2 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi. Dst……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx .. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Program dan Kegiatan 2 xx xx Kegiatan …. Dst……………… Pertanahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 xx xx xx .... Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… dan Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 08 08 09 09 09 09 09 10 10 10 10 10 11 11 11 11 11 12 12 12 12 12 13 13 13 13 13 14 14 14 14 14 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 17 17 17 17 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Kode 1 04 05 Uraian Urusan.. Organisasi.

Program dan Kegiatan 2 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….... Kepegawaian. Dst……………… Otonomi Daerah. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. dan Persandian Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 1 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 09 09 10 10 10 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx . Organisasi. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Pemerintahan Umum. Dst……………… Kepemudaan dan Olah Raga Dinas Pemuda dan Olah Raga Program …… Kegiatan ….Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 17 17 17 18 18 18 18 18 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 19 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 xx xx 02 02 02 03 Uraian Urusan. Administrasi Keuangan Daerah... Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Perangkat Daerah.. Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..

. Dst……………… Kearsipan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Dst……………… Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… URUSAN PILIHAN Pertanian Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 20 21 21 21 21 21 21 21 21 22 22 22 22 22 23 23 23 23 23 24 24 24 24 24 25 25 25 25 25 25 25 26 26 26 26 26 11 Uraian Urusan.. Organisasi..... Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 01 01 01 02 02 02 03 xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 03 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 xx xx xx xx xx xx 02 02 02 03 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 xx xx xx xx xx xx xx xx xx .. Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Program dan Kegiatan 2 Dst……………… Ketahanan Pangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Statistik Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..

. Program dan Kegiatan 2 Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kehutanan Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Ketransmigrasian Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Pariwisata Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …...Kode 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 01 01 01 01 02 02 02 02 02 03 03 03 03 03 04 04 04 04 04 05 05 05 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 07 07 07 07 07 08 08 08 08 08 04 04 04 05 Uraian Urusan.... Dst……………… Industri Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx Jumlah *) Untuk Kabupaten/Kota . Dst……………… Perdagangan Dinas/ Badan/ Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……… Kelautan dan Perikanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi..

ttd PERWIRA H....**) coret yang tidak perlu .. **) GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA ...... (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.. tanggal…………….. MARDIYANTO ...

REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA LAMPIRAN V : PERATURAN DAERAH NOMOR TANGGAL : : PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. Pemerintahan Umum.LAMPIRAN A. Perangkat Daerah.XV.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL: 26 OKTOBER 2007 F. dan Persandian Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika Perencanaan Pembangunan PEGAWAI 3 NON PEGAWAI 4 BELANJA LANGSUNG PEGAWAI 5 BARANG DAN JASA 6 JUMLAH MODAL 7 8=3+4+5+6+7 KODE 1 01 01 01 1 20 01 01 01 01 1 1 1 1 21 23 24 25 02 Pertahanan 03 03 1 19 Ketertiban dan keamanan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 07 14 15 16 21 22 01 02 03 05 06 07 Ekonomi Perhubungan Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Penanaman Modal Ketahanan Pangan Pemberdayaan dan Desa Pertanian Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral Kelautan dan Perikanan Perdagangan Industri Masyarakat . Kepegawaian.F.. Administrasi Keuangan Daerah. REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA TAHUN ANGGARAN ………… BELANJA TIDAK LANGSUNG URAIAN 2 Pelayanan umum 1 06 Perencanaan Pembangunan Otonomi Daerah.

. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA*). MARDIYANTO MENTERI DALAM NEGERI........KODE BELANJA TIDAK LANGSUNG URAIAN 2 08 Ketransmigrasian PEGAWAI 3 NON PEGAWAI 4 BELANJA LANGSUNG PEGAWAI 5 BARANG DAN JASA 6 JUMLAH MODAL 7 8=3+4+5+6+7 1 04 2 05 05 05 05 06 06 06 07 07 07 1 1 02 12 1 1 03 04 1 1 1 05 08 09 Lingkungan hidup Penataan Ruang Lingkungan Hidup Pertanahan Perumahan Pekerjaan Umum Perumahan Kesehatan Kesehatan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera Pariwisata dan budaya 1 2 17 04 Kebudayaan Pariwisata Agama Pendidikan 1 1 1 01 18 26 Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Perpustakaan Perlindungan sosial 1 1 1 10 11 13 Kependudukan dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan Sosial dan 08 08 08 09 10 10 10 10 11 11 11 11 *) coret yang tidak perlu .. (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd PERWIRA H. tanggal……………..... .

XIX.C.. RINGKASAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI : PERATURAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA LAMPI RAN II NOMOR TANGGAL : : PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .LAMPIRAN A.… RINGKASAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI TAHUN ANGGARAN ………… Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 09 09 10 10 01 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 URUSAN WAJIB Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor/Rumah Sakit xxxxxxxxxx Dst ……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst ……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pertanahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Urusan Pemerintahan Daerah 2 Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 *) .a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 C.

Pemerintahan Umum. Perangkat Daerah. dan Persandian Sekretariat/Dinas/Badan/Kantor/Kecamatan/Kelurahan Dst……………… Ketahanan Pangan 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Statistik 01 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kearsipan 01 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 20 20 21 21 21 22 22 22 23 23 23 24 24 01 02 .Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 11 11 11 12 12 12 13 13 13 14 14 14 15 15 15 16 16 16 17 17 17 18 18 18 19 19 19 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 02 Dst……………… Urusan Pemerintahan Daerah 2 Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kepemudaan dan Olah Raga Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Otonomi Daerah. Administrasi Keuangan Daerah. Kepegawaian.

URUSAN PILIHAN Pertanian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kehutanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Pariwisata Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Kelautan dan Perikanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perdagangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Industri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Ketransmigrasian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Jumlah SURPLUS/(DEFISIT) PEMBIAYAAN Kode Urusan Pemerintahan Daerah PENERIMAAN 1 1 1 20 20 03 2 Otonomi Daerah.... Kepegawaian..... dan Persandian Sekretariat Daerah/ B P K D 3 PENGELUARAN 4 PEMBIAYAAN NETTO 5=3-4 SILPA TAB 6 *) coret yang tidak perlu ..Kode 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 02 01 03 24 25 25 25 26 26 26 01 02 01 01 02 02 Dst……………… Urusan Pemerintahan Daerah 2 Pendapatan 3 Belanja Tidak Langsung 4 Langsung 5 Jumlah Belanja 6 Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst……………… Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Dst. Administrasi Keuangan Daerah...... Pemerintahan Umum. Perangkat Daerah.

. (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd MENTERI DALAM NEGERI. tanggal…………….. MARDIYANTO .. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA*)....……. PERWIRA H.

ORGANISASI. : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH.. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN ………… Uraian Urusan.. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….a PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*) …. PROGRAM. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. PROGRAM.. DAN KEGIATAN LAMPIRAN IV : PERATURAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA .E..E. ORGANISASI.. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH.XIX.. Program dan Kegiatan 2 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Kode 1 Pegawai 3 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 1 URUSAN WAJIB 01 01 01 01 01 01 01 01 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 02 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 03 01 01 01 02 02 02 03 xx xx Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….... Organisasi. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 xx xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx . NOMOR TANGGAL : : LAMPIRAN A.. Dst……………… Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kesehatan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

..Kode 1 05 05 05 06 Uraian Urusan.. Dst……………… Pertanahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 03 03 03 03 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 05 05 05 05 05 06 06 06 06 06 07 07 07 07 07 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 08 09 09 09 09 09 10 10 10 10 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 03 04 04 04 05 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 xx xx xx .. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..... Program dan Kegiatan 2 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi.. Dst……………… Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

Program dan Kegiatan 2 Dst……………… Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Organisasi. Dst……………… Kepemudaan dan Olah Raga Dinas Pemuda dan Olah Raga Program …… Kegiatan …. Dst……………… Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Dst……………… Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Kode 1 02 Uraian Urusan.. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 xx xx xx xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 02 02 03 03 xx xx xx xx xx xx xx ... Dst……………… Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Dst……………… dan Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 11 11 11 11 11 12 12 12 12 12 13 13 13 13 13 14 14 14 14 14 15 15 15 15 15 16 16 16 16 16 17 17 17 17 17 17 17 17 18 18 18 18 18 19 19 19 19 19 19 19 19 19 01 01 01 02 xx xx xx 01 01 01 02 xx xx xx Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …... Administrasi Keuangan Daerah. Dst……………… Ketahanan Pangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….... Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. dan Persandian Pegawai 3 Jenis Belanja Barang dan Jasa 4 Modal 5 Jumlah 6 = 3+4+5 1 1 19 19 1 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 03 03 03 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 09 09 10 10 10 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Kepegawaian. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Pemerintahan Umum... Dst……………… Otonomi Daerah... Organisasi. Perangkat Daerah. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Program dan Kegiatan 2 xx xx Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Statistik Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Kode 1 03 04 Uraian Urusan.. xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 1 1 1 1 1 1 1 1 20 21 21 21 21 21 21 21 11 01 01 01 02 02 02 xx xx xx xx xx xx 1 1 1 1 1 21 22 22 22 22 03 01 01 01 xx xx xx 1 1 1 1 1 22 23 23 23 23 02 01 01 01 xx xx xx .

Kode 1

Uraian Urusan, Organisasi, Program dan Kegiatan 2 Dst……………… Kearsipan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… URUSAN PILIHAN

Pegawai 3

Jenis Belanja Barang dan Jasa 4

Modal 5

Jumlah 6 = 3+4+5

1 1 1 1 1

23 24 24 24 24

03

01 01 01

xx xx

xx

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

24 25 25 25 25 25 25 25 26 26 26 26

02

01 01 01 02 02 02

xx xx

xx

xx xx

xx

02 02 02

xx xx

xx

1 2 2 2 2 2

26

03

01 01 01 01 01 01 01 xx xx xx

Pertanian Dinas Pertanian Program …… Kegiatan ….. Dinas Perkebunan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dinas Peternakan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dinas Ketahanan Pangan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Kehutanan Dinas Kehutanan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas Pertambangan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst………………

2 2 2

01 01 01

02 02 02

2 2 2

01 01 01

03 03 03

2 2 2

01 01 01

04 04 04

2 2 2 2 2

01 02 02 02 02

05

01 01 01

2 2 2 2 2

02 03 03 03 03

02

01 01 01

2

03

02

Kode 1 2 2 2 2 04 04 04 04 01 01 01 xx xx xx

Uraian Urusan, Organisasi, Program dan Kegiatan 2 Pariwisata Dinas Pariwisata Program …… Kegiatan ….. Kebun Binatang xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Perdagangan Dinas Perdagangan xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dinas Pasar xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Industri Dinas Perindustrian xx xx xx Program …… Kegiatan ….. Dst……………… Ketransmigrasian

Pegawai 3

Jenis Belanja Barang dan Jasa 4

Modal 5

Jumlah 6 = 3+4+5

2 2 2

04 04 04

02 02 02

2 2 2 2 2

04 05 05 05 05

03

01 01 01

2 2 2 2 2

05 06 06 06 06

02

01 01 01

2 2 2

06 06 06

02 02 02

2 2 2 2 2

06 07 07 07 07

03

01 01 01

2 2

07 08

02

Jumlah
*)

coret yang tidak perlu …….., tanggal……………. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA*)….. (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd
]

MENTERI DALAM NEGERI,

PERWIRA

H. MARDIYANTO

LAMPIRAN A.XIX.F.a

: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007

F.

REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
LAMPIRAN V : PERATURAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA .... NOMOR TANGGAL : :
*)

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ….. REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA TAHUN ANGGARAN …………
JENIS BELANJA KODE 1 01 01 01 01 01 01 01 02 03 03 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 05 05 05 06 06 06 07 07 1 1 03 04 1 1 05 08 1 19 1 1 1 1 1 1 06 20 21 23 24 25 Pelayanan umum Perencanaan Pembangunan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika Perencanaan Pembangunan Pertahanan Ketertiban dan keamanan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Ekonomi Perhubungan Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Penanaman Modal Ketahanan Pangan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pertanian Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral Kelautan dan Perikanan Perdagangan Industri Ketransmigrasian Lingkungan hidup Penataan Ruang Lingkungan Hidup Perumahan Pekerjaan Umum Perumahan Kesehatan Kesehatan URAIAN PEGAWAI 2 3 BARANG DAN JASA 4 JUMLAH MODAL 5 6=3+4+5

1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2

07 14 15 16 21 22 01 02 03 05 06 07 08

1

02

JENIS BELANJA KODE 1 07 1 12 Keluarga Sejahtera URAIAN PEGAWAI 2 Berencana dan Keluarga 3 BARANG DAN JASA 4 JUMLAH MODAL 5 6=3+4+5

08 08 08 09 10 10 10 10 11 11 11 10 1 1 1 10 11 13 1 1 1 01 18 26 1 2 17 04

Pariwisata dan budaya Kebudayaan Pariwisata Agama Pendidikan Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Perpustakaan Perlindungan sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan Sosial

…….., tanggal……………. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA*)….. (tanda tangan) (nama lengkap)

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM

MENTERI DALAM NEGERI,

ttd

PERWIRA

H. MARDIYANTO

LAMPIRAN B YANG DIUBAH

PERMENDAGRI NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO.13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

PELAKSANAAN APBD

DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH

SKPD 1 DPA .1 Nama Formulir Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Rekapitulasi Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah DPA .……………….. TAHUN ANGGARAN ……….a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT DPA-SKPD LOGO DAERA H PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….SKPD DPA .LAMPIRAN B.SKPD 2. DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPA SKPD) SEKRETARIAT DAERAH/DINAS/BADAN/KANTOR*) .SKPD 2.2.2 DPA 2.1 - SKPD Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah .I. Kode DPA .

xx …………………………… : x. Tahun Anggaran ….2 Pendapatan Belanja tidak langsung Belanja langsung …….xx... Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran …. Provinsi/Kabupaten/Kota ……...xx …………………………… Uraian 2 Jumlah 3 Formulir DPA . Uraian 2 Triwulan I 3 II 4 III 5 IV 6 Jumlah 7=3+4+5+6 (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Menyetujui Sekretaris Daerah. : x.tanggal……….. .SKPD Urusan Pemerintahan Organisasi Kode Rekening 1 Surplus/ (Defisit) Pembiayaan netto Rencana Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah per triwulan No 1 1 2..1 2. FORMULIR DPA-SKPD Halaman ….A.

Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/ Kabupaten/Kota. dan penggabungan dari seluruh jumlah kelompok dan jenis belanja langsung yang diisi dalam setiap formulir DPA SKPD 2. Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening anggaran pendapatan/belanja/pembiayaan. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan daerah dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. a. 9. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 3.1. 2. selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung. 10. diisi dengan uraian pendapatan/ belanja/ pembiayaan. . Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan. Defisit diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih kecil dari jumlah anggaran belanja. jumlah belanja tidak langsung menurut kelompok dan jenis belanja yang diisi dalam formulir DPA SKPD 2. 4.1.1. 1.2. Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja. Baris pendapatan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah menurut kelompok. Baris belanja tidak langsung diisi dengan jumlah belanja tidak langsung yang dibutuhkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang b. Dalam kelompok belanja langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA SKPD 2.Cara Pengisian Formulir DPA SKPD Ringkasan Dokumen Pelaksanaan AnggaranSatuan Kerja Perangkat Daerah : Sumber data formulir DPA SKPD diperoleh dari peringkasan jumlah pendapatan menurut kelompok dan jenis pendapatan yang diisi dalam formulir DPA SKPD 1. 8. menurut jenis pendapatan dan belanja. diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja/pembiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/belanja/pembiayaan. Surplus diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih besar dari jumlah anggaran belanja. b. diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja/nomor kode rekening pembiayaan. Khusus Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah pada formulir DPA SKPD setelah surplus dan defisit anggaran diuraikan kembali ringkasan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan sebagaimana tercantum dalam formulir DPA SKPD 6. 6.2. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah 5. Dalam kelompok belanja tidak langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA SKPD 2. selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh satuan kerja perangkat daerah. 7.1. Rencana pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah per triwulan diisi sebagai berikut : a. Kolom 2 (uraian). Kolom 1 (kode rekening). dan ditulis dalam tanda kurung.

Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD. c.SKPD dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 12. Kolom 7 (jumlah) diisi dengan penjumlahan dari jumlah pada kolom 3. 11. Baris belanja langsung diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan setiap triwulan dalam tahun anggaran yang direncanakan.SKPD ditandatangani oleh sekretaris daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. . Apabila formulir DPA . kolom 5 dan kolom 6.direncanakan. kolom 4. Formulir DPA .SKPD lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Formulir DPA . Pengisian setiap kolom triwulan I sampai dengan triwulan IV harus disesuaikan dengan rencana kegiatan berdasarkan jadwal pelaksanaan kegiatan.

PENDAPATAN NO DPA SKPD : x.xx …………………………………………………. ………………………………………………….xx.B. DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPA SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….xx x.xx xx 00 00 4 URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN : : : x. FORMULIR DPA-SKPD 1 LOGO DAERA H PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. NAMA NIP JABATAN : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… .

Urusan Pemerintahan Organisasi : x.xx xx 00 00 4 Formulir DPA . nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode 00 serta nomor kode anggaran pendapatan diisi dengan kode 1 2. objek. rincian . Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan.. 5. Kolom 1 kode rekening diisi dengan kode rekening kelompok.. 4..SKPD 1 6=3x5 Cara Pengisian Formulir DPA .xx ………………… : x. Uraian Volume 2 3 Satuan 4 Tarif/ Harga 5 Jumlah NOMOR DPA SKPD x.xx ………………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Penghitungan Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Rencana Pendapatan per Triwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ………… Rp ………… Rp ………… Rp ………… Rp ………… ……. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/kota. jenis.Halaman …… DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota …… Tahun Anggaran …. Mengesahkan. nomor kode organisasi SKPD. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.SKPD 1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah : 1.. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah 6. Nomor DPA SKPD diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan.tanggal………. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan daerah dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. 3.xx.

16. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Rencana Pendapatan per triwulan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau diterima setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan. Formulir DPA SKPD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 17. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. jenis. ukuran berat.objek pendapatan satuan kerja perangkat daerah. seperti jumlah kendaraan bermotor. Nama ibukota. jumlah pemakaian/ penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda. 11. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/ nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. rincian objek pendapatan. 13. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir DPA SKPD 1. 7. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama kelompok. ukuran isi dan sebagainya. objek. Apabila formulir DPA SKPD 1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. . Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. jumlah kepala keluarga. 18. 12. 10. Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD. jumlah pasien. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5. jumlah limbah yang diuji. jumlah pengunjung restoran. persentase bagian laba. ukuran luas. obyek dan rincian obyek Pendapatan. Formulir DPA SKPD 1 ditandatangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. jumlah kios/los/kakilima. 8. 14. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. 15. Pengisian setiap triwulan harus disesuaikan dengan rencana yang dapat dipungut atau diterima. jumlah pengunjung. waktu/jam/hari/ bulan/ tahun. jumlah bibit perikanan/ pertanian/peternakan/kehutanan/perkebunan. 9. jumlah tingkat hunian hotel. Formulir DPA SKPD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPA SKPD. bulan. jenis. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. dengan mencantumkan nama jabatan kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah.

xx ………………………………………………… ………………………………………………… : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… .xx x. BELANJA TIDAK LANGSUNG NO DPA SKPD : x.xx xx 00 00 5 1 URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN / KUASA PENGGUNA ANGGARAN NAMA NIP JABATAN : : : x.xx. DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPA SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….C.1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. FORMULIR DPA-SKPD 2.

SKPD 2.xx xx 00 00 5 1 Formulir DPA . Pejabat Pengelola Keuangan Daerah .xx …………………. NOMOR DPA SKPD x. Mengesahkan.xx.Halaman …… DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota …….. 3 Satuan 4 Harga satuan 5 Jumlah (Rp) 6=3x5 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx …….tanggal……….1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Rincian Penghitungan Uraian Volume 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Rencana Penarikan Dana per Triwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… (tanda tangan) Rp ……………… (nama lengkap) NIP. ………………….. Tahun Anggaran … Urusan Pemerintahan Organisasi : x..xx : x.

SKPD 2. nilai kurs.1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan dengan nomor kode rekening kelompok/jenis/ objek/rincian objek belanja tidak langsung .1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 18. 8.1. obyek dan rincian obyek belanja tidak langsung. 15.1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah 1. bulan. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai dan barang 9. Formulir DPA . 7. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. 19. 13. nomor kode organisasi SKPD. Baris Jumlah diisi dengan penjumlahan dari seluruh jenis belanja kolom 7 yang merupakan jumlah kelompok belanja tidak langsung yang dituangkan dalam formulir RKA .SKPD 2. 3. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Rencana penarikan dana belanja tidak langsung setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan. 2. 11. 16. 4.SKPD 2. Organisasi diisi dengan nomor kode SKPD dan nama satuan kerja perangkat daerah 6. . Kolom 6 (ket. buah per hari (bh/hr). 12.SKPD 2. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama kelompok.1 14.1 merupakan input data untuk menyusun Formulir DPA SKPD. tingkat suku bunga.1 ditandatangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan. ukuran isi dan sebagainya.SKPD 2. nomor kode anggaran belanja diisi dengan kode 5 serta nomor kode kelompok belanja tidak langsung diisi dengan kode 1. 10.SKPD 2. Formulir DPA . Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. jumlah/volume) diisi dengan keterangan jumlah/ volume seperti orang per hari (org/hr). waktu/jam/hari/ bulan/tahun. harga. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Apabila Formulir DPA . ukuran berat. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/kota. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan daerah dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Formulir DPA . orang per bulan (org/bln). Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD.SKPD 2. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. diisi dengan jumlah yang disesuaikan dengan rencana kebutuhan. ukuran luas. orang per tahun (org/th). Tanggal. Kolom 7 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara volume dengan harga satuan. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPA .Cara Pengisian Formulir DPA . nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode 00. jenis. Nomor DPA SKPD diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan. unit per tahun (unit/th) dan sebagainya. 17. 5.

dst …..xx.D. Jumlah ……. FORMULIR DPA-SKPD 2.SKPD 2.tanggal………. Kegiatan ….2 DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. dst …. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) Lokasi Kegiatan 4 Target Kinerja (Kuantitatif) 5 Sumber dana 6 Triwulan I 7 II III IV 8 9 10 11=7+8+9+10 Jumlah (nama lengkap) NIP. Program …. .xx …………………. : x.xx …………………. Kegiatan …. Tahun Anggaran … : x. Kegiatan …. Mengesahkan. Kegiatan …. Program …. dst …... dst …. Formulir DPA .2 Urusan Pemerintahan Organisasi Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan Kode Program/ Kegiatan 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 2 Uraian 3 Program …. Kegiatan …. Kegiatan ….

3. Kolom 5 (target kinerja) diisi dengan target kinerja program dan kegiatan yang akan dilaksanakan 10. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Kolom 4 (lokasi kegiatan) diisi dengan nama tempat atau lokasi dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. d. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/ kota. 9. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian kolom triwulan dengan cara membagi 4 dari setiap jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. 7. 4. b. Kolom 9 diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan triwulan III dalam tahun anggaran yang direncanakan. Jumlah per triwulan diisi sebagai berikut : a. Tempat atau lokasi dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan atau kecamatan. c. kecuali apabila pendanaan untuk program kegiatan tersebut sumber dananya sudah pasti. pinjaman daerah. Kolom 3 (uraian) diisi dengan nama program yang diikuti selanjutnya dengan nama masing-masing kegiatan untuk mendukung terlaksananya program dimaksud. Kolom 10 diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan triwulan IV dalam tahun anggaran yang direncanakan. lain-lain pendapatan yang sah) untuk mendanai pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan. Kolom 8 diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan triwulan II dalam tahun anggaran yang direncanakan. Pengisian setiap kolom triwulan I sampai dengan triwulan IV harus disesuaikan dengan rencana kegiatan yang senyatanya berdasarkan jadwal pelaksanaan kegiatan. Kolom 2 (kode program/kegiatan) diisi dengan nomor kode kegiatan. Kolom 6 (sumber dana) diisi dengan jenis sumber dana (PAD. Kolom 7 diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan triwulan I dalam tahun anggaran yang direncanakan. Hal tersebut mengingat keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas sebagai dasar pengendalian likuiditas Kas Umum Daerah dan penerbitan SPD. Kolom 1 (kode program/kegiatan) diisi dengan nomor kode program. DAK. bagi hasil. 12.2 Rekapitulasi Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah 1. bantuan khusus yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan 11. seperti DAK.Cara Pengisian Formulir DPA SKPD 2. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan daerah dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. 6. 8. Organisasi SKPD diisi dengan nomor kode SKPD dan nama satuan kerja perangkat daerah 5. DAU. dana darurat. . 2. Catatan untuk kolom ini diisi oleh tim anggaran pemerintah daerah.

SKPD 2. dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Apabila Formulir DPA .2. 15. 14.2. Formulir DPA . kolom 8. lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. Formulir DPA . kolom 9 dan kolom 10.2. Kolom 11 (jumlah) diisi dengan hasil penjumlahan kolom 7.SKPD 2. ditandatangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.13.SKPD 2. 16. .

………………………………………….1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….. ………………………………………….xx.xx xx xx xx 5 2 URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PROGRAM KEGIATAN LOKASI KEGIATAN SUMBER DANA JUMLAH ANGGARAN TERBILANG PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN NAMA NIP JABATAN : : : : : : : : x.xx. (…………………………………………………… ……………………………….xx.E.………………… ) : : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… . DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPA SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….………………………………………………………..xx. Rp ……………………………………………………….xx.xx x. BELANJA LANGSUNG NO DPA SKPD : x. …………………………………………. …….xx ………………………………………….xx x...xx..xx x. FORMULIR DPA-SKPD 2.2. …….………………………………………………………...

.... nomor kode Organisasi.xx …………………....xx xx xx xx 5 2 Provinsi/Kabupaten/Kota ……............Halaman ….xx ... nomor kode program diisi dengan kode program dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode kegiatan... 2......xx …………………..xx ...........xx ………………….. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/kota.... : ..... Nomor DPA .........tanggal………....................………………….... .………………….. .. : ...........………… : x.1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah 1............ DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Urusan Pemerintahan Organisasi Program Kegiatan Waktu pelaksanaan Lokasi kegiatan Sumber dana Indikator Capaian Program Masukan Keluaran Hasil NOMOR DPA SKPD x.………………….. .………… : .………………….xx.. Tahun Anggaran ….………………….....………… : x... Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung Tolok Ukur Kinerja FORMULIR DPA -SKPD 2............... ...............………………….... ... ..................... 3...... 4................. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan....... ...SKPD diisi dengan nomor kode Urusan Pemerintahan..………………….........xx .....xx .....xx ...... : x. nomor kode anggaran belanja diisi dengan kode 5 serta nomor kode kelompok belanja langsung diisi dengan kode 2.SKPD 2... Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan daerah dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Mengesahkan...2.2..... .... .. Volume 3 Satuan 4 Harga satuan 5 Jumlah (Rp) 6=3x5 xx xx xx xx xx xx xx xx Cara Pengisian Formulir DPA ...........………… : x...xx ………………….1 Target Kinerja Kelompok Sasaran Kegiatan : …………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kode Rekening 1 xx xx xx xx Rincian Penghitungan Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Rencana Penarikan Dana per Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… …….. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP....... .......................………………….......

masukan. kecuali apabila pendanaan untuk program kegiatan tersebut sumber dananya sudah pasti. Kolom target kinerja diisi dengan tingkat prestasi kerja yang dapat diukur pencapaiannya atas capaian program. jumlah/volume) diisi dengan keterangan jumlah/volume seperti orang per hari (org/hr). Program merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh satuan kerja perangkat daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan kegiatan yang ditetapkan untuk memperoleh alokasi anggaran. 10. Kolom 7 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dan harga satuan. Baris kolom waktu pelaksanaan diisi dengan tanggal bulan dan tahun kegiatan yang akan dilaksanakan. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kode rekening kelompok. 14. Organisasi diisi dengan nomor kode SKPD dan nama satuan kerja perangkat daerah 6. jenis. nilai kurs. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian . Catatan untuk baris kolom ini diisi oleh tim anggaran pemerintah daerah. 9. pinjaman daerah. Baris kolom sumber dana diisi dengan jenis sumber dana (PAD. DAK. bantuan khusus yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat diisi langsung oleh satuan kerja perangkat daerah. waktu/jam/hari/ bulan/tahun. ukuran berat. Baris kolom program diisi dengan kode program dan nama program dari kegiatan yang berkenaan. rincian objek belanja langsung . 8. objek. harga. bagi hasil. 8. Lokasi atau tempat dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan atau kecamatan. 10. barang 7. 13. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. jumlah peralatan/teknologi yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran dalam tahun anggaran yang direncanakan. buah per hari (bh/hr). dana darurat. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai dan 11. DAU. 6. jumlah jam kerja. orang per bulan (org/bln). ukuran isi dan sebagainya. Tolok ukur kinerja hasil diisi dengan manfaat yang akan diterima pada masa yang akan datang. seperti DAK. Tolok ukur kinerja dari setiap keluaran diisi dengan jumlah keluaran yang akan dihasilkan dalam tahun anggaran yang direncanakan. orang per tahun (org/th). 12. tingkat suku bunga. lain-lain pendapatan yang sah) untuk mendanai pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan. 9. 7. jenis.5. Kolom 6 (ket. jumlah SDM. Baris kolom lokasi kegiatan diisi dengan nama lokasi atau tempat dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. obyek dan rincian obyek belanja langsung. keluaran dan hasil yang ditetapkan dalam kolom tolok ukur kinerja. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama kelompok. Baris kolom kegiatan diisi dengan kode kegiatan dan nama kegiatan yang akan dilaksanakan. unit per tahun (unit/th) dan sebagainya. ukuran luas. Kolom tolok ukur kinerja diisi dengan tolok ukur kinerja dari setiap masukan dapat berupa jumlah dana. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit.

Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD.1 ditandatangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai yang bersangkutan. Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja langsung yang dituangkan dalam formulir DPA . 16.1. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja.2.SKPD 2.2. Apabila Formulir DPA . Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Formulir DPA .2.SKPD 2.2.SKPD 2.2.1. 18. Formulir DPA . tahun diisi berdasarkan pembuatan DPA . Tanggal. 17. bulan.1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. ttd PERWIRA H.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.2. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.2. MARDIYANTO . Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran.obyek belanja. Rencana penarikan dana belanja langsung setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan.SKPD 2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPA SKPD dan formulir DPA .SKPD 2. 19. Formulir DPA .SKPD 2. 20. 15. diisi dengan jumlah yang disesuaikan dengan rencana kebutuhan mendanai pelaksanaan kegiatan.SKPD 2.

I.PPKD 1 DPA .b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT DPA-PPKD LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….PPKD 3.2 Nama Formulir Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Penerimaan Pembiayaan Daerah Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah .LAMPIRAN B.PPKD 3.PPKD 2.1 DPA . DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPA PPKD) TAHUN ANGGARAN ……….PPKD DPA . Kode DPA .1 DPA .

. Tahun Anggaran …...PPKD Kode Rekening 1 Uraian 2 Jumlah 3 Surplus/ (Defisit) No 1 1 2. Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Tahun Anggaran …. Menyetujui Sekretaris Daerah.tanggal……….F. (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.1 3. FORMULIR DPA-PPKD Halaman ….2 Pembiayaan netto Rencana Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah per triwulan Triwulan Uraian I II III IV 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja tidak langsung Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Jumlah 7=3+4+5+6 …….1 3. Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Formulir DPA . ....

Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja. Untuk pembiayaan diawali dengan pencantuman uraian pembiayaan. 4. selanjutnya uraian pembiayaan dikelompokkan ke dalam penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.Cara pengisian Ringkasan DPA-PPKD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/ Kabupaten/Kota.2. Kolom 2 (uraian). jenis penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Kolom 1 (kode rekening). Baris belanja tidak langsung diisi dengan jumlah belanja tidak langsung yang dibutuhkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. a. Dalam kelompok belanja tidak langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA-PPKD 2. Dalam kelompok belanja langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA-PPKD 2. selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh satuan kerja perangkat daerah. 8. . diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja/pembiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/belanja/pembiayaan. Defisit diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih kecil dari jumlah anggaran belanja. uraian dan jumlah penerimaan atau pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud pada angka 10 diisi menurut kelompok. Dalam kelompok pengeluaran pembiayaan diuraikan jenis-jenis pengeluaran sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA-PPKD 3. diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja/ nomor kode rekening pembiayaan. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung. Kode rekening.1. diisi dengan uraian pendapatan/belanja/ pembiayaan. Baris belanja langsung diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan setiap triwulan dalam tahun anggaran yang direncanakan.2. c. Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah menurut kelompok menurut jenis pendapatan dan belanja. Baris pendapatan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening anggaran pendapatan/belanja/ pembiayaan. 1.1. 5. 3. Selanjutnya pada baris uraian pembiayaan netto menerangkan selisih antara jumlah penerimaan pembiayaan dengan jumlah pengeluaran pembiayaan yang tercantum dalam kolom 3. c. Rencana pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah per triwulan diisi sebagai berikut: a. 7. 2.1. Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan. b. 9. Dalam kelompok penerimaan pembiayaan diuraikan jenis-jenis penerimaan sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPA-PPKD 3. 6. b. Surplus diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih besar dari anggaran belanja. dan ditulis dalam tanda kurung.

kolom 4. 10.d. Keakurasian data pelaksanaan anggaran per triwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas kas umum daerah serta penerbitan SPD . kolom 5 dan kolom 6. Kolom 7 (jumlah) diisi dengan penjumlahan dari jumlah pada kolom 3. . Formulir ini ditandatangani oleh Sekda dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi empat dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Baris penerimaan pembiayaan diisi dengan jumlah pembiayaan yang direncanakan dapat diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran. Pengisian setiap kolom triwulan I sampai dengan triwulan IV harus disesuaikan dengan rencana kegiatan berdasarkan jadwal pelaksanaan kegiatan. e. 11. Baris pengeluaran pembiayaan diisi dengan jumlah pembiayaan yang akan dikeluarkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran.

. PENDAPATAN NO DPA PPKD : x. NAMA NIP JABATAN : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… .G.xx xx 00 00 4 PPKD : ……………………………………………………………. DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPA PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. FORMULIR DPA-PPKD 1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….

jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. kolom-kolom dalam dokumen diisi dengan keterangan sebagai berikut : 1. 2. 3. rincian objek pendapatan PPKD.tanggal………. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota.. Nomor DPA-PPKD diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan. Mengesahkan. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Penghitungan Volume 3 Satuan 4 Tarif/ Harga 5 Jumlah 6=3x5 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx (nama lengkap) NIP.. 4. . nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode 00 serta nomor kode anggaran pendapatan diisi dengan kode 4. seperti jumlah kendaraan bermotor. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening kelompok. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. jumlah tingkat hunian hotel. objek.Halaman …… DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH NOMOR DPA PPKD x.PPKD 1 Provinsi/Kabupaten/Kota …… Tahun Anggaran …. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama kelompok. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian objek pendapatan yang direncanakan. Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Rencana Pendapatan per Triwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… (tanda tangan) ……. 5. dan rincian objek pendapatan.. nomor kode organisasi.xx xx 00 00 4 Formulir DPA . 6. objek.. jumlah pengunjung restoran. jenis. jenis. Cara pengisian formulir DPA-PPKD 1 Selanjutnya.

Jumlah pendapatan dari setiap rincian objek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5. jumlah bibit perikanan / pertanian / peternakan / kehutanan/ perkebunan. ukuran isi dan sebagainya. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. . tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir DPA-PPKD 1. 7. ukuran berat. 11. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. 8. Nama ibukota. 10. jumlah limbah yang diuji. persentase bagian laba. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. 13. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. waktu/jam/hari/bulan/tahun. jenis. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. jumlah unit barang bekas milik pemda yang dijual. Pengisian setiap triwulan harus disesuaikan dengan rencana yang dapat dipungut atau diterima. 9.jumlah kepala keluarga. Formulir DPA-PPKD1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPA-PPKD. Keakurasian data pelaksanaan anggaran per triwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD. jumlah pemakaian/penggunaan sarana olahraga/ gedung/lahan milik pemda. Rencana pendapatan per triwulan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau diterima setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan. jumlah pasien. rincian objek pendapatan. bulan. ukuran luas. jumlah kios/los/kaki lima. objek. dengan mencantumkan nama jabatan Kepala SKPKD. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. jumlah pengunjung. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian objek yang direncanakan seperti unit. 12.

BELANJA TIDAK LANGSUNG NO DPA PPKD : x.xx xx 00 00 5 1 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : …………………………………………………………….H.. FORMULIR DPA-PPKD 2.1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… . DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPA PPKD) TAHUN ANGGARAN ……….

xx xx 00 00 5 1 Formulir DPA .1 Kode Rekening xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Provinsi/Kabupaten/Kota ……..tanggal………. Mengesahkan. ……. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah .PPKD 2..Halaman …… DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH NOMOR DPA PPKD x.. Tahun Anggaran … Rincian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Rincian Penghitungan Uraian Harga Volume Satuan satuan 2 3 4 5 Jumlah (Rp) 6=3x5 Jumlah Rencana Penarikan Dana per Triwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… (tanda tangan) Rp ……………… (nama lengkap) NIP.

Setiap jumlah rincian objek pada masingmasing objek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi objek belanja berkenaan. 4.1 merupakan input data untuk menyusun Formulir DPAPPKD. 14. jenis. 3. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPA-PPKD2. 7. 11. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan kode rekening kelompok. 8. Tanggal. rincian objek belanja tidak langsung. nomor kode organisasi PPKD. jenis. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai atau barang. tingkat suku bunga. bulan.Cara pengisian formulir DPA-PPKD 2. 2. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 10. FORMULIR DPA-PPKD 3. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian objek yang direncanakan seperti unit. waktu/jam/hari/bulan/tahun. Formulir DPA-PPKD 2.1 1. ukuran luas. Rencana penarikan dana belanja tidak langsung setiap triwulan selama selama tahun anggaran yang direncanakan. dan rincian objek belanja tidak langsung. nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode 00 serta nomor kode anggaran belanja diisi dengan kode 5 serta nomor kode kelompok belanja tidak langsung diisi dengan kode 1. ukuran isi dan sebagainya. Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota diisi dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota. 12. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif. Setiap jumlah uraian rincian objek dijumlahkan menjadi jumlah rincian objek belanja. Setiap objek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 9. Nomor DPA-PPKD diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan. 5. I. Keakurasian data pelaksanaan anggaran per triwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD.1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. 6. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama kelompok. diisi dengan jumlah yang disesuaikan dengan rencana kebutuhan. nilai kurs. objek. objek.1 . Apabila Formulir DPA-PPKD 2. ukuran berat. harga. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan jumlah satuan dan harga satuan. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Formulir DPA-PPKD 2. 13.1.

LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….xx xx 00 00 6 1 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… . DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPA PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. PENERIMAAN PEMBIAYAAN NO DPA PPKD : x.

tanggal………. objek. 5.. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan.... 2. nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kode kegiatan diisi dengan kode 00 serta nomor kode anggaran pembiayaan diisi dengan kode 6 serta nomor kode kelompok penerimaan pembiayaan diisi dengan kode 1. Tahun Anggaran …. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama kelompok. jenis. dan rincian objek penerimaan pembiayaan. Rincian Penerimaan Pembiayaan Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Penerimaan Rencana penerimaan per triwulan ……. Nomor DPA-PPKD diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan.1 1. . Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kode rekening akun atau kelompok atau jenis atau objek atau rincian objek penerimaan pembiayaan.PPKD 1 3. Mengesahkan. Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… (nama lengkap) NIP. 3. 4.. Pemerintah Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH NOMOR DPA PPKD x.xx xx 00 00 6 Formulir DPA .1 Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) Jumlah (Rp) 3 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Cara pengisian formulir DPA-PPKD 3. nomor kode organisasi PPKD.

1 lebih dari satu halaman.1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPAPPKD dan dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 10. bulan. 7. Formulir DPA-PPKD 3. Jumlah objek penerimaan merupakan penjumlahan dari seluruh rincian objek penerimaan pembiayaan yang termasuk dalam objek penerimaan pembiayaan bersangkutan. Tanggal. Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD. Apabila formulir DPAPPKD 3. 8. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPA-PPKD 3. Formulir DPA-PPKD 3. setiap halaman diberi nomor urut halaman.1. Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah jenis penerimaan pembiayaan berkenaan yang merupakan hasil penjumlahan dari seluruh objek penerimaan pembiayaan yang termasuk dalam jenis penerimaan pembiayaan bersangkutan. Pengisian setiap triwulan harus disesuaikan dengan rencana penerimaan pembiayaan.1 ditandatangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP yang bersangkutan.6. Rencana penerimaan per triwulan diisi dengan jumlah penerimaan pembiayaan yang diterima setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Baris jumlah penerimaan merupakan hasil dari penjumlahaan seluruh jenis penerimaan pembiayaan. . 9.

xx xx 00 00 6 2 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : ……………………………………………………………. DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPA .. FORMULIR DPA-PPKD 3. PENGELUARAN PEMBIAYAAN NO DPA PPKD : x.PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… .2 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….J.

Mengesahkan. Rincian Pengeluaran Pembiayaan Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Uraian 2 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Jumlah Pengeluaran Rencana pengeluaran pertriwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… (nama lengkap) NIP.tanggal………... (tanda tangan) …….DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH NOMOR DPA PPKD xx 00 00 6 x. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Jumlah (Rp) 3 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx .xx Provinsi/Kabupaten/Kota ……..PPKD 2 3.. Formulir DPA . Tahun Anggaran ….2..

Kolom 3 (jumlah) diisi dengan jumlah jenis pengeluaran pembiayaan berkenaan yang merupakan hasil penjumlahan dari seluruh objek pengeluaran pembiayaan yang termasuk dalam jenis pengeluaran pembiayaan bersangkutan. objek. diisi dengan nama provinsi/ 3. bulan. Apabila formulir ini lebih dari satu halaman. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama akun. MARDIYANTO . dan rincian objek pengeluaran pembiayaan. Pemerintah Provinsi/kabupaten/kota kabupaten/kota. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPA-PPKD 3. Keakurasian data pelaksanaan anggaran per triwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas Kas Umum Daerah serta penerbitan SPD. 4. Formulir DPA-PPKD 3.2 1. nomor kode anggaran pembiayaan diisi dengan kode 6 serta nomor kode kelompok pengeluaran pembiayaan diisi dengan kode 2. jenis.2. 9. 6. Pengisian setiap triwulan harus disesuaikan dengan rencana pengeluaran pembiayaan. 7. 5. ttd PERWIRA H. Tanggal. kelompok. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kode rekening kelompok atau jenis atau objek atau rincian objek pengeluaran pembiayaan. 2. 8.Cara pengisian formulir DPA-PPKD 3. Nomor DPA-PPKD diisi dengan nomor kode urusan Pemerintahan. Jumlah objek pengeluaran merupakan penjumlahan dari seluruh rincian objek pengeluaran pembiayaan yang termasuk dalam objek pengeluaran pembiayaan bersangkutan.2 merupakan input data untuk menyusun formulir Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. nomor kode organisasi PPKD. Formulir ini ditandatangani oleh PPKD dengan mencantumkan nama lengkap dan NIP. Rencana pengeluaran pembiayaan setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. nomor kode program diisi dengan kode 00 dan nomor kegiatan diisi dengan nomor kode 00. maka pada halaman-halaman berikutnya cukup diisi mulai dari rincian pengeluaran pembiayaan dan setiap halaman diberi nomor urut halaman. Baris jumlah pengeluaran merupakan hasil dari penjumlahaan seluruh jenis pengeluaran pembiayaan. DPA-PPKD dan dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PERUBAHAN APBD DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH .LAMPIRAN C YANG DIUBAH PERMENDAGRI NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO.

a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD provinsi/kabupaten/kota *)….dan 1. (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM ttd PERWIRA H.LAMPIRAN C.5 Tujuan penyusunan KUA PAPBD.I.3 Perubahan kebijakan belanja daerah 2. PENDAHULUAN 1. BAB III. MARDIYANTO MENTERI DALAM NEGERI. Pada bab ini juga dapat berisikan tentang hal-hal lain yang disepakati DPRD dan Kepala Daerah dan perlu dimasukkan dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD .. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *)…. kebijakan umum PERUBAHAN apbd tahun anggaran ….4 Perubahan kebijakan pembiayaan daerah BAB II. PENUTUP Demikianlah Kebijakan Umum Perubahan APBD ini di buat untuk menjadi pedoman dalam penyusunan PPAS Perubahan dan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran berkenaan. tanggal ………….. 1.6 Dasar (hukum) penyusunan KUA PAPBD. BAB I. .2 Perubahan kebijakan pendapatan daerah 2. PERUBAHAN KEBIJAKAN UMUM APBD 2..4 Latar belakang penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUA PAPBD).1 Perubahan asumsi dasar Kebijakan Umum APBD 2. ……………..

.4 KET 6 2 2..5 JUMLAH PENDAPATAN DAERAH .II.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN APBD provinsi/kabupaten/kota *)….1 1.2 1.3 3..1 Target Perubahan pendapatan daerah Tahun Anggaran .LAMPIRAN C.1 2.. JENIS PENDAPATAN DAERAH 2 Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya SEBELUM PERUBAHAN 3 SETELAH PERUBAHAN 4 BERTAMBAH/ BERKURANG 5 NO. Tabel II. berdasarkan kebijakan pendapatan daerah dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD. 1 1 1. PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN (PPAS-P) tahun anggaran …. PENDAHULUAN Berisikan latar belakang.. BAB I.. . BAB II.1 3. penerimaan dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. tujuan dan dasar penyusunan prioritas dan plafon anggaran Sementara Perubahan APBD.2 2.2 3.4 3. Berisikan tentang rencana pendapatan daerah sebelum perubahan dan rencana pendapatan daerah setelah perubahan yang meliputi pendapatan asli daerah (PAD). RENCANA PERUBAHAN PENDAPATAN DAERAH TAHUN ANGGARAN .3 3 3.3 1.

.... Urusan : (kode urusan) (uraian urusan) SKPD : (kode SKPD) (uraian SKPD) PLAFON ANGGARAN (Rp...... DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG TAHUN ANGGARAN . penambahan anggaran dan pengurangan anggaran....1 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan per SKPD PLAFON ANGGARAN (Rp) No...BAB III. SEBELUM PERUBAHAN 3 SETELAH PERUBAHAN 4 BERTAMBAH/ BERKURANG 5 KET 6 1 2 Tabel III... Berisikan prioritas dan plafon anggaran sementara masing-masing urusan.. PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN MASINGMASING URUSAN. SASARAN 3 TARGET *) 4 Catatan : 1... URUSAN/SKPD 2 Dinas/Badan/Kantor/ Urusan yang mengalami perubahan dst. .. Daftar program prioritas dan plafon anggaran perubahan per SKPD yang ditampilkan hanya yang mengalami perubahan baik akibat pergeseran anggaran. PROGRAM/KEGIATAN... SKPD.2 Rincian Plafon Anggaran SKPD per Program dan Kegiatan Tahun Anggaran .. 2..) SEBELUM PERUBAH AN 5 SETELAH PERUBAHAN 6 BERTAMBAH/ BERKURANG 7 KODERING 1 01 02 03 04 05 PROGRAM / KEGIATAN 2 Program A Program B Program C Program D Program Dst ...... Tabel III. program/kegiatan. Penentuan plafon anggaran perubahan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan perubahan kemampuan keuangan daerah (kapasitas fiskal daerah) sebagaimana tertuang dalam Bab II. dan belanja tidak langsung yang mengalami perubahan yang dituangkan secara deskriptif dan dalam bentuk tabulasi. SKPD..

Pada Bab ini juga berisikan kesepakatan-kesepakatan lain antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap PPAS-P.) BERTAMBAH/ SEBELUM SETELAH BERKURANG PERUBAHAN PERUBAHAN 3 4 5 7 8 BAB IV. subsidi. dan belanja tidak terduga Tahun Anggaran . 1 1 2 3 4 5 6 URAIAN 2 Belanja Pegawai Belanja Bunga Balanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN (Rp.. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. NO. PENUTUP Demikianlah Kesepakatan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) untuk menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun RAPBD Perubahan TA.Tabel III. hibah. bunga. MARDIYANTO . ttd PERWIRA H. bantuan keuangan. Berkenaan... bantuan sosial. belanja bagi hasil.3 Plafon anggaran sementara perubahan untuk belanja pegawai.

.......................................................... Jabatan : Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)........................ bertindak selaku dan atas nama pemerintah Provinsi/ Kabupaten/Kota*).................. c.... Alamat Kantor : .......................... Perubahan terhadap kebijakan pendapatan............. para pihak sepakat terhadap kebijakan umum Perubahan APBD yang meliputi perubahan asumsi-asumsi dasar dalam penyusunan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Tahun Anggaran .............. Berdasarkan hal tersebut di atas.................. b........................ Alamat Kantor : ................. Nama Jabatan Alamat Kantor : .............. Nama : ..................................... Nama : .....................a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT NOTA KESEPAKATAN A..................................................... a. Dengan ini menyatakan bahwa dalam rangka penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD). Alamat Kantor : ................... TANGGAL : …………….................. yang menjadi dasar dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan dan Perubahan APBD TA............................ ................................. KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)................... DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)............................................... Jabatan : Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)............................................. : .................................LAMPIRAN C.... Yang bertanda tangan di bawah ini : 1..III.... belanja dan pembiayaan daerah. : Gubernur/Bupati/Walikota *).............................................. diperlukan Kebijakan Umum Perubahan APBD yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran .... Jabatan : Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)................... Nama : ... NOMOR : ……………........................................... sebagai Pimpinan DPRD bertindak selaku dan atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi/Kabupaten/Kota*) .................... .... 2. TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN ..........

....................... disusun dalam Lampiran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Kesepakatan ini.... MARDIYANTO .... GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) ………………………………… selaku.. PIHAK PERTAMA (tanda tangan) (nama lengkap) PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *) .................. PIHAK KEDUA (tanda tangan) (nama lengkap) KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI..... Demikianlah Nota Kesepakatan ini dibuat untuk dijadikan dasar dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran ..Secara lengkap Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran ............ selaku........ ..... ttd PERWIRA H...... tanggal ..

.. ........... untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA................. sebagai Pimpinan DPRD bertindak selaku dan atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi/Kabupaten/Kota*).................... ............... Dengan ini menyatakan bahwa dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan APBD........................................................................................................................................................................................................ Nama Jabatan Alamat Kantor : : : .............. ....... DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)................................. TENTANG PERUBAHAN PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN .. Nama Jabatan Alamat Kantor c............. a......... Nama Jabatan Alamat Kantor b. ................................................... Gubernur/Bupati/Walikota *).................. Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)............................... Nama Jabatan Alamat Kantor : : : : : : : : : ...............................B. 2.............................................................. ...... TANGGAL : …………….... .................................................................. Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *). ................... Wakil Ketua DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota *)......... NOMOR : ……………................ .............................................. PPAS PERUBAHAN NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)...................................... perlu disusun Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah............... bertindak selaku dan atas nama pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota*) ................................. Yang bertanda tangan di bawah ini : 1........

...... para pihak sepakat terhadap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD TA... PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *) .. Secara lengkap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran ........ serta rencana pengeluaran daerah TA............ .... disusun dalam Lampiran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Kesepakatan ini............ . dan mengacu pada kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD TA.... PIHAK KEDUA (tanda tangan) (nama lengkap) KETUA GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) ………………………………… selaku......Berdasarkan hal tersebut di atas... Demikianlah Nota Kesepakatan ini dibuat untuk dijadikan dasar dalam penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran ... Perubahan Plafon Anggaran Sementara per urusan dan SKPD. program dan kegiatan.. yang meliputi rencana perubahan pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah.. tanggal .......... ............. dan belanja tidak langsung..... PIHAK PERTAMA (tanda tangan) (nama lengkap) (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA (tanda tangan) (nama lengkap) WAKIL KETUA . selaku....... ........

MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.

.2.1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Rekapitulasi Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah DPPA-SKPD 2.2 DPPA-SKPD 2.SKPD DPPA-SKPD 1 Nama Formulir Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Anggaran DPPA-SKPD 2.………………. Kode DPPA.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 A. TAHUN ANGGARAN ……….1 . DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPPA-SKPD) SEKRETARIAT DAERAH/DINAS/BADAN/KANTOR*) . FORMAT DPPA-SKPD LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….IV.LAMPIRAN C.

Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Jumlah (Rp) Kode Rekening 1 Uraian 2 sebelum perubahan 3 setelah perubahan 4 Bertambah/ (berkurang) (Rp) 5 % 6 No 1 1 2.2 Uraian 2 Surplus/ (Defisit) Rencana Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah per triwulan Triwulan I II III 3 4 5 IV 6 Jumlah 7 Pendapatan Belanja tidak langsung Belanja langsung ……. Tahun Anggaran …… : x.A. .SKPD Urusan Pemerintahan Organisasi Provinsi/Kabupaten/Kota …….xx …………………. Menyetujui Sekretaris Daerah..xx.. tanggal………. FORMULIR DPPA-SKPD DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir DPPA.. xx …………………. (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.1 2. : x.

SKPD merupakan formulir ringkasan anggaran satuan kerja perangkat Daerah yang sumber datanya berasal dari peringkasan jumlah pendapatan menurut kelompok dan jenis yang diisi dalam formulir DPPA . selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung.2. b.SKPD 1. formulir DPPA . selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh satuan kerja perangkat daerah sebagaimana dianggarkan dalam formulir DPPASKPD 1.2.SKPD 2. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.SKPD 2.1. Kolom 4 diisi dengan jumlah menurut kelompok. Kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok. 23. formulir DPPA . Rencana pelaksanaan perubahan anggaran satuan kerja perangkat daerah per triwulan diisi sebagai berikut : a. Surplus diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih besar dari jumlah anggaran belanja. 28. formulir DPPA . 24.SKPD 1.2 dan seluruh formulir DPPA .1. dan penggabungan dari seluruh jumlah kelompok dan jenis belanja langsung yang diisi dalam setiap formulir DPPA . dan ditulis dalam tanda kurung.SKPD 2. menurut jenis pendapatan dan jenis belanja sebelum perubahan. Dalam kelompok belanja langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPPA . Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah.SKPD 2.Cara Pengisian Formulir DPPA . 31. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.SKPD Formulir DPPA .1.SKPD 2. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Defisit diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih kecil dari jumlah anggaran belanja. menurut jenis pendapatan dan jenis belanja setelah perubahan. 27. a. Jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah setelah perubahan yang tercantum dari formulir DPPA .SKPD 2. 22. Kolom 1 diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja.1.SKPD 2. jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah yang tercantum dari formulir DPPA . 32.2. Dalam kelompok belanja tidak langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPPA . Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja.1.2 dan seluruh formulir DPPA . 29. Kolom 2 diisi dengan uraian pendapatan/belanja. . Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening anggaran pendapatan/belanja.SKPD 2.1. jumlah belanja tidak langsung menurut kelompok dan jenis belanja yang diisi dalam formulir DPPA SKPD 2. diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/belanja. formulir DPPA . Baris pendapatan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau 25.2. 26.SKPD 2.SKPD 1. Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan. 30.

. 35. Nama ibukota. Apabila formulir DPPA-SKPD lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. 33. Formulir DPPA-SKPD ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai.diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. Formulir DPPA-SKPD dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Baris belanja tidak langsung diisi dengan jumlah belanja tidak langsung yang dibutuhkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. Baris belanja langsung diisi dengan jumlah belanja langsung yang dibutuhkan untuk mendanai program dan kegiatan setiap triwulan dalam tahun anggaran yang direncanakan. dengan mencantumkan nama jabatan kepala satuan kerja perangkat daerah. b. bulan. c. 36. 34. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir DPPA-SKPD 1.

………………………………………………….xx. FORMULIR DPPA-SKPD 1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….xx xx 00 00 4 URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN NAMA NIP JABATAN : : : x.SKPD 1 sebagai formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau pengeluaran satuan kerja perangkat daerah dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.xx …………………………………………………. 34.SKPD 1 Formulir DPPA .xx x. Pengisian formulir DPPA-SKPD 1 supaya mempedomani ketentuan Pasal 159 peraturan ini. 35. Oleh karena itu nomor kode rekening dan uraian nama kelompok. up. pm. jenis. : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… Cara Pengisian Formulir DPPA . PENDAPATAN NO DPA SKPD : x. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 33. seperti paket. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur.B. obyek dan rincian obyek pendapatan yang dicantumkan dalam formulir DPPA SKPD 1 disesuaikan dengan pendapatan tertentu yang akan dipungut atau pengeluaran tertentu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah sebagaimanana ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. lumpsum. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan rencana pendapatan yang dianggarkan. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama . DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPPA-SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….

jumlah pengunjung restoran. b. ukuran isi dan sebagainya. ukuran berat. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. d. jumlah pengunjung. jenis. 39. ukuran isi dan sebagainya. Kolom 8 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. jumlah pasien. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. obyek dan rincian obyek Pendapatan. Kolom 1 diisi dengan kode rekening kelompok. b. 37. jumlah pemakaian/ penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda. jumlah kios/los/kakilima. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. ukuran berat. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. 41. seperti jumlah kendaraan bermotor. jumlah bibit perikanan/ pertanian/peternakan/kehutanan/perkebunan. seperti jumlah kendaraan bermotor. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. rincian objek pendapatan. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5. jenis. jumlah limbah yang diuji. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. jumlah pengunjung restoran. jumlah pasien. ukuran luas. waktu/jam/hari/bulan/ tahun. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. 38. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. c. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. 36. jumlah kepala keluarga.urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. rincian objek pendapatan satuan kerja perangkat daerah. Setelah perubahan : a. Kolom 9 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan . Sebelum perubahan : a. Kolom 7 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. waktu/jam/hari/bulan/ tahun. Kolom 2 diisi dengan uraian nama kelompok. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. jumlah bibit perikanan/ pertanian/peternakan/kehutanan/perkebunan. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. persentase bagian laba. jumlah kepala keluarga. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. 40. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. jumlah tingkat hunian hotel. jumlah limbah yang diuji. jumlah pemakaian/ penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda. objek. jumlah pengunjung. jenis. ukuran luas. jumlah kios/los/kakilima. c. Baris latar belakang perubahan/dianggarkan pendapatan dalam perubahan APBD diisi dengan latar belakang terjadinya perubahan/ dianggarkan pendapatan. objek. jumlah tingkat hunian hotel.

49. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA-SKPD 1. nomor induk pegawai dan jabatan . bulan. 46. Kolom 12 diisi dengan besaran persentase yaitu jumlah selisih pendapatan (kolom 11) dibagi dengan jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dikali 100 % (per seratus) 44. Kolom 11 (bertambah/berkuran) diisi dengan selisih antara jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dengan jumlah pendapatan setelah perubahan (kolom 10). rincian objek pendapatan. Kolom 10 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. Nama ibukota.SKPD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA SKPD. jenis. d. 47. 45. Apabila formulir DPPA-SKPD 1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. Formulir DPPA-SKPD 1 ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. Formulir DPPA . persentase bagian laba. . objek. 43. Formulir DPPA-SKPD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 7 dengan kolom 9. 48. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPASKPD 1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. 42.lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga.

- 13 15

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Tahun Anggaran … Urusan Pemerintahan : x.xx Organisasi : xx …………………. ………………….

Formulir

DPPASKPD 1

Latar belakang perubahan/dianggarkan pendapatan dalam perubahan APBD

:………………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Sebelum perubahan Setelah perubahan Rincian Penghitungan Jumlah

Kode Rekening

Bertambah/ (berkurang) Jumlah (Rp) %

Uraian

Rincian Penghitungan

Volume 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 2 3

Satuan 4

Tarif/ Harga 5

Volume 7

Satuan 8

Tarif/ Harga 9

6=3x5

10=7x9

11=1012 6

Jumlah Perubahan Rencana Pendapatan per Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp ……………… ……………… ……………… ………………

……..,tanggal……….. Mengesahkan,
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah

Rp ………………

(tanda tangan) (nama lengkap) NIP.

- 14 15 Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP

No 1. dst

Nama

Jabatan

Tanda tangan

Cara Pengisian Formulir DPPA - SKPD 1 Formulir DPPA - SKPD 1 sebagai formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau pengeluaran satuan kerja perangkat daerah dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. Oleh karena itu nomor kode rekening dan uraian nama kelompok, jenis, obyek dan rincian obyek pendapatan yang dicantumkan dalam formulir DPPA SKPD 1 disesuaikan dengan pendapatan tertentu yang akan dipungut atau pengeluaran tertentu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah sebagaimanana ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pengisian formulir DPPA-SKPD 1 supaya mempedomani ketentuan Pasal 159 peraturan ini. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan rencana pendapatan yang dianggarkan, pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur, seperti paket, pm, up, lumpsum. 50. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 51. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 52. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. 53. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. 54. Baris latar belakang perubahan/dianggarkan pendapatan dalam perubahan APBD diisi dengan latar belakang terjadinya perubahan/ dianggarkan pendapatan. 55. Kolom 1 diisi dengan kode rekening kelompok, jenis, objek, rincian objek pendapatan satuan kerja perangkat daerah. 56. Kolom 2 diisi dengan uraian nama kelompok, jenis, obyek dan rincian obyek Pendapatan. 57. Sebelum perubahan : a. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan, seperti jumlah kendaraan bermotor, jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor, jumlah tingkat hunian hotel, jumlah pengunjung restoran, jumlah kepala keluarga, jumlah pasien, jumlah pengunjung, jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir, jumlah bibit perikanan/ pertanian/peternakan/kehutanan/perkebunan, jumlah limbah yang diuji, jumlah kios/los/kakilima, jumlah pemakaian/ penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda, jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual, jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro, jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. b. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit, waktu/jam/hari/bulan/ tahun, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya. c. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga, persentase bagian laba, atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. d. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok, jenis, objek, rincian objek pendapatan. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3

dengan kolom 5. 58. Setelah perubahan : a. Kolom 7 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan, seperti jumlah kendaraan bermotor, jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor, jumlah tingkat hunian hotel, jumlah pengunjung restoran, jumlah kepala keluarga, jumlah pasien, jumlah pengunjung, jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir, jumlah bibit perikanan/ pertanian/peternakan/kehutanan/perkebunan, jumlah limbah yang diuji, jumlah kios/los/kakilima, jumlah pemakaian/ penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda, jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual, jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro, jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. b. Kolom 8 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit, waktu/jam/hari/bulan/ tahun, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya. c. Kolom 9 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga, persentase bagian laba, atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. d. Kolom 10 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok, jenis, objek, rincian objek pendapatan. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 7 dengan kolom 9. 59. Kolom 11 (bertambah/berkuran) diisi dengan selisih antara jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dengan jumlah pendapatan setelah perubahan (kolom 10). 60. Kolom 12 diisi dengan besaran persentase yaitu jumlah selisih pendapatan (kolom 11) dibagi dengan jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dikali 100 % (per seratus) 61. Formulir DPPA - SKPD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA SKPD. 62. Nama ibukota, bulan, tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA-SKPD 1. 63. Formulir DPPA-SKPD 1 ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. 64. Formulir DPPA-SKPD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 65. Apabila formulir DPPA-SKPD 1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. 66. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPASKPD 1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama, nomor induk pegawai dan jabatan .

C.

FORMULIR DPPA-SKPD 2.1

LOGO DAERAH

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPPA-SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….

BELANJA TIDAK LANGSUNG
NO DPA SKPD : x.xx xx 00 00 5 1

URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN / KUASA PENGGUNA ANGGARAN NAMA NIP JABATAN

: : :

x.xx x.xx.xx

………………………………………………… …………………………………………………

: : :

……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ………………………………………………………………

xx ………………….xx xx 00 00 5 1 DPPA SKPD 2.... Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.tanggal……….……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah Sebelum perubahan Kode Rekening Uraian Rincian Penghitungan Setelah perubahan Rincian Penghitungan Jumlah Bertambah/ (berkurang) Volume 1 2 3 Satuan 4 Harga satuan 5 Volume 7 Satuan 8 Harga satuan 9 Jumlah (Rp) % 6=3x5 10 = 7 x 9 11 12 Jumlah Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rencana Penarikan Dana per Triwulan ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… Tim Anggaran Pemerintah Daerah: ……. Jabatan Tanda tangan No 1. Latar belakang perubahan/ dianggarkan dalam perubahan APBD NOMOR DPA SKPD x.1 Formulir :……………………………………………………………………………………………….DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Mengesahkan. Nama NIP . Tahun Anggaran … Urusan Pemerintahan : x. Organisasi : xx …………………..

dst .

Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. d. Kolom 8 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti hari/bulan/tahun. c. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa standar gaji/tunjangan dan tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. up. 40. 42. Kolom 7 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai b. Setelah perubahan: a. Kolom 10 jumlah diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan harga satuan. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. d. jenis. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti hari/bulan/tahun. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama kelompok.Cara Pengisian Formulir DPPA-SKPD 2. c. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai b. pm. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. 41. lumpsum.1 merupakan formulir untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung satuan kerja perangkat daerah dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. 45. 46. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/kota. 44. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.1 Formulir DPPA-SKPD 2. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dan harga satuan. Pengisian jenis belanja tidak langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 49 peraturan ini. Kolom 9 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa standar gaji/tunjangan dan tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 39. 43. obyek dan rincian obyek belanja tidak langsung. Sebelum perubahan: a. Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja tidak langsung yang dituangkan dalam formulir DPPA SKPD. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan dengan nomor kode rekening kelompok/jenis/objek/rincian objek belanja tidak langsung . Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. seperti paket. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan .

.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. Rencana penarikan dana belanja tidak langsung setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan.menjadi jumlah jenis belanja. Apabila Formulir DPPA . Formulir DPPA . Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPASKPD 2.SKPD 2.SKPD 2. 52.SKPD. 53. diisi dengan jumlah yang disesuaikan dengan rencana kebutuhan. Formulir DPPA . Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja tidak langsung yang dituangkan dalam formulir DPPA .SKPD 2.1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. Tanggal. 48. 55.SKPD 2.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 54.1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA SKPD 51. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. Kolom 12 diisi dengan besaran persentase yaitu jumlah selisih belanja tidak langsung (kolom 11) dibagi dengan jumlah belanja tidak langsung sebelum perubahan (kolom 6) dikali 100 % (per seratus) 49. Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas kas daerah serta penerbitan SPD 50. Kolom 11 diisi dengan selisih antara jumlah belanja tidak langsung sebelum perubahan (kolom 6) dengan jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan (kolom 10). tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA .SKPD 2.1. bulan.1 ditanda tangani oleh pejabat pengelola keuangan daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nama induk pegawai yang bersangkutan. 47. NIP dan jabatan . Formulir DPPA .

2 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir DPPA-SKPD 2.. Kegiatan …. Mengesahkan. Jumlah 4 Target Kinerja Sumber dana (Kuantitatif) 5 6 Jumlah (Rp) Sebelum perubahan 7 Setelah Perubahan 8 Bertambah/ (berkurang % (Rp) 9 = 8-7 10 ……. dst …. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.D. :xx …………………. . Tahun Anggaran … Urusan Pemerintahan Organisasi :xx …………………. Program B Kegiatan …. Kegiatan ….2 Provinsi/Kabupaten/Kota ……. FORMULIR DPPA-SKPD 2. Program ….tanggal………. dst …. dst …. Kegiatan …. dst …. Rekapitulasi Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Langsung Menurut Program Dan Kegiatan Lokasi Kode Program Kegiatan 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx 2 Uraian Kegiatan 3 Program A Kegiatan ….. Kegiatan …..

Kolom 7 (jumlah sebelum perubahan) diisi dengan jumlah sebelum perubahan menurut program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. sedangkan untuk jumlah setiap kegiatan merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja untuk mendukung pelaksanaan masing-masing kegiatan. Kolom 2 diisi dengan kode angka kegiatan. 19. Lokasi atau tempat dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan atau kecamatan. 18.2 merupakan formulir rekapitulasi dari seluruh program dan kegiatan satuan kerja perangkat daerah yang dikutip dari setiap formulir DPPA-SKPD 2. Kolom 6 (sumber dana) diisi dengan jenis sumber dana (PAD. Kolom 1 diisi dengan kode angka program. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. Kolom 10 (%) diiisi dengan persentase kenaikan/penurunan anggaran setelah perubahan dengan jumlah anggaran sebelum perubahan. DAK.2. 16. bagi hasil.1. bantuan khusus yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kolom 8 (jumlah setelah perubahan) diisi dengan jumlah setelah perubahan menurut program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun yang direncanakan. sedangkan untuk jumlah setiap kegiatan merupakan penjumlahan dari seluruh jenis belanja untuk mendukung pelaksanaan masing-masing kegiatan yang mengalami perubahan. 9. 20. 14. pinjaman daerah. 12. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Kolom 4 (lokasi kegiatan) diisi dengan nama lokasi atau tempat setiap kegiatan dilaksanakan. Kolom 9 (bertambah/berkurang) diiisi dengan jumlah selisih antara jumlah anggaran setelah perubahan dikurangi dengan jumlah anggaran sebelum perubahan.2 Formulir DPPA-SKPD 2. 13. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah. 15. Kolom 3 (uraian) diisi dengan uraian nama program yang selanjutnya diikuti dengan penjabaran uraian kegiatan untuk mendukung terlaksananya program dimaksud. Catatan untuk kolom ini diisi oleh tim anggaran pemerintah daerah. . 11. 17. DAU. Untuk kode angka program dan kegiatan tersebut pada angka 5 dan 6 sesuai dengan format lampiran VII peraturan menteri ini dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. kecuali apabila pendanaan untuk program kegiatan tersebut sumber dananya sudah pasti. dana darurat. lain-lain pendapatan yang sah) untuk mendanai pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan.Cara Pengisian Formulir DPPA-SKPD 2. 21. 22. seperti DAK. Jumlah program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud. 10. Jumlah program merupakan penjumlahan dari seluruh jumlah kegiatan yang termasuk dalam program dimaksud. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/ kabupaten/kota.

9 dan 10. Formulir DPPA-SKPD 2. Apabila formulir DPPA-SKPD 2.7. 25.8. Baris jumlah pada kolom 6. . Formulir DPPA-SKPD 2.7. bulan. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir DPPA-SKPD 2.2 ditanda tangani oleh pejabat pengelola keuangan daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai.23.2 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. dengan mencantumkan nama jabatan kepala satuan kerja perangkat daerah. tanggal. 26.2 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman.9 dan 10 diisi dengan penjumlahan dari seluruh jumlah program yang tercantum dalam kolom 6.8. 24.

E.

FORMULIR DPPA-SKPD 2.2.1

LOGO DAERAH

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (DPPA-SKPD) TAHUN ANGGARAN ……….

BELANJA LANGSUNG
NO DPA SKPD : x.xx xx xx xx 5 2

: URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PROGRAM KEGIATAN LOKASI KEGIATAN SUMBER DANA JUMLAH ANGGARAN TERBILANG : : : : : : :

x.xx

…………………………………………

x.xx.xx ………………………………………… x.xx.xx. xx ………………………………………… x.xx.xx. xx. xx ………………………………………… ……..………………………………………………………. ……..………………………………………………………. Rp ………………………………………………………. (…………………………………………………… ………………………………..………………… )

PENGGUNA ANGGARAN/ KUASA PENGGUNA ANGGARAN NAMA NIP JABATAN

: : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ………………………………………………………………

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Tahun Anggaran …

NOMOR DPA SKPD x.xx xx xx xx 5 2

Formulir

DPPASKPD 2.2.1

Urusan Pemerintahan : x.xx …………………. Organisasi : x.xx. xx …………………. Program : x.xx. xx.xx …………………. Kegiatan : x.xx. xx.xx. xx …………………. Lokasi kegiatan : ........................... Latar belakang perubahan/dianggarkan dalam :………………………………………………………………………………………………..………………………………………………………………………………………………… perubahan APBD ……………………………………………………………… Perubahan Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja Indikator Sebelum perubahan Setelah perubahan Sebelum perubahan Setelah perubahan Capaian Program Masukan Keluaran Hasil Kelompok

Sasaran Kegiatan : ……………
Rincian Perubahan Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah Sebelum perubahan Setelah perubahan Rincian Penghitungan Jumlah 6=3x5 Volume 8 Satuan 9 Harga satuan 10 Jumlah 11 = 8 x 10 (Rp) % Bertambah/ (berkurang)

Kode Rekening

Uraian

Rincian Penghitungan Volume Satuan 4 Harga satuan 5 Jumlah

1

2

3

12 = 11 - 6 13

xx xx xx xx xx
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ……………… Rp ………………

……..,tanggal……….. Mengesahkan, Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tanda tangan

No dst

Nama

Cara Pengisian Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 digunakan untuk merencanakan belanja langsung dari setiap kegiatan yang diprogramkan. Dengan demikian apabila dalam 1 (satu) program terdapat 1 (satu) atau lebih kegiatan maka setiap kegiatan dituangkan dalam formulir DPPA-SKPD 2.2.1 masing-masing. Pengisian jenis belanja langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 50 peraturan menteri ini. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja, pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur, seperti paket, pm, up, lumpsum. 28. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 29. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 30. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD. 31. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama satuan kerja perangkat daerah.Kolom 1 kode rekening diisi dengan dengan nomor kode rekening kelompok/jenis/objek/rincian objek belanja langsung . 32. Baris kolom program diisi dengan nama program dari kegiatan yang berkenaan. Program merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh satuan kerja perangkat daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan kegiatan yang ditetapkan untuk memperoleh alokasi anggaran. 33. Baris kolom kegiatan diisi dengan nama kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan merupakan tindakan yang akan dilaksanakan sesuai dengan program yang direncanakan untuk memperoleh keluaran atau hasil tertentu yang diinginkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. 34. Baris kolom lokasi kegiatan diisi dengan nama lokasi atau tempat dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Lokasi atau tempat dimaksud dapat berupa nama desa/kelurahan, kecamatan. 35. Baris latar belakang perubahan/dianggarkan dalam perubahan APBD diisi dengan berdasarkan hal-hal yang menyebabkan terjadinya perubahan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan antara lain apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan kebijakan umum APBD, pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, antar jenis belanja, terjadi keadaan yag menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunaka untuk pembiayaan anggaran tahun aggaran berjalan serta keadaan darurat. 36. Kolom tolok ukur kinerja diisi dengan tolok ukur kinerja dari setiap masukan dapat berupa jumlah dana, jumlah SDM, jumlah jam kerja,

1405

jumlah peralatan/teknologi yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran dalam tahun anggaran yang direncanakan. Tolok ukur kinerja dari setiap keluaran diisi dengan jumlah keluaran yang akan dihasilkan dalam tahun anggaran yang direncanakan. Tolok ukur kinerja hasil diisi dengan manfaat yang akan diterima pada masa yang akan datang. 37. Kolom target kinerja diisi dengan tingkat prestasi kerja yang dapat diukur pencapaiannya atas masukan, keluaran dan hasil yang ditetapkan dalam kolom tolok ukur kinerja. 38. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan nomor kelompok/jenis/objek/ rincian objek belanja langsung . kode rekening

39. Kolom 2 (uraian) diisi dengan uraian nama kelompok, jenis, obyek dan rincian obyek belanja langsung. 40. Kolom 3 (volume) diisi orang/pegawai dan barang dengan jumlah dapat berupa jumlah

41. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit, waktu/jam/hari/bulan/tahun, ukuran berat, ukuran luas, ukuran isi dan sebagainya. 42. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa tarif, harga, tingkat suku bunga, nilai kurs. 43. Kolom 6 (Jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan harga satuan. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja langsung yang dituangkan dalam formulir DPPA-SKPD 2.2.1. 44. Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA-SKPD 2.2 dan DPPA-SKPD 45. Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 46. Apabila Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 halaman diberi nomor urut halaman. lebih dari satu halaman setiap

47. Tanggal, bulan, tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA-SKPD 2.2.1. 48. Formulir DPPA-SKPD 2.2.1 ditanda tangani oleh pejabat pengelola keuangan daerah dengan mencantumkan nama dan NIP yang bersangkutan. 49. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir DPPA-SKPD 2.2.1 oleh tim anggaran pemerintah daerah. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian kepala satuan kerja perangkat daerah dicantumkan dalam kolom catatan hasil pembahasan. 50. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani

1406

formulir DPPA-SKPD 2.2.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama, NIP dan jabatan .

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM

MENTERI DALAM NEGERI,

ttd

PERWIRA

H. MARDIYANTO

1407

Kode DPPA.2 Rincian Dokumen Pelaksanaan Pembiayaan Daerah Perubahan Anggaran Pengeluaran 1408 .PPKD Nama Formulir Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah DPPA-PPKD 1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah DPPA-PPKD 2. DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPPA-PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. FORMAT DPPA-PPKD LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah DPPA-PPKD 3.1 Rincian Dokumen Pelaksanaan Pembiayaan Daerah Perubahan Anggaran Penerimaan DPPA-PPKD 3.B.

1409 . tanggal……….1 3...2 Uraian 2 Pendapatan Belanja tidak langsung Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan I 3 II 4 III 5 IV 6 Jumlah 7 ……. Menyetujui Sekretaris Daerah.A. Tahun Anggaran …… Ringkasan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Bertambah/ Jumlah (Rp) (berkurang) Kode Rekening sebelum setelah (Rp) % perubahan perubahan 1 2 3 4 5 6 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Uraian Surplus/ (Defisit) Pembiayaan neto Rencana Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah per triwulan Triwulan No 1 1 2.1 3. (tanda tangan) (nama lengkap) NIP.PPKD Provinsi/Kabupaten/Kota ……. FORMULIR DPPA-PPKD Formulir DPPA..

PPKD merupakan formulir ringkasan anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang sumber datanya berasal dari peringkasan jumlah pendapatan menurut kelompok dan jenis yang diisi dalam formulir DPPA . jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah yang tercantum dari formulir DPPA . Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Kolom 3 diisi dengan jumlah menurut kelompok. Pencantuman pendapatan diawali dengan uraian pendapatan. Dalam kelompok penerimaan pembiayaan diuraikan jenis-jenis pengeluaran sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPPA . Baris pendapatan diisi dengan jumlah pendapatan yang dapat dipungut atau diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. selanjutnya uraian pembiayaan dikelompokkan ke dalam penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. diikuti dengan masing-masing kode rekening kelompok pendapatan/belanja/ pembiayaan dan diakhiri dengan kode rekening jenis pendapatan/ belanja/pembiayaan. Kolom 1 diisi dengan nomor kode rekening pendapatan/nomor kode rekening belanja/nomor kode rekening pembiayaan. Dalam kelompok belanja tidak langsung diuraikan jenis-jenis belanja sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPPA . 45. 39. 40.PPKD 3.1.1. dan ditulis dalam tanda kurung. b. Rencana pelaksanaan perubahan anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah per triwulan diisi sebagai berikut : a.PPKD 1 dan formulir DPPA . Kolom 2 diisi dengan uraian pendapatan/belanja/pembiayaan. Pengisian kode rekening dimaksud secara berurutan dimulai dari kode rekening anggaran pendapatan/belanja/pembiayaan. 37. jumlah belanja tidak langsung menurut kelompok dan jenis belanja yang diisi dalam formulir DPPA PPKD 2.PPKD 2. Untuk belanja diawali dengan pencantuman uraian belanja. Untuk pembiayaan diawali dengan pencantuman uraian pembiayaan. selanjutnya uraian belanja dikelompokkan ke dalam belanja tidak langsung PPKD. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. 44.PPKD Formulir DPPA . Surplus diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih besar dari jumlah anggaran belanja. Kolom 4 diisi dengan jumlah menurut kelompok. 41. 43. Jumlah dimaksud merupakan penjumlahan dari jumlah setelah perubahan yang tercantum dari formulir DPPA .PPKD 3.PPKD 2. Dalam kelompok pengeluaran pembiayaan diuraikan jenis-jenis pengeluaran sesuai dengan yang tercantum dalam formulir DPPA . menurut jenis pendapatan dan jenis belanja sebelum perubahan. 1410 .2.Cara Pengisian Formulir DPPA . Selanjutnya pada baris kolom 2 (pembiayaan neto) diisi dengan selisih antara jumlah penerimaan pembiayaan dengan jumlah pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan yang tercantum dalam kolom 3 dan setelah perubahan pada kolom 4. 42. c. menurut jenis pendapatan dan jenis belanja setelah perubahan.1.1. selanjutnya diikuti dengan uraian kelompok dan dan setiap uraian kelompok diikuti dengan uraian jenis pendapatan yang dipungut atau diterima oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah sebagaimana dianggarkan dalam formulir DPPA-PPKD 1. a.PPKD 1 dan formulir DPPA .PPKD 2.PPKD 1. Defisit diisi apabila jumlah anggaran pendapatan diperkirakan lebih kecil dari jumlah anggaran belanja.1. 38.

Formulir DPPA-PPKD ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. lebih dari satu halaman setiap halaman diberi 1411 . Nama ibukota. c. 47. Apabila formulir DPPA-PPKD nomor urut halaman. Formulir DPPA-PPKD dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 46. dengan mencantumkan nama jabatan kepala Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. Baris pengeluaran pembiayaan diisi dengan jumlah pembiayaan yang akan dikeluarkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran. 49. d. 48. Baris belanja tidak langsung diisi dengan jumlah belanja tidak langsung yang dibutuhkan setiap triwulan selama satu tahun anggaran yang direncanakan. bulan. Baris penerimaan pembiayaan diisi dengan jumlah pembiayaan yang direncanakan dapat diterima setiap triwulan selama satu tahun anggaran. tahun diisi berdasarkan pembuatan formulir DPPA-PPKD 1.b.

FORMULIR DPPA-PPKD 1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… 1412 . DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPPA-PPKD) TAHUN ANGGARAN ……….B.. PENDAPATAN NO DPA PPKD : x.xx xx 00 00 4 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : …………………………………………………………….

dst Nama 32 . Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. Jabatan Tanda tangan No 1...Latar belakang perubahan/dianggarkan pendapatan dalam perubahan APBD DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN Formulir PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH DPPAProvinsi/Kabupaten/Kota …….. Mengesahkan.. PPKD 1 Tahun Anggaran … :……………………………………………………………………………………………….……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pendapatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Sebelum perubahan Setelah perubahan Jumlah 6=3x5 Rincian Penghitungan Tarif/ Volume Satuan Harga 7 8 9 Jumlah 10=7x9 Kode Rekening 1 xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx Bertambah/ (berkurang) (Rp) % Uraian 2 Rincian Penghitungan Tarif/ Volume Satuan Harga 3 4 5 11=10-6 12 Jumlah Perubahan Rencana Pendapatan per Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP …….tanggal……….

jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. lumpsum. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. b. jenis. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. 68. ukuran berat. Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. obyek dan rincian obyek Pendapatan. jumlah kepala keluarga. up. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. rincian objek pendapatan Kolom 2 diisi dengan uraian nama kelompok. Setelah perubahan : a. 73. ukuran isi dan sebagainya. 71. jumlah pengunjung restoran. obyek dan rincian obyek pendapatan yang dicantumkan dalam formulir DPPA . jumlah modal yang disertakan atau diinvestasikan. jumlah tingkat hunian hotel. 69. jumlah liter bahan bakar kendaraan bermotor. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan rencana pendapatan yang dianggarkan. 72.PPKD 1 sebagai formulir untuk menyusun rencana pendapatan atau pengeluaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. jenis. jumlah pengunjung. kelompok. jumlah pengunjung. objek. jumlah pasien. jumlah limbah yang diuji. persentase bagian laba. jumlah bibit perikanan/pertanian/peternakan/ kehutanan/perkebunan. jenis. Kolom 1 diisi dengan kode rekening Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. jumlah bibit perikanan/pertanian/peternakan/ kehutanan/perkebunan. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 3 dengan kolom 5. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro. jumlah tingkat hunian hotel. jumlah pasien. jumlah unit barang bekas milik pemerintah daerah yang dijual. ukuran luas. 70.PPKD 1 disesuaikan dengan pendapatan tertentu yang akan dipungut atau pengeluaran tertentu dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah sebagaimanana ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. d. pm. waktu/jam/hari/bulan/tahun. 67. Kolom 5 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. Sebelum perubahan : a. jumlah kios/los/kakilima. jumlah uang yang ditempatkan pada bank tertentu dalam bentuk tabungan atau giro.PPKD 1 Formulir DPPA . seperti jumlah kendaraan bermotor. Kolom 7 (volume) diisi dengan jumlah target dari rincian obyek pendapatan yang direncanakan. jumlah kios/los/kakilima. objek. 33 . pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. jumlah kepala keluarga. Pengisian formulir DPPA-PPKD 1 supaya mempedomani ketentuan Pasal 159 peraturan ini.33 Cara Pengisian Formulir DPPA . jenis. c. rincian objek pendapatan. jumlah pemakaian/penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda. Oleh karena itu nomor kode rekening dan uraian nama kelompok. jumlah pemakaian/penggunaan sarana olahraga/gedung/gudang/lahan milik pemda. jumlah kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir. seperti paket. Baris latar belakang perubahan/dianggarkan pendapatan dalam perubahan APBD diisi dengan latar belakang terjadinya perubahan/dianggarkan pendapatan. seperti jumlah kendaraan bermotor. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. jumlah limbah yang diuji. atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. jumlah pengunjung restoran.

tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA – PPKD 1. Kolom 10 (jumlah) diisi dengan jumlah pendapatan yang direncanakan menurut kelompok. 77.PPKD 1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA . atau harga atas penjualan barang milik daerah yang tidak dipisahkan. ukuran luas. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPA-PPKD 1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. jenis. c.34 b. Apabila formulir DPPA-PPKD 1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. d. rincian objek pendapatan. waktu/jam/hari/bulan/tahun. Jumlah pendapatan dari setiap rincian obyek yang dianggarkan merupakan hasil perkalian kolom 7 dengan kolom 9. 74. 79. 75. ukuran berat. objek. 34 . persentase bagian laba. Kolom 12 diisi dengan besaran persentase yaitu jumlah selisih pendapatan (kolom 11) dibagi dengan jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dikali 100 % (per seratus) Formulir DPPA .PPKD. Nama ibukota. Formulir DPPA-PPKD 1 ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor induk pegawai. Kolom 8 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti unit. Kolom 11 (bertambah/berkuran) diisi dengan selisih antara jumlah pendapatan sebelum perubahan (kolom 6) dengan jumlah pendapatan setelah perubahan (kolom 10). 76. Kolom 9 (tarif/harga) diisi dengan tarif pajak/retribusi atau harga/nilai satuan lainnya dapat berupa besarnya tingkat suku bunga. nomor induk pegawai dan jabatan . bulan. Formulir DPPA-PPKD 1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. ukuran isi dan sebagainya. 78. 80. 81.

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPPA-PPKD) TAHUN ANGGARAN ……….xx xx 00 00 5 1 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… 35 .35 C.1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. FORMULIR DPPA-PPKD 2. BELANJA TIDAK LANGSUNG NO DPA PPKD : x.

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..xx xx 00 00 5 1 Formulir DPPA PPKD 2.. Mengesahkan.tanggal……….. Jabatan Tanda tangan No 1.……………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Tidak Langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Sebelum perubahan Kode Rekening Uraian Rincian Penghitungan Harga Volume Satuan satuan 3 4 5 Jumlah 6=3x5 Setelah perubahan Rincian Penghitungan Volume 7 Satuan 8 Harga satuan 9 Jumlah 10 = 7 x 9 (Rp) 11 % 12 Bertambah/ (berkurang) 1 2 Jumlah Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rencana Penarikan Dana per Triwulan ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP ……..1 :………………………………………………………………………………………………. Tahun Anggaran … Latar belakang perubahan/ dianggarkan dalam perubahan APBD NOMOR DPA PPKD x. dst Nama .36 DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH Provinsi/Kabupaten/Kota …….

Cara Pengisian Formulir DPPA-PPKD 2.1 merupakan formulir untuk menyusun rencana kebutuhan belanja tidak langsung Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. lumpsum. 63. Kolom 1 (kode rekening) diisi dengan dengan nomor kode rekening kelompok/jenis/objek/rincian objek belanja tidak langsung PPKD. d. Setelah perubahan: a. c.PPKD. c. 61. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. b. 56. Kolom 9 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa standar gaji/tunjangan dan tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. b. Kolom 10 jumlah diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dengan harga satuan. 60. 58. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Untuk memenuhi azas tranparansi dan prinsip anggaran berdasarkan prestasi kerja. 62. Kolom 2 (uraian) diisi dengan nama kelompok. seperti paket. 1405 . Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja. 57. Kolom 7 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai Kolom 8 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti hari/bulan/tahun. Pengisian jenis belanja tidak langsung supaya mempedomani ketentuan Pasal 49 peraturan ini. Urusan Pemerintahan diisi dengan nomor kode urusan pemerintahan dan nama urusan pemerintahan daerah yang dilaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi PPKD. Sebelum perubahan: a. Setiap jumlah rincian obyek pada masingmasing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Kolom 5 (harga satuan) diisi dengan harga satuan dapat berupa standar gaji/tunjangan dan tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kolom 3 (volume) diisi dengan jumlah dapat berupa jumlah orang/pegawai Kolom 4 (satuan) diisi dengan satuan hitung dari target rincian obyek yang direncananakan seperti hari/bulan/tahun. pm. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. obyek dan rincian obyek belanja tidak langsung. jenis. Setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek belanja. pengisian rincian penghitungan tidak diperkenankan mencantumkan satuan ukuran yang tidak terukur. Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja tidak langsung yang dituangkan dalam formulir DPPA . d. Setiap jumlah rincian obyek pada 59. Kolom 6 (jumlah) diisi dengan jumlah perkalian antara jumlah volume dan harga satuan.1 Formulir DPPA-PPKD 2. up. Organisasi diisi dengan nomor kode perangkat daerah dan nama Pejabat Pengelola Keuangan Daerah.

66.PPKD 2.PPKD Formulir DPPA . Penjumlahan dari seluruh jenis belanja merupakan jumlah kelompok belanja tidak langsung yang dituangkan dalam formulir DPPA . 72. Oleh karena itu tidak dibenarkan pengisian jumlah setiap triwulan dengan cara membagi 4 dari jumlah yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. bulan.PPKD 2.PPKD 2.PPKD 2. 64.PPKD 2. 67. 69. NIP dan jabatan . Kolom 11 diisi dengan selisih antara jumlah belanja tidak langsung sebelum perubahan (kolom 6) dengan jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan (kolom 10).1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA . Tanggal.PPKD 2. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPA. Setiap obyek belanja pada masing-masing jenis belanja kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis belanja.1. 68. 70. 1406 . 65.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.masing-masing obyek belanja selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek belanja berkenaan. Apabila Formulir DPPA . Keakurasian data pelaksanaan anggaran pertriwulan sangat dibutuhkan untuk penyusunan anggaran kas dan mengendalikan likuiditas kas daerah serta penerbitan SPD Formulir DPPA . diisi dengan jumlah yang disesuaikan dengan rencana kebutuhan. Kolom 12 diisi dengan besaran persentase yaitu jumlah selisih belanja tidak langsung (kolom 11) dibagi dengan jumlah belanja tidak langsung sebelum perubahan (kolom 6) dikali 100 % (per seratus) Rencana penarikan dana belanja tidak langsung setiap triwulan selama tahun anggaran yang direncanakan.PPKD. Formulir DPPA .1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPA .1 ditanda tangani oleh pejabat pengelola keuangan daerah dengan mencantumkan nama lengkap dan nama induk pegawai yang bersangkutan. 71.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama.

F. FORMULIR DPPA-PPKD 3. PENERIMAAN PEMBIAYAAN NO DPA PPKD : x.1 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)……. DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPPA-PPKD) TAHUN ANGGARAN ……….xx xx 00 00 6 1 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… 1407 .

.NOMOR DPA PPKD DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH x.. tanggal …. Mengesahkan.xx xx 00 00 6 1 Provinsi/Kabupaten/Kota ……. Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan No 1 2 3 4 dst Nama Tanda tangan 1408 ...1 Latar belakang perubahan ……………………………………………………………………………………………… penerimaan pembiayaan/ ……………………………………………………………………………………………… dianggarkan dalam perubahan …………. Formulir DPPAPPKD 3. Tahun Anggaran ….. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. APBD Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Penerimaan Pembiayaan Jumlah Sebelum perubahan 3 Setelah perubahan 4 Bertambah/ (berkurang) Rp 5 % 6 Kode Rekening 1 Uraian 2 Jumlah Penerimaan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… ……..

bulan. 3.1 11.1 oleh tim anggaran pemerintah daerah. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPA-PPKD 3. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir DPPA-PPKD 3. 1. Penjumlahan dari seluruh jenis penerimaan pembiayaan merupakan jumlah kelompok penerimaan pembiayaan yang dituangkan dalam formulir PRKA PPKD dengan jumlah Kelompok. Formulir DPPA-PPKD 3. Jenis. Jenis. 10. Setiap obyek penerimaan pembiayaan pada masing-masing jenis penerimaan pembiayaan kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis penerimaan pembiayaan.1 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. Formulir DPPA-PPKD 3.1 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.1 ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan Nama dan NIP yang bersangkutan. 4. Kolom 3 diisi dengan jumlah penerimaan pembiayaan sebelum perubahan. Penjumlahan dari seluruh jenis penerimaan pembiayaan merupakan jumlah kelompok penerimaan pembiayaan yang dituangkan dalam formulir DPPAPPKD dengan jumlah Kelompok. Untuk setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. Formulir DPPA-PPKD 3. 6. Jenis. Tanggal.1 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman.1 Formulir ini digunakan untuk merencanakan pengeluaran pembiayaan dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan pada satuan kerja pengelola keuangan daerah. Setiap obyek penerimaan pembiayaan pada masing-masing jenis penerimaan pembiayaan kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis penerimaan pembiayaan. 12. 13. Kolom 1 Kode Rekening diisi dengan Kode Rekening Kelompok. obyek dan rincian obyek Penerimaan Pembiayaan. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA-PPKD 3.Cara Pengisian Formulir DPPA-PPKD 3. Apabila Formulir DPPA-PPKD 3. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah dicantumkan dalam kolom catatan hasil pembahasan. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. NIP dan Jabatan . obyek dan rincian obyek Penerimaan Pembiayaan setelah perubahan. Untuk setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek penerimaan pembiayaan selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek penerimaan pembiayaan berkenaan. Kolom 4 diisi dengan jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan. 1409 . Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek penerimaan pembiayaan selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek penerimaan pembiayaan berkenaan. Jenis. 7. Kolom 2 uraian diisi dengan uraian nama Kelompok. 2.1 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPAPPKD 8. 9. obyek dan rincian obyek Penerimaan Pembiayaan 5. obyek dan rincian obyek Penerimaan Pembiayaan sebelum perubahan.

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (DPPA-PPKD) TAHUN ANGGARAN ………. FORMULIR DPPA-PPKD 3.xx xx 00 00 6 2 PPKD NAMA NIP JABATAN : : : : ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… ……………………………………………………………… 1410 .G. PENGELUARAN PEMBIAYAAN NO DPA PPKD : x.2 LOGO DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *)…….

. APBD Rincian Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Pengeluaran Pembiayaan Jumlah Sebelum perubahan 3 Setelah perubahan 4 Bertambah/ (berkurang) Rp 5 % 6 Kode Rekening 1 Uraian 2 Jumlah Pengeluaran Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan I II III IV Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp ……………… ……………… ……………… ……………… ……………… …….tanggal ….PPKD Provinsi/Kabupaten/Kota …….2 Tahun Anggaran ….. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah tanda tangan (nama lengkap) NIP. 3.DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN NOMOR DPA PPKD Formulir PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH x.. Mengesahkan.xx xx 00 00 6 2 DPPA. Latar belakang perubahan ……………………………………………………………………………………………… pengeluaran pembiayaan/ ……………………………………………………………………………………………… dianggarkan dalam perubahan …………. No 1 2 dst Nama Tim Anggaran Pemerintah Daerah: NIP Jabatan Tanda tangan 1411 ....

Kolom 2 uraian diisi dengan uraian nama Kelompok. Penjumlahan dari seluruh jenis pengeluaran pembiayaan merupakan jumlah kelompok pengeluaran pembiayaan yang dituangkan dalam formulir DPPA-PPKD dengan jumlah Kelompok.2 yang telah dibahas yang dilengkapi dengan nama. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek pengeluaran pembiayaan selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek pengeluaran pembiayaan berkenaan. 4. Untuk setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek. 10. Penjumlahan dari seluruh jenis pengeluaran pembiayaan merupakan jumlah kelompok pengeluaran pembiayaan yang dituangkan dalam formulir DPPA-PPKD dengan jumlah Kelompok. obyek dan rincian obyek Pengeluaran Pembiayaan setelah perubahan. bulan. Setiap obyek pengeluaran pembiayaan pada masing-masing jenis pengeluaran pembiayaan kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis pengeluaran pembiayaan. Setiap obyek pengeluaran pembiayaan pada masing-masing jenis pengeluaran pembiayaan kemudian dijumlahkan menjadi jumlah jenis pengeluaran pembiayaan. Setiap jumlah rincian obyek pada masing-masing obyek pengeluaran pembiayaan selanjutnya dijumlahkan menjadi obyek pengeluaran pembiayaan berkenaan. Tanggal.Cara Pengisian Formulir DPPA-PPKD 3.2 dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. Seluruh anggota tim anggaran pemerintah daerah menandatangani formulir DPPAPPKD 3. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang direncanakan. NIP dan Jabatan . Kolom 3 diisi dengan jumlah pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan. tahun diisi berdasarkan pembuatan DPPA-PPKD 3. Jenis. 2.2 ditanda tangani oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah dengan mencantumkan Nama dan NIP yang bersangkutan.2 Formulir ini digunakan untuk merencanakan pengeluaran pembiayaan dalam perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan pada satuan kerja pengelola keuangan daerah. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 12. Jenis. 13. *) coret yang tidak perlu 1412 .2 11. obyek dan rincian obyek Pengeluaran Pembiayaan sebelum perubahan. Kolom 1 Kode Rekening diisi dengan Kode Rekening Kelompok.2 lebih dari satu halaman setiap halaman diberi nomor urut halaman.2 merupakan input data untuk menyusun formulir DPPAPPKD 8. Formulir DPPA-PPKD 3. 1. Apabila terdapat catatan dari hasil pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah untuk mendapatkan perhatian kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah dicantumkan dalam kolom catatan hasil pembahasan. Untuk setiap jumlah uraian rincian obyek dijumlahkan menjadi jumlah rincian obyek. Formulir DPPA-PPKD 3. Keterangan diisi dengan tanggal pembahasan formulir DPPA-PPKD 3. Jenis. 9. obyek dan rincian obyek Pengeluaran Pembiayaan. 7. Kolom 4 diisi dengan jumlah pengeluaran pembiayaan setelah perubahan. 3. obyek dan rincian obyek Pengeluaran Pembiayaan 5. Apabila Formulir DPPA-PPKD 3. 6. Formulir DPPA-PPKD 3.2 oleh tim anggaran pemerintah daerah. Jenis.

MARDIYANTO 1413 . ttd PERWIRA H.Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.

....... Tahun …..................... TENTANG SURAT PENYEDIAAN DANA ANGGARAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN ........... Jumlah dana DPASKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD Akumulasi SPD sebelumnya Sisa dana yang belum di-SPD-kan Jumlah dana yang diSPD-kan saat ini : : : Rp .......... b.... (terbilang: ……………………………) 6.. Ditujukan kepada SKPD Nama Bendahara Pengeluaran Jumlah penyediaan dana Untuk Kebutuhan Ikhtisar penyediaan dana : a........ (Daftar nomor terlampir) Mengingat : MEMUTUSKAN : Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ......... d.. Tahun Anggaran ..... 3.. Peraturan Kepala Daerah Nomor …… Tahun …… tentang Penjabaran APBD Provinsi/Kabupaten/Kota .....a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN /KOTA ……………… PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH SELAKU BENDAHARA UMUM DAERAH NOMOR …………….. 4......... DPA-SKPD Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota ...... TAHUN ... …………………………... .. menetapkan/menyediakan kredit anggaran sebagai berikut: 1. Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ..........d Bulan ………………. 3.... tanggal … Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi/Kota/Kabupaten .... Nomor ............... (terbilang: ………………………………………) : Bulan………… s.... …………………………… : Rp..... : Rp... berdasarkan anggaran kas yang telah ditetapkan. Tahun Anggaran . : Rp.... 1.VI...... Nomor … Tahun . PPKD SELAKU BUD Menimbang : bahwa untuk melaksanakan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung tahun anggaran ...00 : Rp.. Tahun Anggaran .. 0........... 4.. 2.....LAMPIRAN D..... c.................................. Peraturan Kepala Daerah Nomor …… Tahun .... 5...... …………………………. : Rp.... perlu disediakan pendanaan dengan menerbitkan Surat Penyediaan Dana (SPD)... e..... tentang Pedoman Pelaksanaan APBD Provinsi/ Kabupaten /Kota .... 2...... Sisa jumlah dana DPA-SKPD/DPPASKPD/ DPAL-SKPD*) yang belum di-SPDkan Ketentuan-ketentuan lain : : - 1414 ......... tentang Penetapan APBD Provinsi/Kabupaten/Kota...

.Ditetapkan di .. 1415 ...... pada tanggal ……………….... (tanda tangan) (nama lengkap) NIP. 2007 PPKD SELAKU BUD..........

nomor dan tahun dasar hukum (pada teks menimbang dan mengingat). 13. 2. Untuk kebutuhan diisi dengan periode waktu peruntukan penyediaan dana SPD. Jumlah dana yang di-SPD-kan diisi dengan jumlah dana yang disediakan lewat penetapan SPD saat ini. 4. 8. 14. Pada teks keputusan tentang penerbitan SPD juga diisikan nomor.Cara Pengisian Formulir SPD 1. 6. 3. 10. 7. Penerbitan SPD didasari dengan berbagai pertimbangan sebagai dasar hukum. Nomor diisi dengan nomor SPD. 9. 5. Misalnya jika SPD disediakan untuk triwulan I maka periode waktu diisi dengan Januari s/d Maret beserta tahun anggarannya. 11. SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. Ketentuan-ketentuan lain dapat diisi jika memang ada beberapa ketentuan yang menyertai penetapan SPD. Sisa dana yang belum di-SPD-kan diisi dengan jumlah dana hasil pengurangan jumlah dana total (dari point 8) dikurangi dengan akumulasi dana SPD sebelumnya (dari point 9). Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD. 12. 1416 . Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD diisi dengan jumlah total anggaran satu tahun untuk SKPD yang bersangkutan berdasarkan pada DPS-SKPD/DPPASKPD/DPAL-SKPD. Seluruh payung hukum yang mendasari penerbitan SPD dicantumkan secara urut lengkap dengan nama. Akumulasi SPD sebelumnya diisi dengan jumlah dana yang telah disediakan lewat penetapan seluruh SPD sebelumnya dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Sisa jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD yang belum di-SPD-kan diisi dengan jumlah dana yang belum di-SPD-kan (dari point 10) dikurangi dengan jumlah dana yang di-SPD-kan saat ini (dari point 11). tanggal dan tahun Peraturan Daerah tentang APBD. SPD ditetapkan dengan mencantumkan tempat dan tanggal penetapan dan ditandatangani oleh PPKD selaku BUD. Jumlah penyediaan dana diisi dengan jumlah dana yang disediakan dan menjadi hak SKPD lewat penetapan SPD yang bersangkutan. Di bawah tandatangan dicantumkan nama dan NIP PPKD. Pengisian jumlah dana disertai dengan jumlah terbilang dari dana tersebut.

.. Nomor DPA/DPPA-SKPD Anggaran Akumulasi Pada SPD Sebelumnya Jumlah Pada SPD Periode Ini Sisa Anggaran Jumlah Dana Belanja Tidak Langung: Rp ……………………. pada tanggal ………………………...LAMPIRAN SPD NOMOR: …………….. (tanda tangan) (nama lengkap) NIP..... (Terbilang: …………………………………………………………………………………………………………….) Ditetapkan di .... PPKD SELAKU BUD.... BELANJA TIDAK LANGSUNG PERIODE BULAN: …………… s/d …… TAHUN ANGGARAN: ………………….... 1417 ....

d. Lampiran SPD untuk belanja tidak langsung ditetapkan dengan mencantumkan tempat dan tanggal penetapan dan ditandatangani oleh PPKD selaku BUD. Di bawah tandatangan dicantumkan nama dan NIP PPKD. Pengisian jumlah dana tersebut dilengkapi juga dengan jumlah dana terbilangnya. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran sesuai peruntukan SPD. i. Kolom nomor DPA-SKPD/DPPA-SKPD diisi dengan nomor DPA-SKPD/DPPA-SKPD untuk belanja tidak langsung untuk tahun anggaran yang bersangkutan. b. Kolom jumlah pada SPD periode ini diisi dengan jumlah dana belanja tidak langsung yang disediakan lewat SPD ini. Nomor SPD diisi dengan nomor SPD sesuai dengan nomor yang tercantum dalam surat penetapan SPD. 1418 . e. g. Periode diisi dengan periode waktu peruntukan penyediaan dana SPD. Kolom anggaran diisi dengan anggaran belanja tidak langsung untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. Kolom sisa anggaran diisi dengan jumlah dana belanja tidak langsung untuk satu tahun anggaran (dari point 5) dikurangi dengan jumlah dana belanja tidak langsung yang telah diSPD-kan sebelumnya (dari point 6) dan juga dikurangi dengan jumlah dana belanja tidak langsung dalam SPD saat ini (dari point 7). Misalnya jika SPD disediakan untuk triwulan I maka periode waktu diisi dengan Januari s/d Maret beserta tahun anggarannya.Cara Pengisian Formulir Lampiran SPD Untuk Belanja Tidak Langsung a. Kolom akumulasi pada SPD sebelumnya diisi dengan jumlah dana belanja tidak langsung yang telah disediakan lewat SPD-SPD yang telah ditetapkan sebelumnya. c. h. f. Jumlah dana belanja tidak langsung diisi dengan jumlah dana belanja tidak langsung yang di-SPD-kan saat ini. j.

........ Urut 1..) Ditetapkan di ... 1419 .LAMPIRAN SPD NOMOR: ……………. (Terbilang: ………………………………………………….. Nomor DPA/DPPA/DPALSKPD Jumlah Pada SPD Periode Ini No.. (tanda tangan) (nama lengkap) NIP... Program Kegiatan Anggaran Akumulasi Pada SPD Sebelumnya Sisa Anggaran Jumlah Dana Belanja Langung: Rp ……………………... 2.... BELANJA LANGSUNG PERIODE BULAN: ……… s/d …………… TAHUN ANGGARAN: …………………….. pada tanggal ……………………… PPKD SELAKU BUD..

5. ttd PERWIRA H. 12. 2. Periode diisi dengan periode waktu peruntukan penyediaan dana SPD. Lampiran SPD untuk belanja langsung ditetapkan dengan mencantumkan tempat dan tanggal penetapan dan ditandatangani oleh PPKD selaku BUD. Kolom sisa anggaran diisi dengan jumlah dana kegiatan (dari point 6) untuk satu tahun anggaran (dari point 7) dikurangi dengan jumlah dana kegiatan (dari point 6) yang telah di-SPD-kan sebelumnya (dari point 8) dan juga dikurangi dengan jumlah dana kegiatan (dari point 6) dalam SPD saat ini (dari point 9). Pengisian jumlah dana tersebut dilengkapi juga dengan jumlah dana terbilangnya. 10. 4. Kolom jumlah pada SPD periode ini diisi dengan jumlah dana kegiatan (dari point 6) yang disediakan lewat SPD ini. Kolom akumulasi pada SPD sebelumnya diisi dengan jumlah dana kegiatan (dari point 6) yang telah disediakan lewat SPD-SPD yang telah ditetapkan sebelumnya. 9. Jumlah dana belanja langsung diisi dengan jumlah dana belanja langsung dari seluruh kegiatan yang di-SPD-kan saat ini.Cara Pengisian Formulir Lampiran SPD Untuk Belanja Langsung 1. MARDIYANTO 1405 . Kolom kegiatan diisi dengan kode dan nama kegiatan sesuai dengan yang dianggarkan dengan nomor DPA-SKPD/DPPA-SKPD/DPAL-SKPD pada kolom sebelumnya (dari point 4). Nomor SPD diisi dengan nomor SPD sesuai dengan nomor yang tercantum dalam surat penetapan SPD. 7. 8. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. 3. 6. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran sesuai peruntukan SPD. Misalnya jika SPD disediakan untuk triwulan I maka periode waktu diisi dengan Januari s/d Maret beserta tahun anggarannya. Kolom program diisi dengan kode dan nama program sesuai dengan yang dianggarkan dengan nomor DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD pada kolom sebelumnya (dari point 4). Di bawah tandatangan dicantumkan nama dan NIP PPKD. 11. Kolom anggaran diisi dengan anggaran kegiatan (dari point 6) untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. Kolom nomor DPA-SKPD/DPPA-SKPD/DPAL-SKPD diisi dengan nomor DPASKPD/DPPA-SKPD untuk belanja langsung untuk tahun anggaran yang bersangkutan.

.LAMPIRAN D.. …………………………..a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TANGGAL SPP UP : 59 TAHUN 2007 : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/ KOTA …………….. Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran SKPD …………………………… Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……….. c...... Tahun .. SURAT PENGANTAR Kepada Yth. ………. 1406 . Tahun Anggaran d. Tahun . tentang Penjabaran APBD............ …………………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP...... Jumlah SPD (terbilang: f. g.. Jumlah Pembayaran Yang Diminta (terbilang: h. Nama dan Nomor Rekening Bank : Rp …………………………. …………………………………………………) : …………………………….... Dasar Pengeluaran SPD Nomor : : ………………………….. Urusan Pemerintahan b. …………………………………………………) …………………………….. SKPD : : ……………………….. Nama Bendahara Pengeluaran : : Rp ………………………... bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan sebagai berikut: a..X. ……………………….. e......... SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN UANG PERSEDIAAN (SPP-UP) Nomor : ………………...

Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. SKPD diisi dengan nama SKPD. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan. 3. 11. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. Nomor diisi dengan nomor SPP. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. 10. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD tersebut. Jumlah SPD diisi dengan jumlah dana SPD yang telah diterbitkan. 1407 . 2. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 13. 12. 4. 5. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. 7. 6.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-UP 1. SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. 8. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama bank beserta nomor rekening bank bendahara pengeluaran pada bank tersebut yang akan dipakai untuk pemindahbukuan dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. 9.

. RINGKASAN Berdasarkan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……… Tanggal ………… tentang Penetapan Jumlah Uang Persediaan untuk SKPD ………………………... Tahun ..PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ……………… SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN UANG PERSEDIAAN (SPP-UP) Nomor : ………………. 1408 . Terbilang: …………………………………………………. ………………..... sejumlah Rp ……………………………. ………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP..

SKPD diisi dengan nama SKPD yang menerbitkan SPP-UP dan besaran UP-nya ditetapkan lewat Keputusan Gubernur/Bupati/ Walikota. 2. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 3. Jumlah uang diisi dengan jumlah/besaran dana UP yang ditetapkan untuk SKPD tersebut. 1409 . 6. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Nomor diisi dengan nomor SPP. 4. Nomor Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota yang mendasari penetapan jumlah dana UP. Diikuti dengan pengisian tanggal Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota tersebut. 5. Terbilang diisi dengan jumlah terbilang dari jumlah dana UP yang ditetapkan.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-UP 1. 7.

. 1410 .. Kode Rekening (Jenis) Uraian Jumlah TOTAL Terbilang: ……………………………………………………………………………… ……………. Tahun .PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …………... 3. RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN No.. 1. 2.. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN UANG PERSEDIAAN (SPP-UP) Nomor : ……………….. ……………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.

Nomor diisi dengan nomor SPP. ttd PERWIRA H. 3. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 7.Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-UP 1. 8. 5. Kolom jumlah tidak perlu diisi kecuali pada baris TOTAL. 6. Terbilang diisi dengan jumlah terbilang dari nilai TOTAL. MARDIYANTO 1405 . 4. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. Baris TOTAL diisi persis sama sesuai dengan jumlah dana SPP-UP yang diminta. 2. Kolom uraian diisi dengan uraian/nama rekening sesuai dengan kode rekening yang telah diisikan pada kolom kode rekening. Kolom kode rekening diisi dengan kode rekening jenis belanja. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran.

Tahun . Jumlah Sisa Dana SPD : Rp ……………………………. SKPD : ………………………………… Tahun Anggaran : ………………………………....... Jumlah Pembayaran Yang Diminta : Rp ……………………………. e.. Nama dan Nomor Rekening Bank : ……………………………….. Urusan Pemerintahan b.. bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang Persediaan sebagai berikut: a. 1406 ... Dasar Pengeluaran SPD Nomor : ………………………………..LAMPIRAN D.. (terbilang : …………………………………………) h.. c. g....... Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran …………………………… Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ………... SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN GANTI UANG PERSEDIAAN (SPP-GU) Nomor : ……………….X... Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP........ Tahun .b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 SPP GU PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .. : ………………………………... d.. SURAT PENGANTAR Kepada Yth.. tentang Penjabaran APBD..... Nama Bendahara Pengeluaran : ………………………………. ……….. (terbilang: …………………………………………) f... …………………………..

Sisa dana SPD diisi dengan jumlah dana yang belum dicairkan dari SPD yang mendasari penerbitan SPP. 8. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 2. 6. Nomor diisi dengan nomor SPP. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan. 4. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama bank beserta nomor rekening bank bendahara pengeluaran pada bank tersebut yang akan dipakai untuk pemindahbukuan dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. 5. 9. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. SKPD diisi dengan nama SKPD. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD yang belum dicairkan tersebut. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 1407 . 13. 11. 7. 10. 3. 12. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-GU 1. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut.

SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN GANTI UANG PERSEDIAAN (SPP-GU) Nomor : ……………………..... Tahun ... JUMLAH Rp ………………... (I) Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD RINGKASAN SPD No.. Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . (II) Sisa dana yang belum di SPD-kan (I-II) Rp………………… RINGKASAN BELANJA Belanja UP/GU Belanja TU Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan Belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa JUMLAH Sisa SPD yang telah diterbitkan. ... 2.. 1408 . belum dibelanjakan (II-III) Rp ……………………… (III) Rp……………………… ……….... ……………………………. Nomor SPD Tanggal SPD Jumlah Dana Urut 1. RINGKASAN RINGKASAN DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD Rp ………………..

Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD diisi dengan jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-GU 1. diisikan jumlah hasil pengurangan dana seluruh SPD (dari point 3) dengan dana yang telah dibelanjakan (dari point 9). Rp ………………) diisikan hasil pengurangan jumlah total dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran dengan jumlah total dana yang telah di-SPD-kan. 5. Pada kolom di samping kanan LS Pengadaan Barang dan Jasa diisi dengan jumlah belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SPJ terkait. Lalu seluruh dana SPD yang pernah diterbitkan untuk SKPD yang bersangkutan dijumlahkan (diisi pada tempat bertanda II. 9. Pada kolom di samping Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan diisi dengan jumlah pembayaran Gaji dan Tunjangan yang telah dilaksanakan. 12. Seluruh dana yang telah dicairkan (dari point 5 sampai point 8) dijumlahkan dan diisikan pada tempat dengan tanda III.. Pada tempat yang disediakan (bertanda I-II. 1409 . Ringkasan SPD diisi dengan ringkasan SPD yang telah diterbitkan/ditetapkan untuk SKPD yang bersangkutan. 10. Masing-masing ringkasan SPD. tanggal penetapan SPD dan jumlah dana yang disediakan lewat SPD diisikan dalam kolom-kolom yang tersedia. 4. Rp……………………). Pada kolom di samping kanan Belanja UP/GU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan uang persediaan berdasarkan SPJ terkait. 3. Rp ……………………. 6. yaitu nomor. 2. 8. 7. 11. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Nomor diisi dengan nomor SPP. Pada kolom di samping kanan Belanja TU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan dana TU berdasarkan SPJ terkait. Pada tempat dengan tanda II-III Rp …………………. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP.

. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN GANTI UANG PERSEDIAAN (SPP-GU) Nomor : ……………… Tahun . Kode Rekening Uraian Jumlah TOTAL Terbilang: ……………………………………………………………………………………… ……….... 1. 2..PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .. 3. …………………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.... 1410 ... RINCIAN PENGGUNAAN DANA No. ....

4. Kolom jumlah diisi dengan jumlah dana yang telah dibebankan pada masingmasing kode rekening. 6. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. MARDIYANTO 1405 . 5. Kolom uraian diisi dengan nama rekening sesuai dengan kode rekening yang ada pada kolom sebelumnya (dari point 2). ttd PERWIRA H.Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-GU 1. 3. Seluruh dana pada masing-masing kode rekening dijumlahkan sehingga dihasilkan jumlah totalnya. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. Terbilang diisi dengan jumlah terbilang total dana yang telah dibebankan pada seluruh kode rekening. 7. Kolom kode rekening diisi dengan rincian objek yang telah dibebani belanja. 2. Nomor diisi dengan nomor SPP. 8.

.………………………………. Dasar Pengeluaran SPD Nomor : ………………………………………. 1406 . b... Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……….) h..X. SURAT PENGANTAR Kepada Yth. Jumlah Pembayaran Yang Diminta : ……………………………………….. Tahun ……… tentang Penjabaran APBD. e.. Nama Bendahara Pengeluaran : ……………………………………….……. Tanggal …………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP. Urusan Pemerintahan : ……………………………………….. c. SKPD : ………………………………………..c : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 SPP TU PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN (SPP-TU) Nomor: …………………..………………………. Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran SKPD ………………. ……….) f.. Nama dan Nomor Rekening Bank : ……………………………………….. Tahun ... Jumlah Sisa Dana SPD : ……………………………………….. Tahun Anggaran : …. (terbilang: ………………………………………………. d. g..... (terbilang: …………….LAMPIRAN D. bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang Persediaan sebagai berikut: a.

SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 8. 7. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan 5. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. 11. SKPD diisi dengan nama SKPD. 10. 2. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD yang belum dicairkan tersebut. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan 4. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. 12. Nomor diisi dengan nomor SPP. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. 6. 1407 . 13. 3. 9. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama bank beserta nomor rekening bank bendahara pengeluaran pada bank tersebut yang akan dipakai untuk pemindahbukuan dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-TU 1. Sisa dana SPD diisi dengan jumlah dana yang belum dicairkan dari SPD yang mendasari penerbitan SPP.

SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN (SPP-TU) Nomor: ……………………... Tanggal ………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ... 1408 . belum dibelanjakan (II-III) Rp ……………………… (III) Rp……………………… ………….. JUMLAH Rp ………………. (II) Sisa dana yang belum di SPD-kan (I-II) Rp………………… RINGKASAN BELANJA Belanja UP/GU Belanja TU Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan Belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa JUMLAH Sisa SPD yang telah diterbitkan. 2. Tahun ………………………….. RINGKASAN RINGKASAN DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD Rp……………………… (I) RINGKASAN SPD No.. Nomor SPD Tanggal SPD Jumlah Dana Urut 1.

7. Ringkasan SPD diisi dengan ringkasan SPD yang telah diterbitkan/ditetapkan untuk SKPD yang bersangkutan. Pada kolom di samping kanan LS Pengadaan Barang dan Jasa diisi dengan jumlah belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SPJ terkait. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 10.. 12. Pada tempat dengan tanda II-III Rp …………………. 11. 6.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-TU 1. yaitu nomor. Pada tempat yang disediakan (bertanda I-II. 9. Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD diisi dengan jumlah dana DPASKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. 3. 5. Pada kolom di samping Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan diisi dengan jumlah pembayaran Gaji dan Tunjangan yang telah dilaksanakan. tanggal penetapan SPD dan jumlah dana yang disediakan lewat SPD diisikan dalam kolomkolom yang tersedia. Lalu seluruh dana SPD yang pernah diterbitkan untuk SKPD yang bersangkutan dijumlahkan (diisi pada tempat bertanda II. Rp …………………. diisikan jumlah hasil pengurangan dana seluruh SPD (dari point 3) dengan dana yang telah dibelanjakan (dari point 9). 2. Seluruh dana yang telah dicairkan (dari point 5 sampai point 8) dijumlahkan dan diisikan pada tempat dengan tanda III. Pada kolom di samping kanan Belanja TU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan dana TU berdasarkan SPJ terkait. Rp ……………………. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Masing-masing ringkasan SPD.. Pada kolom di samping kanan Belanja UP/GU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan uang persediaan berdasarkan SPJ terkait. 1409 . Nomor diisi dengan nomor SPP. 4. Rp……………………).) diisikan hasil pengurangan jumlah total dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran dengan jumlah total dana yang telah di-SPD-kan. 8.

TOTAL Rp ………………………………. 1410 . Kode Urut Rekening SUB TOTAL Kegiatan: Uraian Rp ………………………….PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ……………….. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN (SPP-TU) Nomor: ………………………… Tahun ………………. Tanggal …………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.. Waktu Pelaksanaan: Jumlah SUB TOTAL Rp …………………………. RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN Program: No. Kode Urut Rekening Kegiatan: Uraian Waktu Pelaksanaan: Jumlah Program: No. Terbilang: ………………………………………………………………………… ……….

2. Program diisi dengan kode dan nama program yang akan dilaksanakan. Kolom nomor urut diisi dengan nomor urut pengisian kode rekening.Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-TU 1. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. 7. ttd PERWIRA H. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. MARDIYANTO 1405 . Jumlah diisi dengan jumlah dana yang akan dibebankan pada masing-masing kode rekening. Nomor diisi dengan nomor SPP. Uraian diisi dengan uraiakan rincian objek dari kode rekening pada kolom sebelumnya (dari point 6). Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. 10. 5. 6. Kolom kode rekening diisi dengan kode rincian objek dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan diisi dengan kode dan nama kegiatan yang akan dilaksanakan. 12. 13. 11. Terbilang diisi dengan jumlah terbilang dari seluruh jumlah sub total. Waktu pelaksanaan diisi dengan periode waktu pelaksanaan kegiatan. 4. Total diisi dengan jumlah dari seluruh jumlah sub total. 3. 8. 9. Sub total diisi dengan jumlah dari seluruh dana yang akan dibebankan pada rekeningrekening suatu kegiatan.

..... Nama dan Nomor Rekening Bank : ………………………….. (terbilang: ……………………………………………) f... Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ……….. SKPD : ………………………….LAMPIRAN D.. g. Jumlah Sisa Dana SPD : . Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran SKPD ……………….. 1406 .. Untuk Keperluan Bulan : …………………………........ Nama Bendahara Pengeluaran : ………………………….. tentang Penjabaran APBD..... h. Dasar Pengeluaran SPD Nomor : …………………………. bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Langsung Gaji dan Tunjangan sebagai berikut: Urusan Pemerintahan : …………………………...... e. SURAT PENGANTAR Kepada Yth..... b... (terbilang: ……………………………………………) i.X... Tahun ..... Jumlah Pembayaran Yang Diminta : ……………………….. ………………………….... Bendahara Pengeluaran a.. …………… ..... Tahun Anggaran : ………………………….. Tahun ..... d.. (Nama Lengkap) NIP. c. SURAT PERMINTAAN PERMBAYARAN LANGSUNG GAJI DAN TUNJANGAN (SPP-LSGAJI-TUNJANGAN) Nomor : …………….......d : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 SPP LS Gaji dan Tunjangan PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ...

Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 13. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut. 6. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD yang belum dicairkan tersebut. SKPD diisi dengan nama SKPD. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama bank beserta nomor rekening bank bendahara pengeluaran pada bank tersebut yang akan dipakai untuk pemindahbukuan dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 3. 12. Sisa dana SPD diisi dengan jumlah dana yang belum dicairkan dari SPD yang mendasari penerbitan SPP. 10. 8. 11. SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. 1407 . 5. 9.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-LS-Gaji dan Tunjangan 1. 2. Nomor diisi dengan nomor SPP. 4. 14. Untuk keperluan bulan diisi dengan nama bulan peruntukan dana LS Gaji dan Tunjangan PNS. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. 7. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan.

.... JUMLAH Sisa dana yang belum di SPD-kan (I-II) Rp ………………. Nomor SPD Jumlah Dana Urut Tanggal SPD 1.....PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . 1408 .. ……………………….. Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.. belum Rp……………………… dibelanjakan (II-III) …………….Rp ……………………. RINGKASAN RINGKASAN DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL. 2. SURAT PERMINTAAN PERMBAYARAN LANGSUNG GAJI DAN TUNJANGAN (SPP-LSGAJI-TUNJANGAN) Nomor : ……………… Tahun ……. (II) Rp………………… RINGKASAN BELANJA Belanja UP/GU Belanja TU Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan Belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa JUMLAH Rp ……………………… (III) Sisa SPD yang telah diterbitkan. (I) SKPD RINGKASAN SPD No.

6. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran.. 10. 3. diisikan jumlah hasil pengurangan dana seluruh SPD (dari point 3) dengan dana yang telah dibelanjakan (dari point 9). 7. Pada tempat dengan tanda II-III Rp …………………. 5. tanggal penetapan SPD dan jumlah dana yang disediakan lewat SPD diisikan dalam kolom-kolom yang tersedia. 2. Rp …………………. 12.) diisikan hasil pengurangan jumlah total dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran dengan jumlah total dana yang telah di-SPD-kan. Rp ……………………. Pada tempat yang disediakan (bertanda I-II. Nomor diisi dengan nomor SPP. yaitu nomor. 11. Seluruh dana yang telah dicairkan (dari point 5 sampai point 8) dijumlahkan dan diisikan pada tempat dengan tanda III. Lalu seluruh dana SPD yang pernah diterbitkan untuk SKPD yang bersangkutan dijumlahkan (diisi pada tempat bertanda II. Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD diisi dengan jumlah dana Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. 8.. Pada kolom di samping Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan diisi dengan jumlah pembayaran Gaji dan Tunjangan yang telah dilaksanakan. 4. Pada kolom di samping kanan LS Pengadaan Barang dan Jasa diisi dengan jumlah belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SPJ terkait. Masing-masing ringkasan SPD. Pada kolom di samping kanan Belanja UP/GU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan uang persediaan berdasarkan SPJ terkait. Rp……………………). Ringkasan SPD diisi dengan ringkasan SPD yang telah diterbitkan/ ditetapkan untuk SKPD yang bersangkutan. Pada kolom di samping kanan Belanja TU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan dana TU berdasarkan SPJ terkait. 9.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-LS-Gaji dan Tunjangan 1. 1409 . Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP.

No. 2...... 4... 8. 1405 . Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.. RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN DANA BULAN: ……………………….PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ... 5... Tahun . 6... 9. Urut 1. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG GAJI DAN TUNJANGAN (SPP-LSGAJI-TUNJANGAN) Nomor: …………………. ………………………. 7. JUMLAH Kode Rekening Uraian Jumlah (Rp) …………… . 3.

Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP 8. 2. Kolom jumlah diisi dengan jumlah dana yang akan dibebankan pada masing-masing kode rekening. 7. MARDIYANTO 1406 .Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-LS-Gaji dan Tunjangan 1. 3. 4. Seluruh dana pada masing-masing kode rekening dijumlahkan sehingga dihasilkan jumlah totalnya. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Nomor diisi dengan nomor SPP. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. Bulan diisi dengan bulan peruntukan dana LS Gaji dan Tunjangan PNS. Kolom uraian diisi dengan nama rincian objek rekening gaji dan tunjangan sesuai dengan kode rekening yang ada pada kolom sebelumnya (dari point 3). Kolom kode rekening diisi dengan rincian objek rekening gaji dan tunjangan. ttd PERWIRA H. 5. 6.

... bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Langsung Barang dan Jasa sebagai berikut: a. b. Tahun . ………………………. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BARANG DAN JASA (SPP-LS-BARANG DAN JASA) Nomor: ……………………. Mengetahui. SURAT PENGANTAR Kepada Yth.e : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 SPP LS Barang dan Jasa PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .X.. Jumlah Pembayaran Yang Diminta :………………………………… (terbilang: ……………………………………………) ………...……………….. Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran SKPD ……………………….... Nama Bendahara Pengeluaran :………………………………… g. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.... 1407 . c. tentang Penjabaran APBD. d.. Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ………..LAMPIRAN D. Urusan Pemerintahan :………………………………… SKPD :………………………………… Tahun Anggaran :………………………………… Dasar Pengeluaran SPD Nomor :………………………………… Jumlah Sisa Dana SPD :………………………………… (terbilang: ………………………….....) f.. (Nama Lengkap) NIP.. Tahun . e.

SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 6. Di atas baris penandatanganan oleh bendahara pengeluaran diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 11. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan. 1408 . 8.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-LS Barang dan Jasa 1. 12. 14. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. Di samping kiri tanda tangan bendahara pengeluaran dibubuhkan pula tanda tangan PPTK. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. 4. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan. 3. 7. SKPD diisi dengan nama SKPD. Di bawah tanda tangan PPTK diisi dengan nama jelas PPTK dan di bawah nama diisi NIP PPTK. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. 2. 13. 5. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD yang belum dicairkan tersebut. 10. 9. Sisa dana SPD diisi dengan jumlah dana yang belum dicairkan dari SPD yang mendasari penerbitan SPP. Nomor diisi dengan nomor SPP.

Waktu Pelaksanaan Kegiatan : …………………………………. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.. Program : …………………………………………. Nama dan Nomor Rekening Bank : …………………………………………. 7. Urut 1...….. Nomor Kontrak : …………………………………………. Bentuk Perusahaan : a.. 9. (II) Rp………………… Nomor SPD Tanggal SPD Jumlah Dana RINGKASAN BELANJA Belanja UP/GU Belanja TU Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan Belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa JUMLAH Rp ……………………… (III) Sisa SPD yang telah diterbitkan. PT/NV b. 5. CV d. Kegiatan Lanjutan : Ya/Bukan 11.. ………………………….. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BARANG DAN JASA (SPP-LS BARANG DAN JASA) Nomor: ……………………. .PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . RINGKASAN DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD Rp …………………….. 10. Lain-Lain 6. Alamat Perusahaan : …………………………………………. Tahun …… RINGKASAN RINGKASAN KEGIATAN 1. 4. JUMLAH Sisa dana yang belum di SPD-kan (I-II) Rp ………………. (Nama Lengkap) NIP... Nomor dan Tanggal DPA-/ DPPA-/DPAL-SKPD : …………………………………………. Deskripsi Pekerjaan : …………………………………………. Firma e. 3. 8. Kegiatan : …………………………………………. 1409 . Nama Pimpinan Perusahaan : …………………………………………. Nama Perusahaan : …………………………………………. 2. belum dibelanjakan (II-III) Rp……………………… …………. 2. 12. (I) RINGKASAN SPD No. Mengetahui.

1410 . Kegiatan lanjutan diisi dengan cara memilih ya jika memang pekerjaan bersifat lanjutan dan pilih tidak jika memang bukan pekerjaan lanjutan. Nomor dan tanggal DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD diisi dengan nomor dan tanggal penetapan DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD untuk kegiatan (pada point 3). Alamat perusahaan diisi dengan alamat perusahaan yang melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa. 8. Di atas baris penandatanganan oleh bendahara pengeluaran diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 18. Nomor diisi dengan nomor SPP. 12. tanggal penetapan SPD dan jumlah dana yang disediakan lewat SPD diisikan dalam kolom-kolom yang tersedia. Masing-masing ringkasan SPD.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-LS Barang dan Jasa 1. 20. tentang kegiatan/pekerjaan dengan 14. Lalu seluruh dana SPD yang pernah diterbitkan untuk SKPD yang bersangkutan dijumlahkan (diisi pada tempat bertanda II. 7. Program diisi dengan kode dan nama program kegiatan peruntukan LS Barang/Jasa. 10. Bentuk perusahaan diisi dengan cara memilih salah satu bentuk perusahaan yang tersedia atau menuliskan bentuk perusahaannya jika memang bentuk perusahaan tidak ada pada pilihan yang tersedia. 13. 23. Pada kolom di samping kanan Belanja UP/GU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan uang persediaan berdasarkan SPJ terkait. Ringkasan SPD diisi dengan ringkasan SPD yang telah diterbitkan/ditetapkan untuk SKPD yang bersangkutan. Deskripsi kegiatan diisi dengan gambaran menggunakan kaliman yang padat dan singkat. 6. 11. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama dan nomor rekening bank dari perusahaan pelaksana kegiatan pengadaan barang/jasa. Pada tempat yang disediakan (bertanda I-II. 17. 16. Pada kolom di samping kanan Belanja TU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan dana TU berdasarkan SPJ terkait. 3. Nama pimpinan perusahaan diisi dengan nama pimpinan (direktur) perusahaan yang melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa. Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/DPAL-SKPD diisi dengan jumlah dana DPASKPD/DPPA-SKPD/DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. 4. Nomor kontrak diisi dengan nomor kontrak pekerjaan antara pemerintah daerah dengan perusahaan pelaksana kegiatan pengadaan barang/jasa. Pada kolom di samping kanan LS Pengadaan Barang dan Jasa diisi dengan jumlah belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SPJ terkait. Pada tempat dengan tanda II-III Rp …………………. yaitu nomor. 15. 2.) diisikan hasil pengurangan jumlah total dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran dengan jumlah total dana yang telah di SPD kan. 19. Rp ……………………. Seluruh dana yang telah dicairkan (dari point 17 sampai point 20) dijumlahkan dan diisikan pada tempat dengan tanda III. Pada kolom di samping Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan diisi dengan jumlah pembayaran Gaji dan Tunjangan yang telah dilaksanakan. Kegiatan diisi dengan kode dan nama kegiatan kegiatan peruntukan LS Barang/Jasa. 22. Nama perusahaan diisi dengan nama perusahaan pihak ketiga yang melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa. Rp …………………. 21. Waktu pelaksanaan kegiatan diisi dengan periode pelaksanaan kegiatan. diisikan jumlah hasil pengurangan dana seluruh SPD (dari point 15) dengan dana yang telah dibelanjakan (dari point 21).. Rp……………………). 9. 5..

25. 1411 .24. Di samping kiri tanda tangan bendahara pengeluaran dibubuhkan pula tanda tangan PPTK. 26. Di bawah tanda tangan PPTK diisi dengan nama jelas PPTK dan di bawah nama diisi NIP PPTK. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran.

Tahun . 1412 .. (Nama Lengkap) NIP... ………………... Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP.. 2.. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BARANG DAN JASA (SPP-LS BARANG DAN JASA) Nomor: ……………………. RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN DANA No.PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . Kode Rekening Uraian Jumlah (Rp) JUMLAH …………... . Mengetahui.. Urut 1...

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. Di samping kiri tanda tangan bendahara pengeluaran dibubuhkan pula tanda tangan PPTK. 9. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 6. ttd PERWIRA H.Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-LS Barang dan Jasa 1. 4. Seluruh dana pada masing-masing kode rekening dijumlahkan sehingga dihasilkan jumlah totalnya. 5. MARDIYANTO . 2. Kolom jumlah diisi dengan jumlah dana yang akan dibebankan pada masing-masing kode rekening. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Di bawah tanda tangan PPTK diisi dengan nama jelas PPTK dan di bawah nama diisi NIP PPTK. 7. 3. Kolom kode rekening diisi dengan rincian objek rekening gaji dan tunjangan. Kolom uraian diisi dengan nama rincian objek rekening gaji dan tunjangan sesuai dengan kode rekening yang ada pada kolom sebelumnya (dari point 2). Nomor diisi dengan nomor SPP. 8.

... Nama Bendahara Pengeluaran : …………………........... g....... f.………............... Jenis Belanja : ……………………. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Di Tempat Dengan memperhatikan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota Nomor ………... SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BELANJA PENGELUARAN PPKD Nomor: …………….……….LAMPIRAN D........ ...... Tahun Anggaran : ……………………... Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP... b.. Jumlah Sisa Dana SPD : .…………..) h..... Untuk Keperluan Bulan : ……………………................ Nama dan Nomor Rekening Bank : ……………………....... d... …………………………..………........................ Dasar Pengeluaran SPD Nomor : ………………….......f : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TANGGAL : 59 TAHUN 2007 : 26 OKTOBER 2007 SPP LS Belanja Tidak Langsung PPKD PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ... (terbilang: ………………………………….......X.... SURAT PENGANTAR Kepada Yth.. bersama ini kami mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Langsung sebagai berikut: a..……...……...... (terbilang: ……………………………………………) e. c...... Tahun .... tentang Penjabaran APBD.............……............ …………… .... Tahun .... Jumlah Pembayaran Yang Diminta : …………………............

12. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. 6. Urusan Pemerintahan diisi dengan kode dan nama urusan pemerintahan. 10. 4. 7. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana SPD yang belum dicairkan tersebut. Nama bendahara pengeluaran diisi dengan nama bendahara pengeluaran SKPD yang menerbitkan SPP. 8. Nomor diisi dengan nomor SPP. Tahun anggaran diisi dengan tahun anggaran yang bersangkutan. 2. Dasar pengeluaran diisi dengan nomor SPD yang mendasari penerbitan SPP. Nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota diisi dengan nomor Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai penjabaran APBD pada tahun anggaran yang besangkutan. 3. 13. 5. 9.Cara Pengisian Formulir Surat Pengantar SPP-LS Belanja Pengeluaran PPKD 1. Pembayaran yang diminta diisi dengan jumlah dana yang diminta untuk dicairkan lewat penerbitan SPP. Pengisian disertai dengan jumlah terbilang dari dana yang diminta untuk dicairkan tersebut. . 11. SKPD diisi dengan kode dan nama SKPD. SKPD diisi dengan nama SKPD. Nama dan nomor rekening bank diisi dengan nama dan nomor rekening bank pihak ketiga yang menerima dana dari belanja LS PPKD. Di atas baris penandatanganan oleh bendahara pengeluaran diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. Sisa dana SPD diisi dengan jumlah dana yang belum dicairkan dari SPD yang mendasari penerbitan SPP.

RINGKASAN RINGKASAN DPA-/DPPA-/DPAL-SKPD Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD Rp …………………… (I) RINGKASAN SPD No. .. Urut Nomor SPD Tanggal SPD Jumlah Dana 1.. Rp ……………….. 2. ………………… Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP. (II) JUMLAH Sisa dana yang belum di SPD-kan (I-II) RINGKASAN BELANJA Belanja UP/GU Belanja TU Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan Belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa JUMLAH Sisa SPD yang telah diterbitkan.PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BELANJA PENGELUARAN PPKD Nomor: ……………… Tahun ..... belum dibelanjakan (II-III) Rp ……………………… (III) Rp……………………… Rp………………… ……….

3. Pada kolom di samping kanan Belanja TU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan dana TU berdasarkan SPJ terkait. diisikan jumlah hasil pengurangan dana seluruh SPD (dari point 3) dengan dana yang telah dibelanjakan (dari point 9). Pada tempat dengan tanda II-III Rp …………………. 11. Rp……………………). Jumlah dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD diisi dengan jumlah dana DPASKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran yang bersangkutan. Rp ………………….) diisikan hasil pengurangan jumlah total dana DPA-SKPD/DPPA-SKPD/ DPAL-SKPD untuk satu tahun anggaran dengan jumlah total dana yang telah di-SPD-kan. Rp ……………………. 5.. Masing-masing ringkasan SPD. 10. 6. Lalu seluruh dana SPD yang pernah diterbitkan untuk SKPD yang bersangkutan dijumlahkan (diisi pada tempat bertanda II. 7. Seluruh dana yang telah dicairkan (dari point 5 sampai point 8) dijumlahkan dan diisikan pada tempat dengan tanda III. Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. 8. 2. 9. 4. tanggal penetapan SPD dan jumlah dana yang disediakan lewat SPD diisikan dalam kolom-kolom yang tersedia. yaitu nomor. Ringkasan SPD diisi dengan ringkasan SPD yang telah diterbitkan/ditetapkan untuk SKPD yang bersangkutan.Cara Pengisian Formulir Ringkasan SPP-LS Belanja Pengeluaran PPKD 1. Pada kolom di samping kanan LS Pengadaan Barang dan Jasa diisi dengan jumlah belanja LS Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan SPJ terkait. Nomor diisi dengan nomor SPP.. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran. Pada tempat yang disediakan (bertanda I-II. Pada kolom di samping kanan Belanja UP/GU diisi dengan jumlah belanja yang telah dilaksanakan menggunakan uang persediaan berdasarkan SPJ terkait. Pada kolom di samping Belanja LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan diisi dengan jumlah pembayaran Gaji dan Tunjangan yang telah dilaksanakan. 12. .

9. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN LANGSUNG BELANJA PENGELUARAN PPKD Nomor: …………………. JUMLAH Kode Rekening Uraian Jumlah (Rp) …………… . 2... 5. . 4.. Bendahara Pengeluaran (Nama Lengkap) NIP. 7. RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN DANA No.PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA .... Tahun . 6.... 3.. Urut 1. ……………………….. 8.

Di atas baris penandatanganan diisi dengan tanggal dan tempat penerbitan SPP. MARDIYANTO . 3. Seluruh dana pada masing-masing kode rekening dijumlahkan sehingga dihasilkan jumlah totalnya. 5. ttd PERWIRA H. 2. Kolom jumlah diisi dengan jumlah dana yang akan dibebankan pada masing-masing kode rekening. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. Kolom uraian diisi dengan nama rincian objek rekening gaji dan tunjangan sesuai dengan kode rekening yang ada pada kolom sebelumnya (dari point 2). 6. Di bawah tanda tangan bendahara pengeluaran diisi dengan nama jelas bendahara pengeluaran dan di bawah nama diisi NIP bendahara pengeluaran.Cara Pengisian Formulir Rincian SPP-LS Belanja Pengeluaran PPKD 1. Nomor diisi dengan nomor SPP. 4. Kolom kode rekening diisi dengan rincian objek rekening gaji dan tunjangan. 7.

LAMPIRAN E YANG DIUBAH

PERMENDAGRI NOMOR 59 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO.13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

AKUNTANSI DAN PELAPORAN

DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH

LAMPIRAN E.XI.a

: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007

PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…….. SKPD ................. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
(dalam rupiah)

No. Urut 1 1 1.1 1.1.1 1 .1.2 1.1.3 1.1.4 PENDAPATAN

Uraian 2

Anggaran Setelah Perubahan 3

Realisasi 4

Lebih/ (Kurang) 5

PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah

2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.2.5 2.2.6

BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Befanja Aset Lainnya Jumlah Surplus/ (Defisit)

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .........

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM

MENTERI DALAM NEGERI,

ttd

PERWIRA

H. MARDIYANTO

LAMPIRAN E.XI.b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007
PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …….. LAPORAN REALISASI ANGGARAN PPKD UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER .........
(dalam rupiah) No. Urut 1 1 1.2 1.2.1 1.2.1.1 1.2.1.2 1.2.1.3 1.2.1.4 1.2.2 1.2.2.1 1.2.2.2 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 PENDAPATAN PENDAPATAN TRANSFER Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 2 2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.1.4 2.1.5 2.3 2.3.1 2.4 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah TRANSFER Surplus/ (Defisit) Uraian 2 Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Lebih/ (Kurang) 5

3 3.1 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.1.4 3.1.5 3.1.6

PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah

3.2 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4

3.3

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM

MENTERI DALAM NEGERI,

ttd

PERWIRA

H. MARDIYANTO

LAMPIRAN E.XII.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 FORMAT NERACA SKPD
PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA ….. NERACA SKPD …………. Uraian
ASET ASET LANCAR Kas Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Piutang Retribusi Piutarg Lain-lain Persediaan Jumlah ASET TETAP Tanah Tanah Peralatan dan Mesin Alat-alat Berat Alat-alat Angkutan Alat Bengkel Alat Pertanian dan Petemakan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat Studio dan Alat Komunikasi Alat Ukur Alat-alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Gedung dan Bangunan Bangunan Gedung Bangunan Monumen Jalan, Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Bangunan Air (Irigasi) Instalasi Jaringan Aset Tetap Lainnya Buku dan Perpustakaan Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan Hewan/Ternak dan Tumbuhan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan

Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Jumlah Tahun n Tahun n-1

Kenaikan (Penurunan) Jumlah %

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap ... Jumlah

ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/ Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah

EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR SILPA Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah EKUITAS DANA UNTUK DIKONSOLIDASI RK PPKD Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. ttd PERWIRA H. MARDIYANTO .

Jumlah INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Permanen Investasi Non Permanen Jumlah ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka/ Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR SILPA Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan dalam Aset Tetap Diinvestasikan daiam Aset Lainnya Jumlah JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. RK SKPD …………. Tahun n Tahun n-i Kenaikan (Penurunan) Jumlah % ttd H.XII.LAMPIRAN E.b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA …. NERACA PPKD Per 31 Desember Tahun n dan Tahun n-1 Jumlah Uraian ASET ASET LANCAR Kas Kas di Kas Daerah Jumlah ASET UNTUK DIKONSOLIDASI RK SKPD ………….. MARDIYANTO PERWIRA .

2 basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas. .4 Kewajiban 5.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . .3 Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD 4.3 Indikator pencapaian target kinerja APBD Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan SKPD 3.1 Pendapatan 5. Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan SKPD Penutup Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Kebijakan akuntansi 4.1..2 Landasan hukum penyusunan laporan keuangan SKPD 1.3 Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD Ekonomi makro. .1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan SKPD 5.1.1..3 Aset 5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN SKPD .4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada SKPD Penjelesan pos-pos laporan keuangan SKPD 5.XIII.2 Belanja 5.1 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah SKPD 4.. MARDIYANTO .LAMPIRAN E.5 Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan 5.1 Ekonomi makro 2. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada SKPD..1.1 Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD 1.2 Kebijakan keuangan 2.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan SKPD 4. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD SKPD 2.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan SKPD 3...1. . Bab I PENDAHULUAN Pendahuluan 1. .. ttd PERWIRA H.

1 1. PENDAHULUAN Bab I Pendahuluan 1.LAMPIRAN E..1 4.1.1 Rincian dari penjelasan masing-masing pos-pos pelaporan keuangan PPKD 5...4 Entitas akuntansi / entitas pelaporan keuangan daerah PPKD Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan PPKD Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan PPKD Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam SAP pada PPKD Bab V Penjelesan pos-pos laporan keuangan PPKD 5. .b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . ttd PERWIRA H. .2 Pendapatan Belanja Pembiayaan Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pengungkapan atas pos-pos aset cjan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas. untuk entitas akuntansi/entitas pelaporan yang rnenggunakan basis akrual pada PPKD. .3 Bab II Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan PPKD Landasan hukum penyusunan laporan keuangan PPKD Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan PPKD Ekonomi makro.1 2.6 5.2 5.1 5.1.. .XIII..5 5.1. Bab VI Bab VII Penjelasan atas informasi-informasi nonkeuangan PPKD Penutup Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.2 2.1.1. kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD PPKD 2.3 Ekonomi makro Kebijakan keuangan Indikator pencapaian target kinerja APBD Bab III Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan PPKD 3.2 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan PPKD Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan Bab IV Kebijakan akuntansi 4.3 4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PPKD ..1 3..2 4. .2 1.3 5. MARDIYANTO .4 5.1.

3 2.1.2.4 2. ttd PERWIRA H.2 2.2.2.. MARDIYANTO .2..a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)……. Urut 1 1 1.2 1.. SKPD .2..1.2 2. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah Surplus/ (Defisit) Jumlah Anggaran 3 Realisasi Semester Pertama 4 Sisa Anggaran 5 Uraian 2 Prognosis 6 Keterangan 7 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI..1 1..1.6 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan..1 1.2.XX.1.1. No.LAMPIRAN E.1 2.5 2.3 1.4 Pendapatan PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Jumlah 2 2. LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….2 2. Irigasi.1 2..1.1 2.

.2.1.3.3.1..6 PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah Penerimaan Piutang Daerah Jumlah PENGELUARAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah Jumlah Pembiayaan Neto 3.1 2.2.2.2.1 3.LAMPIRAN E.2.4 2.1.2 3.1.1 2.2 1.1.3.1.2 1.4 3.2 3.2.2.5 3.1 1.3 2. PPKD LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA APBD DAN PROGNOSIS 6 (ENAM) BULAN BERIKUTNYA TAHUN ANGGARAN …….1 3.1.3.1.2 2.2 3.4 .3 Uraian Prognosis 6 Keterangan 7 3.2 1.XX.1.2.3 1.2 1.3 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 3 Realisasi Semester Pertama 4 Sisa Anggaran 5 No.3.4 TRANSFER Surplus/Defisit 3 3.1 1.1 BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan BELANJA TIDAK TERDUGA Belanja Tidak Terduga Jumlah 2.3 3. Jumlah Anggaran 2 PENDAPATAN PENDAPATAN TRANSFER Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Transfer Pemerintah Pusat .3 1.5 2.3.Lainnya Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Transfer Pemerintah Provinsi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah 2 2.2.3 3.b : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA*)…….1 1.1.1.2.1.1 1.3 1.2 1.2.1 3.2.4 1.2.2 1.2.3 2. Urut 1 1 1.2.1.2 1.1.2.1.2.

MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI.

. 1 1 1 01 01 01 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. ORGANISASI. 1 1 1 02 02 02 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….E.XXVII. REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH. PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN ………… Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan. 1 1 1 02 02 02 04 04 04 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …...LAMPIRAN E.. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 Jumla h 10=7+8 +9 (Rp) % Bertambah/ (Berkurang) 1 2 11=1 0-6 12 1 URUSAN WAJIB 1 1 1 1 01 01 01 01 01 01 01 xx xx xx Pendidikan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH... 1 1 1 02 02 02 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. ORGANISASI.a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 E.. Organisasi. 1 01 03 Dst……………… 1 1 1 1 02 02 02 02 01 01 01 xx xx xx Kesehatan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. .. PROGRAM DAN KEGIATAN PROVINSI/KABUPATEN/KOTA**) ….

. Organisasi. 1 1 1 0 3 0 3 0 3 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 04 04 04 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 02 06 Dst……………… 1 1 1 1 03 0 3 0 3 0 3 01 01 01 xx xx xx Pekerjaan Umum Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..... 1 1 1 0 3 0 3 0 3 05 05 05 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 0 3 0 3 0 3 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 1 1 1 0 3 0 3 0 3 04 04 04 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 0 3 06 Dst……………… 1 1 1 1 0 4 04 04 04 01 01 01 xx xx xx Perumahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. .. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 11=1 0-6 12 1 1 1 02 02 02 05 05 05 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan.. 1 1 1 04 04 04 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

1 1 1 08 08 08 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 07 02 Dst……………… 1 1 1 1 0 8 08 08 08 01 01 01 xx xx xx Lingkungan Hidup Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan.. 1 05 02 Dst……………… 1 1 1 1 0 6 06 06 06 01 01 01 xx xx xx Perencanaan Pembangunan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 08 05 Dst……………… 1 1 0 9 09 01 Pertanahan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx . 1 06 02 Dst……………… 1 1 1 1 0 7 07 07 07 01 01 01 xx xx xx Perhubungan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 1 1 1 08 08 08 04 04 04 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi..... Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 11=1 0-6 12 1 04 04 Dst……………… 1 1 1 1 0 5 05 05 05 01 01 01 xx xx xx Penataan Ruang Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 08 08 08 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

. dan 1 10 02 Dst……………… Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1 1 1 1 1 1 1 11 11 11 11 01 01 01 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 15 02 Dst……………… .... 1 12 02 Dst……………… 1 1 1 1 13 13 13 13 01 01 01 xx xx xx Sosial Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 1 13 02 Dst……………… 1 1 1 1 14 14 14 14 01 01 01 xx xx xx Ketenagakerjaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi.Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan. 1 14 02 Dst……………… 1 1 1 1 15 15 15 15 01 01 01 xx xx xx Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 1 1 09 09 01 01 xx xx xx 2 Program …… Kegiatan …... 11=1 0-6 12 1 09 02 Dst……………… 1 1 1 1 1 0 10 10 10 01 01 01 xx xx xx Kependudukan Catatan Sipil Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Dst……………… Keluarga dan Sejahtera Berencana Keluarga 1 1 1 1 12 12 12 12 01 01 01 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….

Dst……………… 1 1 1 1 18 18 18 18 01 01 01 xx xx xx Kepemudaan Olah Raga dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Program …… Kegiatan …. 1 1 1 19 19 19 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …... 1 18 02 Dst……………… 1 1 1 1 19 19 19 19 01 01 01 xx xx xx Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 16 02 Dst……………… 1 1 1 1 17 17 17 17 01 01 01 xx xx xx Kebudayaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Pemerintahan Umum. . Perangkat Daerah. Organisasi... Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 11=1 0-6 12 1 1 1 1 16 16 16 16 01 01 01 xx xx xx Penanaman Modal Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 19 19 19 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 19 04 Dst……………… 1 20 Otonomi Daerah.. Administrasi Keuangan Daerah. 1 1 1 1 17 17 17 17 02 02 02 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan..

.. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 dan 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 Kepegawaian.. Organisasi.Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan.. 1 1 1 20 20 20 10 10 10 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 20 20 20 09 09 09 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 21 02 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx ... 1 1 1 20 20 20 06 06 06 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 20 20 20 07 07 07 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Persandian 11=1 0-6 12 1 1 1 20 20 20 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 20 20 20 05 05 05 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …... 1 20 11 Dst……………… 1 1 1 1 21 21 21 21 01 01 01 xx xx xx Ketahanan Pangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 20 20 20 04 04 04 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 20 20 20 08 08 08 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …..

Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 1 1 21 21 02 02 xx xx xx 2 Program …… Kegiatan …. 11=1 0-6 12 1 21 03 Dst……………… 1 1 1 1 22 22 22 22 01 01 01 xx xx xx Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 1 24 02 Dst……………… 1 1 1 1 25 25 25 25 01 01 01 xx xx xx Komunikasi dan Informatika Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 26 03 Dst……………… . Organisasi. 1 1 1 25 25 25 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 1 23 03 Dst……………… 1 1 1 1 24 24 24 24 01 01 01 xx xx xx Kearsipan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan... 1 22 02 Dst……………… 1 1 1 1 23 23 23 23 01 01 01 xx xx xx Statistik Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 1 1 1 1 26 26 26 26 02 02 02 xx xx xx Perpustakaan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …...

2 03 02 Dst……………… 2 2 2 2 04 04 04 04 01 01 01 xx xx xx Pariwisata Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan. 2 02 02 Dst……………… 2 2 2 2 03 03 03 03 01 01 01 xx xx xx Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 2 04 02 Dst……… 2 05 Kelautan dan Perikanan ...... 2 2 2 01 01 01 04 04 04 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 2 2 2 01 01 01 03 03 03 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …. 2 2 2 01 01 01 02 02 02 xx xx xx Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 2 01 05 Dst……………… 2 2 2 2 02 02 02 02 01 01 01 xx xx xx Kehutanan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …. Organisasi. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 2 URUSAN PILIHAN 11=1 0-6 12 2 2 2 2 01 01 01 01 01 01 01 xx xx xx Pertanian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..

2 07 02 Dst……………… 2 2 2 2 0 8 08 08 08 01 01 01 xx xx xx Ketransmigrasian Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. Coret yang tidak perlu. Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx xx xx xx Program …… Kegiatan …. Organisasi. 11=1 0-6 12 2 05 02 Dst……………… ……….. 2 08 08 02 01 01 xx xx xx Dst……………… Program …… Kegiatan …. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA (tanda tangan) **) …… (nama lengkap) 2 2 2 2 06 06 06 06 01 01 01 xx xx xx Perdagangan Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan …..Anggaran Setelah Perubahan Kode Uraian Urusan. .. 2 08 2 08 02 Dst……………… *) **) Untuk Kabupaten/Kota.…… tanggal ………. Program dan Kegiatan Jenis Belanja Barang Pegawai dan Jasa 3 4 Jumla h 6=3+4+5 Realisasi Jenis Belanja Jumla h 10=7+8 +9 Bertambah/ (Berkurang) (Rp) % Moda l 5 Pega wai 7 Barang dan Jasa 8 Mod al 9 1 2 2 2 05 05 05 01 01 01 xx xx xx 2 Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxxx Program …… Kegiatan ….. 2 2 2 06 06 06 02 02 02 2 06 03 Dst……………… 2 2 2 2 0 7 07 07 07 01 01 01 xx xx xx Industri Dinas/Badan/Kantor xxxxxxxx Program …… Kegiatan …...

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI. MARDIYANTO . ttd PERWIRA H.

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA**) …… REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA Bertambah/ (Berkurang) Realisasi Jumlah (Rp) 4 5=4-3 % 6 Kode Uraian Anggaran Setelah Perubahan 3 1 01 01 01 01 01 01 01 1 1 1 1 1 1 06 20 21 23 24 25 2 Pelayanan umum Perencanaan Pembangunan Otonomi Daerah. Pemerintahan Umum.LAMPIRAN E. Perangkat Daerah. Kepegawaian. dan Persandian Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika Perencanaan Pembangunan 02 Pertahanan **) 03 03 1 19 Ketertiban dan keamanan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 04 04 04 04 04 04 04 04 04 04 1 1 1 1 1 1 2 2 2 07 14 15 16 21 22 01 02 03 Ekonomi Perhubungan Ketenagakerjaan Koperasi Menengah dan Usaha Kecil Penanaman Modal Ketahanan Pangan Pemberdayaan Desa Pertanian Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral Masyarakat dan .a : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 59 TAHUN 2007 TANGGAL : 26 OKTOBER 2007 F.F.XXVII. Administrasi Keuangan Daerah.

Kode Uraian Anggaran Setelah Perubahan 3 Bertambah/ (Berkurang) Realisasi Jumlah (Rp) 4 5=4-3 % 6 1 04 04 04 04 2 2 2 2 05 06 07 08 2 Kelautan dan Perikanan Perdagangan Industri Ketransmigrasian 05 05 05 05 06 06 06 07 07 07 08 08 08 09 10 10 10 10 11 11 11 11 1 1 1 10 11 13 1 1 1 01 18 26 1 2 17 04 1 1 02 12 1 1 03 04 1 1 1 05 08 09 Lingkungan hidup Penataan Ruang Lingkungan Hidup Pertanahan Perumahan Pekerjaan Umum Perumahan Kesehatan Kesehatan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Pariwisata dan budaya Kebudayaan Pariwisata Agama **) Pendidikan Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Perpustakaan Perlindungan sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan Sosial .

..... MARDIYANTO ....... tanggal ... (tanda tangan) (nama lengkap) Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM MENTERI DALAM NEGERI........ Gubernur/Bupati/Walikota **).*) **) Kewenangan Pemerintah Coret yang tidak perlu ........ ttd PERWIRA H.