Anda di halaman 1dari 7

KOLEKSI PANTUN NASEHAT TERBARU [Kembali ke daftar isi] Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau

ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar Cepat cepatlah pergi makan Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan. Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju Ada ubi ada talas Ada budi ada balas

KOLEKSI PANTUN ANAK-ANAK TERBARU [Kembali ke daftar isi] Merah warna buah tomat Membuat sayur terasa nikmat Beta ingin mencari sahabat Agar hidup punya manfaat Tinggi batang pohon jambu Tumbuh di sisi pohon mangga Engkau dan aku adalah satu Bersahabat dalam suka duka Pohon ceri subur tumbuhnya Petik buahnya masukkan kantong Saling memberi saling menerima Saling bantu tolong menolong Pergi ke Medan membeli ulos Singgah di kedai membeli gulai Jangan ajak aku membolos Dorong aku jadi anak pandai Jika ke kota beli kain kaca Beli pita dua seuntai Rajin menulis rajin membaca Itu pertanda anak yang pandai Di sana gunung di sini gunung Di tengah-tengah gunung Rajabasa Ke sana bingung ke situ bingung Lebih baik ke sekolah saja Kau mandi aku pun mandi Kau renang aku pun renang Jika kawan mampu mandiri Beta pasti merasa senang Bulu cenderawasih berkilauan Burung merak sering menari Walau kawan anak perantauan Sidah jadi saudara sendiri Anak ayam belajar berkokok Meniru suara ayam jantan Anak kecil jangan merokok Kalau merokok pasti penyakitan

Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan merana Jalan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati Ke hulu membuat pagar, Jangan terpotong batang durian; Cari guru tempat belajar, Supaya jangan sesal kemudian.

Dari Seram ke Pulau Buru Dalam kota beli papaya Anak baik menghormati guru Berbakti jua pada orangtua Ke kota Medan membeli ulos Beli ulos penuh bergambar Anak sekolah jangan membolos Jika membolos tak jadi pintar Buah duku dari Palembang Pulau Bali mashur mangganya Baca buku janganlah jarang Sebab buku jendela dunia Pohon jati kuat kayunya Pohon nyiur tinggi batangnya Murid sejati banyak ilmunya Bekal mengabdi nusa bangsa Air laut asin rasanya Kelapa muda manis airnya Jika ingin hidup bahagia Sejak muda tekun bekerja

KOLEKSI PANTUN AGAMA TERBARU [Kembali ke daftar isi] Masuk toko membeli kain Kain batik buatan Tasik Sungguh indah pintu dipahat Jika engkau banyak bermain Burung puyuh di atas dahan Kepada ilmu tidak tertarik Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan Tanam padi di tengah sawah Sawah subur selalu basah Belatuk di atas dahan Pagi hari pergi sekolah Terbang pergi ke lain pokok Sore hari ke madrasah Hidup mati ditangan Tuhan Kepada Allah kita bermohon Tanah tandus penuh batu Tanah subur selalu gembur Daun tetap di atas dulang Jika orang banyak berilmu Anak udang mati dituba Sehat makmur sepanjang umur Dalam kitab ada terlarang Perbuatan haram jangan dicuba Tinta hitam untuk menulis Pensil warna untuk melukis Kulit lembu celup samak Ilmu itu tak pernah habis Mari buat tapak kasut Turun temurun ke ahli waris Harta dunia janganlah tamak Kalau mati tidak diikut Hujan angin bercampur badai Hujam reda pergi ke pantai Pak Kulup anak juragan Di sekolah jangan berkelahi Mati diracun muntahkan darah

Hidup di dunia banyak dugaan Kepada Allah kita berserah Sayang-sayang buah kepayang Buah kepayang hendak dimakan Manusia hanya boleh merancang Kuasa Allah menentukan

Kalau berkelahi tak jadi pandai Anak bambu bernama rebung Rebung dibeli di pasar pagi Anak sekolah suka menabung Semua keperluan bisa dibeli Tamasya ke kota Bogor Jangan lupa ke Kebun Raya Meski kau sudah tersohor Jangan lupakan ayah bunda Gajah perang melawan gajah Seekor pelanduk mati di tengah Jika kau tiada masuk sekolah Ayah bunda pastilah resah Kain tenun dari Sumbawa Kain batik dari Pekalongan Jika ingin jadi mahasiswa Sekolah Dasar jangan diabaikan

KOLEKSI PANTUN ROMANTIS [Kembali ke daftar isi] Dari mana datangnya linta Dari tanah turun ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata terus ke hati Hati berdetik dalam cahaya, Seperti belati menikam dada Cinta abadi kekal selamanya Musim berganti tapi wajah takkan lupa Menaiki kereta merknya honda Pergi selayang kerumah hanapi Bila cinta mekar di dada Siang terkenang malam termimpi Jalan-jalan ke kota paris Banyak rumah berbaris-baris Biar mati diujung keris Asal dapat dinda yang manis Ke cimanggis membeli kopiah Kopiah indah kan kau dapati Begitu banyak gadis yang singgah Hanya dinda yang memikat hati Jika aku seorang pemburu Anak rusa kan kudapati Jika dinda merasa cemburu tanda cinta masih sejati Panah cinta Tlah menancap Kedua hati pun menyatu Asmara semakin mendekap Cinta takkan berlalu Banyak bunga di taman cuma satu kupetik

Banyak anak perawan cuma Adik yang cantik Banyak buah semangka dibawa dalam sampan Banyak anak jejaka cuma Abang yang tampan Berjuta bintang di langit Satu yang bercahaya Berjuta gadis yang cantik Adiklah yang kucinta Gunung puncaknya tinggi tertutup oleh salju Memang Abang kupilih dan yang selalu kurindu

KOLEKSI PANTUN KOCAK TERBARU [Kembali ke daftar isi] Bunga melati bunga mawar Bunga mawar bunga melati Aduh pantun norak sekali. Kakak ompong adik botak Kamu sombong saya jitak Buah kedondong Buah atep Dulu bencong sekarang tetepp .. Jalan-jalan ke Manado Jangan lupa beli pepaya Kalau mau cari jodo Pilih yang ganteng seperti saya Ke irian lewat solo Cukup sekian gitu lo Ke irian beli cendrawasih Cukup sekian dan terima kasih

KOLEKSI PANTUN TEKA-TEKI TERBARU [Kembali ke daftar isi] Kalau Tuan pergi ke kedai Belikan saya buah keranji Kalau tuan bijak pandai Apa binatang keris di kaki? Ada sebiji roda pedati

Bentuknya bulat daripada besi Bila bermain diikat sekuat hati Dilempar hidup dipegang mati? Buah budi bedara mengkal Masak sebiji di tepi pantai Hilang budi bicara akal Buah apa tidak bertangkai? Burung nuri burung dara Terbang ke sisi taman kayangan Cubalah teka wahai saudara Semakin diisi makin ringan? Bunga orkid indah warnanya Penyeri taman dan juga hutan Ramai orang datang bertanya Bintang apa hidup di lautan? Pak Pung Pak Mustafa Encik Dollah dirumahnya Ada tepung ada kelapa Gula Melaka jadi intinya Kelip-kelip kusangka api Kalau api mana asapnya? Hilang ghaib disangkakan mati Kalau mati mana kuburnya? Budak-budak bermain batu Batu dikira satu persatu Badannya lurus bermata satu Ekornya tajam apakah itu? Jika tuan membeli tikar Tikar anyaman dari mengkuang Kalau Tuan bijak pintar Ular apa membelit pinggang? Masak tumis sambal petai Makan kenyang sambil sendawa Anda menziarah sahabat handai Buah apakah yang akan dibawa? Pokoknya bulat dan juga rendang Masam dan hijau ketika muda Buahnya berbentuk seperti bintang Sudah masak, kuninglah ia

Belayar perahu dari Bentan Menyusur tepi Selat Melaka Lebar kepala dari badan Apakah ikan cubalah teka? Mak Minah menanak minyak Kemenyan dibakar dengan setanggi Dua peha beranak banyak Untuk mendaki tempat yang tinggi? Orang bekerja diberikan upah Hidangan disaji dalam talam Gajah putih ditengah rumah Layar terkembang di waktu malam? Gigi berduri tatah bersigai Pembelah kayu ia berguna Jika tuan orang yang pandai Benda apakah makannya dua cara? Jika ke kedai pergi berbelanja Belikan saya sudu dan senduk Jika pandai katakan ia Semakin berisi semakin menunduk? Kalau tuan pakai lencana Pakailah songkok di atas kepala Kalau Tuan bijak laksana Binatang apakah tiada kepala? Pisau lipat dimainnya kera Tangannya luka lalu terjun Makan kuat tidak terkira Kenyangnya tidak tahi bertimbun? Minah ketawa terjerit-jerit Melihat koyak pada seluar Orang putih duduk sederet Pagar didalam tebing diluar? Tuan puteri belajar menari Tari diajar oleh Pak Harun Kalau Tuan bijak bestari Apa yang naik tak pernah turun? Jawaban Pantun Teka Teki di atas Jawaban 1 : Ayam Jawaban 2: Gasing Jawaban 3: Buah Melaka

Jawaban 4 : Belon Jawaban 5 : Tapak Sulaiman Jawaban 6 : Buah Melaka Jawaban 7 : Kilat Jawaban 8: Jarum Jawaban 9: Tali Pinggang Jawaban 10: Buah Tangan Jawaban 11: Belimbing Jawaban 12: Ikan Pari Jawaban 13: Tangga Jawaban 14; Kelambu Jawaban 15: Gergaji Jawaban 16: Padi Jawaban 17: Ketam Jawaban 18: Api Jawaban 19: Gigi Jawaban 20: Umur

http://duniabaca.com/kumpulan-pantun-populer-terbaru-2011.html