Anda di halaman 1dari 18

ULTRA VIOLET-VISIBLE SPEKTROFOTOMETRI

Dr. Andria Agusta Prodi Farmasi UIN 2011

Kegunaan dalam kimia analisa; a. Analisa kualitatif b. Analisa kuantitatif

3/26/2012

Metoda analisis Spektrometri UV-Vis, berdasarkan pada: 1. Pengukuran spektrum sinar yang diserap oleh larutan bewarna, misalnya: warna yang ditimbulkan oleh sampel yang dianalisis dengan penambahan pereaksi yang sesuai, atau berasal dari dalam penyusunnya sendiri. 2. Intensitas sinar set. melalui larutan dubah oleh fotosel menjadi tenaga listrik. Besarnya tenaga listrik ini tergantung pada konsentrasi unsur dalam larutan dan tebal larutan yang dilalui sinar 3. Maka, alat untuk mengukur intensitas sinar setelah melaui larutan disebut spektrofotometer.

3/26/2012

Prinsip dasar UV-Vis Spektrofotometri Ir Ia It

Io

Medium bewarna

Io = Ia + It + Ir .. (1)
Io = intensitas sinar yang masuk Ia = intensitas sinar yang diabsorpsi Ir = intensitas sinar yang dipantulkan (dapat diabaikan) It = intensitas sinar yang diteruskan
3/26/2012 4

Io

Ia

It

Io

It

Intensitas sinar yang keluar tidak sama dengan intensitas sinar yang datang, karena sebagian sinar yang datang diserap oleh bahan yang dianalisa. Io = Ia + It (2)
3/26/2012 5

1760. Lambert, menyelidiki hubungan antara Io dan It. 1852 . Beer, memperoleh percobaan-percobaannya pada larutan. Hukum-hukum Lambert dan Beer, merupakan hukum dasar Spektrofotometri dan kolorimetri Hukum Lambert

Hukum ini menyatakan apabila sinar monokromatis dilewatkan pada suatu medium yang tembus cahaya, kecepatan berkurangnya intensitas dengan tebal medium sebanding dengan intensitas sinar datang. Dengan kata lain intensitas sinar yang dipancarkan berkurang secara eksponensial sesuai dengan bertambahnya tebal medium penyerap secara aritmetik

3/26/2012

-dI
= KI ..(3) dt atau -dI = K I d t

Dimana:

I = Intensitas sinar datang dengan


panjang gel. t = tebal medium

K = faktor perbandingan Apabila pers. (3) diintegralkan dan jika Io untuk t = 0, maka diperoleh Io - kt ln = kt ..(4) atau dpt ditulis It = Io e . (4) It
Dimana:

Io = intensitas sinar datang yang mengenai medium penyerap dengan tebal t


It = intensitas sinar yang diteruskan K = tetapan penyerap pada panjang gelombang dan medim yang digunakan
3/26/2012 7

Pers. (4) dapat juga ditulis sebagai:


It = Io. 10
- 0,4343 k t

= Io.10

Kt

Dimana K = k/2,306 biasa disebut tetapan extinksi

It/Io = T fraksi sinar datang yang diteruskan oleh medium


setebal t disebut transmisi (transmittan) A = log It/Io = -abc (absorbansi) Hukum Beer Pada analisa kuantitatif, terutama yang berhubungan dengan lart. Beer (1852) mempelajari pengaruh konsentrasi penyusun warna dalam larutan terhadap sinar yang diteruskan dan sinar yang diserap. Dia juga menemui hub. Antara transmisi dan tebal lapisan.
3/26/2012 8

Dengan kata lain: intensitas suatu berkas monokromatis berkurang secara exponensial sesuai dengan betambahnya konsentrasi medium secara arithmetik. Hub.ini dapat ditulis dalam bentuk It = Io. e -k c = Io. 10 = Io. 10
- 0,4343 k c

c = konsentrasi k dan K = tetapan

K c

.(6)

Bila persamaan (5) dan (6) digabung, diperoleh


-E c t

It = Io. 10

Log Io/It = abc atau A = abc


3/26/2012

T = transmitan molar apabila c dalam gram/mol dan bdalam cm A =log It/Io = -abc A = log 1/T = -log T Pers. Lambert-Beer
9

PEMILIHAN PELARUT(Solvent)
Pada umumnya pelarut yang digunakan adalah etanol 95 % (alkohol absolut), diamping itu juga dapat digunakan pelarut organik lainnya seperti benzena, sikloheksana dan hidrokabon lainnya. Beberapa pelarut yang digunakan pada UV/Vis spektrometer. Pelarut Panjang Gelombang Maks,(nm) Asetonitril 190 Air 191 Sikloheksana 195 Heksana 201 Metanol 203 Etanol 204 Dietil eter 215 Metilen diklorida 220 Kloroform 237 Karbon tetraklorida 257
3/26/2012 10

Gugus kromofor
Kromofor Eter Thioeter Amina Thiol Disulfida Etilen Keton Gugus O S NH2 SH SS C=C =C=O (C = C)2 (C = C)3 (C = C)4 (C = C)5 C=CC=O

max 185 194 195 195 194 190 195 210-230 260 300 330 210-250 184 246 220-275

max

255 270-285

Benzen Difenil Naftalena


3/26/2012

202 312
11

Persyaratan Analisis menggunakan UV-Vis Spektrofotometer


1. 2. 3. 4. Bahan mempunyai gugus kromofor (UV) Bahan tidak mempunyai gugus kromofor tapi berwarna (Vis.) Bahan tidak mempunyai gugus kromofor tidak berwarna, ditambahkan pereaksi perwarna (Vis.) Bahan tidak mempunyai gugus kromofor dibuat turunannya yang mempunyai gugus kromofor (UV)

Prosedur analisa UV-Vis. Instrument


1. Persiapan sample

2.
3. 4.

Pemilihan panjang gelombang


Pengukuran serapan Perhitungan kadar/jumlah
12

3/26/2012

LAMBERT-BEER LAW

Po = Pa + Pt + Pr
T = Pt/Po A = Log (Pt/Po) =- abc A = Log (1/T) = - Log T =- abc

A = abc
T = transmittan (0 100 %) A = absorbansi (0 1 )

a = konstanta (mole-1 cm-1)


b = lebar kuvet c = konsentrasi
3/26/2012 13

Penggunaan HK Lambert-Beer
Standard Ast = abCst

Sample
Perhitungan

Asp = abCsp
Asp Ast abCsp abCst

Csp =

Asp
Ast

x Cst (mg/ml)

3/26/2012

14

STANDARD
1. External standard Apabila jumlah bahan yang akan dianalisa mempunyai kadar/jumlah relatif cukup besar 2. Internal standard Apabila jumlah bahan yang akan dianalisa mempunyai kadar/jumlah relatif sangat sedikit. Larutan bahan yang akan dianalisa ditambahkan larutan standard yang telah diketahui kadarnya. Asp = A1 Ast
3/26/2012 15

Perhitungan persentase bahan yang dianalisa


Csp x V
% bahan = Wsp X 100 %

Csp = konsentrasi larutan yang diperiksa (mg/ml) V = jumlah pelarutan untuk melarutkan sample (ml) Wsp = berat sample yang ditimbang

3/26/2012

16

Perhitungan menggunakan persamaan garis regresi linier


Y = a + bX

X = konsentrasi
Y = absorbansi b= Y3 Y1 2X2 a= 5Y1 + 2Y2 Y3 6

3/26/2012

17

CONTOH

Original data X Bahan (mg) 0.00 0.02 0.04 bahan

Kurva standard Y Absorbansi 0.032 0.135 0.187 0.242

X2 = 0.002

(X X)2 = 0.0008

a=
b= Jadi

5Y1 + 2Y2 Y3 6 Y3 Y1 2X2 X= Ya b

5(0.032) + 2(0.135) 0.187


6

= 0.040

0.187 0.032 2(0.02) = 0.242 0.040 3.88

= 3.88

= 0.052 mg
18

3/26/2012