Anda di halaman 1dari 4

AGEN FISIK

PENGERTIAN AGEN FISIK Agen fisik adalah agent penyakit yang dapat menyebabkan cedera atau penyakit karena pengaruh seperti contohnya antara lain : 1. RADIASI Radiasi adalah pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau antara, missal pemacaran dan perambatan gelombang, elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang lenting, penyiaran. Dengan demikian dapat dikatan bahwa radiasi bukan hanya radisi nuklir, tetai juga radiasi lain seperti gelombang radio, pancaran sinar, dan lain-lain. Beberapa penyakit yang ditimbulkan di antaranya: a. Radiodermatitis Radiodermatitis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat penyinaran local dengan dosis tinggi. Dimulai dengan tanda kemerahan pada kulit yang terkena radiasi, kemudian diikuti oleh masa tenang beberapa hari sampai 3 minggu baru kemudian muncul gejala yang khas tergantung dari dosis yang diterima. b. Katarak Katarak terjadi pada penyinaran mata dengan dosis diatas 1,5 Gray (Gy), dengan masa tenang antara 5 10 tahun. c. Sterilitas (kemandulan) Sterilitas dapat terjadi karena akibat penyinaran pada kelenjar kelamin. Efek berupa pengurangan kesuburan sampai kemandulan. Sel sperma yang muda lebih peka dari pada sel tua. Aktivitas pembentukan sperma dapat mulai menurun pada dosis beberapa senti Gray (cGy). d. Sindrom Rasiasi Akut Sindrom Radiasi Akut dapat terjadi setelah penyinaran seluruh tubuh dengan dosis lebih dari 1 Gy yang diterima secara sekaligus dengan laju dosis yang cukup tinggi oleh radiasi yang berdaya tembus besar. Gejala diawali dengan gejala tidak khas seperti mual dan muntah, demam, rasa lelah, sakit kepala serta diare, kemudian diikuti masa tenang selama 2 sampai 3 minggu. Pada masa ini gejala mereda, setelah masa tenang lewat, maka timbul nyeri perut, diare, perdarahan, anemia, infeksi bahkan kematian.

2. SUHU UDARA Penyakit yang ditimbulkan diantaranya - Dingin: menimbulkan frost bite - Panas: menimbulkan dehidrasi, heat stroke faktor-faktor alam yang merupakan salah satu yang mempengaruhi timbulnya suatu penyakit, faktor alam termasuk dalam karakteristik agen fisik, diantaranya adalah sebagai berikut a. Litosfir atau lingkungan padat, termasuk kerak bumi sampai kepusat bumi, diperlukan manusia untuk berbagai kegiatan seperti bermukim, bercocok tanam, mendirikan pabrik, memanfaatkan mineral yang ada di dalam formasinya, dan membuang kembali

limbh padat. Dengan demikian, terjadi pula interaksi manusia dengannya dan didapat pula penyakit bawaan lingkungan padat, akibat segala aktivitas manusia. b. Geografi adalah posisi pada kerak bumi, sehingga termasuk pula karakteristik yang ada pada tempat tadi seperti iklim, farmasi geologis, keberadaan air, topografi, kesuburan tanah, dan lain-lain. c. Iklim berpengaruh terhadap agen hidup di lingkungan dalam pelaksanaannya siklus reproduksi. Misalnya mikrooganisme mempunyai syarat bagi kehidupan yang optimum, baik temperature, kelembaban, zat hara, dll. Iklim juga berpengaruh terhadap media transmisi penyakit misalnya faktor akan berkembangbiak dengan optimum apabila suhu, kelembaban, zat hara semua terserah dalam jumlah yang optimum untuk kehidupannya. Pada keadaan optimum, nyamuk cepat sekali berubah dari fase telur hingga fase dewasa, misalnya 7 hari atau kurang. Sedangkan apabila lingkungan tidak mengizinkan, maka siklus ini akan berlangsung sangat lama. Demikian pula halnya dengan lalat, tungau, dan pinjal. 3. KEBISINGAN Kebisingan adalah semua suara/bunyi yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Kwalitas suatu bunyi ditentukan oleh frekuensi dan intensitasnya. Frekuensi dinyatakan dalam jumlah getaran perdetik ( Hertz,Hz ), sedangkan intensitas atau arus energi persatuan luas biasanya dinyatakan dalam suatu logaritmis yang disebut desibel ditulis dBA atau dB(A). Telinga manusia mampu mendengar pada frekuensi antara 16 20.000 Hz. Alat pelindung telinga ada 2 macam, yaitu sumbat telinga ( ear plug ) dan tutup telinga ( ear muff ). Sumbat telinga jenisnya ada yang permanen dan jenis sekali pakai, sedang tutup telinga jenisnya sama, hanya dibedakan ada yang langsung dilekatkan di helmet atau tidak dilekatkan di helmet tetapi menggunakan headband/ikat kepala namun sering mengganggu alat pelindung lainnya. Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi tertentu saja, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya ( komunikasi ) tidak terganggu.Bahan sumbat telinga ada yang terbuat dari karet, plastik keras, plastik lunak, lilin dan kapas. Yang disenangi adalah jenis karet dan plastik lunak karena bisa menyesuaikan bentuk dengan lobang telinga. Bila pemakaiannya baik, daya atenuasi ( daya lindung ) 25-30 dB, bila ada kebocoran dalam pemakaian dapat mengurangi atenuasi sampai 15 dBA lebih. Tutup telinga ( ear muff ) daya atenuasinya ( daya lindung ) sampai 42 dBA ( 35 45 dBA ). Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dengan sumbat telinga, sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tidak lebih dari 50 dBA, karena hantaran suara melalui tulang masih ada.

4. Trauma Istilah trauma diambil dari kata Greek untuk menunjukkan luka. Secara sederhana trauma bermakna luka atau kekagetan (shock). Dalam artian psikologis trauma mengacu pada pengalaman-pengalaman emosional yang mengejutkan, menyakitkan dan membawa dampak serius tidak jarang untuk jangka waktu yang lama. Secara garis besar ada beberapa macam trauma, yakni : a. b. Trauma ginjal Trauma ginjal sering menyebabkan luka pada ginjal, misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh atau trauma pada saat berolahraga. Trauma Lahir Trauma lahir adalah trauma yang terjadi pada proses kelahiran. Trauma dapat terjadi sebagai akibat keterampilan atau medic yang tidak pantas atau yang tidak mengadai sama sekali, atau dapat terjadi meskipun telah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompoten serta sama sekali tidak ada kaitannya dengantindakan atau sikap orang tua yang acuh tak acuh. Trauma mata Trauma mata adalah tindakan sengaja maupun tidak sengaja yang menimbulkan luka pada mata. Trauma mata kasus gawat darurat mata. Dan dapat juga sebagai kasus polisi. Luka yang ditimbulkan dapat ringan sampai berrat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata. Alat rumah tangga sering menimbulkan luka atau trauma mata.

c.

5. Objek Air, makanan, tanah, udara

KESIMPULAN

Agent fisik adalah agent penyakit yang dapat menyebabkan cedera atau penyakit karena pengaruh seperti contohnya antara lain radiasi yaitu Radiodermatitis, katarak, sterilitas, Sindrom Radiasi Akut, Suhu udara, Kebisingan, Trauma yaitu trauma ginjal, trauma lahir, dan trauma mata,