Anda di halaman 1dari 19

Jumat, 11 Februari 2011

Pola Pewarisan Sifat Pada Manusia


Peta Silsilah (Pedigree)

penyakit pada

Peta silsilah (pedigree) dibuat untuk mengetahui pewarisan suatu keluarga

Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom seks a. Hemofilia ~ Hemofilia adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku ~ penderita hemofilia jika terluka darahnya akan membeku sekitar 50 mnt 2 jam, hal ini akan mengakibatkan penderita mengalami kehilangan banyak darah dan dapat menimbulkan kematian ~ Penyakit ini dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut kromosom X ~ Contoh silsilah penyakit hemofilia adalah pada keluarga kerajaan Eropa. Ratu Victoria dari Inggris menderita hemofilia. ~ HH Hh Hh ~ XHY = XhY = = = = Genotip wanita hemofilia: XHXH = Homozigot dominan = normal XHXh = heterozigot = carier = pembawa sifat XhXh = homozigot resesif = penderita hemofilia laki-laki laki-laki genotip laki-laki hemofilia: normal hemofilia

b. Buta warna ~ Buta warna adalah penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan warna merah dengan biru, atau kuning dengan hijau ~ Disebabkan oleh gen resesif cb (color blind) ~ gen buta warna terpaut pada kromosom X ~ genotip buta warna adalah sebagai berikut:

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa laki-laki tidak ada yang carier atau pembawa

Contoh soal

c. Anodontia ~ Adalah kelainan yang dibawa oleh kromosom X dan muncul dalam keadaan resesif. ~ kelainan ini menyebabkan penderita tidak memiliki gigi (ompong)

d. Hypertrichosis ~ Hypertrichosis merupakan sifat keturunan berupa tumbuhnya rambut di bagian tertentu dari daun telinga, wajah dan anggota tubuh lainnya. ~ penyebab adalah gen-gen resesif (h) yang terpaut pada kromosom Y ~ penyakit ini hanya dimiliki oleh laki-laki

Cacat dan penyakit menurun yang terpaut kromosom autosom a. Albino ~ merupakan kelainan yang disebabkan tubuh seseorang tidak mampu memproduksi pigmen melanin, sehingga rambut dan badanya putih ~ Cacat albino memiliki penglihatan yang peka terhadap cahaya, disebabkan irisnya tidak memiliki pigmen ~ Disebabkan oleh gen resesif a ~ orang normal memiliki genotip Aa atau AA, sedangkan orang albino genotipnya aa

Selain manusia, albino juga terdapat pada tumbuhan (jagung), dan hewan (tikus, ular, kelelawar dll)

Hukum Mendel II (Hukum Asortasi/Hukum Berpasangan Secara Bebas) Setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain, tetapi gen untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang lain yang bukan termasuk alelnya (Terjadi pada persilangan dihibrid/plihibrid) Contoh soal : 1.Dik : kapri biji bulat, warna kuning dikawinkan dengan kapri biji keriput warna hijau. B = bulat, K = Kuning, b = keriput, k = hijau Dit : Tentukan F1 dan F2! Jawab : P : BBKK x bbkk (Bulat kuning) (keriput hijau) Gamet : BK ; bk F1 : BbKk

P2 : BbKk x BbKk Gamet :BK, Bk, bK, bk ; BK, Bk, bK, bk F2 : : : BK--------- Bk-------- bK--------- bk BK--- BBKK (1)--- BBKk (2)--- BbKK (3)--- BbKk (4) Bk--- BBKk (5)--- BBkk (6)--- BbKk (7)--- Bbkk (8) bK--- BbKK (9)--- BbKk (10)-- bbKK (11)-- bbKk (12) bk--- BbKk (13)-- Bbkk (14)-- bbKk (15)-- bbkk (16) Ratio Genotipe : BBKK = 1 (1) BBKk = 2 (2; 5) BbKK = 2 (3; 9) BbKk = 4 (4, 7, 10, 13 ) BBkk = 1 (6) Bbkk = 2 ( 8; 14) bbKK = 1 ( 11) bbKk = 2 ( 12; 15 ) bbkk = 1 (16) maka ratio genotype = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1 Ratio fenotipe : buat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1
[/COLOR]

2.Dik : Kapri batang tinggi (T), bunga kuning (K), dan letak bunga di ketiak/aksial (A) dominan terhadap kapri batang pendek (t), bunga putih (k) dan letak bunga di ujung (a). Kapri batang tinggi, warna kuning, letak bunga aksial heterozigot sempurna disilangkan sesamanya. Dit : Tentukan macam genotype dan fenotipe keturunannya! Jawab : a. Rumus Jumlah macam gamet : 2n (n = jumlah pasangan alel yang heterozigot) = 23 = 8 b. Rumus Jumlah kombinasi : (2n)2 = (23)2 = 64 c. Rumus Macam fenotype : 2n = 23 = 8

d. Rumus Macam genotype : 3n = 33 = 27 P : TtKkAa x TtKkAa Gamet : TKA,TKa,TkA,Tka,tKA,tKa,tkA,tka ; TKA,TKa,TkA,Tka,tKA,tKa,tkA,tka Ratio genotype : - 1 TTKKAA - 2 TTKKAa - 1 TTKKaa - 2 TTKkAa - 4 TTKkAa - 2 TTKkaa - 1 TTkkAA - 2 TTkkAa - 1 TTkkaa - 2 TtKKAA - 4 TtKkAa - 2 TtKKaa - 4 TtKkAA - 8 TtKkAa - 4 TtKkaa - 2 TtkkAA - 4 TtkkAa - 2 Ttkkaa - 1 ttKKAA - 2 ttKKAa - 1 ttKKaa - 2 ttKkAA - 4 ttKkAa - 2 ttKkaa - 1 ttkkAA - 2 ttkkAa - 1ttkkaa Ratio fenotype : Tinggi kuning aksial : tinggi kuning terminal : tinggi putih aksial : pendek kuning aksial : tinggi putih terminal : pendek kuning terminal : pendek putih aksial : pendek putih terminal =

27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1.
Cara Mencari Jumlah Macam Gamet 1. Rumus macam gamet : 2 pangkat n , n adalah jumlah pasangan alel yang heterozigot. Mis : 1. BB, jumlah pasangan alel heterozigot = 0, sehingga macam gamet : 2 pangkat n = 2 pangkat 0 = 1 yaitu B 2. Aa, jumlah pasangan alel heterozigot = 1, sehingga macam gamet : 2 pangkat n = 2 pangkat 1 = 2 yaitu A dan a 3. AaBB, , jumlah pasangan alel heterozigot = 1 sehingga macam gamet : 2 pangkat n = 2 pangkat 1 = 2 yaitu AB dan aB 4. AaBb, , jumlah pasangan alel heterozigot = 2 sehingga macam gamet : 2 pangkat n = 2 pangkat 2 = 4 yaitu AB, Ab,aB,ab[/SIZE]
[/SIZE]

2.Diagram Garpu : Mis : 1.Monohibrid Rr : - R dan - r Jumlah gamet 2 macam : R dan r 2.Dihibrid RrKk : R : - K dan - k r : - K dan - k Jumlah gamet 4 macam : RK, Rk, rK, rk 3. Trihibrid RrkkBb : R-k : - B dan - b r-k : - B dan - b Jumlah gamet 4 macam : RkB, Rkb, rkB, rkb 4. Trihibrid RrKkBb : R : - K : - B dan - b serta - k : - B dan - b r : - K : - B dan - b serta - k : - B dan - b Jumlah gamet 8 macam : RKB, RKb, RkB, Rkb, rKB, rKb, rkB, rkb
[/SIZE]

Hubungan antara banyaknya Sifat Beda, Jumlah Gamet, serta Kombinasi Fenotipe dan Genotipe keturunan F2 dapat dicari dengan menggunakan rumus al : - rumus macam gamet : 2 pangkat n - rumus kombinasi F2 : (2 pangkat n)kuadrat - rumus jumlah macam fenotip : 2 pangkat n - rumus banyaknya macam genotipe dalam F2 : 3 pangkat n - rumus banyak kombinasi baru yang homozigot : 2 pangkat n - 2 Menghitung Macam Kombinasi Keturunan Kedua (F2) : Untuk menghitung ratio (perbandingan) fenotip pada F2 dapat dilakukan dengan cara : a. Segitiga Pascal : - rumus Perbandingan Fenotipe F2 : 3 pangkat n ( n = jumlah sifat beda/pasangan alel heterozigot) - rumus jumlah macam fenotip : 2 pangkat n Misal : 1. Jumlah Sifat beda 1 (monohibrid): Aa x Aa : jumlah macam fenotip = 2 pangkat n = 2 pgkt 1 = 2, kemungkinan macam fenotip : 1 - 1, - ratio fenotip : # angka 1 pertama pada segitiga Pascal = 1(3pgkt1)= 1(3) berarti, ada 1 macam fenotip dgn 1 faktor dominan dgn frekuensi 3 # angka 1 kedua pada segitiga Pascal = 1(3pgkt0)= 1(1) berarti, ada 1 macam fenotip dgn 0 faktor dominan dgn frekuensi 1, maka ratio fenotipe F2 dgn 1 sifat beda = 3 : 1
[/COLOR]

2. Jumlah sifat beda 2 (dihibrid) AaBb x AaBb : jumlah macam fenotipe 2 pagkt n = 2 pgkt 2 = 4, kemungkinan macam fenotip : 1 - 2 - 1, - ratio fenotip :

# 1 (3 pgkt 2) = 1 (9), berarti 1 mcm fen dgn 2 faktor dominan dgn frekuensi 9 # 2 (3 pgkt 1) = 2 (3), berarti 2 mcm fen dgn 1 fktr dominan dgn frek 3 # 1 (3 pgkt 0) = 1 (1), berarti 2 mcm fen dgn 1 fktr dominan dgn frek 1; maka ratio fenotipe F2 gdgn 2 sifat beda = 9 : 3 : 3 : 1 3. Jumlah sifat beda 3 (trihibrid) AaBbCc x AaBbCc : jumlah mcm fen 2 pgkt 3 = 8; kemungkinan macam fenotipe : 1 - 3 - 3 - 1 - ratio fenotip : # 1 (3 pgkt 3) = 1 (27), berarti 1 mcm fen dgn 3 fktr dominan dgn frek 27 # 3 (3 pgkt 2) = 3 (9), berarti 3 mcm fen dgn 2 fktr dominan dgn frek 9 # 3 (3 pgkt 1) = 3 (3), berarti 3 mcm fen dgn 1 fktr dominan dgn frek 3 # 1 (3 pgkt 0) = 1 (1), berarti 1 mcm fen dgn 0 fktr dominan dgn frek 1; maka ratio fenotipe F2 dgn 3 sifat beda = 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1
[/SIZE] [/SIZE]

4. Jumlah sifat beda 4 (tetrahibrid) AaBbCcDd x AaBbCcDd : jmlh mcm fen 2 pgkt 4 = 16; kemungkinan mcm fen : 1 4 6 4 1 - Ratio fen : # 1(3 pgkt 4) = 1 (81), berarti 1 mcm fen dgn 4 fktr dominan dgn frek 81 # 4(3 pgkt 3) = 4 (27), berarti 4 mcm fen dgn 3 fktr dominan dgn frek 27 # 6(3 pgkt 2) = 6 (9), berarti 6 mcm fen dgn 2 fktr dominan dgn frek 9 # 4(3 pgkt 1) = 4 (3), berarti 4 mcm fen dgn 1 fktr dominan dgn frek 3 # 1(3 pgkt 0) = 1 (0), berarti 1 mcm fen dgn 0 fktr dominan dgn frek 1, maka ratio fenotipe F2 dgn 4 sifat beda = 81 : 27 : 27 : 27 : 27 : 9 : 9 : 9 :9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 3 : 1 b. Diagram Garpu (Branched System) Cara mencari ratio antar fenotip yang dihasilkan : - Setiap faktor dominan diberi angka 3 ; resesif diberi angka 1 - Kemudian nilai dari tiap faktor dikalikan sehingga diperoleh frekuensi masing2 fenotip Mis : 1. Dik : Tanaman bunga merah (M), buah besar (N) heterozigot disilangkan sesamanya Dit : Tentukan macam dan ratio fenotipe, jika sifat merah dominan terhadap putih dan sifat buah besar dominan terhadap sifat kecil. Jawab : P : MmNn x MmNn Gamet : 2 pgkt 2 = 4 M : - N dan - n m : - N dan n Jumlah kombinasi : (2 pgkt 2) kuadrat = 16 3M : - 3N dan - 1n = - 9 MN ( merah besar) dan 3Mn (merah kecil) 1m : - 3N dan 1n = - 3 mN (putih besar) dan 1mn ( putih kecil) - Untuk dominan homozigot diberi nilai 1; dominan heterozigot diberi nilai 2; dan resesif diberi nilai 1 - Kemudian nilai dari tiap faktor dikalikan sehingga diperoleh frekuensi masing2 fenotip Mis : 2. Dik : Persilangan dihibrid antara buah manis (M) besar (B) yang masing2 dominan terhadap sifat hambar buah kecil (mmbb). Kedua induk heterozigot Dit : Tentukan macam genotip dan fenotip keturunannya! Jawab : P : MmBb x MmBb 1MM : - 1BB ; - 2Bb ; - 1bb = 1MMBB = manis besar ; - 2MMBb = manis besar ; - 1MMbb (manis kecil) 2Mm : - 1BB ; - 2Bb ; - 1bb = 2MmBB = manis besar ; - 4MmBb = manis besar ; - 2Mmbb (manis kecil)

1mm : - 1BB ; - 2Bb ; - 1bb = 2mmBB = hambar besar ; - 4mmBb = hambar besar ; - 2mmbb (hambar kecil) Persilangan Resiprok : - Persilangan yang tidak dipengaruhi oleh sifat yang dibawa oleh kelamin jantan atau kelamin betina - Mis : bunga warna merah disilangkan dgn bunga warna putih akan menghasilkan keturunan yang sama bila serbuk sari diambil dari bunga merah atau putih. Mis : AA x aa = aa x AA Backcross : - Persilangan F1 dgn salah satu induknya, dominan atau resesif - Tujuannya untuk mengetahui genotip induk - Mis : F1 : Kk (kuning) x induk(putih) Gamet : K, k ; k,k Hasil : Kk, Kk, kk. kk = ratio fen kuning : putih = 1 : 1, berarti induk bergenotip kk Testcross : - Perkawinan F1 dgn salah satu induk yang resesif - Tujuannya u/ mengetahui individu yang diuji homozigot galur murni atau heterozigot. - Jika ratio fen = 1 : 1 berarti heterozigot - Jika ratio fen = 100% sama berarti homozigot - Mis : F1 : .?....(bulat) x bb (keriput) Gamet : B, b ; b Hasil : Bb , Bb , bb, bb = 50% : 50%, berarti individu heterozigot. http://my.opera.com/yunitamayani/blog/genetika-pewarisan-sifat 26/03/12
Yunita Mayani T. S.Pd 2011 agus permana Sabtu, 27 November 2010 pewarisan sifat mendel PEWARISAN SIFAT Sebelum maupun sesudah terbitnya buku Mendel (1866), banyak teori hukum pewarisan sifat yang dikemukaan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut : Teori Darah; menyatakan bahwa pewarisan sifat dibawa oleh darah. Teori ini gugur setelah ditemukannya transfusi darah, sebab orang yang menerima tambahan darah ternyata sifatnya tidak berubah seperti sifat donornya. Teori preformasi; menyatakan adanya makhluk hidup kecil didalam gamet sebagai calon individu baru. Teori Epigenesis; (teori ini mengkritik teori preformasi); menyatakan bahwa sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan mengadakan pertumbuhan sedikit demi sedikit. Teori Pangenesis; menyatakan bahwa setelah ovum dibuahi oleh spermatozoa maka dalam ovum terdapat tunas-tunas yang tumbuh menjadi makhluk hidup baru. Teori Heckel; menyatakan bahwa yang bertanggung jawab atas pewarisan sifat adalah substansi inti dari spermatozoa. Namun dengan kemajuan teknologi terbukti bahwa pendapat Mendel adalah yang paling benar, yaitu sifat menurun dibawa oleh faktor penentu (yang sekarang disebut dengan istilah gen) dan ditentukan oleh separuh dari induk jantan (spermatozoa) dan separuh dari induk betina (ovum). Pewarisan Sifat Menurut Mendel

Untuk membuktikan kebenaran teorinya, Gregor Johann Mendel melakukan eksperimen dengan membastarkan tanaman-tanaman yang dipilih adalah tanaman kacang kapri (pisum Sativum), karena memilki kelebihan-kelebihan sebagai berikut : Mudah melakukan penyerbukan silang Mudah didapat Mudah hidup atau mudah dipelihara Cepat berbuah atau berumur pendek Dapat terjadi penyerbukan sendiri Terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat beda yang menyolok, misalnya : Warna bunga; ungu atau putih Warna biji; hijau atau kuning Bentuk biji; bulat atau kisut Sifat kulit; halus atau kasar Letak bunga; aksial atau terminal; aksial artinya terletak di sepanjang batang, terminal artinya terletak pada ujung batang. Ukuran batang; tinggi atau pendek. Berdasarkan hereditas menurut Mendel, jika enis mangga bergalur murni yang sifat buahnya besar tetapi rasanya masam dibastarkan dengan jenis mangga lain bergalur murni yang sifat buahnya kecil namun rasanya manis, kita akan dapat memperoleh jenis mangga hibrida (hasil pembastaran) dengan sifat buah yang besar dan rasanya manis. Syaratnya, sifat besar dan rasanya manis. Syaratnya, sifat besar dominan terhadap sifat kecil, dan siafat manis dominan terhadap sifat masam. Untuk mengetahui bahwa suatu tanaman bergalur murni atau tidak, dapat dilakukan penyerbukan sendiri. Tanaman bergalur murni akan selalu menghasilkan keturunan yang sifatnya sama dengan sifat induk, meski dilakukan penyerbukan berulang kali dalam beberapa generasi. Pada persilangan, induk jantan dan betina disebut parental (tertua) dan disimbolkan dengan huruf P (huruf kapital). Hasil persilangan parental disebut filius (anak) dan disimbolkan dengan huruf F (huruf kapital). Persilangan induk jantan dengan induk betina disebut P1, dan filialnya disebut F1. Persilangan antara jantan F2 dengan betina F2 secara acak disebut P2, sedangkan filialnya disebut F2, dan seterusnya. Galur murni selalu bergenotipe homozigot dan disimbolkan dengan dua huruf yang sama, huruf kapital semua atau huruf kecil semua. Misalnya BB (untuk sifat dominan) atau bb (untuk sifat resesif). Genotipe ialah sifat tidak tampak yang ditentukan oleh pasangan gen dalam individu. Sifat yang tampak dari luar atau yang dapat kita amati dengan panca indra disebut fenotipe. Contoh : Sifat warna bulu biru pada ayam adalah fenotipe; disimbolkan BB, maka BB adalah genotipe. Sifat pemarah adalah fenotipe; disimbolkan RR, maka RR adalah genotipe. Menurut Stern (1930), genotipe dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi fenotipe. Dengan demikian, dua genotipe yang sama dapat menunjukan fenotipe yang berbeda apabila lingkungan bagi kedua genotipe tersebut berlainan. Genotipe homozigot BB dan RR disebut homozigot resesif. B (huruf kapital) dengan b (huruf kecil) atau R dengan r merupakan pasangan gen yang masing-masing disebut alel. Menurut letaknya, alel adalah gengen yang terletak pada lokus yang bersesuaian didalam kromosom homolog, sedangkan jika dilihat dari pengaruh gen pada fenotipe, alel adalah anggota dari pasangan gen yang memiliki pengaruh yang sama atau berlawanan untuk suatu sifat. Contoh: B menentukan sifat warna biru pada bulu ayam, sedangkan b menentukan warna selain biru (putih misalnya), maka B merupakan alel dari b. R (pemarah), alelnya r (penyabar). Jadi B bukan alel dari r, demikian pula R bukan alel dari b, karena menentukan sifat yang berbeda. Jika genotipe suatu individu terdiri dari pasangan alel yang tidak sama, maka disebut genotipe heterozigot (hetero = lain; zigot = hasil penyatuan gamet jantan dan gamet betina sampai terjadi pembelahan). Sedangkan jika genotipe terdiri dari pasangan alel yang sama, disebut homozigot. Perlu dipahami bahwa huruf-huruf BB, bb, RR, rr dan sebagainya yang kita sebut genotipe, dengan penotipe : warna biru >< putih, sifat pemarah >< penyabar, merupakan suatu perjanjian yang disepakati bersama (suatu konvensi). Beberapa konvensi lain seperti berikut ini. Sifat gen-gen dominan (yang bersifat alelnya)

disimbolkan dengan huruf besar, sedangkan gen yang tertutup alelnya disebut resesif dan disimbolkan dengan huruf yang sama dengan gen dominan, tetapi huruf kecil. Contoh : Besar dominan terhadap kecil, dapat ditulis dengan simbol sebagai berikut: B > b atau R > r. Biru dominan terhadap putih, dapat dituliskan dengan simbol sebagai berikut : M > m atau B > b. Genotipe individu heterozigot dituliskan dengan dua huruf; gen dengan sifat dominan dituliskan dengan huruf besar didepan dan sifat resesif alelnya dituliskan dengan huruf kecil di belakang. Contoh : Bb, bukan bB Rr, bukan rR Dua genotipe yang berbeda dapat mempunyai fenotipe yang sama. Contoh : RR, fenotipenya pemarah Rr, fenotipenya juga pemarah Akan tetapi, untuk genotipe penyabar selalu rr. Jadi, fenotipe sifat resesif selalu bergenotipe homozigot; yang berarti selalu bergalur murni. Perhatikan tabel 3.5 yang menyajikan sifat-sifat dominan dan resesif pada manusia. Dalam teori pewarisan sifat menurut Mendel dikenal adanya macam-macam persilangan, yaitu persilangan monohibrid, dihibrid, persilangan resiprok, backcross, dan testcross. Persilangan Monohibrid Persilangan monohibrid atau monohibridasi ialah suatu persilangan dengan satu sifat beda. Monohibridasi pada percobaan Mendel dilakukan dengan menyilangkan kapri berbatang tinggi dan kapri berbatang pendek. Untuk mengetahui bahwa suatu gen bersifat dominan, maka harus dilakukan monohibridasi antara individu bergalur murni yang memiliki sifat kontras (alelnya). Jika fenotipe F1 sama dengan salah satu sifat gen yang diuji tadi, berarti jelaskah bahwa sifat itulah yang dominan. Perhatikan diagram persilangan monohibrid antara kapri berbatang tinggi dengan kapri berbatang pendek berikut : Parental (P1) : TT >< tt tinggi pendek Gamet : T t F1 (generasi pertama) : Tt tinggi P2 : F1 >< F1 Tt >< Tt Gamet : T T F2 : t t

Tt T TT tinggi Tt tinggi T Tt tinggi tt pendek Keterangan: T : merupakan simbol untuk gen yang menentukan batang tinggi t : merupakan simbol untuk gen yang menentukan batang yang pendek Dengan membuat tabel seperti di bawah ini, dapat kita ketahui bahwa sifat batang tinggi (T) dominan terhadap sifat batang pendek (t). Fenotipe Genotipe Jumlah genotipe Perbandingan fenotipe Tinggi TT Tt 1 23 Pendek tt 1 1 Jadi, pada persilangan monohibrid, perbandingan monohibrid = 3 : 1, dan perbandingan genotipe = 1 : 2 : 1. Jika kita amati pada pembentukan gamet dari tanaman heterozigot (F1), ternyata pada pemisahan alel, sehingga ada gamet dengan alel T dan ada gamet dengan alel t. prinsip pembentukan gamet pada genotipe induk yang heterozigot dengan pemisahan alel tersebut terkenal dengan Hukum Mendel I yang disebut Segregasi Bebas (pemisahan gen secara bebas). Untuk menentukan macam dan jumlah gamet dari genotipe induk, dapat digunakan diagram garpu. Contohnya dapat dilihat pada tabel 3.6. Dari data yang diperoleh dalam percobaan-percobaannya, Mendel yang menerangkan hukum-hukum hereditas sebagai berikut. Tiap sifat organisme dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan, lainnya dari induk betina. Tiap sepasang faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misalnya cokelat atau putih,

bulat atau kisut, manis atau asam. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel. Tabel 3.6. Cara Mencari Macam Dan Jumlah Gamet No Genotipe induk dan cara mencarinya Jumlah dan macam gamet 1. R Rr r (monohibrid) 2 macam: R dan r 2. R Rr Kk (dihibrid r 4 macam : RK Rk rK rk 3.

R-k RrkkBb (Trihibrid) rk kk disini homozigot 4 macam : RkB Rkb rkB rkb 4.

R k

RrKkBb (trihibrid) K r k 8 macam : RKB RkB RkB Rkb rKB rKb rkB rkb Satu dari pasangan alel iotu dominan atau menutup alel yang resesif jika keduanya bersama-sama Pada pembentukan sel kelamin (gamet) yaitu proses meisosis, pasangan faktor-faktor keturunan memisah. Setiap gamet menerima salah satu faktor dari pasangan itu. Kemudian, pada proses fertilisasi, faktor-faktor itu akan berpasangan secara acak. Individu murni (galur murni) mempunyai dua alel yang sama, dominan semua atau resesif semua. Alel dominan disimbolkan dengan huruf besar, sedangkan alel resesif disimbolkan dengan huruf kecil. Contohnya BB untuk pasangan alel bulat dominan dan bb untuk pasangan alel kisut resesif. Semua individu F1 adalah seragam Jika dominasi tampak sepenuhnya, maka individu F1 memiliki fenotipe seperti induknya yang dominan. Jika dominasi tampak sepenuhnya, maka persilangan monohibrid (Tt x Tt) dengan T = tinggi dan t = rendah, menghasilkan keturunan yang memperlihatkan perbandingan (rasio) fenotipe = 3 tinggi : 1 rendah ( yaitu 3/4 tinggi dibanding 1/4 rendah), tetapi perbandingan genotipenya = 1 (TT) : 2 (Tt) : 1 (tt) yaitu 1/4 TT dibanding 2/4 tt). Jika sifat fen dominan tidak penuh (intermediet), fenotipe individu F1 tidak seperti salah satu fenotipe induk galur murni, melainkan mempunyai sifat fenotipe diantara kedua induknya. Demikian pula perbandingan fenotipe F2-nya tidak 3:1, melainkan 1 : 2 : 1, sama dengan diagram persilangan monohibrid antara tanaman bunga Mirabilis jalapa merah galur murni (MM) dengan Mirabilis Jalapa putih galur murni (mm) sebagai berikut. Diposkan oleh agus permana di 19:05 Kirimkan Ini lewat Email http://aguspermana55.blogspot.com/2010/11/pewarisan-sifat-mendel.html diakses tanggal 23/03/2012 jam 10;53

Istilah-istilah dalam Materi Pewarisan Sifat (Terms in Inheritance Subject Matter)T Presentation Transcript 1. Pewarisan sifat Gita Nurul Puspita, M. Pd. 2. MIRIP?

3. RUMUSAN MASALAHApa saja istilah yang berkaitan dengan pewarisan sifat? 4. CARA KERJASetiap kelompok menerima 5 lembar istilah yang berkaitan dengan pewarisan sifat + 5 lembar kertas kosong.Berikan 1 lembar istilah + 1 lembar kertas kosong dengan nomor yang sesuai kepada masing-masing anggota tim (1 menit).Setiap orang bertanggung jawab dengan kertasnya.Gunting dan tempelkan hasil guntingan ISTILAH(ada di kolom kiri) di kertas kosong, pasangkan dengan PENGERTIAN (ada di kolom kanan) dengan tepat (5 menit).Hasil pekerjaan masing-masing anggota dicek kebenarannya oleh anggota kelompok lain (15 menit).Buang sampah ke tempatnya, tempat kerja dibersihkan.Presentasi oleh tim terpilih yang ditanggapi oleh tim lainnya (20 menit).Hasil pekerjaan tim dikumpulkan pada guru.Tes akhir (10 menit). 5. ISTILAH-ISTILAH 10. Keluarga nuke 11. PEWARISAN SIFAT MENURUT MENDEL 12. 1. PERSILANGAN DENGAN SATU SIFAT BEDA (MONOHIBRID) 17. Gen Dominan Tak Penuh/ Gen Sama-sama Kuat (Intermediet)Dilakukan persilangan antara bunga pukul empat berbunga merah (genotip MM) dengan bunga pukul empat berbunga putih (genotip mm).1) Bagaimanakah genotip dan fenotip Filial 1 (F1)?2) Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, bagaimana perbandingan genotip dan fenotip Filial 2 (F2)?3) Jika keturunan F2 yang dihasilkan berjumlah 60, maka berapa jumlah keturunan bunga pukul empat berbunga pink? 18. Gen merah dilambangkan dengan MGen putih dilambangkan dengan m 1) Parental 1 (P1) : MM X mm Gamet : M m Disilangkan F ilial 1 (F1) : MmDari persilangan, diperoleh seluruh (100 %) anak bergenotip Mm.Karena M dan m dominan tak penuh, maka fenotip yang tampak pada Mm adalah pink. 19. 2) F1 disilangkan dengan F1, maka F1 menjadi P2 Parental 2 (P2) : Mm X Mm Gamet : M m M m Disilangkan Filial 2 (F2) : MM Mm Mm mmPersilangan gamet juga dapat dilakukan dengan menggunakan papan catur berikut ini Genotip MM = 1 Genotip Mm = 2 Genotip mm = 1 Maka, perbandingan genotip MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 = 25 % : 50 % : 25 %Fenotip merah = 1 Fenotip pink = 2 Fenotip putih = 1 Maka, perbandingan fenotip merah : pink : putih = 1 : 2 : 1 = 25 % : 50 % : 25 % 20. 3) Jumlah keturunan berbunga pink 21. PERSILANGAN DUA SIFAT BEDA (DIHIBRID)Mendel menyilangkan tanaman yang berbiji bulat berwarna kuning (genotip BBKK) dengan tanaman kapri berbiji keriput berwarna hijau (genotip bbkk).1) Bagaimana genotip dan fenotip Filial 1 (F1)?2) Jika F1 disilangkan sesamanya, bagaimana perbandingan genotip dan fenotip Filial 2 (F2)?3) Jika pada F2 diperoleh 160 keturunan, maka berapa jumlah tanaman kapri berbiji bulat berwarna hijau? 22. Dua sifat beda meliputi sifat bentuk biji dan warna bijiSifat bentuk biji: bulat dan keriput Gen bulat dilambangkan dengan B Gen keriput dilambangkan dengan b Sifat warna biji: kuning dan hijau Gen kuning dilambangkan dengan K Gen hijau dilambangkan dengan kBERLAKU HUKUM MENDEL II, SETIAP GEN DAPAT BERPASANGAN SECARA BEBAS DENGAN GEN LAIN. 27. RUMUS UNTUK MEMPERKIRAKAN JUMLAH MACAM GAMET 28. Pewarisan Sifat yang Terpaut dalam Kromosom SEKSKromosom seks : kromosom yang menentukan jenis kelamin seseorang.Kromosom seks XX, maka ia berkelamin perempuan. Kromosom seks XY, maka ia berkelamin laki-laki.Gen yang bertempat pada kromosom seks disebut gen terpaut seks. Sifat gen yang terpaut dalam seks sifatnya bergabung dengan jenis kelamin tertentu dan diwariskan bersama kromosom seks. Umumnya gen terpaut seks terdapat pada kromosom X meskipun ada yang terpaut kromosom Y.

29. Buta WarnaOrang yang menderita buta warna tidak dapat membedakan warna-warna tertentu, buta warna merah hijau, tidak mampu membedakan warna merah dan hijau. Buta warna dikendalikan oleh gen resesif. Gen ini terpaut dalam kromosom X. Terdapat 5 kemungkinan genotipe, yaitu: 1) XC XC : wanita normal 4) XC Y : pria normal 2) Xc Xc : wanita buta warna 5) Xc Y : pria buta warna 3) XC Xc : wanita pembawa buta warna/karierWanita karier atau pembawa: wanita yang secara fenotipe normal (dapat membedakan warna), secara genotipe dia membawa gen sifat resesif untuk buta warna. 31. Penurunan Sifat Golongan Darah Sistem A, B, OKemungkinan susunan genotipe dari golongan darah sistem A, B, O 33. Jadi, kemungkinan anak bergolongan darah :AB sebesar 25 %A sebesar 25 %B sebesar 25 %0 sebesar 25 % 34. Manakah pernyataan yang benar?A. Gen disusun oleh kromosom.B. Kromosom disusun oleh gen.C. DNA merupakan bagian dari gen.D. DNA disusun oleh kromosom. 35. Berapa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel tubuh manusia yang bersifat diploid?A. 22 kromosom.B. 23 kromosom.C. 44 kromosom.D. 46 kromosom. 36. Manakah pernyataan yang benar?A. Gen dominan adalah gen yang terkalahkan oleh gen pasangannya.B. Gen dominan dilambangkan dengan huruf kecil.C. Gen resesif adalah gen yang sama-sama kuat.D. Gen resesif adalah gen yang terkalahkan oleh gen pasangannya. 37. Manakah pernyataan yang benar?A. Genotip merupakan sifat yang tampak (dapat diamati).B. Fenotip merupakan sifat yang tampak (dapat diamati).C. Contoh dari genotip adalah biji bulat dan berwarna kuning.D. Contoh dari fenotip adalah PP untuk melambangkan tubuh pendek. 38. Ercis berbiji bulat (BB) disilangkan dengan ercis biji kisut (bb). Bulat dominan terhadap kisut. Berdasarkan tabel di bawah, bagaimana fenotip F1 yang muncul?A. 100 % bulat. C. 50 % bulat.B. 50 % kisut. D. 100 % kisut. 39. Dilakukanpersilanganantarabungapukulempatberbungamerah (MM) denganbungapukulempatberbungaputih (mm). Merah merupakan sifat dominan tak penuh (intermediet). Bagaimana fenotip F1?A. 100 % merah.B. 100 % pink.C. 50 % merah, 50 % putih.D. 25 % merah, 50 % pink, 25 % putih. 40. Bagaimanagenotipanak, jikaibubutawarna(XcXc) menikahdengan ayah normal (XC Y)?A. Seluruh anak laki-laki bergenotip XcY.B. Seluruh anak laki-laki buta warna.C. Seluruh anak perempuan bergenotip XcXc.D. Seluruh anak perempuan buta warna. http://www.slideshare.net/gitanurul/istilahistilah-dalam-materi-pewarisan-sifat-terms-in-inheritancesubject-mattert

Hukum Mendell
Tokoh peletak prinsip dasar genetika adalah Gregor Johan Mendell seorang biarawan dan penyelidik tanaman berkebangsaan Austria. Pada tahun 1866 Mendell melaporkan hasil penyelidikannya selama bertahun-tahun atas kacang ercis/kapri (Pisum sativum). Untuk mempelajari sifat menurun Mendell menggunakan kacang ercis dengan alasan: - memiliki pasangan sifat yang menyolok - bisa melakukan penyerbukan sendiri - segera menghasilkan keturunan atau umurnya pendek - mampu menghasilkan banyak keturunan, dan - mudah disilangkan

INILAH TIGA LANGKAH EKSPERIMEN YANG DILAKUKAN MENDELL. PERHATIKAN DENGAN CERMAT PERBANDINGANNYA BERDASAR WARNA BUNGA.
Dari hasil penelitiannya tersebut Mendell menemukan prinsip dasar genetika yang lebih dikenal dengan Hukum Mendell.

GREGOR JOHAN MENDELL (1811 1884) SANG PELETAK PRINSIP DASAR ILMU GENETIKA. DARI DASAR PENELITIANNYA TERSEBUT GENETIKA BERKEMBANG PESAT HINGGA SEKARANG.

KACANG KAPRI/ERCIS (PISUM SATIVUM) YANG DITELITI OLEH MENDELL HINGGA MENEMUKAN KONSEP PEWARISAN SIFAT.

Hukum Mendell I/Hukum Pemisahan Bebas


Hukum Mendell I dikenal juga dengan Hukum Segregasi menyatakan: pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak. Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda). Contoh dari terapan Hukum Mendell I adalah persilangan monohibrid dengan dominansi. Persilangan dengan dominansi adalah persilangan suatu sifat beda dimana satu sifat lebih kuat daripada sifat yang lain. Sifat yang kuat disebut sifat dominan dan bersifat menutupi, sedangkan yang lemah/tertutup disebut sifat resesif. Perhatikan contoh berikut ini: Disilangkan antara mawar merah yang bersifat dominan dengan mawar putih yang bersifat resesif.

Persilangan monohibrid dengan kasus intermediet Sifat intermediet adalah sifat yang sama kuat, jadi tidak ada yang dominan ataupun resesif. Contoh: disilangkan antara mawar merah dengan mawar putih

Hukum Mendell II/Hukum Berpasangan Bebas


Hukum Mendell II dikenal dengan Hukum Independent Assortment, menyatakan: bila dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka diturunkannya sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya. Hukum ini berlaku untuk persilangan dihibrid (dua sifat beda) atau lebih. Contoh: disilangkan ercis berbiji bulat warna kuning (dominan) dengan ercis berbiji kisut warna hijau (resesif)

Konsep Backcross dan Testcross Backcross (silang balik) adalah langkah silang antara F1 dengan salah satu induknya. F1 x salah satu induk (P)

Testcros (uji silang) adalah persilangan antara suatu individu yang genotifnya belum diketahui dengan individu yang telah diketahui bergenotif homozigot resesif. Gunanya untuk mengetahui apakah genotif suatu individu tersebut homozigot ataukah heterozigot.

homozigot resesif

Persilangan Resiprok Persilangan resiprok adalah suatu persilangan dimana sifat induk jantan dan betina bila dibolak-balik/dipertukarkan tetapi tetap menghasilkan keturunan yang sama. Pada artikel lain telah saya tulis cara mengerjakan soal persilangan dengan cepat tanpa harus menggunakan cara yang diajarkan di sekolah

http://biologimediacentre.com/genetika-hukum-mendel/