Anda di halaman 1dari 24

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN EKONOMI Individu adalah seorang manusia yang merupakan kesatuan antara jasmani

dan rohani. Tiga naluri manusia sebagai individu yaitu: 1) Naluri untuk mempertahankan hidup 2) Naluri mempertahankan keturunan 3) Naluri ingin tahu dan mencari kepuasan. Manusia sebagai makhluk social (homo homini socius) adalah makhluk yang membutuhkan kawan (socius) dalam memenuhi kebutuhan kawan (socius) dalam memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Ciri-cirinya yaitu: 1) Berusaha mengendalikan diri 2) Senang bekerja sama dan saling menolong dengan sesama anggota masyarakat. Manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) adalah makhluk yang selalu mempertimbangkan manfaat dan pengorbanan dari tindakan yang dilakukannya serta tidak pernah merasa puas. Ciri-cirinya yaitu: 1) Berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 2) Selalu berpedoman pada faktor moral. 3) Memerlukan kerja sama dengan sesama manusia. A. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia. 1. Faktor ekonomi 2. Faktor lingkungan sosial budaya 3. Faktor fisik 4. Faktor pendidikan. B. Jenis Kebutuhan 1. Menurut intensitas/tingkat kepentingannya Primer Sekunder Tersier

2. Menurut bentuk dan sifatnya Kebutuhan Jasmani Kebutuhan Rohani

3. Menurut waktu pemenuhannya Kebutuhan Sekarang Kebutuhan Masa Depan Kebutuhan yang Tidak Tentu Waktunya

Kebutuhan Sepanjang Waktu

4. Menurut wujudnya Kebutuhan Material Kebutuhan Spiritual

Created by Ariana Maharani, IX A

C. Macam-macam barang kebutuhan manusia. 1) Berdasarkan kelangkaannya. Barang ekonomis Barang bebas Barang illith : Tanah, bahan tambang, makanan, dll. : Sinar matahari, udara,dll. : Air pada waktu banjir, api saat kebakaran,dll.

2) Berdasarkan hubungan dengan barang lain. Barang substitusi/pengganti : Jagung/sagu (pengganti beras)

Barang komplementer/pelengkap : Gula dgn kopi, kompor dgn minyak tanah. 3) Berdasarkan sifatnya. Barang bergerak Barang tidak bergerak D. Kegunaan barang 1. Kegunaan bentuk : Suatu barang akan lebih berguna dan memiliki nilai jika bentuknya berubah. Contoh: Kulit sapi yang diubah menjadi ikat pinggang maupun tas. 2. Kegunaan waktu : Suatu barang akan lebih berguna jika digunakan pada waktu tertentu. Contoh: Jas hujan dan payung pada waktu hujan. 3. Kegunaan tempat : Suatu barang akan lebih tinggi kegunaannya jika barang tersebut dipindahkan ke tempatnya. Contoh: Pasir di sungai akan lebih berguna jika digunakan untuk suatu proyek. 4. Kegunaan milik : Suatu barang akan lebih tinggi kegunaannya jika telah dimiliki seseorang. Contoh: Pakaian yang akan lebih bernilai guna jika dikenakan oleh seorang pemilik daripada hanya dipajang saja (belum dibeli) TINDAKAN EKONOMI 1. Macam-macam tindakan ekonomi : Mobil dan perhiasan. : Tanah dan rumah.

Tindakan ekonomi irrasional (Ibu membeli bahan makanan di pasar yang jaraknya jauh karena harganya murah, padahal bila dihitung ongkos yang dikeluarkan, beli di pasar harganya bias lebih mahal dibandingkan membeli di toko/warung terdekat) Tindakan ekonomi rasional (membeli baju seragam sudah jadi karena lebih murah daripada menjahit sendiri) Created by Ariana Maharani, IX A

2. Motif ekonomi Motif ekonomi adalah suatu tujuan seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi yang disertai dengan perhitungan untung dan rugi. Motif intrinsik : Keinginan untuk memperoleh sesuatu dengan kesadaran sendiri Keinginan untuk memperoleh sesuatu atas dorongan orang lain.

Motif ekstrinsik : Macam-macam motif ekonomi:

Motif memenuhi kebutuhan sendiri Motif memperoleh keuntungan Motif memperoleh penghargaan Motif memperoleh kekuasaan Motif sosial

KEGIATAN EKONOMI 1. Produksi Produksi adalah kegiatan menambah/menciptakan nilai guna suatu barang /jasa agar lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia 1. Faktor produksi a. Faktor produksi alam Ciri-cirinya: 1) Tersebar tidak merata, 2) Jumlahnya terbatas, 3) Kondisi alam tidak dapat dikendalikan, 4) Ada yang dapat diperbaharui. b. Faktor produksi tenaga kerja Ciri-cirinya: 1) Terikat dengan pemiliknya 2) Bisa dipergunakan lagi Macam-macam faktor produksi tenaga kerja: 1) Menurut sifatnya 1. Tenaga kerja rohani: Pengarang, peneliti, pengamat, dll. 2. Tenaga kerja jasmani: Kuli bangunan, tukang batu, dll. 2) Menurut kualitasnya 1. Tenaga kerja terdidik (skilled labour): Dokter, guru, pengacara. 2. Tenaga kerja terlatih (trained labour): Sopir,pengrajin,tukang kayu,dll 3. Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled) : Kuli angkut dan pesuruh. c. Faktor produksi modal Faktor produksi modal yaitu barang yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan produksi selanjutnya. Disebut juga barang investasi, barang industri atau barang tingkat tinggi. Contoh: Uang tunai, mesin-mesin, gedung, dan pabrik. 1) Menurut sumbernya: a) Modal intern: berasal dari pemilik perusahaan. Created by Ariana Maharani, IX A

b) Modal ekstern: diperoleh dari pihak lain/luar perusahaan. 2) Menurut sifatnya: a) Modal lancar (variabel capital) : modal yang habis dalam satu kali proses produksi. b) Modal tetap (fixed capital) : modal yang dapat digunakan untuk beberapa kali produksi. 3) Menurut pemiliknya: a) Modal perorangan/individu : modal yang dimiliki seseorang dan dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya. b) Modal masyarakat : modal yang dimiliki masyarakat dan digunakan oleh masyarakat secara bersama-sama. 4) Menurut bentuknya: a) Modal nyata/konkret : modal berbentuk barang uang. b) Modal tidak nyata/abstrak : modal secara fisik yang tak terlihat wujudnya. (contoh: modal keterampilan) d. Faktor produksi skill (kewirausahaan) Jenis-jenis keahlian: 1.) Managerial/interpreneur 2.) Technical skill 3.) Organization skil. PENINGKATAN MUTU DAN JUMLAH HASIL PRODUKSI 1. Intensifikasi Pertanian Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit. Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut : * Pengolahan tanah yang baik * Pengairan yang teratur * Pemilihan bibit unggul * Pemupukan * Pemberantasan hama dan penyakit tanaman * Pengolahan pasca panen * Pemasaran 2. Ekstensifikasi Pertanian Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar, daerah sekitar rawa-rawa, dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya. 3. Diversifikasi Pertanian Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian. Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : A. Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan. B. Memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan, misalnya pada suatu lahan selain ditanam jagung juga ditanam padi ladang.

Created by Ariana Maharani, IX A

2.Konsumsi Dalam pengertian ilmu ekonomi konsumsi adalah suatu kegiatan manusia yang bertujuan memenuhi kebutuhan dengan cara mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Dengan konsumsi nilai guna suatu barang atau jasa dapat berkurang atau bahkan habis. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.. Aspek Positif dan Aspek Negatif Perilaku Konsumtif. Perilaku konsumtif adalah perilaku konsumsi atau gaya hidup yang suka berbelanja dalam jumlah yang banyak. Padahal, barang yang dibeli itu belum tentu dibutuhkan.. Mereka tidak mau ketinggalan dan suka berfoya-foya. Perilaku yang konsumtif dapat memiliki aspek positif bagi perekonomian masyarakat. Aspek positif perilaku konsumtif tersebut, yaitu: 1. 2. 3. 4. Memotivasi manusia untuk meningkatkan pendapatannya Meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat Mendorong terciptanya lapangan kerja Mengurangi pengangguran

Adapun aspek negatif dari perilaku konsumtif, yaitu: 1. 2. 3. 4. Pemborosan Mengurangi kesempatan menabung Menimbulkan kesenjangan sosial Memiliki barang-barang sebagai ukuran kesenangan, kebahagiaan dan prestise (harga diri)

3. Tujuan Konsumsi Pada dasarnya manusia yang melakukan tindakan konsumsi bertujuan untuk mencapai kepuasan yang maksimal dengan menggunakan dana yang tersedia. Dengan dana yang tersedia , konsumen tidak hanya akan memuaskan satu macam kebutuhan saja, tetapi konsumen tersebut akan berusaha memenuhi bebagai macam kebutuhan. Untuk itu konsumen harus mengetahui kombinasi terbaik dari barang dan jasa yang dikonsumsinya. Kombinasi yang terbaik akan memberikan kepuasan yang maksimal. 4. Faktor-faktor yang Memengaruhi Konsumsi Faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pendapatan. Kebiasaan dan sikap hidup. Lingkungan tempat tinggal. Harga barang/ jasa Usia. Tingkat peradaban.

5. Konsumsi dan pendapatan Pendapatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi. Semakin tinggi pendapatan , biasanya semakin banyak pula uang yang dibelanjakan untuk konsumsi. Namun tidak semua pendapatan digunakan untuk konsumsi. 3. Distribusi Proses penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen disebut kegiatan distribusi. Orang yang melakukan distribusi disebut distributor. 2. Tujuan distribusi yaitu :

Created by Ariana Maharani, IX A

1. 2. 3. 4. 5.

menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen membantu produsen meningkatkan hasil produksi membantu konsumen memperoleh barang yang dibutuhkan membantu peningkatan faedah dan kegunaan barang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. POLA KEGIATAN EKONOMI

Kegiatan ekonomi yang merupakan segala usaha yang dilakukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya berbeda-beda karena adanya perbedaan dalam penggunaan lahan dan pola pemukiman. A. Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Pola Penggunaan Lahan Secara garis besar dapat dilihat berdasarkan lahan di pedesaan dan lahan di perkotaan.

Penggunaan lahan di pedesaan Lahan di daerah pedesaan cocok untuk kegiatan pertanian. Yang termasuk penggunaan lahan di pedesaan antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Pertanian Perkebunan Peternakan Perikanan Kehutanan PERUSAHAAN

1. Pengertian perusahaan. Perusahaan adalah tempat berlangsungnya penggabungan sumber daya ekonomi (faktor produksi) untuk menghasilkan barang atau jasa. 1. Mudah memasarkan produk. 2. Kemungkinan kegagalan. 3. Dampaknya terhadap lingkungan fisik dan sosial. 2. Jenis Perusahaan Menurut Lapangan Usahanya Menurut lapangan usahanya kegiatan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi lima macam yaitu sebagai berikut. 1. Perusahaan Ekstraktif Perusahaan ekstraktif merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya mengambil barang-barang yang disediakan alam. Misalnya perusahaan minyak bumi dan gas alam, perusahaan tambang batu bara, perusahaan tambang emas, perusahaan tambang bijih besi, dan perusahaan perikanan laut. Perusahaan tersebut langsung mengambil kekayaan alam. 2. Perusahaan Agraris Perusahaan agraris atau pertanian merupakan perusahaan yang kegiatannya menggunakan lahan tanah sebagai unsur pokoknya. Contoh: perusahaan perkebunan, perusahaan peternakan, dan perusahaan perikanan darat. 3. Perusahaan Dagang Perusahaan dagang atau bisnis merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dalam kegiatan jual beli barang. Perusahaan membeli dari produsen dan menjualnya kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk barang yang diperjualbelikan. Contoh: perusahaan pertokoan, perdagangan konveksi, perdagangan barang-barang kelontong, perdagangan ekspor-impor, dan lain-lain. 4. Perusahaan industri Perusahaan industri yaitu perusahaan yang kegiatan usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Contoh: perusahaan industri tekstil, perusahaan industri perakitan mobil (assembling), perusahaan industri pengolahan kayu gelondongan menjadi mebel, dan perusahaan industri kerajinan. Created by Ariana Maharani, IX A

5. Perusahaan jasa. Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pelayanan (service) kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh laba Contoh: perusahaan jasa perbankan, perusahaan jasa perhotelan, perusahaan jasa asuransi, perusahaan jasa perbengkelan, perusahaan jasa transportasi, dan perusahaan jasa yang bergerak di bidang kesehatan. Macam-Macam Badan Usaha Menurut Bentuk Badan Hukumnya Pengertian Badan Usaha Badan usaha adalah kesatuan organisasi yang di dalamnya terselenggara kerja sama faktorfaktor produksi untuk menghasilkan barang dan atau jasa, sehingga dapat melayani kepentingan umum dan memperoleh keuntungan. Jenis-Jenis Badan Usaha Secara Yuridis (hukum) bentuk badan usaha ada beberapa macam, Yaitu :

Badan Usaha Perseorangan (Po) Badan usaha perseorangan adalah bentuk usaha yang dikelola sendiri oleh pemiliknya, jika badan mengalami kerugian pemilik bertanggung jawab penuh atas segala risiko yang terjadi. Pada badan usaha perseorangan ini pemilik sekaligus sebagai pemimpin dalam menjalankan usahanya. Umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil sehingga kadang-kadang sulit untuk mengembangkan usahanya. Maju mundurnya badan usah ini tergantung pada pemiliknya. Firma Firma merupakan bentuk badan usaha yang didirikan atas kerja sama antara dua orang atau lebih dengan menghimpun modal bersama dengan menggunakan satu nama pemiliknya atau dengan menggabungkan nama-nama pemiliknya. Semua anggota firma sebagai pemilik perusahaan serta bertanggung jawab bersama dan membagi keuntungan didasarkan pada besar kecilnya modal yang diberikan. Segala risiko ditanggung bersama secara tidak terbatas. Persekutuan Komanditer atau Commanditaire Vennotschaap (CV) Persekutuan komanditer adalah badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih. Keanggotaan Persekutuan komanditer dibedakan menjadi dua yaitu anggota aktif yang sering disebut sekutu aktif dan anggota pasif yang sering disebut sekutu pasif atau sekutu diam. Sekutu aktif merupakan anggota CV yang menanam modal dan aktif mengelola CV. Sekutu aktif memiliki tanggung jawab tidak terbatas. Sedangkan sekutu pasif hanya menanam modal dengan tidak ikut mengelola CV. Sekutu pasif bertanggung jawab sebatas modal yang ditanam. Perseroan Terbatas (PT) Perseroan terbatas (PT) yang juga disebut NV (singkatan dari Naamloze Vennotschaap) merupakan badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih, yang modalnya diperoleh dengan cara menjual saham-saham. Para pemegang saham dalam PT disebut Pesero yang ikut memiliki badan usaha tersebut Mereka ikut bertanggung jawab atas utang-utang perseroan, namun tanggung jawabnya hanya sebatas saham yang dimiliki. Keuntungan yang diperoleh para pemegang saham disebut dividen. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan pemegang kekuasaan yang tertinggi dalam PT. KOPERASI

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian Indonesia, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. A. Prinsip Koperasi Berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang No. 25 tahun 1992, koperasi Indonesia dalam kegiatan usahanya dilandasi lima aspek pokok, ditambah dengan dua aspek untuk pengembangan koperasi. Tujuh aspek prinsip koperasi tersebut adalah: 1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis Created by Ariana Maharani, IX A

3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masingmasing anggota. 4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. 5. Kemandirian. 6. Pendidikan perkoperasian B. Peran dan Manfaat Koperasi Di dalam undang-undang koperasi disebutkan bahwa landasan ideal koperasi adalah Pancasila dan landasan strukturalnya adalah UUD 1945. Berdasarkan UU N0. 25 Tahun 1992 pasal 4, peran koperasi dalam perekonomian nasional adalah sebagai berikut. 1. Meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. 2. Ikut membangun serta mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. 3. Ikut berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 4. Ikut memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya. 5. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi PASAR Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Pasar Menurut Luas Jangkauan Pasar Daerah Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah. Pasar Lokal Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota. Pasar Nasional Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri. Pasar Internasional Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia. Pasar Menurut Wujud Pasar Konkret Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los, tokotoko dan lain-lain. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan. Pasar Abstrak

Created by Ariana Maharani, IX A

Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung. Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon dan lain-lain. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi dan lain-lain. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus. Pasar Menurut Barang yang Diperjualbelikan Pasar Barang Konsumsi Pasar barang konsumsi adalah pasar yang menjual barang-barang yang dapat langsung dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Misalnya, pasar yang memperjualbelikan beras, ikan, sayur-sayuran, buahbuahan, alat-alat rumah tangga, pakaian, dan lain sebagainya. Pasar Barang Produksi Pasar barang produksi adalah pasar yang memperjualbelikan faktor-faktor produksi. Dalam pasar ini diperjualbelikan sumber daya produksi. Misalnya, pasar mesin-mesin, pasar tenaga kerja, dan pasar uang. Pasar Menurut Waktu Penyelenggaraan Pasar Harian Pasar Mingguan Pasar Bulanan Pasar Tahunan Pasar Temporer

Pasar Menurut Organisasinya Pasar Persaingan Sempurna Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual atau pembeli yang sama-sama telah mengetahui keadaan pasar. Barang yang diprjualbelikan dalam pasar persaingan sempurna homogen (sejenis). Selain itu, baik penjual ataupun pembeli tidak bebas menentukan harga, karena harga ditentukan oleh kekuatan pasar. Pasar Persaingan Tidak Sempurna Dalam pasar persaingan tidak sempurna, para penjual maupun pembeli mempunyai kebebasan dalam menentukan harga dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan. Dalam hal ini berarti pembeli dan penjual dapat memengaruhi harga. Jenis dan kualitas barang yang diperdagangkan pada pasar ini bersifat heterogen. Pasar persaingan tidak sempurna dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. 1. Pasar monopoli dan monopsoni Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu penjual untuk suatu jenis barang tertentu. Pasar monopsoni adalah pasar yang dikuasai oleh seorang pembeli untuk suatu jenis barang dan jasa 2. Pasar persaingan monopolistis Dalam pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli. Penjual bisa melakukan monopoli karena keistimewaan produk masing-masing. Pembeli bebas menentukan pilihannya dalam berbelanja. Jadi, pasar ini ada unsur persaingan dan monopoli. 3. Pasar oligoponi dan oligopsoni Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya ada beberapa penjual. Istilah beberapa penjual iniumlah penjual tidak terlalu banyak sehingga pengaruh penjual sangat kecil, dan tidak ada penjual yang berkuasa segalagalanya. Adapun Oligopsoni merupakan jenis pasar yang hanya ada beberapa pembeli Created by Ariana Maharani, IX A

PENAWARAN DAN PERMINTAAN

Harga dari suatu produk (P), ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan: D). Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan permintaan, dari D1 ke D2, seiring dengan peningkatan harga dan kuantitas (Q) produk yang terjual. Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Pengertian penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:

Harga barang itu sendiri. Harga sumber produksi. Tingkat produksi. Ekspektasi/perkiraan.

Pengertian permintaan Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :

Harga barang itu sendiri. Harga barang lain yang berkaitan. Tingkat pendapatan. Selera konsumen. Ekspektasi/perkiraan. PELAKU EKONOMI

A. Pengertian Pelaku Ekonomi Pelaku ekonomi merupakan pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima pelaku, yaitu rumah tangga, perusahaan, koperasi, masyarakat, dan negara. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, atau distributor. B. Pelaku-Pelaku Ekonomi 1. Rumah Tangga Keluarga Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga Created by Ariana Maharani, IX A

lainnya. Rumah tangga keluarga termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil. Rumah tangga keluarga adalah pemilik berbagai faktor produksi. Faktor-faktor produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja, tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti tanah dan bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga keluarga akan ditawarkan kepada sektor perusahaan. Misalnya setiap hari ayah dan ibu kalian bekerja. Mereka disebut pelaku produksi. Mengapa? Karena mereka telah memberikan tenaga mereka untuk membantu menghasilkan barang atau jasa. Pada saat rumah tangga keluarga bekerja, mereka akan memperoleh penghasilan. Penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga dapat berasal dari usaha-usaha berikut ini. a. Usaha sendiri, misalnya dengan melakukan usaha pertanian, berdagang, industri rumah tangga, penyelenggaraan jasa, membuka toko kelontong, dan sebagainya. Penghasilan yang diperoleh dari usaha sendiri berupa keuntungan. b. Bekerja pada pihak lain, misalnya dengan menjadi karyawan perusahaan atau pabrik, pegawai negeri sipil, dan sebagainya. Orang yang bekerja pada orang lain akan memperoleh upah atau gaji. c. Menyewakan faktor-faktor produksi, seperti menyewakan rumah, tanah, dan sebagainya. Penghasilan yang diperoleh dari menyewakan faktor-faktor produksi adalah uang sewa. Penghasilanpenghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga tersebut dapat digunakan untuk dua tujuan, yaitu membeli barang atau jasa dan ditabung. a. Membeli berbagai Barang atau Jasa (Konsumsi) Pada rumah tangga keluarga yang masih rendah taraf perkembangannya, sebagian besar pendapatannya tersebut digunakan untuk konsumsi, seperti membeli makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan seharihari lainnya. Namun untuk rumah tangga keluarga yang mempunyai taraf perkembangan yang lebih maju, penghasilan yang diperolehnya tidak hanya untuk konsumsi barang kebutuhan sehari-hari, tetapi digunakan juga untuk konsumsi yang lebih tinggi seperti untuk pendidikan, perumahan, dan rekreasi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga menunjukkan bahwa rumah tangga keluarga mempunyai peran sebagai konsumen. Oleh karena itulah, rumah tangga keluarga disebut sebagai pelaku konsumsi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh setiap rumah tangga keluarga berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini: 1) Kebiasaan hidup 2) Jumlah anggota keluarga 3) Status sosial 4) Lingkungan 5) Pendapatan b . Disimpan/Ditabung Sisa penghasilan yang digunakan untuk konsumsi dapat disimpan atau ditabung. Kegiatan menabung dilakukan untuk memperoleh dividen (bunga). Di samping itu kegiatan menabung dapat berfungsi sebagai cadangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa depan. 2. Pemerintah Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. a. Kegiatan Konsumsi Pemerintah Pemerintah dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli alat-alat kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya. b . Kegiatan Produksi Pemerintah Pemerintah ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (2), yang berbunyi: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pelaksanaan peran pemerintah dalam kegiatan produksi Created by Ariana Maharani, IX A

diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berikut ini maksud dan tujuan pendirian BUMN berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2003. 1) Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya. 2) Mencari keuntungan. 3) Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi orang banyak. 4) Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi. 5) Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat. c . Kegiatan Distribusi Pemerintah Selain melakukan kegiatan konsumsi, pemerintah juga berperan dalam kegiatan distribusi. Berikut ini kegiatan-kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah. 1) Menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu kegiatan operasional yang ada di sekolah. Misalnya mengenai penyediaan buku-buku pelajaran, dan sebagainya. 2) Memberi bantuan kepada rakyat miskin berupa penyaluran raskin (beras rakyat miskin) melalui BULOG. 3. Masyarakat Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri, akan tampak pada aktivitas berikut ini: a. Membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat dalam negeri. b. Menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara, seperti bandara, stasiun, pasar, dan sebagainya. c. Menikmati objek-objek wisata negara lain seperti pegunungan, pantai, candi, dan objek-objek yang lainnya. d. Menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja dari negara lain. Masyarakat juga melakukan kegiatan produksi. Kegiatannya akan tampak pada aktivitas berikut ini. a. Masyarakat luar negeri menghasilkan barang yang tidak diproduksi oleh negara lain. b. Melakukan penanaman modal di negara lain. c. Memberikan pinjaman kepada negara yang membutuhkan. d. Mengirimkan tenaga kerja dan tenaga ahli ke negara-negara yang membutuhkan.

SISTEM EKONOMI a. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem perekonomian yang didasarkan pada tradisi, adat istiadat atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat mempunyai hak dan kewenangan mengatur perekonomian daerahnya. Dengan kata lain, masalah yang berkaitan dengan apa dan berapa, bagaimana, serta untuk siapa barang/jasa yang diproduksi dan diatasi oleh masyarakat itu sendiri. Sistem ekonomi ini biasanya berlaku di negara yang belum maju.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisonal a. Aturannya didasarkan pada tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan. b. Kehidupan relatif sederhana, statis, dan tradisional. c. Kehidupan sosial seperti kekeluargaan dan gotong royong sangat dominan. d. Bersifat pemenuhan kebutuhan hidup minimum. Created by Ariana Maharani, IX A

e. Penguasaan teknoligi produksi masih rendah. 2. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradsional a. Rendahnya tingkat persaingan. b. Aktivitas ekonomki tidak berdasarkan target. c. Tidak mementingkan diri sendiri. d. Tidak ada beban sehingga masyarakat terhindar dari stres.

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional a. Teknoligi yang digunakan masih rendah. b. Tingkat efisiensi yang rendah. c. Kualitas barang relatif rendah. d. Dinamika masyarakat relatif lambat.

b. Sistem ekonomi pasar (liberal) Sistem ekonomi pasar disebut juga dengan sistem ekonomi kapitalis. Artinya, suatu sisitem perekonomian yang didasarkan pada mekanisme pasar. Maksudnya, permasalahan komoditas tentang apa dan berapa yang harus diproduksi diserahkan kepada mekanisme pasar.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar a. Setiap individu bebas memiliki barang dan faktor-faktor produksi. b. Semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh masyarakat dan swasta. c. Peran pemerintah seminimal mungkin dalam kegiatan ekonomi. d. Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba. e. Setiap orang diberi kebebasan dalam pemakaian barang dan jasa.

2. Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar a. Persaingan mendorong pelaku ekonomi untuk maju. b. Kreativitas individu atau masyarakat meningkat dan mendorong motivasi. c. Setiap individu bebas memilih pekerjaan yang sesuai. d. Produksi didasarkan pada kebutuhan.

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar a. Terjadinya kesenjangan antara kaya dan miskin. b. Persaingan mengakibatkan yang kuat (kaya) menindas yang (miskin). c. Persaingan mengakibatkan monopoli. d. Pemerataan pendapat akan semakin sulit dicapai. e. Krisis ekonomi lebih mungkin terjadi. c. Sistem Ekonomi Terpusat (Komando) Sistem ini sering disebut juga sistem perekonomian kolektif. Artinya, sistem ekonomi dengan seluruh kegiatan ekonominya (produksinya, distribusi, dan konsumsi) diatur melalui perencanaan dari pusat atau pemerintah. 1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando a. Semua alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasia oleh negara. b. Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah pusat. c. Jenis-jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah. d. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah (negara). 2. Kelebihan Sistem Ekonomi Komando a. Semua alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasai oleh negara. b. Kebijakan perekonomian fiatur oleh pemerintah pusat. c. Jenis-jenis perekonomian dan pembagian diatur oleh pemerintah. d. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah (negara)

Created by Ariana Maharani, IX A

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Komando a. Hak milik perseorangan tidak diakui. b. potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap waraga negara tidak berkembang. c. Masyarakatnya bersifat materialistis. d. Individu atau masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam berusaha. e. Jalur birokasi yang panjang sehingga mempersulit dalam mengambil keputusan. d. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem perekonomian terpusat dan sistem ekonomi pasar. Sitem produksi dan saluran distribusi dilakukan menurut mekanisme pasar, dan ada pula yang diatur atau direncanakan oleh pemerintah. 1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran a. Kegiatan ekonomi ada yang dilakukan oleh individu (swasta) dan ada yang dikuasai negara. b. Interaksi ekonomi berdasarkan mekanisme pasar dan masih ada campur tangan pemerintah. c. Persaingan dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan namun diatur oleh pemerintah. 2. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran a. Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat orang banyak dikuasai oleh negara. Dengan demikian, menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat. b. Swasta diberi hak untuk mengelola sumber-sumber ekonomi terutama produksi barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, hak individu (swasta) diakui. 3. Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran a. Sukar menentukan batas wilayah kegiatan ekonomi yang diatur oleh mekanisme pasar dan pemerintah. b. Pemerintah mengalami kesukaran mengenai bats nilai produksi dan kekayann yang bisa dimiliki individu. c. Dalam praktik, lebih mengutamakan efisiensi daripada nialai-nilai dan norma di masyarakat. KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN A. Konsep Ketenagakerjaan a. Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan penduduk yang ada dalam batas usia kerja dan mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa. baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Angkatan kerja menurut UU No.20 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat 2 adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja atau mempunyai pekerjaan, namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Sedangkan, bukan angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan. dan tidak sedang mencari pekerjaan (pelajar, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga) serta menerima pendapatan, tetapi bukan merupakan imbalan langsung atas suatu kegiatan produktif (pensiunan, veteran perang, dan penderita cacat yang menerima santunan).

b. Kesempatan Kerja Kesempatan kerja merupakan suatu keadaan yang menggambarkan tersedianya lapangan kerja bagi para pencari kerja. B. Pengangguran Pengangguran adalah orang yang tidak mendapat kesempatan bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan. a. Jenis-jenis Pengangguran Created by Ariana Maharani, IX A

1.Pengangguran struktural Pengangguran struktural adalah pengangguran sementara yang terjadi karena perubahan struktur ekonomi yang berasal dari beberapa faktor, seperti perubahan teknologi atau adanya perubahan komposisi angkatan kerja. Contoh: perubahan sistem ekonomi dari agraris menjadi industri. 2.Pengangguran konjungtural/siklikal Pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam struktur atau komposisi perekonomian. Contoh: seseorang yang terkena PHK dari suatu perusahaan karena kondisi ekonomi yang tidak stabil (inflasi). 3.Pengangguran friksional Pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer/sementara dalam mempertemukan pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia akibat terbatasnya informasi kerja atau ada informasi kerja, tetapi tidak dapat tersampaikan pada pencari kerja. 4.Pengangguran teknologi Pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi. Hal ini terjadi ketika mesin menggantikan peran manusia. 5.Pengangguran musiman Pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan musim yang memaksa tenaga kerja tidak bisa bekerja. 6.Pengangguran voluntary Pengangguran yang terjadi karena seseorang merasa masih mampu bekerja, tetapi secara sukarela tidak mau bekerja dengan alasan sudah mampu dan berkecukupan. b. Dampak Pengangguran terhadap Pembangunan Ekonomi 1.Rendahnya pendapatan nasional. 2.Rendahnya tingkat kemakmuran nasional. 3.Rendahnya tingkat akumulasi modal. 4.Rendahnya pertumbuhan ekonomi. 5.Rendahnya kualitas hidup. 6.Meningkatnya tindak kriminal. 7. Rendahnya stabilitas nasional. c. Cara mengatasi Pengangguran 1.Mendirikan industri yang sifatnya padat karya. 2.Memberikan latihan keterampilan/keahlian pada tenaga kerja. 3.Mengadakan mutasi pekerja. 4.Meningkatkan mobilitas modal.

Created by Ariana Maharani, IX A

5.Mengirimkan tenaga kerja berprestasi ke luar negeri. 6.Meningkatkan daya beli masyarakat. 7.Memberikan kemudahan untuk kredit UKM atau modal kerja. 8.Memberikan kemudahan kepada investor untuk mendirikan industri baru. 9. Membina sektor-sektor industri kecil agar dapat menciptakan lapangan kerja. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Unsur pajak Dari berbagai definisi yang diberikan terhadap pajak baik pengertian secara ekonomis (pajak sebagai pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah) atau pengertian secara yuridis (pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan) dapat ditarik kesimpulan tentang unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak antara lain sebagai berikut: 1. Pajak dipungut berdasarkan undang-undang. Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang." 2. Tidak mendapatkan jasa timbal balik (konraprestasi perseorangan) yang dapat ditunjukkan secara langsung. Misalnya, orang yang taat membayar pajak kendaraantor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor. 3. Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan. 4. Pemungutan pajak dapat dipaksakan. Pajak dapat dipaksakan apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundagundangan. 5. Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif). Jenis Pajak Di tinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu: Pajak Pusat Sering disebut juga Pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri dari:

Pajak Penghasilan Diatur dalam UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU Nomor 36 Tahun 2008

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah

Created by Ariana Maharani, IX A

Diatur dalam UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kali dengan UU No. 42 Tahun 2009

Bea Materai UU No. 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai

Pajak Daerah Sesuai UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, berikut jenis-jenis Pajak Daerah:

Pajak Provinsi terdiri dari: Pajak Kendaraan Bermotor; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; Pajak Air Permukaan; dan Pajak Rokok. Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri atas: Pajak Hotel; Pajak Restoran; Pajak Hiburan; Pajak Reklame; Pajak Penerangan Jalan; Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan; Pajak Parkir; Pajak Air Tanah; Pajak Sarang Burung Walet; Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

a. b. c. d. e.

a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k.

Fungsi pajak

Fungsi anggaran (budgetair)

Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan lain sebagainya. Untuk pembiayaan pembangunan, uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah, yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak.

Fungsi mengatur (regulerend)

Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.

Fungsi stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien.

Fungsi redistribusi pendapatan

Created by Ariana Maharani, IX A

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Syarat pemungutan pajak Tidaklah mudah untuk membebankan pajak pada masyarakat. Bila terlalu tinggi, masyarakat akan enggan membayar pajak. Namun bila terlalu rendah, maka pembangunan tidak akan berjalan karena dana yang kurang. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah, maka pemungutan pajak harus memenuhi persyaratan yaitu:

Pemungutan pajak harus adil

Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. Adil dalam perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya. Contohnya: 1. Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak 2. Pajak diberlakukan bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak 3. Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran

Pengaturan pajak harus berdasarkan UU

Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: "Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang", ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan UU tentang pajak, yaitu:

Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara yang berdasarkan UU tersebut harus dijamin kelancarannya Jaminan hukum bagi para wajib pajak untuk tidak diperlakukan secara umum Jaminan hukum akan terjaganya kerasahiaan bagi para wajib pajak Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian

Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi, perdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak, terutama masyarakat kecil dan menengah.

Pemungutan pajak harus efesien

Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan. Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah daripada biaya pengurusan pajak tersebut. Oleh karena itu, sistem pemungutan pajak harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Dengan demikian, wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi penghitungan maupun dari segi waktu.

Sistem pemungutan pajak harus sederhana

Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan dalam pungutan pajak. Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan memberikan dapat positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak. Sebaliknya, jika sistem pemungutan pajak rumit, orang akan semakin enggan membayar pajak. Contoh:

Bea materai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2 macam tarif Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif, yaitu 10%

Created by Ariana Maharani, IX A

Pajak perseorangan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (pribadi) Berdasarkan wujudnya, pajak dibedakan menjadi:

1. Pajak langsung adalah pajak yang dibebankan secara langsung kepada wajib pajak seperti pajak pendapatan, pajak kekayaan. 2. Pajak tidak langsung adalah pajak/pungutan wajib yang harus dibayarkan sebagai sumbangan wajib kepada negara yang secara tidak langsung dikenakan kepada wajib pajak seperti cukai rokok dan sebagainya.

Berdasarkan jumlah yang harus dibayarkan, pajak dibedakan menjadi:

1. Pajak pendapatan adalah pajak yang dikenakan atas pendapatan tahunan dan laba dari usaha seseorang, perseroan terbatas/unit lain. 2. Pajak penjualan adalah pajak yang dibayarkan pada waktu terjadinya penjualan barang/jasa yang dikenakan kepada pembeli. 3. Pajak badan usaha adalah pajak yang dikenakan kepada badan usaha seperti perusahaan bank dan sebagainya.

Pajak berdasarkan pungutannya dapat dibedakan menjadi:

1. Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah pajak/pungutan yang dikumpulkan oleh pemerintah pusat terhadap tanah dan bangunan kemudian didistrubusiakan kepada daerah otonom sebagai pendapatan daerah sendiri. 2. Pajak perseroan adalah pungutan wajib atas laba perseroan/badan usaha lain yang modalnya/bagiannya terbagi atas sahamsaham. 3. Pajak siluman adalah pungutan secara tidak resmi/pajak gelap dan merupakan sumber korupsi. 4. Pajak transit adalah pajak yang dipungut di tempat tertentu yang harus dilalui oleh pengangkutan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain. UANG Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan. Fungsi asli

Alat tukar Satuan hitung Penyimpan nilai (valuta)

Fungsi Turunan

Uang sebagai alat pembayaran yang sah Uang sebagai alat pembayaran utang Uang sebagai alat penimbun kekayaan Uang sebagai alat pemindah kekayaan Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

Syarat-syarat Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau setidaknya dijamin keberadaannya oleh Created by Ariana Maharani, IX A

pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value). Jenis Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek. Menurut bahan pembuatannya Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

Uang logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai: 1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. 2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00). 3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso). Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.

Uang kertas

Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Menurut nilainya Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)

Uang Penuh (full bodied money)

Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.

Uang Tanda (token money)

Created by Ariana Maharani, IX A

Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00. LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, dana pensiun, reksa dana, dan bursa efek). Fungsi Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank. PERDAGANGAN INTERNASIONAL Tahukah kamu apa yang dimaksud perdagangan internasional? Setiap negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang perlu melakukan kerja sama. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh negara itu sendiri. Indonesia belum mampu memproduksi alat transportasi sebagai contoh seperti pesawat terbang. Untuk itu negara kita mengimpor dari negara-negara maju. Sebaliknya Indonesia banyak mengekspor hasil alam hasil alam ke negara tersebut. Kini hampir tidak mungkin suatu negara dapat memenuhi kebutuhan hidup warganya tanpa melakukan perdagangan dengan luar negeri. Sekalipun suatu negara sudah tergolong negara maju, ia tetap saja memerlukan adanya perdagangan internasional. Pada bab ini kalian akan mempelajari tentang perdagangan internasional. Uraian selengkapnya meliputi hal-hal berikut. 1. Valuta asing. 2. Perdagangan internasional. A Valuta Asing

Jual beli yang dilakukan orang-orang dalam suatu negara tidak mengalami masalah dalam pembayarannya. Mereka menggunakan mata uang yang sama. Lain halnya dengan perdagangan internasional, pembayarannya lebih sulit sebab mata uang penjual dan pembeli belum tentu sama. Mengapa? Karena setiap negara memiliki uang yang dipergunakan sebagai alat pembayaran. Perdagangan internasional menimbulkan kebutuhan akan mata uang asing karena perdagangan ini melibatkan orangorang yang berbeda negaranya. Oleh karena itu, muncullah kebutuhan akan mata uang asing. Mata uang asing tersebut juga disebut valuta asing (valas). Untuk kepentingan transaksi internasional, orang memerlukan valuta asing. Valuta asing tersebut bisa dibeli karena memang ada lembaga yang memperjualbelikan valuta asing. Created by Ariana Maharani, IX A

1. Pengertian Bursa Valuta Asing Tempat atau lembaga yang memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing disebut bursa valuta asing. Bursa valuta asing diselenggarakan oleh bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing yang sudah menjadi bank devisa serta lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam perdagangan mata uang asing. Lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam perdagangan mata uang asing disebut money changer. Harga valuta asing ditentukan oleh proses permintaan dan penawaran yang terjadi melalui mekanisme pasar. Dalam ilmu ekonomi dikenal istilah kurs (nilai tukar). Kurs adalah harga mata uang asing tertentu yang dinyatakan dalam mata uang dalam negeri. Misalnya, kurs dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah adalah 1 US.$ = Rp8.800,00. Artinya, untuk memperoleh 1 Dolar Amerika Serikat, kita harus membayar uang sebesar Rp8.800,00. Ada beberapa peristilahan tentang kurs valuta asing yaitu sebagai berikut. a. Kurs beli menunjukkan harga beli valuta asing pada saat bank/money changer membeli valas (valuta asing) atau pada saat seseorang menukarkan valas dengan rupiah. b. Kurs jual menunjukkan harga jual valuta asing pada saat bank/money changer menjual valas atau pada saat seseorang menukarkan rupiah dengan valas. c. Kurs tengah merupakan kurs antara kurs jual dan kurs beli (hasil bagi dua dari penjumlahan kurs beli dan kurs jual). Berikut ini dapat dilihat perbandingan nilai mata uang rupiah dengan mata uang asing.

Tabel 8.1 Tabel Valuta Asing Beberapa Negara 2. Pengguna Jasa Bursa Valuta Asing

Adanya kegiatan ekonomi yang bersifat internasional menyebabkan banyak pihak yang membutuhkan valuta asing. Pihak-pihak ini membutuhkan jasa bursa valuta asing. Mereka antara lain: a. Orang yang membiayai anggota keluarganya yang hidup di luar negeri. b. Para importir yang hendak membayar eksportir di luar negeri. c. Para investor dalam negeri yang ingin membayar kewajiban-kewajibannya terhadap orang di luar negeri. d. Orang-orang di dalam negeri yang akan membayar utang atau bunganya ke luar negeri. e. Pedagang valas yang melakukan spekulasi terhadap naik turunnya nilai valuta asing. f. Orang-orang dalam negeri yang akan berkunjung ke luar negeri. g. Perusahaan-perusahaan asing (yang ada di Indonesia) yang akan membayar dividen kepada para pemegang sahamnya di luar negeri. h. Pemerintah yang membutuhkan valuta asing untuk membiayai perwakilan-perwakilannya di luar negeri, menyelesaikan utang-utang luar negeri yang telah jatuh tempo, membayar bunga, dan untuk keperluan luar negeri lainnya. 3. Fungsi Pasar Valuta Asing Dalam rangka memperlancar pembayaran internasional, pasar valuta asing mempunyai fungsi yang amat penting. Fungsi pasar valuta asing antara lain: a. memperlancar terjadinya kegiatan ekspor dan impor, b. memperlancar penukaran valuta asing, Created by Ariana Maharani, IX A

c. memperlancar pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya, dan d. memberikan tempat para pedagang valuta asing untuk melakukan spekulasi. B Perdagangan Internasional 1. Pengertian Perdagangan Internasional Untuk memenuhi kebutuhan manusia, pedagang mempunyai peranan yang sangat penting. Barang hasil produksi dapat tersalurkan ke konsumen melalui para pedagang tersebut. Mereka membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah jenis/bentuknya dengan tujuan memperoleh laba disebut perdagangan. Sekarang, kegiatan perdagangan sangat luas. Perdagangan sudah merambah wilayah antarnegara (internasional). Proses tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain inilah yang disebut perdagangan internasional. Dalam perdagangan antarnegara tersebut melibatkan eksportir dan importir. 2. Penyebab Timbulnya Perdagangan Internasional a. Perbedaan Hasil Produksi b. Perbedaan Harga Barang c. Adanya Keinginan untuk Meningkatkan Produktivitas

3. Faktor-Faktor Penghambat Perdagangan Internasional a. Tidak Amannya Suatu Negara b. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan oleh Pemerintah c. Tidak Stabilnya Kurs Mata Uang Asing 4. Perbedaan Perdagangan dalam Negeri dan Luar Negeri

5. Kegiatan Ekspor dan Impor a. Ekspor Banyak orang atau badan hukum yang melakukan penjualan barang ke luar negeri. Kegiatan tersebut disebut ekspor, dan orang atau badan yang melakukannya dinamakan eksportir. Tujuan eksportir adalah untuk memperoleh keuntungan. Harga barang-barang yang diekspor tersebut di luar negeri lebih mahal dibandingkan dengan di dalam negeri. Jika tidak lebih mahal, eksportir tidak tertarik untuk mengekspor barang yang bersangkutan. Tanpa kondisi itu, kegiatan ekspor tidak akan menghasilkan keuntungan. Dengan adanya ekspor, pemerintah memperoleh pendapatan berupa devisa. Semakin banyak ekspor semakin besar devisa yang diperoleh negara. Secara garis besar, barang-barang yang diekspor oleh Created by Ariana Maharani, IX A

Indonesia terdiri atas dua macam, yaitu minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas. Barang-barang yang termasuk migas antara lain minyak tanah, bensin, solar, dan elpiji. Adapun barang-barang yang termasuk nonmigas sebagai berikut. 1) Hasil pertanian dan perkebunan. Contohnya, karet, kopi, dan kopra. 2) Hasil laut terutama ikan dan kerang. 3) Hasil industri. Contohnya kayu lapis, konfeksi, minyak kelapa sawit, meubel, bahan-bahan kimia, pupuk, dan kertas. 4) Hasil tambang nonmigas. Contohnya bijih nekel, bijih tembaga, dan batubara. b. Impor Banyak orang atau lembaga yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri. Kegiatan ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor disebut importir. Importir melakukan kegiatan impor karena menginginkan laba. Kegiatan impor dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga yang lebih murah tersebut karena antara lain: 1) Negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak, 2) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah, dan 3) Negara penghasil bisa memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak. Kegiatan impor mempunyai dampak positif dan negatif terhadap perekonomian dan masyarakat. Untuk melindungi produsen di dalam negeri, biasanya suatu negara membatasi jumlah (kuota) impor. Selain untuk melindungi produsen dalam negeri, pembatasan impor juga mempunyai dampak yang lebih luas terhadap perekonomian suatu negara. Dampak positif pembatasan impor tersebut secara umum sebagai berikut: 1) Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri. 2) Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri. 3) Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor. 4) Memperkuat posisi neraca pembayaran. 6. Dampak Perdagangan Internasional Perdagangan internasional mempunyai dampak pada negara-negara yang terlibat. Dampak tersebut ada yang positif dan ada yang negatif. Indonesia sebagai negara yang juga melakukan perdagangan internasional memperoleh dampak-dampak tersebut. A. Dampak Positif Perdagangan Internasional Negara pengekspor maupun pengimpor mendapatkan keuntungan dari adanya perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Adanya perdagangan internasional juga membawa dampak yang cukup luas bagi perekonomian suatu negara. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut: 1) Mempererat persahabatan antarbangsa 2) Menambah kemakmuran negara 3) Menambah kesempatan kerja 4) Mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 5) Sumber pemasukan kas negara 6) Menciptakan efisiensi dan spesialisasi 7) Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara

b. Dampak Negatif Perdagangan Internasional Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya. Dampak negatifnya sebagai berikut. 1) Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. 2) Adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan internasional. 3) Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar. 4) Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. 5) Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. 6) Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.

Created by Ariana Maharani, IX A