Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN HASIL DISKUSI Blok Klinik SKENARIO TEPAT ATAU TIDAK Minggu Ke-3 (Satu) Tanggal 02 08 Maret 2012

Kelompok B Candra Nuryanto Widya Stefiarista Andini Putri R Rini Anastasia Salim Winda Susanti Vinny Aprilia Denis Melati Widya Asih Lestari 0910733018 0910730074 0910730016 0910730031 0910730062 0910730014 0910730045 0910733039

Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2012 1

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................................1 DAFTAR ISI ..........................................................................................................................................2 PEMBAHASAN A. B. C. D. E. F. G. H. I. Kompetensi ...........................................................................................................................3 Skenario...............................................................................................................................3 Daftar Unclear Term .............................................................................................................3 Daftar Cues ..........................................................................................................................4 Daftar Problem Identification ...............................................................................................4 Hasil Brainstorming ...........................................................................................................4 Hipotesis ...........................................................................................................................30 Learning Issues .................................................................................................................19 Pembahasan Learning Issues .............................................................................................20

KEGIATAN SKILL LABORATORIUM

A. Waktu pelaksanaan.......................................................................................................... B. Penugasan........................................................................................................................ C. Hasil................................................................................................................................... D. Hambatan saat skill lab.....................................................................................................


KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. B. Kesimpulan...........................................................................................................................25 Rekomendasi .........................................................................................................................25

REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................26 TIM PENYUSUN.............................................................................................................................27

PEMBAHASAN

A)

KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI CD. 33 Mahasiswa mampu merancang dan melakukan asuhan gizi pada pasien berdasarkan status gizi pasien. CD. 26 Mahasiswa mampu mengevaluasi ketepatan desain menu sesuai dengan status kesehatan pasien atau klien. 33.A.3 Mampu melaksanakan perencanaan intervensi gizi (memahami konsep dan menganalisis berbagai macam diet) 26.A. Mampu menyusun menu sesuai kebutuhan

B)

SKENARIO TEPAT ATAU TIDAK Ny. SS datang ke poli gizi untuk konsultasi terkait dengan makanan yang seharusnya dikonsumsi. Beliau sakit dislipidemia sejak dua tahun yang lalu. Ny. SS menerapkan food combining selama satu minggu terakhir atas rekomendasi rekan kerjanya yang sudah menerapkan food combining. Ahli gizi harus melakukan kajian ilmiah terkait food combining dan intervensi diet sesuai penyakit Ny. SS sehingga menghasilkan intervensi gizi yang tepat.

C)

DAFTAR UNCLEAR TERM 1. Food Combining metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan dengan

memanaatkan fitokimia untuk pencegahan di mana setiap kelompok makanan membutuhkan waktu dan enzim pencernaan yang berbeda-beda. 2. Dislipidemia kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi yang utama ialah kenaikan kadar kolesterol total (> 240 mg/dl), kenaikan kolesterol LDL (> 160 mg/dl), kenaikan kadar trigliserida (> 200 mg/dl), dan penurunan kadar HDL (< 40 mg/dl). 3. Kajian Ilmiah proses rasionalisasi dari hasil mempelajari secara ilmu pengetahuan.

D) DAFTAR CUES Ahli Gizi mampu melakukan kajian ilmiah terkait Food Combining dan intervensi diet penyakit dislipidemia sehingga dapat menghasilkan intervensi gizi yang tepat.

E)

DAFTAR PROBLEM IDENTIFICATION 1. Apa tujuan, manfaat, prinsip, syarat, kelebihan, kekurangan dari Food Combining? Kombinasi Food Combining? 2. Bagaimana patofis dislipidemia? 3. Bagaimana intervensi gizi yang biasa diberikan pada pasien dislipidemia? Prinsip, syarat, bahan makan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan? 4. Bagaimana pola menu dari Food Combining? Beserta makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan? 5. Bagaimana hubungan antara kerja Food Combining dengan dislipidemia? 6. Efek Food Combining yang sudah ada? 7. Apa diet Food Combining bisa dikombinasikan dengan diet lainnya, misalnya? 8. Apa dasar diet Food Combining? 9. Bagaimana kerja Food Combining dilihat dari sistem pencernaan kita. Sesuai tidak? 10. Hal-hal apa saja yang dapat mengurangi beban dari sistem pencernaan kita? 11. Apakah semua pasien dapat menerapkan Food Combining? Pada kondisi apa Food Combining dapat diterapkan? 12. Apakah food combining sudah sesuai sebagai diet untuk pasien dislipidemia? 13. Tips-tips khusus agar diet Food Combining dapat lancar diterapkan? 14. Apa saja jenis diet lain dari luar negeri yang dapat digunakan untuk penyakit dislipidemia seperti Food Combining? 15. Lama waktu penerapan Food Combining agar mendapatkan hasil yang diinginkan?

F)

HASIL BRAINSTORMING DK 1 Jumat, 2 Maret 2012 1. Apa tujuan, manfaat, prinsip, syarat, kelebihan, kekurangan dari food combining? Tujuan: mengurangi beban kerja sistem pencernaan memberikan asupan makan pada waktu yang tepat sesuai dengan mekanisme dari sistem pencernaan tubuh sebagai terapi dari penyembuhan beberapa penyakit, misal kanker, dislipidemia,dll memperbaiki pola makan mengatur kombinasi pola makan agar zat gizi dalam makanan dapat diserap secara optimal 4

Manfaat: membuat metabolisme lancar membuat badan menjadi lebih segar

Prinsip: berdasarkan konsep Karbohidrat yang tidak boleh disajikan bersamaan dengan protein pagi->waktu pembuangan, jangan makan berat-berat dulu. Siang : mungkin waktunya mencerna sehingga sistem pencernaan sudah dapat menerima makanan yang lebih berat , sedangkan pada malam hari: detoksifikasi makanan yang merangsang enzim basa dikombinasi dengan makanan yang juga merangsang enzim basa makanan yang merangsang enzim asam dikombinasi dengan makanan yang juga merangsang enzim asam tiga kali makan 2 kali snack, lemak diberikan sangat rendah lemak dapat diberikan, tetapi hindari goreng-gorengan, ganti dengan tumisan, lemak yang sebaiknya digunakan adalah lemak jenuh dll Kelebihan: dipercaya dapat mencegah / mengobati beberapa penyakit, misal kanker dapat menurunkan BB secara drastis sehingga biasa diterapkan pada pasien obesitas

Kelemahan: seseorang hanya mengkonsumsi 1 zat gizi saja saat makan. Misal Karbohidrat saja di pagi hari. kombinasi 2 zat gizi mungkin kombinasi tersebut adanya salah satu zat gizi yang mendominasi, tidak keduanya persepsi dalam food combaining adalah dalam 1 makanan terdapat 1 macam zat gizi, misalkan ada zat gizi lain maka dalam jumlah ynag sedikit hal ini diabaikan susah diterapkan di Indonesia jika melihat kebiasaan makan dari orang timur seperti kita Konsumsi Karbohidrat kurang, kebutuhan BMR tidak mencukupi karena makanan yang tinggi kalori kurang lebih mempertimbangkan makanan dalam keadaan sama pH

2. Bagaimana patofisiologi terjadinya dislipidemia? konsumsi lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah sehingga menimbulkan dislipidemia konsumsi karbohidrat yang berlebihan membuat tubuh yang biasanya mengubah karbohidrat menjadi energi, diubah menjadi cadangan energi dalam bentuk lemak. Sehingga kadar lemak dalam darah meningkat pada pasien dengan obesitas atau kegemukan insulinnya resisten, insulin biasanya merangsang serotonin atau berhubungan dengan serotonin, tetapi pada insulin yang resisten serotonin tidak 5

bekerja dengan baik, dan selalu menginduksi rasa lapar, sehingga intake makanan tinggi , intake makanan yang tinggi (KH juga tinggi) tidak diimbangi dengan metabolism KH (karena insulin resisten) KH dalam tubuh disimpan dalam bentuk TG, akibatnya kadar TG dan kolesterol lain juga meningkat 3. Kombinasi dari apa sajakah diet Food Combining? Food combining merupakan kombinasi dari protein dg buah+sayur, makanan yang membutuhkan enzim basa dikombinasi makanan yang membutuhkan enzim basa 4. Bagaimana intervensi gizi yang biasa diberikan pada pasien dislipidemia? Prinsip+syarat, bahan makan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan? Prinsip diet: Diet rendah lemak Dash diet Diet dislipidemia

Syarat diet: energi diberikan cukup, lemak rendah 10-15%, karbohidrat cukup, protein menyesuaikan, tinggi serat Bahan Makanan yang dianjurkan: Minyak goreng biasa dapat diganti dengan minyak jagung, minyak biji matahari, minyak sayur, minyak wijen Bahan Makanan yang tidak dianjurkan: goreng-gorengan susu full cream, produk olahan susu dan keju mayonesse kuning telur santan jeroan kacang tanah untuk buah: durian

5. Bagaimana pola menu dari Food Combining? Beserta makanan yang diperbolehkan+tidak diperbolehkan? Pola menu Food Combining: Pagi Siang Malam : air putih : protein+buah-buahan : buah-buahan

6. Bagaimana hubungan antara kerja FC dengan dislipidemia? 6

Food Combining lebih ke pengaturan pola makan. Dimana prinsipnya tidak menambah beban pekerjaan pencernaan serta pemilihan makanannya secara tidak langsung membantu mengurangi konsumsi lemak, meningkatkan HDL dan menurunkan kolesterol 7. Efek Food Combining yang sudah ada Penurunan Berat Badan Menurunkan kolesterol Meningkatkan imunitas tubuh Mencegah penuaan Mencegah terjadinya penyakit, seperti kanker Dapat menurunkan tekanan darah

8. Apa diet FC bisa dikombinasikan dengan diet lainnya, misalnya Diet Food Combining dapat dikombinasikan dengan Diet lainnya seperti diet pada vegan dan diet rendah remak. 9. Apa dasar penerapan diet Food Combining? disesuaikan dengan jam biologis tubuh. 10. Bagaimana kerja Food Combining dilihat dari sistem pencernaan kita. Sesuai tidak? Tidak sesuai dikarenakan tubuh sangat sensitif terhadap semua zat-zat gizi. 11. Hal-hal apa saja yang dapat mengurangi beban dari sistem pencernaan kita? hal-hal yang dapat mengurangi beban dari sistem pencernaan kita: makan seimbang diet Food Combining, mengurangi makanan mengandung gas dan merangsang

12. Apakah semua pasien dapat menerapkan FC? Pada kondisi apa FC dapat diterapkan. semua orang sebaiknya tidak diberikan Food Combining , karena Tubuh sensitif terhadap semua zat gizi 13. Apakah food combining sudah sesuai sebagai diet untuk pasien dislipidemia? 14. Tips-tips khusus agar diet FC dapat lancar diterapkan lebih pandai dalam Pemilihan bahan makanan pada pemilihan BM, lebih memilih bahan makanan yang disukai, misal Protein apa yang disukai waktu makan yang tepat

15. Apa saja jenis diet lain dari luar negeri yang dapat digunakan untuk penyakit dislipidemia seperti food combining? Diet Lain berasal dari luar negeri yang dapat diterapkan untuk Dislipidemia: Atkins Diet Dash Diet Diet mediteranian 7

diet Golongan darah (lebih cocok pada pengaturan makan)

DK 2&3, Selasa, 6 Maret 2012 1. Apa tujuan, manfaat, prinsip, syarat, kelebihan, kekurangan dari Food Combining? Kombinasi Food Combining? Tujuan: memudahkan pencernaan. Kombinasi makanan yang tidak serasi akan memboroskan enzim. Pemborosan enzim pemborosan energi. (Mardsen, Kathryn. 2005.) menjaga pola makan sehat dan detoksifikasi

(yes24.com.FoodCombining.online:www.yes24.co.id/zineview/331916/food-combining.html) mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang serasi saja setiap kali makan.(Andang,Gunawan.2009) sebagai sarana berdiet, untuk mencapai berat badan ideal, diet penyakit, maupun untuk mencapai kesehatan prima. ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) Manfaat: Berat badan terkendali pada berat idaman yang merupakan berat ideal untuk setiap orang Karena proses pencernaan makanan, penyerapan sari makanan serta pembuangan sampah makanan dan sampah metabolisme berlangsung secara efisien, tubuhpun dapat menghemat energi. Akibatnya, kita menjadi lebih berenergi dan tidak mudah mengantuk. Disamping itu, proses pencernaan yang efisien juga memacu proses peremajaan sel sehingga kita dapat tampil segar dan lebih muda daripada usia kita sebenarnya Gangguan rutin akibat rendahnya sistem kekebalan tubuh, seperti flu, keluhan pusing sebelah, mudah kembung atau masuk angin berangsur-angsur menghilang Gangguan kesehatan seperti sakit lambung(maag), keputihan, sembelit kronis, serta pneyakit degenaritf seperti stroke penyakit jantung, atritis, kencing manis dan gangguan asam urat berangsur-angsur menghilang Kulit menjadi lebih lembut kenyal dan cerah Jerawat dan flek pada wajahpun menghilang Rambut menjadi halus dan mudah diatur Emosi menjadi lebih terkendali dan kitapun lebih merasa bahagia

(Apriadji, Wied Harry. 2009) Untuk mengobati semua jenis gangguan pencernaan Untuk mengatasi berbagai jenis alergi makanan dan meningkatkan daya tahan tubuh Merupakan salah satu program diet terbaik untuk mengurangi tingkatan energy secara bertahap Mendukung dan menyehatkan tubuh dari efek efek merusak akibat stress. (Kathryn,Marshden. Tanpa tahun. Food Combining) 8

Prinsip Terdapat 4 prinsip dalam food combining : Konsumsi makanan segara dan alami Sayur dan buah menjadi pilihan utama menu sehari-hari, karbohidrat serta lauk pauk sumber protein juga tidak boleh diabaikan. Namun penggunaan makanan olahan, MSG harus dihindari Menyantap kombinasi makanan mengikuti siklus alami metabolisme tubuh Tubuh menjadi lebih hemat energi untuk memproses makanan sehingga tubuh lebih bugar dan bertenaga. Penghematan penggunaan energi bermanfaat menghambat kerusakan sel akibat eksploitasi sel dan organ tubuh secara berlebihan. Kombinasi makanan juga penting untuk efektivitas proses pencernaan makanan karena tiap sumber bahan makanan memiliki enzim pencernaan berbeda Keseimbangan asam basa tubuh Proses pencernaan makanan paling efektif jika jaringan tubuh dan darah (bukan lambung) dalam kondisi netral cenderung basa (pH 7,35-7,45). Jika tubuh dalam keadaan asam, kita menjadi mudah kembung dan diare Tidak memerlukan takaran konsumsi makanan Makan dalam jumlah bebas namun serasi kombinasinya (Apriadji, 2008)

Terbagi menjadi 2 prinsip Pengelolaan jenis makanan Makanan pembentuk basa tidak bisa dikombinasikan dengan lebih dari satu jenis makanan pembentuk asam. Makanan pembentuk basa cenderung memiliki kadar air tinggi dan mengandung sedikit protein. Sedangkan makanan pembentuk asam adalah makanan yang mengandung sebagian besar protein dan sedikit air. Pemahaman siklus pencernaan Siklus pencernaan (12.00-20.00) Siklus penyerapan (20.00-04.00) Siklus pembuangan (04.00-12.00)

Pada pukul 20.00-04.00 mengalami siklus penyerapan sari makanan dan asimilasi. Asimilasi ialah proses pemanfaatan sari makanan untuk kegiatan alamiah tubuh, seperti peremajaan sel. Dengan adanya peremajaan sel maka kulit akan terlihat lebih segar, dan saat penyerapan ini harus cukup istirahat agar energi benar-benar untuk penyerapan bukan untuk melakukan aktivitas. (Aprijadi, Wied Harry. 2007) Tubuh mempunyai siklus pencernaan, penyerapan, dan pembuangan yang berbeda intensitasnya Ada makanan yang boleh dikombinasikan dan dimakan bersama, ada pula yang tidak serasi 9

Setiap makanan butuh waktu pencarnaan yang berbeda (Sulistyowati, Etik. 2010. Obesity and FAD diet ) Syarat Tidak boleh mengonsumsi protein dan pati secara bersama-sama disebabkan karena pati butuh enzim pada kondisi basa dan protein pada kondisi asam, namun keduanya dapat digabungkan dengan mengonsumsi sayuran Umumnya buah-buahan harus dikonsumsi sendiri atau gabungan dengan buah lainnya. Jika digabungkan dengan makanan lainnya maka akan cepat membusuk dan terjadi fermentasi sebab mudah dicerna Melon dicerna lebih cepat dari makanan lainnya sehingga konsumsi melon sendiri tanpa makanan/buah-buahan lainnya Makan hanya 4-6 buah-buahan/sayuran pada satu kali makan Lemak dan minyak dapat digabungkan dengan semuanya (kecuali buah-buahan) tapi dalam jumlah terbatas karena akan memperlambat kerja pencernaan Adanya jangka waktu pemberian pada makanan yang tidak bisa dikombinasi :

Dua jam setelah makan buah Tiga jam setelah makan pati Empat jam setelah makan protein jangan mencampur buah asam/sub asam dengan buah manis dalam waktu makan yang sama. Buah asam contohnya seperti grapefruit, nanas, strawberi dapat dicampur dengan buah sub asam seperti apel, anggur, dan peach. Tapi 2 kategori buah ini tidak dapat dicampur dengan buah manis seperti pisang dan kismis (Springs, Sandy Life Empowerment Institute. 2003) konsumsi buah dan sayuran 2-3 warna tiap hari nya untuk variasi konsumsi pangan. (Andang,Gunawan. 2009) konsumsi buah dan sayur 60-70 % dari seluruh menu sehari (Gunawan,Andang.2007.Food Combining.PT.Gramedia.Jakarta) Aturan baku Food Combinig adalah konsumsi pati dan protein harus diimbangi dengan porsi sayuran sebanyak 3 kalinya. (Apriadji, Wied Harry.Prinsip Dasar Food Combining) air tidak dijabarkan berapa minimalnya. Dan pada waktu kapan dikonsumsi, tetapi air dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk menghindari dehidrasi Kelebihan Mengoptimalkan asupan dan penyerapan zat gizi. Mengoptimalkan fungsi pencernaan, karena makanan yang dikonsumsi sesuai tingkat keasaman tubuh. 10

Tidak perlu berpantang atau membatasi porsi makan. Tetapi tidak boleh berlebihan. Food combining dapat mencegah gangguan pencernaan. Food combining dapat diterapkan oleh orang awam sekalipun, yang perlu diingat hanyalah kombinasi makanan yang serasi. ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009)

efektif untuk diet karena bisa mengurangi 500 kalori/hari. Diet FC dapat mengurangi timbunan toksin dalam tubuh

(Ali khomsan.Pakar Gizi IPB) Kekurangan Tidak bisa terlihat hasilnya dalam waktu yang terlalu cepat Memiliki resiko kesehatan, seperti osteoporosis sebab konsumsi susu dan produk susu dibatasi (Gunawan, Andang. 2007) tidak cocok untuk orang orang yang mengalami malnutrisi, tidak semua orang bisa menerapkan food combining . Orang sehat dan aktivitasnya yang menuntut asupan gizi yang cukup (Andang,Gunawan. 2009) Dalam jangka panjang diet FC berpotensi menimbulkan masalah kesehatan (osteoporosis, hipertensi) karena asupan Ca rendah dengan terbatasnya asupan susu serta resiko penyakit kardiovaskuler karena adanya kemungkinan konsumsi lemak jenuh berlebihan Penjabaran diet FC tidak mengenal dengan baik komposisi bahan makanan dan proses pencernaan atau memilih mengabaikan hal tersebut. Penekanan lebih diberikan pada lama waktu makanan berada dalam lambung Mangabaikan kemampuan asam lambung dan enzim dalam mencerna kh, protein dan lemak di usus halus dan peran usus besar dalam memecah serat makanan dan tepung2an yang resisten. Tubuh tidak mungkin bingung atau salah dalam mencerna makanan karena adanya enzim yang sangat spesifik untuk tiap substrat Penggagas FC diet memperlihatkan kurangnya pengetahuan tentang komposisi bahan makanan, jika mereka benar, berarti kita tidak dapat mencerna serealia, padi2an, kacang2an, biji2an, dan susu yang mengandung protein dan karbohidrat dalam satu jenis bahan makanan Teori FC: makanan rendah energi adalah makanan yang tidak bisa memasok energi bagi tubuh. Makanan rendah energi dikatakan tinggi kalori sedangkan kalori merupakan satian energi (Sumber : Sulistyowati, Etik. 2010. Obesity and FAD diet ) Jangka panjang bisa menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh Usus jadi tidak terbiasa atau kurang terlatih dalam mencerna hidangan campuran (womenhealthguide.net) Kendala pada awal memulai Food Combining: Ragu untuk memulai. 11

Enggan peduli dengan aturan food combining. Khawatir akan menimbulkan efek samping Sulit mengubah kebiasaaan

Kendala saat menjalankan food combining Tidak konsisten dalam penerapan food combining Bosan dengan food combining Godaan untuk berhenti ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009)

Kombinasi Food Combining kombinasi yang dihindari: Tinggi lemak dan gula Tinggi tepung/pati dan gula Tinggi pati dan asam Tinggi protein dan tinggi protein Tinggi protein dan tinggi asam Tinggi protein dan gula/tinggi gula Tinggi protein dan tinggi pati Food Combinig.online: ciputraentrepreneurship.com/lain-

(Ciputra.Prinsip-Prinsip

lain/kesehatan/13366-prinsip-prinsip-food-combining.html) 3 macam kombinasi Poor Good Exellent: KH dg sayuran tidak berpati

Buah dikonsumsi sendiri 2. Bagaimana patofis dislipidemia? konsumsi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol tinggi reduksi reseptor LDL di hati katabolisme LDL menurun produksi LDL meningkat + uptake LDL rendah koleterol LDL meningkat kolesterol darah meningkat dislipidemia (Luthfi, Omar. 2009) 3. Bagaimana intervensi gizi yang biasa diberikan pada pasien dislipidemia? Prinsip, syarat, bahan makan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan? Diet dislipidemia Tujuan Diet: Menurunkan berat badan bila kegemukan Mengubah jenis dan asupan lemak makanan 12

Menurunkan asupan kolesterol makanan Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat sederhana

Intervensi diet bertujuan untuk mencapai pola makan yang sehat. Syarat Diet: Energi yang dibutuhkan disesuaikan dengan menurut berat badan dan aktivitas fisik Lemak sedang, <30% dari kebutuhan energi total. Lemak jenuh untuk Diet dislipidemia tahap I, < 10% dari kebutuhan energi total. Diet Dislipidemia tahap II, <7% dari kebutuhan energi total Lemak tak jenuh ganda dan tunggal untuk diet Dislipidemia tahap I maupun II adalah 10-15% dari kebutuhan energi total Kolesterol <300 mg untuk diet Dislipidemia tahap I dan < 200 mg untuk diet Dislipidemia tahap II Protein cukup, 10-20% dari kebutuhan energi total. Protein hewani terutama ikan yang banyak mengandung lemak omega 3, protein nabati lebih dianjurkan. Karbohidrat sedang, 50-60% dari kebutuhan energi total. Serat tinggi, terutama serat larut air, misalnya apel, beras tumbuk, beras merah, dan kacangkacangan. Vitamin dan mineral cukup.

Keberhasilan diet dinilai dengan mengukur kadar kolesterol darah setelah 4-6 minggu dan 3 bulan. Bahan makanan yang dianjurkan: Sumber Karbohidrat : beras tumbuk, beras merah, pasta, makaroni, roti tinggi serat Sumber protein hewani :ikan, unggas tanpa kulit, daging kurus, putih telur, susu skim, yoghurt rendah lemak, keju rendah lemak Sumber protein nabati Sayuran : tempe, tahu, kacang-kacangan : semua jenis sayuran dalam bentuk segar, ditumis menggunakan minyak jagung Buah Sumber lemak : semua buah dalam keadaan segar atau bentuk jus : minyak jagung, kedelai, kacang tanah, bunga matahari dan wijen, margarin tanpa garam(minyak tak jenuh ganda), mayonesse Bahan makanan yang tidak dianjurkan: Sumber Karbohidrat Sumber protein hewani : produk makanan jadi, biskuit :daging kambing, jerohan, sosis, sarden, susu kental manis, krim, eskrim Sumber protein nabati : semua sumber nabati yang dimasak dengan santan dan digoreng dengan minyak jenuh seperti kelapa dan kelapa 13

sawit. Sayuran : semua jenis sayuran yang dimasak dengan mentega, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, santan kental. Buah Sumber lemak : semua buah dalam keadaan segar atau bentuk jus : minyak kelapa, minyak kelapa sawit, mentega, margarin, kelapa, santan [Almatsier, Sunita. 2005. Penuntun Diet Edisi baru. Jakarta: Gramedia.] Asupan serat dalam menu sehari-hari sebaiknya 20-30g/hari untuk orang dewasa. Rekomendasi ini dibuat terutama untuk mencapai fungsi gastro-intestinal yang normal dan mungkin memberikan manfaat yang lain bagi kesehatan. Sekitar 25% (6 g) sebaiknya berupa serat yang dapat larut Tips2 diet dislipidemia: Tingkatkan konsumsi ikan yang kaya akan omega 3 Tingkatkan susu kedelai sebagai pengganti susu sapi alternatif sumber Calsium dan Fosfor Memasak dengan sedikit menggunakan minyak

4. Bagaimana pola menu dari Food Combining? Beserta makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan? Pola Menu FC Bangun pagi Kudapan pagi Makan siang dan malam 1 gelas air putih dan 2-3 sdm air jeruk buah segar, setiap 2 jam sehari+ protein mudah cerna yoghurt Siang hari merupakan waktu yang sangat baik untuk mengkonsumsi protein hewani dibandingkan malam hari. Karena protein baru dicerna 4-6 jam. Jika di konsumsi pada malam hari yang dekat dengan siklus penyerapan, akibatnya tumpukan makanan yang telat dicerna akan membusuk dan menjadi toksin. Kudapan sore Kudapan sore yang paling aman adalah sayuran, misalnya salad atau sup. Pilihan ini juga paling tepat bila kita sedang dalam program penurunan berat badan. Namun karena program FC kita dirancang untuk menu Vegetarian, maka menu protein (hewani) kita untuk makan siang, termasuk yang mudah dicerna. Dengan demikian, ketika tiba waktu mengudap pada sore hari, lambung kita sudah kosong. Bila diisi dengan kudapan pati, tubuh sudah akan siap mencernanya dengan baik. [Apriadji, Wied Harry. Prinsip Dasar Food Combining. online:

<www.reocoties.com/melawankanker/vegetarian/prinsipfc.html>] 14

Makanan yang banyak diolah/ makanan siap saji, makanan kalengan, makanan awetan (sawi asin, manisan buah, abon), makanan yang mengandung food additives (MSG, pewarna sintesis) (farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) 5. Bagaimana hubungan antara kerja Food Combining dengan dislipidemia? Salah satu prinsip dari Food Combining yaitu lebih banyak mengkonsumsi serat sehingga asupan atau intake kalorinya menurun, selain itu serat mengikat lemak sehingga kolesterol menurun juga. Pada food combining terdapat aturan lemak+protein tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan, sehingga pengolahan laukpauk yang biasanya digoreng akan berkurang jika menerapkan aturan food combining. Sehingga secara tidak langsung konsumsi lemak trans akan berkurang 6. Efek Food Combining yang sudah ada? penurunan BB menyembuhkan sakit perut akut menyehatkan tubuh dan panjang umur menyembuhkan gangguan pencernaan menurunkan hipertensi meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar, dan pemakaian energy tubuh juga lebih efisien 7. Apa diet Food Combining bisa dikombinasikan dengan diet lainnya, misalnya? Bisa, jika diet yang akan dikombinasikan tidak memiliki syarat yang berbeda atau bertentangan, misal pada diet Vegetarian yang hanya mensubstitusi bahan makanan hewani menjadi nabati. 8. Apa dasar diet Food Combining? Food combining didasarkan pada teori bahwa kelompok makanan yang berbeda membutuhkan enzim yang berbeda untuk membantu dalam proses pencernaannya. Untuk alasan ini, kombinasi makanan yang benar sangat penting untuk pemanfaatan maksimal. Kombinasi makanan yang baik akan menghasilkan pencernaan yang baik. 9. Bagaimana kerja Food Combining dilihat dari sistem pencernaan kita. Sesuai tidak? Jika dilihat dari sistem pencernaan umumnya, prinsip food combining kurang sesuai. Food Combining Sistem Pencernaan Manusia 1. Mulut 1. Mulut

Jenis makanan yang masuk menentukan Kelenjar saliva mengandung enzim ptialin kuantitas produksi air liur dan naik turunnya atau amilase yang berguna untuk merubah derajat keasaman (pH) mulut. Kelenjar air liur amilum menjadi maltosa. Sekresi orofaring mengandung enzim khusus untuk mencerna juga mengandung lipase yang berfungsi pati. Makanan tinggi pati akan lebih banyak mencerna lemak namun kontribusinya menghasilkan air liur. Pencernaan protein minimal. Karena lemak masih tercampur belum efektif karena memerlukan keasaman pada makanan. 15

lebih tinggi Pada FC di mulut hanya tercerna karbohidrat sedangkan umumnya pada sistem pencernaan tidak hanya karbohidrat,lemak juga sudah mulai tercerna. Sehingga mulut mampu menyesuaikan dengan zat gizi yang ada pada makanan 2. Lambung Dinding lambung menghasilkan 2. Lambung getah Getah lambung mengandung HCl, pepsin, gastrik lipase, yang mukus, serta

lambung. Naik dan turunnya keasaman renin,

lambung dipengaruhi oleh kadar lemak yang glikoprotein

memfasilitasi

terdapat pada protein yang masuk. Semakin penyerapan vitamin B12 di ileum. Pepsin tinggi lemak, semakin rendah pH (semakin yang awalnya dalam bentuk pepsinogen asam). Derajat keasaman maksimal yang (inaktif) bersama HCl menjadi aktif. Pepsin dapat ditoleransi oleh asam lambung adalah yang aktif di lingkungan asam bertugas pH 2. Di bawah pH 2 asam lambung justru mengubah ukuran dan bentuk protein. tidak dapat memproduksi enzim pencerna Lipase juga dikeluarkan di lambung walau protein. tidak seefektif yang dikeluarkan pankreas. Lipase ini berfungsi pada TG rantai medium dan pendek Menurut FC protein+lemak tidak dapat digabung dikarenakan akan mengganggu pH sehingga tidak bisa memproduksi enzim pepsin. Namun umumnya sistem pencernaan mampu menghasilkan enzim pepsin, renin, serta lipase yang tidak hanya mencerna protein namun lemak juga. 3. Usus halus 3. Usus halus

Usus halus terdiri dari duodenum, jejunum, Pankreas menghasilkan enzim tripsin, dan ileum. Puncak penguraian zat makanan amilase, dan lipase. Tripsin berfungsi terjadi di duodenum. Proses pencernaan di merombak protein menjadi asam amino, sini tergantung pada fungsi empedu dan amilase mengubah amilum menjadi

pankreas, yang baru efektif setelah suasana maltosa, lipase mengubah lemak menjadi kimiawi di dalam usus 12 jari menjadi lebih asam lemak dan gliserol. Pencernaan basa. Jejunum dan ileum adalah lokasi akhir dilanjutkan di jejunum. Di sini zat-zat proses penguraian makanan serta awal dari makanan menjadi bentuk siap serap. proses penyerapan makanan. Sebagian besar Penyerapan terjadi di ileum. Glukosa, proses penyerapan terjadi di usus halus. Zat vitamin yang larut dalam air, asam amino, makanan yang bisa diserap dialirkan ke hati dan mineral setelah diserap akan dibawa melalui pembuluh darah dan kelenjar limfatik oleh pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh 16

Pada FC sepertinya ditekankan pencernaan di usus halus hanya oleh empedu dan pankreas. Dan zat gizi yang dikenali hanya 1, sehingga proses pencernaan satu per satu. Namun sebenarnya terdapat banyak enzim yang dihasilkan pankreas yang bisa menyesuaikan dengan tugasnya memecah zat gizi yang ada pada makanan. Sehingga semua zat gizi makro dapat dipecah dengan baik. Tidak harus satu per satu. Tubuh cukup sensitif untuk mengenal dan memecah. 4. Usus besar 4. Usus besar

Merupakan tempat fermentasi (pembusukan) Bahan makanan yang sampai pada usus sisa makanan. Hawa yang lembab, besar dapat dikatakan sebagai bahan sisa.

tersedianya bakteri pembusuk dan pH yang Sisa tersebut sebagian besar terdiri dari air agak basa merupakan syarat untuk terjadinya dan bahan makanan yang tidak dapat fermentasi. Pola makan buruk dapat tercerna (Krause, 2008)

menyebabkan fermentasi makanan sudah terjadi di usus 12 jari (Gunawan, 2009) Gunawan A. 2009. Food Combining Kombinasi Makanan Serasi Kathleen et al. 2008. Krauses Food and Nutrition Therapy Edition 12. Elsevier 10. Hal-hal apa saja yang dapat mengurangi beban dari sistem pencernaan kita? Minum air putih hangat setelah bangun tidur campur dengan sedikit air perasan jeruk / lemon. Lebih baik makan 3-5 kali sehari dalam porsi kecil Biasakan makan pagi Jagan menahan lapar Jangan mencampur buah-buahan dengan protein dan zat pati dan jangan menyantap nya langsung setelah makan Jangan makan sambil berdiri dan tergesa-gesa Jangan makan terlalu panas atau dingin Teh dan kopi diminum bersamaan saat makan. Jika diminum dalam keadaan perut kosong akaan mengganggu sistem pencernaan Beri jarak antara menyantap makanan satu dengan yang lainya Makanan sebaiknya disajikan segar atau baru dimasak dalam porsi cukup Hindari makan makanan fastfood atau makanan instan Buat variasi yang berbeda pada jenis dan menu makanan sehari-hari agar tidak bosan Praktekan kombinasi makanan sehari minimal 5x dalam seminggu

[Andang, Gunawan. 2009] 11. Apakah semua pasien dapat menerapkan Food Combining? Pada kondisi apa Food Combining dapat diterapkan? Tidak. Tergantung kondisi dan penyakit pasien. 17

Indikasi: obesitas/kegemukan Kontraindikasi: Kurang gizi atau under nutrition karena tubuh akan mengalami kekurangan gula jika tubuh manusia kekurangan gula, simpanan gula di otot tubuh, jantung dan usus terpaksa diambil sehingga proses penyerapan makanan terganggu Anak usia pertumbuhan dan manula jika usia manula sekitar 50 tahun dan mengalami obese penderita boleh melakukan food combining. Namun yang sudah berusia >50 tahun sebaiknya tidak menggunakan food combining karena kemapuan membentuk atau meperbaiki jaringan tubuh sudah berkurang. Ibu hamil dan menyusui food combining protein berkurang sehingga asupan protein pada bayi juga berkurang, jika kurang protein perkembangan otak bayi menurun (Sumanto, Agus. 2009) 12. Tips-tips khusus agar diet Food Combining dapat lancar diterapkan? Makan buah satu macam maupun beberapa, tidak dicampur dengan makanan lain. Beri tenggang waktu 10-15 menit sebelum mengkonsumsi makanan lain. Makanlah buah atau minum jus sedikit demi sedikit. Ganti camilan dengan buah Makanan tinggi protein dan tinggi pati sebaiknya tidak dimakan bersama-sama, tetapi masingmasing dikombinasi dengan sayuran. Jika siang hari sudah makan menu tinggi protein, malam hari mesti diganti dengan menu pati dan sayur, boleh bertukar waktu. Sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari satu macam protein hewani pada saat yang sama. Masaklah makanan secukupnya dengan menggunakan bahan sesegar mungkin Gunakan lemak dan minyak seperlunya saja. Makan seberagam mungkin. Ikuti Food Combining secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan nyaman.

[Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) 13. Apa saja jenis diet lain dari luar negeri yang dapat digunakan untuk penyakit dislipidemia seperti Food Combining? Diet makrobiotik, diet kolesterol, dash diet, mediteranian Diet Makrobiotik Diet Makrobiotik bila diterjemahkan secara harfiah terdiri dari kata macro (berasal dari bahasa Yunani) yang berarti 'besar'dan bios yang berarti 'hidup'. Diet ini menggunakan metode holistik modern, antara pengaturan makanan dan ritual meditasi atau olahraga yoga. Pelaku diet ini sangat membatasi konsumsi produk susu, telur, dan semua jenis makanan berlemak. Penggantinya, kacang-kacangan, gandum, buah, dan sayuran yang dipadu dengan ikan18

ikanan. Biasanya, kecenderungan dari diet ini adalah vegetarian. Penurunan badannya sekitar 1 kg dalam seminggu Diet vegetarian gaya oriental ini rendah lemak dan mengutamakan sayur-sayuran, hampir sama dengan pola diet jantung sehat. Pola makan yang rendah lemak dan kaya serat juga penting untuk mencegah kanker. Diet ini mengutamakan makanan segar tanpa proses pengolahan atau pengawetan sehingga dapat mencegah alergi makanan atau sensitif terhadap zat kimia Aturan diet ini adalah memperbanyak makanan berserat, seperti padi-padian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, dan ikan tertentu. Daging merah, daging unggas, dan alcohol merupakan makanan pantangan. Minuman yang diperbolehkan hanyalah air putih dan teh. (Ditalia, Jenis-jenis Diet : Diet Makrobiotik, Diet Zona dan Food Combining dikutip dari Nur'Afni, Heni. Diet For Muslimah. Bandung: Dar! Mizan. Hal: 42-47) Diet Mediteranian Merupakan pola diet dengan konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, terutama dari buah dan minyak zaitun. (Adina, Universitas Sriwijaya) DASH Diet Prinsipnya adalah rendah lemak, rendah garam, tinggi sayur dan buah. Menggunakan lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun sebagai sumber lemak. Sayur dan buah sebagai antioxidan. 14. Lama waktu penerapan Food Combining agar mendapatkan hasil yang diinginkan? disesuaikan dengan kondisi dan penyakit seseorang. Pada penemu diet ini, Diet diterapkan selam 3 bulan dan membuahkan hasil, seluruh penyakitnya sembuh, dan terjadi penurunan BB. ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009)

G) HIPOTESIS Terlampir

H) LEARNING ISSUES 1. Dislipidemia a. Pengertian b. Patofisiologi 2. Food Combining a. Prinsip b. Syarat c. Tujuan d. Manfaat e. Kelebihan 19

f.

Kekurangan

g. Bahan makanan yang dianjurkan h. Bahan makanan yang tidak dianjurkan 3. Diet Dislipidemia a. Tujuan b. Syarat c. Bahan makanan yang dianjurkan d. Bahan makanan yang tidak dianjurkan 4. Diet Luar Negri a. Mediteranian Diet b. Diet Kolesterol c. Makrobiotik d. DASH diet

I)

PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 1. Dislipidemia a. Pengertian Merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi yang utama ialah kenaikan kadar kolesterol total (> 240 mg/dl), kenaikan kolesterol LDL (> 160 mg/dl), kenaikan kadar trigliserida (> 200 mg/dl), dan penurunan kadar HDL (< 40 mg/dl). b. Patofisiologi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol tinggi reduksi reseptor LDL di hati katabolisme LDL menurun produksi LDL meningkat + uptake LDL rendah koleterol LDL meningkat kolesterol darah meningkat dislipidemia (Luthfi, Omar. 2009) 2. Food Combining a. Prinsip Terdapat 4 prinsip dalam food combining : - Konsumsi makanan segar dan alami Sayur dan buah menjadi pilihan utama menu sehari-hari, karbohidrat serta lauk pauk sumber protein juga tidak boleh diabaikan. Namun penggunaan makanan olahan, MSG harus dihindari - Menyantap kombinasi makanan mengikuti siklus alami metabolisme tubuh Tubuh menjadi lebih hemat energi untuk memproses makanan sehingga tubuh lebih bugar dan bertenaga. Penghematan penggunaan energi bermanfaat menghambat kerusakan sel akibat eksploitasi sel dan organ tubuh secara berlebihan. Kombinasi makanan juga penting untuk 20

efektivitas proses pencernaan makanan karena tiap sumber bahan makanan memiliki enzim pencernaan berbeda - Keseimbangan asam basa tubuh Proses pencernaan makanan paling efektif jika jaringan tubuh dan darah (bukan lambung) dalam kondisi netral cenderung basa (pH 7,35-7,45). Jika tubuh dalam keadaan asam, kita menjadi mudah kembung dan diare - Tidak memerlukan takaran konsumsi makanan Makan dalam jumlah bebas namun serasi kombinasinya (Apriadji, 2008) Terbagi menjadi 2 prinsip pengelolaan jenis makanan Makanan pembentuk basa tidak bisa dikombinasikan dengan lebih dari satu jenis makanan pembentuk asam. Makanan pembentuk basa cenderung memiliki kadar air tinggi dan mengandung sedikit protein. Sedangkan makanan pembentuk asam adalah makanan yang mengandung sebagian besar protein dan sedikit air. Pemahaman siklus pencernaan - Siklus pencernaan (12.00-20.00) - Siklus penyerapan (20.00-04.00) - Siklus pembuangan (04.00-12.00) b. Syarat - Tidak boleh mengonsumsi protein dan pati secara bersama-sama disebabkan karena pati butuh enzim pada kondisi basa dan protein pada kondisi asam, namun keduanya dapat digabungkan dengan mengonsumsi sayuran - Umumnya buah-buahan harus dikonsumsi sendiri atau gabungan dengan buah lainnya. Jika digabungkan dengan makanan lainnya maka akan cepat membusuk dan terjadi fermentasi sebab mudah dicerna - Melon dicerna lebih cepat dari makanan lainnya sehingga konsumsi melon sendiri tanpa makanan/buah-buahan lainnya - Makan hanya 4-6 buah-buahan/sayuran pada satu kali makan - Lemak dan minyak dapat digabungkan dengan semuanya (kecuali buah-buahan) tapi dalam jumlah terbatas karena akan memperlambat kerja pencernaan - Adanya jangka waktu pemberian pada makanan yang tidak bisa dikombinasi : - Dua jam setelah makan buah - Tiga jam setelah makan pati - Empat jam setelah makan protein - jangan mencampur buah asam/sub asam dengan buah manis dalam waktu makan yang sama. Buah asam contohnya seperti grapefruit, nanas, strawberi dapat dicampur dengan buah sub 21

asam seperti apel, anggur, dan peach. Tapi 2 kategori buah ini tidak dapat dicampur dengan buah manis seperti pisang dan kismis - (Springs, Sandy Life Empowerment Institute. 2003) - konsumsi buah dan sayuran 2-3 warna tiap hari nya untuk variasi konsumsi pangan. (Andang,Gunawan. 2009) - konsumsi buah dan sayur 60-70 % dari seluruh menu sehari (Gunawan,Andang.2007.Food Combining.PT.Gramedia.Jakarta) - Aturan baku Food Combinig adalah konsumsi pati dan protein harus diimbangi dengan porsi sayuran sebanyak 3 kalinya. (Apriadji, Wied Harry.Prinsip Dasar Food Combining) - air tidak dijabarkan berapa minimalnya. Dan pada waktu kapan dikonsumsi, tetapi air dikonsumsi dalam jumlah banyak untuk menghindari dehidrasi c. Tujuan - memudahkan pencernaan. Kombinasi makanan yang tidak serasi akan memboroskan enzim. Pemborosan enzim pemborosan energi. (Mardsen, Kathryn. 2005.) - menjaga pola makan sehat dan detoksifikasi

(yes24.com.FoodCombining.online:www.yes24.co.id/zineview/331916/food-combining.html) - mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang serasi saja setiap kali makan.(Andang,Gunawan.2009) - sebagai sarana berdiet, untuk mencapai berat badan ideal, diet penyakit, maupun untuk mencapai kesehatan prima. ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) d. Manfaat - Berat badan terkendali pada berat idaman yang merupakan berat ideal untuk setiap orang - Karena proses pencernaan makanan, penyerapan sari makanan serta pembuangan sampah makanan dan sampah metabolisme berlangsung secara efisien, tubuhpun dapat menghemat energi. Akibatnya, kita menjadi lebih berenergi dan tidak mudah mengantuk. Disamping itu, proses pencernaan yang efisien juga memacu proses peremajaan sel sehingga kita dapat tampil segar dan lebih muda daripada usia kita sebenarnya - Gangguan rutin akibat rendahnya sistem kekebalan tubuh, seperti flu, keluhan pusing sebelah, mudah kembung atau masuk angin berangsur-angsur menghilang - Gangguan kesehatan seperti sakit lambung(maag), keputihan, sembelit kronis, serta pneyakit degenaritf seperti stroke penyakit jantung, atritis, kencing manis dan gangguan asam urat berangsur-angsur menghilang - Kulit menjadi lebih lembut kenyal dan cerah - Jerawat dan flek pada wajahpun menghilang - Rambut menjadi halus dan mudah diatur - Emosi menjadi lebih terkendali dan kitapun lebih merasa bahagia 22

(Apriadji, Wied Harry. 2009) - Untuk mengobati semua jenis gangguan pencernaan - Untuk mengatasi berbagai jenis alergi makanan dan meningkatkan daya tahan tubuh - Merupakan salah satu program diet terbaik untuk mengurangi tingkatan energy secara bertahap - Mendukung dan menyehatkan tubuh dari efek efek merusak akibat stress. - (Kathryn,Marshden. Tanpa tahun. Food Combining) e. Kelebihan - Mengoptimalkan asupan dan penyerapan zat gizi. - Mengoptimalkan fungsi pencernaan, karena makanan yang dikonsumsi sesuai tingkat keasaman tubuh. - Tidak perlu berpantang atau membatasi porsi makan. Tetapi tidak boleh berlebihan. - Food combining dapat mencegah gangguan pencernaan. - Food combining dapat diterapkan oleh orang awam sekalipun, yang perlu diingat hanyalah kombinasi makanan yang serasi. ( Farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) - efektif untuk diet karena bisa mengurangi 500 kalori/hari. - Diet FC dapat mengurangi timbunan toksin dalam tubuh (Ali khomsan.Pakar Gizi IPB) f. Kekurangan - Tidak bisa terlihat hasilnya dalam waktu yang terlalu cepat - Memiliki resiko kesehatan, seperti osteoporosis sebab konsumsi susu dan produk susu dibatasi (Gunawan, Andang. 2007) - tidak cocok untuk orang orang yang mengalami malnutrisi, - tidak semua orang bisa menerapkan food combining . Orang sehat dan aktivitasnya yang menuntut asupan gizi yang cukup (Andang,Gunawan. 2009) - Dalam jangka panjang diet FC berpotensi menimbulkan masalah kesehatan (osteoporosis, hipertensi) karena asupan Ca rendah dengan terbatasnya asupan susu serta resiko penyakit kardiovaskuler karena adanya kemungkinan konsumsi lemak jenuh berlebihan - Penjabaran diet FC tidak mengenal dengan baik komposisi bahan makanan dan proses pencernaan atau memilih mengabaikan hal tersebut. Penekanan lebih diberikan pada lama waktu makanan berada dalam lambung - Mangabaikan kemampuan asam lambung dan enzim dalam mencerna kh, protein dan lemak di usus halus dan peran usus besar dalam memecah serat makanan dan tepung2an yang resisten. Tubuh tidak mungkin bingung atau salah dalam mencerna makanan karena adanya enzim yang sangat spesifik untuk tiap substrat 23

- Penggagas FC diet memperlihatkan kurangnya pengetahuan tentang komposisi bahan makanan, jika mereka benar, berarti kita tidak dapat mencerna serealia, padi2an, kacang2an, biji2an, dan susu yang mengandung protein dan karbohidrat dalam satu jenis bahan makanan - Teori FC: makanan rendah energi adalah makanan yang tidak bisa memasok energi bagi tubuh. Makanan rendah energi dikatakan tinggi kalori sedangkan kalori merupakan satian energi (Sumber : Sulistyowati, Etik. 2010. Obesity and FAD diet ) - Jangka panjang bisa menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh - Usus jadi tidak terbiasa atau kurang terlatih dalam mencerna hidangan campuran (womenhealthguide.net) g. Bahan makanan yang dianjurkan Beras merah, beras putih tumbuk h. Bahan makanan yang tidak dianjurkan Makanan yang banyak diolah/ makanan siap saji, makanan kalengan, makanan awetan (sawi asin, manisan buah, abon), makanan yang mengandung food additives (MSG, pewarna sintesis)(farida, Ida dan Nila Amalia, 2009) . 3. Diet Dislipidemia a. Tujuan - Menurunkan berat badan bila kegemukan - Mengubah jenis dan asupan lemak makanan - Menurunkan asupan kolesterol makanan - Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat sederhana Intervensi diet bertujuan untuk mencapai pola makan yang sehat. b. Syarat Diet - Energi yang dibutuhkan disesuaikan dengan menurut berat badan dan aktivitas fisik - Lemak sedang, <30% dari kebutuhan energi total. Lemak jenuh untuk Diet dislipidemia tahap I, < 10% dari kebutuhan energi total. Diet Dislipidemia tahap II, <7% dari kebutuhan energi total Lemak tak jenuh ganda dan tunggal untuk diet Dislipidemia tahap I maupun II adalah 10-15% dari kebutuhan energi total Kolesterol <300 mg untuk diet Dislipidemia tahap I dan < 200 mg untuk diet Dislipidemia tahap II - Protein cukup, 10-20% dari kebutuhan energi total. Protein hewani terutama ikan yang banyak mengandung lemak omega 3, protein nabati lebih dianjurkan. - Karbohidrat sedang, 50-60% dari kebutuhan energi total. - Serat tinggi, terutama serat larut air, misalnya apel, beras tumbuk, beras merah, dan kacangkacangan. 24

- Vitamin dan mineral cukup. Keberhasilan diet dinilai dengan mengukur kadar kolesterol darah setelah 4-6 minggu dan 3 bulan. c. Bahan makanan yang dianjurkan: - Sumber Karbohidrat : beras tumbuk, beras merah, pasta, makaroni, roti tinggi serat - Sumber protein hewani :ikan, unggas tanpa kulit, daging kurus, putih telur, susu skim, yoghurt rendah lemak, keju rendah lemak - Sumber protein nabati : tempe, tahu, kacang-kacangan - Sayuran : semua jenis sayuran dalam bentuk segar, ditumis menggunakan minyak jagung - Buah - Sumber lemak : semua buah dalam keadaan segar atau bentuk jus : minyak jagung, kedelai, kacang tanah, bunga matahari dan wijen, margarin tanpa garam(minyak tak jenuh ganda), mayonesse d. Bahan makanan yang tidak dianjurkan: - Sumber Karbohidrat : produk makanan jadi, biskuit

- Sumber protein hewani :daging kambing, jerohan, sosis, sarden, susu kental manis, krim, eskrim - Sumber protein nabati : semua sumber nabati yang dimasak dengan santan dan digoreng dengan minyak jenuh seperti kelapa dan kelapa sawit. - Sayuran : semua jenis sayuran yang dimasak dengan mentega, minyak kelapa,

minyak kelapa sawit, santan kental. - Buah - Sumber lemak : semua buah dalam keadaan segar atau bentuk jus : minyak kelapa, minyak kelapa sawit, mentega, margarin, kelapa,

santan. (Almatsier, 2005) [Almatsier, Sunita. 2005. Penuntun Diet Edisi baru. Jakarta: Gramedia.]

4. Diet Luar Negeri a. Mediteranian Diet Diet Mediteranian merupakan pola diet dengan konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, terutama dari buah dan minyak zaitun. (Adina, Universitas Sriwijaya) b. c. Diet Kolesterol Diet Makrobiotik Diet Makrobiotik bila diterjemahkan secara harfiah terdiri dari kata macro (berasal dari bahasa Yunani) yang berarti 'besar'dan bios yang berarti 'hidup'. Diet ini menggunakan metode holistik modern, antara pengaturan makanan dan ritual meditasi atau olahraga yoga. 25

Pelaku diet ini sangat membatasi konsumsi produk susu, telur, dan semua jenis makanan berlemak. Penggantinya, kacang-kacangan, gandum, buah, dan sayuran yang dipadu dengan ikan-ikanan. Biasanya, kecenderungan dari diet ini adalah vegetarian. Penurunan badannya sekitar 1 kg dalam seminggu Diet vegetarian gaya oriental ini rendah lemak dan mengutamakan sayur-sayuran, hampir sama dengan pola diet jantung sehat. Pola makan yang rendah lemak dan kaya serat juga penting untuk mencegah kanker. Diet ini mengutamakan makanan segar tanpa proses pengolahan atau pengawetan sehingga dapat mencegah alergi makanan atau sensitif terhadap zat kimia Aturan diet ini adalah memperbanyak makanan berserat, seperti padi-padian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, dan ikan tertentu. Daging merah, daging unggas, dan alcohol merupakan makanan pantangan. Minuman yang diperbolehkan hanyalah air putih dan teh. (Ditalia, Jenis-jenis Diet : Diet Makrobiotik, Diet Zona dan Food Combining dikutip dari Nur'Afni, Heni. Diet For Muslimah. Bandung: Dar! Mizan. Hal: 42-47)

d.

DASH Diet Prinsipnya adalah rendah lemak, rendah garam, tinggi sayur dan buah. Menggunakan lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun sebagai sumber lemak. Sayur dan buah sebagai antioxidan.

KEGIATAN SKILL LABORATORIUM

A.

Waktu Pelaksanaan Hari/tanggal Pukul Tempat Penugasan : Rabu, 7 Maret 2012 : 09.00 : GM lantai 1 26

B.

Kasus : Buatlah menu 1 minggu untuk pasien dislipidemia Nama Ny. SS Umur : 54 tahun Tb : 155 cm BB : 80 kg Diagnosa : dislipidemia Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Data Lab: Kolesterol total : 243 mg/dl HDL LDL Tg : 44 mg/dl : 161 mg/dl : 190 mg/dl

C.

Kondisi Klinis KU : cukup Kesadaran : CM Nafsu makan: baik Tensi darah : 120/80 Hasil Perhitungan kebutuhan energi Ny SS IMT = BB/(TB)2 = 80/(1,55)2 = 33,3 (obesitas) BBI = (TB-100) x 0,8 = (155-100) x 0,8 = 49,5 kg Adjusted Body Weight = BBI + 0,25 (BB aktual BB ideal) = 49,5 + 0,25 (80 49,5) = 49,5 + 0,25 (30,5) = 57,125 BEE = 655 + 9,6 (BB) + 1,8 (TB) 4,7 (U) = 655 + 9,6 (57,125) + 1,8 (55) 4,7 (54) = 655 + 548,4 + 279 253,8 27

= 1228,6 kkal = 1229 kkal Energi = BEE x FA x FS = 1229 x 1,2 x 1,3 = 1917,2 kkal = 1917 kkal

Pembagian Zat Gizi KH = 60% x 1917 = 1150,2 kkal /4 = 287,5 g Prot = 20% x 1917 = 383,4 kkal /4 = 95,8 g Lemak = 20% x 1917 = 383,4 kkal /9 = 42,6 g

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A) KESIMPULAN Food Combining merupakan metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan dengan memanaatkan fitokimia untuk pencegahan di mana setiap kelompok makanan membutuhkan waktu dan enzim pencernaan yang berbeda-beda. Tujuannya antara lain untuk mengurangi beban kerja sistem pencernaan, memberikan asupan makan pada waktu yang tepat sesuai dengan mekanisme dari sistem pencernaan tubuh, sebagai terapi dari penyembuhan beberapa penyakit, misal kanker, dislipidemia, memperbaiki pola makan, mengatur kombinasi pola makan agar zat gizi dalam makanan dapat diserap secara optimal. Berdasarkan hasil diskusi, diet ini tidak sesuai untuk beberapa karakteristik pasien, termasuk untuk pasien dislipidemia karena adanya perbedaan pada syarat dietnya yang tidak sesuai dengan syarat diet dislipidemia pada umumnya, yaitu diet dislipidemia. B) REKOMENDASI Skenario food combining sangat menarik bagi kelompok kami. Karena masih banyak pro dan kontra mengenai diet populer ini, sehingga adanya perbedaan pendapat dalam diskusi dapat meningkatkan

28

antusiasme dalam mencari referensinya. Harapannya, skenario selanjutnya lebih menarik lagi agar argumentasi dalam diskusi lebih seru.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Bahri. 2004. Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri3.pdf. Diakses tanggal 02 Maret 2012 Pukul 16.49. Apriadji, Wied Harry. 2007. Food Combining. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Apriadji, W Harry. 2008. Kombinasi Makanan untuk Langsing dan Sehat Apriadji, Wied Harry. 2009. 105 Resep Sedap Kafe dan Resto, Food Combining Makan Enak Untuk Langsing dan Sehat. Jakarta : PT, Gramedia Pustaka Utama Apriadji, Wied Harry. Prinsip Dasar Food Combining. online: <www.reocoties.com/melawankanker/ vegetarian/prinsipfc.html> Cipla. 2003. Essence Series : Dyslipidemia. Ditalia, Jenis-jenis Diet : Diet Makrobiotik, Diet Zona dan Food Combining dikutip dari Nur'Afni, Heni. Diet For Muslimah. Bandung: Dar! Mizan. Hal: 42-47 Farida, Ida dan Nila Amalia. 2009. Diet Sehat dan Efektif dengan metode Food Combining. Jogjakarta: BukuBiru 29

Gunawan, Andang. 2009. Food Combining Kombinasi Makanan Serasi Gunawan, Andang. 2009. Diet Sehat dan efektif dengan metode food combining. Buku biru: Yogyakarta Kathleen et al. 2008. Krauses Food and Nutrition Therapy Edition 12. Elsevier The Wolfe Clinic. 2008. Guide to Proper Food Combining. Springs, Sandy Life Empowerment Institute. 2003. http://www.trustedhands.com/content/fcbeg.pdf. diakses pada tanggal 4 Maret 2012 pukul 13.00 Sumanto, Agus. 2009. Tetap Langsing dan Sehat dengan Terapi Diet. Jakarta: AgroMedia Pustaka Sulistyowati, Etik. 2010. Obesity and FAD diet Yoshe, Lunetta. 2012. Bagaimana Cara Mengatasi Obesitas? www.informasitips.com/bagaiman-caramengatasi-obesitas

TIM PENYUSUN A. KETUA B. SEKRETARIS : Candra Nuryanto : Winda Susanti Widya Stefiarista C. ANGGOTA : Rini Anastasia Salim Widya Asih Lestari Andini putri R Denis Melati Vinny Aprilia D. FASILITATOR : Kiswatul E. PROSES DISKUSI

1. KEMAMPUAN FASILITATOR DALAM MEMFASILITASI


Fasilitator mampu memancing mahasiswa dalam menyelesaikan Learning objectif. Saat diskusi berlangsung, fasilitator tidak memotong pembicaraan dan tidak menunjukkan judgement terhadap pendapat anggota diskusi. Secara keseluruhan sudah baik tapi bisa ditingkatkan lagi. 30

2. KOMPETENSI/ HASIL BELAJAR YANG DICAPAI OLEH ANGGOTA DISKUSI Secara keseluruhan, diskusi berjalan lancar. Pada DK 1 kami sedikit terlalu lama dalam mengambil kesimpulan jawaban karena banyaknya jawaban yang beragam. Namun pada DK 2 & 3, kami berhasil menyelesaikan semua learning issues berdasarkan referensi yang kami dapatkan.

HIPOTESIS

Konsumsi lemak jenuh , trans , kolesterol

Larut air

Tidak Larut air

hiperlipoproteinemia Konsentrasi makromolekul

Produksi LDL

Uptake LDL

Kolesterol total Dislipidemia Intervensi Gizi 31

Jenis makanan berbeda membutuhkan waktu cerna dan enzim yang berbeda

Enzim pencernaan tubuh snsitif terhadap tiap jenis zat gizi

Diet yang cocok untuk dislipidemia

Diet Luar Negeri

Diet Dislipidemia HDL, TG, LDL

Mediteranian diet

D. Kolesterol

makrobiotik

Dash Diet

32