Ayu Widya Ningrum Hendy Buana Vijaya Intan Pristian Yuliyani

NIM.I1A007004 NIM. I1A007077 NIM.I1A007086

dr. H.M Bakhriansyah M. Kes, M. Med. Ed

Gonore (GO) merupakan penyakit yang mempunyai insidens yang tinggi diantara penyakit menular seksual yang lain

Di Indonesia, infeksi GO menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis PMS. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap WPS menunjukkan bahwa prevalensi GO berkisar antara 7,4%--50%.

 Konjungtivitis neonatorum merupakan konjungtivitis pada bayi baru lahir yang terjadi dalam bulan pertama kehidupan. sekret purulen . dengan manifestasi klinis berupa eritema dan edema pada kelopak mata dan konjungtiva palpebra.

.6U bersifat tahan asam dan Gram negatif. tidak tahan lama di udara bebas. cepat mati dalam keadaan kering.8U dan panjang 1. terlihat di luar dan di dalam leukosit. diplokok berbentuk biji kopi berukuran lebar 0. tidak tahan suhu di atas 39°C dan tidak tahan zat desinfektan.  Group Neisseria.

bersifat nonvirulen Vili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi sedang. . bersifat virulen  Tipe 3 dan 4 yang tidak mempunyai vili.Gonokokus terdiri dari 4 tipe:  Tipe 1 dan 2: mempunyai vili.

. terdiri atas 3 stadium:5.Perjalanan penyakit pada orang dewasa secara umum. Infiltratif  2. Supuratif atau purulenta  3. hipertrofi papil. Konvalesen (penyembuhan).7  1.

Neonatus •Jalan lahir •Medis •Langsung •Tidak langsung Dewasa .

.    bilateral. edema kelopak mata kemosis. sekret purulen yang hiperakut dan berat.

Masar Gashi. 2010 . Ophtalmia Neonatorum.          Infeksi maternal Terpaparnya bayi terhadap organisme yang infeksius Tidak adekuatnya penanganan profilaksis infeksi pada mata Ketuban pecah dini Trauma okular pada proses persalinan Trauma ventilasi mekanik Prematuritas Perawatan prenatal yang buruk Buruknya higienitas proses kelahiran Infeksi pasca persalinan yang disebabkan oleh kontak dengan perawat kesehatan atau lingkungan. Flora Abazi. Republic of Kosovo. University Clinical Centre of Kosovo. Blerim Berisha. Mirlinda Kubati.

Untuk diagnosis  sekret dengan pewarnaan metilen biru  diplokok yang intraseluler sel epitel dan lekosit.  Pewarnaan Gram atau Giemsa dan uji sensitivitas. Morfologi Gonococcus   Tes maltosa Meningococcus .

   Anemnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang .

Konjungtivitis GO Rawat inap Terapi adekuat .

juga (3) oxytetracycline eye ointment atau (4) chloramphenicol eye ointment.Neonatus: seftriakson dosis tunggal (25-50 mg/kgBB) IV/IM (intramuskular). dosis tidak melebihi 125 mg  Pilihan regimen terapi menurut Buku Saku WHO: (1) seftriakson (50 mg/kgBB.  . dosis total 150 mg IM dosis tunggal) atau (2) kanamisin (25 mg/kgBB. dosis total 75 mg IM dosis tunggal).

 Yanoff et al. regimen alternatif adalah cefotaxime 100mg/kg/24 jam IV atau IM dibagi dalam 2 dosis selama 7 hari atau 100 mg/kg dosis tunggal. .

Pada pasien ini dilakukan irigasi dengan normal saline (NaCl 0. 3-4 kali sehari.9 %) dengan menggunakan kasa steril setiap 1 jam tiap hari untuk membersihkan sekret pada matanya sampai sekret hilang. .  Antibiotika topikal : kloramfenikol salep mata. selama 5 hari hingga 48 jam setelah mata kembali normal.

berbau pada kemaluannya. usia 2 hari.Seorang bayi. . Bayi menjadi sangat rewel. dibawa neneknya ke RS kabupaten karena melihat cucunya sulit untuk membuka mata. Keluhan telah dilihat sejak hari pertama bayi dilahirkan. Bayi dilahirkan di rumah dengan dibantu seorang dukun kampung. Ibu si bayi adalah seorang pekerja seks komersial dan juga sering mengeluhkan keluar cairan putih kental. Mata bayi berwarna kemerahan dan terdapat kotoran kental pada kedua matanya.

5 0C  Kepala dan leher :Tampak kedua mata kemerahan dengan sekret berwarna kekuningan kental  Thorax : dalam batas normal  Abdomen : dalam batas normal  Ekstremitas : dalam batas normal .Pemeriksaan fisik:  Berat badan = 3000 gr  Tanda vital: Nadi = 120x /menit Respirasi = 36x/ menit Suhu tubuh = 37.

. ditemukan diplococcus pada sekret mata bayi. Diagnosis : Konjungtivitis GO.Pemeriksaan penunjang:  Pada pemeriksaan pengecatan Gram.

Tujuan dan alasan pengobatan   Pengobatan kausatif dengan menghilangkan kuman penyebab konjungtivitis Mengatasi simptomatik dengan irigasi .

.

termasuk strain penghasil penisilinase. waktu paruh 8 jam.Penisilin G Ceftriakson Kurang aktif terhadap kokus gram positif. diekskresi utuh melalui ginjal (6080%). batang gram negatif. diekskresi melalui ginjal (90%). Bakterisid dengan menghambat sintesis protein bakteri ikatan dengan protein plasma 40-50%. tetapi jauh lebih aktif terhadapa Enterobactericeae. biotransformasi umumnya dilakukan oleh mikroba berdasarkan pengaruh enzim penisilinase dan amidase. pengobatan meningitis purulenta. Sifat Mudah rusak dalam suasana asam (pH2). efektif untuk pengobatan meningitis oleh bakteri Gram-negatif Khasiat Dapatdigunakanuntukmengata si infeksi kokus gram negatif.1 jam. ikatan dengan protein plasma 82-93%. waktu paruh ½ jam. kokus gram positif. bermanfaat untuk Kanamisin Aktivitas antibakteri pada basil gram-negatif yang aerobik Cefotaxime Sangat aktif terhadap kuman Gram-positif maupun Gram-negatif. dan profilaksis. waktu paruh 1. distribusi luas dalam tubuh. batang gram positif. aktinomikosis. diekskresi melalui ginjal Melewati sawar darah uri. .

kapsul/tablet 250 mg.5 g dan 1 Cefotaxime Serbuk injeksi dalam vial 1 gram Sediaan Serbuk injeksi dalam vial 1 gram g. sirup 50 mg/ml Dosis Dewasa: 1-4 mU/ 4-6 jam Anak: 25000400000 unit/kg/h dalam 4-6 dosis Neonatus: 75000150000 unit/kg/h Dewasa (IV): 1-4 g/24 jam Anak (IV) 50-100 mg/kg/h dalam 2 dosis Neonatus: 50 mg/kg/h tunggal Dewasa: 500mg/2 ml atau 1 g/ 3 ml Anak: 75 mg/ 2ml Dosis oral Dewasa: 8 g/h Dewasa: 1-2 g/ 612 jam Anak: 50-200 mg/kg/h dalam 46 dosis Neonatus: 100 mg/kg/h dalam 2 dalam 2-3 dosis Anak: 50mg/kgBB/h dibagi 4 dosis dosis .Penisilin G Ceftriakson Serbuk injeksi dalam vial 1 gram Kanamisin Larutan dan bubuk injeksi kering 0.

bayi Resisten terhadap aminoglikosi d Hipersensifitas terhadap cefotaksim premature resistensi meningkat Pilihan utama gonokokus tanpa komplikasi Lini kedua obat tuberkulosis akibat resistensi terhadap streptomisin . hiperbilirubinemia. leucopenia. intoksikasi SSP. eosinofilia.Penisilin G Ceftriakson Rash. pruritus. ruam kulit. dan nyeri saat injeksi kerusakan ginjal. ultikaria. sedang menjalani pengobatan yang mengandung kalsium. trombositasis. diare. Kanamisin Hilang pendengaran. eosinofilia. peningkatan transaminase pada hati. nyeri abdomen. peningkatan BUN pada ginjal. diare. Cefotaxime Tromboflebiti. hambatan neuromuskul ar. mual muntah. anafilaksis Kontra Indikasi Keterangan Tambahan Alergi penisilin Alergi sefalosporin. gangguan keseimbangan elektrolit. Efek Samping Reaksi alergi. syok anafilaksis.

.

3-4 x sehari Obat alternative Cefotaxime Generik : Cefotaxime Paten : Cefoxal Suspensi 100 mg/kg/hari Nama Generik. Generik : Ceftriaxone kekuatan Paten : Cefriex BSO yang diberikan Dosis referensi Suspensi 25-50 mg/kg/h dosis tunggal Dosis kasus alasannya tersebut dan 100 mg/hari dosis tunggal. sepsis. nama paten. sepsis. agar tercapai dosis terapi (sesuai dosis referensi) Sediaan yang ada untuk salep mata adalah kloramfenikol 1%. 5 hari sampai 48 jam setelah sembuh Intravena.Uraian Nama Obat Ceftriaxone Obat pilihan Kloramfenikol Generik: kloramfenikol Paten: Cloramidina Setengah padat (salep) Kloramfenikol 1%. karena pemberian sistemik memiliki efek kerja obat lebih cepat Kapan pun. dioleskan pada mata yang sakit Kapanpun setelah diirigasi. 300 mg/hari dosis tunggal. 1 hari Saat pemberian dan alasannya Lama pemberian . agar tercapai dosis terapi (sesuai dosis referensi) Frekuensi pemberian dan alas Satu kali per hari. segera setelah terdiagnosis untuk mencegah progresi penyakit mengalami komplikasi perforasi. dosis an tunggal 4 kali sehari. dosis tunggal Cara pemberian Intravena. supaya obat tidak larut dalam sekretnya. diberikan 4 kali sehari. supaya tercapai hasil yang diinginkan dan cepat penyembuhannya. supaya tercapai hasil yang diinginkan dan cepat penyembuhannya. segera setelah terdiagnosis untuk mencegah progresi penyakit mengalami komplikasi perforasi. karena pemberian sistemik memiliki efek kerja obat lebih cepat Kapan pun. meningitis. 1 hari Topikal. meningitis. satu kali per hari. melainkan langsung mengenai bagian mata.

Pro Umur : By.7 Banjarmasin . I No.24 Kassa steril kotak Spuit 5 cc Spuit 1 cc S i. I No.PEMERINTAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN SELATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Nama dokter : dr Rianti.m. Sp. Asti : 2 hari Banjarmasin. I No.Ny.m.m.9% flash 500 ml D10% flash 500 ml Aquadest flash 25 ml S i.Ophth. 1% 5 g tube No. I No. 20 Februari 2012 No. II No. Mekar Sari III No. I No. I No.I Alamat : Jl. I KloramfenikolUngt.m R/ Infusi set mikro Surflo no. I No.M NIP : 132/455/23/2/1678 UPF/Bagian : Mata Tanda Tangan Dokter R/ Ceftriaxone vial 1 g NaCl 0.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.