Anda di halaman 1dari 3

Nama Nim Prodi

: Rudi : 0211210032 : Manajemen

TUGAS EKONOMI MANAJERIAL 1. Jika anda seorang manajer perusahaan bagaimana anda menghadapi : a. Risk averter b. Risk neutral c. Risk lover/risk seeker Berikan contoh empiris yang sumbernya bukan dari buku ini 2. Dalam keadaan yang bagaimanakah seorang risk averter berani mengambil resiko? 3. Mungkinkah seorang yang risk averter akan lebih menyukai pilihan dengan resiko lebih tinggi? 4. Jelaskan derajat risk aversion dari seorang pengambil keputusan dalam artian jumlah penerimaan tambahan yang dibutuhkan seseorang untuk menerima tambahan resiko! 5. Kegiatan macam apakah yang termasuk kegiatan search! 6. Jelaskan bagaimana cara menghitung nilai informasi! 7. Apa pertimbangan utama dalam mengevaluasi suatu keputusan ? Jawaban 1. a. Pembuat keputusan yang takut terhadap risiko (Risk Averse) yaitu perilaku individu yang takut terhadap risiko, dan cenderung akan menghindari risiko. Kurva Risk Averse menunjukkan adanya kenaikan variance income yang merupakan ukuran tingkat risiko akan diimbangi dengan menaikkan income yang diharapkan. Contohnya Investor model ini akan mengambil investasi dengan risiko yang lebih kecil dengan tingkat keuntungan yang sama. b. Pembuat keputusan yang netral terhadap risiko (Risk Neutral) menunjukkan adanya kenaikan variance income yang merupakan ukuran tingkat risiko tidak akan diimbangi menaikkan income yang diharapkan. Artinya, jika varian income semakin tinggi, maka expected income akan tetap. contohnya investor akan meminta kenaikan tingkat keuntungan yang sama setiap kenaikan risiko c. Pembuat keputusan yang berani terhadap risiko (Risk Taker/Lover) menunjukkan adanya kenaikan variance income akan diimbangi oleh pembuat keputusan dengan kesediaanya menerima income yang diharapkan lebih rendah. Risk Lover cenderung menganggap risiko sebagai suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan. . Contohnya Jika investor dihadapkan kepada dua pilihan investasi yang memberikan

tingkat keuntungan yang sama dengan resiko yang berbeda, maka investor akan 2. senang mengambil investasi dengan risiko yang lebih besar. Manajer yang risk averse melakukan diversifikasi secara optimal untuk mengurangi risiko pribadi. Pada saat kekayaan pribadi tidak terdiversifikasi, manajer menuntut insentif tinggi untuk mengimbangi risiko yang diterima. Semakin tinggi tingkat risiko perusahaan, manajer akan mengurangi keterlibatannya dalam kepemilikan untuk mengurangi kemungkinan kehilangan kekayaan pribadi mereka. tidak mungkin, karena (Risk Averse) yaitu perilaku individu yang takut terhadap risiko, dan cenderung akan menghindari risiko. Kurva Risk Averse menunjukkan adanya kenaikan variance income yang merupakan ukuran tingkat risiko akan diimbangi dengan menaikkan income yang diharapkan. Jadi Investor model ini akan mengambil investasi dengan risiko yang lebih kecil dengan tingkat keuntungan yang sama. Ini bisa dilihat dari kurva

3.

Expected Income

Income Variance

4.

5.

Derajat ketidaksukaan terhadap risiko (risk aversion) tiap orang berbeda-beda. Makin tidak suka seseorang terhadap risiko, makin cenderung ia memilih instrumen investasi dengan risiko rendah sehingga imbal hasilnya cenderung rendah pula. Makin berani seseorang menantang risiko, makin tinggi pula imbal hasil dari instrumen investasi yang dipilihnya. kegiatan search diantaranya kegiatan untuk mencari informasi dan data-data lainnya yang diperlukan seseorang. Perhitungan atas nilai informasi tepat sangat bermanfaat untuk menghilangkan pemborosan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi bagi pengambilan keputusan. Informasi tepat tentu saja memiliki nilai, sebab dengan keputusan yang didasarkan kepada informasi tersebut, perusahaan akan mendapat keuntungan. Untuk menghitung berapa nilai informasi tepat harus digunakan rumus : D =B-X /x serta dengan menggunakan tabel khusus, yang disebut tabel : Unit Normal Loss Integral

6.

7.

pertimbangan utama dalam mengevakuasi keputusan dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yang yang mempengaruhi keputusan adalah : Internal Organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi dan sebagainya Eksternal Organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum dan sebagainya 1. Ketersediaan informasi yang diperlukan 2. Kepribadian dan kecapakan pengambil keputusan