Anda di halaman 1dari 44

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Untuk mewujudkan salah satu dari tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu : melindungi segenap bangsa Indonesia, mewujudkan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu cara perwujudan tersebut, yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan menyeluruh bagi masyarakat, hal ini sejalan pula dengan visi dari pembangunan kesehatan yang ingin dicapai dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara adil dan merata untuk menuju Indonesia Sehat 2015 . Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan tempat untuk dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat, sesuai dengan fungsi Puskesmas sendiri sebagai pusat pengembangan, pembinaan dan pelayanan kesehatan yang sekaligus merupakan post operasi terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pada hakekatnya Puskesmas harus melaksanakan seluruh program kesehatan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat, tapi seiring dengan krisis moneter berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997 yang melanda Indonesia, memberikan dampak di segala bidang, termasuk bidang kesehatan. Menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat yang diperberat oleh meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan, sangat mengancam status gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya penduduk miskin. Seiring dengan semangat otonomi daerah, daerah juga diberi kewenangan untuk menyelenggarakan kegiatan birokrasi, administrasi dan ekonomi serta juga termasuk program kesehatan didalamnya, seperti program Pemerintah Kota Medan dengan pemberian obat-obatan gratis di Puskesmas. Latiha Kerja Peminatan (LKP) dapat dikatakan magang, sebagai proses belajar mahasiswa calo Sarjanna Kesehatan Masyarakat utuk meningkatkan kemampua profesional dan keterampilan teknis degan cara melimbatkan diri dlam poses pekerjaan sesuai dengan peminatannya, dalam hal ini bagian gizi dengan bimbingan dosen dan para ahli pada organisasi LKP di Puskesmas Glugur Kota, mahasiswa FKM bagian Gizi Keseahatan Masyarakat lebih diutakamakan pada usaha peningkatan kesehatan (promotif) dan pecegahan ( prevetif) terutama dalam upaya perbaikan gizi dan pencegahan permasalahan gizi di masyarakat.

Sebagaimana diketahui bahwa permasalahan gizi merupakan

masalah kesehatan

masyarakat yang harus ditanggulagi secara terpadu oleh berbagai sector pelayaa secara lintas sector. Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas) sebagai lembaga yang member pelayanan secara holistic kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air . Upaya perbaika Gizi melalui puskesmas bertujuan untuk managulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi masyarakat. Tujuan pokok Puskesmas di bidang gizi meliputi penentuan prioritas masalah gizi. Selain itu petugas gizi diharapkan juga mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat mengatasi masalah gizinya sendiri. 1.2 Tujuan 1.2.1. Tujuan umum Latiha Kerja Peminatan (LKP) pada Departemen Kesehatan Gizi Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiwa di Bidang Gizi Kesehatan Masyarakat. 1.2.2. Tujuan Khusus 1. Dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Program Gizi di Puskesmas 2. Dapat megidentifikasi permasalahan gizi di puskesmas berdasarka data KIA dan Gizi 3. Dapat mekukan analisis data berdasarkan dokumen rekapitulasi data KIA da Gizi di Puskesmas 4. Dapat membuat perencanaan bidang gizi di Puskesmas 5. Dapat memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Program Gizi di Puskesmas. 6. Dapat menyusun Laporan Bidang Gizi di Puskesmas 1.3 Manfaat 1. Mahasiswa memperoleh pengalaman sekaligus dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kondisi pekerjaan yang nyata di masyarakat. 2. Puskesmas/Instansi ini memperoleh sumbangan pemikiran dalam rangka perbaikan dalam pelaksanaa program pangan/gizi ataupun dalam upaya perbaikan gizi masyarakat di wilayah kerjanya

BAB II Gambaran Umum Puskesmas Glugur Kota Medan

2.1 Lokasi Puskesmas Puskesmas Glugur Kota terletak di Jalan Yos Sudarso No. 07 Lingkungan XI, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, dengan batas wilayah Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Selatan Sebelah Barat : Kelurahan Glugur Kota : Kelurahan Gaharu : Kelurahan Jati : Kelurahan Sei Agul

2.2. Wilayah Kerja Puskesmas Dalam melaksanakan kegiatannya, Puskesmas Glugur Kota melayani 2 kelurahan yang ada di wilayah kerja kecamatan Medan Barat, yaitu : 1. Kelurahan Kesawan 2. Kelurahan Silalas

2.3. Data Umum Puskesmas Glugur Kota 2.3.1. Data Geografis Luas Wilayah Jumlah kelurahan Jumlah Lingkungan Jumlah KK : 197 Ha :2 : 23 Lingkungan : 4.289 Orang

2.3.2. Data Demografis Jumlah penduduk yang dicakup oleh Puskesmas Glugur Kota sebanyak 20.160 jiwa yang terdiri dari 4.289 Kepala Keluarga. 2.4. Visi dan Misi Puskesmas 2.4.1. Visi Puskesmas Visi Puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat. Rumusan visi Puskesmas setempat diserahkan sepenuhnya ke daerah, asal arahnya adalah Kecamatan sehat. Dalam menentukan keberhasilan mewujudkan visi tersebut, perlu ditetapkan indikator Kecamatan sehat, antara lain sebagai berikut :

Indikator lingkungan sehat Indikator perilaku sehat

Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu Indikator derajat kesehatan yang optimal.

Indikator yang ditetapkan hendaknya mempertimbangkan kaidah : sederhana, mudah diperoleh, mudah diolah, mudah diinterpretasikan, sensitif dan spesifik. Sayang pada saat ini indikator Indonesia sehat 2015 belum selesai dirumuskan secara terinci. 2.4.2 Misi Puskesmas Ada empat misi Puskesmas, yaitu : 1. Menggerakkan pembangunan Kecamatan yang berwawasan kesehatan. Puskesmas akan selalu menggerakkan pembangunan sektor lain agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu agar pembangunan tersebut mendorong lingkungan dan perilaku masyarakat semakin sehat. 2. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat. Puskesmas selalu berupaya agar keluarga dan masyarakat makin berdaya dibidang kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan untuk hidup sehat. 3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Puskesmas harus selalu berupaya untuk menjaga agar cakupan dan kualitas layanannya tidak 4. menurun, bahkan kalau bisa ditingkatkan agar semakin besar cakupannya dan semakin bagus kualitas layanannya. 5. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas selalu berupaya agar derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dapat terpelihara bahkan semakin meningkat seiring dengan derap pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.

2.5.1. Data Demografis Jumlah penduduk yang dicakup oleh Puskesmas Glugur Kota sebanyak 20.160 jiwa yang terdiri dari 4.289 Kepala Keluarga. Tabel 2.1. Distribusi Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari - Desember 2011 Jumlah Jumlah Penduduk No. Kelurahan (orang) F 1 2 Kesawan Silalas Jumlah 8103 12057 20160 % 40,20 59,80 100 F 1402 2887 4289 % 32,68 67,32 100 F 11 12 23 % 47,82 52,18 100 KK Jumlah Lingkungan

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota

Keterangan Tabel 1.1. Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa: 1. Jumlah penduduk terbanyak terdapat pada Kelurahan Silalas, yaitu sebanyak 12057 orang (59,80 %) 2. Jumlah lingkungan terbanyak terdapat pada Kelurahan Silalas yaitu sebanyak 12 orang ( 52,18%) 3. Jumlah KK terbanyak terdapat pada Kelurahan Silalas yaitu sebanyak 2887 (67,32%)

Tabel 2.2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari Desember 2011 Jenis Kelamin No. Jiwa 1 2 Perempuan Laki Laki Jumlah 10447 9713 20160 % 51,82 48,18 100 Jumlah

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota Keterangan Tabel 1.2. Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa : jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, yaitu 10447 jiwa atau 51,82 % dari total jumlah penduduk Tabel 2.3. Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota , Kec. Medan Barat, Bulan Januari- Desember2011 Mata Pencaharian Pegawai Swasta Pedagang PNS Pensiunan TNI Buruh Petani Dll Jml Total Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota Keterangan Tabel 1.3. Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa pekerjaan terbanyak adalah pegawai swasta , yaitu sebanyak 21.043 (39,05%)

NO

Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8

21.043 2.088 4.421 4.101 4.421 2.476 80 15.252 53.882

39,05% 3,8% 8,2% 7,6% 8,2% 4,5% 0,15% 28,3% 100%

2.5.2. Data Kesehatan Tabel 2.4. Data GSI Di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari Oktober 2011 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Neonatus Bayi Balita Bumil Bulin Bufas Buteki Pus Wus Jumlah 297 403 1249 312 297 297 91 2529 2938

2.6. Tenaga Kesehatan Puskesmas Glugur Kota Medan Puskesmas Glugur Kota I Medan memiliki tenaga kesehatan terdiri dari : Tenaga Medis, Para Medis dan Staf Administrasi lainnya

No. 1 2 3 4 5 6 7

Tabel 2.5. Tenaga Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota,Kecamatan Medan Barat, Periode Januari Desember 2011 Nama Golongan Pendidikan Tugas Utama Dr. Hj. Nuraisyah HSB Drg. Toji Homonangan.Nst Dr. Elly Zaini Drg. Puspa Kirana Dr. Gustina Mery Selma Harianja Ida Mindawaty Harianja III/D III/C III/C III/C III/C III/D III/D Dokter Dokter Gigi Dokter Dokter Gigi Dokter D-3 Bidan Ka. Puskesmas PENJAB Dokter Umum Dokter Umum STAF Dokter Perawat Bidan

8 9 10 11 12. 13. 14.

Roslaini Lubis Tatiana Harahap Dinar Tiopan Simatupang Netty Mukardany Saodah Lubis Mindoria Panjaitan Ratna Sari Dewi Harahap

III/D III/D III/D III/D III/B III/C III/B III/A III/A III/A III/A II/D II/C II/C II/B FKM Bidan Bidan

Farmasi Hygiene Bidan Bidan Perawat Perawat Gizi Tata Usaha Farmasi Analis Perawat Pel. Gigi Perawat Bidan Bidan Perawat

15 Rosita L. Tobing 16. 17 18 19 Nurliana Tambunan Rulyana Harrys D.SKM Irma Harneliza Nst, AMK Ellen Bety Situmorang

20 Sri Wahyuni Siregar 21 22 23 Kiki Everency Sinurat Ulirayani Batee Astrid

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota

2.7. Struktur Organisasi Puskesmas Tugas dan fungsi Kepala Puskesmas Sebagai pemimpin (manager) Sebagai tenaga ahli Mengkoreksi program. Urutan tata usaha Melaksanakan administrasi Pengurusan supporting (kepegawaian) Perlengkapan Keuangan. Staf puskesmas Masing-masing bekerja dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang /program kerjanya.

2.8.

Fasilitas Fisik Puskesmas Glugur Kota Medan Puskesmas Gelugur Kota Medan dalam menjalankan kegiatannya didukung oleh fasilitas

fisik meliputi : 1. Fasilitas gedung puskesmas permanen. 2. Fasilitas alat-alat 3. Fasilitas obat-obatan 4. Fasilitas administrasi 5. Fasilitas imunisasi 2.8.1 Fasilitas Gedung Puskesmas Permanen Puskesmas Glugur Kota Medan terdiri dari : Ruang Poli Umum Ruang Ka. Dokter Ruang Poli Gigi dan Mulut Ruang Obat dan Apotik Ruang KIA/KB Ruang Gizi Ruang Suntik Ruang Kartu Ruang Tata Usaha Ruang Klinik Sanitasi Ruang KB Ruang Periksa Ruang Imunisasi Ruang Tunggu Tempat tidur Obgyn Set Ruang Administrasi Kamar Mandi/WC : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 2 buah

2.8.2. Fasilitas Alat-alat Adapun peralatan yang dimiliki oleh Puskesmas Glugur Kota Medan antara lain : a. Fasilitas alat-alat kesehatan Alat-alat pemeriksaan kesehatan Alat-alat pertolongan persalinan Alat-alat suntik dan alat-alat P3K Timbangan bayi dan dewasa Satu set dental unit Lemari pendingin penyimpanan bahan-bahan imunisasi Alat-alat laboratorium.

b. Fasilitas administrasi Kartu berobat pasien Meja dan Kursi Lemari Arsip Dua unit komputer Buku catatan arsip Kartu Laporan Formulir Kegiatan Lapangan Buku Laporan Kegiatan Kartu KIA Buku Bendahara Papan Tulis

c. Sumber Keuangan. Program JPSBK Program Pengobatan Gratis Pemko Medan.

2.8.3. Fasilitas Administrasi Dalam rangka menjalankan tugas-tugas pokoknya dalam bidang pencatatan dan pelaporan data, maka Puskesmas Glugur Kota Medan didukung oleh fasilitas administrasi yang terdiri dari : Kartu berobat pasien Meja dan Kursi Lemari Arsip dan Buku Catatan Arsip Dua unit komputer Kartu Laporan Formulir Kegiatan Lapangan Buku Laporan Kegiatan Kartu KIA Buku Bendahara Papan Tulis. 2.8.4. Fasilitas Imunisasi Fasilitas imunisasi yang dimiliki Puskesmas Glugur Kota Medan antara lain yaitu : Lemari pendingin Alat-alat imunisasi Vaksin,seperti: BCG,DPT, Polio, Campak, DT, TT dan HepatitisB. Termos Tempat Tidur Meja Lemari

BAB III PROGRAM GIZI DI PUSKESMAS GLUGUR KOTA Adapun program gizi yang dilaksanakan di Puskesmas Glugur Kota antara lain: 3.1 Penyuluhan Gizi Masyarakat (PGM) Penyuluhan gizi masyarakat adalah suatu upaya dalam rangka memasyarakatkan pengetahuan gizi secara luas guna meningktakan pengetahuan gizi, menannamkan sikap dan perilaku yang mendukung kebiasaan hidup sehat dengan makanan yang bergizi seimbang yag bertujuan antara lain: a. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perilaku gizi yang baik melalui pemasaran Pedoman Umum Gizi Seimbang ( PUGS) b. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan gizi. c. Tercapainya konsumsi energi 2150 kal/orang/hari, konsumsi protein 46,2 kal/orang/hari. d. Tercapainya target 50% keluarga sadar gizi dan 80% ibu menyusui eksklusif Sasaran penyuluhan gizi masyarakat adalah seluas masyarakat di perkotaan, terutama: 1. Ibu hamil dan ibu nifas 2. Ibu menyusui 3. Ibu balita 4. Wanita usia subur 5. Anak usia sekolah dan remaja 6. Suami dan keluarga terdekat 7. Tokoh atau pemuka masyarakat 8. LSM dan organisasi lainnya Kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat meliputi: Menganalisa dan menentukan permasalahan gizi yang ada Menentukan segmentasi atau kelompok sasaran di semua tingkat administratif Menyiapkan rencana penyuluhn gizi Menentukan materi penyuluhan gizi sesuai segmen sasaran dan masalah gizi yang ada, antara lain:

a. Asi eksklusif dan makanan pendamping ASI ( MP-ASI) b. Makanan ibu hamil dan menyusui c. Pemasyarakatan garam beryodium d. Makanan tambahan untuk balita e. Penyebab tanda-tanda kelainan gizi Menentukan metode penyuluhan yang sesuai dengan kondisi setempat antara lain: melalui ceramah, diskusi, demonstrasi dan kampanye. Memilih media sesuai dengan budaya setempat, antara lain: a. Media cetak ( poster. Leaflet, lembar balik) b. media elektronik ( tape recorder, radio) c model makanan - Waktu penyuluhan dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan - Tenaga pelaksana adalah tenaga gizi ditempat administrasi dan sektor terkait - Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil penyuluhan 3.2. Usaha perbaikan gizi keluarga Kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) merupakan kegiatan lintas sektoral yang didukung oleh beberapa Departemen dan Badan Badan Pemerintah. Departemen Kesehatan, Departeman Pertanian, Departemen Agama dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasioanal ( BKKBN) merupakam sektor-sektor yang memainkan peranan utama . Peran yang besar terutama dalam kegiatan promotif, memberikan penyuluhan gizi masyarakat yang dalam paket UPGK merupakan kegiatan paket dasar/ KIE ( Komunikasi, Informasi, Edukasi ) dan kegiatan yang berupa Preventif yang dapat dilakukan sendiri oleh masyrakat . Kegiatan UPGK ini telah dilakukan dan dikelola secara seragam oleh semua sektor yang terlibat dengan sasaran, isi pesan materi yang sama. Dalam pelaksanaan kegiatan UPGK mempunyai beberapa kegiatan yang pada hakikatnya merupakan suatu paket, yaitu menyangkut: 1. Penimbangan bulanan anak balita dengan menggunakan KMS ( Kartu Menuju Sehat). 2. Pendidikan gizi dan kesehatan bagi ibu-ibu dari anak balita tersebut.

3. Demonstrasi memasak makanan yang memenuhi persyaratan gizi baik atau pemberian makanan tambahan yang bergizi tinggi pada anak balita terutama yang menderita gizi buruk. 4. Mengembangkan intensifikasi pemanfaatn lahan pekarangan untuk memproduksi bahan pangan bernilai gizi tinggi maupun untuk tanaman obat tradisional ( Apotek Hidup). 5. Pemberian paket pertolongan gizi untuk mereka yang memerlukan, yang terdiri dari vitamin A dosis tinggi, tablet besi, garam Oralit dan Garam Beryodium. Tujuan UPGK adalah meningkatkan dan membina keadaan gizi seluruh anggota masyarakat melalui partisipasi dan pemerataan kegiatan, perubahan tingkah laku yang mendukung tercapainya perbaikan gizi pada anak balita. Selain dari tujuan kegiatan UPGK secara umum seperti disebut diatas, tiap-tiap instansi yang terlibat mepunyai tujuan khusus sesuai dengn fungsi masing-masing sektor. Sasaran upaya perbaikab gizi adalah seluruh masyarakat dengan priorita pada : 1. Golongan anak 0-5 tahun, wanita hamil dan wanita menyusui. 2. Golongan pelerja utama yang berpenghasilan rendah. 3. Golongan penduduk di daerah rawan pangan. Pada permulaan perkembangannya peranan petugas gizi akan lebih besar daripada peran masyarakat namun pada akhirnya kegiatan gizi diharapkan dapat dilaksanakan oleh masyarakat untuk masyarakat di bawah bimbingan petugas kesehatan puskesmas sehingga pada hakikatnya UPGK merupakan salah satu alih teknologi gizi masyarakat. Upaya perbaikan gizi keluarga merupakan upaya menanggulangi maslah gizi kurang dan meningkatkan status gizi masyarakat dengan ciri-ciri adanya : - Pelayanan gizi dan kesehatan - Peran serta msyarakat / kader gizi - Dukungan lintas sektor 1. Penanggulangan gizi kurang meliputi : - Penanggulangan Gondok Endemik (GAKY) - Penganggulangan Anemia gizi Besi (AGB) - Penanggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)

- Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP) - Penanggulangan Kurang energi Kronik (KEK) a) Penanggulangan Gondok Endemik (GAKY) Penanggulangan GAKY adalah kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi GAKY melalui upaya mencukupi kebutuhan Iodium melalui pemasyarakatan garam beryodium dan iodisasi garam b) Penganggulangan Anemia gizi Besi (AGB) Penanggulangan Anemia Gizi Besiadalah kegiatan yang bertujuan menurunkan prevalensi AGB melalui upaya peningkatan konsomsi zat besi (Fe) melalui suplementasi tablet besi dan konsumsi bahan makanan sumber zat besi. Sasaran penanggulangan anemia gizi besi ditujukan kepada wanita hamil, anak anak usia 06 tahun, remaja putri / WUS dan golongan pekerja wanita berpenghasilan rendah. Kegiatan dalam penanggulangan anemia gizi besi, antara lain : - Pemberian tablet besi pada kelompok sasaran. - Penyuluhan kepada masyarakat dengan pendekatan pemasaran sosial agara mengkonsumsi makan alami sumber zat besi. - Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman sumber zat besi.

c) Penanggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA) Penanggulangan KVA adalah kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi KVA melalui upaya peningkatan konsumsi vitamin A. Sasaran program penanggulangan KVA adalah anak-anak pra-sekolah di sejumlah daerah yang rawan kekurangan vitamin A. Untuk mencapai sasaran tersebut maka dilakukan pembagian kapsul vitamin A dosis tinggi setiap enam bulan sekali melalui kegiatan UPGK, Puskesmas dan saluran distribusi khusus. Selain itu ditingkatkan juga konsumsi makanan yang kaya vitamin A melalui pendidikan gizi intensif dan pemanfaatan pekarangan rumah tangga. d) Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP) Penanggulangan kurang energi protein adalah kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi KEP melalui upaya peningkatan status gizi balita dan ibu hamil.

Sasaran dari penanggu;angan kurang energi protein antara lain : Balita yang menderita KEP dengan prioritas status gizi buruk atau di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS. Ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronik (KEK) Kegiatan dari penanggulangan balita meliputi : 1. Pemantauan pertumbuhan balita melalui KMS 2. Penyuluhan melalui posyandu dan kelompok-kelompok sosial yang ada 3. Pemberian makanan tambahan pemulihanpada balita yang berada di Bawah Garis Merah ataupun gizi buruk. 4. Rujukan dari posyandu, puskesmas, dan rumah sakit daerah tingkat II. 5. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk penyediaan bahan makanan bergizi. 6. Pencatatan dan pelaporan.

e) Penanggulangan Kurang Energi Kronik ( KEK) Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dlakukan dengan cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berupa susu dan kacang hijau serta pemberian penyuluhan. Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan dalam penanggulang kurang energi kronik pada ibu hamil, yaitu : 1. Mengukur LILA pada ibu hamil 2. Penyuluhan makanan cukup kalori dan seimbang pada ibu hamil serta istirahan yang cukup. 3. Pemberian makanan tambahan (PMT) 4. Pemantauan ibu hamil dengan menggunakan KMS ibu hamil 5. Pencatatan dan pelaporan

3.3.Usaha Perbaikan Gizi Institusi (UPGI) Usaha perbaikan gizi institusi adalah usaha perbaikan yang menitikberatkan kegiatannya pada pembinaan perbaikan gizi bagian kelompok masyarakat yang ada diinstitusi. Institusi yang dimaksud adalah badan atau wadah yang mengelola dan melaksanakn pelayanan gizi bagi warganya. Institusi tersebut diklasifikasikan dalam empat kelompok : 1. Institusi Pekerja 2. Institusi Kesehatan 3. Institusi Kesehatan 4. Institusi Sosial Tujuan UPGI adalah terwujudnya norma pelayanan yang efektif dan efisien dalam rangka mencapai status gizi yang optimal sehingga dapat terwujud prestasi belajar yang baim serta produktivitas kerja yang maksimal. Kegiatan pokonya meliputi : 1. Pelatihan tenaga gizi di pesantren, puskesmas perawatan, rumah bersalin, sekolah dan PMT ASI 2. Pengelolaan penyelenggaraan makanan di puskesmas perawatan / rumah bersalin. 3. Melaksanakan penyuluhan gizi di SD/MI secara terpadu dengan kegiatan lain di sekolah 4. Melaksanakan bimbingan teknis dalam kegiatan gizi di sekolah. 5. Melaksanakan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan PMT-ASI. Sasaran dari kegiatan UPGI antara lain : 1. Sasaran langsung, yang meliputi : a. Pemilik Institusi b. Pengelola/pengambil keputusan di institusi c. Pelaksana pelayanan gizi 2. Pekerja a. Warga Binaan di Rutan dan Lapas b. Transmigran c. Pasien d. Masyarakat Sekolah e. Olahragawan

f. Pelatih Olahraga g. Calon Jamaah haji h. Tokoh Formal dan Informal i. Organisasi Masyarakat/ LSM

3.3.Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Kegiatan ini adalah suatu pemantauan keadaan gizi masyarakat yang bertujuan untuk memberi isyarat dini tentang kemungkinan timbulnya kekurangan pangan yang terjadi di suatu daerah tertentu. Sistem kewaspadaan pangan dan gizi ini juga menyediakan informasi tentang perkembangan penyediaan dan konsumsi pangan serta keadaan gizi masyarakat. Informasi tersebut berguna untuk perencanaan, pengelolaan dan evaluasi progran pangan dan gizi di tingkat daerah yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan daerah tersebut dalam memecahkan masalah pangan dan gizi berdasarkan keadaan setempat. Tujuan dari kegiatan ini antara lain : 1. Menyediakan informasi gizi yang berguna untuk perencanaan, pengelolaan dan evaluasi program perbaikan gziz di wilayah setempat. 2. Meningkatkan kemampuan puskesmas dalam merencakan masalah gizi berdasarkan keadaan setempat. Kegiatan dari sistem kewaspadaan pangan dan gizi ini meliputi antara lain : 1. pemantauan status gizi di posyandu 2. pemantauan konsumsi gizi ditingkat kecamatan 3. pemantauan tinggi badan anak baru masuk sekolah Melaksanakan Koordinasi Kegiatan Gizi, antara lain :

1. Kerjasama lintas sektor melalui forum, seperti : a. Mini Loka karya b. Mikro Planning c. Pertemuan KP2GD (Kelompok Pelaksana Perbaikan Gizi Daerah)

2. Kerja sama lintas sektoral 3. Pendekatan informal 3.4.Melaksanakan Pembinaan Kegiatan Perbaikan Gizi Pembinaan kegiatan perbaikan gizi adalah upaya untuk memelihara, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan gizi untuk mencapai kelestarian program. Tujuan dari pembinaan kegiatan perbaikan gizi, antara lain : 1. Meningkatkan kemampuan kader 2. Menemukan masalah dan mengatasinya 3. Meningkatkan gairah kerja 4. Mengembangkan kegiatan 5. Melestarikan gizi Kegiatannya antara lain : a. Menelaah hasil pemantauan dan penilaian kegiatan gizi di lapangan b. Merumuskan masalah-masalah yang ditemukan c. Menentukan prioritas wilayah dan sasaran pembinaan 3.5.Operasi Timbang Kegiatan surveilans di seluruh posyandu : - Penimbangan seluruh balita - Pengisian KMS untuk menjaring BGM dan balita yang tidak naik BB 2 kali berturut-turut - Mencatat balita BGM dan 2 T - Memberikan penyuluhan kesehatan dan gizi - Pencatatan dan pelaporan SKDN

Tabel 3.1..Data- data posyandu di Puskesmas Glugur Kota Tahun 2011 Nama No Kelurahan Posyandu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Silalas Silalas Silalas Silalas Silalas Silalas Silalas Silalas Silalas Kesawan Kesawan Kesawan Kesawan Kesawan Kesawan Kesawan Dahlia I Dahlia II Dahlia III Dahlia IV Dahlia V Dahlia VI Dahlia VII Dahlia VIII Dahlia IX Kemuning III Kemuning II Kemuning IV Kemuning VI Kemuning IX Kemuning I Kemuning VII 1,2,3 4,5 6 7 8,9 10 12 11 12 1 2 3,8 6,7 9 10 11 Jl. Sei Deli Kp. Mesjid Jl. Delima Jl. Kemiri Jl. Nenas Gg. Rela Gg. Bangun CPM Bata Gg. Peringatan Jl. Percukaian Jl. Mesjid ujung Jl. Mesjid No.108 Jl.Raden saleh dalam Jl.Perniagaan baru Jl. Tembakau deli Balai desa kesawan Jl. P. merak jingga Ling Alamat Posyandu Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan Dari Kelurahan kader 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Tanggal Buka Jlh

Tabel 3.2.Kegiatan program gizi di Puskesmas Glugur Kota bekerja sama dengan NICE Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut : No 1 Kegiatan Peningkatan fasilitas posyandu Sasaran Meja, kursi, plank posyandu dan papan data 2 Konsolidasi dengan KGM, TPG, dan Kader Posyandu 3 PMT penyuluhan 45 orang kader posyandu Balita yang datang ke posyandu 4 Monitoring dan kunjungan ke rumah balita, BGM, BGT, dan 2T posyandu 5 Monitoring dan kunjungan ke rumah ibu hamil 6 Monitoring dan kunjungan ke rumah ibu menyusui 7 Kunjungan rumah untuk pendataan Seluruh lingkungan yang ada di silalas 8 Penyuluhan fungsi dan manfaat posyandu Ibu yang mempunyai bayi dan balita 2011 9 Pertemuan kader pasca posyandu 10 Pelatihan kader 45 orang kader posyandu 11 Pos gizi Balita,BGM, BGT dan 2T 21 Penyuluhan peningkatan GIMAS Toma, Toga, Kader PKK, Aparat Setempat Oktobernovember 2011 November 2011 Kantor Lurah Posyandu Kader posyandu Setiap selesai posyandu 10 oktober 2011 Kantor lurah Posyandu Setiap posyandu bulan september Posyandu Ibu menyusui Ibu hamil Setiap minggu ke III Setiap minggu ke III 10 agustus 17 agustus 2011 Setiap lingkungan Setiap lingkungan Setiap lingkungan Balita BGM, BGT, dan 2T Setiap selesai posyandu Lingkungan yang ada Setiap diadakan posyandu Posyandu 10 juli 2011 Kantor Lurah Waktu 2 juli 2011 Lokasi Lingkungan posyandu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Permasalahan Gizi di Puskesmas Masalah gizi yang terdapat di puskesmas Glugur Kota yaitu masalah gizi kurang dan gizi buruk. Adapun balita yang mengalami gizi buruk 1 orang dan yang mengalami gizi kurang adalah 10 orang. Tabel 4.1. Nama balita yang mengalami Gizi Buruk dan Gizi Kurang dari Bulan Juli- Desember 2011 ket NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA Balita M. Ikhrom Nabila (P) M. Nabil Zalpian Alhapsy Annisa nurul Raisya Amelia Fahri Cahaya Dewi Fary Nurfahran Yuli Pindi Ajeng Ayu Mifta Apriliani Sarah Nurfadil Zulaikha Ahmad Fahrezi TGL LAHIR 6-3-2007 19-7-2009 27-3-2007 31-12-2009 1-05-2009 12-04-2009 6-01-2009 24-9-2010 16-05-2010 05-11-2008 27-10-2010 15-11-09 1-07-2008 15-12-2009 4-042011 27-10-2010 3-02-2011 8-02-2010 ORANG TUA Zuliskandar/ Afnizar Budi/Anisah Roni/Maryam Zulkarnaen/indah erwin/irawati Milyan/ nurhalimah Joko/Nariman Khairani Tumirin/Sumarni Dani/ Ningsih Surya/Susan Fitri/Iwan Fatir/ Ayu M. Halim/Nurma Anto/ Iem Iwan/ Yanti Karno/ masiani Hajopan/ Pipit ALAMAT Jln Putri Hijau jl. Delima Gizi Kurang Jl. sei deli Gizi kurang Jl. sei deli Gizi kurang Jl. sei deli Gizi Kurang Jl. sei deli Jl. Percukaian Jl. Peringatan Jl. Peringatan Jl. Percukaian Jl. Kemiri Gizi kurang Jl. Kelapa Jl. Padang Batu Gg. Bangun Jl. Mesjid Ujung Jl. Kemiri Gizi kurang Jl. sei deli Gizi kurang Jl. sei deli Gizi urang Gizi kurang Gizi kurang Gizi kurang Gizi Kurang Gizi kurang Gizi kurang Gizi kurang Gizi kurang Gizi Buruk Gizi kurang

4.2. Hasil Analisi Data KIA dan Gizi di Puskesmas Glugur Kota 4.2.1. Data KIA di Wilayah kerja Puskesmas Glugur Kota Laporan KIA Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari Oktober 2011 Sumber : PWS-KIA Puskesmas Glugur Kota Sasaran Bumil Sasaran Bulin Sasaran Neonatus : 443 : 423 : 403

Keterangan Tabel 4.4. Dari tabel diatas didapatkan bahwa jumlah kunjungan Target K1 Target K4 Target Neonatus Target Persalinan : 10/12 x 95% = 79,16 % : 10/12 x 95% = 79,16% : 10/12 x 90% = 75,00% : 10/12 x 90% = 75,00%

TARGET % PROGRA M 1. K1 Bumil ( 443) 2. K4 Bumil (443) 3. Neonatus Neonatus (403) 4. Persalinan Bulin (423) 75,00 75,00 79,16 79,16 N0

PENCAPAIAN ANGKA % KETERANGAN

310

69,97

Belum tercapai

321

72,46

Belum tercapai

297

73,69

Belum tercapai

297

70,21

Belum tercapai

1. K1

Jumlah Kunjungan K1 Ibu Hamil x 100% Sasaran Ibu Hamil


310 x 100% 443 69,97%

Pencapaian : Jumlah kunjungan K1 tidak mencapai target yaitu 69,97% dari target 10/12 x 95% =79,16 %, berarti kurang 9,19%

2. K4

Jumlah Kunjungan K1 Ibu Hamil x 100% Sasaran Ibu Hamil


321 x 100% 443 72,46%

Pencapaian : Jumlah kunjungan K4 tidak mencapai target yaitu 72,46% dari target 10/12 x 95% = 79,16%, berarti kurang 6,70% 3. Cakupan kunjungan neonatus

Jumlah Kunjungan Neonatus x 100% Sasaran Neonatus

297 x 100% 403

73,69%

Pencapaian : Jumlah kunjungan KN1 tidak mencapai target yaitu 73,69% dari target 10/12 x 95% = 75,00%, berarti kurang 1,31% 4. Persalinan Jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan
x 100% Sasaran Persalinan

297 Jiwa X 100 % 423 Jiwa Pencapaian : Jumlah kunjungan K1 tidak mencapai target yaitu 70,21% dari target 10/12 x 95% = 75,00%, berarti kurang 4,79% = 70,21 %

4.2.2. Data Keluarga Berencana ( KB ) di Puskesmas Glugur Kota Pengertian Keluarga Berencana adalah penggunaan cara-cara mengatur kesuburan agar

menjarangkan kelahiran selanjutnya untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan Menaikkan kesehatan melalui upaya menjarangkan kelahiran dalam kelembagaan NKKBS. Sasaran PUS, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kegiatan KB Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha terpadu Memberikan layanan kontrasepsi pada akseptor KB dalam bentuk IUD, pil, kondom, suntikan, KONTAP dan susuk Menerima akseptor dan calon akseptor yang dirujuk dari pos-pos KB dan posyandu wilayah kerja Puskesmas Memotivasi calon akseptor dan akseptor KB agar menjadi motivator KB Melayani konsultasi kemandulan dan konsultasi KONTAP Membuat laporan kegiatan KB bulanan, triwulan, dan tahunan.

Tabel 4.5 Jumlah Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota , Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari Oktober Tahun 2011 Jenis KB No Bulan Peserta IUD B 1 Januari L B 2 Februari L B 3 Maret L B 4 April L B 5 Mei L B 6 Juni L B 7 Juli L B 8 Agustus L B 9 September L B 10 Oktober L B Jumlah Total 60 46 74 150 65 395 56 38 46 33 70 33 150 148 65 32 387 284 52 4 33 0 66 4 148 2 63 2 362 12 52 0 20 13 63 0 145 3 60 0 340 16 50 2 20 0 60 3 145 0 57 3 332 8 46 4 19 1 57 3 144 1 54 3 320 12 34 12 11 8 50 0 109 35 49 5 253 60 34 0 11 0 46 7 108 0 45 4 244 11 30 3 11 0 40 4 77 1 43 2 201 10 25 4 0 0 38 6 42 31 38 5 143 46 21 5 0 11 34 2 2 35 30 8 87 61 4 Implan 0 Pil 4 Kondom 40 Suntik 0 48 Jumlah

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota

KeteranganTabel 1.13. Dari tabel di atas, dapat di ketahui bahwa : 1. Jumlah aseptor KB baru periode Januari- Oktober 2011 adalah : 284 2. Jumlah aseptor KB lama periode Januari- Oktober 2011 adalah : 395 3. KB efektif (IUD,dan, suntik) = pengguna KB efektif x 100%

peserta KB keseluruhan = 171 100% = 43,29% 395 4.KB non efektif (pil, kondom) = pengguna KB non efektif x 100 % peserta KB keseluruhan

= 224 100% = 56,71 % 395 5. Pencapaian KB aktif tahun 2011 = pengguna KB keseluruhan x 100% peserta PUS keseluruhan = 395 100% = 15,62 % 2529 6. Pencapaian KB diawal tahun 2011 = peserta KB lama di bulan Januari x 100% peserta PUS keseluruhan

= 87 x 100% = 3,44% 2529

7. Target 1 tahun di tahun 2011 = Target sampai akhir tahun Pencapaian awal tahun 2011 = 70% - 3,44% = 66,56% Target 10 bulan = 10 x 66,56% = 55,46% 12 8. Hasil = Pencapaian KB aktif sampai akhir agustus 2011 Target 10 bulan di tahun 2011 = 15,62 55,46 = - 39,84 % 9. Peserta KB baru Drop Out = ( jumlah KB baru + jumlah KB lama bulan januari)- jumlah

peserta KB selama 1 tahun = (284 + 87) - 395 = - 24 jadi tidak ada Drop Out dari peserta KB KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita serta anak pra sekolah yang menjadi tanggung jawab Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan bangsa pada umumnya.

Sasaran Ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita serta anak pra sekolah.

Tujuan Melaksanakan pemeriksaan pada ibu hamil yaitu : timbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet tambah darah, serta vitamin A Memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai keadaan gizi, perawatan payudara, ASI ekslusif, kebersihan diri dan lingkungan serta P2P

Memberikan motivasi agar ibu hamil ikut pelayanan KB Membina posyandu Merujuk pasien ke Rumah Sakit, apabila penyakitnya tidak dapat ditanggulangi di Puskesmas Pencatatan dan pelaporan KPIA (Kelompok Pembina Belajar Ibu dan Anak) Pemberian Imunisasi pada bayi, balita, ibu hamil, anak sekolah pengantin dan calon

Kegiatan Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui Pertolongan persalinan di luar rumah sakit Pemeriksaan dan pemeliharaan anak Imunisasi dasar dan revaksinasi Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare dengan pemberian cairan per oral Penyuluhan gizi untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak Bimbingan kesehatan jiwa anak Menggalakan kunjungan rumah Pendidikan kesehatan kepada masyarakat Pelayanan Keluarga Berncana ( KB ).

4.2.3.Data Operasi Timbang dan Pemberian Vitamin A di Puskesmas Glugur Kota

Tabel 4.6.Laporan Gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kecamatan Medan Barat, Bulan Januari Desember 2011 Ma r Agu st 2137 2137 2137 2137 Sept Okt Nov Des

No

GIZI

Jan

Feb

Apr

Mei Jun

Jul

Jlh

Jumlah Balita 1 yang ada di pos penimbangan (S) Jumlah balita 2 yang terdaftar dan punya KMS (K) Jumlah Balita 3 yang naik BB (N) Jumlah Balita 4 yang tidak naik BB (T) Jumlah balita yang ditimbang 5 bulan ini tapi tidak ditimbang bulan lalu (O) Jumlah balita 6 yang pertama kali hadir di pos penimbangan (B) Jumlah balita 7 yang di timbang bulan ini (D) Jumlah ibu hamil 8 yang menerima tablet tambahan darah

211 8

2137

211 8

2137

211 8

211 8

2118

211 8

2553 0

2092 2111 209 4 2114 192 7 2121 208 8 205 5 2070 207 7 2048 2048 2483 8

723 507 530 516 490 397 482 599 606 723 656

818 7047

357 283 305 293 286 291 284 303 312 299 323

383 3719

420

339

248

258

248

249

220

207

265

276

275

291

3207

45 11 7 16 15 16 16 21 17 13 21

41 239

104 7

1100

107 3

1048

997

986

1201

121 1

1445 1581 1177 1294

1307 0

40 29 31 30 29 31 28 30 32 34 40

41 395

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota

Keterangan Tabel 4.5. Dari tabel diatas di dapatkan bahwa : 1. Pemberian tablet FE pada ibu hamil sudah melebihi target, yakni 126,60 % dari 90%, berarti lebih dari target 36,60 % Tablet FE pada ibu hamil : Jumlah Bumil Yang Mendapat Tablet Fe x 100 Sasaran bumil 1 tahun = 395 100 % = 126,60 % 312 2. Jumlah Balita yang naik BB terbanyak pada bulan Desember yaitu 818 balita 818 100 % = 65,49% 1249 Belum mencapai target yakni 65,49 % dari 80%, berarti kurang dari target 14,51 % 2. Jumlah balita yang tidak naik BB terbanyak pada bulan Oktober yaitu 323 balita 323 100 % = 25,86% 1249

Tabel 4.6. Tabel SKDN Puskesmas Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat Bulan Januari Oktober 2011 No 1 2 3 4 S Jan 2118 Feb Mar Apr Mei Jun Juli Agust Sept 2118 2077 1211 606 Okt Nov Des

2137 2118 2114 1100 530 1927 1073 516

2137 2118 2118 2118 2121 2088 2055 2070 1048 490 997 397 986 482 1201 599

2137 2137 2137 2137 2048 2048 2092 2111 1177 1294 1445 1581 723 656 723 818

K 2094 D N 1047 507

Sumber : SP2TP Puskesmas Glugur Kota Keterangan: S : Semua balita di wilayah kerja puskesmas K : Semua balita yang terdaftar dan punya KMS D : Semua balita yang ditimbang di posyandu N : Semua balita yang naik timbangannya mengikuti pita warna KMS bulan ini

Keterangan Tabel 4.5. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa : 1. Semua balita yang terdaftar dan mempunyai KMS tertinggi pada bulan April dan Desember sebanyak 2121 balita ( K ). 2. Semua balita yang ditimbang di Posyandu ( D ) tertinggi pada bulan Desember sebanyak 1581 balita. 3. Semua balita yang naik timbangannya mengikuti pita warna KMS bulan ini pada bulan Desember sebanyak 818 balita. ( N ) tertinggi

Tabel 4.7.

Penilaian Balok SKDN di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota Bulan Januari Desember Tahun 2011
Des Nov Rata Rata 73,9 8 98,7 8 74,8 9 51,7 3 64.6 5 97,9 2 65.9 8 50.3 2

N o

Target

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agust

Sept

Ok t

1.

D/S

76 %

49,43

51,47

50,66

49,04

47,07

46,55

56,70

57,18

55,08

60, 55

67,6 1 97,8 9 69,0 7 50,0 3

2.

K/S

85 %

98,87

98,92

90,98

99,25

98,58

97,02

97,73

98,06

95,83

95, 83

3.

D/ K

70 %

50,00

52,03

55,68

49,41

47,75

47,98

58,02

58,30

57,47

63, 18

4.

N/ D

80 %

48,42

48,18

48,09

46,75

39,82

48,88

49,87

50,04

61,43

50, 69

5.

N/ S

40 %

23,9 4

24,80

24,3 6

22,9 3

18,7 4

22,7 6

28,2 8

28,6 1

33,8 3

30 ,7 0

33, 83

38, 27

32, 66

Keterangan : N/D : Status Gizi D/S N/S D/K K/S : Peran serta Masyarakat : Efektifitas Kegiatan : Kesinambungan program : Cakupan program Target : 80 % Target : 76 % Target : 40 % Target : 70 % Target : 85 %

Keterangan Grafik 1.2. : 1. Status Gizi (N/D) : target 80 %, pencapaian 50,32% berarti belum mencapai target 2. Peran serta masyarakat (D/S) : target 76%, pencapaian 64,657% berarti belum mencapai target 3. Efektifitas kegiatan (N/S) : target 33,33%, pencapaian 25,89% berarti belum mencapai target 4. Kesinambungan program (D/K) : target 70%, pencapaian 65,98% berarti belum mencapai target 5. Cakupan program (K/S) : target 85%, pencapaian 97,92% berarti melebihi target 22,42%.

Tabel 4.8.Tabel Pendistribusian Vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Glugur Kota pada bulan Agustus kepada seluruh Balita yang berusia 6-59 bulan No. Vitamin A Umur dalam bulan 1 2 Kapsul biru Kapsul Merah 6-11 12-59 1734 928 Jumlah balita Jumlah balita yg menerima kapsul 0 928

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah anak yang menerima kapsul vitamin A berwarna biru adalah 0 orang , dan yang mendapat kapsul vitamin A merah adalah 928 orang Jumlah Balita (6-11bln) yang mendapat vitamin A: 0 X 100%= 0 % 1734 Sedangkan target pemberian Vitamin A= 90% artinya target tidak tercapai Jumlah Balita (6-59bln) yang mendapat vitamin A: 928 X 100%= 100 % 928 Sedangkan target pemberian Vitamin A= 90% artinya target tercapai

4.2. 3. Data Imunisasi Puskesmas Glugur Kota Macam-Macam Imunisasi BCG Gunanya : Menghindarkan dan memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC terhadap anak. Cara pemberian : Diberikan pada bayi umur 0-11 bulan, diberikan sekali. Lokasi pemberian pada lengan kanan atas. Dengan injeksi SC. Dosis 0,5 cc.

DPT Gunanya : Untuk mencegah Difteri, Pertusis dan Tetanus. Cara Pemberian : Diberikan pada bayi umur 2-11 bulan, sebanyak 3 kali Dosis 0,5 ml dengan interval minimal 4 minggu, sebanyak 3 kali suntikan Lokasi suntikan di paha luar Injeksi IM.

Polio Gunanya : Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Polio. Cara pemberian :

Diberikan pada bayi umur 2-11 bulan, sebanyak 4 kali Diberikan dengan meneteskan ke dalam mulut. Campak

Gunanya : Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Campak. Cara pemberian TT Gunanya : memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Tetanus. Cara pemberian Diberikan pada murid kelas V SD, calon pengantin (PUS), diberikan 2 kali dengan interval 4 minggu. Hepatitis B Diberikan pada bayi umur 9-11 bulan, sebanyak 1 kali Lokasi pemberian pada lengan kiri Dengan injeksi subkutan Dosis 0,5 ml.

Gunanya : Memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Hepatitis B. Cara pemberian : Diberikan pada bayi umur 2-11 bulan, diberikan 3 kali dengan interval minimal 4 minggu Dengan injeksi IM.

Tabel 4.7.Hasil Pelaksanaan Program Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat Bulan Januari Oktober Tahun 2011

DPT No .

POLIO CAM

HEPATITIS

Bulan

BCG I II III I II III IV

PAK

II

III

Januari

34

34

31

31

32

31

31

31

31

34

31

31

Februari

35

32

31

31

35

31

31

31

31

32

32

31

Maret

33

32

31

30

32

31

30

30

32

33

32

31

April

32

34

30

28

30

30

30

29

28

34

32

30

Mei

33

33

30

31

32

31

31

31

31

33

30

30

Juni

31

34

31

31

33

30

30

30

31

35

34

31

Juli

31

32

30

30

33

31

30

30

32

35

32

30

Agustus

33

32

30

29

33

31

30

30

30

33

32

30

9 September

33

32

30

30

32

30

30

30

28

32

30

30

10

Oktober

34

34

32

31

33

31

30

29

30

34

34

32

Jumlah

298

329

306

302

325

307

303

301

304

335

319

306

Sasaran

403

403

403

403

403

403

403

403

403

403

403

403

Target(%) 79,16 79,16 75,00 70,83 75,83 75,83 75,83 70,83 75,00 79,16 75,00 70,83

Hasil(%) 73,94 81,63 75,93 74,93 80,64 76,17 75,18 74,68 75,43 83,12 79,15 75,93

Keterangan Tabel 1.17. dapat diketahui bahwa : 1. Program imunisasi BCG belum mencapai target, yakni 73,94% dari 79,16%, berarti kurang dari target 5,22%. 2. Program imunisasi DPT I sudah mencapai target, yakni 81,63% dari 79,16%, berarti lebih dari target 2,47%. 3. Program imunisasi DPT II sudah mencapai target, yakni 75,93% dari 75%, berarti berarti lebih dari target 0,93%. 4. Program imunisasi DPT III sudah mencapai target, yakni 74,93% dari 70,83%, berarti lebih dari target 4,1%. 5. Program imunisasi Polio I sudah mencapai target, yakni 80,64% dari 75,83%, berarti lebih dari target 4,81%. 6. Program imunisasi Polio II sudah mencapai target, yakni 76,17% dari 75,83%, berarti lebih dari target 0,34%. 7. Program imunisasi Polio III belum mencapai target, yakni 75,18% dari 75,83%, berarti kurang dari target 0,65%. 8. Program imunisasi Polio IV sudah mencapai target, yakni 74,68% dari 70,83%, berarti lebih dari target 3,85%. 9. Program imunisasi campak sudah mencapai target, yakni 75,43% dari 75%., berarti lebih dari target 0,43% 10. Program imunisasi Hepatitis B I sudah mencapai target, yakni 83,12% dari 79,16%, berarti lebih dari target 3,96%. 11. Program iminisasi Hepatitis B II sudah mencapai target, yakni 79,15% dari 75%, berarti lebih dari target 4,15% 12. Program iminisasi Hepatitis B III sudah mencapai target, yakni 75,93% dari 70,83%, berarti lebih dari target 5,1%

4.3. Mekanisme Pembuatan Perencanaan Bidang Gizi di Puskesma a. Mengumpulkan data gizi secara langsung di lapangan atau data primer, seperti: b

pengukuran berat badan dan tinggi badan serta data gizi dari sumber lain atau data sekunder, seperti papan data kelurahan, register posyandu, data puskesmas dan data Statistik Kecamatan. b. c. Mengolah dan menganalisisa sederhana data gizi. Merumuskan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas berdasarkan data yang telah di analisa. d. Mengidentifikasi sasaran menurut lokasi, kelompok masyarakat, golongan umur, jenis kelamin dan sasaran lainnya. e. Merumuskan masalah dan target kegiatan gizi di daerah kerja Puskesmas.

4.4. Mekanisme Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi di Puskesmas. Pemantauan adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan secara berkesinambunagn terhadap kegiatan-kegiatan gizi yang telah atau sedang dilaksanakan. Penilaian ini adalah penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemantauan dan penilaian ini antara lain adalah : 2. Untuk mengetahui apakah pelaksanakaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan 3. Untuk mengetahui sedini mungkin kemajuan dan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan 4. Untuk mencegah penyimpangan dari kegiatan yang telah direncanakan 4. Untuk melakukan perbaikan secara dini apabila dilakukan penyimpangan 5. Untuk evaluasi yang dapat digunakan pada penyusunan program yang akan datang Untuk mencapai tujuan tersebut,ada beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain : 1. Melakukan pengamatan langsung dilapangan

2. Melakukan pengumpulan data dan informasi yang berasal dari kegiatan-kegiatan di lapangan, seperti cakupan distribusi tablet Fe, kapsul Vitamin A, Kapsul Iodium dan SKDN. 3. Mengolah dan menganalisa data secara sederhana. 4. Membandingkan hasil dengan target yang telah ditetapkan 5. Menyimpulkan hasil pemantauan ke tingkat kabupaten 6. Tindak lanjut dari hasil pemantauan, antara lain berupa umpan balik, pembinaan teknis, pelatihan penyegaran, KIE.

4.5 Mekanisme Penyusunan Laporan Tujuan penyusunan laporan 1. Untuk menilai hasil kerja yang sudah dilakukan. 2. Untuk dipergunakan sebagai bahan di dalam menyusun rencana kerja. Pembagian: Pencatatan 1. Kegiatan administrasi 2. Registrasi family folder 3. Registrasi kegiatan lain. Pelaporan 1. Laporan kejadian luar biasa. 2. Laporan biasa yaitu mencatat jumlah penyakit dan pengunjung Puskesmas. 3. Laporan mingguan yaitu mencatat kasus penyakit menular 4. Laporan bulanan yaitu mencatat kegiatan Puskesmas dan Posyandu. 5. Laporan Triwulan yaitu mencatat semua kegiatan Puskesmas dan rencana kerja selama triwulan. 6. Laporan tahunan yaitu mencatat semua laporan dalam satu tahun yang diambil dari laporan bulanan. 7. Laporan khusus berupa penyakit, kematian dan obat.

BAB V SELECTED TOPIC KASUS GIZI BURUK DI PUSKESMAS GLUGUR KOTA 5.1 Latar Belakang Pada saat ini negara Indonesia mengalami masalah gizi ganda yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Masalah gizi kurang terdiri atas masalah gizi makro dan masalah gizi mikro. Masalah gizi makro adalah kurang energi protein (KEP), sedangkan masalah gizi mikro adalah kurang vitamin A (KVA), Anemia Gizi Besi (AGB), dan gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan (sanitasi), adanya daerah miskin gizi, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Sebaliknya masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi menu seimbang dan kesehatan. Yang termasuk golongan rawan gizi adalah bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Keadaan kurang gizi disebabkan oleh rendahnya konsumsi kalori dan protein dalam makanan sehari-hari. Keadaan ini terbagi tiga yaitu : marasmus yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi kalori, kwashiorkor yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi protein dan marasmus kwarsiorkor yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi kalori dan protein.

Kurangnya protein yang kronis pada anak dapat menyebabkan pertumbuhan terlambat dan tampak tidak sebanding dengan umurnya. Pada keadaan yang lebih buruk, kekurangan protein dapat mengakibatkan terhentinya proses pertumbuhan. Oleh karena itu, penanganan gizi buruk membutuhkan strategi yang komprehensif. Tidak cukup dengan pertolongan pertama, misalnya bagi-bagi susu untuk balita, tetapi harus melibatkan berbagai pihak. Pendidikan gizi, keterlibatan masyarakat dalam menjaga status gizi komunitas terdekat adalah hal utama yang harus ditingkatkan. 5.2 Permasalahan Berdasarkan data gizi yang diperoleh di puskesmas glugur kota dari hasil kegiatan posyandu dan pelacakan kasus melalui operasi timbang pada bulan ????

5.2.1 Hasil pemantauan kasus Gizi Buruk dan Gizi Kurang Yang dilakukan oleh Mahasiswa pada tahun 2011 Berdasarkan hasil data dan kunjungan kerumah para pederita gizi buruk dan gizi kurang di dapatkan informasi bahwa ada 1 orang anak yang mederita gizi buruk dan ?? yg mengalami gizi kurang yang telah ditangani oleh puskesmas. Setelah kami melakukan kunjungan ke rumah penderita gizi buruk kondisinya dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Muhamad Ikhrom ( Gizi Buruk ) Dari hasil observasi kami, keluarga Ikhrom termasuk keluarga yang kurang mampu. Dapat diketahui pekerjaan orang tuanya dimana pendapatan ayahnya diperoleh dari buruh kuli bangunan sedangkan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan yang kecil. Kodisi rumah mereka semi permanen dan rumahya berada dia daerah rel kereta api. Ikhrom merupakan anak satu-satunya lahir pada tanggal berat badan lahir ?? dan medapat ASI eksklusif sampai 5 bulan, setelah itu orang tuanya memberikan nasi tim pada Ikhrom. Pada usia 2 tahun Ikhrom mengalami gizi buruk hal ini di sebabkan dia mengalami koma selama 13 hari, karena hal itu status gizi Ikhrom

mulai memburuk sampai sekarang. Sekarang ia berusianya 57 bulan dan masih tergolong gizi buruk, dengan BB= 12, 8 kg dan TB= 105 cm. Adapun bentuk intervensi yang kami lakukan adalah berupa konseling dan bentuk intervensi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas adalah pemberian makanan tambahan berupa susu dan biskuit dan menganjurkan ibu Ikhrom untuk memeriksakan kesehatan Ikhrom ke Dokter Spesialis Anak.

BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan mahasiswa selama LKP di Puskesmas Glugur Kota, maka dapat disimpulkan: 1. Program gizi yang dilaksankan di Puskesmas Glugur Kota adalah Penyuluhan Gizi Masyarakat, Usaha Perbaikan Gizi Keuarga ( seperti: Posyandu, Penanggulangan Kekurangan Vitamin A, Penangulangan Anemia Gizi Besi, Peningkatan Gizi melalui Posyandu), Usaha Perbaikan Gizi Institusi, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi. 2. Penyuluhan Gizi Masyarakat ( PGM) terlaksanan dengan baik dimana telah dilaksanakan Makanan Pendamping ASI ( MP- ASI), Imunisasi pada Baduta, pemberrian vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas, Anemia Gizi Besi pada ibu hamil, penyebab tanda-tanda kelainan pada anak. 3. Usaha Perbaikan Gizi Institusi ( UPGI) dilaksanakan unit kesehatan sekolah dimana petugas puskesmas setiap bulan mengadakan penyuluhan ke sekolah dan kegiatan pemberian obat cacing. 4. Sistem Kewapaspadaan Pangan dan Gizi ( SKPG) yang meliputi kegiatan Pemantauan Status Gizi ( PSG) di posyandu di puskesmas setipa bulannya sudah terlaksana. 5. Pada waktu mahasiswa LKP terdapat 1 kasus anak dengan status gizi buruk berdasarkan BB/U.

6.2.Saran 1. Agar Program Kelurga Sadar Gizi (Kadarzi) lebih dimaksimalkan lagi 2. Agar penyuluhan Gizi Masyarakat ( PGM) dilakukan secara

berkesinambungan mengingat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan sehat yang juga menjadi faktor utama penyebab terjadinya gizi buruk.

3. Diberikan sarana dan prasarana yang mendukung untuk berjalannya kegiatan gizi seperti kendaraan untuk menjangkau tempat-tempat posyandu dan kegiatan gizi lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, asrul. Administrasi Kesehatan. PT. Binarupa Aksara Jakarta 2002 Depkes RI, 1995. Pedoman Kegiatan Kader di Pos Pelayanan Terpadu. Jakarta, 1998 Munindjaya, AA. Gede, Manejemen Keehatan, EGC Jakarta, 1999 Evaluasi Kinerja Puskesmas Glugur Kota 2011