Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH TEORI-TEORI KEPRIBADIAN

Dosen Pengampu: Dr. Tina Afiatin, M.Si.

DISUSUN OLEH: Anggra Nur Cahyo (11/311864/PS/06103) Fikri Adi Budiman (11/320038/PS/06253) Selly Agustina (11/311800/PS/06099) Yusnidar (11/311797/PS/06098)

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2012

Teori Kepribadian Carl Gustav Jung

A. Struktur Kepribadian
Dalam kepribadian tersusun oleh sejumlah sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran, ego beroperasi pada tingkat sadar, kompleks beroperasi pada taksadar pribadi, dan arsetip beroperasi pada tingkat taksadar kolektif. 1.Kesadaran dan Ego Hasil pertama dari proses diferensial kesadaran itu adalah ego. Ego berperan penting dalam menentukan persepsi, pikiran, perasaan, dan ingatan yang bisa masuk kekesadaran. Tanpa adanya seleksi dari ego, jiwa manusia menjadi kacau karena penuh oleh pengalaman yang semua bebas keluar masuk ke kesadaran. 2. Taksadar Pribadi dan Kompleks Pengalaman yang tidak diterima ego untuk muncuk di kesadaran tidak hilang, melainkan disimpan dalam taksadar pribadi (personal unconscious). Sehingga taksadar pribadi berisi pengalaman yang ditekan, dilupakan, dan yang gagal menimbulkan kesan sadar. Di dalam taksadar pribadi, sekelompok idea mungkin mengorganisir diri menjadi satu, disebut complex. 3. Taksadar Kolektif Adalah gudang ingatan laten yang diwariskan oleh leluhur, berupa pengalamanpengalaman umum yang terus-menerus berulang lintas generasi. Namun yang diwariskan lebih sebagai tingkah laku bukanlah memori atau pikiran. 4. Arsetip Yaitu komponen-komponen ketidaksadaran kolektif yang mewakili atau

melambangkan peluang munculnya jenis persepsi dan aksi tertentu. Di dalam arsetip terdapat kekuatan (force). a. Persona (topeng): pendapat publik mengenai diri individu sebagai lawan dari kepribadian privat yang berada dibalik wajah sosial b. Anima: naluri perempuan pada pria. c. Animus: naluri jantan pada wanita. d. Shadow: insting dasar yang menuntun penyesuaian dengan realita berdasarkan pertimbangan untuk menyelamatkan diri. Seperti insting kebinatangan yang diwarisi manusia dari evolusi makhluk.

e. Self: sebuah warisan cenderungan untuk bergerak menuju pertumbuhan, kesempurnaan, dan penyelesaian yang dimiliki oleh seseorang.

B. Dinamika Kepribadian
1) Kausalitas dan Teleologi 2) Progres (gerak maju) dan regres (gerak mundur) Tipe Kepribadian Level psikis dan dinamika kepribadian: a. Attitude 1. Ekstrover: kepribadian yang terbuka 2. Introver: kepribadian yang tertutup b. Function 1. Pikiran 2. Perasaan 3. Penginderaan 4. Intuisi

C. Perkembangan Kepribadian
Tahap-tahap Perkembangan: 1. Masa anak-anak (0-12 tahun) a. Tahap Anarkis (0-6 tahun): kesadaran yang masih kacau dan sporadis. b. Tahap Monarkis (6-8 tahun): dimulai dengan perkembangan ego dan mulainya pikiran verbal dan logika. c. Tahap Dualistik (8-12 tahun): pembagian ego menjadi objektif dan subjektif. 2. Masa Remaja (12-35 tahun) Dimulai dengan pubertas, mulai mandiri secara fisik dan psikis yang diperoleh dari orang tua, meningkatnya kegiatan, kematangan seksual, bertanggungjawab, dan pemahaman bahwa era bebas masalah dari kehidupan anak-anak sudah hilang. 3. Masa Dewasa (35-40 tahun) Mengembangkan aktualisasi diri, munculnya kebutuhan nilai spiritual, mulai memahami makna kehidupan dirinya.

4.

Masa Tua (> 40 tahun) Mulai memahami makna kehidupan secara filosofis dan memandang kematian sebagai tujuan hidup.

D. Psikopatologi
Penyimpangan yang terjadi dalam teori Jung tidak dibahas dengan mendetail, namun ada beberapa aspek yang diambil dari biografi Jung dan menggambarkan sifat manusia yang menyimpang. Salah satunya adalah kompleks, yaitu akumulasi dari kumpulan gagasan yang diwarnai dengan perasaan. Kompleks dapat menjadi sesuatu yang disadari serta menghambat ketidaksadaran personal dan kolektif, misalnya mother complex. Pada masa hidup Jung, ia mengalami konfrontasi kepribadian ketika introversi menjadi sikap yang dominan serta menjadikan fantasinya sangat personal dan subjektif. Kemudian ia berhenti mengurus pasiennya, berhenti sebagai pengajar di Zurich, mengabaikan tulisan-tulisannya, dan tidak mampu membaca buku-buku sains. Jung sedang dalam proses menemukan introversi dari keberadaan dirinya. Akan tetapi karena takut akan menjadi psikotik, Jung memaksa dirinya untuk melanjutkan hidup senormal mungkin dengan keluarga dan profesinya sehingga berhasil membangun keseimbangan dunia introver dan ekstrovernya.

E. Perubahan Tingkah Laku


Jung melihat jauh melewati batasan psikologi, dalam usahanya memperoleh data untuk membangun konsepnya mengenai kemanusiaan. Jung mendalami berbagai disiplin ilmu sehingga ia memiliki beberapa metode untuk memahami kepribadian dan mengetahui perubahan tingkah laku dari klien, yaitu: a. Tes asosiasi kata : membuka feeling-toned complexes (berbagai hal individualis dan bersifat emosional dalam kepribadian) b. Analisis mimpi : membuka elemen ketidaksadaran personal dan kolektif serta mengintegrasikannya dalam sebuah kesadaran c. Imajinasi aktif : membuka gambaran arketipe yang bermula dari ketidaksadaran d. Psikoterapi : membantu penderita neurotik agar mandiri melalui teknik realisasi diri

DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press. Feist, G. J & Feist, J. (2009). Theories of Personality. New York: McGraw-Hill. Sarwono, S. W. (2008). Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang.