Anda di halaman 1dari 10

MAKNA DAN VISI MISI PERS

A. PENDAHULUAN Kehidupan dari hari kehari semakin berkembang, apalagi sekarang kita telah hidup di zaman yang modern yang serba praktis dan mudah. Dengan berkembangnya zaman, berbagi macam teknologipun semakin berkembang, tujuannya untuk memudahkan aktivitas manusia. Salah satunya komunikasi, kini jaringan berkomunikasi ada dimana-mana. Manusia tak usah repot-repot untuk mendapatkan sebuah berita dan informasi, ini semua berkat teknologi media massa. Media massa kini menjadi bagian hidup manusia di dunia ,bahkan kehidupan manusia pun dikendalikan oleh media massa. Sebagai pemeran penting dalam kehidupan, kehadiran media massa menjadi sebuah wadah di dalam ranah kehidupan baik itu politik, ekonomi, sosial dan budaya. Karena media massa kini telah memiliki tempatnya dalam kehidupan, media massa kini dijadikan alat kendali oleh para penguasa. Dengan fenomena ini, keberadaan media massa menjadi topik perbincangan yang tiada habisnya. Apalagi jika melihat sejarah kehadiran media massa dengan berbagi lika-likunya, kita akan lebih memahami bahwa media massa menjadi ruang publisitas manusia yang sangat urgen untuk mencurahkan aspirasi, menyiarkan sebuah peristiwa, konflik, bencana dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penulis akan sedikit menguraikan sekilas tentang media massa atau yang kita tahu adalah pers. B. LATAR BELAKANG MASALAH Dalam makalah ini, penulis ingin menguraikan permasalahan yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan Pers? 2. Apa sifat pers? 3. Apa visi dan misi pers? 4. Bagaimana fungsi dan peranan pers?

C. PEMBAHASAN A. Pengertian Pers Istilah pers berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press karena proses produksinya memakai tekanan (pressing). Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publication)1. Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media atau pesuratkabaran. Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dan sebagainya yang dikenal sebagai media cetak. Pengertian Pers Menurut Para Ahli

Wilbur Schramm, dkk dalam bukunya Four Theories of the Press mengemukakan 4 teori terbesar dari pers, yaitu the authoritarian, the libertarian, the social responsibility, dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Mc. Luhan menuliskan dalam bukunya Understanding Media terbitan tahun 1996 mengenai pers sebagai the extended of man, yaitu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan peristiwa lain pada momen yang bersamaan.

Http://www.wikipedia-definisi pers/html.

Menurut Bapak Pers Nasional, Raden Mas Djokomono, Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak-hak bangsa indonesia pada masa penjajahan belanda. 2 Banyak orang menganggap bahwa pers adalah wartawan. Anggapan ini benar

jika wartawan diperlakukan sebagai bagian dari pers. Pengertian pers jika dilihat dari segi bisnis adalah suatu kelompok kerja yang terdiri dari berbagai komponen (wartawan, redaktur, tata letak, percetakan, sirkulasi, iklan, tata usaha, dan sebagainya), yang menghasilkan produk berupa media cetak. Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yang tertua di dunia dibandingkan medium lain. Kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisah daripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembagalembaga masyarakat lainnya.3 Pers adalah kegiatan yang berhubungan dengan media dan masyarkat luas. Kegiatan tersebut mengacu pada kegiatan jurnalistik yang sifatnya mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah materi, dan menerbitkanya berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya dan valid. Menurut Leksikon komunikasi, pers berarti : 1.) Usaha percetakan atau penerbitan 2.) Usaha pengumpulan dan penyiaran berita 3.) Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio, dan televisi 4.) Orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita 5.) Medium penyiaran berita yakni surat kabar, majalah, radio, dan televisi.4

http://duniabaca.com/sejarah-pers-pengertian-pers-fungsi-dan-peranan-pers-di-indonesia/html Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, (Jakarta: PT.Grafindo Persada, 2005),hlm.70. 4 Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2002),hlm.4.
3

B. Sifat Pers Pers sebagai lembaga, intensitasnya berdiri sendiri. Ia hidup di tengah-tengah masyarakat, tetapi bukan bagian dari masyarakat, tetapi bukan bagian dari masyarakat itu. Pers lebih dikenal sebagai Lembaga Kemasyarakatan (sosial institution). 5 Pers sebagai lembaga kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pemerintahan. Itu sebabnya, sifat pers antara satu negara dengan negara yang lain berbeda. Setidaknya ada 6 sifat pers yang diterapkan di berbagai negara sesuai dengan karakteristik negara tersebut, yakni : a. Pers Demokrasi Liberal Kebebasan pers dipersepsikan sebagai kebebasan yang tanpa batas . Artinya , kritik dan komentar pers dapat dilakukan kepada siapa saja , termasuk kepada kepala negara sekalipun . Contohnya Presiden Amerika Serikat , Richard Nixon yang jatuh jabatannya setelah dihujat habis-habisan oleh pers AS karena skandal watergate -nya . Contoh negara - Amerika Serikat , Inggris dan negara-negara eropa. b. Pers Komunis Suara pers harus sama dengan suara partai komunis yang berkuasa dan wartawannya adalah orang-orang yang setia kepada partai komunis. Pers komunis umumnya berada di negara-negara sosialis yang menganut ideologi komunis atau marxisme. Contoh negara - Rusia , Cina , Kuba , Korea Utara dan lain-lain. c. Pers Otoriter Terlahir dari negara penganut politik fasis , di mana pemerintah berkuasa secara mutlak. Pers dilarang melakukan kritik dan kontrol kepada pemerintah. Pers juga hanya untuk kepentingan penguasa. Contoh negara - Jerman ( pada masa Adolf Hitler) dan Italia ( pada masa musolini ). d. Pers Bebas dan Bertanggung jawab . - Istilah ini semula merupakan slogan dari negara-negara Barat, yang menginginkan kebebasan pers harus di pertanggung
5

Totok Djuroto....hlm.5.

jawabkan kepada kehidupan bermasyarakat . Akan tetapi , karena negara-negara tersebut masing-masing mempunyai pandangan berbeda terhadap pengertian bebas . Maka kebebasan pers di setiap negara menjadi berbeda pula, tergantung pada bobot yang di anut pleh masing-masing negara . e. Pers Pembangunan Biasanya digunakan oleh negara yang sedang berkembang dengan alasan sedang giat-giatnya melakukan pembangunan. Namun masing-masing negara tersebut memiliki arah dan tujuan pembangunan yang berbeda. Contoh negara Indonesia, dan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. f. Pers Pancasila Pers yang melihat segala sesuatu secara proporsional. Pers Pancasila mencari keseimbangan dalam berita atau tulisannya demi kepentingan dan kemaslahata semua pihak sesuai dengan konsensus demokrasi Pancasila . Contoh negara Indonesia.6 C. Visi dan Misi Pers Pers sebagai lembaga kemasyarakatan yang bergerak dibidang pengumpulan dan penyebaran informasi mempunyai visi dan misi ikut mencerdaskan masyarakat, menegakkan keadilan dan memberantas kebatilan. Selama melaksanakan tugasnya, pers terkait erat dengan tata nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kehidupan sosial, masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup mereka. Untuk itulah, pes sebagai lembaga kemasyarakatan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan infomasi bagi masyarakatnya.7 Sebagai media massa yang berada di tengah-tengah masyarakat, pers harus mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingannya sendiri.Dalam melaksanakan misinya, pers harus mempunyai jiwa dan semangat untuk menjalin kesetiakawanan, bantu membantu, saling melakukan kontrol untuk kemajuan bersama. 8

6 7

Nurudin.....,hlm.72-76 Op.cit, hlm.8 8 Op cit, hlm.9

Jadi meskipun peranan pers mempunyai otonomi , bukan berarti ia mempunyai eksistensi yang mandiri. Intensitas pers di tengah masyarakat, diperlukan oleh masyarakat itu sendiri. Karenanya kehidupan pers itu ada keterikatan organisatoris dengan lembaga-lembaga atau anggota masyarakat itu sendiri. D. Fungsi dan Peranan Pers Dewasa ini, pers tidak hanya mengelola berita, tetapi juga aspek-aspek lain untuk isi surat kabar atau majalah. Dalam pasal 3 Undang-Undang No. 40/1999 disebutkan bahwa fungsi pers sebagai berikut :

Sebagai pelaku media informasi Pers itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.

Fungsi Pendidikan Pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat

bertambah pengetahuan dan wawasannya.

Fungsi Hiburan Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi beritaberita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.

Fungsi Kontrol Sosial Fungsi ini terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsurunsur sebagai berikut: 1. 2. 3. Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan) Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat) Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)

4.

Social

control (kontrol
9

masyarakat

terhadap

tindakan-tindakan

pemerintah).

Sebagai Lembaga Ekonomi Pers adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pers dapat memamfaatkan keadaan di sekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri. Peranan Pers sebagai lembaga kemasyarakatan bisa mempengaruhi

masyarakat karena ia bertindak sebagai komunikator massa. Sementara itu agar dipercaya masyarakat, pers berusaha menyampaikan informasi dengan sesuatu yang baru. Namun masyarakat sebagai konsumen pers, akan sangat selektif memilih informasi. Jika penyajian pers tidak sesuai dengan keinginannya, tidak akan membeli dan membacanya. Minat membaca masyarakat terhadap produk pers sangat berpengaruh terhadap kehiupan pers itu sendiri. Pers sebagai lembaga kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pemerintah. Apalagi bagi pemerintah yang banyak melakukan kesalahan dan ketidakbenaran, kontrol sosial pers terasa sangat pedih dan sering kali menggoyahkan kelangsungan

pemerintahannya. Meskipun demikian, pemerintah juga mampu mempengaruhi pers dengan cara memasang rambu-rambu berupa peraturan dan perundangan agar pers bisa ditundukkan.10 E. Percetakan Pers Istilah percetakan pers, banyak yang menyebutnya dengan media massa cetak. Artinya perusahaan pers yang dilakukan dengan mencetak. Pengertian media massa itu sendiri ada dua, yaitu :

William River, Jay Jensen, Theodore Peterson, , Media Massa dan Masyarakat Modern, (Jakarta :

Prenada Media, 2004),hlm. 245.


10

Jacob Oetam,., Perspektif Pers di Indonesia, (Jakarta : LP3ES, 1987),hlm.27.

1. Media massa. Media artinya alat komunikasi, sedangkan massa kependekan dari kata masyarakat (orang banyak). Media massa berarti alat komunikasi yang boleh dimanfaatkan untuk semua orang. Artinya ialah boleh dibaca, didengar atau dilihat oleh semua orang, tidak ada larangan untuk membatasinya karena bersifat publik.11 2. Media nirmassa Media nirmassa adalah alat komunikasi yang tidak boleh digunakan oleh semua orang. Alat komunikasi tersebut bersifat individu (pribadi). Misalnya telepon, surat, dan lain-lain. Artinya bukan untuk konsumsi publik. Media massa cetak adalah alat komunikasi untuk masyarakat yang dibuat dengan percetakan atau mencetaknya lebih dahulu. Ada beberapa bentuk percetakan pers : a. Surat Kabar, yaitu kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran plano, terbit secara teratur, bisa setiap hari atau seminggu sekali. b. Majalah, adalah kumpulan berita, artikel, dan lain sebagainya yang dicetak dalam kertas ukuran kuarto atau folio, dijilid dalam bentuk buku, biasanya terbit teratur, seminggu sekali, dua minggu atau sebulan sekali. c. Tabloid, adalah kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan lain sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran broadsheet (lebih kecil dari plano) dan dilipat seperti surat kabar. d. Buletin, adalah kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan lain sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran broadsheet atau ukuran kuarto/ plano yang dilipat seperti surat kabar, namun penerbitannya tidak teratur (berkala). e. Buku, adalah tulisan tentang ilmu pengetahuan, essai, cerita-cerita panjang, kisah-kisah perjuangan dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran setengah kuarto atau setengah folio dan dijilid rapi.12
11 12

D. ANALISIS Dalam hal ini ternyata pers memiliki tempat yang amat penting dalam kehidupan manusia, khususnya kehidupan bermasyarakat. Melihat visi dan misi pers yang sesuai dengan pembukaan Undang-undang Dasar 1945, menjadikan pers sebagai media yang harus digunakan secara tepat dan cermat. Bersamaan dengan peningkatan perlindungan terhadap kemerdekaan pers lembaga pers harus selalu men yempurnakan kinerjannya sehingga m a m p u menyampaikan informasi yang akurat, tepat, cepat, dan murah kepada seluruh masyarakat. Sudah saatnya lembaga pers terus menyempurnakan diri dalam menyampaikan informasi, dengan melakukan penelitian ulang sebelum menyiarkannya,agar masyarakat memperoleh informasi lebih lengkap untuk turut menilai masalah yang sedang terjadi. Penyempurnaan kualitas pers merupakan kerja keras yang dilakukan hari demi hari untuk kepentingan masyarakat. Pendidikan melek media mengembalikan titik berat upaya pemberdayaan sepenuhnya ada di diri si khalayak media (pembaca, pendengar, dan pemirsa). E. KESIMPULAN Sebagai media massa yang berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat, pers harus mampu menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada dalam masyarakat, untuk mencapai suatu tata kehidupan bermasyarakat yang adil untuk semua golongan. Tata nilai sosial dalam masyarakat akan selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman. Pers dalam kapasitasnya sebagai inovator harus tetap mempunyai pola pikir dan pola kerja yang bersandarkan pada nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong-royong antar sesama anggota masyarakat. F. PENUTUP Demikianlah sedikit ulasan mengenai pers yang dapat pemakalah sajikan, begitu luas dan masih banyak sekali hal-hal yang dapat dibahas mengenai pers. Apalagi keberadaan pers kini bukan hanya sebagai pilar pengontrol kehidupan saja, namun juga sebagai lahan bisnis para penanam saham yang kian marak dikembangkan. Dengan

berbagai sejarah dan latar belakang pers, kiranya pers tak akan mampu lepas dalam kehidupan kita sehari-hari, karena kita selalu disajikan dengan berbagai persembahan dari media massa / pers yang siap memunculkan berbagai opini publik. Tentunya masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun, sangat kami harapkan. DAFTAR PUSTAKA

Djuroto, Totok, 2002, Manajemen Penerbitan Pers, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. Nurudin, 2005, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada. River, William, Jay Jensen, Theodore Peterson, 2004, Media Massa dan Masyarakat Modern, Jakarta : Prenada Media. Oetama, Jacob. 1987, Perspektif Pers di Indonesia, Jakarta : LP3ES Sumadiria, As Haris. 2005, Jurnalistik Media, Bandung : Simbiosa Rekatama Media.