Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN

ELEKTRONIKA DIGITAL
MULTIVIBRATOR 2

Nama NIM Asisten Tanggal Kelompok

: Yusuf Syaifudin : 11/313303/PA/13672 : Rossena Harisma Rasul : 21 Maret 2012 :4

UNIT LAYANAN ELEKTRONIKA & UNIT LAYANAN INSTRUMENTASI JURUSAN ILMU KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

I.

JUDUL Judul praktikum: Multivibrator 2

II.

TUJUAN PERCOBAAN Percobaan Multivibrator 2 ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya: 1. Mengenal multivibrator bistable dan pembagiannya kelompoknya 2. Mempelajari prinsip kerja dari rangkaian semua jenis multivibrator bistable. 3. Membuktikan tabel kebenaran dari multivibrator bistable. DASAR TEORI Bistable multivibrator sering juga disebut sebagai flip-flop. Rangkaian ini adalah rangkaian sel biner yang mempunyai dua buah ouput yang saling berkebalikan keadaannya. Disebut bistable karena rangkaian ini punya dua keadaan stabil, yaitu 0 dan 1 dan selalu berubah-ubah secara stabil. Flip-flop banyak ditemukan dalam penggunaannya di komputer. Bisa dikatakan bahwa flip-flop adalah elemen penting dari memori yang berfungsi untuk penyimpanan data dan info dalam bentuk satu bit. Selain itu flip-flop banyak digunakan dalam pembuatan register, counter, shift register, dll. Macam flip-flop: 1. Set-reset flip-flop 2. Data flip-flop 3. JK flip-flop 4. JK master-slave flip-flop 5. D edge triggered flip-flop 6. Togle flip-flop 7. Dll Set-Reset Flip-flop (SRFF) N{erupakan bentuk flip-flop yang paling sederhana. SRFF adalah bentuk dasar dari kebanyakan flip-flop yang ada sekarang.

III.

Gambar 1.

Gambar 2. Gambar 1 adalah gambar dari rangkaian SRFF dan gambar 2 adalah SRFF dengan model clock manual. Berikut adalah bentuk simbolnya.

Gambar 3.

Berikut adalah tabel kebenarannya. INPUT S 0 0 0 0 1 1 1 1 R 0 0 1 1 0 0 1 1 Q 0 1 0 1 0 1 0 1 Q


t

OUTPUT Qt+1 Q 1 0 1 0 1 0 1 0 Q 0 1 0 0 1 1 1 1 Q 1 0 1 1 0 0 1 1

Dengan Qt adalah keadaan awal sebelum terjadi clock dan Qt+1 adalah keadaan akhir setelah terjadi clock. Ketika S=0 dan R=0, bila Q mula-mula adalah 0 maka ketikaclock masuk, output yang dihasilkan Q setelah clock adalah 0. Begitu juga bila kita memasukkan input 1 pada Q, akan dikeluarkan sinyal 1, setelah dilakukan clock. Begitu seterusnya. Untuk input S = 1 dan R=1 dilarang karena akan menghasilkan keadaan yang sama pada Q dan Q', padahal seharusnya keduanya saling berkebalikan.

Bila tabel di atas disederhanakan, maka akan menjadi: S R Qt+1 Keterangan t 0 0 Q Tidak ada perubahan 0 1 0 Reset 1 0 1 Set 1 1 ?? Terlarang

Data Flip-flop ( DFF) DFF adalah flip-frop yang merupakan pengembangan dari SRFF. Rangkaian ini dibuat untuk membuat suatu output yang sama dengan input yang telah dimasukkan.

Gambar 4 Gambar diatas adalah simbol dari DFF. Berikut adalah rangkaiannya.

Gambar 5. Dengan menambahkan sebuah gerbang NAND pada input SRFF, maka kita akan mendapatkan sebuah DFF. Bagian yang dikotaki adalah SRFF. Ketika input D=0 maka kondisi output gerbang 1 dan 3 akan saling berkebalikan. Bila keadaan Q awal adalah 0 maka output Q akhir akan menjadi sama dengan keadaan mula-mula. Hal ini juga berlaku untuk input D=1, yangjuga akan menghasilkan output Q sesuai dengan output pada keadaan awal. Berikut adalah tabel kebenarannya. INPUT Dn 0 0 1 1 Q 0 1 0 1 OUTPUT AWAL Q 1 0 1 0 AKHIR Q Q 0 1 0 1 1 0 1 0

Terlihat jelas di tabel, apapun kondisi Q awal, Q akhir akan bernilai sama dengan nilai D. Data Edge Triggered Flip-Flop Pada dasarnya. jenis flip-flop ini mirip dengan DFF, hanya saja perubahan output Q berlangsurrg pada saat pulsa clock berubah dari 0 ke I (pada leading edge). Jadi Q berubah pada edge ( ujung) positive dari pulsa clock atau pada leading edge (A menuju I ). Berikut adalah rangkaian D edge'triggered flip-flop.

Gambar 6.

J-K Flip-Flop (JKFF) JKFF dibuat untuk mengatasi kelemahan SRIF, yaitu daerah S = R = L Hal ini dilakukan dengan cara mengumpan balik output Q' ke gerbang I dan output Q ke gerbang 3. Jika input J = K = 0, dan keadaan awal Q adalah 0, maka dengan rangkaian JK ini akan dihasilkan nilai 1, tetapi ketika nilai awal Q adalah I ternyata dihasilkan nilai 0. Ini berarti unutk keadaan J = K=0, dihasilkan output yang berkebalikan dengan harga awal. Untuk input J = 0 dan K = l, didapat, apapun keadaan awal Qnya, ternyata menghasilkan keadaan akhir Q= 1. Tetapi bila input J=1 dan K=0 malah menghasilkan output yang bernilai 1 semua, tidakpeduli nilaiawalQnya.Sedangkan untuk input J= K= l, didapat hasil yang berkebalikan dengan keadaan awal. Misal bila Q awal adalah 0, maka keadaan akhir adaiah l. Begitu pula sebaliknya. Berikut adalah simbol dari JKFF.

Gambar 7.

Berikut adalah gambar rangkaian dari JKFF.

Gambar 8.

Dari rangkaian diatas, dapat ditemukan tabel kebenarannya. INPUT S R Q 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 AWAL Q 1 0 1 0 1 0 1 0 Q 0 1 1 1 0 0 1 0 OUTPUT AKHIR Q 1 0 0 0 1 1 0 1

Bisa disingkat menjadi: J 0 1 0 1 K 0 0 1 1 Qt+1 Qt 1 0 Not Qt Keterangan Tidak ada perubahan Set Reset berkebalikan

J-K Master Slave Flip-Flop (JKMS) Pada rangkaian IC yang sesungguhnya tiap-tiap flip-flop selain dilengkapi denganterminal input, output dan clock, juga dilengkapi dengan terminal preset (pr)lan terminal clear (Cr), atau kadang-kadang disebut reset. Kalau terminal Pr diberi pulsa 0 maka output akan menjadi 1. Sedangkan bila clear diset 0 rnaka output Q akan ikut menjadi 0 juga. Berikut adalah tabel hubungan preset (Pr), clear (Cr) dan clock (Ck) dengan output (Q). Pr 0 0 1 Cr 0 1 1 Ck 1 0 1 Q 0 1 X

Tanda X diatas berarti keadaan ini mengikuti tabel kebenaran. Tabel kebenaran untuk JKMS sama dengan tabel kebenaran JKFF. Perbedaannya hanya pada saat kapan output Q berubah. Pada JKMS, Q berubah pada saat pulsa clock berubah dari I ke 0. atau pada saat trailing edge (pada saat pulsa turun). Berikut adalah rangkaiannya

Gambar 9. Togle Flip-flop (TFF) TFF merrrpakan pengernbangan dari JKFF. Dengan menghubungkan input j dan K menjadi satu maka akan didapat TFF. Berikut adalah simbol TFF.

Gambar 10.

Bentuk rangkaiannya sebagai berikut

Gambar 11. Berikut adalah tabel kebenarannya INPUT T 0 0 1 1 Bisa diringkas menjadi: Pr 0 1 Qt+1 Qt Not Qt Keterangan Tidak berubah Berkebalikan Q 0 1 0 1 OUTPUT AWAL Q 1 0 1 0 Q 0 1 1 0 AKHIR Q 0 0 0 1

VI.

METODE PERCOBAAN ALAT PERCOBAAN 1. 2. 3. 4. IC TTL 7400 dua buah, IC 7410 (NAND 3 input) dua buah Breadboard Trainer Kabel penghubung

TATA LAKSANA 1. Membuat Set Reset Flip-Flop (SRFF) a. Siapkan Trainer (ingat trainer dalam keadaan off), rangkai IC 7400 (IC rangkaian gerbang NAND) yang akan digunakan pada bread board. Jangan lupa pasang Vcc (kaki 14) pada input (+5 v) dan ground-nya (kaki 7). Lihat gambar berikut :

b. Rangkai semua komponen seperti gambar berikut :

c. Setelah siap, laporkan kepada asisten. d. Nyalakan trainer dan coba kombinasi harga input S dan R seperti urutan pada bagian hasil percobaan. e. Catat semua hasil ini pada tabel input berikut

10

Input S R

Output Akhir Q

2. Membuat Data Flip-Flop (DFF) a. Ubah rangkaian dari SRFF dengan menambahi sebuah gerbang NAND (gerbang 5, yang berarti praktikan harus memakai 2 IC NAND). Lihat gambar ini :

b. Buat tabel kebenaran dengan memvariasi input. c. Catat semua hasil ini pada tabel berikut Input D 0 1 Output Akhir Q

3. Membuat Data Edge Triggered Flip-Flop a. Ambil 2 buah IC 7410 (IC NAND 3 input), rangkai komponen sebagai berikut :

b. Untuk konfigurasi gerbang IC 7410 sebagai berikut :

11

c. Buat table kebenaran dengan memvariasi input d. Catat semua hasil ini pada table berikut: INPUT D 0 1 OUTPUT AKHIR Q

4. Membuat J K Flip-Flop (JKFF) a. Ambil 2 buah IC 7400, rangkai komponen sebagai berikut:

b. Buat table kebenaran dengan memvariasi input c. Catat semua hasil ini pada table berikut: INPUT J 0 0 1 1 K 0 1 0 1 OUTPUT AKHIR Q

5. Membuat J K Mater Slave Flip-Flop a. Ambil 2 buah IC 7400, rangkai komponen seperti berikut:

12

b. Buat table kebenaran dengan memvariasi input. c. Catat semua hasil ini pada table berikut: INPUT J 0 0 1 1 K 0 1 0 1 OUTPUT AKHIR Q

6. Membuat Togle Flip-Flop (TFF) a. Ambil 2 buah IC 7400, rangkai komponen seperti berikut:

b. Buat table kebenaran dengan memvariasi input. c. Catat semua hasil ini di bagian hasil percobaan: INPUT J 0 0 1 1 K 0 1 0 1 OUTPUT AKHIR Q

13

VII.

DATA HASIL
Berikut data hasil dua percobaan pertama yang berhasil saya lakukan: 1. Set Reset Flip-Flop INPUT S R 0 0 0 1 1 0 1 1 2. Data Flip-Flop INPUT OUTPUT D Q 0 0 1 1

OUTPUT 0 0 1 1

VIII. ANALISIS DATA


Berdasarkan data hasil pengamatan, dapat saya analisa bahwa: Pada rangkaian Set-Reset Flip-Flop, hasil keluaran akan sama dengan masukan yang melalui input S. Pada Data Flip-Flop, hasil keluaran sama dengan masukkan meskipun nilai awalnya berbeda.

IX.

PEMBAHASAN A. Prinsip Kerja Rangkaian Flip-Flop Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika dasar seperti transistor, resistor dan diode yang di rangkai menjadi suatu gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial. Salah satu hal yang menarik dalam rangkaian flip-flop dengan gerbang Boolean NAND adalah kita dapat membuat memori dengan mereka. Jika gerbang diatur dengan benar, maka mereka (susunan rangkaian) akan dapat mengingat nilai input. Konsep sederhana ini adalah dasar dari RAM (Random Access Memory) di computer dan juga dapat dibuat untuk berbagai macam sirkuit bermanfaat lainnya. Memori bergantung pada konsep yang disebut umpan balik. Artinya, output dari gerbang dimasukkan kembali ke input. Rangkaian umpan balik yang paling sederhana mungkin menggunakan dua inverter ditunjukkan berikut ini:

14

Jika mengikuti jalur umpan balik seperti gambar diatas, dapat dilihat bahwa jika Q bernilai 1, maka akan selalu 1. Begitu pula jika Q bernilai 0 maka akan selalu 0. Meski sirkuit diatas tidak memiliki kegunaan yang banyak (atau bahkan dapat dikatakan tidak berguna) namun setidaknya prinsip kerja sirkuit diatas telah memberikan pengertian bagaimana rangkaian flip-flop (atau rangkaian umpan balik) bekerja. Dalam sirkuit yang sebenarnya, kita dapat menggunakan pendekatan umpan balik inventer sederhana semacam ini. Sebuah rangkaian umpan balik yang lebih bermanfaat menggunakan dua gerbang NAND, seperti berikut:

Sirkuit ini memiliki dua input (R dan S) dan dua output (Q dan Q). Karena umpan balik, tabel logikanya akan sedikin berbeda dibandingkan dengan yang kita lihat sebelumnya, yaitu seperti berikut: R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 Q 1 0 Q' Illegal 0 1 Remembers

Tabel menunjukkan bahwa: Jika R dan S berlawanan satu sama lain maka Q akan mengikuti S dan Q merupakan kebalikan dari Q, Jika kedua R dan S yang beralih ke 1 secara bersamaan, maka rangkaian akan mengingat apa yang sebelumnya direpresentasikan pada R dan S.

15

Set Reset Flip-Flop

Ketika sinyal pada garis S meninggi, jalur lain ke gerbang NAND dari sirkuit kemudi pulsa juga harus tinggi agar menghasilkan output yang rendah. Demikian juga, pulsa clock harus memiliki gerbang reset NAND yang tinggi untuk menerima pulsa reset yang tinggi pula. Oleh karena ini, semua transisi akan disinkronasi ke waktu. Bentuk dari sinyal jika digambarkan dalam time wave akan berupa seperti berikut:

Keluaran Q pada R-S flip-flop tidak dapat segera merespon masukan S dan R sebelum ada masukan klok. Respon keluaran R-S flip-flop dari masukan-masukannya dapat dilihat dalam tabel :

Kondisi respon R-S flip-flop dengan klok sama seperti kondisi respon tanpa klok, bedanya keluaran hanya merespon masukan S dan R

16

setelah terjadi klok = 1. Kinerja rangkaian R-S flip-flop terdetak dapat disimpulkan sebagai berikut: Keluaran Q selalu mengikuti masukan S selama Clk = 1 dan masukan S dan R berbeda, Rangkaian mempunyai dua mode memori (keluaran Q tetap sesuai keadaan sebelumnya) bila : - Klok Clk = 0 tanpa memperhatikan masukan S dan R - Klok Clk =1, dan R=S=0 Kondisi masukan invalid terjadi bila R=S=Clk=1

D Flip-Flop Rangkaian D flip-flop yang dibentuk oleh gerbang NAND ditunjukkan dalam gambar berikut.

Rangkaian ini sama seperti R-S flip-flop yang menggunakan NAND, tetapi antara masukkan S dan R terpasang inverter yang membuat masukan R merupakan komplemen masukan S.

Tabel ii Pengesetan masukan klok Clk pada level 0, berarti masukkan gerbang NAND 3 dan 4 berlogik 0, keadaan ini menyebabkan keluaran kedua gerbang NAND tersebut berlogik 1, yang tidak mengubah keadaan keluaran pengancing gerbang NAND 1 dan

17

2. Rangkaian ini dalam keadaan mode memori sepanjang klok Clk=0, lihat tabel diatas. Pengesetan masukan klok Clk pada level 1, terjadi perpindahan kontrol keluaran rangkaian D flip-flop, pada masukan D. Keluaran Q=1 bila masukan D=1, dan keluaran Q=0 bila masukan D=0. Keluaran Q rangkaian D flip-flop selalu sama dengan masukan D, sepanjang klok Clk=1. Sedang keluaran Q selalu merupakan komplemen dari masukan D. Dalam kenyataan pengesetan klok Clk=1 membuat keluaran Q=D dan Q=NOT D. Rangkaian D flip-flop tidak mempunyai mode masukan invalid sebagaimana terjadi pada R-S flip-flop. Dengan adanya inverter pada salah satu masukan S-R flip-flop, kondisi invalid tidak akan terjadi. Mode invalid terjadi pada R-S flip-flop saat keadaan kedua masukan R-S flip-flop berlevel 1 untuk waktu sama. Keluaran Q selalu sesuai dengan masukan D selama Clk=1, dengan kata lain dalam rangkaian sepertinya masukan D berhubungan langsung dengan keluaran Q, atau melalui inverter dengan keluran Q. Mode memori R=S=0, ketika Clk=1 pada R-S flip-flop tidak terjadi dalam D flip-flop, keadaan memori dalam D flip-flop hanya dapat terjadi ketika Clk=0, lihat baris pertama pada Tabel ii. Kinerja dari D flip-flop dapat dirangkum sebagai berikut : 1. Keluaran Q selalu mengikuti masukan D sepanjang klok Clk=1 2. Flip-flop dalam keadaan mode memori sepanjang klok Clk=0 3. Rangkain tidak mempunyai kondisi operasi invalid.

B. Fungsi Clock pada rangkaian Rangakaian clock berfungsi untuk pembentuk/membangkitkan pulsa/gelombang kotak secara terus-menerus dan rangkaian ini tidak mempunyai kondisi stabil/setimbang. Rangkaian clock termasuk golongan Astabil Multivibrator. Output rangkaian clock digunakan untuk input rangkaian-rangkaian logika yang sekuensial (berhubungan dengan waktu), dalam hal ini yang dimaksud rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian flip-flop. Adapun fungsi rangkaian clock yaitu, untuk mengatur jalannya data dalam penggeseran ke kanan atau ke kiri, maupun dalam perhitungan/pencacahan bilangan biner.

18

C. Penggunaan gerbang NAND Gerbang NAND (dan juga gerbang NOR) dapat dikatakan sebagai gerbang universal karena kombinasi dari keduanya dapat digunakan untuk menyelesaikan setiap operasi dasar dan dapat menghasilkan sebuah inverter (pembalik), sebuah gerbang OR atau sebuah gerbang AND. Gerbang NAND bisa didapat dengan menggunakan IC 7400.

Susunan gerbang NAND yang ada pada IC 7400

Teori DeMorgan:

Teorema logika paling penting untuk elektronik digital, teorema ini mengatakan bahwa setiap ekspresi biner logis tetap tidak berubah jika kita: 1. 2. 3. 4. Mengubah semua variable untuk komplemen mereka, Mengubah semua operasi AND menjadi OR, Mengubah semua operasi OR menjadi AND, Mengambil komplemen dari seluruh pernyataan.

Cara operasional praktis untuk melihat Teorema DeMorgan adalah bahwa bar inversi (inversion bar) dari sebuah ekspresi dapat dipecah pada setiap titik dan operasi pada titik tersebut digantikan oleh lawannya (yaitu, AND diganti dengan OR atau sebaliknya).

19

Pada gambar diatas, dua bentuk Teorema DeMorgan diimplementasikan dengan gerbang dasar.

Kenapa Menggunakan Gerbang NAND? Seperti yang sudah disebutkan diatas, bahwa gerbang NAND dapat dikatan sebagai gerbang universal karena dapat digunakan untuk menyelesaikan operasi dasar. Hal ini mungkin karena berdasarkan teori DeMorgan yang telah dijelaskan sebelumnya, kita akan mendapatkan hal sebagai berikut:

Aplikasi Gerbang NAND Pada Rangkaian Misalnya anda ingin output yang tinggi jika A atau B adalah tinggi tetapi C rendah. Ekspresi boolean dan versi langsung dari gerbang ini adalah:

Tapi tugas yang sama dapat dicapai dengan gerbang NAND saja karena NAND adalah gerbang universal. Sirkuit terpadu seperti 7400 membuat praktis.

20

Dapat dikatakan, tujuan penggunaan NAND adalah menyederhanakan rangkaian yang semula membutuhkan gerbang lain semisal OR, NOT dan AND dapat disederhanakan dengan IC yang memiliki tipe NAND sehingga akan menjadikan rangkaian yang lebih efisien (karena beberapa gerbang lain sudah dihilangkan).

X.

KESIMPULAN Rangkaian flip-flop bekerja secara sekuensial, dimana rangkaian akan memproses atau menghasilkan keluaran secara bergantian. Penggunaan clock pada system rangkaian ditujukan sebagai pencacah biner. Adapun tujuan dominasi penggunaan gerbang NAND yaitu untuk menyederhanakan rangkaian sehingga tidak diperlukan banyak IC bertipe lain (OR, AND, atau yang lainnya) lagi.

21

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL (MIE1855) SEMESTER GENAP 2011/2012

disusun oleh: YUSUF SYAIFUDIN 11/313303/PA/13672

Mengetahui: Asisten Praktikum

ROSSENA HARISMA RASUL 09/283128/PA/12452

22

DAFTAR PUSTAKA
1. Paul B Zabar & Albert P. Malvino. 1983. Basic Electronics: a Text-lab Manual. 5th ed. Mc Graw-Hill Book. (p329 334) 2. H. V. Malmstadt. 1969. Digital Electronics for Scientist. W.A. Benjamin, Inc. (p188 207) 3. Hill, Freedic. Introduction to Switching Theory and Logic Design. 2nd ed. (p213 217) 4. Bernard Grob. 1984. Basic Electronics. 5th ed. Mc Graw-Hill Book. (p671) 5. Peter Waiganjo Wagacha. 2004. Digital Electronics (ICS 217). 6. http://www.uonbi.ac.ke/acad_cepts/ics/course_material/digital_electronics/ICS217Digi talElectronics/mainpage.htm 7. http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/electronic/flipflop.html#c1 8. http://www-ihs.theoinf.tu-ilmenau.de/~sane/projekte/flipflop/embed_flipflop.html 9. http://computer.howstuffworks.com/boolean4.htm

Kredit gambar: http://cpuville.com/images/register_2.jpg http://www.premiumorange.com/daniel.robert9/Digit/images/7410_7412.GIF http://www.technology2skill.com/microprocessor_basic/microp_basic_picture/asynchronousJK. gif

23

APLIKASI FLIP-FLOP DI DUNIA NYATA


Prinsip kerja rangkaian flip-flop yang sudah dijelaskan dibagian pembahasan menyisakan pertanyaan sejauh mana kegunaan rangkaian flip-flop dalam kehidupan sehari-hari? Jawaban dari pertanyaan ini cukup banyak, dan akan dibahas beberapa saja. Rangakaian flip-flop yang pada dasarnya merupakan rangkaian elektronika yang membangkitkan pulsa hidup dan mati secara bergantian dan terus menerus. Pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa: pembuatan rangkaian pengusir nyamuk dan lampu LED yang nyala redup secara bergantian. Selain itu, Static RAM yang digunakan pada computer juga menggunakan rangkaian flip-flop dengan arus kecil untuk memelihara logikanya. Pada SRAM atau RAM statik, nilai-nilai biner biner dengan menggunakan konfigurasi gerbang-gerbang logika flip-flop tradisional.

RAM STATIS Dalam RAM statis, bentuk flip-flop memegang setiap bit memori. Sebuah flip-flop untuk sel memori mengambil empat atau enam transistor bersama dengan beberapa kabel, tetapi tidak pernah harus refresh. Hal ini membuat RAM statis signifikan lebih cepat daripada RAM dinamis. Namun, karena memiliki bagian yang lebih, sel memori statis membutuhkan ruang lebih banyak pada sebuah chip dari sel memori dinamis. Oleh karena itu, Anda mendapatkan memori kurang per chip, dan yang membuat RAM statis jauh lebih mahal.

FLIP-FLOP LED Rangkaian flip flop ini merupakan free runing multifibrator yang diberikan beban berupa LED pada setiap sisi transisi perubahan sinyal outputnya. Rangkaian flip flop dengan LED ini cukup sederhana, yaitu disusun dengan 2 unit transistor 2N3904 dan 2 unit tank circuit yang disusun dengan rangkaian RC. LED sebagai indikator perubahan sinyal yang dipasang pada setiap sisi rangkaian flip flopini akan menyala secara bergantian dengan waktu menyala dan padam sama dengan proses charge dan discharge muata kapasitor. Rangkaian flip flop ini cukup sederhana seperti terlihat pada gambar berikut:

24

Prinsip kerja rangkaian flip flop diatas adalah pada saat rangkaian diberikan sumber tegangan maka kapasitor 10uF akan dicharge melalui R 470 dan LED kemudian akan diteruskan untuk memberikan triger ke basis transistor sehingga transistor akan ON dan menyalakan LED. hal ini terjadi secara bergantian pada setiap sisi, sehingga lampu LED akan menyala secara bergantian pula.

RANGKAIAN PENGUSIR NYAMUK Rangkaian dasar dari pengusir nyamuk elektronik adalah rangkaian flip-flop, hanya frekuensinya saja yang harus diatur, rangkaian ini menggunakan flip-flop dengan bentuk gelombang yang tidak simetri sehingga diperoleh frekuensi dasar 5 KHz dengan komponen harmoniknya. Frekuensi tersebut cukup membuat nyamuk-nyamuk merasa sangat terganggu, sehingga mereka akan pergi menjauh.

Daftar komponen rangkaian Pengusir Nyamuk: R1, R2 10 K R3, R4 560 K C1 82 pF C2 330 pF Tr1, Tr2 BC 547