Anda di halaman 1dari 5

Nama : Faradella Nofitasari NIM : P07133111049 (09) Kelas : NONREGULER-A

GONORRHEA
Definisi Gonorrhea atau gonore merupakan penyakit kelamin yang bersifat akut, yang pada permulaan, terjadi pengeluaran nanah dari orifisium uretra eksternum sesudah melakukan hubungan kelamin. Merupakan infeksi menular seksual tertua yang pernah dilaporkan dalam berbagai literatur. Nama lain Kencing nanah, uretritis spesifik , GO Epidemiologi Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Terjadi di seluruh dunia; menyerang laki-laki dan perempuan semua usia, terutama kelompok dewasa muda. Jenis yang kebal obat sekarang muncul secara umum di mana-mana. Selama beberapa bulan, pasien yang tidak diobati bisa menulari orang lain. Terinfeksi dengan klamidia pada saat yang bersamaan juga bukanlah hal yang janggal. Ciri-ciri Organisme Bakteri Gram negatif Diplokokus non motil Diameter mendekati 0,8 m Berbentuk ginjal. Ketika berpasangan, sisi yang cekung akan berdekatan.

Gejala dan tanda Pada laki-laki dan perempuan, infeksi ini bisa tanpa gejala. Pada laki-laki, cairan yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi. Biasanya orang menderita sakit waktu kencing. Bila orang melakukan seks anal, mungkin juga keluar cairan yang sama dari dubur. Pada perempuan, gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak terdeteksi. Mungkin ada perasaan tidak enak waktu kencing. Selain itu, mungkin ada sedikit cairan dari dan sedikit gangguan di vagina. Infeksi yang kronis umum terjadi dan bisa menyebabkan kemandulan. Bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore, matanya merah dan bengkak. Dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental. Kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera diberikan. Diagnosis adalah dengan pemeriksaan mikroskopik gram-strain dari smear yang diambil dari cairan itu atau pun dengan cara pembiakan. Patogenesis

Gonococci menyerang membran selaput lendir dari saluran genitourinaria, mata, rektum dan tenggorokan, menghasilkan nanah akut yang mengarah ke invasi jaringan; hal yang diikuti dengan inflamasi kronis dan fibrosis. Pada pria, biasanya terjadi peradangan uretra, nanah berwarna kuning dan kental, disertai rasa sakit ketika kencing. Infeksi uretral pada pria dapat menjadi penyakit tanpa gejala. Pada wanita, infeksi primer terjadi di endoserviks dan menyebar ke uretra dan vagina, meningkatkan sekresi cairan mukopurulen, yang kemudian dapat berkembang ke tuba uterina, menyebabkan salpingitis, fibrosis dan obliterasi tuba. Bakterimia yang disebabkan oleh gonococci mengarah pada lesi kulit (terutama Papula dan Pustula yang hemoragis) yang terdapat pada tangan, lengan, kaki dan tenosynovitis dan arthritis bernanah yang biasanya terjadi pada lutut, pergelangan kaki dan tangan. Endokarditis yang disebabkan oleh gonococci kurang dikenal namun merupakan infeksi yang cukup parah. Gonococci yang menyebabkan infeksi lokal sering peka terhadap serum tetapi relatif resisten terhadap obat antimikroba. Sebaliknya, gonococci yang masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi yang menyebar biasanya resisten terhadap serum tetapi peka terhadap penisilin dan obat antimikroba lainnya serta berasal dari auksotipe yang memerlukan arginin, hipoxantin, dan urasil untuk pertumbuhannya.

Manifestasi Klinis Gejala dan tanda pada pria dapat muncul 2 hari setelah paparan dan mulai dengan uretritis, diikuti oleh sekret purulen, disuria dan sering kencing. Sebagian besar pria yang terinfeksi akan memperlihatkan gejala dalam 2 minggu setelah inokulasi oleh organisme ini. Pada beberapa kasus, pria terinfeksi akan segera berobat karena gejala yang mengganggu. Pada wanita, gejala dan tanda timbul dalam 7-21 hari, dimulai dengan sekret vagina. Apabila tidak diobati maka tanda-tanda infeksi meluas biasanya mulai timbul dalam 10-14 hari. Tempat penyebaran paling sering pada perempuan adalah pada uretra dengan gejala uretritis, disuria, dan sering kencing. Infeksi yang menyebar ke daerah endometrium dan tuba falopi menyebabkan perdarahan abnormal vagina, nyeri panggul dan abdomen, dan gejala-gejala PID (Pelvic Inflammatory Disease) progresif apabila tidak diobati. Secara umum gejala yang biasanya timbul adalah sebagai berikut: Keluarnya cairan hijau kekuningan dari vagina Demam Muntah-muntah Rasa gatal dan sakit pada anus serta sakit ketika buang air besar, umumnya terjadi pada wanita dan homoseksual yang melakukan anal seks dengan pasangan yang terinfeksi Rasa sakit pada sendi Munculnya ruam pada telapak tangan Sakit pada tenggorokan (pada orang yang melakukan oral seks dengan pasangan yang terinfeksi) Dapat terjadi konjungtivitis (resiko tinggi pada perinatal transmission)

Adapun gejala spesifik pada pria antara lain sebagai berikut : 1. Uretritis Keluhan umumnya berupa rasa gatal dan panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum, kemudian disuria, ujung uretra mengeluarkan cairan bening atau cloudy yang terkadang disertai darah dan perasaan nyeri saat ereksi. 2. Epidydimitis Pembengkakan kelenjar testis disertai rasa sakit.

3. Prostatitis Prostatitis ditandai dengan perasaan tidak enak pada daerah perineum dan suprapubis, demam, nyeri saat kencing, sampai hematuri, spasme otot uretra sehingga terjadi retensi urin, sulit buang air besar dan obstipasi. Terasa tidak enak pada perineum bagian dalam dan rasa tidak enak bila duduk terlalu lama. Sebenarnya, sebagian besar wanita tidak menunjukkan gejala (asimtomatis). Adapun gejala yang mungkin muncul pada wanita antara lain sebagai berikut : 1. Servisitis Gejala yang tidak spesifik. Terjadi pengeluaran abnormal melalui vagina, pendarahan di luar siklus menstruasi, disuria, disertai rasa sakit pada bagian bawah abdominal. Temuan klinis meliputi pengeluaran sekret mukopurulen atau purulen. 50% wanita tidak mengalami gejala. Gejala dapat muncul setelah 10 hari infeksi. 2. Uretritis Gejala utama ialah disuria terkadang poliuria. Pada pemeriksaan, orifisium uretra eksternum tampak merah, edematosa dan terdapat sekret mukopurulen. 40-60% penderita dengan infeksi gonococcus serviks mengalami uretritis. 3. Bartholinitis Labium mayor pada sisi yang terkena membengkak, merah, dan nyeri bila ditekan. Kelenjar bartholin membengkak, terasa nyeri sekali bila penderita berjalan dan penderita sukar duduk. Bila saluran kelenjar tersumbat dapat timbul abses dan dapat pecah melalui mukosa atau kulit. Kalau tidak diobati dapat menjadi rekuren atau menjadi kista. Penatalaksanaan Penisilin G prokain dengan dosis 2,4 4,8 juta unit + 1 g probenesid Ampisilin / amoksilin 3,5 g + 1 g probenesid. Tiamfenikol 2,5 3,5 g IM dosis tunggal. Kanamisin 2 g dosis tunggal. Rifampisin 900 1200 mg dosis tunggal.

Sumber

: http://www.scribd.com/search?query=penyakit+menular+seksual http://www.scribd.com/doc/64359851/PENYAKIT-MENULAR-SEKSUAL