P. 1
Standar Operating Procedure

Standar Operating Procedure

|Views: 644|Likes:
Dipublikasikan oleh Hertha Erika

More info:

Published by: Hertha Erika on Mar 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2013

pdf

text

original

5

2.7

Standar Operating Procedure (SOP) SOP adalah suatu perangat instruksi atau langkah yang dibakukan untuk

menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu. SOP memberikan langkah yang benar dan terbaik untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi. SOP merupakan konsensus bersama untuk jalan terbaik dalam memberikan pelayanan (Lumenta, 2011 ). 2.7.1 Tujuan Umum SOP Menjaga proses kerja rutin terlaksana dengan efisien, efektif, konsisten atau uniform dan aman sehingga mutu pelayanan dapat ditingkatkan melalui pemenuhan standar yang berlaku (Lumenta, 2011).

2.7.2

Tujuan Khusus SOP

Tujuan khusus SOP meliputi antara lain. 1. Menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan keamanan petugas dan lingkungan dalam melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan tertentu. 2. Sebagai acuan (check list) dalam pelaksanaan kegiatan tertentu bagi sesama pekerja, supervisor, surveyor, dsb. 3. Menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi serta

pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatan. 4. 5. 6. Sebagai parameter untuk menilai mutu pelayanan. Menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien dan efektif. Menjelaskan alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas terkait.

b. diantaranya (Lumenta. Spesific (spesifik). Sangat penting untuk mencapai keberhasilan pencapaian sistem mutu dengan menyediakan informasi bagi petugas dalam melakukan tugas secara efektif. diantaranya (Lumenta. Applicable (mudah diaplikasikan). 2. Understandable (mudah diketahui atau dipahami). 2011). 9.4 Kriteria Dokumen SOP Dokumen SOP (Standard Operating Procedures) memiliki beberapa kriteria. . sehingga faktor keamanan dan keselamatan menjadi lebih terjamin dan terkendali. Dapat digunakan sebagai perangkat audit.6 7. Complete (lengkap). b. 2011). a.3 Manfaat SOP SOP banyak memberikan manfaat bagi sebuah organisasi atau instansi. c. Mengurangi terjadinya miskomunikasi. 8. a. Sebagai dokumen sejarah bila telah dibuat revisi SOP yang baru (Lumenta.7. d.7. c. Meminimalkan variasi (perbedaan) proses dan mendorong pencapaian mutu sehingga pelaksanaan proses kerja atau prosedur menjadi baku. d. Sebagai dokumen yang digunakan untuk pelatihan. Sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja bila terjadi suatu kesalahan atau dugaan malpraktek dan kesalahan administratif. 2011). 2. serta menghasilkan standardisasi mutu dan produktivitas (output) yang terpadu.

Jenis dan Ruang Lingkup SOP a. c. Controllable (terkendali atau terkontrol). f. mudah dibaca. asuhan. keperawatan.7 e. f. terapi. Tidak ambigu (makna ganda) dan jelas. b. 2011). Ringkas. Tidak mengandung istilah “anda”. keperawatan. dan profesi lainnya. runtut. SOP pelayanan (manajerial) : merupakan SOP pelayanan medis. SOP memuat proses kerja untuk diagnostik. Changeable (mudah berubah untuk disesuaikan). g. d.7. Teknik Penulisan SOP Dalam pembuatan SOP (Standard Operating Procedures) terdapat teknik 2. tindakan. “kamu”.5 penulisan.6 Dapat ditambahkan flowchart untuk menggambarkan prosedur. Auditable (mudah dilakukan audit). diantaranya (Lumenta. rinci. bila lebih dibuat dalam SOP baru). Jenis SOP Jenis SOP antara lain : 1. Gunakan standar penulisan yang telah ditentukan organisasi (bila ada). diupayakan sederhana dan pendek (maksimal 20-25 tahapan. 2. penunjang medis yang berumah sakitifat manajerial atau administratif atau berhubungan dengan pelayanan pasien . e.7. dan dipahami. a. SOP profesi (keilmuan atau teknis) : merupakan SOP keilmuan atau teknis untuk profesi medis. Tahapan prosedur tidak bertele-tele atau terlalu panjang. Adapun teknik penulisan dalam SOP (Standard Operating Procedures).

4. prosedur visite atau ronde. Pelayanan medis. seleksi staf medik. dsb. dsb. kamar bedah. dan kegiatan non-medis (Lumenta. SOP persiapan pasien operasi. standar peralatan keperawatan. dsb. prosedur pengelolaan perbekalan farmasi yang kedaluarsa. pemilihan ketua SMF. Contoh : SOP pemeriksaan (teknis) laboratorium. pelayanan gawat darurat. prosedur rujukan keluarga rumah sakit. standar pelayanan radiologi. 5. 2011). SOP pelayanan (manajerial) mencakup pelayanan medis secara umum : Contoh : Prosedur dokter jaga ruangan. Pelayanan profesi lain meliputi : Laboratorium. prosedur masuk atau keluar ICU. farmasi. pertemuan kilinik. rawat jalan.8 SOP administratif : mengatur tata cara kegiatan dalam organisasi termasuk hubungan antar unit kerja. 2. rehabilitas medis. rawat inap. dsb. Pelayanan keperawatan Contoh : SOP atau standar asuhan keperawatan. prosedur pelayanan perbekalan farmasi. Ruang Lingkup SOP Ruang lingkup pelaksanaan SOP meliputi : 1. radiologi. ICCU atau ICU. meliputi : Komite medis atau SMF. prosedur pengadaan obat atau alkes. 3. SOP administrasi umumnya mencakup kegiatan di unit non-medis : . prosedur konsultasi medis. b. dsb.

penerimaan pegawai. efisien dan aman. Tetapkan telaah kebijakan yang mendasari suatu prosedur atau proses kerja. prosedur asuransi. 5. 6.7 Langkah dan Prinsip Penulisan SOP Langkah dan prinsip penulisan SOP meliputi. harus jelas bahwa SOP tersebut harus dilaksanakan dengan langkah alternatif untuk sebagian atau seluru langkah. Langkah disusun berdasarkan logika untuk menyelesaikan proses kerja secara efektif. 11. dsb (Lumenta. petunjuk teknis penyelenggaraan rekam medis. Tetapkan hasil atau out come yang diharapkan. 1. Tetapkan prosedur sebagai prosedur wajib dan sebagai dokumen pedoman wajib. 2011).9 Contoh : Prosedur pendaftaran pasien.7. Tetapkan siapa yang berwenang untuk melaksanakan prosedur tersebut. Tulis indikasi dan kontraindikasi baik berupa resiko. 2. SOP dibuat secar terorganisir dan independen. 10. Tuliskan peralatan atau fasilitas yang diperlukan. 8. . mutasi pegawai. 7. SOP dibuat sebelum suatu proses kerja dilaksanakan dengan berpedoman berdasarkan literatur dan masukan informasi dari staf atau petugas terkait. 3. 2. 9. Dapat disertai dengan bagan atau flow chart untuk mempermudah atau mempercepat pemahaman uraian tahapan kegiatan. Pertimbangan prosedur merupakan suatu prosedur menyeluruh atau terdiri dari kumpulan beberapa prosedur yang lebih kecil. 4. peringatan dan hal-hal yang perlu diwaspadai.

2011). petugas penulis SOP. Format SOP Format SOP yang digunakan adalah sesuai dengan surat edaran dari direktur pelayanan medis spesialistik tentang bentuk Standar Operating Procedur (SOP). Bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang biasa digunakan seharihari. petugas yang akan melaksanakan pemeliharaan alat yang digunakan dalam proses kerja tersebut. apakah proses kerja tersebut menciptakan limbah. Format ini bisa dikembangkan sesuai dengan ketentuan rumah sakit yang bersangkutan.7.9 dampak spesifik lainnya untuk rumah sakit (Lumenta. tidak bermakna ambigu. Evaluasi hasil uji coba pelaksanaan SOP. 2. sederhana.8 Prioritas SOP Proses kerja untuk SOP perlu dipilih dan dikaji untuk informasi tentang : 1. 17. dampak yang akan timbul terhadap pelayanan pasien. Harus ada tahap uji coba SOP. pengulangan pekerjaan. susunan pendek. dampak masalah kepada petugas. 2011).7. petugas kesehatan lingkungan atau K3 atau Infeksi nosokomial (Lumenta. 13. 14. Jelaskan bahan bacaan acuan yang perlu dibaca termasuk SOP lainnya. Sebaiknya SOP disusun oleh suatu tim yang terdiri dari petugas yang akan melaksanakan proses kerja.10 12. 2. Format SOP dan Petunjuk Pengisian SOP 1. 3. 16. keperluan peralatan baru. . 15. 4. 2. Sosialisasi SOP. masalah waktu.

dst. nomor dokumen. k. ditetapkan direktur. d.Petunjuk Pengisian SOP : a. tanda tangan dan nama lengkap. i. f. nomor dokumen disesuaikan dengan ketentuan rumah sakit. tanggal terbit diberi sesuai tanggal terbitnya. kotak heading : terdiri dari kotak-kotak rumah sakit. kotak rumah sakit diberi nama rumah sakit. misalnya : prosedur. h. misal : prosedur pengadaan bahan logistik. halaman. prosedur tetap. prosedur tetap. g. petunjuk pelaksanaan. heading dicetak pada setiap halaman. 3. dokumen revision diberi nomor 1. tanggal terbit. contoh : halaman pertama : 1-5. judul SOP. dapat diberi logo. judul SOP. b. j. Unsur SOP SOP berisi tentang : . prosedur kerja. nomor revisi merupakan status revisi. kotak heading pada halaman hanya memuat : kotak nama rumah sakit. nomor revisi dan halaman. nomor revisi. e. Untuk dokumen baru pemberian dapat diberi nomor 0. dokumen baru diberi huruf A. dokumen revisi juga dapat disertai dengan angka. dst. c. nomor dokumen. prosedur tetap diberi penamaan sesuai ketentuan rumah sakit. dibuat secara sistematis dan seragam. ditetapkan direktur diberi tanggal direktur. dsb. dokumen revisi pertama diberi huruf B. halaman diisi nomor halaman yang bersangkutan atau total halaman. dianjurkan menggunakan huruf.11 2. judul SOP disesuaikan dengan proses kerjanya.

12 1. dan staf atau petugas yang berwenang. 5. Prosedur berisikan dengan uraikan tentang langkah kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu. Kebijakan berisi tentang kebijakan rumah sakit atau bidang atau departemen. yang menjadi garis besar dan dasar bagi SOP tersebut. what. 2011). dan how. when. 4. frekuensi dalam proses kerja tersebut dan dilengkapi dengan unsur who. Tujuan berisi tujuan spesifik dari pelaksanaan SOP 3. waktu. Unit terkait berisi tentang unit yang bersangkutan dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tersebut (Lumenta. where. Dapat berisi satu atau beberapa kebijakan. Dapat dicantumkan alat atau formulir atau fasilitas yang digunakan. . Pengertian berisi penjelasan tentang istilah yang mungkin sulit dipahami dan atau definisi 2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->