Anda di halaman 1dari 15

AKTIVA TETAP BERWUJUD

TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR AKUNTANSI II

OLEH : NAMA : JUMAITA M. NUR HASIB NPM : 110401020049 1104010

HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul AKTIVA TETAP BERWUJUD Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian AKTIVA TETAP BERWUJUD atau yang lebih khususnya membahas pengelolahan aktiva tetap berwujud. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Penulis

Kelompok VII

01

DAFTAR ISI Kata Pengantar..01 Daftar isi...02 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang.03 Rumusan Masalah....03 Tujuan..........03 BAB II PEMBAHASAN Pengertian aktiva tetap berwujud.04 Prinsip pengawasan system aktiva tetap berwujud..04 Penilaian aktiva tetap berwujud...05 Pencatatan transaksi perolehan aktiva tetap.....06 Penyusutan aktiva tetap berwujud....06 Pencatatan transaksi penghentian aktiva tetap berwujud.08 Laporan aktiva tetap.12 BAB III PENUTUP Kesimpulan...13 DAFTAR PUSTAKA.....`14

02

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Aktiva tetap berwujud adalah salah satu harta yang dimiliki oleh perusahaan baik perusahaan jasa, perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur. Ada dua penggolongan aktiva tetap yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang mempunyai bentuk fisik dan dapat habis nilai gunanya. Mengingat hal tersebut maka sangat penting apabila kita mempelajari pengelolaan aktiva, baik saat pembelian aktiva, pemakaian aktiva tetap dan penyusutan aktiva tetap.

1.2 Rumusan Masalah : 1. Apakah pengertian aktiva tetap berwujud ? 2. Prinsip apa saja yang digunakan dalam pengelolahan aktiva tetap berwujud ? 3. Bagaimana cara menghitung penyusutan aktiva tetap berwujud ?

1.3 Tujuan : 1. Mengetahui pengertian aktiva tetap 2. Mengetahui prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengelolahan aktap 3. Mengetahui cara menghitung penyusutan aktiva tetap berwujud

03

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN AKTIVA TETAP BERWUJUD Aktiva tetap berwujud (Fixed Assets) atau disebut juga Plant Assets adalah aktiva berwujud yang mempunyai masa penggunaan (manfaat) lebih dari satu tahun. Berdasarkan pengertian tersebut yang dapat digolongkan aktiva tetap adalan tang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. Mempunyai bentuk fisik (tangible), artinya dapat dilihat atau diraba. Dimiliki untuk digunakan dalam aktivitas usaha perusahaan. Artinya dalam usaha normal tidak akan dijual. 3. Mempunyai masa (usia) penggunaan lebih dari satu tahun atau memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi. Contoh aktiva tetap berwujud adalah tanah, gedung, kendaraan, peralatan toko, peralatan kantor, mesin, dan lain-lain. Tanah adalah aktiva tetap berwujud yang dimiliki perusahaan dan tidak dapat disusutkan.

B. PRINSIP-PRINSIP SYSTEM PENGAWASAN AKTIVA TETAP Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengelolalaan aktiva tetap, dalam hubungannya dengan kepentingan pengawasan adalah sebagai berikut: 1. Anggaran (budget) baik untuk pembelian ataupun untuk pemeliharaan aktiva tetap. 2. Ketentuan tertulis yang mengatur kapitalisasi pengeluaran yang berhubungan dengan aktiva tetap. 3. Pencatatan dan pengarsipan dokumen aktiva tetap dalam kartu induk dan kartu eksploitasi. 4. 5. Penetapan nilai residu (nilai sisa) yang relative tepat. Prosedur pemeliharaan aktiva tetap dan pengawasannya.

04

6.

Ada kebijakan untuk memelihara aktiva tetap yang secara ekonomis tidak menguntungkan.

7. 8.

Pemeriksaan yang dilakukan secara periodic. Jaminan asuransi atas kerugian kebakaran dan hal lainnya.

C. PENILAIAN AKTIVA TETAP Sehubungan dengan proses perolehannya, harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebagai berikut: 1. Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga perolehan ditetapkan berdasarkan harga beli, ditambah dengan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penempatan aktiva tetap yang bersangkutan pada tempat kondisi yang siap dipergunakan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya pengangkutan, bea masuk, biaya pemasangan, biaya percobaan, dan lain sebagainya. 2. Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehannya ditetapkan berdasarkan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tetap yang bersangkutan, sampai siap dipergunakan. Biaya-biaya tersebut meliputi biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja, dan biaya-biaya tidak langsung (overhead). 3. Aktiva tetap yang diperoleh dari pertukaran dengan aktiva non kas, harga perolehannya ditetapkan berdasarkan harga pasar aktiva yang diserahkan atau harga pasar aktiva yang diterima, tergantung harga mana yang dipandang lebih wajar. 4. Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehannya ditetapkan berdasarkan harga pasar aktiva yang diterima atau taksiran yang wajar. 5. Aktiva yang diperoleh secara gabungan, harga perolehan masing-masing aktiva ditetapkan berdasarkan alokasi harga perolehan gabungan dengan perbandingan yang wajar.

05

D. Pecatatan transaksi perolehan aktiva tetap 1. Dokumen transaksi yang diperlukan Aktiva tetap dapat diperoleh melelui transaksi pembelian tunai, pembelian kredit, dan transaksi pertukaran dengan aktiva non-kas. Oleh karena itu dokumendokumen transaksi yang diperlukan untuk pencatatan antara lain sebagai berikut.

a. b. c.

Factor dari pabikan atau pihak lainnya sebagai bukti transaksi pembelian; Bukti setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN); Bukti pengeluaran kas, sebagai bukti pembayaran biaya pengangkutan, biaya pemasangan, dan biaya lain sehubungan dengan perolehan aktiva tetap yang bersangkutan;

d.

Bukti memorial, sebagai bukti penghentian dan pengeluaran aktiva tetap yang ditukar dengan aktiva tetap lain.

2.

Pencatatan Transaksi Pembelian tunai Pembelian aktiva tetap dicatat dalam buku jurnal dan kertu induk aktiva tetap.

Pembelian tunai dicatat dalam buku jurnal pengeluaran kan dengan mendebet akun jenis aktiva tetap yang bersangkutan sebesar pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan.

E. Penyusutan Aktiva Tetap 1. Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Aktiva Tetap Besarnya aktiva tetap yang menjadi beban tiap periode akuntansi, bergantung kepada faktor-faktor berikut. a. b. c. d. Harga perolehan aktiva tetap Nilai residua tau nilai sisa Usia ekonomis atau usia manfaat Metode penyusutan yang diterapkan

06

2.

Metode penyusutan aktiva tetap

a.

Metode garis lurus Menrut netode ini harga perolehan akan dialokasikan merata dari tahun ke

tahun selama penggunaan dri aktiva tersebut. Rumus:

Dan tarif penyusutan dapat ditentukan dengan rumus:

= penyusutan

HP = harga perolehan S = nilai sisa

n = taksiran umur t = tariff penyusutan

b.

Metode jumlah angka tahun Menurut metode jumlah angka tahun, penyusutan untuk tiap tahun

penggunaan aktiva tetp jumlahnya menurun. Besarnya penyusutan tiap tahun penggunaan aktiva tetap dihitung dengan rumus sebagai berikut:

NR = nilai residu n = usia ekonomis

07

c.

Metode menurun ganda Dalam metode ini penyusutan tiap tahun penggunaan akiva tetap ditentukan

berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.

d.

Metode satuan jam kerja Dalam penerapan metode ini beban penysutan ditetapkan berdasarkan jam

kerja yang dapat dicapai dalam periode yang bersangkutan.

e.

Metode satuan hasil produksi Dalam metode ini beban penyusutan suatu periode adalah hasil kali jumlah

satuan produk yang dihasilkan dengan tarip penyusutan persatuan produk.

F. PENCATATAN TRANSAKSI PENGHENTIAN AKTIVA TETAP 1. Dokumen transaksi penghentian aktiva tetap Penghentian aktiva tetap adalah memberhentikan aktiva tetap dari pemakaiannya sehingga tidak digunakan lagi dalam aktivitas usaha perusahaan. Bukti transakai pemberhentian aktiva tetap yang dapat dijadikan dokumen pencatatan antaralain : a. b. Bukti penerimaan kas sebagai bukti transaksi penjualan aktiva tetap. Surat order pengeluaran aktiva tetap.

08

c. d.

Bukti memorial. Bukti pengeluaran kas.

2.

Pencatatan Transaksi Penjualan Aktiva Tetap Dalam aktiva tetap yang belum habis masa penggunaannya, karena suatu hal

kemudian dijual, harga perolehan dan penyusutan aktiva tetap yang bersangkutan harus dikeluarkan dari catatan pembukuan. Selisih antara hasil penjualan dan harga buku aktiva tetap yang dijual dicatat sebagai laba / rugi penjualan aktiva tetap , sebagai contoh : Sebuah kendaraan harga perolehan Rp 120.000.000,00 telah disusutkan sebesar Rp 72.000.000,00. Pada tanggal 5 Januari 2011 dijual tunai dengan harga Rp 60.000.000,00. Perhitungan laba / rugi atas transaksi penjualan diatas adalah sebagai berikut : Hasil penjualan..............................................................Rp 60.000.000,00 Harga buku kendaraan : Harga perolehan....................Rp 120.000.000,00 Akumulasi penyusutan........(Rp 72.000.000,00) Harga buku kendaraan..................................................(Rp 48.000.000,00) Laba penjualan aktiva tetap...........................................Rp 12.000.000,00 Transaksi tersebut dicatat dalam buku jurnal : a. Jurnal penerimaan kas : Kas .............................................Rp 60.000.000,00 Penjualan kendaraan..........................................Rp 60.000.000,00

b. Jurnal umum Akumulasi penyusutan kendaraan......Rp 72.000.000,00 Kendaraan.............................................................Rp 60.000.000,00 Laba penjualan aktap............................................Rp 12.000.000,00

09

3.

Pencatatan Transaksi penghentian Aktiva Tetap Apabila aktiva tetap diberhentikan dari pemakaiannya karena alasan rusak

maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan harus dihilangkan dari catatan pembukuan. Apabila aktiva tetap yang bersangkutan dibuang atau dipindahkan maka biaya yang digunakan untuk pemindahan atau pembuangan dicatat sebagai kerugian pemberhentian aktiva tetap. Contoh : Mesin yang diperoleh dengan harga Rp 120.000.000,00 rusak sehingga harus diberhentikan dari pemakaiannya , akumulasi penyusutan mesin tersebut berjumlah Rp 96.000.000,00. Biaya untuk pemindahan sebesar Rp 2.000.000,00 , dibayar tunai. Kerugian akibat pemberhentian aktiva tetap tersebut dihitung sebagai berikut : Harga buku mesin Rp 120.000.000,00 Rp 96.000.000,00 = Rp 24.000.000,00 Biaya pemindahan................................................................Rp 2.000.000,00 Jumlah kerugian....................................................................Rp 26.000.000,00 Transaksi diatas dicatat dalam jurnal sebagai berikut : Kerugian pemberhentian aktap............Rp 26.000.000,00 Akumulasi penyusutan mesin..............Rp 96.000.000,00 Mesin................................................................Rp 120.000.000,00 Kas ...................................................................Rp 4. Pencatatan Transaksi Pertukaran Aktiva Tetap Sering terjadi aktiva tetap yang masih belum habis masa penggunaannya ditukar dengan aktiva tetap yang baru, transaksi demikian bisa disebut transaksi tukar tambah. Selisih antara harga buku dengan harga pertukarannya dicatat sebagai laba atau rugi. Contoh : Pada tanggal 05 januari 2011, PT CITRA JAYA menukar sebuah kendaraan lama dengan kendaraan baru yang harga pasarnya Rp 10.000.000,00. Kendaraan lama yang diserahkan diperoleh dengan harga Rp 80.000.000,00, dan telah disusutkan 10 2.000.000,00

Rp 30.000.000,00. Dalam pertukaran tersebut PT CITRA JAYA menyerahkan tambahan uang sebesar Rp 57.000.000,00. Berdasarkan data diatas, laba / rugi pertukaran aktiva tetap dapat dihitung sebagai berikut : Harga perolehan kendaraan lama.......Rp 80.000.000,00 Akumulasi penyusutan......................(Rp 30.000.000,00) Harga buku kendaraan yang diserahkan............................Rp 50.000.000,00 Harga pertukaran kendaraan lama: Harga pasar kendaraan baru.............Rp 110.000.000,00 Tambahan uang tunai diserahkan.(Rp 57.000.000,00) Harga pertukaran kendaraan lama........................................Rp 53.000.000,00 Laba pertukaran aktiva tetap................................................Rp 3.000.000,00 Transaksi diatas dicatat dalam jurnal sebagai berikut : Kendaraan........................................Rp 110.000.000,00 Akumulasi penyusutan kendaraan...Rp 30.000.000,00 Kas.................................................................Rp 57.000.000,00 Laba pertukaran aktiva tetap..........................Rp 3.000.000,00 Kendaraan......................................................Rp 80.000.000,00

5.

Penghentian aktiva tetap karena habis masa penggunaannya Aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya, dapat diperlakukan

sebagai berikut : a. Dijual. Apabila aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya dijual, selisih antara hasil penjualan dengan harga bukunya dicatat sebagai laba atau rugi penjualan aktiva tetap. b. Disingkirkan (dibesi tuakan). Dalam hal ini harga perolehan dan akumulasi penyusutan aktiva yang bersangkutan harus dihilangkan dari catatan pembukuan. Harga buku aktiva tetap yang bersangkutan dicatat sebagai kerugian penghentian aktiva tetap.

11

Sebagai contoh, misalnya peralatan kantor yang harga perolehannya Rp 6.000.000,00, telah disusutkan Rp 5.000.000,00, dibesituakan karena telah habis masa penggunaannya. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut sebagai berikut : Akumulasi penyusutan peralatan kantor....Rp 5.000.000,00 Rugi pemberhentian aktiva tetap................Rp 1.000.000,00 Peralatan kantor.......................................................Rp 6.000.000,00

G. LAPORAN AKTIVA TETAP

1.

Inventaris Fisik Aktiva Tetap Seperti disebutkan dimuka, salah satu prinsip pengawasan aktiva tetap adalah

adanya pemeriksaan atas fisik aktiva tetap yang dilakukan secara periodik. Pemeriksaan dilakukan antara lain terhadap nama, jenis, kuantitas aktiva tetap dan kelengkapannya. Hasil pemeriksaan didukung dengan berita acara pemeriksaan yang antara lain memuat mengenai tanggal dilakukan pemeriksaan, nama petugas pemeriksa, nama saksi dan materi hasil pemeriksaan.

2.

Laporan Aktiva Tetap Kegiatan pengelolahan aktiva tetap harus menghasilkan data mengenai aktiva

tetap yang sewaktu wakru atau secara periodik dapat dilaporkan kepada manajemen. Jenis-jenis laporan mengenai kativa tetap antara lain : a. b. c. d. Laporan aktiva tetap dalam kondisi rusak Laporan aktiva tetap yang sedang diperbaiki Laporan aktiva tetap yang sedang digunakan Laporan penyusutan aktiva tetap

12

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang dimiliki perusahaan yang memiliki bentuk fisik. 2. Aktiva tetap berwujud memiliki masa penggunaan yang bisa habis. 3. Aktiva tetap berwujud tidak selalu habis secara fisik namun habis secara nilai guna. 4. Panyusutan aktiva tetap dapat dihitung dengan berbagai metode. 5. Tanah adalah salah satu aktiva tetap yang tidak dapat disusutkan.

13

DAFTAR PUSTAKA

14