Anda di halaman 1dari 11

Efek Berbagai Besaran Dosis Antiinflamasi untuk Uji Efek Antigout

C-4

Kompetensi yang Dicapai :


Mampu menentukan besaran dosis pada eksperimen Terampil untuk menangani hewan uji tikus putih dalam suatu eksperimen Mendapat pengalaman memberikan perlakuan secara peroral pada tikus putih Mendapat pengalaman mengambil dan meneliti serum darah tikus putih Mengetahui mula kerja, lama kerja, dan efek maksimal yang ditimbulkan obat

65 ekor tikus putih jantan galur SD (Sprague Dawley) Umur : 2,5-3,5 bulan ; Bobot : 150-200 g

Hewan uji dikondisikan dengan lingkungan tempat uji dan diukur kadar asam uratnya sebagai kadar awal (pada hari ke-0)

Group 1

Group 2-5

Group 6-9

Group 10-13

Dimulai dari hari ke-0 sampai ke-18 Diberi campuran jus hati ayam ras mentah 25 ml/kgBB dua kali sehari; urea 1 mg/kgBB, K-oksonat 0,15 g/kgBB, dan melinjo 2 g/kgBB per hari

Pengukuran kadar asam urat pada saat hiperurikemia (hari ke-6 dan ke-9)

Pada hari ke-10 sampai ke-18 diberi sediaan uji per oral dan tetap diberikan campuran jus hati ayam

Group 1 CMC-Na 0,5% 10 ml/kgBB

Group 2-5 Allopurinol dosis 4,5;9;18;36 mg/kgBB

Group 6-9

Group 10-13 Ekstrak heksan dosis 50;100;200;400 mg/kgBB

Ekstrak etanol dosis 50;100;200;400 mg/kgBB

Pada hari ke 15, 17, dan 19 dilakukan pengambilan serum hewan uji melalui vena mata

Ditentukan kadar asam urat serum untuk mengetahui penurunan kadar asam urat

Prinsip Eksperimen
Sama
Spesies Hewan Uji

Beda
Jenis Obat

Spesifikasi Hewan Uji


Rute Pemberian Variabel : Penurunan kadar asam urat tikus putih

Dosis Obat

Alat
Alat-alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah spektrofotometer uv-vis (E. Merck, Darmstadt, Germany), alat pemusing (Kokusan H-100 BC, Tokyo), neraca analitik elektrik (Chyo Jupiter C3-100 MD), pipet mikro, stop watch, vortex mixer, ultrasonic cleaner (Brandon, Shelton), blue tip dan yellow tip.

Bahan
Bahan uji utama yang digunakan adalah ekstrak daun kepel yang berasal dari daerah Samigaluh, Yogyakarta. Bahan-bahan pendukung dalam penelitian ini adalah pereaksi TBHBA (2,4,6-tribromo-3-hidroksi benzoat) dari Diagnostic System Internasional (Diasys) Halzheim Germany, potassium oxonat (Sigma Chemical, St Louis, MO, USA), allopurinol (PT. Kimia Farma, Jakarta), urea, CMC Na (E. Merck, Darmstadt, Germany), jus hati ayam dan akuades. Subyek uji yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih jantan galur SD (Sprague Dawley) (150-200 g), umur 2,5-3,5 bulan yang diperoleh dari Laboratorium Farmakologi & Toksikologi, Fakultas Farmasi UGM, dan UPHP-LPPT UGM, Yogyakarta.

Kelompok Tikus

Persentase Kenaikan kadar as. Urat rata-rata (n=5) Hari ke- (%) 6 9 138,51 51,09 68,05 144,67 70,72 170,48 72,9 87,16 160,94 102,15

Persentase Penurunan kadar as. Urat rata-rata (n=5) hari ke(%) 15 17 19 -27,49 15,91 26,17 36,22 19,93 -35,11 45,53 46,58 42,57 60,55 -42,87 84,37 86,61 50,82 91,16

K (-) CMC Na 0,5% 10 ml/KgBB K (+) Allopurinol. I. 4,5 mg/KgBB II. 9 mg/KgBB III. 18 mg/KgBB IV. 36 mg/KgBB Estrak Etanol I. 50 mg/KgBB II. 100 mg/KgBB III. 200 mg/KgBB IV. 400 mg/KgBB Estrak Hexan I. 50 mg/KgBB II. 100 mg/KgBB III. 200 mg/KgBB IV. 400 mg/KgBB

86,87 90,98 89,52 95,5


65,15 65,35 93,66 65,34

101,69 116,13 110,83 124,17


88,35 90,79 115,6 104,55

2,7 26,83 38,74 39,17


18,06 23,49 19,23 27,67

33,1 44,34 49,56 58,64


55,37 62,61 64,29 67,29

60,86 68,59 78,33 77,79


83,91 88,52 78,23 87,9

Pembahasan :
Berdasarkan hasil percobaan awal jangka waktu pemberian jus hati hingga mencapai keadaan hiperurikemia adalah selama 14 hari dengan sampling darah pada hari ke-9 dan ke15. Dari data pengukuran menunjukkan bahwa kadar asam urat darah tikus pada hari ke-9 naik dari kadar basal sebesar 44,13 %. Sedangkan pada hari ke-15 sebesar 70,03 %. Maka, pemberian jus hati untuk mencapai kondisi hiperurikemia memerlukan waktu kira-kira 9 hari atau lebih. Pada penelitian ini penentuan peringkat dosis, waktu sampling dan jangka waktu pemberian campuran jus hati ayam ditetapkan berdasarkan hasil uji pendahuluan, dan diperoleh hasil yaitu untuk dosis kontrol positif allopurinol (4,5: 9; 18 dan 36 mg/kgBB), sedangkan dosis ekstrak etanol dan heksan sama yaitu (50, 100, 200 dan 400 mg/kgBB).

Waktu pemberian jus hati ayam ditentukan selama 14 hari dan dilanjutkan sampai hari ke-18 dan untuk waktu sampling dilakukan sebanyak 5 kali yaitu pada hari ke-6, 9, 15, 17 dan 19. Hasil uji disajikan secara lengkap pada tabel II dan gambar 2. Berdasarkan tabel II dan gambar 2 terlihat bahwa kontrol negatif tidak memberikan efek (persentase penurunan kadar asam urat darah negatif), sedangkan untuk kontrol positif allopurinol memberikan efek di atas 50% (50,82% hingga 91,16%) pada semua dosis yang digunakan pada hari terakhir pengamatan, walaupun berdasar uji orientasi dosis yang digunakan diprediksikan akan memberikan rentang efek sebesar 20-90%. Perlakuan dengan ekstrak etanol memberikan persentase penurunan sebesar 60,86%-78,33%, sedang untuk ekstrak heksan sebesar 78,23%-88,52%

Kesimpulan :
Hasil uji secara in vivo baik ekstrak etanol kepel maupun ekstrak heksan memiliki potensi sebagai penurun kadar asam urat darah. Efek hipourikemia ekstrak etanol maupun heksan setara dengan allopurinol.