Anda di halaman 1dari 14

RUANG LINGKUP MATERI KE-SH AN / KEROKHANIAN Tingkat Waktu Pertemuan ke : putih : 24 kali pertemuan Ruang lingkup materi Bulan

ke I Pembukaan SHT dan ilmu SH 1. 2. 3. 4. Pemahamnan pembukaan Ilmu SH Berbakti kepada orang tua Menyembah Allah Bulan ke II Pengesyahan warga dan wasiat SH Tujuan

Setelah mendalami ajaran pembukaan dan ilmu SH di harpkan peserta didik akan lebuh mendekatkan kepada Allah SWT

1. 2. 3. 4.

Syarat-syarat pengesahan warga Perlengkapan pengesyahan Penjelasan perlengkapan pengesyahan Makna perlengkapan pengesyahan

-setelah faham syarat dan prlengkapan pengesahan warga di harapkan siswa dapat mempersiapkan persyaratan dan perlengkapan pengesahan dan di terima sebagai suatu ajaran - setelah memahami dan mengerti tentang wasiat SHT di harapkan peserta didik untuk melaksanakan kewajiban dan perintah SHT dan meninggalkan larangan SHT

Bulan ke-III Belajar membaca alam sekeliling 1. 2. 3. 4. Pengantar Tentang tumbuhan Tentang hewan Tentang benda mati Bulan ke IV Pengembangan kecerdasan (IESQ) 1. 2. 3. 4. Pengertian perbedaan nilai IESQ dan ESQ Prinsip kehidupan dan mengendalikan emosi Mengembangkan kecerdasan spiritual membanun hidup baru agar bisa di capai untuk sukses Ciri pemenang dan pecundang (nasehat lao tse), do`a

Setelah mempelajari alam sekeliling sebagai suatu ajaran di harapkan peserta didik berperilaku sesuai dengan ajaran yang di petik dari alam tsb

Setelah memahami tentang IESQ di harapkan peserta didik dapat mengembangkan diri untuk mencapai sukses

Uraian materi Bulan ke I Pembukaan SHT dan ilmu SH 1. pembukaan SHT a) Sikap awal tegak membentuk huruf alip artinya yakin adanya tuhan yang maha esa yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya oleh karena itu setiap sebelum berbuat harus menyebut nama allah maha pengasih dan maha penyayang (bismillahirakmanirakhim), karena segala usaha Allah yang menentukan b) Sikap pasangan dua puluh enam adalah keterbukaan, jadi warga SH harus terbuka, jujur dan tidak di tutup-tutupi, kalau saja hidup ini tidak banyak yang jujur maka hidup ini akan sejahtera dan bahagia c) Dua jari artinya bahwa hidup ini adalah berpasang pasangan, jenis yang satu berlawanan dengan jenis yang lain, misalnya : laki- perempuan, siang-malam, baik buruk, dst. Justru karena jenis berlawanan inilah ada kehidupan, kalau saja di dunia ini haya ada perempuan saja atau laki- laki saja maka secara logika tidak akan ada keturunan lama lama punah tidak ada kehidupan. Ajaran ini membawa alam pikiran kita bahwa hidup ini berbeda, kalau kita bisa menerima perbedaan ini maka hidup ini dakan damai dan tentram. d) Dua jari menempel di tanah artinya meningkatkan kepada kita bahwa manusia berasal dari tanah akan kembali ke tanah/ ibu pertiwi (akan di jelaskan pada materi ilmu SH) e) Dua jari di angkat ke atas artinya bahwa roh manusia berasal dari allah akan kembali kepada Allah SWT (akan di jelaskan pada materi ilmu SH) f) Dua jari di pelipis artinya mengingatkan kepada kita untuk berfikir dan berdoa sebelum bertindak agar apa yang akan di perbuat bisa maksimal g) Tangan mengepal dengan semangat di arhkan ke arah lawan artinya apa yang akan di perbuat bisa berhasil dengan tuntas dan selamat. h) Berdiri tegak membentuk hurup alip (kembali semula) 2. ilmu SH Pengertian : yaitu ilmu untuk mengenal diri dengan sebaik-baiknya Penjelasan : Untuk mengenal diri pribadi dengan sebaik-baiknya harus bisa menjawab pertanyaan sebagai berikut : Saya dari mana , bagaimana awal mulanya, mau kemana ? Penjelasan : Manusia berasal dari badan wadag dan rogh Badan wadag berasal dari tanah dan rogh berasal dari Allah SWT Awal mulanya, bahwa mausia berasal dari tidak ada menjadi ada, ibu dan ayah berkumpul mengadakan hubungan suami istri maka terjadilah pertemuan salah satu sel dalam sperma
2

bapak yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan beertemu dengan indung telur ibu dan terjadilah pembuahan Seperma dan indung telur inilah merupakan sari-sarinya makananyang di makan oleh ibu dan bapak yang berasal dari tanah baik itu dari tumbuhan/ nabati maupun dari hewan / hewani selanjutnya proses pembuahan dalam rahim ibu selama 40 hari jadilah darah, 40 hari kemudian jadilah segumpal daging, 40 hari kemudian jadilah seorang calon anak manusia / bayi, 40 hari kemudian di tiupkan rokh oleh Allah SWT . Perlu di ketahui pula salah satu agama ( agama islam ) mengajarkan bahwa manusia sebelum di lahirkan di dunia sudah di janjikan yaitu setelah lahir ke dunia dan telah akhil balik sanggup bribadah dan menyembah Allah SWT. Setelah genap sembilan bulan lebih sepuluh hari calon anak manusia/ bayi dalam kandugan ibu maka lahir ke dunia seorang anak manusia/bayi Begitu lahir maka nagislah bayi tersebut, sementara oyang di sekeliling bayi tersebut meyambut dengan gembira penuh senyum dan syukur Nah ini seorang bayi sudah berada di dalam dunia dan berkembang, menjadi kanak,kanak , remaja,akhil balik, dewasa. Saat dewasa inilah manusia sedang melaksanakan janji Allah yaitu ibadah dan menyembah kepada Allah Ibadah di artikan semua perbuatan yang baik dan benar di lakukan dengan ikhlas, sabar dan lilahi ta`ala Menyembah kepada Allah adalah suatu kewajiban manusia utuk melaksanakan ibadah, sholat/ sembahyang menurut tuntunan agama dan kepercayaanya masing-masing Setelah manusia melaksanakan janji allah di dunia maka menerusakn perjalanan menuju di suatu alam yaitu alam setelah dunia (menurut agama islam di sebut alam kubur/ alam barzah) untuk menuju alam kubur ini melalui proses yaitu pisahnya badan wadag dan rokh yang di sebut mati. Pada saat mati ini bisahkah tersenyum gembira sedang di sekeliling kita menangis di tinggalkanya Setelah manusia mati menuju alam kubur badan dan wadak yang berasal dari tanah kembali kepada tanah sedangkan rokh berasal dari Allah akan kembali menghadap kepada Allah Yang menjadi permasalahan adalah sudahkah cukup bekal menghadap Allah, inilah ilmu SH Setelah mengenal diri pribadi dengan sebaik-baiknya maka apa yang harus di perbuat, tentu saj secara fertikal harus menyembah Allah dan secara horisontal harus berbuat baik terhadap sesama manusia dan sesama makhluk Allah yang di sebut dengan berbudi pekerti luhur

3. berbakti a) Melihat sejarah kelahiran manusia yang dalam kandungan ibu selama sembilan bulan sepuluh hari dan di lahirkan penuh perjuangan maka wajib berbakti pertama kepada ibu b) Melihat kasih sayang ibu, kesabaran ibu untuk mengasuh bayi selama kurang lebih lima tahun maka wajib berbakti kedua kepada ibu c) Melihat perjuangan ibu untuk mendidik dan menghantarkan anaknya sampai dewasa maka wajib berbakti ketiga kepada ibu d) Atas jerih payah seorang ayah untukmenghidupi keluarga maka wajib berbakti keempat kepada ayah
3

4. menyembah a) Mengingat pencipta semesta alam adalah Allah maka tidak ada tuhan yang pantas di sembah selain Allah, namun kebanyakan orang belum mengerti dan belum mengetahui atau ungkin sudah tahu pura-pura tidak tahu b) Ini semua merupakan tanggung jawab masing-masing 5. Bekal apa untuk menghadapi Allah SWT ? 5.1 amal ibadah yaitu perbuatan yang baik dan benar meliputi : a) Menyembah kepada Allah SWT menurut tuntunan agama yang di yakininya dan di lakukan dengan tertib, ikhlas dan sabar b) Amal perbuatan allah baik dan benar terhadap sesama manusia dan sesama makhluk Allah atau istilah lain adalah perbuatan berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah c) Amal perbuatan yang baik dan benar terhadap diri sendiri Contoh : - Menjaga bicara baik baik,santun, benar, jujur, sabar, ikhlas

Bulan ke II Pengesyahan warga dan wasiat SH

1. syarat-syarat pengesahan : a) b) c) d) Usia 16 tahun anak laki laki dan 14 tahun anak perempuan Telah menerima jurus 35 dan telah memenuhi syarat lain yang di tetapkan melalui testing Telah lulus tes ke-SH an Telah lulus tes ayam jago

2. perlengkapan pengesyahan : a) Mori sakdedeg pengawe ( kain mori putih sepanjang setinggi badan tangan melambai ke atas) b) Pakaian syakral bewarna hitam yang standart SHT c) Uang logam sebagai mahar / tebusan sejumlah jurus (36 jurus = 36 keping) d) Ayam jago yang telah lulus melalui tes jago nantinya di sembelih untuk di masak dengan bumbu ingkung e) Suruh temu rose (daun sirih yang bertemu ruasnya) f) Pisang rojo temen sejumlah satu tangkep / rong lirang (dua sisir) g) Lilin h) Gelas minum Penjelasan : a) Kain mori putih bahan dari katun (cara merawat , kegunaan akan di jelaskan menjelang akhir pengesyahan ) b) Pakaian syakral bewarna hitam standart SHT yaitu celana potong kolor longgar, kolor bewarna putih sebesar jari kelingking, pakai mestak, panjang di atas mata kaki dan baju kurung longgar, kancing baju dengan tali putih, pakai krah (gulon ), lengan panjang, ujung lengan tampak lebih lebar c) Uang logam berjumlah 36 keping di upayakan nominal menurut kemampuan, dengan pengertian nominal lebih besar akan lebih baik, sebaiknya uang di cuci bersih. d) Ayam jago, harus memenuhi syarat untuk di jadikan latihan berkorban yaitu jago yang sudah dewasa, sehat tidak cacat, gemuk, baik di senangi, upayakan beli sendiri atau ternak sendiri bukan di belikan orang lain sebab ukuran senang itu datang dari diri sendiri belum tentu sama dengan yang di senangi orang lain, demikian juga ukuran baik itu datang dari dalam diri sendiri dan belum tentu sama baiknya orang lain dengan baiknya diri sendiri. e) Suruh temu rose/ ruasnya, belu suruh di pasar sebanyak satu ikat ukuran sedang tidak boleh di tawar, pembelian di lakukan hanya sekali tidak boleh di ulang dan beli sendiri tidak boleh di belikan orang lain Hasil pembelian suruh satelah sampai di rumah di cari yang temu rose / ruasnya (sebaiknya di dampingi warga yang setelah mengerti tentang suruh temu rose / ruasnya), yang temu rose / ruasnya di bungkus untuk di bawah ke tempat pengesyahan
5

f) Pisang rojo temen setangkep (dua sisir), di beli di pasar, kwalitas baik, tidak boleh ada dempet (dua pisang yang kulitnya dempet adi satu) g) Lilin ukuran sedang jumlah satu buah (di perkirakan habis di nyalakan selama empat jam ) h) Gelas minum ukuran sedang ridak bentet/ retak, bersih 3. makna usia sebagai suatu syarat dan perlengkapan pengesyahan sebagai suatu ajaran 3.1 makna usia sebagai syarat pengesyahan a) Di maksudkan harus sudah dewasa b) Pada usia dewasa di harapkan sudah mampu menerima ajaran SH (ke-SH an) sebagai ajaran inti dan penyeimbang ajaran fisik bela diri pencak silat c) Pada usia dewasa setelah menjadi warga SH mdi harapkan mampu mengembangkan ajaran SH baik ke-SH an maupun beladiri pencak silat d) Jiwa SH adalah jiwa dewasa adalah segala perilaku, perbuatan tindak-tanduk di lakukan dengan penaralan yang matang/ dewasa e) Pada usia dewasa di maksudkan telah mampu melakukan perbuatan hukum f) Pada usia dewasa pertumbuhan fisik sudah relative berhenti sehingga tidak ada lagi perubahan perlengkapan mori sepanjang mori sepanjang tinggi badan tangan melambai 3.2 makana perlengkapan pengesyahan sebagai suatu ajaran a) b) c) d) Kain mori putih sepanjang tinggi badan tangan melambai (sag dedeg pengawe) Mori ( bhs jawa. Artinya menyatu , melekat, campur ) Warna putih suci bersih Sag dedeg pengawe artinya menurut batas kemampuan masing-masing Pakaian syakral warna hitam, warna hitam melambangkan kesabaran Uang logam artinya bisa di terima oleh masyarakat banyak, tidak mudah terkoyak Ayam jago di maksudkan Sebagai suwatu latihan berkorban dengan ikhlas Di harpkan menjadi jagonya SH, yaitu warga SH di harapkan bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana e) Suruh temu rose/ ruasnya - Suruh artinya kaweruh ( mencari ilmu ) - Temu rose artinya temu rasane / rasanya yaitu rasa persaudaraan yang dalam f) Pisang rojo temen setangkep - Pisang lambang rezeki dari Allah SWT - Rojo artinya raja/ pemimpin - Temen artinya jujur, sungguh sungguh g) Gelas minum yaitu gelas bening untuk tempat air pengesyahan

4. wasiat SH 4.1 kewajiban warga SHT a) b) c) d) e) f) g) h) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa Berbakti kepada orang tua dan guru Menjaga nama baik setia hati terate Bersifat kesatria tetap pendirianya Berdiri di atas garis keadilan, kebenaran dan tidak boleh memihak sebelah Berani karena benar takut karena salah Bertanggung jawab atas segala perbuatanya Menjaga ketentraman, menjunjung tinggi nusantara dan bangsa indonesia dengan penuh kecintaan dan kesetiaan hatinya i) Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri j) Membuktikan bangsa yang merdeka k) Kekal dalam persaudaraan dan menguatkan sifat tolong-menolong di antara sesama anggota setia hati terate, bangsa indonesia dan umat manusia pada umumnya 4.2 laranagan warga SHT a) b) c) d) e) Memberi pelajaran pencaksilat tanpa surat mandat dari pengurus pusat Sombong dan membuat sakit hati sesamanya Menunjukan kepandaiandimana tidak berguna Menunjukan di muka umum, sehingga membuat sakit hati orang lain Menerima segala sesuatu yang tidak syah

4.3 pepacuh Warga setia hati terate di larang a) Merusak pager ayu dan purus ijo b) Merampas dan memiliki hak orang lain c) Berkelahi dengan sesama warga Setia Hati Terate 4.4 warga setia hati terate harus memegang teguh wasiat Setia Hati Terate Penjelasan wasiat SHT 1. kewajiban warga SHT a) Yakin adanya tuhan yang maha esa dan sanggup melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan Allah menurut Agama dan keyakinanya masing-masing b) Tunduk, patuh , taat, hormat, setia, dan kasih sayang kepada orang tua dan guru c) Tidak membuat onar dalam masyarakat, tidak membawa sama SHT untuk berbuat maksiat/ tidak baik, tidak berbuat dengan kedok SH d) Sifat kesatriaanya : berani karena benar takut karena salah, pantang menyerah, tidak putus asa, bertanggung jawab, rela bekorban, cinta kemerdekaan dan cinta kedamaian e) Sudah jelas f) Sudah jelas
7

g) h) i) j)

Sudah jelas Sudah jelas Sudah jelas Kemerdekaan bukan hanya pisiknya saja tetapi hatinya artinya tidak terjajah oleh hal-hal yang kotor yang kotor yang bertentangan dengan ajaran k) Persaudaraan akan kekal apa bila saling melakukan ajaran SHT dengan benar l) 2. larangan warga SHT a) Sudah jelas b) Sudah jelas c) Sudah jelas Contoh : marah-marah di muka teman-teman dengan menepuk dada sambil menggumam jangan coba-coba berani dengan pendekar SH d) Sudah jelas e) Sudah jelas 3. pepacuh a) Merusak pager ayu Contoh Selingkuh dengan istri / suami orang lain sehingga rumah tangga orang lain tersebut menjadi rusak, apalagi rumah tangga diri sendiri - Fitnah sehingga kebahagiaan orang lain berantahn - Adu domba sehingga kebahagiaan orang lain hancur - Dst b) Sudah jelas c) Sudah jelas d) Sudah jelas

Bulan Ke-III Belajar Membaca Alam sebagai Suatu Ajaran 1. Pengantar Hidup manusi diatur dalam agama Memang agama mengatur kehidupan manusia Hidup manusi diatur oleh agama agar supaya hidup ini bukan tidak karu-karuan melainkan teratur. Manusia kalau tidak diatur dapat dipastikan akan membuat kerusakan diatas bumi, sedang diatur saja masih banyak membuat kerusakan. Aturan agama trtuang pada kitab-kitab suci agama. Kitab suci adalah kitab yang berisikan firman Allah yang untuk ditaati para pengikutnya. Pada dasarnya alampun dapat dibaca sebagai suatu ajaran. Alam memilki sifat yang berbeda Alam meliputi apa yang ada dilangit maupun apa yang ada di bumi Alam bisa benda hidup dan benda mati, bisa manusi, bisa hewan dan bisa tumbutumbuhan.

2.

Alama Sebagai Suatu Ajaran Hewan a. Filsafat Semut Guyub rukun, gotong royong, kalau ketemu saling bantu membantu, saling menyapa, saling salam-salaman, saling memberi informasi, mengerti tanggung jawabnya masing-masing. b. Filsafat Burung (Burung Merpati) Hubungan betina dengan jantan sangat mesra, saling pengertian, saat betina mendekami telur yang jantan cari makan dan sebaliknya, keduanya mencari makan untuk anaknya. Hal ini mengingatkan kepada manusia agar dalam hubungan suamiistri harus dilakukan dengan mesra penuh kasih sayang saling pengertian, damai. c. Filsafat Ayam Jago Egonya tinggi, saat betina mendekami telurnya sang jago cari betina lain, kalau mencari makan hanya untuk menawan/memikat betina yang lain, jago ketemu jago pasti bertarung. Hal ini menggambarkan kepada orang yang egonya tinggi, suka selingkuh dan suka mencari musuh. d. Filsafat Bebek (angsa) Saat jagonya bertarung makanan yang didekatnya jago dibuat rebutan bebek Artinya bebek tidak mau bertarung kecuali hanya untuk mencari makanan. Hal ini menggambarkanbahwa dia bersaing dalam bekerja mencari rejeki dengan tidak saling gontok-gontokan. e. Filsafat Tawon Madu Waktu menghisap madu diatas bunga dilakukan dengan pelan-pelan dan hati-hati, sekali-kali tidak merugikan tumbuhan/bunga yang diinjak bahkan menguntungkan
9

karena membantu penyerbukan pada bunga yang di injak, kemudian madu yang dikumpulkan sangat berguna bagi manusia, tetapi jangan coba-coba menggangu pasti dia lawan. Hal ini menggambarkan kepada manusai setiap perbuatan jangan samapai merugikan orang lain, menyakiti hati orang lain justru bermanfaat bagi orang lain. f. Filsafat Harimau/Singa Sebuas-buas harimau/singa tidak akan makan daging anaknya sendiri. Hal ini menggambarkan bahwa bagaimanapun orang tua tidak akan tega membunuh atau menyesatkan bagi anaknya sendiri. g. Filsafat Kambing Kambing apa bila ditaruh dibelakang dia tidak mau berjalan bahkan sampai ditarikpun tidak mau berjalan, tetapi kalau ditaruh didepan dia lari puntang panting semaunya sendiri. Hal ini menggambarkan untuk orang-orang yang suka mencela, tetapi dia sendiri tidak bisa jadi tuntunan. h. Filsafat Ikan Ikan mau menerima dengan ikhlas hidup didalam air baik yang ada disungai, diempang,dikolam, dilaut termasuk didalam aquarium (kalau dia loncat kedaratan pasti dia mati). Hal ini melambangkan narimo ing pandum, orang yang menerima dengan ikhlas apapun pemberian Allah maka hidupnya akan bahagia, karena pemberian Allah itu adalah yang terbaik bagi yang menerimanya. Tumbu-tumbuhan 1. Padi yang berisi makin tua makin merunduk Hal ini dimaksudkan bahwa orang kalau berilmu makin dalam maka sikapnya justru akan makin lebih hormat. 2. Padi yang tidak berisi makin tua makin tengadah ke atas Artinya orang itu kalau tidak punya ilmu maka untup menutupi kelemahannya makin menjadi sombong. 3. Menanam pasti menuai/memetik Tanam padi akan panen padi, tanam jagung akan panen jagung, tanan kacang tolo akan panen kacang tolo. Artinya apapun perbuatan orang akan menrima balasannya. 4. Pohon kelapa : semua bermanfaat - Pohonnya tinggi - Kayunya untuk bahan bangunan. - Isi buah kelapa dapat untuk bahan minyak, untuk santan bumbu masak. - Kulit buah (sepet) dapat untuk bahan keset. - Batok dan akar kelapa dapat untuk bahan obat sakit perut - Daunnya dapat untuk sirap - Lidinya untuk sapu halaman - Kesimpulannya bahwa orang hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Hal ini dimaksudkan walaupun menjadi orang penting/pejabat tinggi namun apa yang dia miliki sangat berguna bagi orang lain. 5. Benalu Hidupnya selalu menumpang pada pohon lain dan menyerapnya dan akhirnya mati bersama dahan yang ditumpanginya. Hal ini dimaksudkan agar orang kalau mencari
10

rejeki jangan sekali-kali seperti benalu yaitu memakan makana hak orang lain akhirnya tidak baik. Benda Mati 1. Matahari Selalu memberikan penerangan untuk kehidupan setiap makhluk. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberikan penerangan kepada siapa saja yang membutuhkan Artinya bahwa hidup ini bisa bermanfaat bagi orang lain. 2. Bulan Memberikan sinar yang sejuk dikala gelap/malam hari. Hal ini dimaksudkan agar dapat menjadi penyejuk bagi lingkungan. 3. Bintang Memberikan petunjuk arah dikala gelap/malam hari. Walaupun bintang tidak bisa memberikan penerangan namun masih bisa memberikan arah bagi yang membutuhkan, artinya walaupun tidak bisa berbuat banyak namun masih bisa membantu walaupun sedikit. 4. Langit Memberikan gambaran sebagai cakrawala. Hal ini yang dimaksudkan agar mau belajar tentang apa yang dibumi maupun apa yang ada dilangit, Artinya untuk banyak mencari pengalaman atau wawasan. 5. Segara/Lautan Mau menerima aliran apa saja ari daratan baik keruh, yang busuk, yang kotor, yang jernih, akhirnya masuk lautan semuanya bisa menjadi jernih an bermanfaat bagi kehidupan dalam laut, Artinya bisa manampung apa saja dengan sabar, tidak marah bahkan bisa meredam emosi orang lain dan selalu bermanfaat bagi siapa saja.

11

Bulan Ke-IV Pengembangan Kecerdasan IESQ 1. Pengertian IESQ 1. IQ Kepanjangan dari Intectual Quontient Artinya Kecerdasan Intelektual 2. EQ Kepanjangan Quentient Artinya Kecerdasan Emosional 3. SQ Kepanjangan dari Spiritual Qountiont Artinya Kecerdasan Spiritual. 2. Perbedaan Antara IQ, EQ dan SQ a. Intelecktual Quotient (Kecerdasan Intelektual) yaitu kecerdasan berbasis pada logika pengetahuan b. Emosional Quotient (Kecerdasan Emosional) yaitu kecerdasan berbasis emosi, kemampuan untuk mengendalikan diri dan memahami perasaan orang lain. c. Spiritual Quotient (kecerdasan Spiritual) yaitu kecerdasan yang berbasis pada nilai-nilai Ke-Tuahanan. 3. Nilai Dalam IESQ a. Bebuat baik kepada Allah yaitu beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. b. Berbuat baik kepada manusia. - Dilandasi logika perhitungan yang cermat. - Melakukan kewajiban sebagai sesama hamba Allah. - Memahami dan memenuhi apa yang menjadi hak orang lain. 4. Nilai dalam ESQ a. Dilandasi nilai-nilai Ke-Tuhanan (SQ) b. Iman yaitu meyakini bahwa Allah adalah dzat yang patut disembah dan Allah Dzat Yang Maha Esa. c. Taqwa yaitu merasa selalu didalam pengawasan Allah dimana saja berada. d. Tawakkal pasrah atas semua hal yang ditentukan oleh Allah kepada manusia. 5. Prinsip Kehidupan a. b. c. d. e. f. 6. Menjaga Kejujuran Menjaga Keadilan Menjaga Kesabaran Menjaga Kebersamaan (Guyub Rukun) Mengutamakan Tenggang Rasa Mengutamakan memberi maaf

Prinsip Orang Jawa a. Rukun yaitu prinsip dasar kehidupan yang merupakan keteraturan sosial. b. Harmoni yaitu sebagai prinsip dasar kehidupan yang mengutamakan keserasian antar dunia manusia dan alam seluruhnya.
12

c. Slamet (selamat) yaitu sebagai prinsip dasar bahwa tujuan akhir kehidupan adalah keselamatan didunia dan keselamatan akhirat. 7. Mengendalikan Emosi a. Berfikir sebelum bertindak yaitu orang harus berhitung secara cermat tentang segala sesuatu. b. Mengadapi sesuatu dengan tenang yaitu ketenangan yang diperoleh dari selalu mengingat Allah. c. Mengembangkan Empati yaitu jangan menganggap diri kita yang paling hebat. d. Mengendalikan hawa nafsu yang mengarah kekejelekna. e. Mengembangkan kesabaran sebab sabar adalah indah. 8. Mengembangkan kecerdasan Spiritual a. Berniat yang baik yaitu niat seseorang untuk menentukan tentang amal perbuatan dan produks yang dihasilkan. b. Melakukan sesuatu atas dasar kebenaran yaitu kebenaran yang menjadi asas dalam bertindak. c. Berdoa dalam setiap langkah yaitu tiada keberhasilan yang diperoleh tanpa seijin Allah d. Menjaga kebersihan hati yaitu harus ikhlas dalam melakukan perbuatan. e. Banyak tafakur yaitu bahwa alam seluruhnya sebagai titik tolak pemikiran. f. Menyadarkan segala sesuatu atas kehendak Allah yaitu bahwa segala sesuatu telah ada ketentuannya namun manusia harus melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. 9. Membangun Hidup Baru a. b. c. d. e. 10. Hindari kekerasan atas nama apapun. Jalin kebersamaan pada saat apapun. Jaga kerukunan dalam keadaan apapun. Jaga keharmonisan dalam keadaan apapun. Keselamatan akan diraih.

Agar Bisa Dicapai a. b. c. d. Kendalikan Hawa Nafsu Kendalikan ingin menang sendiri Kendalikan ingin menguasai Kendalikan ingin . . . . . , ingin . . . . . . , ingin . . . . . . . , dst.

11.

Untuk Sukses a. b. c. d. Coming Together Sharing Together Working Together Succending Together

12.

Ciri Pemenang dan Pecundang a. Pemenang selalu melihat ada peluang didalam setiap kesulitan
13

b. Pecundang selalu melihat kesulitan didalam setiap peluang 13. Nasehat Lao Tse a. Kehebatan kita bukan terletak pada kita tidak pernah gagal b. Kehebatan kita karena kita bisa bangkit dari gagal 14. Nasehat Tim Penulis a. Kenali Potensi Diri b. Kembangkan Potensi Diri bersama orang lain. c. Kesuksesan kita adalah keseuksesan bersama 15. Doa a. Berdoa kepada Allah untuk kedua orang tua kita, mertua kita, kakek-nenek kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita orang-orang yang pernah kita sakiti, baik sakit fisik, sakit hati maupun pikirannya. b. Pusatkan seluruh pikiran dan hati kita kepada yang Maha Pengampun. c. Berdoa Mulai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

14