Anda di halaman 1dari 15

STANDAR PROSES

PROGRAM S1 PGSD IKATAN DINAS BERASRAMA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

A. Rasional

Standar proses proses pembelajaran merupakan acuan penyelenggaraan serta bentuk akuntabilitas perguruan tinggi sebagai suatu lingkungan belajar. Hal ini sesuai dengan pasal 1 N0. 20 tahun 2003 sistem pendidikan nasional. Standar proses berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan. Keempat unsur ini digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan di selenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan pemikiran mahasiswa. Dalam praktik standar proses pembelajaran, dosen memberikan keteladanan yang bisa ditiru mahasiswa.

Pada dasarnya inti utama standar proses adalah bagaimana memberi perlakuan atau praktik yang baik untuk membelajarkan mahasiswa mencapai tujuan perkuliahan. Ada beberapa metode atau teknik pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menjadikan proses perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa misalnya, tatap muka, pemberian tugas (makalah atau paper), seminar, lokakarya, kerja praktik, belajar kelompok (kooperatif atau kolaboratif), simulasi, dan lain sebagainya.

Untuk menghasilkan proses perkuliahan bermutu sesuai dengan target yang diinginkan, ada baiknya untuk menyediakan proses perkuliahan yang sama untuk kelas parallel. Dengan penetapan standar proses tersebut diharapkan kualitas

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

1

perkuliahan dapat dipertanggungjawabkan. Penetapan standar proses adalah pada cakupan dan kedalaman materi (isi) sampai dengan evaluasi dan pengawasan atau monitoring . Dalam standar proses ini komponen input dan output saling berinteraksi dengan proses untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar kompetensi lulusan yaitu guru sekolah dasar yang profesional.

B. Penetapan Standar Proses

Penetapan standar proses dilakukan berdasarkan visi jurusan atau program studi PGSD dan dengan mempertimbangkan kebutuhan stakeholders. Berdasarkan visi inilah dirancang proses pembelajaran yang bermutu dan mampu menjadikan lulusan yang professional. Dengan memper timbangkan faktor internal (kelemahan dan keunggulan) dan eksternal (peluang dan tantangan) jurusan atau program PGSD membuat rancang bangun perkuliahan yang lebih dinamis dan menantang bagi mahasiswa di tahap tatap muka (T), praktik (P), dan lapangan (L). Penetapan standar proses ini dilakukan untuk menyamakan perlakuan dan beban tugas mahasiswa serta memberikan pengalaman yang sama untuk semua mahasiswa. Perlakuan dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penutup.

1. Perencanaan Perkuliahan

Dalam tahap perencanaan ada sejumlah komponen yang harus dipenuhi sebagai persyaratan administratif, misalnya

(1) Setiap dosen membuat satuan acara perkuliahan (SAP) untuk setiap semester. Satuan acara perkuliahan telah memuat beberapa komponen yang menunjang proses perkuliahan, misalnya (a) penetapan tujuan, (b) deskripsi singkat mata kuliah, (c) standar kompetensi mata kuliah, (d) kompetensi dasar, (e) penyediaan materi sesuai kurikulum, (f) indikator keberhasilan, (g) langkahlangkah perkuliahan pada ketiga komponen (T, P, dan L), dan (h) sumber belajar yang

2

Standar Proses

diperlukan dan (i) pengembangan alat evaluasi. Format SAP disesuaikan dengan format KBK.

Perencanaan perkuliahan dikembangkan sesuai dengan kondisi kelas (input, ratio mahasiswa dengan dosen, sarana yang tersedia, dan tingkat kemampuan mahasiswa yang bervariasi). Pemilihan metode dan teknik pembelajaran yang variatif dan sesuai dengan ciri mata kuliah menjadi salah satu unsur penting dalam hal ini. Pemilihan atau penerapan metode atau teknik diarahkan pada belajar yang berpusat pada mahasiswa (students centered). Penguasaan materi (kognisi, afeksi dan psikomotorik) diukur dengan alat ukur yang layak pakai sesuai dengan ciri mata kuliah. Penilaian dilakukan berdasarkan PAP.

(2) Menyediakan kontrak perkuliahan yang dapat mendorong mahasiswa untuk belajar secara termotivasi dengan melaksanakan semua aturan pelaksanaan perkuliahan yang telah disetujui sebelumnya, misalnya:

(a)

mahasiswa hadir tepat waktu di kelas, mahasiswa yang terlambat lebih dari 7 menit tidak diijinkan mengikuti kuliah dan ia dianggap absen,

(b)

kehadiran mahasiswa minimal 85% untuk setiap mata kuliah.

(c)

penyerahan tugas tepat waktu,

(d)

setiap mahasiswa aktif dalam kelas; untuk itu dosen menyediakan lembaran kegiatan mahasiswa,

(e)

tingkat kelulusan mahasiswa per kelas sebanyak 85%,

(f)

perkuliahan dilakukan minimal 14 kali untuk satu semester untuk satu mata kuliah.

(g)

Ujian formatif dilakukan minimal 4 kali untuk satu semester untuk satu mata kuliah.

(3) Memberikan tugas tugas harian secara individu kepada mahasiswa dan juga tugas individu lainnya (penulisan dua makalah pada setiap mata kuliah dengan memperhatikan

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

3

penggunaan bahasa Indonesia yang. Tugas kelompok juga diberikan dan dipresentasikan di kelas.

(4) Setiap perkuliahan dimulai dengan pemberian pre tes untuk mengetahui tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi mata kuliah.

(5) Menciptakan iklim kelas yang kondusif dengan melibatkan hubungan dosen dengan mahasiswa; mahasiswa dengan mahasiswa, dan mahasiswa dengan staf administrasi.

(6) Menetapkan contoh bentuk pengetahuan khusus dan kecakapan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

(7) Menentukan pemberian tugas atau kegiatan penguatan (reinforcement) untuk menguatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi.

(8) Menetapkan bentuk kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dan upaya pengajaran remedi ( remedial teaching ).

2. Pelaksanaan Perkuliahan

Pelaksanaan perkuliahan merujuk pada bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Agar dapat menyelenggarakan proses perkuliahan secara efektif dan efisien, dosen perlu dibekali selain kemampuan mengembangkan substansi bidang keilmuan juga dibekali dengan keterampilan untuk melakukan proses perkuliahan.

Pelaksanaan perkuliahan dapat dikategorikan ke dalam tiga tahap yaitu, tahap Pembukaan, kegiatan inti, dan tahap pemantapan. Pada setiap tahap memerlukan aktivitas yang berbeda beda baik yang dilakukan oleh dosen atau pun mahasiswa, seperti pada paparan berikut.

4

Standar Proses

a) Tahap Pembukaan

Pada tahap pembukaan ini dosen melakukan beberapa aktivitas yang kemudian direspon mahasiswa, seperti pada paparan berikut ini:

(1) menjelaskan tujuan perkuliahan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh mahasiswa dan manfaat penguasaan materi terhadap pembentukan profesi keguruan.

(2) Dosen juga menjelaskan keterkaitan antara materi yang telah diberikan pada waktu lalu dengan materi yang akan disajikan setelah dosen terlebih dahulu menanyakannya kepada mahasiswa.

(3) menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa untuk mencapai tujuan. Dalam tahap ini dosen terlebih dahulu menyapa mahasiswa secara elegan dan kemudian menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang lugas dan simpatik sehingga mahasiswa merasa terdorong untuk lebih giat belajar.

(4) menstimulir mahasiswa untuk melakukan kegiatan baru sesuai dengan topik baru.

b) Tahap Pelaksanaan atau Kegiatan Inti

1) Penerapan Pendekatan/Metode Mengajar

Pada tahap ini dosen menerapkan proses pembelajaran yang bermakna, menarik, dan menantang dengan memadukan materi dengan pendekatan, metode atau teknik yang layak serta ditambah dengan penerapan media pembelajaran dan sumber belajar lainnya yang sesuai. Penerapan pendekatan, metode, atau teknik perkuliahan harus disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah. Untuk proses belajar mengajar ilmu pengetahuan sosial berbeda dengan pendekatan atau

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

5

metode yang digunakan untuk membelajarkan bidang ilmu pengetahuan alam dan social, dan juga membelajarkan bahasa dan PPKn.

Dalam proses perkuliahan selama 2 (3) x 60 menit sebaiknya dosen menggunakan metode atau teknik yang bervariasi.

Untuk PBM IPA dosen harus menggunakan metode keterampilan proses, metode inquiri, metode penemuan (discovery), dan pemecahan masalah (problem solving learning). Penggunaan metode disesuaikan dengan kebutuhan materi perkuliahan.

Untuk PBM IPS dosen menggunakan metode sosio drama, bermain peran ( role play ), simulasi, pengamatan dan lapangan, studi kasus secara kooperatif dan metode lainnya.

Untuk PBM bahasa dosen sebaiknya menggunakan simulasi, sosio drama, belajar kooperatif, peta kognitif , bermain peran, pemecahan masalah, dan lain sebagainya. Proses pembelajaran bahasa untuk mengembangkan keterampilan berbahasa ( writing, speaking, reading, dan listening) sebaiknya menggunakan simulasi dan bermain peran dan teknik tubian (drill) .

Untuk PBM PPKn dosen menggunakan metode kontekstual dengan melibatkan metode kooperatif, belajar pemecahan masalah, simulasi, studi kasus, dan sebagainya.

Dosen menerapkan metode dan teknik pembelajaran yang berbeda untuk membelajarkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proporsi ketiga ranah ini juga memiliki ciri yang berbeda sesuai dengan ciri mata kauliah.

2) mencatat dan memonitor pemahaman mahasiswa terhadap materi dan kecakapan hidup yang diperkenalkan melalui respon yang diberikan mahasiswa, setelah mahasiswa dilibatkan di berbagai kegiatan proses belajar.

6

Standar Proses

3) memberikan umpan balik ( feedback ) kepada mahasiswa yang dianggap kurang menguasai materi atau masih di bawah standar kompetensi yang telah ditetapkan.

4) memberi perkuliahan minimal 14 kali untuk setiap mata kuliah

5) mewajibkan mahasiswa mengakses materi tambahan dari internet untuk melengkapi materi perkuliahan. Setiap mahasiswa wajib mengakses materi untuk melengkapi tugas dan makalah (minimal 5 topik dari internet).

6) memberi tugas mingguan atau pertemuan kepada semua mahasiswa untuk memantapkan penguasaan materi perkuliahan. Penugasan secara individual dan kelompok juga dilakukan. Dalam kerja kelompok mahasiswa dapat berinteraksi secara kooperatif dan dapat saling membangun pemikiran dan dapat menghargai pendapat orang lain.

7) menjaga suasana akademik yang kondusif selama proses perkuliahan berlangsung dan di asrama dengan suasan ‘feeling at home’. Suasana akademik ini akan didukung oleh dosen, fasilitas, laboratorium, perpustakaan, organisasi managemen, dan kurikulum.

(7) memberi ujian formatif minimal 4 kali dalam satu semester untuk setiap mata kuliah (rincian pelaksanan ujian formatif ditunjukkan pada topik Penilaian Hasil Belajar).

c) Tahap Pemantapan

Dalam tahap ini dosen melakukan beberapa kegiatan seperti dijelaskan berikut ini:

1)

memberi pemantapan terhadap seluruh penjelasan yang diberikan dosen secara keseluruhan

2) menentukan penilaian terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen dengan mempertimbangkan apakah

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

7

tujuan belajar telah sesuai dengan hasil yang ditetapkan dengan menggunakan instrumen yang relevan dengan karakteristik mata kuliah.

3) menentukan masalah managemen kelas yang ditemukan selama kegiatan PBM.

4) menentukan apakah mahasiswa termotivasi dan memberi respon terhadap pembelajaran.

5) meminta mahasiswa untuk memberi refleksi terhadap tingkat kepuasan pelayanan akademik yang diberikan dosen.

Penerapan Peer Teaching

Kegiatan pembelajaran untuk mata kuliah MKB (khusus pembelajaran di SD) harus merupakan kesatuan yang utuh ( holistic) mulai dari perancangan pembelajaran, latihan praktik pembelajaran ( peer teaching ), pelaksanaan pembelajaran di kelas, refleksi kegiatan praktik pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa. Kegiatan peer teaching dilakukan minimal dua kali untuk setiap mahasiswa untuk setiap mata kuliah.

Penulisan Tugas Akhir

Dalam penyelesaian tugas akhir mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing akademik yang ditetapkan jurusan atau program studi. Proses pembimbingan diatur dengan pedoman penulisan skripsi yang telah dikeluarkan Unimed.

Praktik Mengajar

Praktik lapangan untuk satu mata kuliah MKB minimal dilakukan satu kali satu minggu untuk setiap mata kuliah. Dalam hal ini dosen DPL dibantu oleh guru yang telah dilatih terlebih dahulu oleh Tim PGSD Unimed. Refleksi kegiatan mengajar dilakukan di kampus berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan maksimal 3 hari setelah praktik lapangan.

8

Standar Proses

3. Penilaian Hasil Belajar

Penilian dilakukan untuk menentukan perubahan peri laku yang terjadi pada mahasiswa dalam perkuliahan ber dasarkan kompetensi dasar. Penilaian formatif dilakukan minimal empat kali satu semester untuk setiap mata kuliah. Ujian formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Sebaiknya ujian formatif dilakukan di akhir setiap kompetensi dasar. Namun karena keterbatasan ujian formatif dilakukan minimal empat kali satu semester.

Penilaian yang terpadu antara proses dan produk pembelajaran harus dilakukan untuk menghasilkan penilaian yang komprehensif. Penilaian proses menunjukkan bagaimana sikap dan tingkat keterlibataan mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung. Berbeda dengan penilaian terhadap produk yang pada umumnya melihat perubahan perilaku kognitif, kemudian diukur dengan menggunakan tes objektif atau subjektif.

Perubahan perilaku afektif dapat ditentukan oleh tingkat keterlibatan mahasiswa dalam proses perkuliahan dan keinginan merekan membangun dirinya sebagai calon guru sekolah dasar yang profesional. Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai adalah tes dan non tes, misalnya portofolio, check list, dan wawancara. Sedangkan untuk menilai kemajuan perubahan perilaku psikomotor dapat dilakukan dengan instrumen check list, dan wawancara.

4. Pemantauan (Monitoring dan Supervisi)

Pemantauan atau monitoring dilakukan setelah proses pembelajaran berlangsung. Komponen pemantauan atau monitoring terdiri dari komponen standar proses yakni perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Rincian komponen setiap sub komponen utama ditunjukkan dalam table berikut.

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

9

Contoh Instrumen Penilaian Kemampuan Calon Dosen Merencanakan Pembelajaran *)

NO.

KOMPONEN RENCANA PEMBELAJARAN

SKOR

I

Perumusan indikator keberhasilan belajar

 

1.

Kejelasan rumusan

1 2 3 4

2.

Kelengkapan cakupan rumusan indikator

1 2 3 4

3.

Kejelasan penjenjangan indikator

1 2 3 4

4.

Kesesuaian dengan kompetensi dasar

1 2 3 4

5.

Pengakomodasian soft skills/generic skills

1 2 3 4

II

Pemilihan materi pembelajaran

 

1.

Kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai

1 2 3 4

2.

Kesesuaian dengan karakteristik siswa

1 2 3 4

3.

Kesesuaian dengan tuntutan kecakapan hidup ( life skills)

1 2 3 4

4.

Kesesuaian dengan lingkungan masyarakat (sosial budaya)

1 2 3 4

III

Pengorganisasian materi pembelajaran

 

1.

Keruntutan dan sistematika materi

1 2 3 4

2.

Penyiapan materi remidi dan pengayaan

1 2 3 4

3.

Kesesuaian materi dengan alokasi waktu

1 2 3 4

IV

Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran

 

1.

Kesesuaian dengan kompetensi yang ingin dicapai

1 2 3 4

2.

Kesesuaian dengan materi pembelajaran

1 2 3 4

3.

Kesesuaian dengan metode pembelajaran

1 2 3 4

4.

Kesesuaian dengan karakteristik siswa

1 2 3 4

5.

Kesesuaian dengan lingkungan masyarakat (kontekstual)

1 2 3 4

V

Skenario pembelajaran

 

1.

Kelengkapan pentahapan pembelajaran

1 2 3 4

10

Standar Proses

NO.

KOMPONEN RENCANA PEMBELAJARAN

SKOR

2.

Kejelasan langkahlangkah pembelajaran untuk setiap tahap

1 2 3 4

3.

Kesesuaian alokasi waktu dengan tahapan pembelajaran

1 2 3 4

4.

Kesesuaian jenis kegiatan pembelajaran dengan kompetensi

1 2 3 4

5.

Pengakomodasian perbedaan individu

1 2 3 4

VI

Penilaian

 

1.

Kesesuaian dengan kompetensi yang ingin dicapai

1 2 3 4

2.

Kejelasan prosedur penilaian (awal, proses, akhir, tindak lanjut)

1 2 3 4

3.

Kelengkapan instrumen (soal, rubrik, kunci jawaban)

1 2 3 4

5.

Kualitas instrumen

1 2 3 4

4.

Kesesuian dengan karakteristik siswa

1 2 3 4

6.

Keberagaman teknik penilaian

1 2 3 4

VII

Penggunaan bahasa tulis

 

1.

Ketepatan ejaan

1 2 3 4

2.

Ketepatan pilihan kata

1 2 3 4

3.

Kebakuan struktur kalimat

1 2 3 4

 

SKOR Total IPKG 1

Komentar Pengamat:

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

11

Pengamat:

Nama

:

Jabatan

:

Alamat

:

Kantor

Alamat

:

Rumah

 

,

Pengamat,

*) Dirujuk dari IPKG1 yang dikeluarkan oleh Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti Depdiknas, 2006

12

Standar Proses

Contoh Instrumen Kemampuan Calon Guru Melaksanakan Pembelajaran **)

NO

ASPEK YANG DIAMATI

SKOR

I

PRAPEMBELAJARAN

 

1.

Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media

1 2 3 4

2.

Memeriksa kesiapan siswa

1 2 3 4

II

MEMBUKA PEMBELAJARAN

 

1.

Melakukan kegiatan apersepsi

1 2 3 4

2.

Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan rencana kegiatannya

1 2 3 4

III

KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

 

A.

Penguasaan materi pelajaran

 

1.

Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran

1 2 3 4

2.

Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan

1 2 3 4

3.

Menyampaikan materi sesuai dengan hierarki belajar

1 2 3 4

4.

Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan

1 2 3 4

5.

Mengintegrasikan prinsipprinsip kerja ilmiah dalam pembelajaran

1 2 3 4

6.

Mengintegrasikan keterampilan dasar laboratorium

1 2 3 4

B.

Pendekatan/strategi pembelajaran

 

1.

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

1 2 3 4

2.

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

1 2 3 4

3.

Melaksanakan pembelajaran secara runtut

1 2 3 4

4.

Melaksanakan pembelajaran yang terkoordinasi

1 2 3 4

5.

Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

1 2 3 4

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

13

NO

ASPEK YANG DIAMATI

SKOR

6.

Mengakomodasi adanya keragaman budaya nusantara

1 2 3 4

7.

Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

1 2 3 4

8.

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan

1 2 3 4

C.

Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar

 

1.

Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media

1 2 3 4

2.

Menghasilkan pesan yang menarik

1 2 3 4

3.

Menggunakan media secara efektif dan efisien

1 2 3 4

4.

Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media

1 2 3 4

5.

Melibatkan siswa dalam pemanfaatan sumber belajar

1 2 3 4

D.

Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa

 

1.

Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

1 2 3 4

2.

Merespon positif partisipasi siswa

1 2 3 4

3.

Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa, dan sumber belajar

1 2 3 4

4.

Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa

1 2 3 4

5.

Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif

1 2 3 4

6.

Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar

1 2 3 4

E.

Penilaian proses dan hasil belajar

 

1.

Melakukan penilaian awal

1 2 3 4

2.

Memantau kemajuan belajar

1 2 3 4

3.

Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi

1 2 3 4

14

Standar Proses

NO

ASPEK YANG DIAMATI

SKOR

F.

Penggunaan bahasa

 

1.

Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar

1 2 3 4

2.

Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar

1 2 3 4

3.

Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

1 2 3 4

IV

PENUTUP

 

A.

Refleksi dan rangkuman pembelajaran

 

1.

Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa

1 2 3 4

2.

Menyusun rangkuman dengan melibatkan siswa

1 2 3 4

B.

Pelaksanaan tindak lanjut

 

1.

Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi

1 2 3 4

2.

Memberikan arahan, kegiatan, atau tugas sebagai bagian pengayaan

1 2 3 4

 

Skor Total IPKG 2

 

Komentar Pengamat:

Pengamat:

Nama

:

Jabatan

:

Alamat

:

Kantor

Alamat

:

Rumah

 

,

Pengamat,

**) Dirujuk dari IPKG1 yang dikeluarkan oleh Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti Depdiknas, 2006

Program S1 PGSD Ikatan Dinas Berasrama

15