Anda di halaman 1dari 107

OSI LAYER

~ Effi Kurniawati~

OSI Layer

Sejarah
Di awal perkembangannya, banyak komputer yang hanya dapat berkomunikasi dengan komputer lain yang dibuat oleh perusahaan yang sama. Sebagai contoh, perusahaan harus menggunakan produk dari DECnet atau IBM, tetapi tidak bisa kedua-duanya digunakan. Pada akhir 1970, International Organization for Standarization (ISO) membuat model referensi Open System Interconnection (OSI) sebagai solusi untuk mengatasi masalah inkompatibilitas tersebut.
OSI Layer 2

Model Referensi OSI


Open System Interconnection (OSI) menggambarkan tentang bagaimana sebuah informasi dari sebuah aplikasi dalam satu komputer dikirimkan kepada aplikasi pada komputer lain dengan menggunakan media komunikasi jaringan. Model OSI bukanlah sebuah model yang berbentuk fisik, melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi agar bisa membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang berjalan di jaringan.
Protokol

adalah kesepakatan atau standar yang mengatur koneksi atau komunikasi data antar device berbeda.
OSI Layer 3

OSI Layer
Pengirim
E N K A P S U L A S I

Penerima

7. Application 6. Presentation 5. Session 4. Transport 3. Network

Data Data Data Segments

7. Application 6. Presentation 5. Session 4. Transport 3. Network

Packets
Frames

2. Data-Link 1. Physical

2. Data-Link 1. Physical

Bits

D E K A P S U L A S I

Jalur Fisik
OSI Layer 4

U p p e r L o w e r

Application Layer
Application Layer : merupakan tempat dimana user berinteraksi dengan komputer. bertindak sebagai antarmuka antara program dengan layer-layer yang ada dibawahnya. Contoh layanan dan protokol yang digunakan : e-mail (pop3, smtp) file transfer (ftp) browsing (http)

OSI Layer

Application Layer (cont...)


Contoh protokol : HTTP : Protokol yang digunakan untuk mengakses web FTP : Protokol yang digunakan untuk file sharing HTTPS : Protokol yang digunakan untuk mengakses secure web SMTP : Protokol yang digunakan untuk mengirim E-mail POP : Protokol yang digunakan untukmembaca E-mail melalui mail user agent DHCP : Pengkonfigurasian IP secara dynamic oleh DHCP server DNS : konversi url dari domain menjadi ip address TELNET: applikasi remote login SSH : sama dengan TELNET tetapi menggunakan koneksi yang OSI Layer dienkripsi

Presentation Layer
Presentation Layer : sebagai penterjemah dan menyediakan fungsi pengkodean dan konversi untuk mengatasi perbedaan format data, kompresi, dan enkripsi data. Berfungsi untuk mengkonversikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format standard jaringan yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Memastikan data yang dikirimkan oleh satu layer aplikasi dari suatu komputer bisa dibaca oleh layer aplikasi di komputer lain. Contoh jenis data : JPEG, ASCII, EBCDIC, TIFF, GIF, PICT, enkripsi, MPEG, MIDI
OSI Layer 8

Session Layer
Session Layer : bertanggung jawab untuk memulai, mengontrol, dan mengakhiri sesi layer presentasi antar host yang saling berkomunikasi. mengkoordinasi komunikasi antar sistem dan melayaninya dengan menggunakan 3 metode berbeda, simplex, half-duplex, dan full-duplex. Contoh protokol : NFS, RPC, SQL, NetBios names, Appletalk Session Protocol(ASP), SCP, XWINDOWS.

OSI Layer

Session Layer (cont...)

OSI Layer

10

Transport Layer
Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. menyediakan mekanisme untuk multiplexing (teknik untuk mengirimkan atau menerima beberapa jenis data yang berbeda sekaligus pada saat yang bersamaan melalui satu media jaringan). Menyediakan layanan transfer data yang reliable artinya paket data datang sesuai dengan urutan pada saat dikirimkan. Ketika paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang Layer OSI di

11

Fungsi Transport Layer


Lapisan transport bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan diantaranya adalah : 1. Flow control : Mengatur alur untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
2.

Same Order Delivery : Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut dengan proses segmentasi/segmentation)

Fungsi Transport Layer


3.

Reliable data : Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika data tidak sampai ke tujuan. Multiplexing, yang dapat digunakan untuk mengirimkan data dari beberapa sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data.

4.

5.

Byte Orientation : memberikan kemampuan untuk mengolah data berupa byte stream. Hal ini cukup memudahkan dalam menangani paket yang besarnya tidak fix.

Fungsi Transport Layer


6.

Ports number : Penanda unik yang diberikan oleh Transport Layer ke aplikasi agar data dapat dikirimkan ke aplikasi yang tepat,

Protokol
Protokol pada transport layer : 1. Transmission Control Protocol (TCP) 2. UDP (Unit Datagram Protocol)

TCP
Karakteristik dari TCP adalah : 1. Connection-oriented: sebelum mengirimkan data, melakukan sesi koneksi terlebih dahulu dan berusaha untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan, dan mengirimkan error ke lapisan atas.
2.

Full-duplex: memungkinkan terjadinya koneksi antara dua host yang terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk berlangsung secara bersamaan.

TCP
4. Reliable (dapat diandalkan) : Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data telah dikirimkan dengan benar (sesuai nomor urut paket) dan akan dikirimkan lagi ketika data tidak sampai ke tujuan. Setelah suatu sesi (session) diciptakan, perangkat tujuan mengirimkan acknowledgement (tanda terima) ke sumber untuk segment yang dia terima. Acknowledgement ini membentuk dasar dari kehandalan (reliability) dalam sesi TCP.

Fase Koneksi TCP

Koneksi TCP memiliki 3 fase : 1. Pembangunan hubungan. Untuk pembangunan koneksi TCP menggunakan 3way-handshake.

Fase Koneksi TCP


2. Transfer data. 3. Pemutusan hubungan

Header TCP
Bit offset 0 32 64 0-3 4-7 Source Port Sequence number Acknoledgment number 8-15 16-31 Destination Port

96

Data offset

Reser ved

C W R

EC E

UR G

AC K

PS H

RS T

SY N

FI N

128
160 160 192+

Checksum
Options Data

Urgent pointer

Pengenalan Jaringan Komputer

19

Port TCP

TCP memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan TCP Port. Fungsi dari TCP port adalah merepresentasikan satu sisi dari sebuah koneksi TCP untuk protokol lapisan aplikasi.

Port TCP

Pengenalan Jaringan Komputer

21

UDP
UDP merupakan protokol sederhana yang menyediakan fungsi dasar pada layer Transport. Karakteristik dari UDP adalah : 1. Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak bertukar informasi. 2. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. 3. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Header UDP
bits 0 32 0-15 Source port Length 16-31 Destination Port Checksum

64

Data

Pengenalan Jaringan Komputer

23

UDP

UDP tidak menyediakan layanan-layanan antarhost berikut: 1. UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. 2. UDP tidak menyediakan mekanisme flowcontrol, seperti yang dimiliki oleh TCP. Aplikasi yang sensitif terhadap waktu sering menggunakan UDP karena paket hilang masih lebih baik dari pada paket tertunda.

Port UDP

Seperti halnya TCP, UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan UDP Port. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara bersamaan.

Port UDP

Port UDP

Pengenalan Jaringan Komputer

27

Perbandingan TCP dan UDP


No
1 2

TCP
Connection Oriented Reliable

UDP
Connectionless Tidak Reliabel

3
4

Terurut
Error Checking Berat harus membangun koneksi, melakukan segmentasi data, memastikan data terkirim dan diterima dengan urutan yang sesuai) Stream

Tidak terurut
Non Error Checking Ringan tidak perlu melakukan koneksi, tidak perlu memberikan nomor urut, sehingga komunikasi berjalan cepat) Datagram

Transport Layer (cont...)

TCP : Transmission Control Protocol bersifat connection-oriented Protokol ini berusaha untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan, dan mengirimkan error ke lapisan atas. UDP : Unit Datagram Protocol bersifat connectionless Protokol ini berusaha semampunya mengirim data. Tidak berusaha mengembalikan data yang hilang.
OSI Layer 29

Network Layer

Fungsi utama Network Layer : a. Pengalamatan/ Logical Addressing b. Routing c. Enkapsulasi d. Fragmentasi dan Reassembly e. Error Handling dan Diagnostics Contoh protokol : IP, IPX, Appletalk DDP.

Network Layer

Fungsi Network Layer


a.

Pengalamatan/ Logical Addressing IP Address merupakan nomor identitas yang ada pada setiap perangkat jaringan dan bersifat unik karena setiap perangkat memiliki IP address yang berbeda.

Network Layer

31

Fungsi Network Layer


b.

Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. router akan menerima paket-paket yang datang dari berbagai sumber dan akan meneruskan serta menentukan ke arah mana paket data tersebut harus dikirimkan untuk mencapai tujuan akhirnya.
Network Layer
32

Fungsi Network Layer


c.

Enkapsulasi datagram : pada layer network, data yang diterima dari layer yang lebih tinggi akan ditambahkan dengan header layer network sehingga menjadi packet. Fragmentasi dan Reassembly : layer network harus mengirimkan data ke layer yang selanjutnya. Beberapa protokol layer data link memiliki keterbatasan terhadap panjang pesan yang bisa dikirimkan, oleh karena itu paket data tersebut akan di-fragmentation (dipecah) menjadi paket-paket yang lebih kecil. Begitu juga sebaliknya ketika berada dalam komputer penerima, paket-paket data tersebut akan direassembly (disusun ulang) menjadi paket data untuk layer network.
Network Layer
33

d.

Fungsi Network Layer


e.

Error Handling dan Diagnostics : Sebuah protokol khusus digunakan oleh layer network untuk terhubung secara logis, atau mencoba untuk merutekan trafik, dengan cara saling memberikan informasi tentang status dari host, jaringan ataupun peralatan itu sendiri.

Protocol protocol pada Network Layer : 1. IP (Internet Protocol) 2. ARP & RARP 3. ICMP

Network Layer

34

Internet Protocol
1.

IP (Internet Protocol) : protokol utama pada layer network yang didalamnya berisi tentang pengalamatan dan beberapa informasi lain untuk merutekan paketpaket yang dikirimkan sesuai dengan alamat yang dituju. Berhubungan erat dengan protokol TCP yang ada pada transport layer. Tanggung Jawab IP : a. Pengiriman datagram kedalam jaringan internet secara connectionless (yang berarti ia tidak perlu membuat dan memelihara sebuah sesi koneksi). b. Menyediakan fragmentasi dan reassembly datagram yang mendukung kerja data link.

Network Layer

35

Header IP

Network Layer

36

Jenis IP
1. IPv4 : adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4.

Memiliki panjang alamat 32 bit yang terbagi menjadi 4 oktet. Secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Network Layer
37

1.1 IPv4
Kelas IPV4 dibagi menjadi :

Kelas A : memiliki range IP antara 1.0.0.0 s/d 126.255.255.255. b. Kelas B: memiliki range IP antara 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255 c. Kelas C : memiliki range IP antara 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255
a.

Network Layer

38

Jenis IP
2. IPv6 : adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang dapat mmberikan IP lebih banyak dibandingkan dengan IPv4.

Memiliki panjang alamat 128 bit yang terbagi menjadi 8 bilangan hexadesimal. Secara teoritis dapat mengalamati hingga 2 host. Contoh : 2031:0000:130F:0000:0000:09C0:876A:130B
Network Layer
39

128

ARP dan RARP

ARP : Address Resolution Protocol adalah protokol yang bertugas untuk menterjemahkan alamat IP menjadi alamat hardware address. IP yang dimiliki oleh host yang dituju harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC Address agar frame-frame data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi (kabel, radio, atau cahaya), setelah diproses terlebih dahulu oleh Network Interface Card (NIC).

Network Layer

40

ARP dan RARP

Cara Kerja ARP : ARP bekerja dengan mengirimkan paket yang berisi IP Address (yang ingin diketahui Ethernet address-nya) ke alamat broadcast Ethernet (ARP Request). Karena dikirim ke Ethernet broadcast maka semua card akan mendengar paket ini. Host yang merasa memiliki IP Address ini akan membalas paket tersebut (ARP Reply), dengan mengirimkan paket yang berisi pasangan IP Address dan Ethernet Address. Agar tidak sering terjadi permintaan jawaban, jawaban disimpan di memori yaitu pada ARP cache untuk sementara waktu.

Network Layer

41

Header ARP dan RARP

RARP : Reverse Address Resolution Protocol adalah protokol kebalikan dari ARP yang bertugas untuk menterjemahkan alamat hardware address menjadi IP Address. Format Paket ARP dan RARP
16 bit HTYPE HLEN PLEN PTYPE OPER

SHA (32 BIT pertama) SHA (16 bit terakhir) SPA (16 bit terakhir) SPA (16 bit awal) THA (16 bit awal)

THA (32 bit terakhir) TPA


Network Layer
42

ICMP

ICMP : Internet Control Message Protocol merupakan suatu protokol yang bertugas mengirimkan pesanpesan jika terjadi gangguan di lapisan internet dan transport. Pesan kesalahan yang disampaikan oleh ICMP, misalnya tujuan tidak dapat dicapai, jaringan atau host tujuan tidak tercapai, protokol atau port tujuan tidak ada, dan lompatan antar router sudah melebihi batas. Paket ICMP sendiri tidak berdiri sendiri, tetapi bergabung dengan paket IP dimana posisi paket ICMP berada setelah bit ke 160 dari header IP.

Network Layer

43

ICMP

Format paket ICMP


bit 160 160-167 168-175 176-183 184-191

Tipe Kode Checksum ID Sequence

192

Network Layer

44

Data Link Layer


Data Link Layer : menyediakan transmisi fisik dari data dan menangani notifikasi kesalahan, topologi jaringan, dan flow control. memastikan bahwa pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang sesuai di jaringan menggunakan alamat perangkat keras (MAC / hardware address) menerjemahkan pesan-pesan dari layer network menjadi bit-bit untuk dipindahkan oleh layer physical
Contoh : IEEE 802.3/802.2, HDLC, ATM, IEEE 802.5/802.2.
OSI Layer 45

Fungsi Data Link


Melakukan pemecahan data menjadi ukuran yang lebih kecil yang disebut dengan frame. 2. Menyediakan pengalamatan untuk setiap perangkat yang terkoneksi dalam jaringan sehingga data dapat dikirimkan pada perangkat yang dituju dengan alamat perangkat keras (MAC / hardware address). 3. Menangani notifikasi kesalahan /error transmisi. 4. Mengatur aliran frame (flow control). 5. Menerjemahkan pesan-pesan dari layer network menjadi bit-bit untuk dipindahkan oleh layer physical.
1.
.Data Link Layer 46

Layanan Data Link


Layanan Unacknowledged Connectionless Mesin sumber mengirimkan sejumlah frame ke mesin yang dituju dengan tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah dikirimkannya frame. 2. Layanan Acknowledged Connectionless Layanan ini tidak menggunakan koneksi, akan tetapi setiap frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledgment. Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke mesin tujuan telah diterima dengan baik atau tidak.
1.
Data Link Layer 47

Layanan Data Link (Cont...)

3.

Layanan Acknowledged Connection Oriented Mesin sumber dan tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Layanan ini menjamin bahwa setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali dan semua frame diterima dalam urutan yang benar.

Data Link Layer

48

Sub Layer Data Link Data Link memiliki 2 sub layer :

LLC : Logical Link Control 2. MAC : Media Access Control


1.

Data Link Layer

49

Logical Link Control


1.

LLC (Logical Link Control)

Sublayer paling atas pada data link layer Menggunakan Standard IEEE. 802.2 Menyediakan fasilitas multiplexing yang memungkinkan berbagai protokol berada di network layer menggunakan satu jenis media. Menangani masalah flow control. Mendeteksi dan menangani error pada saat transmisi data (error

Data Link Layer

50

Logical Link Control(cont...)


Flow Control Suatu teknik untuk memastikan bahwa data dikirimkan dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan penerimaan perangkat tujuan. Untuk blok-blok data yang besar, sumber akan memecah menjadi blok-blok yang lebih kecil dan mentransmisi data dalam beberapa frame. Hal ini dilakukan dengan alasan : a. Transmisi yang jauh, dimana bila terjadi error maka hanya sedikit data yang akan ditransmisi ulang. b. Ukuran buffer dari receiver akan terbatas.
Data Link Layer 51

Logical Link Control(cont...) Teknik Flow Control : Teknik Sliding Window Cara kerja : Dua stasiun A dan B, terhubung melalui suatu link full-duplex. B dapat menerima n buah frame karena menyediakan tempat buffer untuk n buah frame. Dan A memperbolehkan pengiriman n buah frame tanpa menunggu suatu acknowledgement. Tiap frame diberi label nomor tertentu. B mengakui suatu frame dengan mengirim suatu acknowledgement dan B siap untuk menerima n frame berikutnya yang dimulai dari nomor Data Link Layer 52 tertentu.

Logical Link Control(cont...)


Error Control : Berfungsi untuk mendeteksi dan memperbaiki error yang terjadi dalam transmisi frame data. Ada 2 tipe error yang mungkin : a. Frame hilang : gagal mencapai sisi yang lain b. Frame rusak : frame tiba di sisi penerima tapi beberapa bit error. Teknik yang digunakan : 1. CRC : cyclic redudancy check 2. Polinomial 3. Parity Check
Data Link Layer 53

Cyclic Redudancy Check


1.

CRC : merupakan teknik untuk mendeteksi error transmisi dengan memberikan suatu fungsi yang akan menghitung nilai unik yang akan ditambahkan pada data yang dikirimkan.
CRC Process Append D, 0s Dividend Divisor Generator, G Modulo 2 Division CRC Remainder Append D, CRC

Data, D

00 ... 0 g-1 bits

g bits

Metode CRC pada transmitter


Data Link Layer 54

Cyclic Redudancy Check (Cont...)

CRC Process D, CRC Dividend Divisor Generator, G g bits 0 Modulo 2 Division =0 Remainder Select Data

Metode CRC pada receiver

Data Link Layer

55

Cyclic Redudancy Check (Cont...)


Metode Perhitungan CRC : a. Pembagian bilangan biner : data dibagi dengan bit generator Contoh : Data (D) : 1010111 Generator (g) :10010 0s : 5-1 = 4 jumlah bit 0 yang ditambahkan pada data sebanyak 4 D,0s : 10101110000
Data Link Layer 56

Cyclic Redudancy Check (Cont...)


TRANSMITTER RECEIVER

1011100
10010 /10101110000 10010 01111 00000 11111 10010 11010 10010 10000 10010 00100 00000 01000 00000 1000

1011100
10010 /10101111000 10010 01111 00000 11111 10010 11011 10010 10010 10010 00000 00000 00000 00000 0000
Data Link Layer 57

Cyclic Redudancy Check (Cont...)


b. Pembagian bilangan polynomial : bilangan biner dikonversikan menjadi bilangan polynomial

Contoh : Data (D) : 1010111 Generator (g) :10010 = x5 + x1 0s : 5-1 = 4 D,0s : 10101110000 Polynomial : CRC 10 = x10*1+x9*0+ x8*1+ x7*0+ x6*1+ x5*1+ x4*1+ x3*0+ x2*0+ x1*0+ x0*0 = x10+x8+x6+x5+x4+x1 (silahkan dilanjutkan...) ** Metode yang digunakan sama dengan CRCLink(D,0s58 Data Layer

Bit Parity Check


Parity Check : merupakan suatu metode error detection dengan menambahkan 1 bit (parity bit) pada data yang dikirimkan.
Metode Parity Check : a. Even Parity : Nilai parity bit sama dengan hasil pengXOR an b. Odd Parity : Nilai parity bit merupakan komplement( kebalikan ) dari hasil peng-XOR an data. Contoh jika jumlah bit 1 adalah ganjil: Data (D) : 1010111 (jumlah bit 1 = 5 Even Parity bit : 1 D+parity bit : 10101111 Odd Parity bit : 0 D+parity bit : 10101110

ganjil)

Data Link Layer

59

Bit Parity Check (Cont...)


Contoh jika jumlah bit 1 adalah genap: Data (D) : 1010011 (jumlah bit 1 = 4 genap) Even Parity bit : 0 D+parity bit : 10101110

Odd Parity bit : 1 D+parity bit : 10101111

Data Link Layer

60

Bit Parity Check (Cont...)


Contoh kasus : Budi dan Anto sedang chatingan satu sama lain, jelas keduanya sedang bercakap-cakap dengan metode berkirim teks.

Budi Mengetik Kata : Aku Asumsikan menggunakan Even Parity Bit Dalam Kode ASCII Berarti : A = 1000001 k = 1101011 u = 1010111
Data Link Layer 61

Bit Parity Check (Cont...)


Dengan asumsi menggunakan even parity bit, maka kita peroleh masing-masing karakter memiliki parity : A = 1000001 : bit parity = 0 10000010 k = 1101011 : bit parity = 1 11010111 u = 1010111 : bit parity = 1 10101111 Data lalu dikirim dengan format berikut: 10101111_11010111_10000010 Misal tidak ada error control : Karena suatu (attenuasi atau distorsi dan noise lainnya )bit bit tadi ada yang berubah dalam perjalanan Menjadi sehingga diterima sbg: 10101111_11010111_11000010 : CKU Data Link Layer

62

Block Parity
Block data : beberapa data tergabung menjadi sebuah block data dan dikirimkan dalam satu waktu yang bersamaan. Block Parity dapat mendeteksi 1 atau lebih bit yang salah namu hanya dapat mengkoreksi 1 bit kesalahan disisi penerima. Dengan kata lain, jika ada 2 bit atau lebih yang eror, maka hanya bisa dideteksi tapi tidak dapat dikoreksi/dibenarkan.

D = data Pengirim (Tx) : D1+bit parity horisontal1 + D2+bit parity horisontal2 + D3+bit parity horisontal3 + D4+bit parity horisontal4 +bit parity horisontal + block parity Jika tidak ada eror/salah selama pengiriman, maka : Penerima (Rx) = Pengirim (Tx)

Network Layer

Block Parity

Misal 4 data dibuat menjadi 1 block : Data 1 : 0 1 0 1 Data 2 : 1 0 0 1 Data 3 : 1 1 1 0 Data 4 : 1 1 0 0 Langkah 1 : cari bit parity secara vertikal dan horisontal dari setiap data. (Ingat : jika jumlah bit 1 ganjil maka bit parity : 1 dan jika jumlah bit 1 genap maka bit parity : 0) Langkah 2 : cari 1 block parity dari bit parity vertikal dan horisontal(harus sama)
Network Layer

Block Parity
Transmitter Data 1 : 0 1 0 1 Data 2 : 1 0 0 1 Data 3 : 1 1 1 0 Data 4 : 1 1 0 0 : 1110
Bit Parity horisontal

0 0 1 0 1

Bit Parity Vertikal

Block Parity

Tx : 01010 10010 11101 11000 11101 Jika tidak ada error maka : Rx = Tx Rx : 01010 10010 11101 11000 11101
Network Layer

Block Parity
Cara pengecekan jika ada 1 bit eror pada sisi penerima : Langkah 1 : urutkan data yang diterima dan pisahkan bit parity dari data dengan menggunakan garis. Langkah 2 : cek kebenaran bit parity vertikal dan horisontal dengan memberi tanda centang jika benar dan tanda silang jika salah..Langkah 3 : jika sudah menemukan bit parity yang salah pada bit parity vertikal dan horisontal, tarik garis vertikal dan horisontal sampai bertemu di satu titik.

Misal ada error 1 bit ketika data diterima : Tx : 01010 10010 11101 11000 11101 Rx : 11010 10010 11101 11000 11101 Cek bit yang manakah yang error pada sisi penerima (Rx) ?
Network Layer

Inilah data yang salah/eror

Block Parity
1 1 0 0 0 salah (beri tanda silang) x 0 benar (beri tanda centang) v 1 benar (beri tanda centang) v 0 benar (beri tanda centang) v 1 benar

Transmitter Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 : : : : 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0

: 1 1 1 0

x v v v Bagaimana jika ada 2 bit yang salah/ eror disisi penerima ??

Network Layer

Block Parity
Cara pengecekan jika ada 2 bit eror pada sisi penerima : Langkah 1 : urutkan data yang diterima dan pisahkan bit parity dari data dengan menggunakan garis. Langkah 2 : cek kebenaran bit parity vertikal dan horisontal dengan memberi tanda centang jika benar dan tanda silang jika salah. Misal ada error 2 bit ketika data diterima : Tx : 01010 10010 11101 11000 11101 Rx : 11010 10011 11101 11000 11101 Cek bit yang manakah yang error pada sisi penerima (Rx) ?

Network Layer

Block Parity
Transmitter Data 1 Data 2 Data 3 Data 4 : : : : 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 salah (beri tanda silang) x 1 benar (beri tanda silang) x 1 benar (beri tanda centang) v 0 benar (beri tanda centang) v 1 salah x

: 1 1 1 0

x v v v Ketika ada 2 bit atau lebih yang salah, maka sistem hanya bisa mendeteksi bahwa ada kesalahan data namun tidak dapat mengkoreksi karena tidak dapat mengetahui, pada sisi/bit mana yang salah.
Network Layer

MAC Address
MAC Address : alamat unik yang dimiliki oleh kartu jaringan yang telah ditentukan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE).

Sub Layer dibawah LLC Biasa disebut Ethernet address, physical address, atau hardware address Memiliki 48 bit bilangan biner atau 64 bit bilangan biner. Misal : 01:23:4A:68:FF:4B atau 00-12-4C-2830-3F 24 bit pertama dari MAC Data Link Layer 70 address

Header MAC Address


Struktur MAC Address :

Data Link Layer

71

CSMA/ CD
Metode akses : 1. CSMA/CD : Carrier Sense Multiple Access/ Collicion Detection Menggunakan standard 802.3 (standar ethernet coaxial/ UTP). Tidak menghindari collision namun hanya mendeteksi adanya collision. Mentransmisikan sebuah sinyal khusus ke seluruh perangkat jaringan apabila terjadi collision sehingga perangkat jaringan akan menahan proses transmisi data selama selang waktu tertentu yang berbeda-beda untuk setiap perangkat.
Data Link Layer 72

CSMA/ CD
Flow Chart Mekanisme CSMA/CD

Data Link Layer

73

CSMA/ CA
2. CSMA/CA : Carrier Sense Multiple Access/ Collision Avoidance Menggunakan standard IEEE 802.11/WiFi WLAN Menghindari terjadinya collision. komputer yang ingin mengirimkan data harus terlebih dahulu mendengarkan kondisi jaringan untuk beberapa lama hingga tidak ada aktivitas pengiriman data lewat media jaringan. Setelah perangkat jaringan yakin tidak terdapat komunikasi dalam jaringan maka perangkat tersebut akan mengirimkan sinyal kepada seluruh anggota jaringan agar tidak mengirimkan data, baru kemudian mengirimkan data ke komputer yang dituju. Data Link Layer

74

TOKEN BUS dan TOKEN RING


3. Token Bus dan Token Ring Token Bus : standard IEEE 802.4 Token Ring : standard IEEE 802.5 Akses Token menjamin setiap perangkat jaringan menerima kesempatan secara periodik. Token pada jaringan komputer berbentuk suatu data dengan panjang dan format tertentu yang dipergilirkan pada semua komputer dalam jaringan. Hanya komputer yang sedang memiliki token yang dapat mengirimkan data. Akibatnya collision dapat benar-benar dihindari. Data Tidak efektif untuk jaringan berskala besarLink Layer

75

Physical Layer
Physical Layer : Layer fisik melakukan dua hal: mengirim bit dan menerima bit. Bit hanya memiliki dua nilai, 0 dan 1. Layer fisik berkomunikasi langsung dengan berbagai jenis media komunikasi yang sesungguhnya. Contoh : V.35, V.24, RJ45, Ethernet, FDDI, Wifi, Wimax.

OSI Layer

76

1. NIC : Network Interface

Network Interface Card (NIC) berfungsi menyediakan koneksi fisik antara jaringan dengan komputer. Perangkat keras ini merupakan faktor penting dalam menentukan kecepatan dan performansinya dalam suatu jaringan.

Macam macam NIC :

a. Ethernet b. LocalTalk Connector c. Token Ring card


OSI Layer 77

1. a Ethernet

Ethernet : jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet

dapat terkoneksi dengan kabel coaxial

menggunakan konektor BNC ( British Naval Connector), dan kabel twisted pair menggunakan konektor RJ-45 dan konektor AUI (Attachment Unit Interface) yg bisa digunakan untuk kabel coax, twisted pair, dan optik.

OSI Layer

78

1. a Ethernet (cont...)

Jenis-jenis Ethernet :

http://wexqyuh.blogspot.com/2009/07/pengertian-ethernet.html

OSI Layer

79

1. b. Local Talk Connector

Local Talk Connector : kartu jaringan yang dibuat oleh Apple computer, inc khusus untuk komputer machintos yang terhubung dengan adapter khusus dan kabel yang terpasang ke Port paralel (disebut port printer)

Kekurangannya : kecepatanyya lebih lambat dibandingkan dengan ethernet.


OSI Layer 80

1. c. Token Ring Card


Token Ring Card : hampir sama dengan Ethernet card perbedaannya adalah tipe konektor pada token ring memiliki 9 pin tipe DIN (konektor yg memiliki 9 pin) untuk terhubung dengan jaringan.

OSI Layer

81

2. Media Transmisi

Media transmisi merupakan suatu media dimana informasi bergerak dari suatu perangkat jaringan ke perangkat jaringan yang lain.
Jenis-jenis

media transmisi: 2.1.1 Tembaga 2.1.1.1 Twisted Pair 2.1.1.1.a

2.1 Kabel UTP

2.1.1.1.b STP

2.1.2 Optik Thin

2.1.1.2 Coaxial

2.1.1.1.a

2.1.1.1.b
Thick 2.2 Wireless
OSI Layer 82

2.1.1.1 Twisted Pair


2,1.1.1.b UTP : Unshieled Twisted Pair UTP : jenis kabel yang banyak digunakan. Kualitasnya bervariasi mulai dari kabel telepon sampai kabel dng kecepatan tinggi.
Kabel

UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin dan memiliki beda ukuran per inci nya yangg berfungsi untuk menghilangkan interferensi dari pasangan kabel yg lain dan peralatan elektrik lain,

Kelebihan : murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil

Kekurangan : rentan terhadap frekuensi radio dan


OSI Layer

83

2.1.1.1 Twisted Pair (cont...)

Jenis pengkabelan UTP : a. Straight through : tipe pengkabelan ini, kedua ujung dari kabel memiliki urutan warna kabel yang sama. menghubungkan antara workstation dengan hub/switch Bila salah satu ujung memakai standard T568-A maka ujung satunya harus memakai T568-A juga. Begitu pula sebaliknya, jika salah satu ujung menggunakan standard T568-B, ujung satunya juga harus memakai standard yang sama.

Struktur T568-

Struktur T568-

OSI Layer

84

2.1.1.1 Twisted Pair (cont...)


b. Cross Over : Kabel jenis ini menggunakan standard T568-A pada salah satu ujung, dan T568-B pada ujung lainnya. digunakan untuk menghubungkan antar workstation atau antar hub/switch. c. Roll Over : pengkabelan yang membalik urutan dari salah satu sisi kabel. Standard yang digunakan adalah T568-A pada salah satu ujung dan ujung lainnya urutan T568-A tinggal di roll (dibalik). Demikian juga jika yang dipakai adalah standard T568-B.

OSI Layer

85

2.1.1.1 Twisted Pair (cont...)


2,1.1.1.b STP : Shielded Twisted Pair STP : hampir sama dengan kabel UTP hanya saja kabel STP memiliki pembungkus / shield kabel tambahan sehingga membuat ukurannya lebih besar. Kabel tambahan ini membuatnya menjadi lebih tahan terhadap interferensi frekuensi radio dan peralatan elektrik.
Biasa

digunakan pada jaringan token ring

Note : Kabel Twisted pair baik UTP maupun STP menggunakan konektor RJ-45 untuk menghubungkan kabel dengan NIC.

OSI Layer

86

2.1.1.1 Twisted Pair (cont...)

RJ-45

OSI Layer

87

2.1.1.2 Coaxial
2.1.1.2 Coaxial Kabel Coaxial : jenis kabel yang memiliki konduktor tembaga tunggal ditengahnya
Tembaga tunggal Isolator dari plastik

Konduktor luar dari pita tembaga dan lilitan kawat baja Pembungkus luar dari plastik
Kelemahan Kelebihan

: Kabel coaxial sulit diinstalasi :

mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal sinyal listrik yang lebih besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa ,lebih
tahan terhadap interferensi, jangkauan panjang lebih besar OSI Layer 88 dibanding twisted pair.

2.1.1.2 Coaxial (cont...)


Jenis Kabel Coaxial : 2.1.1.2.a Thin Dikenal dengan nama thinnet. Merupakan kabel tipe 10Base2. Angka 2 artinya kabel ini memiliki panjang maksimum 200meter. Memiliki spesifikasi untuk membawa sinyal-sinyal Ethernet 2.1.1.2.b Thick Dikenal dengan nama thicknet. Merupakan kabel tipe 10Base5. Angka 5 artinya kabel ini memiliki panjang maksimum 500 meter. Memiliki spesifikasi untuk membawa sinyal-sinyal ethernet. Memiliki pelindung pelindung yang lebih tebal dibanding thinnet untuk menjaga dari kelembaban. Kelebihan :Memiliki jangkauan lebih panjang pada jaringan OSI Layer 89 bus linier

2.1.1.2 Coaxial (cont...)


Perbandingan thinnet dan thicknet

OSI Layer

90

2.1.1.2 Coaxial (cont...)


Kabel coaxial memerlukan konektor BNC dan T-Connector untuk menghubungkan dengan jaringan. Untuk topologi bus dan tree yg menggunakan kabel coaxial, memerlukan terminator untuk menghambat/mematikan sinyal listrik di ujung kabelnya.

BNC T-CONNECTOR TERMINATO R


OSI Layer 91

2.12 Fiber Optik

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik/ kaca yang dikelilingi beberapa lapisan bahan pelindung. Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Hal ini untuk mengurangi interferensi yang banyak pada siyal elektrik. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

OSI Layer

92

2.12 Fiber Optik (cont...)

Sesuai untuk lingkungan yang memiliki interferensi elektrik yang cukup besar. Jenis-jenis kabel optik : a. Single mode :

serat optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron). (dapat menyulitkan penyambungan)
menjangkau jarak yang jauh dan hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. mempunyai bandwith yang lebar Standar terbaru untuk kabel ini adalah ITU-T G.652D, dan G.657

b. Multi mode :

serat optik dengan diameter core yang agak besar. mengirimkan yang berbeda-beda di waktu yang bersamaan yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth. OSI Layer 93 Panjang kabel lebih pendek dari single mode

2.12 Fiber Optik (cont...)

Kelebihan : - Kebal terhadap interferensi elektromagnetik. - Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik). - Jarak transmisi yang cukup jauh - Kecepatan transmisi yang tinggi mencapai gigabits

Kelemahan: - instalasinya cukup sulit sehingga membutuhkan tenaga ahli - harga relatif mahal
OSI Layer 94

2.12 Fiber Optik (cont...)

KonEktor optik : a. SC : (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain. b. ST : (Straight Tip): bentuknya hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.

Konektor SC

Konektor ST
OSI Layer 95

Perbandingan jenis kabel


Protokol Ethernet Fast Ethernet Gigabit Ethernet Local Talk Token Ring FDDI ATM Kabel yg digunakan Twisted Pair, Coaxial, Fiber Twisted Pair, Fiber Twisted Pair, Coaxial, Fiber Twisted Pair Twisted Pair Fiber Twisted Pair, Fiber Kec Transfer 10 Mbps 100 Mbps 1000 Mbps 0.23 Mbps 416 Mbps 100 Mbps 155Mbps2488 Mbps Topology Fisik Linear Bus, Star, Tree Star Star, Tree, Ring Linear Bus/Star Star-Wired Ring Dual Ring Linear Bus, Star, Tree
OSI Layer 96

2.2 Wireless

Wireless LAN menggunakan sinyal frekuensi radio, sinar infrared, atau laser untuk berhubungan antar computer, file server, maupun titik akses (Access point). Setiap node memiliki transceiver yang digunakan untuk mengirimkan dan menerima data. Kelebihan : Dapat digunakan untuk komunikasi data jarak jauh Dapat digunakan baik inddor maupun outdoor Memungkinkan mobilitas tinggi Instalasi mudah Kekurangan : Keamanan kurang terjamin Biaya instalasi mahal Gangguan interferensi cukup besar kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan OSI Layer 97 menggunakan kabel.

2.2 Wireless (cont...)

Gelombang-gelombang elektro-magnetik dapat ditransmisikan melalui : Gelombang radio: memiliki kapasitas transmisi cukup rendah antara from 1 Mbps to 10 Mbps

Gelombang microwaves : dapat mengirimkan data melalui bandwidth yang lebih tinggi dibandingkan gelombang radio Infrared : menggunakan inframerah untuk mengirimkan data dan jarak jangkau cukup rendah

OSI Layer

98

3. Repeater

Repeater : berfungsi untuk menguatkan kembali sinyal yang melemah akibat jarak yang berjauhan antara NIC dengan NIC yang lain dan mentransmisikannya kembali. Repeater dapat berupa alat tunggal atau tergabung pada hub Biasanya digunakan pada sebuah LAN menggunakan topologi star dengan menggunakan kabel unshielded twisted pair (max 100m).

OSI Layer

99

4. Hub

Hub : perangkat yang menjadi pusat konsentrator dari kabel, yang digunakan untuk menghubungkan segmen kabel agar dapat menjangkau jarak yang relatif jauh. Berfungsi untuk mengatur komunikasi data antar server dengan client dan juga untuk memperkuat sinyal (disebut juga multi port repeater). Memiliki collision detection yang akan mengirimkan sinyal tunda.

OSI Layer

100

5. Bridge

Bridge : perangkat yang membagi jaringan besar menjadi dua jaringan kecil untuk mendapatkan jaringan yang efisien. Dapat menghubungkan beberapa jaringan dengan topologi fisik yg berbeda, namun memiliki protokol yang sama. Dapat mendeteksi alamat dari tiap perangkat (MAC address) Ketika paket data yang diterima tidak lengkap atau error maka bridge akan membuang data tersebut

OSI Layer

101

6. Switch

Switch :hampir sama dengan hub namun lebih cerdas karena swicth dapat menyimpan MAC address (Medium Access Control) dari tiap node yang terhubung. Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith. Memiliki kecepatan transfer data lebih tinggi daripada hub Dapat saling terhubung antar switch dengan trunk port

OSI Layer

102

7. Router

mengirimkan paket data dengan menentukan jalur terbaik yang akan dilalui paket data (disebut) routing berdasarkan pada alamat IP yang ada pada paket data. Menjembatani antara protokol yang berbeda misal protokol IP dengan IPX dan antar teknologi yang berbeda misal antara ethernet dan token ring. Dapat memfiltrasi data yang melewatinya berdasa ACL (Access Control Link).
Router :

OSI Layer

103

8. Modem

Modem : singkatan dari Modulator-Demodulator

berfungsi mengubah data digital menjadi data analog. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima Menyambungkan komputer/PC dengan jaringan internet, WAN.

OSI Layer

104

Model TCP/IP
1.

Selain Model OSI Layer, ada juga standard lain yang digunakan yakni Model TCP/IP.

OSI Layer

105

Beberapa Macam Protokol (cont...)


2.

NetBIOS Extended User Intarface (NetBEUI) pertama kali didesain oleh IBM dan kemudian dikembangkan oleh Microsoft dan Novell. Cocok digunakan pada jaringan kecil dengan jumlah node kurang dari 200. Protokol ini tidak cocok untuk jaringan besar, karena tidak adanya dukungan terhadap proses routing, sehingga komputer-komputer yang tidak berada dalam satu jaringan yang sama tidak akan dapat berkomunikasi.

3. AppleTalk dikembangkan oleh Apple Computer untuk mengimplementasikan pemindahan file, membagi pakai printer, dan layanan email antara sistem Apple. Appletalk merupakan protokol multi layer yang menyediakan routing internetwork, layanan transaksi dan stream data, layanan naming, layanan membagi pakai file dan printer, dan merupakan protokol yang mendukung proses routing
OSI Layer 106

Beberapa Macam Protokol (cont...)


4. IPX/SPX IPX : protokol layer Network yang menyediakan layanan connectionless.
SPX : protokol layer Transport yang menyediakan layanan connection-oriented untuk pengiriman paket data yang bisa diandalkan.

OSI Layer

107