Anda di halaman 1dari 24

Sebagai seorang rohaniwan yang memiliki pengetahuan lebih dahulu dari pada murid atau orang lain, seorang

rohaniawan harus memiliki penekanan pada pengajaran yang menyentuh hati, memberi inspirasi, dan menganggap semua siswa, bukan hanya segelintir anak pandai tetapi pendidikan harus memberi kesempatan kepada semua anak untuk mencapai hasil yang baik, kemudian peranan lain seorang rohaniawan juga sebagai seorang yang memberikan sarana perubahan transpormasi sosial masyarakat melalui pembentukan karakter, mutu pendidikan akademis, dan keterampilan professional vocasional. Ini yang seharusnya di lakukan oleh seorang rohaniawan jurusan PAK di dalam kelas dimana rohaniawan tidak membedakan antara murid yang memiliki intelegensi tinggi dan yang rendah tetapi menyamaratakan mereka semua, untuk mendapatkan sesuatu yang sama, walau dalam kapasitas yang berbeda. Dalam hal ini kelas adalah bagian dari sekolah dimana sekolah adalah sebuah lembaga tempat hidup dan belajar bersama bagi guru dan siswa. Bagaimana pendidik harus memenpatkan peserta didik sebagai rekan atau partner kerja yang bersama-sama belajar dalam suatu lingkungan kelas dan mebangung prinsip-prinsip kristiani, bukan menganggap diri lebih benar, dan pintar dan pandai tetapi para rohaniawan Jurusan PAK hanya terlebih dahulu belajar dan mengetahui sesuatu dalam batas tertentu sedangkan potensi intelegensi anak bisa tidak terduga, maka sebagai rohaniawan perlu memperhatikan hal ini, kemudian dalam masyarakatpun seorang rohaniawan perlu menerapkan dasar-dasar pendidikan Kristen tersebut agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi teladan kedisiplinan dalam kebenaran kerohanian dan moral, bijak, tegas bersalah mengaku dengan jujur dan mohon maaf, berwawasan holistic, hormat dan altruis pada sesama. Terutama mendidik anak menjadi diri sendiri yang mampu menjalankan pemikiran dengan baik dan tepat. Diposkan oleh Greygorion di 07:21 0 komentar Label: pendidikan Kristen

Minggu, 05 Juni 2011


Identitas seorang Kristen, Amsal 6:4-14
Kekristenan mengandung suatu system yang luar biasa, yang dirancang oleh Allah sedemikian rupa, dalam kekristenan itu sendiri banyak hal yang harus dilakukan dan itupun adalah hal-hal yang semestinya berkenan dihadapan Tuhan, seorang Kristen tidak bisa tanpa adanya sesuatu yang terwujud di dalam kehidupannya sebagai seorang Kristen, perlu adanya identitas di dalam

seorang Kristen, yang menunjukan seorang Kristen yang sejati, seorang yang mempercayakan dirinya kepada Tuhan Yesus dan yakin bahwa kehidupannya telah diubahkan menjadi manusia baru, maka dalam hidupnya akan tercermin kehidupan yang memiliki identitas yang benar-benar menunjukan seorang Kristen. Pengamsal mengajarkan kepada kita pada saat ini sebuah tulisan yang mengajarkan tentang hikmat dan didikan, bagaimana tulisan pengamsal yang diilhamkan oleh Allah sendiri ini memberikan kepada kita petunjuk yang baik sebagai sebuah arah dan pemberian sebuah identitas yang benar sebagai orang percaya, amsal sendiri menegaskan tentang bagaimana seorang yang berakal budi dan pengenalan akan Tuhan yang benar adalah permulaan pengetahuan, kita sudah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Dialah jalan satu-satunya keselamatan tidak ada jalan lain selain melalui Tuhan Yesus, pengetahuan yang benar ini yang membawa kita kepada identitas yang benar, kita akan melihat identitas seperti apa yang dimaksudkan, kita akan melihat di dalam amsal 6:1-19. 1. Seorang Kristen adalah seorang yang rajin (4-11), dalam kehidupan sehari digambarkan oleh pengamsal adalah seperti semut yang tidak memiliki pemimpin tetapi mengumpulkan makanannya sendiri untuk persiapan hidupnya, kemudian dalam kehidupan seorang kristen yang baik harus belajar dari pengamsal ini sebagai suatu pelajaran yang berharga bagi orang-orang Kristen yang telah diselamatkan oleh Kristus di kayu salib, bagaimana seorang yang beriman harus memiliki identitas sebagai seorang Kristen yang rajin dalam melakukan segala sesuatu dalam hidup ini. Alkitab melalui amsal ini mengajarkan kehidupan Kristen yang memiliki identitas yang baik, bukan malas-malasan, tetapi melakukan sesuatu yang dapat dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk kemuliaan Tuhan. Jika kita melihat dalam ayat selanjutnya dalam amsal ini, ayat 9-11 itu ada dampak yang terjadi bila kita menjadi orang yang malas. Dampak itu adalah akan menimbulkan kemiskinan yang sangat, terutama bila kita malas bekerja dalam perkara rohani yang terjadi adalah kemiskinan rohani yang sangat, ini bagian yang bisa mengenai dua bagian ini yaitu bagian rohani dan jasmani, jika dilihat dalam kehidupan nyata dan ini sangat relevan di dalam dunia pada saat ini, jika dilihat orang yang malas bagaimana akhirnya kehidupannya akan sangat melarat dan jika secara rohani kita melihat bahwa kehidupan orang tersebut sangat miskin rohani, dalam hal ini miskin rohani akan Nampak dari kehidupan seharihari dan tindakan dalam hidupnya, dalam ucapannya, tidak adanya buah roh yang dihasilkan. 2. Orang Kristen tidak boleh memiliki mulut yang serong (ayat 12) hidup dengan mulut serong disini artinya adalah berjalan dengan mulut yang bengkok atau kebengkokan mulut, berbicara tidak sesuai dengan kenyataan yang ada atau berbicara tidak apa adanya, atau dibuat-buat, ini kehidupan yang tidak baik dan merupakan sesuatu yang bukan identitas seorang Kristen, dalam amsal ini jelas jika seorang yang serong atau bengkok mulutnya adalah orang yang jahat tidak berguna, tidak berharga. Apakah identitas orang Kristen seperti ini? Tidak tetapi kehidupan orang Kristen adalah berharga di mata Tuhan Yesus sehingga Dia rela mati untuk kita untuk menebus dosa kita, maka seorang Kristen perlu memiliki identitas yang baik tidak serong mulut dan memiliki perkataan yang baik dan membangun, mengatakan sesuatu yang sesuai dengan fakta yang ada tidak mengada-ngada sesuatu tidak membesar-besarkan sesuatu, berkata apa adanya, sebagai seorang yang telah di tebus oleh Kristus, perlu menghargai pengorbanan Kristus dengan memiliki identitas yang benar yaitu tidak berjalan dengan mulut yang bengkok karena jika kita masih hidup dalam hal seperti ini, itu artinya tidak menghargai pengorbanan Yesus di kayu salib, yang telah menganggap kita berharga di matanya. 3. Orang Kristen tidak boleh hatinya memiliki tipu muslihat (ayat 14 a) identitas yang ketiga yang harus dimiliki oleh orang Kristen adalah hatinya tidak memiliki tipu muslihat, artinya

mengandung tipu muslihat adalah berarti seorang Kristen harus memiliki hati yang tulus tidak mengandung sesuatu yang dapat menjerumuskan orang lain, dalam hal ini seorang Kristen harus memiliki hati yang murni dan tidak bercabang, dalam ayat 14 ini Allah ingin supaya orang-orang yang telah ditebus oleh darah Kristus lebih dari tidak memiliki hati yang mengandung tipu muslihat tetapi memiliki hati yang tulus. 4. Soerang Kristen tidak merencanakan suatu kejahatan di dalam hatinya 14 b, artinya bahwa seorang Kristen memiliki hati yang dipenuhi rencana kebaikan untuk orang lain, dan sesame, perlu diperhatikan bahwa rancangan Allah sendiri untuk manusia yang Dia kasihi adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan, maka kita pun harus memiliki hati yang tidak merancangkan kejahatan untuk orang lain, sekalipun orang tersebut berbuat kejahatan terhadap kita, namun sebagai orang percaya kita harus meneladani sosok yang agung yaitu Kristus Yesus sendiri yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan maka dari itu perlu disadari kita harus bisa berbuat baik sebagai identitas Kristen yang melekat di dalam diri kita. Akhirnya bahwa keempat hal ini mewakili semua identitas yang harus dimiliki oleh orang Kristen yaitu yang pertama seorang Kristen adalah seorang yang rajin, kemudian yang kedua seorang Kristen adalah tidak memiliki mulut yang bengkok/serong, ketiga tidak memiliki hati yang penuh tipu muslihat, dan keempat adalah seorang Kristen harus memiliki identitas yang tidak merencanakan kejahatan terhadap sesamanya manusia, semoga renungan singkat ini menjadi berkat buat kita semua. Amin Diposkan oleh Greygorion di 09:09 0 komentar Label: renungan pagi

PERANANAN ROHANIWAN JURUSAN PAK (Pendidikan Agama Kristen) DI KEGIATAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Seorang rohaniwan memiliki peranan yang penting di dalam kehidupan masyarakat, terutama di dalam kegiatan pendidikan baik disekolah ataupun dimanapun seorang rohaniwan berada, terutama perananan rohaniwan jurusan PAK yang adalah seorang yang telah memiliki standar kompentensi sebagai seorang yang mampu mendidik dan membina, terutama dalam memberikan pengarahan dalam hal kerohanian terutama di dalam kegiatan pendidikan di dalam lingkup sekolah. jika kita memperhatikan apa itu hakekat dari sekolah itu sendiri sekolah adalah lembaga tempat hidup dan belajar bersama bagi guru dan siswa yang saling berbagi pengalaman hidup bermasyarakat dan saling berbagi pengetahuan di semua sisi kehidupan, sedangkan seorang rohaniwan terutama jurusan PAK juga seorang yang seharusnya mampu melakukan hal tersebut, bukan hanya saja mendidik tetapi juga berbagi dengan siswanya baik itu dalam hal pengalaman hidup maupun pengetahuan di semua sisi kehidupan. Sekolah juga adalah lembaga tempat hidup dan belajar yang seharusnya guru bisa mengajak siswa untuk sama-sama menjadi manusia spiritual, moral, sosial, IPTEK, dan menjadi diri sendiri.

Dapat dilihat hakekat dari sekolah itu sendiri yang seharusnya dapat diperhatikan oleh seorang rohaniawan jurusan PAK, ketika seorang rohaniawan jurusan PAK ini melihat bagaimana seharusnya seorang Rohaniawan bertindak dan melakukan sesuatu, maka peranan yang sangat penting bagi seorang Rohaniawan jurusan PAK adalah memiliki hati yang mau berbagi dengan siswanya atau dengan sesama, semua ini jika dilihat dari hakekat dari sekolah itu sendiri, jika dilihat dari hakekat seorang guru yaitu pendidik adalah teman, pengajak dan sebagai fasilitator belajar pembelajar yang tidak berbeda dengan filsafat pendidikan yaitu tut wuri handayani, maka setelah melihat hakekat dari guru ini sendiri terlebih lagi seorang guru yang telah memiliki konsep sebagai seorang rohaniawan yang harusnya mampu membawa anak kepada kristus untuk dapat lebih memahami dan mengerti siapa Yesus dan apa yang harus dilakukan, maka seorang rohaniawan jurusan PAK memiliki perananan yang sangat penting sebagai seorang pendidik kemudian teman, pengajak dan sebagai fasilitator yang mampu membagi pengetahuan dan saling berbagi satu sama lain, terutama di dalam kegiatan pendidikan di sekolah, inilah peranan seorang rohaniawan jurusan PAK di dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Diposkan oleh Greygorion di 08:55 0 komentar Label: pendidikan Kristen

Selasa, 05 April 2011


MEMPERTAHANKAN KEILAHIAN YESUS KRISTUS

BAB I PENDAHULUAN Dalam ilmu kristologi yaitu suatu pembelajaran yang mempelajari tentang keilahian Kristus, kemanusiaan dan pekerjaanNya, ini yang akan dibahas di dalam pembahasan paper kali ini, kemudian untuk hal-hal yang akan dibahas kali ini adalah bagaimana sifat ilahi dari Yesus sendiri, kemudian bagaimana menurut pandangan Alkitab mengenai Yesus dan apa saja tanggapan Yesus tentang diri-Nya sendiri, dan penyataan-penyataan Yesus tentang diriNya. Karena pada dasarnya jika Kristus bukan Allah, maka ia pasti mempunyai dosa, kalau ia berdosa mustahillah dapat menggenapi pekerjaan penebusan. Jika Kristus bukan Allah, maka ia hanya seorang yang Kudus dan nilai penyembahan kita padaNya pun amat rendah. Jika hal itu terjadi bagaimana iman kepercayaan kita pada Yesus yang sebagai Allah dan sebagai manusia, Dia memiliki dua nature yang berbeda di dalam diriNya. Maka perlu diperhatikan di dalam pembahasan paper ini akan dibahas bagaimana penyataanpenyataan Yesus sendiri tentang ke ilahianya kemudian bagaimana pembahasan dalam Injil Yohanes 10:30 dan Yohanes 8:58 tentang keilahian Yesus sendiri, di dalam diri Yesus, Yesus sendiri adalah Allah yang kekal, Yesus adalah Allah! Dia dan Bapa kekal adanya! Dia menjadi seorang manusia sehingga Dia dapat mati untuk dosa-dosa kita, tetapi Dia tetap adalah Allah! , ini mendukung suatu pengakuan bahwa Yesus memiliki natur ilahi. Ini akan dibahas dalam bab selanjutnya bagaimana Yesus memberikan penjelasan tentang dirinya. Demikianlah akan dibahas hal-hal tersebut sehingga dapat dipahami bahwa sebagai orang-orang Kristen dapat mempertahankan keilahian Yesus sendiri dengan memperlihatkan ucapan-ucapan Yesus sendiri, kemudian apa yang dimaksud dengan keilahian Yesus itu sendiri? menurut Paul Enns dalam bukunya The Moody Handbook of Theology Kristus secara mutlak setara dengan Bapa dalam pribadi dan karya-Nya, Kristus adalah Ilahi yang tidak dapat dikurangi. oleh sebab itu dalam berbagai serangan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah benar-benar Allah yang bersifat Ilahi, dapat diberikan suatu pertahanan ketika ada suatu serangan yang dilakukan orang-orang yang tidak percaya tersebut.

Karena pada dasarnya ketika ada sebuah serangan yang dilakukan oleh orang lain terhadap keilahian Yesus, hal tersebut merupakan serangan yang dilakukan untuk menyerang dasar kekristenan. Akan tetapi dalam pembahasan pada paper ini akan dijelaskan bagaimana mempertahankan keilahian Yesus, walaupun itu tidak perlu karena Yesus merupakan Allah yang tak perlu dipertahankan, karena Allah adalah yang memiliki segala sesuatu di dalam dunia ini, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mempertanggung jawabkan iman percaya yang telah ada ini. BAB II PERNYATAAN YESUS MENGENAI SIFAT KEILAHIANNYA Sebelum jauh dari hal ini dapat dilihat terlebih dahulu apa yang dinamakan keilahian tersebut, dimana dalam pengertian keilahian sendiri adalah bagaimana sebuah keilahian identik dengan ketuhanan, dan Yesus adalah Tuhan itu sendiri, dan jika diperhatikan di dalam Alkitab bagaimana banyak sekali yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia, dan ada beberapa rasul dan nabi yang memberitakan hal ini, dan hal ini terlihat sangat jelas di dalam pemberitaan Yohanes dan Paulus, tentang ini Prof. L. Berkhof berkata: Berdasarkan hasil penelitian sangatlah mustahil menyangkal bahwa Yohanes dan Paulus mengajar tentang ke-Tuhanan Kristus. Di dalam Injil Yohanes pandangan tentang kemuliaan Kristus terlihat di dalam nats-nats berikut: Yohanes 1:1-3,14,18; 2:24,25; 3:16-18,35,36; 4:1415; 5:18,20-22,25-27; 11:41-44; 20:28; 1 Yohanes 1:3; 2:23; 4:14-15; 5:5,10-13,20. Pikiranpikiran yang sama terdapat dalam surat-surat Paulus dan surat Ibrani, yaitu Roma 1:7; 9:5; I Korintus 1:1-3; II Korintus 5:10; Galatia 2:20; 4:4; Filipi 2:6; Kolose 2:9; I Timotius 3:16; Ibrani 1:1-3,5,8; dan sebagainya. Itulah mengapa dikatakan mengapa banyak orang yang memiliki suatu pandangan bahwa Yesus itu hanyalah seorang nabi biasa, itu semua salah, Yesus memang benar-benar Allah, dan bukan hanya bukti yang ada di atas tetapi banyak sekali penyataan Yesus yang menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang benar-benar Ilahi. Masalah pada saat ini adalah, orang-orang banyak yang mempertanyakan bagaimana dengan keilahian Yesus sendiri, di dalam kenyataannya bahwa Yesus memang benar-benar Allah yang berdaulat dengan melihat berbagai bukti yang dapat diberikan, antara lain dengan melihat bahwa Yesus memberikan pengakuan bahwa diri-Nya adalah benar-benar Allah, yaitu: - Ia memiliki sifat-sifat ilahi Yaitu suatu sifat yang ada sejak semula di dalam diri-Nya, dan Yesus memiliki sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri, ini merupakan suatu pernyataan yang benar-benar dilakukan oleh Yesus dengan membuktikan keilahian-Nya, dalam sifat-sifat itu antara lain adalah sifat PraEksistensi yaitu sifat dimana sebelum segala sesuatu ada, ia sudah ada, seperti yang dijelaskan di dalam buku Dr. Peter Wongso yaitu Pra-Eksistensi menunjukan sebelum alam semesta dan manusia ada, Ia sudah ada. Ayat-ayat pendukungnya adalah Yoh 1:1, Ams 8:22-31; Yoh 8:58; Ef 3:11; Ibr 1:10; Yoh 17:5, dan ia adalah yang awal dan akhir: Alfa dan Omega. - Ketidak berubahan Hal ini merupakan penjelasan tentang bagaimana Yesus di dalam diri-Nya tidak mengalami perubahan dalam hal apapun, sedangkan manusia dijelaskan bahwa setiap manusia mengalami apa yang dinamakan peruabahan, manusia mengalami hal tersebut, baik perubahan pikiran, kesehatan, kegemaran, tutur kata, bahkan hidupnya pun senantiasa berubah. Inilah yang menyebabkan suatu hal yang berbeda dengan Yesus sendiri yang tidak mengalami perubahan

dalam hal eksistensi-Nya, ia selama-lamanya tidak berubah, ayat-ayat pendukungnya adalah Ibr 13:8; Maz 90:2 dan seterusnya. Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan, bagaimana setiap manusia pasti dapat mengalami suatu hal yang lain, sedangkan Yesus dapat dimengerti sebagai suatu insan yang ilahi, dan ada beberapa penyataan Yesus sendiri yang menyatakan bahwa diri-Nya adalah Allah dan bersifat Ilahi diantaranya adalah sebagai berikut: Yesus mengakui diriya sebagai Ilahi tersirat dalam pengakuannya di dalam Khotbah di bukit, dalam khotbah ini Yesus menjelaskan bahwa diri-Nya adalah Allah dilihat dalam tiga sudut, yaitu Ia lebih besar dari Musa, disamping itu berulangkali Yesus menggunakan kata Hanya aku berkata kepadamu (Mat 5:22,28,32,39,42), ini menunjukan bahwa ia sebagai pembuat hukum dan mengumumkan Hukum Taurat ini. Kemudian Ia berkali-kali demi kehendak Allah menjadi patokan kehidupan manusia, ini menunjukan suatu kehidupan yang tertinggi dari manusia, yakni hidup bagi Allah, kemudian Ia mengutarakan tentang penghakiman pada akhir jaman, ini jelas bahwa Yesus ingin menjelaskan dan menyatakan diriya sebagai Hakim itu seperti yang dijelaskan oleh Dr Peter wongso dalam bukunya. Bukti bahwa Yesus itu Tuhan, di dalam diri Yesus sendiri secara konsisten Dia menjelaskan bahwa diri-Nya adalah Tuhan yang menyatakan dirinya dalam bentuk manusia, di dalam diriNya nyata akan penyataan-Nya bahwa dia adalah Tuhan, seperti yang dijelaskan oleh Chris Marantika Th.D: Yesus Kristus mengklaim sendiri secara konsisten, bahwa Dialah Tuhan dengan menyatakan diriNya sebagai Yahweh Perjanjian Lama. Berkali-kali Ia menggunakan ungkapan Ego Eimi yang berarti Aku adalah Yang Ada, atau seperti yang diterjemahkan Akulah Dia (Yohanes 8:24, 28) dan Aku Ada (Yohanes 8:58), ungkapan Yunani ini merupakan terjemahan langsung dari istilah bahasa Ibrani Yahweh, yaitu nama Allah dalam Perjanjian Lama. Perulangan pemakaian panggilan ini oleh Yesus meyakinkan kita, Yesus memproklamirkan secara tegas bahwa diriNya adalah Tuhan Allah. Ini menjadi bukti yang sangat konkrit bagai keilahian Kristus di dalam inkarnasinya sebagai manusia yang sejati, di dalam keilahiaNya itu terdapat sifat-sifat yang sangat menonjol dan hal tersebut dapat menjadi suatu bukti yang konkrit, dan sangat jelas bahwa sifat-sifat ilahi ini dimiliki Kristus sejak kekekalan dan bahkan sebelum berinkarnasi. Kemudian di dalam bab selanjutnya bagaimana Yesus sebagai Ilahi yang kudus dijelaskan di dalam Yohanes 10:30, dimana Yesus mengakuai bahwa Dia dan Bapa satu, ini akan dibahas di dalam bab selanjutnya. BAB III MENURUT YOHANES 10:30 Yoh 10:30 Dalam bahasa Yunani, bahasa injil Yohanes, kata (heis maskulin- ) berarti angka satu dan (hen netral -) berarti kesatuan-dalam tujuan (unity - in purpose). Dalam ayat ini Yohanes menggunakan (hen, Strong #1520). Jadi, yohanes sedang berbicara tentang kesatuan dalam tujuan. Pertanyaan selanjutnya yang tak terelakkan lagi adalah, "apa kesatuan tujuan itu?". Itu adalah penyampaian pesan ketuhanan kepada umat manusia. Yesus menyampaikan pesan itu dan misinya kepada pengikut-pengikutnya. Setelah melakukannya, ia menyatakan: dan Yesus sangat jelas mengatakan hal itu di depan para tua-tua Yahudi pada waktu itu seperti yang jelaskan oleh

Paul E. Litle: Yesus menyatakan diri-Nya Allah dengan cara yang cukup jelas bagi para pendengar-Nya. Sekali peristiwa Yesus berkata Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Oleh para pemimpin agama pernyataan-Nya sebagai Allah dianggap sebagai huhat dan mengakibatkan Dia harus disalibkan. "And the glory which Thou hast given me, I have given to them (disciples); that they may be one, just as we are one." (John 17:22). Aku sudah memberikan mereka keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita juga satu; (Yohanes 17:22) Yesus juga berkata: "Holy Father, protect them in your name that you have given me, so that they may be one, as we are one." (John 17:11). Bapa yang suci! Jagalah mereka dengan kekuasaan nama Bapa, yaitu nama yang sudah Bapa berikan kepada-Kusupaya mereka menjadi satu, sama seperti Bapa dan Aku juga satu. Yohanes 17:11Dalam kedua ayat diatas, kata yunani yang digunakan oleh Yohanes adalah ' (hen, Strongs #1520). Maka, tidak ada orang yang jujur dan yang takut akan Tuhan akan mengatakan 12 murid Yesus setara dengannya atau Bapa. Dalam Yohanes 10:30, YESUS berkata, "Aku dan Bapa adalah satu." Dengan kata lain: 'Aku memiliki otoritas untuk berbicara bagi Bapa. Aku memiliki kuasa untuk bertindak bagi Bapa. Jika engkau menolak Aku, engkau menolak Bapa.' Greek NT Yoh17:11 Pertanyaan yang sering timbul adalah Jika Yesus tidak menyatakan dirinya adalah Tuhan, mengapa yahudi mengambil batu dan bersiap untuk membunuhnya ketika mendengar kata-kata itu? Jawaban muncul dalam teks berikutnya dan di sana terdapat pula dialog penting antara yesus dan Yahudi. Yesus memang mengakui (lihat ayat 36) bahwa: a. Dia dikuduskan (sanctified) oleh Tuhan. Peristiwa ini tidak terjadi kecuali ada dua entitas yang terpisah dan independen. Satu pihak yang mengkuduskan sementara yang lain yang dikuduskan b. Dia diutus (sent) oleh Tuhan. Teks ini membuktikan, satu pihak sebagai pengutus, sementara yang lainnya adalah utusan. c. Dia adalah anak Allah. Teks ini membuktikan bahwa Yesus yang sebelumnya mengutip sebuah ayat Mazmur kepada penentangnya adalah hanya untuk menegaskan sebagai anak-anak Yang Maha Tinggi. Silahkan Baca Mazmur 82:6 untuk detilnya. Ayat Pendukung : Jesus said: "I go to the Father; for the Father is greater than I." (Jn. 14:28). Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar daripada-Ku. Yohanes 14:28 Ayat ini dengan tegas menyangkal pernyataan bahwa Yesus setara statusnya dengan Bapa. Catatan: Siapapun yang berpikir bahwa kata lebih besar tidak dimaksudkan lebih besar kekuasaannya atau statusnya, dalam Yohanes 13:16 juga dengan 17:3 BAB IV MENURUT YOHANES 8:58 Dalam pembahasan bab sebelumnya dapat dimengerti bahwa Yesus menyatakan diri-Nya Allah

dan membuktikan bahwa dirinya adalah seorang yang patut untuk disembah, pada bab ini akan dibahas bagaimana Yesus itu Tuhan karena Ia kekal, di dalam bagian teks Alkitab yaitu Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Jadi ini adalah bagian yang menunjukan suatu bukti yang konkrit tentang pribadi Yesus sebagai pribadi yang ilahi. Di dalam ayat ini terjadi suatu diskusi Kristologi yang sangat penting antara Kristus, yang berinkarnasi menjadi manusia, dengan mereka yang menganggap diri mereka mengenal Alkitab, di dalam ayat ini sangat jelas bila dilihat di dalam bahasa aslinya, jika di dalam terjemahan bahasa inggris KJV John 8:58 Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am. Dijelaskan oleh Pdt. DR. Stephen Tong di dalam bukunya Allah Tritunggal demikian: Abraham adalah suatu eksistensi yang pernah terjadi di dalam sejarah, teteapi keberadaan Abraham adalah keberadaan yang bisa lewat, dan memang sudah lewat. Namun, keberadaanKu adalah keberadaan sebelum Abraham, dan sesudah keberadaan Abraham lewat dan sampai sekarang keberadaanKu tetap ada. Ini suatu kesinambungan yang menunjukan keberadaan yang transenden, yang tidak digeser oleh waktu dan yang melampaui proses waktu. Ini adalah suatu Ousia yang hanya ada pada Allah. Disini Yohanes menyatakan kekekalan Yesus sebagai salah satu oknum dari Allah Tritunggal, yang dimana Yesus sendiri merupakan sosok yang telah dinubuatkan sebelumnya oleh para nabi, bahwa Dia adalah yang kekal dan tidak terbatas, karena jauh sebelum penjelmaanNya, para Nabi telah menubuatkan bahwa ia adalah kekal ini mengindikasikan akan hal yang tak dapat dipungkiri bahwa Yesus benar-benar kekal dan tak terbatas, tidak ada manusia yang dapat mengakui dirinya adalah Tuhan selain Yesus sendiri. Kemudian pernyataan yang paling menarik adalah pernyataan Yesus sendiri yang berbunyi Aku berkata kepadamu sesungguhnya sebelum Abraham Jadi, Aku telah ada ungkapan Aku berkata kepadamu adalah cara mengajar dengan penuh kuasa, kepastian dan ketegasan. Ungkapan yang sesungguhnya menekankan kebenaran pernyataan-Nya, kata sebelumnya menunjukan kepada periode tertentu yaitu masa Pra-eksistensi Abraham, kemudian kata jadi adalah sebuah kata kerja dengan keterangan waktu aorist yang menerangkan sesuatu yang terjadi secara pasti di suatu saat di masa lampau, dalam hal ini eksistensi daripada Abraham, yang sangat menarik adalah ungakapan Aku ada (kurang akurat bila diterjemahkan Aku telah ada). Jadi Yesus menegaskan akan keberadaanNya sebelum bapak Abraham. BAB V KESIMPULAN Setelah mempelajari seluruh bagian ini bahwa sesungguhnya Yesus adalah Tuhan yang dapat dipertahankan di dalam kehidupan orang percaya pada saat ini, dimana di dalam setiap pergerakan yang terjadi pada saat ini, ada banyak orang yang ingin menggoyahkan kepercayaan yang dasar dari kekristenan. Dalam pembelaan terhadap hal-hal yang mengusik akan kehidupan orang-orang percaya pada saat ini, beberapa hal diatas dapat menjadi suatu pegangan dalam memberikan pembelaan iman orang-orang percaya pada saat ini. Kemudian ketika penyataan-penyataan Yesus yang nyata bahwa diri-Nya adalah Allah yang menciptakan alam semesta ini, dan ayat-ayat yang mendukung semua hal tersebut dapat diaplikasikan di dalam kehidupan orang percaya pasti akan dapat memberikan solusi ketika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggoyahkan iman percaya orang-orang Kristen maka hal ini

dapat membantu, dan sekali lagi bahwa Yesus adalah Allah sejati yang benar-benar Allah yang telah ada dari kekekalan sampai kekekalan, dan Yesus benar-benar memiliki sifat ilahi. Semuanya adalah karena Allah begitu mengasihi umat manusia, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk menjadi manusia dan menderita di dalam dunia ini, ini karean Allah tidak ingin manusia menjadi binasa di dalam api neraka yang kekal, semoga semua ini menjadi kemuliaan bagi Allah Bapa di Sorga, By: AG SOLY DEO GLORIA. Diposkan oleh Greygorion di 06:42 0 komentar

KESELAMATAN DARI YESUS YANG MEMBERIKAN PENGHARAPAN DAN PENEBUSAN

BAB I PENDAHULUAN Dalam kehidupan manusia kita melihat banyak orang-orang yang merasa dirinya telah memiliki keselamatan yang datang dari dirinya sendiri, banyak juga orang-orang percaya yang mencari keselamatan diluar Kristus, dan bagaimanapun setiap langkah kehidupan kita harus berdasarkan sikap kita yang telah diselamatkan bagaimanapun yang telah kita lakukan, dalam pembahasan ini penulis ingin menunjukan apa itu anugerah Allah yang diberikan dan bagaimana sebenarnya kehidupan kita di dalam anugerah tersebut. Kemudian apa hubungan iman dengan perbuatan dan hubungan penyucian dan pengudusan, dan kemudian apa itu pertobatan. Kesemuanya itu dapat dikatakan bahwa saling berkaitan satu sama lain yang perlu diperhatikan sekarang ini adalah bagaimana setiap orang mengerjakan semuanya ini, dan Allah sendiri mengaruniakan anugerahnya kepada kita umat manusia, dapat diperhatikan bahwa factor utama yang menentukan siapa yang akan diselamatkan dari dosa bukanlah keputusan orang yang bersangkutan, melainkan kedaulatan anugerah Allah , jadi lebih menekankan bagaimana Allah yang bekerja dari kekekalan hingga kekekalan, dan anugerahnya besar bagi umat manusia yang berdosa, dan tinggal bagaimana dan apa itu anugerah Allah dalam kehidupan manusia. Bagaimana seorang yang telah ditebus dan diberikan anugerah memiliki suatu pengharapan yang pasti dari Allah dan memberikan suatu solusi yang terbaik untuk masa depan yang indah dan kekal bersama Yesus. Akan diuraikan pada bab selanjutnya bagaimana dan apa itu anugerah dan bagaimana hubungan iman dengan perbuatan dan sebagainya.

BAB II Apa itu Anugerah Allah? Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia berada di dalam anugerah Allah yang luar biasa, setiap permasalah setiap kejadiaan yang menimpa kehidupan itu tak dapat kita sangkal, semua itu semata-mata hanya oleh karena anugerah Allah saja, apa itu anugerah Allah? Itu yang menjadi pertanyaannya, jika dilihat bagaimana kehidupan manusia yang semakin terpuruk dan hancur moral dan tingkahnya oleh karena dosa, dan bagaimana dosa telah merasuk dan terus terpuruk oleh tindakan-tindakan manusia yang mulai menyimpang dari kebenaran, dalam pandangannya Paulus bahwa dosa itu identik dengan berada di dunia, maka itu berarti dosa bersifat universal. Maka dapat dilihat dari sini bahwa manusia sesungguhnya tidak layak mendapatkan keselamatan itu, tetapi dapat diperhatikan bahwa Allah memiliki rencana yang luar biasa untuk kemuliaan nama-Nya, yaitu suatu penebusan yang tak dapat diberikan oleh siapapun di dalam dunia ini. Dapat dikatakan pula bahwa sesungguhnya anugerah yang kita terima itu tak dapat ditolak oleh manusia yang telah dipilih, mengapa demikian? Karena manusia tidak dapat menolak atau merusak sedikitpun karunia-karunia rohani yang diberikan oleh Allah kepada manusia tersebut , sehingga mengapa disebutkan manusia itu tak dapat menolak anugerah yang diberikan oleh Allah kepadanya. Selain itu anugerah ini juga menyangkut dengan penebusan orang-orang berdosa, dimana penebusan itu bersifat sesuatu yang mutlak dan tak dapat ditolak, penebusan seperti apa yang dimaksud? Penebusan yang dimaksud adalah bagaimana Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya untuk mendamaikan manusia dengan Allah, ini juga dijelaskan oleh Rasul Paulus bagaimana Karya Allah yang mendamaikan di dalam Kristus, dalam bukunya Herman Ridderbos ia mengatakan bahwa Selain pembenaran, Paulus juga menjelaskan relasi yang baru dengan Allah yang digenapkan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus, sebagai pendamaian. Lebih dari satu kali ia menjajarkan keduannya. Misalnya, di Roma 5:9-10 Paulus menyejajarkan dibenarkan oleh darah-Nya dengan diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, atau di 2 Korintus 3:9 dan 5:18 ia menyandingkan Pelayanan yang memimpin kepada pembenaran dengan Pelayanan pemdamaian. 2 Korintus 5:18 dst. Juga menyatakan bahwa tindakan pendamaian Allah atas dunia diwujudkan dalam hal Allah tidak memperhitungkan pelanggaran mereka selain itu, ada berbagai ayat lain yang menegaskan kesejajaran ini. Dalam hubungan seperti ini dapat diperhatikan bahwa, sesungguhnya anugerah yang paling besar dalam kehidupan manusia adalah, karya penebusan dan pendamaian yang dilakukan oleh Yesus terhadap umat-Nya dan menurut Paul Enns dalam bukunya mengatakan bahwa Justifikasi adalah karunia yang diberikan melalui anugerah Allah (Rom 3:24) dan terjadi pada saat seseorang memiliki iman kepada Kristus (Rom 4:2; 5:1) . Dan itu merupaka anugerah yang tak dapat ditolak oleh manusia yang memang harus menerima semuanya itu. Pada bab berikutnya akan dijelaskan bagaimana hubungan iman dengan perbuatan manusia pada saat dia mengalami suatu penebusan dan anugerah yang diberikan oleh Allah secara Cuma-Cuma. BAB III Hubungan iman dengan perbuatan Bagaimana hubungan iman dengan perbuatan manusia, apa yang seharusnya manusia lakukan sebagai seorang manusia yang telah diselamatkan oleh Yesus di dalam penebusanya? Perlu

dipelajari iman yang seperti apa dan bagaimana iman yang harus dimiliki oleh manusia yang telah ditebus oleh Yesus dikayu salib, dapat dikatakan bahwa iman itu adalah suatu kesandaran penuh terhadap suatu masalah dan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kepada sesuatu yang lebih besar, itu secara umum tetapi dapat diperhatikan bahwa iman berarti menyandarkan seluruh beban hidup kita kepada Kristus, seperti yang diungkapkan oleh seorang misionaris yang mendapatkan kata iman yaitu dia berkatasaya telah mendapatkan kata itu! Iman berarti menyandarkan seluruh bebanmu pada Kristus Iman itu akan membuahkan suatu tindakan atau perbuatan yang sesuai dengan pertobatannya, dan iman itu bermula pada respons kepada Firman Allah, itu yang menjadi dasar bagaimana Iman itu tetap bersandar teguh pada Firman Tuhan. Jadi Calvin sendiri terus menerus mendevinisikan iman sebagai suatu kepastian yang mutlak, dan iman juga bukan lah hanya pengetahuan intelektual melainkan suatu keyakinan yang teguh dan efektif Ketika orang percaya memiliki iman di dalam Tuhan yang pada akhirnya dapat dikatakan bahwa iman itu akan menimbulkan ketekunan yang timbul dan berasal dari Allah sendiri, ini seperti yang jelaskan dalam buku Anthony A. Hoekema: Akan tetapi, hal yang tidak dinyatakan dalam difinisi ini adalah bahwa orang-orang percaya hanya dapat bertekun melalui kekuatan Allah. Jika dibiarkan pada diri orang percaya sendiri, dibiarkan pada kekuatan mereka sindiri, pada sumber daya mereka sendiri, mereka pasti akan menjauh dan kehilangan keselamatan. Tetapi kehendak Allah tidka mengizinkan hal ini terjadi kepada umat milik-Nya, yang telah dipilih-Nya di dlaam Kristus sebelum penciptaan dunia (Ef 1:4) dan yang telah dipredestinasikan untuk menjadi serupa dengan Anak-Nya (Rom 8:29). Ini menjelaskan bagaimana karena iman seseorang dapat memiliki suatu ketekunan dalam Tuhan, yang Tuhan sendiri berikan kepada umat-Nya, perbuatan yang dilakukan oleh manusia itu adalah bagaimana mereka bertekun dalam iman yang ketekunan itu sendiri memang Allah berikan kepada mereka, karena Allah tidak ingin supaya apa yang telah Ia miliki itu hilang, karena Allah memiliki kuasa atas semua yang terjadi di dalam hidup manusia. Perlu disadari bahwa hubungan iman dan perbuatan itu sangat erat, yaitu bagaimana iman yang teguh terhadap Allah dan terhadap karya keselamatan yang telah Allah berikan melalui Yesus Kristus akan menimbulkan di dalam diri manusia itu suatu ketekunan dan yang menimbulkan ketekunan itu sendiri adalah Allah sendiri melalui Roh Kudus, seperti yang dikatakan di dalam TULIP Iman ini dikerjakan oleh Roh Kudus, yang adalah pekerja dan Penanam iman. Pada bab selanjutnya yang akan dibahas adalah bagaimana hubungan penyucian dan pengudusan, dalam bab sebelumnya dapat dilihat bagaiman iman dan perbuatan itu saling berkaitan satu sama lain. Kemudian dalam bab yang ke IV ini akan dilihat hubungan antara penyucian dan pengudusan apakah memiliki suatu keterkaitan diantara keduanya. BAB IV Hubungan Pembenaran dan penyucian Apa itu pembenaran dan bagaimana pembenaran itu dapat berjalan dengan baik? Dan apa itu penyucian? Setiap manusia yang telah mengalami iman maka dia akan mengalami suatu pemebenaran, karena iman orang berdosa yang telah dilahirkan kembali memperoleh pengampunan dosa (pembenaran). Jadi pembenaran itu adalah suatu pengampunan dosa yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia yang berdosa yang layak menerima anugerah ini, oleh karena iman yang dimiliki oleh manusia tersebut, yang dikerjakan oleh Roh Kudus, iman kepada Yesus Kristus sebagai juruslamat manusia.

Kemudian menurut Anthony A. Hoekema dasar bagi pembenaran adalah karya pendamaian Yesus Kristus, ini merupakan dasar yang harus dipegang ketika memiliki iman terhadap Yesus maka Ia akan mendamaikan manusia dengan Allah, dengan karya yang Dia buat untuk setiap umat manusia yang telah dipilihnya, yang berarti hal ini merupakan suatu penebusan atau pembenaran yang terbatas, seperti dalam bukunya Paul Enns menjelaskan bahwa: Suatu istilah yang dipilih penebusan terbatas adalah penebusan tertentu atau Khusus yang menyatakan bahwa penebusan Kristus untuk jumlah orang yang terbatas dan tertentu atau khusus Jadi penebusan Allah dan pembenaran Allah sendiri adalah suatu penebusan yang terbatas, terbatas dalam hal bagaimana Allah sendiri memilih orang-orang yang dibenarkan dan disucikan oleh kehendaknya saja, seperti yang dijelaskan sebelumnya, kemudian dalam hal ini setiap manusia yang terpanggil dan disucikan oleh Allah sendiri dapat ambil bagian dalam karya keselamatannya, yaitu dimana ketika dia disucikan dan dibenarkan maka perbuatannya akan menjadi lebih baik. Apa itu penyucian? Ini menjadi pertanyaan dan apa hubungannya dengan pembenaran, mari melihat ke dalam pengertian dari penyucian itu sendiri, penyucian juga berarti pengudusan dan pengudusan itu adalah sesuatu hal yang terus disempurnakan dan menjadi suatu bagian yang terpenting dalam kehidupan orang percaya dalam menjalani kehidupannya, tetapi pengudusan itu sendiri dilakukan oleh kuasa yang diluar kuasa itu sendiri. seperti dalam penjelasan yang dijelaskan oleh Michael Bradley Pengetahuan Alkitab Ministries yaitu: Pengudusan ini adalah proses progresif-bukan merupakan sesuatu yang terjadi sesaat konversi kami. Ini adalah pekerjaan progresif yang dilakukan oleh Roh Kudus selama seluruh kehidupan kita. Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa kita harus "bekerja keluar" keselamatan kita dengan takut dan gentar. Dia mengatakan kepada kita bahwa ada hal-hal yang harus bekerja keluar - dan saya percaya bahwa salah satu hal yang pengudusan kita di dalam Tuhan - proses di mana Allah Bapa mulai membedakan kita kepada diri-Nya dan untuk mengubah kita untuk menjadi lebih alat suci-Nya kebenaran untuk digunakan. Ini yang menyebabkan bagaimana kehidupan kita menjadi dibenarkan oleh Kristus, dan dikuduskan selalu, dan dibenarkan oleh Yesus di dalam kematian-Nya dikayu salib, bagaimana Proses yang terjadi adalah karena karya Roh Kudus sendiri di dalam kehidupan orang-orang percaya, dan pembenaran yang dilakukan oleh Yesus itu juga berhubungan dengan apa itu penyucian yang dilakukan oleh Roh Kudus. BAB V Hubungan Iman dan Pertobatan Dalam bab sebelumnya telah dijelaskan bagaimana iman itu dapat menimbulkan suatu ketekunan sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh orang-orang percaya yang telah ditebus dan diselamatkan, dan iman juga sebagai modus eksistensi dari Hidup baru (pertobatan) yaitu hidup dalam situasi baru di bawah Roh dan tidak lagi dalam situasi lama di bawah huruf hukum. Ini merupakan hubungan yang sangat erat dimana iman dapat menimbulkan suatu perubahan hidup dalam pertobatan. Perlu diperhatikan bahwa iman tidak hanya mendasari hidup baru dan karya Roh Kudus, tetapi anugerah Roh Kudus itu sendiri diterima melalui iman, dan dapat dijelaskan bagaimana iman itu dapat mempengaruhi kehidupan orang percaya menjadi suatu perubahan yang luar biasa dalam kehidupannya.

BAB VI Kesimpulan Dari seluruh pembahasan yang di atas dimana pengertia anugerah Allah yang begitu besar terhadap manusia yang berdosa dan bagaimana hubungan iman dan perbuatan dan apa hubungan pembenaran dan penyucian dan apa hubungan iman dan pertobatan seluruhnya merupakan suatu keterkaitan yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang percaya, dimana dalam kehidupan orang percaya. " Karya anugerah Allah yang dengannya orang percaya adalah terpisah dari dosa dan menjadi didedikasikan untuk kebenaran Allah. Terdahulu oleh Firman Allah dan Roh Kudus, hasil pengudusan dalam kekudusan, atau pemurnian dari kesalahan dan kuasa dosa. Pengudusan adalah seketika di hadapan Allah melalui Kristus dan progresif di hadapan manusia melalui ketaatan kepada Roh Kudus dan Firman. " Dan segala sesuatu yang telah terjadi didalam kehidupan manusia merupakan hasil pengudusan dari Allah dan melalui Roh Kudus dan keselamatan dari Yesus yang memberikan pengharapan dan penebusan yang hidup dan kekal, dan yang dibahas di dalam paper ini merupakan suatu keterkaitan satu sama lain, dan segala sesuatu hanya dari Dia, oleh Dia dan bagi Dia, segala kemulian hanya bagi Dia. By: AG SOLY DEO GLORIA Diposkan oleh Greygorion di 06:41 0 komentar

TINJAUAN PENGAJARAN REINKARNASI DALAM AGAMA HINDU & ALKITAB

BAB I PENDAHULUAN Ketika penulis melihat keadaan yang memungkinkan untuk meninjau tentang ajaran reinkarnasi ini, terdapat hal-hal yang terjadi di dalam kekristenan, ada orang-orang yang memahami tentang apa itu reinkarnasi dalam kekristenan diartikan lain, dan sikap mereka yang melihat bagaimana

ajaran reinkarnasi itu seolah-olah diajarkan di dalam kekristenan. Hal ini ditinjau dari sudut pandang apa sebenarnya ajaran reinkarnasi, dan berasal dari ajaran manakah ajaran reinkarnasi tersebut, karena ada beberapa yang memahami bahwa reinkarnasi tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, seperti halnya ajaran tentang Trinitas , sehingga memungkinkan mereka yang memahami tentang reinkarnasi di dalam kehidupannya dapat terjadi. Itulah yang mendasari penulis untuk mengangkat hal ini, yaitu bagaimana memahami yang sebenarnya tentang reinkarnasi, apa itu ajaran reinkarnasi dan ditinjau dari ajaran hindu dan ajaran Alkitab, apakah di dalam Alkitab memang benar diajarkan tentang reinkarnasi atau tidak sama sekali Alkitab mengajarkan hal tersebut. Maka penulis akan meninjau dari ajaran-ajaran yang ada terutama ajaran agama Hindu. BAB II PEMAHAMAN REINGKARNASI DALAM AGAMA HINDU PEMAHAMAN SECARA ETIMOLOGIS Secara etimologis dapat diartikan bahwa sebenarnya kata reinkarnasi berasal dari kata re+in+carnis. Kata Latin carnis berarti daging, Incarnis artinya mempunyai bentuk manusia, reinkarnasi adalah dilahirkan kembali, yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini tetapi yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu, itu yang sebenarnya menjadi arti dari reinkarnasi secara etimologis. karena badan halus adalah unsure yang terus ada sepanjang proses reinkarnasi sampai terjadi penyelamatan , Dapat dikatakan bahwa kehidupan setelah kematian itu mengalami suatu perputaran dimana ketika seseorang berbuat sesuatu yang jahat, maka di kehidupan selanjutnya dia akan mengalami suatu penderitaan kembali atau disebut dengan karma. PEMAHAMAN REINKARNASI MENURUT HINDUISME Agama Hindu sudah jelas-jelas meyakini reinkarnasi, reinkarnasi adalah ajaran dasar pada kedua agama Timur ini. Di Hindu sendiri poin reinkarnasi masuk kedalam 5 dasar keyakinan mendasar, Ayat-ayat yang membenarkan reinkarnasi dalam Hindu antara lain adalah sebagai berikut: Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembangbiak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu.-[Bhagavad-Gita 3.10]Beberapa jiwa memasuki kandungan untuk ditubuhkan; yang lain memasuki obyek-obyek diam sesuai dengan perbuatan dan pikiran mereka.-[Katha Upanisad 2.2.7]- Mahluk-mahluk di dunia yang terikat ini adalah bagian percikan yang kekal (Brahman) dari Ku, mereka berjuang keras melawan 6 indria termasuk pikiran.-[Bhagavad Gita 15.7]- Setelah memakai badan ini dari masa kecil hingga muda dan tua, demikian jiwa berpindah ke badan lain, ia yang budiman tidak akan tergoyahkan-[Bhagawad Gita 2.13]- Ibarat orang meninggalkan pakaian lama dan menggantinya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani baru.[Bhagawad Gita 2.22] Dalam filsafat agama Hindu, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu, pada saat manusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal, jika manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada

kehidupan selanjutnya. ALIRAN HINDUISME Ketika mempelajari tentang ajaran reinkarnasi dapat diperhatikan bahwa Ada beberapa aliran yang mempercayai adanya reinkarnasi ini yaitu beberapa pandangan yang memiliki suatu perbedaan, aliran ini antara lain Terdapat dua aliran utama yaitu pertama,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan terus menerus lahir kembali. Kedua,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan berhenti lahir semula pada suatu ketika apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau apabila mendapat kesadaran agung (Nirvana) atau menyatu dengan Tuhan (moksha), Agama Hindu menganut aliran yang kedua. Kelahiran kembali adalah suatu proses penerusan kelahiran di kehidupan sebelumnya. Kemudian dalam pengertian yang sebenarnya ada juga yang mengatakan bahwa reinkarnasi juga disebut dengan samsara, ini diakibatkan oleh konsep karma sehingga karma itu melahirkan konsep samsara yakni perputaran kelahiran disini di tugaskan bahwa nasib manusia berada dalam perputaran kelahiran, ia dilahirkan, ia hidup, ia mati, dan kemudian ia dilahirkan kembali. Begitulah seterusnya sebagai Samsara hidup yang tiada akhirnya hanya orang yang telah mencapai atman yang mulia, yang sudah tahu akan kemayaandirinyalah yang dapat dari samsara itu. Dalam pengertiannya karma dapat diartikan secara harafiah yang berartiperbuatan, kelakuan, tindakan, Melalui proses waktu yang panjang karma menjadi perbuatan dan buah perbuatan itu berkaitan erat dengan ajaran reinkarnasi, yang menyatakan bahwa karma yang baik mendatangkan kehidupan selanjutnya yang baik pula, dan karma yang buruk mendatangkan kehidupan selanjutnya yang buruk. Kepercayaan pada reinkarnasi yang dianut Shankara disebut advaita yang berarti tiada yang dua (semuanya satu), mereka memiliki suatu pandangan panteisme yang menyatakan bahwa Tuhan (Brahman) adalah segalanya dan segalanya adalah Tuhan, jadi Dunia adalah Tuhan dan Tuhan adalah Dunia, jadi ini merupakan pandangan secara filsafat Hindu, Kemudian Ramanuja sendiri memang merupakan pandangan yang tidak jauh berbeda dengan pandangan Shankara, akan tetapi merupakan suatu modifikasi dari pandangan sebelumnya, pandangan Ramanuja percaya adanya perbedaan antara Tuhan dan dunia. Ajaran mereka disebut denggan t vishishtadvaita berarti beda tetapi tak beda. Mereka mengatakan bahwa Tuhan Pribadi kemudian Dunia & manusia Pribadi dan tubuh Tuhan BAB III TINJAUAN ALKITAB TENTANG REINKARNASI Alkitab dan reinkarnasi Seperti yang dikatakan di dalam pendahuluan bahwa ada para pendukung ajaran reinkarnasi, baik yang menyatakan diri sebagai seorang Kristen maupun tidak, sering berpaling ke dalam Alkitab untuk mencari bukti dan konformasi tentang ajaran reinkarnasi mereka. Banyak pendukung ajaran reinkarnasi Kristen mengakui bahwa reinkarnasi tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, seperti ajaran Trinitaspun tidak diajarkan secara jelas di dalam Alkitab, ketidakjelasan kehidupan seseorang sesudah kematian sangat mirip dengan kemisteriusan sifat Trinitas Tuhan. Mereka sering menggunakan ayat-ayat yang terdapat di dalam Alkitab sebagai reprensi mereka, untuk menguatkan argument mereka tentang ajaran reinkarnasi, Ayat-ayat alkitab yang terlihat seperti mendukung reinkarnasi:

Ayub 1:20,21 20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, 21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Disini orang-orang yang percaya akan reinkarnasi mengungkapkan adanya reinkarnasi, tetapi jika dilihat secara seksama kata kandungan yang diambil dari bahasa ibrani shammah digunakan disini sebagai kiasan untuk menggambarkan tanah yang adalah asal kita manusia. Mazmur 139:13,15 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibukuTulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; Yeremia 1:4, 5; Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Galatia 1:15,16 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; Ayat-ayat ini terkadang dipakai untuk menunjukan bahwa ayat ini berkenaan dengan keadaan manusia sebelum lahir, yaitu Yeremia dan paulus. Sebelum lahir, Yeremia dan Paulus ditetapkan untuk pekerjaan pelayanan mereka masing-masing, Tetapi prase yang mengungkapkan Aku telah mengenal Engkau lebih menunjukan kepada keberadaan Yeremia dan Paulus waktu mereka di dalam kandungan ibu mereka. Kata mengenal dalam bahasa ibrani yang digunakan adalah Yada (mengenal), ini lebih dari pada sekedar pengetahuan intelektual tentang keterikatan pribadi, kata ini merupakan keterikatan secara politis, dimana keterikatan antara hamba (pelayan) kepada tuannya, penggunaan kata mengenal disini berorientasi kepada hubungan yang lebih dekat dan didukung oleh kata lain dan hubungan Tuhan dan Yeremia: menguduskan dan menetapkan adalah kata-kata yang menunjukan tugas khusus yang Tuhan berikan kepada Yeremia. Mengenai usaha pendukung-pendukung ajaran reinkarnasi untuk menyelaraskan reinkarnasi dengan kebangkitan, para pendukung ini mengungkapkan bahwa jika direinkarnasi perlu adanya kebangkitan dan dibangkitkan perlu adanya reinkarnasi, tetapi pada dasarnya wujud dari reinkarnasi dan kebangkitan itu berbeda, akan tetapi menurut Geisler dalam bukunya mengatakan bahwa kebangkitan tidak boleh dikacaukan dengan reinkarnasi karena keadaan keduannya yang sangat berbedaajaran Alkitab mengenai kebangkitan agar kita dapat melihat perbedaannya yang mencolok dengan reinkarnasi yaitu, kebangkitan tubuh Tuhan Yesus adalah suatu contoh kebangkitan tubuh seluruh umat manusia yang diselamatkan. Oleh karena itu, titik tolak paling baik untuk mempelajari wujud tubuh manusia yang diselamatkan dan dibangkitkan adalah tubuh Kristus sendiri, apa yang berlaku pada tubuh baru Kristus berlaku juga pada tubuh baru semua

orang yang diselamatkan. Seperti tubuh Kristus setelah bangkit dapat dikenal secara fisik seperti tubuh yang ia miliki sebelum kematian. (Luk. 24:13, dst; Yoh 20:11-29, Kis 1:4-9), tubuhnya dapat diraba (Yoh. 20:17; 24-29); dan dia makan makanan (Luk. 24:42; Yoh 21:1-23). BAB IV KESIMPULAN Setelah membahas dan menjelaskan pembahasan di atas mengenai ajaran reikarnasi dapat disimpulkan dari tinjauan yang dilakukan bahwa reinkarnasi sebenarnya tidak diajarkan di dalam kekristenan, karena kekristenan hanya mengajarkan tentang bagaimana suatu kebangkitan itu terjadi seperti yang terjadi di dalam tubuh Kristus yang bangkit, jadi menurut pandangan saya ajaran reinkarnasi itu tidak dapat dipertanggung jawabkan secara benar. Jika memang benar terjadi reinkarnasi dan perputaran kehidupan dalam manusia, maka yang terjadi adalah tidak adanya perubahan jumlah dari penduduk bumi ini. Akan tetapi memang dalam ajaran lain reinkarnasi diajarkan seperti di dalam ajaran agama Hindu, mereka menganggap manusia dapat mengalami suatu reinkarnasi di dalam hidupnya, dan ada orang yang menganggap kekristenanpun mengajarkan tentang hal tersebut, tetapi itu tak terbukti, karena Alkitab tidak mengajarkan ajaran reinkarnasi. by. AG Diposkan oleh Greygorion di 06:39 0 komentar Label: Perbandingan

Selasa, 09 November 2010


siapa kita
pernah kah menyadari siapa kika di hadapan Allah...?

manusia merasa dirinya sudah hebat, dia terkadang tidak memandang kepada Allah yang menciptakannya, dia bisa melakuakan semua dengan baik tampa melihat bahwa dirinya adalah hanya tanah dan bukan apa-apa, sadarkah dirimu akan keberadaanmu di hadapan Tuhan yang menciptakan Engkau. ada manusia yang menganggap bahwa dirinya ingin memiliki suatu tempat yang layak, dengan cara apapun dia ingin terlihat baik dan sempurna, dia tidak tahu cara apa yang sedang dia lakukan itu bisa membuat orang lain tersakiti. manusia seperti ini bisa membuat dirinya termakan oleh perkataannya sendiri, dia tidak menyadari hari esok adalah milik Tuhan sepenuhnya, di dalam Alkitab jelas bahwa manusia hidup hanya untuk memuliakan nama Tuhan saja. sebuah repleksi singkat dari rancangan pemeliharaan Allah di dalam kehidupan manusia, yaitu terkadang manusia pada saat ini tidak menyadari begitu besar pemeliharaan Allah di dalam kehidupan orang berdosa, ada tiga bentuk pemeliharaan Allah tersebut, yaitu Allah memperhatikan, Allah memberi hukuman dan Allah mengasihani. ketika Allah memperhatikan, terkadang manusia tidak menyadari ketika manusia melakukan yang tidak baik terhadap

sesamanya, Allah memberi perhatiannya kepada manusia itu supaya manusia tahu bahwa yang dia lakukan itu salah, tapi kembali lagi apakah kita mau peka terhadap suara Tuhan yang lembut, seperti yang terjadi di taman Eden di dalam Kej pasal 3, yang memanggil lembut manusia ketika manusia pertama kali jatuh di dalam dosa, apa yang dilakukan oleh Allah? Allah tetap memanggil manusia tersebut dengan lembut "hai Adam dimanakah engkau", begitu juga saat ini haruslah kita peka terhadap suara Tuhan, hai engkau yang masih membuat hati teman mu sakit dan masih mereka-rekakan yang jahat terhadap temanmu sadarlah bahwa Tuhan ingin supaya, engkau sadar dengan apa yang kamu buat, sebelum penyertaan Allah yang kedua terjadi, yaitu Allah menyertai manusia dengan menghukum manusia itu sendiri, timbul pertanyaan mengapa penyertaan Allah melalui penghukuman? bukankah itu bertentangan, kita perlu melihat kenapa Allah menghukum, Allah menghukum bukan karena ingin membalas kejahatan manusia, tetapi Allah ingin supaya manusia menyadari kebersalahannya. ketika Allah ingin menghukum Niniwe kota yang kejam dan terkenal sadis itu dengan kejahatan yang dilakukan membuat Allah ingin menghukum mereka, tetapi dengan diawali oleh peringatan nabi Yunus, supaya mereka sadar dengan apa yang mereka lakukan itu salah, dan sebelum hukuman itu terjadi mereka sadar, itulah yang Allah harapkan dari manusia, bahwa manusia menyadari kesalahannya dengan melalui penghukuman, mari pada saat ini kita yang sudah hidup dijaman anugerah, kita sadari ketika kita sebagai seorang partner kerja di dalam Allah, jangan saling menghancurkan sebelum anda di berikan hukuman oleh Allah karena kebebalan anda, sadarlah dari kesalahan anda, sadarlah ketika anda mencoba menjatuhkan teman anda dengan cara yang licik atau dengan cara menjelek-jelekan rekan anda di depan orang lain demi mendapatkan muka dari orang lain, supaya anda di anggap benar oleh orang itu, tetapi dihadapan Allah anda sudah melakukan kesalahan, jika berkata ya katakan ya jika berkata tidak katakan tidak, itu yang lebih Allah suka. yang ketiga adalah Allah mengasihani orang yang melakukan kesalahan ketika manusia melakukan kesalahan di dalam kehidupannya, perlu disadari bahwa Allah juga mengasihani manusia ini, jadi wahai engkau manusia yang perlu disadari Allah masih mengasihani kamu yang pernah menyakiti hati temanmu, rekan sekerjamu yang kamu jelek-jelekan di depan orang lain demi mendapatkan pengakuan bahwa kamu yang lebih baik dan tidak bercacat, sadarilah bahwa ketika kamu melakukan hal itu kamu sudah melakukan kesalahan yang patal dan itu bisa membuatmu mendapatkan penghukuman dari Allah sebagai bentuk pemeliharaanNya supaya kamu sadar apa yang telah kamu lakukan, kemudian Allah juga bisa mengasihani kamu, dengan apa yang telah kamu lakukan. sadarlah akan hal tersebut.

Pemeliharaan Allah di dalam Perjanjian Lama Kita perlu memahami bagaimana pemeliharaan Allah di dalam kehidupan manusia, yang perlu kita pahami apa itu pemeliharaan Allah (Providensia), secara langsung kita akan melihat apa yang dimaksud dengan Pemeliharaan Allah, terutama kepada umat pilihan-Nya, sehingga dapat dipastikan bagaimana dengan hal-hal yang menyangkut dengan pemeliharaan Allah. Dalam Perjanjian Lama kita mendapati bagaimana pemeliharaan Allah itu berlangsung sejak penciptaan terjadi, bagaimana Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya ini, Allah kita bukan Allah yang meninggalkan perbuatan tangan-Nya, tidak seperti tukang jam yang menciptakan jam kemudian jam itu dibiarkan berjalan sendiri karena sudah ditanamkan mesin

dan system di dalamnya. Bagaimana pemeliharaan Allah di dalam penciptaan hingga sekarang, kita akan belajar di dalam Perjanjian Lama, dan di dalam Perjanjian Baru, Perjanjian baru merupakan suatu sudut di dalamnya menyangkut bagaimana Allah melakukan penciptaan dan bagaimana Allah memberikan apa yang baik kepada manusia, tetapi karena manusia jatuh di dalam dosa maka manusia kehilangan kemuliaan Allah, tetapi itu semua tidak mengurangi akan kemuliaan Allah itu sendiri. Apa pengertian pemeliharaan Allah itu sendiri, di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dapat kita perhatikan, mari kita melihat di dalam Perjanjian Lama terlebih dahulu. Pengertian Pemeliharaan Allah Pemeliharaan Allah adalah aktivitas Allah sepanjang sejarah dalam menyediakan segala sesuatu untuk kebutuhan manusia, terutama mereka yang mengikuti Dia dalam iman, ini merupakan penjelasaan tentang pemeliharaan Allah, dalam kehidupan manusia selama hidupnya secara tidak sadar bahwa Allah yang memelihara, banyak contoh yang ada di dalam Alkitab yang menunjukan bagaimana Allah memelihara ciptaan-Nya, walaupun ciptaan-Nya mengalami kejatuhan dalam dosa, Pemeliharaan terjadi karena Allah peduli dengan alam semesta dan dengan segala yang ada di dalamnya, "Sekarang ini yang paling penting adalah Alkitab mengajarkan bahwa Allah memelihara segala sesuatu yang Dia telah buat dan ini adalah pekerjaan yang terus menerus. Pemeliharaan Allah di dalam Perjanjian Lama Di dalam Perjanjian Lama dapat dikatakan bagaimana langit dan bumi telah diciptakan sesuai dengan kebijaksanaan Allah yang sempurna, cocok dan serasi untuk segala rencan-nya yang kekal, di dalam kekekalan Allah telah merancangkan semuanya itu untuk kemuliaan Allah sendiri. Dalam Perjanjian Lama dapat kita pahami Allah sebagai Allah pencipta, tetapi juga sebagai Allah pemelihara, pemeliharaan Allah kepada makhluk-Nya yang nyata adalah di dalam perkembangan umat manusia, kemajuan umat manusia di berbagai hal, jumlah manusia yang mula-mula hanya sepasang saja, menjadi bertambah luas, di dalam kejadian dari pasal pertama hingga pasal kesebelas tidak dikatakan disana bahwa Allah pada titik tertentu menghentikan pekerjaan-Nya selaku pencipta, pengertian disini adalah bagaimana Allah seakan-akan mengikutsertakan makhluk-Nya itu di dalam pekerjaan-Nya yang kreatif (dari bahasa latin creation penciptaan). Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemeliharaan Allah tidak putus oleh karena pemberontakan yang manusia lakukan atau yang diusahakan oleh manusia, di dalam kejadian khususnya bagaimana kejadian 1-11 itu merupakan suatu rentetan peristiwa yang teratur, suatu garis perkembangan yang membawa kita dari permulaan dunia sampai kepada air bah, seterusnya sampai kepada zaman bapak leluhur Israel atau sampai kepada zaman umat Israel itu sendiri. Setelah manusia jatuh di dalam dosa bagaimana bentuk nyata pemeliharaan Allah itu sendiri? Yang pertama adalah Allah tetap memperhatikan manusia dibumi, dan manusia diberikannya kekuasaan atas makhluk lainnya, kemudian contoh lainnya dari bagaimana pemeliharaan Allah yang nyata itu terjadi ketika Allah mempedulikan dan mengindahkan tindak tanduk dari manusia itu, dengan apa? Ternyata juga bisa dengan pertanyaan-Nya yang sampai dua kali yang terdapat di dalam kej 3 dan 4 (dimanakah engkau? kepada adam, di manakah habel, saudaramu? kepada Kain.) Ternyata dari sini dapat dilihat bagaimana perhatian ini yang merupakan bentuk dari

pemeliharaan Allah terhadap manusia tidak berkurang karena pemberontakan yang dilakukan oleh manusia, namun sebaliknya perhatian itu seolah-olah menjadi lebih giat dilakukan oleh Allah, walaupun kemudian Allah memberikan hukuman kepada manusia, bukan hanya mengamati manusia saja, mari melihat yang kedua yaitu Allah menghajar makhluk-Nya dibumi dengan hukuman-hukuman. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa Allah bukan hanya sekedar mengamat-amati perbuatan-perbuatan manusia, tetapi ia juga bertindak menentang perbuatan-perbuatan yang salah itu, hukuman ini diberikan bukan karena semata-mata untuk membalas, tetapi untuk membuat manusia ini sadar akan akibat perbuatannya, selain itu dengan hukuman-hukumanNya itu Allah mengajari manusia. Kitab-kitab perjanjian lama memberikan kesaksian, bahwa barulah pemberontakan manusia itu yang menyebabkan penderitaanpenderitaan menjadi suatu kuk dan beban yang dengan sesungguhnya menekan, penderitaanpenderitaan waktu bekerja, pada waktu melahirkan anak, pada waktu menghadapi bahaya dan bencana, tetapi justru dengan hal-hal itulah Allah memelihara umatnya. Yang ketiga Allah berulang-ulang mengasihani manusia di bumi, setiap hukuman dan penderitaan seperti yang kita lihat sebelumnya diberikan Allah dengan selayaknya, Allah memberikan hukuman dengan selayaknya menurut hukum, yakni sesuai dengan keadilan-Nya yang bersifat kesetiaan yang tetap. Tujuan pemeliharaan bukan hanya pemberian berkat, anugerah dan pengasihan, tetapi juga dengan segala penghukuman seperti yang telah kita pelajari diatas. Ketiga hal pemeliharaan Allah ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, masing-masing harus dipahami dalam hubungannya dengan kedua cara pemeliharaan Allah lainnya. Allah memelihara makhluknya dengan segala rupa belas kasihan, ini merupakan hal yang ajaib dan besar bagi manusia, dimana dengan pemberontakan yang dilakukan oleh manusia, Allah masih ingin memberikan belaskasihan yang luar biasa, ini menunjukan betapa banyaknya alasan untuk memuji kemurahan-Nya terhadap manusia ciptaan-Nya. Banyak sekali kesaksian-kesaksian di dalam Perjanjian Lama yang dapat kita lihat, seperti di dalam rentetan peristiwa di dalam kitab Kejadian 1-11, cerita tentang orang-orang yang terpilih untuk mencerminkan kasih Alah dengan cara khusus, yaitu Henokh dan Nuh dikatakan Hidup bergaul dengan Allah (Kej 5:22;6:9); Habel dan korban persembahannya diindahkan oleh Tuhan (4:4), dan pada zaman Enos (sebutan untuk manusia, seperti adam) Orang mulai memanggil nama Tuhan (Kej 4:26), dalam rentetan ini tidak boleh dilupakan nama Abram. Maksud dari penulisan kisah yang singkat dan padat ini adalah adanya rencana keselamatan Allah terhadap manusia, dari Perjanjian Lama yang telah kita tinjau ini tidak memberikan alasan untuk membesar-besarkan mereka sebagai pahlawan keagamaan dan kebenaran: dunia kita tidak dipelihara atas jasa-jasa mereka, tetapi sebaliknya, dunia kita dipelihara oleh perkenanan Allah yang bebas kepada manusia, Allah memiliki rencana sehingga ia memelihara manusia, dengan membangkitkan tokoh-tokoh diatas walaupun hanya sekejap dan samar-samar saja, yang dikerjakan-Nya adalah dengan membangun suatu umat yang baru yaitu umat yang hidup bergaul dengan Dia, sebab Dia sendiri Bergaul dengan manusia. Berkat pemeliharaan manusia, berupa penyertaan, penghukuman, dan pengasihan menyebabkan pemberontakan manusia tidak akan berhasil, bagaimanapun beratnya dan banyaknya penderitaan yang disebabkannya, inilah alasan yang cukup untuk memuji Allah yang tidak membiarkan kita tenggelam, dan yang tidak melepaskan pekerjaan tangan-Nya (Maz 138:8). bersambung Diposkan oleh Greygorion di 20:15 0 komentar Label: pemeliharaan Allah

Rabu, 03 Februari 2010

KASIH
Nats : 1 korintus 13:4 7 an : pendengar mengerti dan dapat mengaplikasikannnya dalam kehidupan, bukan hanya sekedar teori saja. Komplement : apa itu kasih? Dan bagaimana dapat mengerti kasih, dan apakah kita sudah mengetahui kasih itu dapat menjadi sesuatu yang sulit, siapa yang harus mengasihi dan bagaimana mengasihi itu sendiri?. ALASAN PENGKHOTBAH INI MERUPAKAN PERGUMULAN DALAM KEHIDUPAN SAYA INI MENJADI SUATU PENDORONG DALAM HIDUP SAYA UNTUK DAPAT SALING MENGASIHI. PENDAHULUAN Saya sendiri bergumul dengan tema ini, dengan bergumul bagaimana saya harus menyampaikan semua ini, ini membuat saya sendiri tertegur, apakah saya sudah mengasihi sesama saya, bukan hanya sesama, tetapi juga pada orang yang memang tidak saya sukai__setelah saya melihat bagaimana sedemikian rupa sulitnya untuk dapat mengaplikasikan semua ini? Seharusnya kita sudah mengerti apa itu kasih, tetapi yang terjadi di dalam kehidupan orang percaya pada saat ini adalah krisis kasih. Sebenarnya kasih yang seperti apa sih yang harus kita lakukan, karena tema yang diberikan adalah kasih???, pada akhirnya, mungkin harus saya spesifikan lagi kasih seperti apa yang harus kita pelajari, tema kecil saya buah kasih sejati yang teraflikasi, Mari kita membuka Alkitab kita Baca Nats 1 korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. LATAR BELAKANG Kota Korintus adalah kota yang cukup strategis dan besar pada zaman Perjanjian Baru, Korintus menjadi terkenal karena kejahatan dan moral penduduknya yang buruk, misalnya, sebagai pusat penyembahan dewi aproditi, mengapa Paulus menulis surat ini, yang pertama membangun jemaat di Korintus adalah Paulus sendiri, Rasul Paulus ingin supaya kesatuan jemaat ini tetap utuh walaupun berbeda-beda, mengapa rasul Paulus menuliskan surat ini ternyata anggotaanggota jemaat, khususnya "golongan rohani", sering iri hati (bnd. 1 Kor 3:3), membanggakan diri (1 Kor 5:6), dan menyombongkan diri (bnd. 1 Kor 4:6, 18-19), dan sebagainya. Ini yang melatar belakangi mengapa Paulus menuliskan tentang kasih, dijabarkan apa saja buah kasih itu. Jemaat pada saat itu merasa memiliki karunia yang bermacam2 & mereka merasa bangga terhadap hal tersebut, jadi Paulus mengajarkan bahwa semua karunia yang dimiliki itu tanpa kasih semuanya sia2. Buah roh yaitu kasih yang dihasilkan dari Roh Kudus yang ada di dalam diri manusia yang sudah percaya kepada Yesus Kristus. Ada banyak buah di dalam dunia ini, dan rasanya hanya satu (ex: mangga, jeruk, semangka) tetapi di dalam FT ada satu buah yang rasanya banyak. Apakah itu yaitu buah kasih? Kita akan belajar dua rasa dari buah kasih ini. Nats 1 korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Bila kita melihat di dalam ayat2 sebelumnya, ayat pertama sampai ayat ke 3 itu menunjukan bagaimana paulus mengajarkan kasih itu sangat berperan penting, dan tanpa kasih semua hal

yang kita lakukan semua karunia yang kita miliki itu sia-sia. kasih itu sabar Bagaiamana kasih itu sabar, bila kita melihat konteks dari kitab ini adalah bagaiman rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat di korintus yang sangat bobrok, banyak permasalahan yang terjadi di dalam jemaat ini meskipun mereka telah mengenal dan percaya Kristus, seperti dilihat dalam konteksnya, bahwa orang2/anggota-anggota jemaat, khususnya "golongan rohani", sering iri hati, membanggakan diri, dan menyombongkan diri, dan sebagainya. lalu Paulus mengajarkan mereka tentang bagaimana kasih itu sesungguhnya, dalam ayat ini dikatakan bahwa kasih itu sabar, kata sabar dalam ayat ini dalam kata aslinya "makroqumei/ (kata kerja yang sudah terjadi dan terus berulang-ulang dilakukan)" memiliki arti "sabar" tidak cepat naik darah dan dapat menahan diri terhadap kelemahan2 orang lain yang menjengkelkan. Tetapi bukan hanya sekedar teori saja, yang ingin disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus adalah bagaimana kasih yang sabar itu dilakukan terus-menerus.(-) nya, kita manusia terbatas terkadang manusia terbatas sering semuannya itu sekedar teori. Ilustrasi mengisahkan tentang seorang psikolog anak yang menghabiskan banyak waktu untuk membuat jalan mobil yang baru di rumahnya. Baru saja ia menghaluskan permukaan beton yang baru dituang itu, anak-anaknya yang masih kecil mengejar bola melintasi jalan mobil tersebut, dan membuat jejak-jejak kaki yang dalam. Pria itu meneriaki mereka dengan semburan kata-kata amarah. Istrinya terkejut mendengar luapan emosinya dan berkata, "Kau adalah seorang psikolog yang seharusnya mengasihi anak-anak." Pria yang sedang naik darah itu berseru, "Saya mengasihi anak-anak secara teori, bukan dalam kenyataan!" Saya menahan tawa membaca kisah tersebut dan kurang setuju dengan permainan kata yang disodorkan di sana, tetapi saya dapat merasakan kebenaran yang dinyatakan dalam kisah di atas. Meski pada prinsipnya saya setuju dengan konsep tentang kasih yang rela memberi diri, tetapi saya gagal menyatakannya pada orang-orang yang tinggal dan bekerja dengan saya tiap-tiap hari. aplikasi Sebagai teori, kasih...tidak cukup berarti; dalam praktek, kasih...adalah harta dunia yang terbesar. Jika muncul jejak kaki pada jalan mobil Anda, orang lain akan dapat melihat apakah kasih Anda hanya secara teori, atau secara nyata [DCM] Itulah rasa buah kasih yang pertama menurut Alkitab dan Firman Tuhan Selanjutnya rasa buah kasih yang kedua yaitu: Kasih itu murah hati Bagaimana kasih yg murah hati itu? Apa sih murah hati? Dalam NIV diterjemahkan "kind" berarti "baik hati". Yang dimaksud dengan murah hati adalah bagaimana sikap seseorang yang senang memberi dan suka menolong orang lain. Ini kontras dengan apa yang dilakukan oleh jemaat di Korintus ini, dimana mereka mencari kepentingan diri mereka sendiri (1 Kor 10:24; 14:4) Ilustrasi Lebah terkenal sebagai serangga sosial. Mereka selalu siap sedia memberi makan sesama lebah, bahkan lebah dari koloni lain. Lebah pekerja memberi makan ratu lebah yang tidak bisa mencari makan sendiri. Mereka memberi makan lebah jantan yang sedang aktif di sarang. Mereka tentu juga memberi makan anak-anak lebah. Naluri saling memberi makan ini melandasi tatanan kehidupan lebah. Dan, mereka tampak menyukainya! Aplikasi

kepentingan sendiri, atau apakah kita sudah memiliki kemurahan hati itu. Sama halnya dengan kita umat Kristiani, dimana kita sebagai seorang hamba Tuhan, yang dipersiapkan untuk menjadi seorang yang dipakai oleh Allah sendiri untuk kemuliaannya, mari kita melakukan yang benar dihadapan Allah, apakah kita masih sering mencari Kesimpulan Mari saudara-saudara yg terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kita sudah belajar dari dua rasa buah kasih yang ada, yaitu kasih yang sabar & kasih yang murah hati, sudahkah dari kita yang telah melakukannya. Karena kasih jika hanya teori, tidak cukup berarti, mari kita bertobat, bila kita masih memiliki sikap seperti jemaat di korintus, yang memegahkan diri, dan menyombongkan diri dengan karunia yang dimilikinya tetapi tidak memiliki kasih yang dipraktekan di dalam kehidupannya, mulai sekarang mari kita merenungkannya bersama2. Pasted from Diposkan oleh Greygorion di 00:59 0 komentar Label: AGAMA

Selasa, 02 Februari 2010


Kasih yang sejati
bagaiamana mungkin dalam hidup ini kita dapat mengerti kasih bila kita tidak mengenal siapa yang sumber kasih itu sendiri, yang terutama bila kita melihat bagaimana Yesus sebagai sumber kasih yang paling tinggi, yang memiliki hukum kasih, tidak ada yang seperti Yesus di dunia ini, yang memiliki hukum yang tertinggi. kita lihat di dalam 1 Korintus 13:4, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." yang pertama adalah kasih itu sabar sabar bila kita melihat di dalam kata aslinya ini dapat berarti ini dilakukan dulu sekarang dan yang akan datang berarti tidak ada batasnya, jadi kasih itu harus sabar, dan hal ini dapat berarti bila kita mengaku bahwa kita adalah orang-orang percaya, maka kasih yang sabar itu dilakukan selalu dan tidak terbatas, terkadang banyak orang berkata bahwa sabar itu ada batasnya, sedangkan di dalam Firman Tuhan, mengajarkan agar Kasih yang sabar itu dilakukan terus menerus.