Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sigit Setiawan NIM : J500050033

Tugas PR Ujian Stase saraf 21 Maret 2012 1. Pemeriksaan penunjang spesifik untuk HNP a. Pemeriksaan penunjang: foto polos tutang belakang (lordosis lumbal berkurang, skoliosis, dan penyempitan diskus), mielografi (terlihat def kontras khas yang biasanya asimeiris), CT scan/ CT-mielografi, diskografi/CTdiskografi, NMK, EMG dan evoked potentials somato-sensorik (Nuartha, 1989). 2. Pemeriksaan penunjang spesifik untuk HNP a. Laboraturium i. Daerah rutin ii. Cairan cerebrospimal b. Foto polos lumbosakral dapat memperlihatkan penyempitan pada keping sendi. c. CT scan lumbosakral : dapat memperlihatkan letak disk protusion. d. MRI ; dapat memperlihatkan perubahan tulang dan jaringan lunak divertebra serta herniasi. e. Myelogram : dapat menunjukkan lokasi lesi untuk menegaskan pemeriksaan fisik sebelum pembedahan. f. Elektromyografi : dapat menunjukkan lokasi lesi meliputi bagian akar saraf spinal. g. Epidural venogram : menunjukkan lokasi herniasi h. Lumbal functur : untuk mengetahui kondisi infeksi dan kondisi cairan serebro spinal. 3. Anjuran untuk pasien HNP ? a. Tirah baring pada alas tidur yang keras, diberi matras tipis (kedua tungkai sebaiknya diganjal dengan bantal di bawah lutut) selama 1-6 minggu; tirah baring yang terlalu lama akan menghambat penyembuhan akibat kurangnya nutrisi diskus. b. Latihan-latihan pasif sedini mungkin, biasanya pada hari ke dua atau tiga setelah serangan. c. Terapi fisik yang meliputi terapi panas (sinar infra merah, diatermi), traksi pelvis (manual, intermiten), TENS. d. Injeksi steroid epidural. e. Mobilisasi: pada permulaan dilakukan dengan bantuan korset lumbal untuk mencapai kurve fisiologis tulang belakang. f. Kemonukleolisis dengan enzim proteolitik, misalnya kemopapain. g. Operatif 4. Indikasi Operasi HNP : a. Kegagalan pengobatan konservatif. b. Pengobatan konservasi berhasil, 'namun sering kambuh kembali. c. Adanya kelemahan yang nyata dari sekelompok otot dan/atau fenomena kompresi radiks pada EMG. d. Adanya gangguan otonom. e. Adanya gangguan neurologik yang progresif.

5. TENS (Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation) Transcutaneous electro nerve stimulation (TENS) yang merupakan alat portable bertenaga baterai yang dapat menghasilkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke kulit lewat elektroda yang diletakkan diatas area yang mengalami gangguan. Arus listrik mengeblok saraf sensorik area tersebut dengan jalan menghambat transmisi nyeri menuju otak.

6. Nyeri yang menjalar (Referreed pain) : Nyeri alih atau menjalar dari pelvis visera umum mengenai dermatom tertentu, bersifat tumpul dan terasa lebih dalam.\ Nyeri radikuler : Nyeri radikuler berkaitan dengan distribusi radix saraf spinal (Spinal Nerve Root), dan keluhan ini lebih berat dirasakan pada posisi yang mengakibatkan tarikan seperti membungkuk dan berkurang dengan istirahat. 7. Tes Laseque : Tes untuk meregangkan Nervus Ischiadikus a. Dilakukan fleksi tungkai yang sakit dalam posisi lutut ekstensi, tes normal bila tungkai dapat difleksikan 80-90 derajat. Tes positif bila timbul rasa nyeri disepanjang perjalanan saraf ischiadikus sebelum tungkai mencapai kecuraman 70 derajat. Tes ini terutama menegangkan saraf spinal L5 dan S1, sedangkan yang lain kurang diregangkan. 8. Tes laseque menyilang (O Conell) a. Tes ini sama dengan tes laseque, tpi yang diangkat tungkai yang sehat. Tes positif bila timbul nyeri radikuler pada tungkai yang sakit. 9. Tes Patrick : Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan di pinggang dan pada sendi sakroiliaka. Tindakan yang dilakukan adalah fleksi, abduksi, eksorotasi dan ekstensi. 10. Tes kontra patrick : gerkan fleksi, abduksi, endorotasi dan ekstensi untuk meregangkan sendi sacroiliaka, tes ini menunjukan kepada sumber nyeri di sakroiliaka. 11. Terapi medikamentosa HNP a. Analgetik dan NSAID b. Pelemas otot: digunakan untuk mengatasi spasme otot c. Opioid: tidak terbukti lebih efektif dari analgetik biasa. Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan d. Kortikosteroid oral: pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapatdipertimbangkan pada kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi. e. Analgetik ajuvan: dipakai pada HNP kronis.