Anda di halaman 1dari 24

SISTEM AKUNTANSI AKTIVA TETAP Disusun Guna Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Akuntansi Dosen Pengampu:

Siswanto,M.Pd

Oleh: Putri Noveda Amalia Shinta Rawaini Ivyantari Sukmaningtyas Nana Saryanti Saitri Defi Romansari M. Yogi Perwira (10409131027) (10409131028) (10409131029) (10409131030) (10409131031) (10409131032)

PRODI D3 AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................. 2 KATA PENGANTAR .................................................................................................. 3 BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 4 BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 6 BAB III PENUTUP .................................................................................................... 23 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 24

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Selama proses penyusunan makalah ini, penyusun mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. 2. 3. 4. Bapak Siswanto,M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Akuntansi. Ibu, Bapak, dan segenap keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa. Teman teman yang telah memberikan semua bantuannya. Semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penyusunan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu saran dan kritik dari berbagai sumber yang dapat membangun sangat kami harapkan sehingga menjadi lebih baik untuk nanti ke depannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wates, 10 Desember 2011

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Aktiva tetap mempunyai karakteristik yang berbeda dengan aktiva lancar. Jika aktiva lancar dikendalikan pada saat konsumsinya, pengendalian aktiva secara tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tersebut. Hal ini disebabkan banyak pengeluaran-pengeluaran yang

bersangkutan dengan aktiva tetap yang tidak bisa tidak harus dilakukan karena berupa committed costs, yang dalam masa pengoperasian aktiva tetap jenis biaya tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manajemen melalui wewenang yang dimilikinya. Karena pengendalian aktiva tetap dilakukan pada saat perencanaan perolehannya, system akuntansi aktiva tetap menyediakan mekanisme otorisasi sejak saat perencanaan sampai dengan saat pelaksanaan perolehan aktiva tetap. Makalah ini menguraikan system akuntansi aktiva tetap yang digunakan untuk menghasilkan informasi bagi manajemen dalam mengelola jenis aktiva tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian aktiva tetap? 2. Apa saja dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap? 3. Apa saja catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap? 4. Apa saja fungsi ysng terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap?

5. Apa saja jaringan subsistem yang membentuk system akuntansi aktiva tetap? 6. Apa saja unsur pengendalian intern dalam system akuntansi aktiva tetap? 7. Bagaimana bagan alir dokumen jaringan prosedur yang membentuk system akuntansi aktiva tetap?

C. TUJUAN 1. Mengetahui pengertian aktiva tetap. 2. Mengetahui apa saja dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap. 3. Mengetahui apa saja catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap. 4. Mengetahui apa saja fungsi ysng terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap. 5. Mengetahui apa saja jaringan subsistem yang membentuk system akuntansi aktiva tetap. 6. Mengetahui apa saja unsur pengendalian intern dalam system akuntansi aktiva tetap. 7. Mengetahui bagaimana bagan alir dokumen jaringan prosedur yang membentuk system akuntansi aktiva tetap.

BAB II PEMBAHASAN
A. DESKRIPSI AKTIVA TETAP Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Karakteristik Transaksi Aktiva Tetap a. Frekuensi terjadinya transaksi yang mengubah aktiva tetap relative sedikit dibandingkan dengan transaksi yang mengubah aktiva lancer, namun umumnya menyangkut jumlah rupiah yang besar. b. Pengendalian aktiva tetap dilaksanakan pada saat perencanaan perolehan aktiva tetap. c. Pengeluaran yang bersangkutan dengan aktiva tetap perlu dibedakan menjadi dua macam, yaitu : pengeluaran pendapatan dan pengeluara modal. Penggolongan Aktiva Tetap Penggolongan aktiva tetap dalam perusahaan manufaktur umumnya : a. Tanah dan perbaikan tanah b. Gedung dan perbaikan gedung c. Mesin dan ekuipmen pabrik d. Mebel e. Kendaraan Transaksi yang Mengubah Aktiva Tetap a. Jenis transaksi yang mengubah rekening akumulasi depresiasi aktiva tetap, terdiri dari: transaksi perolehan (pembelian, pembangunan, dan

sumbangan), pengeluaran modal, revaluasi, pertukaran, penghentian pemakaian, dan penjualan.


6

b. Jenis transaksi yang mengubah akumulasi depresiasi aktiva tetap, terdiri dari: depresiasi, penghentian pemakaian, penjualan, dan pertukaran. c. Jenis transaksi yang mengubah rekening biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, adalah konsumsi berbagai sumber daya: bahan baku dan suku cadang, sumber daya manusia, enerji, peralatan, dan sumber daya lain untuk kegiatan reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap. Transaksi Perolehan Aktiva tetap perusahaan diperoleh melalui berbagai cara: pembelian, pembangunan, dan sumbangan. a. Transaksi perolehan aktiva tetap dari pembelian dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal: Aktiva Tetap Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar xx xx

b. Jika aktiva tetap diperoleh dengan pembangunan sendiri, pengeluaran modal yang berupa pengeluaran kas dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal: Aktiva Tetap dalam Konstruksi Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar xx xx

c. Jika aktiva tetap diperoleh dengan pembangunan sendiri, pengeluaran modal yang berupa pemakaian persediaan, distribusi gaji dan upah, da pembebanan biaya overhead pabrik dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal: Aktiva Tetap dalam Konstruksi Persediaan Suku Cadang Gaji dan Upah Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan xx xx xx xx

d. Harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal: Aktiva Tetap
7

xx

Aktiva Tetap dalam Konstruksi

xx

e. Jika aktiva tetap diperoleh dari sumbangan, harga pokok aktiva tetap dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal: Aktiva Tetap Modal Sumbangan Transaksi Pengeluaran Modal Transaksi pengeluaran modal adalah transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap, yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Transaksi pengeluaran modal dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal: Aktiva Tetap Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar xx xx xx xx

(Untuk mencatat pengeluaran modal berupa pengeluaran kas.) Aktiva Tetap Persediaan Suku Cadang Gaji dan Upah Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan xx xx xx xx

(Untuk mencatat pengeluaran modal yang berupa pemakaian persediaan distribusi biaya tenaga kerja, dan pembebanan biaya overhead pabrik.) Transaksi Depresiasi Aktiva Tetap Secara periodik, harga pokok aktiva tetap dialokasikan ke dalam periode akuntansi yang menikmati jasa yang dihasilkan oleh aktiva tetap. Transaksi depresiasi aktiva tetap, dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal: Biaya Overhead Pablik Sesungguhnya Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Akumulasi Depresiasi Aktiva Tetap Transaksi Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Penghentian aktiva tetap dicatat dalam rekening aktiva tetap dan rekening akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan. Jika nilai jual aktiva
8

xx xx xx xx

tetap yang dientikan pemakaiannya berbeda dari nilai buku aktiva tetap pada saat dihentikan pemakaiannya, penghentian pemakaian aktiva tetap

menimbulkan laba atau rugi. Dicatat dalam jurnal umum dengan jurnal: Akumulasi Depresiasi Rugi Peghentian Pemakaian Aktiva Tetap Aktiva Tetap xx xx xx

(Untuk mencatat penghentia pemakaian aktiva tetap yang nilai jualnya lebih rendah dari nilai buku aktiva tetap.) Transaksi Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pengeluaran untuk reparasi aktiva tetap digolongkan ke dalam dua golongan: pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan. Biaya reparasi yang bermanfaat hanya dalam tahun terjadinya diperlakukan sebagai pengeluaran pendapatan. Biaya pemeliharaan aktiva tetap merupakan pengeluaran pendapatan yang diperlakukan sebagai biaya dalam periode terjadinya. Dicatat dalam register bukti kas keluar dengan jurnal: Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Bukti Kas Keluar yang akan Dibayar xx xx

(Untuk mencatat biaya reparasi dan pemeliharaan yang berupa pengeluaran kas) Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Persediaan Suku Cadang Gaji dan Upah xx xx xx

(Untuk mencatat biaya reparasi dan pemeliharaan yang berupa pemakaian persediaan dan distribusi biaya tenaga kerja) Manajemen Aktiva Tetap Aktiva tetap menuntut pemanfaatan optimum selama taksiran umur ekonomisnya. Dalam fungsi organisasi, fungsi yag bertanggungjawab atas pengelolaan aktiva tetap berada ditangan Bagian Aktiva Tetap. Wewenang yang dimilikinya:
9

a. Menempatkan aktiva tetap ditangan fungsi pemakai aktiva tetap. b. Memberikan otorisasi pemindahan aktiva tetap dari fungsi satu ke fungsi lainnya. c. Memberikan otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap. d. Memberikan otorisasi pegiriman aktiva tetap ke pihak luar untuk keperluan reparasi. Struktur Kode Aktiva Tetap Diantara informasi penting yang perlu dicaerminkan dalam kode aktiva tetap adalah : a. Golongan Aktiva Tetap 1). Tanah dan perbaikan tanah 2). Gedung dan perbaikan gedung 3). Mesin dan ekuipmen pabrik 4). Mesin dan ekuipmen kantor 5). Mebel 6). Kendaraan darat 7). Kendaraan air 8). Kendaraa udara 9). Aktiva tetap lain Golongan Aktiva Tetap 1. Tanah dan perbaikan tanah (land and land improvement) 2. Gedung dan perbaikan gedung (building and building improvement) 3. Mesin dan equipmen pabrik 4. Mesin dan perbaikan kantor 5. Mebel 6. Kendaraan darat 7. Kendaraan air 8. Kendaraan udara

10

9. Aktiva tetap lain Jenis Aktiva Tetap Tiap golongan aktiva tetap dapatdirinci lebih lanjut, masing-masing sampai dengan 99 jenis. Contoh: mesin dan equipmen kantor dirinci menjadi jenis aktiva tetap berikut ini: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mesi ketik manual Mesin ketik elektronik Mesin potong kertas Mesin penghancur kertas Mesin fofocopy Mesin cetak komputer Komputer Overhead projector TV monitor

10 Slide projector 11 Movie video dst Tahun Perolehan Tahun perolehan aktiva tetap diambil dua angka terakhir dan dicantumkan dalam kode aktiva tetap. Misalnya: mesin fotokopi diperoleh dalam tahun 1992, pada angka yang ke-4 dan ke-5 dalam kode aktiva tetap dicantumkan angka 92. Kode tahun perolehan ini akn dengan cepat memberikan informasi umur aktiva tetap sampai dengan saat tertentu.

11

Fungsi Kode fungsi memudahkan pembebanan biaya depresiasi aktiva tetap ke dalam biaya produksi, biaya administrasi dan umum, dam biaya pemasaran. Karena dalam perusahaan manufaktur ada tiga fungsi pokok, maka fungsi ini disusun sebagi berikut: 1. Produksi 2. Administrasi dan umum 3. Pemasaran

Lokasi Kode lokasi dirinci sebagai berikut:

X Daerah Gedung Lantai Nomor Kamar Portability

XX

XX

Portability aktiva tetap digolongkan ,enurut mudah dan dapat atau tidaknya aktiva tetap dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain sebagai berikut: 1. Portable (dapat dibawa dengan tangan manusia) 2. Movable (dapat dipindahkan dengan bantuan ekuipmen) 3. Fixtures (melekat pada aktiva tetap lain)

12

B. DOKUMEN Dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan adalah: 1. Surat Permintaan Otorisasi Investasi Merupakan Dokumen yang digunakan untuk meminta persetujuan pelaksanaan investasi dalam aktiva tetap. Dokumen ini diisi oleh fungsi yang mengusulkan perolehan aktiva tetap dan setelah diotorisasi oleh direktur fungsi yang bersangkutan dimintakan persetujuan dari Direktur Utama. 2. Surat Permintaan Reparasi Dokumen ini berfungsi sebagai perintah dilakukannya reparasi yang merupakan pengeluaran modal. 3. Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap Dokumen ini berfungsi sebagai parmintaan dan pemberian otorisasi transfer aktiva tetap. 4. Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Dokumen ini berfungsi sebagai parmintaan dan pemberian otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap. 5. Surat Perintah Kerja Dokumen ini memiliki 2 fungsi: sebagai perintah dilaksanakannya pekerjaan tertentu mengenai aktiva tetap dan sebagai catatan yang dipakai untuk mengumpulkan biaya pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini digunakan sebagai perintah kerja pemasangan aktiva tetap yang dibeli, pembongkaran aktiva tetap yang diberhentikan pemakaiannya. 6. Surat Order Pembelian Dokumen ini diterbitkan oelh fungsi pembelian yang merupakan surat untuk memesan aktiva tetap kepada pemasok. 7. Laporan Penerimaan Barang

13

Dokumen ini diterbitkan oleh fungsi penerimaan setelah fungsi ini melakukan pemeriksaan kuantitas, mutu, dan spesifikasi aktiva tetap yang diterima dari pemasok. 8. Faktur dari Pemasok Dokumen ini merupakan tagihan dari pemasok untuk aktiva tetap yang dibeli. 9. Bukti Kas Keluar Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran kas yang dibuat oleh fungsi akuntasi setelah dokumen surat permintaan otorisasi investasi, surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok diterima dan diperiksa oleh fungsi tersebut. 10. Daftar Depresiasi Aktiva Tetap Daftar ini berisi jumlah biaya depresiasi aktiva tetap yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu. Dokumen ini merupakan dasar untuk pembuatan bukti memorial untuk pencatatan biaya depresiasi yang dibebankan dalam periode akuntansi tertentu. 11. Bukti Memorial Dokumen ini digunakan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi depresiasi aktiva tetap, harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, pemberhentian pemakaian aktiva tetap, dan pengeluaran modal.

C. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah: 1. Kartu aktiva tetap Merupakan buku pembantu aktiva tetap yang digunakan untuk mencatat secara rinci segala data yang bersangkutan dengan aktiva tetap tertentu.

2. Jurnal umum
14

Digunakan untuk mencatat transaksi harga pokok aktiva tetap yang telah selesai dibangun, biaya-biaya untuk pemasangan dan pembongkaran aktiva tetap, penghentian pemakaian aktiva tetap, dan depresiasi aktiva tetap.

3. Register bukti kas keluar Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi pembelian aktiva tetap dan pengeluaran modal yang berupa pengeluaran kas.

D. FUNGSI YANG TERKAIT

Fungsi yang terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah:

1. Fungsi Pemakaian Dalam sistem akuntansi aktiva tetap, fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan investasi dalam aktiva tetap dan mengajukan surat permintaan otorisasi investasi untuk merealisasikan perolehan aktiva tetap seperti yang tercantum dalam anggaran investasi yang telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham 2. Fungsi Riset dan Pengembangan Fungsi ini bertanggung jawab mengajukan usulan investasi aktiva tetap yang dimanfaatkan oleh lebih dari satu fungsi. Selain itu, fungsi ini bertanggung jawab melakukan studi kelayakan setiap usulan investasi dari berbagai fungsi lain dalam perusahaan. 3. Direktur yang bersangkutan Pejabat ini berfungsi memberikan persetujuan terhadap usulan investasi dan surat permintaan otorisasi reparasi yang dijukan oleh unit organisasi yang ada dibawah wewenangnya. 4. Direktur utama Pejabat ini yang memberikan otorisasi terhadap semua mutasi aktiva tetap.
15

5. Fungsi Pembelian Fungsi ini bertanggung jawab memilih pemasok dan menerbitkan surat order pembelian untuk pengadaan aktiva tetap. 6. Fungsi Penerimaan Fungsi ini bertanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap aktiva tetap yang diterima oleh pemasok. Hasil pemeriksaan tersebut dicantumkan dalam laporan penerimaan barang. 7. Fungsi Aktiva Tetap Fungsi ini bertanggung jawab atas pengelolaan aktiva tetap perusahaan. Fungsi ini memliki wewenang dalam penempatan, pemindahan dan penghentian pemakaian aktiva tetap. 8. Fungsi Akuntansi Fungsi ini bertanggungj jawab dalam pembuatan dokumen sumber (bukti kas keluar dan bukti memorial) untuk pencatatan amutasi aktiva tetap dan penyelenggaraan buku pembantu aktiva tetap. Selain itu, fungsi ini bertanggung jawab atas penyelenggaraan jurnal yang bersangkutan dengan aktiva tetap (register bukti kas keluar dan jurnal umum).

E. JARINGAN SUBSISTEM

Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah: 1. Sistem pembelian Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga pokok aktiva tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. 2. Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri Sistem Ini dirancang untuk mencacat harga pokok aktiva tetap yang diperolehan dari perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh perusahaan.

16

3. Sistem Pengeluaran Modal Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal. 4. Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat peng urangan harga pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta laba rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap tersebut. 5. Sistem Transfer Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat pertanggungjawaban ke pusat pertanggungjawaban yang lain. 6. Sistem Revaluasi Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi penilaian kembali aktiva tetap 7. Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap.

F. UNSUR PENGENDALIAN INTERN 1. Organisasi a. Fungsi pemakai harus terpisah dari fungsi akuntansi aktiva tetap b. Transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja

2. Sistem Otorisasi a. Anggaran investasi diotorisasi oleh rapat umum pemegang saham b. Surat permintaan otorisasi investasi diotorisasioleh direktur yang bersangkutan c. Surat permintaan otorisasi reparasi diotorisasi oleh direktur utama d. Surat perintah kerja diotorisasi oleh kepala departemen yang bersangkutan e. Surat order pembelian diotorisasi oleh pejabat yang berwenang f. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan g. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntan
17

3. Prosedur Pencatatan Perubahan kartu aktiva tetap harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti memorial, atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.

4. Praktik yang Sehat 1. Secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tatep dengan kartu aktiva tetap. 2. Penggunaan Anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap 3. Penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian 4. Kebijakan akuntansi tentang pemisahan pengeluaran modal (Capital Expenditure) dengan pengeluaran pendapatan (Revenue Expenditure)

G. BAGAN ALIRAN DOKUMEN JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM AKUNTANSI AKTIVA TETAP Sistem Pembelian Aktiva Tetap Karena transaksi perolehan aktiva tetap berkaitan dengan anggaran modal, maka diperlukan otorisasi dari direksi. Transaksi pembelian aktiva tetap dimulai dengan permintan otorisasi investasi dari pemakaian aktiva tetap yang diajukan kepada direksi. Setelah otorisasi investasi diberikan oleh direksi, langkah pembelian aktiva tetap selanjutnya dilakukan melalui system pembelian. Jika aktiva tetap yang dibeli memerlukan biaya pemasangan, fungsi aktiva tetap mengeluarkan surat perintah kerja kepada fungsi bengkel untuk pelaksanaan pemasangan aktiva tetap tersebut. Oleh fungsi akuntansi, biaya pemasangan aktiva tetap diperlukan sebagai tambahan harga faktur aktiva tetap untuk menghitung harga pokok aktiva tetap yang dicantumkan dalam kartu aktiva tetap.

18

Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan Sendiri Melakukan bagan aliran dokumen system perolehan aktiva tetap melalui pembangunan yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut: (1) prosedur permintaan otorisasi investasi, (2) prosedur perintah kerja, (3) prosedur pelaksanaan pembangunan aktiva tetap, (4) prosedur penerimaan barang, (5) prosedur penempatan aktiva tetap, (6) prosedur pencatatan harga pokok aktiva tetap. Dalam bagian aliran dokumen yang memerlukan aktiva tetap mengajukan surat permintaan otorisasi investasi kepada Direktur Utama untuk memperoleh otorisasi dilaksanakannya pembangunan aktiva tetap yang telah dicantumkan dalam anggaran modal. Berdasarkan surat perintah kerja, bagian reparasi dan pemeliharaan meminta bahan dan suku cadang dari gudang dan memerintahkan kariyawan untuk mengerjakan pembagunan aktiva tetap. Dissamping itu, berdasarkan bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang dan rekap daftar gaji dan upah, bagian kartu aktiva tetap mencatat konsumsi bahan dan suku cadang setra jam tenaga kerja ke dalam surat perintah kerja. Berdasarkan data jumlah harga pokok aktiva tetap yang dihitung tersebut. Bagian kartu aktiva tetap membuat bukti memorial. Bukti memorial dikirim ke bagian jurnal untuk dicatat dalam jurnal umum. Sistem Pengeluaran Modal Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap dengan adanya pengeluaran modal. Setiap pengeluaran modal memerlukan dokumen surat permintaan otorisasi reparasi dari manajemen puncak. Pelaksanan surat permintaan otoriasasi reparasi dilakukan berdasarkan dokumen surat perintah kerja. Bagan alir dokumen sistem pengeluaran modal, yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut: 1) Prosedur permintaan otorisasi investasi 2) Prosedur printah kerja 3) Prosedur pelaksanaan pengeluran modal

19

4) Prosedur penerimaan bahan 5) Prosedur pencatatan harga pokok aktiva tetap

Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangan harga pokok dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakainanya serta laba rugi yang ditimbulkan sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap tersebut. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencataatan penghentian pemakaian akiva tetap adalah bukti memorial yang dilampiri dengan dokumen pendukung berupa surat permintaan penghentian dan transfer aktiva tetap yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut: 1. Prosedur permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap, 2. Prosedur penghentian pemakaian aktiva tetap, 3. Prosedur pencatatan penghentian pemakaian aktiva tetap. Dalam bagan alir dokumen tersebut, bagian yang menggunakan aktiva tetap mengajukan permintaan penghentian aktiva tetap mengajukan permintaan

penghentian aktiva tetap dengan menggunakan surat permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap kepada Direktur Utama.

Sistem Transfer Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mentransfer aktiva tetap dari satu pusat

pertanggungjawaban kepusat pertanggungjawaban yang lainnya. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatanan transfer aktiva tetap adalah surat permintaan transfer aktiva tetap. Transfer aktiva tetap ini tidak mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan, namun hanya dicatat data lokasi baru aktiva tetap tersebut didalam kartu aktiva tetap dan tidak ada pencatatan nilai rupiah dalam transfer aktiva tetap. Oleh karena itu, transaksi transfer tidak menyangkut pencatatan ke dalam jurnal.

Sistem Revaluasi Aktiva Tetap


20

Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi revaluasi atau penilaian kembali aktiva tetap. Dokumen yang dipakain sebagai dasar pencatatan adalah bukti memorial. Gambar 16.16 melukiskan bagan alir dokumen sistem revaluasi aktiva tetap, yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut ini: 1) Prosedur permintaan penghentian aktiva tetap 2) Prosedur penghentian pemakaian aktiva tetap 3) Prosedur pencatatan revaluasi aktiva tetap.

SKARAT= Surat keputusan revaluasi aktiva tetap Gambar 16.16 Sistem Revaluasi Aktiva Tetap

Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan adalah bukti memorial. Gambar 16.17

21

melukiskan bagan alir dokumen sistem pencatatn depresiai aktiva tetap, yang terdiri dari rangkaian prosedur berikut ini: 1) Prosedur pembuatan daftar depresiasi aktiva tetap 2) Prosedur pencatatan depresiasi aktiva tetap

DDAT= Daftar depresiasi aktifa tetap Gambar 16.17 Sisitem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap

22

BAB III PENUTUP


Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Dokumen yang digunakan untuk merekam data transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap yang bersangkutan adalah: Surat Permintaan Otorisasi Investasi, Surat Permintaan Reparasi, Surat Permintaan Transfer Aktiva Tetap, Surat Permintaan Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap, Surat Perintah Kerja, Surat Order Pembelian, Laporan Penerimaan Barang, Faktur dari Pemasok, Bukti Kas Keluar, Daftar Depresiasi Aktiva Tetap dan Bukti Memorial Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah: Kartu aktiva tetap, Jurnal umum dan Register bukti kas keluar. Fungsi yang terkait dalam transaksi yang mengubah harga pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah: Fungsi Pemakaian, Fungsi Riset dan Pengembangan, Direktur yang bersangkutan, Direktur utama, Fungsi Pembelian, Fungsi Penerimaan, Fungsi Aktiva Tetap dan Fungsi Akuntansi. Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah: Sistem pembelian Aktiva Tetap, Sistem Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pembangunan

Sendiri, Sistem Pengeluaran Modal, Sistem Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap, Sistem Transfer Aktiva Tetap, Sistem Revaluasi Aktiva Tetap, dan Sistem Pencatatan Depresiasi Aktiva Tetap. Unsur pengendalian intern dalam system akuntansi aktiva tetap terdiri dari Organisasi, Sistem Otorisasi, Prosedur Pencatatan, dan Praktik yang sehat.

23

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat

24