Anda di halaman 1dari 10

DAYA TARIK INTERPERSONAL

Tugas Ini Disusun Guna Melengkapi Tugas BK Sosial Dosen Pengampu : Enik Nur Kholidah, S. Pd. M.A

Disusun Oleh : Abdul Wahib Maryanto Ari Tantri Dewi.P Ety Ernalisyanti Dewi Wulandari (10144200284) (10144200250) (10144200247) (10144200301) (10144200297)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah Bimbingan Sosial yang berjudul Daya Tarik Interpersonal ini dapat terselesaikan. Tak lupa kami ucapkan kepada Ibu. Enik Nur Khalidah, S.Pd. M.A selaku dosen pengampu yang membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun agar mahasiswa dapat memahami materi yang kami sampaikan. Makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mempermudah dalam mempelajari materi perkuliahan Bimbingan Sosial dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Setiap saran, kritik, dan komentar sangat kami harapkan untuk meningkatkan makalah ini.

Yogyakarta,

Oktober 2011 Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Daya tarik adalah kesukaan seorang individu terhadap individu lain. Daya tarik interpersonal merupakan salah satu faktor penentu ketika seseorang ingin berhubungan dengan orang lain. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik interpersonal ini adalah kedekatan, keakraban, kemiripan dan kualitas personal. Daya tarik individu terhadap individu lain memicu keterbukaan yang lebih mendalam ketika sebuah hubungan dalam status lebih dari sekedar pertemanan. Daya tarik ini tidak hanya sebatas daripada terlihat menarik secara aspek fisik (jasmani) saja.

B. Rumusan Masalah Apa saja faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal dan daya tarik interpersonal ? Apa saja unsur-unsur yang terdapat dalam hubungan interpersonal ?

C. Tujuan Penulisan Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal dan daya tarik interpersonal. Untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam hubungan interpersonal.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Daya Tarik Interpersonal Daya tarik interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, daya tarik interpersonal ini akan membentuk atau menimbulkan rasa suka pada seseorang. Daya tarik interpersonal juga merupakan salah satu faktor penentu ketika seseorang ingin berhubungan dengan orang lain.Setiap individu mempunyai tingkat ketertarikanpersonal dalam memulai

membina hubungan sosial. Ketertarikan personal ini muncul pada saat masa dewasa awal dimana individu mengerti mana orang yang dicintai atau dipercayainya. Daya tarik interpersonl individu terhadap individu lain memicu keterbukaan yang lebih mendalam ketika sebuah hubungan dalam status lebih dari sekedar teman. B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Interpersonal 1. Kedekatan : menyukai orang yang dekat Kedekatan merupakan kekuatan utama dalam daya tarik interpersonal. Seseorang cenderung lebih suka berinteraksi dengan orang yang tidak jauh dari dirinya. Dekatnya jarak individu dengan orang lain, mengakibatkan bentuk hubungan menjadi lebih baik. Efek kedekatan : Orang yang secara fisik dekat biasanya mudah ditemui daripada orang yang jauh. Interaksi yang sering menaikkan rasa suka.

2. Keakraban : menyukai orang yang sering kita lihat. Orang yang dekat dengan kita akan menjadi akrab, dan hal ini dapat memperkuat daya tarik interpersonal. Efek keakraban Pertemuan yang sering akan menambah pengenalan kita pada seseorang, dan pengenalan yang makin akrab akan membantu kita

untuk lebih menyukai orang itu. Saat orang semakin akrab kita akan lebih mengenalnya lebih dalam. 3. Kemiripan : menyukai dengan orang yang mirip diri kita. Kita cenderung menyukai orang yang mirip dengan kita dalam hal sikap, kepentingan, nilai, latar belakang dan personalitas. Kemiripan ini juga meliputi latar belakng etnis, agama, pandangan politik, kelas sosial, pendidikan dan juga usia. 4. Kualitas personal : kemampuan/ kompetensi Orang yang kompeten, pintar akan lebih disukai dari pada yang tidak kompeten, karena adanya reward yang diberikan kepada kita. Misal orang yang pintar bisa membantu kita memudahkan permasalahan yang kita hadapi.

C. Pengertian Hubungan Interpersonal Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya.

D. Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Interpersonal Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi hubungan interpersonal, yaitu : 1. Komunikasi efektif Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan antara pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif- interaktif dan menyenangkan. Sebaliknya apabila berkumpul dengan orang atau kelompok yang dibenci akan membuat tegang, resah dan tidak enak. 2. Ekspresi wajah Ekspresi wajah menimbulkan kesan dan persepsi yang sangat menentukan penerimaan individu atau kelompok. Wajah telah lama menjadi sumber informasi dalam komunikasi interpersonal. Wajah merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam menyampaikan makna, dalam raut

wajah akan menentukan dan menggerakkan keputusan yang diambil. Kepekaan menangkap emosi wajah sangat menentukan kecermatan tindakan yang akan diambil. 3. Kepribadian Kepribadian sangat menentukan bentuk hubungan yang akan terjalin. Kepribadian mengekspresikan pengalaman subjektif seperti kebiasaan, karakter dan perilaku. Tindakan dan tanggapan terhadap pesan sangat tergantung pada pola hubungan pribadi dan karakteritik atau sifat yang dibawanya. 4. Kesamaan karakter personal Manusia selalu berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya atau kita cenderung menyukai orang lain, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika menyukai orang, kita ingin memilih sikap mereka yang sama. Orang-orang yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai, norma, aturan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tingkat sosial ekonomi, budaya, agama, ideologis, cenderung saling menyukai dan menerima keberadaan masing-masing. 5. Daya tarik Dalam hukum daya tarik dapat dijelaskan bahwa cara pandang orang lain terhadap diri individu akan dibentuk melalui cara berfikir, bahasa dan tindakan yang khas. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa daya tarik seseorang baik fisik maupun karakter sering menjadi penyebab tanggapan dan penerimaan personal. Orang-orang yang memiliki daya tarik cederung akan disikapi dan diperlakukan lebih baik, sopan dan efektif untuk mempengaruhi pendapat orang lain. 6. Kompetensi Setiap orang memiliki kecenderungan atau tertarik kepada orang lain karena prestasi atau kemampuan yang ditunjukkan. Masyarakat akan cenderung menanggapi informasi dan pesan dari orang berpengalaman, dan mampu memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Dalam situasi krisis, para pihak yang berkonflik membutuhkan bantuan teknis dan bimbingan dari individu yang dipercaya dan mampu menumbuhkan kerjasama untuk mendorong penyelesaian.

E. Teori Mengenai Hubungan Interpersonal Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan interpersonal, yaitu: 1. Model Pertukaran Sosial Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. 2. Model Peranan Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya. 3. Model Interaksional Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan.

E. Tahap Hubungan Interpersonal Adapun tahap-tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu: 1. Pembentukan Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, fase kontak yang permulaan, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. 2. Peneguhan Hubungan Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal. 3. Pemutusan Hubungan

Menurut R. D Nye dalam bukunya yang berjudul conflict Among Humans, ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan, yaitu : a. Kompetisi, dimana salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan orang lain. b. Dominasi, dimana salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang tersebut merasakan hak-haknya dilanggar. c. Kegagalan , dimana masing-masing berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai. d. Provokasi, dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan orang lain. e. Perbedaan nilai, dimana kedua belah pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut.

F. Jenis Hubungan Interpersonal Terdapat beberapa jenis hubungan interpersonal, yaitu: a)Berdasarkan jumlah individu yang terlibat. Hubungan interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat, dibagi menjadi hubungan diad dan hubungan triad. b)Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Hubungan interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dibagi menjadi hubungan tugas dan hubungan sosial. Hubungan tugas merupakan sebuah hubungan yang terbentuk karena tujuan menyelesaikan sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh individu sendirian. c) Berdasarkan jangka waktu. Hubungan interpersonal berdasarkan jangka waktu juga dibagi menjadi hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang. Hubungan jangka pendek merupakan hubungan yang hanya berlangsung sebentar. Sedangkan hubungan jangka panjang berlangsung dalam waktu yang lama. d) Berdasarkan tingkat kedalaman atau keintiman. Hubungan interpersol ini yaitu hubungan biasa dan hubungan akrab atau intim. Hubungan ini bersifat personal dan terbebas.

BAB III PENUTUP

A.

KESIMPULAN

Dalam hubungan interpersonal daya tarik interpersonal sangat berpengaruh karena hubungan tanpa ada kesukaan tidak akan terjalin. Ini akan menyebabkan pemutusan hubungan. Setiap individu mempunyai ketertarikan personal dalam membina hubungan sosial. Puncak pengalaman psikososial ini tercapai pada masa dewasa awal, dimana individu mulai mengenal hubungan dengan seorang individu lain yang dicintai, dipercaya, ataupun yang telah dibina sebelumnya. Daya tarik individu terhadap individu lain memicu keterbukaan yang lebih mendalam ketika sebuah hubungan dalam status lebih dari sekedar pertemanan.

B. a.

SARAN Sebagai calon konselor atau pembimbing mengerti terlebih dahulu dan

memahami tentang hubungan interpersonal dan daya tariknya. b. Sebagai calon konselor atau pembimbing kita harus membuat klien untuk

tertarik kepada kita agar proses bimbingan berjalan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Enik Nur Khalidah. 2011. Bimbingan & Konseling Sosial. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta. Shelley E Taylor dkk.2009. Psikologi Sosial: Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana perdana group. http://psikologi.or.id - Hubungan Interpersonal