Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SISTEM SISTEM MUSKULOSKELETAL TUMOR TULANG

KELOMPOK 2 :

DEASY MAYA SARI M.R NOFIA MUSTIKA

DIAN AFIFAH

YUNI RIANA

RAHMI YULIANDABAMBANG APRIANTO IRMA LENI PUJI LESTARI FEBY LOVITA HARI SATRIA FATIMAH HASAN BAYU IRAWAN SELLY ADE SUSIANI BAGUS JOKO PRAKOSO INDAH PRANSISKA ANISA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JAMBI 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Blok Sistem Muskuloskeletal yang di berikan oleh Dosen pengajar. Dalam makalah ini penulis membahas tentang kerangka manusia. Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari adanya berbagai kekurangan, baik dalam isi materi maupun penyusunan kalimat. Namun demikian, perbaikan merupakan hal yang berlanjut sehingga kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, sekalian yang telah membaca dan mempelajari makalah ini.

Jambi, 27 Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................i KATA PENGANTAR.....................................................................................................................ii DAFTAR ISI.......................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.................................................................................................................... B. Rumusan Masalah............................................................................................................................ C. Tujuan Penulisan........................................................................................................................... ... D. Manfaat Penulisan........................................................................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. AnatomidanFisiologiSistem Muskuloskeletal............................................................................... B. PengertianAsma................................................................................................................ .............. C. Etiologi.............................................................................................................................. ............... D. Klasifikasi......................................................................................................................... ................ E. Patofisiologi...................................................................................................................... ................ F. ManifestaiKlinis................................................................................................................ .............. G. Komplikasi........................................................................................................................ ................

H. PenatalaksanaanMedis...................................................................................................... ................ BAB III TINJAUAN KASUS A. KasusTumor Tulang............................................................................................................... B. AsuhanKeperawatan. ..... BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................................... .............. B. Saran.......................................................................................................................... ............ DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Tumor tulang adalah istilah yang dapat digunakan untuk pertumbuhan tulang yang tidak normal, tetapi umumnya lebih digunakan untuk tumor tulang utama, seperti osteosarkoma, chondrosarkoma, sarkoma Ewing dan sarkoma lainnya. Menurut Errol untung hutagalung, seorang guru besar dalam Ilmu Bedah Orthopedy Universitas Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%). Di RSCM jenis tumor tulang osteosarkoma merupakan tumor ganas yang sering didapati yakni 22% dari seluruh jenis tumor tulang dan 31 % dari seluruh tumor tulang ganas. Dari jumlah seluruh kasus tumor tulang 90% kasus datang dalam stadium lanjut. Angka harapan hidup penderita kanker tulang mencapai 60% jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru. Sekitar 75% penderita bertahan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Sayangnya penderita kanker tulang kerap datang dalam keadaan sudah lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Jika tidak segera ditangani maka tumor dapat menyebar ke organ lain, sementara penyembuhannya sangat menyakitkan karena terkadang memerlukan pembedahan radikal diikuti kemotherapy. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada tumor tulang ini yaitu : 1. Bagaimana konsep penyakit tumor tulang ? 2. Bagaimana proses asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor tulang ?

C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Pembaca dapat mengetahui pengertian dari tumor tulang dan penyebab terjadinya tumor tulang. 2. Tujuan khusus Pengkajian tentang tumor tulang -diagnosa -intervensi -rasional D. Manfaat Penulisan Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit tumor tulang dan asuhan keperawatannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Tumor Tulang Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif dimana selselnya tidak pernah menjadi dewasa. Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder adalah anak sebar tumor ganas organ non tulang yang bermetastasis ke tulang. Tumor tulang adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Dengan istilah lain yang sering digunakan Tumor Tulang, yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas. Tumor tulang merupakan kelainan pada system musculoskeletal yang bersifat neoplastik. Tumor dalam arti yang sempit berarti benjolan. Sedangkan setiap pertumbuhan yang barudan abnormal disebut neoplasma Anatomi dan Fisiologi Muskuluskeletal Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawabterhadap pergerakan. Komponen utama system

musculoskeletal adalah jaringan ikat.Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot, tendon, ligament, bursae, dan jaringan-jaringankhusus yang menghubungkan struktur-struktur ini. 1. Tulang Bagian-bagian utama tulang rangka Tulang rangka orang dewasa terdiri atas 206 tulang. Tulang adalah jaringan hidup yangakan suplai saraf dan darah. Tulang banyak mengandung bahan kristalin anorganik (terutama garam-garam kalsium) yang membuat tulang keras dan kaku, tetapi sepertigadari bahan tersebut adalah jaringan fibrosa yang membuatnya kuat dan elastis.

Fungsi utama tulang-tulang rangka adalah : 1.Sebagai kerangka tubuh, yang menyokong dan memberi bentuk

tubuh2.Untuk memberikan suatu system pengungkit yang digerakan oleh kerja otot-ototyang melekat pada tulang tersebut; sebagai suatu system pengungkit yangdigerakan oleh kerja otot-otot yang melekat padanya.3.Sebagai reservoir kalsium, fosfor, natrium, dan elemen-elemen lain4.Untuk menghasilkan sel-sel darah merah dan putih dan trombosit dalam sumsummerah tulang tertentu Struktur tulang Dilihat dari bentuknya tulang dapat dibagi menjadi :1.Tulang panjang ditemukan di ekstremitas2.Tulang pendek terdapat di pergelangan kaki dan tangan3.Tulang pipih pada tengkorak dan iga4.Tulang ireguler (bentuk yang tidak beraturan) pada vertebra, tulang-tulang wajah,dan rahang.Seperti terlihat pada gambar di bawah ini, lapisan terluar dari tulang (cortex) tersusundari jaringan tulang yang padat, sementara pada bagian dalam di dalam medulla berupa jaringan sponge. Bagian tulang paling ujung dari tulang panjang dikenal sebagaiepiphyseyang berbatasan denganmetaphysis. Metaphysis merupakan bagian dimana tulangtumbuh memanjang secara longitudinal. Bagian tengah tulang dikenal sebagaidiaphysisyang berbentuk silindris. Perkembangan dan pertumbuhan tulang Perkembangan dan pertumbuhan pada tulang panjang tipikal : 1.Tulang didahului oleh model kartilago. 2.Kolar periosteal dari tulang baru timbul mengelilingi model korpus. Kartilagodalam korpus ini mengalami kalsifikasi. Sel-sel kartilago mati dan meninggalkanruang-ruang. 3.Sarang lebah dari kartilago yang berdegenerasi dimasuka oleh sel-sel pembentuk tulang (osteoblast),oleh pembuluh darah, dan oleh sel-sel pengikis tulang(osteoklast). Tulang berada dalam lapisan tak teratur dalam bentuk kartilago. 4.Proses osifikasi meluas sepanjang korpus dan juga mulai memisah pada epifisisyang menghasilkan tiga pusat osifikasi.

5.Pertumbuhan memanjang tulang terjadi pada metafisis, lembaran kartilago yangsehat dan hidup antara pusat osifikasi. Pada metafisis sel-sel kartilago memisahsecara vertical. Pada awalnya setiap sel meghasilkan kartilago sehat dan meluasmendorong sel-sel yang lebih tua. Kemudian sel-sel mati. Kemudian semua runagmebesar untuk membentuk lorong-lorong vertical dalm kartilago yang mengalamidegenerasi. Ruang-ruang ini diisi oleh sel-sel pembentuk tulang. 6.Pertumbuhan memanjang berhenti pada masa dewasa ketika epifisis berfusidengan korpus.Pertumbuhan dan metabolisme tulang dipengaruhi oleh mineral dan hormone sebagai berikut : Kalsium dan posfor, tulang mengandung 99% kalsium tubuh dan 90% posfor.Konsentrasi kalsium dan posfor dipelihara dalam hubungan terbalik. Sebagaicontoh, apabila kadar kalsium tubuh meningkat maka kadar posfor akan berkurang. Calcitonin, diproduksi oleh kelenjar typoid memilki aksi dalam

menurunkankadar kalsium serum jika sekresinya meningkat diatas normal. Vitamin D, penurunan vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan osteomalacia pada usia dewasa. Hormon paratiroid (PTH), saat kadar kalsium dalam serum menurun, sekresihormone paratiroid akan meningkat dan menstimulasi tulang untuk meningkatkanaktivitas osteoplastic dan menyalurkan kalsium kedalam darah. Growth hormone (hormone pertumbuhan), bertanggung jawab dalam peningkatan panjang tulang dan penentuan jumlah matrik tulang yang dibentuk pada masasebelum pubertas. Glukokortikoid, adrenal glukokortikoid mengatur metabolisme protein. Sex hormone, estrogen menstimulasi aktivitas osteobalstik dan menghambat peran hormone paratiroid. Ketika kadar estrogen menurun seperti pada saatmenopause, wanita sangat rentan terhadap menurunnya kadar estrogen dengankonsekuensi langsung terhadap kehilangan masa tulang (osteoporosis). Androgen,seperti testosteron, meningkatkan anabolisme dan meningkatkan masa tulang.

2. Sendi Artikulasi atau sendi adalah tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Tulangtulang inidipadukan dengan berbagai cara, misalnya dengan kapsul sendi, pita fibrosa, ligament,tendon, fasia, atau otot. Sendi diklasifikasikan sesuai dengan strukturnya. a. Sendi fibrosa (sinartrodial) Merupakan sendi yang tidak dapat bergerak. Tulang-tulang dihubungkan oleh serat-seratkolagen yang kuat. Sendi ini biasanya terikat misalnya sutura tulang tengkorak. b. Sendi kartilaginosa (amfiartrodial) Permukaan tulang ditutupi oleh lapisan kartilago dan dihubungkan oleh jaringan fibrosakuat yang tertanam kedalam kartilago misalnya antara korpus vertebra dan simfisis pubis.Sendi ini biasanya memungkinkan gerakan sedikit bebas.

c. Sendi synovial (diartrodial) Sendi ini adalah jenis sendi yang paling umum. Sendi ini biasanya memungkinkangerakan yang bebas (mis., lutut, bahu, siku, pergelangan tangan, dll.) tetapi beberapasendi sinovial secara relatif tidak bergerak (mis., sendi sakroiliaka). Sendi ini dibungkusdalam kapsul fibrosa dibatasi dengan membran sinovial tipis. Membran ini mensekresicairan sinovial ke dalam ruang sendi untuk melumasi sendi. Cairan sinovial normalnya bening, tidak membeku, dan tidak berwarna atau berwarna kekuningan. Jumlah

yangditemukan pada tiap-tiap sendi normal relatif kecil (1 sampai 3 ml). hitung sel darah putih pada cairan ini normalnya kurang dari 200 sel/ml dan terutama adalah sel-selmononuclear. Cairan synovial juga bertindak sebagai sumber nutrisi bagi rawan sendi. 3. Otot Rangka Otot rangka merupakan setengah dari berat badan orang dewasa. Fungsi utamanya adalahuntuk menggerakan tulang pada artikulasinya. Kerja ini dengan memendekkan(kontraksi) otot. Dengan memanjang (relaksasi) otot memungkinkan otot lain untuk berkontraksi dan menggerakan tulang.Otot ada

yang

melekat

langsung

pada

tulang, (mis., pada atau

tetapi

dimana tangan kerjanya

bagian yang perlu

terbesarnyamempengaruhi berhubungan langsung

fungsi

tangan), dimana

dengantulang,

dikonsentrasikan, otot dilekatkan dengan tendonfibrosa. Tendon menyerupai korda, seperti tali, atau bahkan seperti lembaran (mis.,pada bagian depan abdomen). Tidak ada otot yang bekerja sendiri. Otot selalu bekerja sebagai bagian dari kelompok, dibawah control system saraf.Fungsi otot dapat digambarkan dengan memperhatikan lengan atas. Otot bisep darilengan atas dilekatkan oleh tendon ke skapula. Perlekatan ini biasanya tetap stasioner danadalah asal (origo) dari otot. Ujung yang lain dari otot dilekatkan pada radius. Perlekatanini untuk menggerakan otot dan diketahui sebagaiinsersio dari otot.Bisep adalah otot fleksor ; otot ini menekuk sendi, mengangkat lengan saat ia memendek.Otot ini juga cenderung memutar lengan untuk memposisikan telapak tengadah karenatitik insersinya. Otot trisep pada punggung lengan atas adalah ototekstensor ; otot inimeluruskan sendi, mempunyai aksi yang berlawanan dengan otot bisep

B. Etiologi Tumor Tulang Penyebab pasti terjadinya tumor tulang tidak diketahui. Akhir-akhir ini, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suatu zat dalam tubuh yaitu C-Fos dapat meningkatkan kejadian tumor tulang. Radiasi sinar radio aktif dosis tinggi Keturunan Beberapa kondisi tulang yang ada sebelumnya seperti penyakit paget (akibat pajanan radiasi

C. Klasifikasi Tumor Tulang a. Tumor tulang jinak (Benigna) Tumor tulang jinak (benigna), tumor inu biasanya tumbuh lambat, gejalanya sediktit, dan tidak menyebabkan kematian. b. Tumor tulang ganas (Maligna)

Tumor tulang ini relative datang dan biasanya tumbuh dari sel jaringan ikat dan penyokong/elemen sumsum tulang (Myeloma).

D. Patofisiologi Infeksi yang berhubungan dengan osteomyelitis dapat terlokalisir dan menyebar di periosteum, korteks, sum-sum tulang, dan jaringan kansellosa. Bakteri patogen yang menginfeksi bergantung pada usia pasien dan mekanisme infeksi. Infeksi pada tulang dapat terjadi dengan dua mekanisme yaitu melalui aliran darah tulang dan melalui inokulasi langsung dari jaringan sekitar. Osteomyelitis yang terjadi akibat infeksi melalui penyebaran darah terjadi disebabkan adanya bibit bakteri pada aliran darah, keadaan ini ditandai dengan infeksi akut pada tulang yang berasal dari bakteri yang berasal dari fokus infeks primer yang letaknya jauh dari tulang yang mengalami peradangan. Keadaan ini paling sering terjadi pada anak dan disebut dengan osteomyelitis hematogenous akut. Lokasi yang paling sering terkena adalah metaphyse yang bervaskularisasi tinggi dan dalam masa perkembangan yang cepat. Perlambatan aliran darah yang terjadi pada pada metaphyse distal menyebabkan mudahnya terjadi thrombosis dan dapat menjadi tempat bertumbuhnya bakteri. Infeksi yang terjadi akibat inokulasi langsung dari jaringan sekitar terjadi akibat kontak langsung dari jaringan tulang dan bakteri akibat trauma atau post operasi. Mekanisme ini dapat terjadi oleh karena inokulasi bakteri langsung akibat cedera tulang terbuka, bakteri yang berasal dari jaringan sekitar tulang yang mengalami infeksi, atau sepsis setelah prosedur operasi. 6. Manifestasi Klinik Tanda-tanda Tumor tulang yaitu : 1. Nyeri dan/ atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresivitas penyakit) 2. Fraktur patologik

3. Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta pergerakan yang terbatas 4. Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit di atas massa serta adanya pelebaran vena 5. Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada, batuk, demam, berat badan menurun dan malaise.

7. Komplikasi Berbagai komplikasi yang mungkin timbul adalah : 1. Gangguan produksi antibodi 2. Infeksi akibat kerusakan sumsum tulang 3. Fraktur patologik 4. Gangguan hematologic 8. Penatalaksanaan Medis : Penatalaksanaan tergantung pada tipe dan fase dari tumor tersebut saat didiagnosis. Tujuan penatalaksanaan secara umum meliputi pengangkatan tumor, pencegahan amputasi jika memungkinkan dan pemeliharaan fungsi secara maksimal dari anggota tubuh atau ekstremitas yang sakit. Penatalaksanaan meliputi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau terapi kombinasi. Osteosarkoma biasanya ditangani dengan pembedahan dan / atau radiasi dan kemoterapi. Protokol kemoterapi yang digunakan biasanya meliputi adriamycin (doksorubisin) cytoksan dosis tinggi (siklofosfamid) atau metrotexate dosis tinggi (MTX) dengan leukovorin. Agen ini mungkin digunakan secara tersendiri atau dalam kombinasi. Bila terdapat hiperkalsemia, penanganan meliputi hidrasi dengan pemberian cairan normal intravena, diurelika, mobilisasi dan obat-obatan seperti fosfat, mitramisin, kalsitonin atau kortikosteroid.

9. Berikut ini beberapa pencegahan tumor tulang :

1. Filter air yang di minum. Penelitian telah menunjukkan bahwa air yang Anda minum langsung dari wastafel dapat menyebabkan tumor tulang. 2. Merendam daging yang akan dipanggang. Merendam daging sekitar satu jam ditujukan untuk mencegah daging yang dipanggang menyebabkan tumor tulang. 3. Mengkonsumsi kopi. Kopi telah dikenal untuk mencegah berbagai jenis kanker termasuk tumor tulang. Mengkonsumsi 4-5 cangkir kopi sehari dapat membantu mencegah tumor tulang. 4. Mengkonsumsi banyak air minum. Air dapat mengurangi risiko kanker dengan minum 8 gelas air setiap hari. 5. Mengkonsumsi suplemen kalsium. Kalsium membantu memperkuat tulang serta sistem kekebalan tubuh Anda. 10.Pemeriksaan Diagnostik Radiografi Tomografi Pemindaian tulang Radiostop/biopsi tulang bedah Tomografi paru Tes lain untuk diagnosis banding, aspiraasi sumsum tulang belakang (sarkoma ewing) 11.Pemeriksaan Fisik

Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit diatas massa serta adanya pelebaran vena Pembengkakan pada/diatas tulang atau persendian serta gerakan yang terbatas Nyeri tekan atau nyeri lokal pada sisi yang sakit Kaji status fungsional pada area yang sakit, tanda-tanda inflamasi modus limfe regional 12.Tindakan keperawatan a. Manajemen nyeri Teknik manajemen nyeri secara psikologik (teknik relaksasi napas dalam, visualisasi, dan bimbingan imajinasi ) dan farmakologi (pemberian analgetika ). b. Mengajarkan mekanisme koping yang efektif Motivasi klien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan mereka, dan berikan dukungan secara moril serta anjurkan keluarga untuk berkonsultasi ke ahli psikologi atau rohaniawan. c. Memberikan nutrisi yang adekuat Berkurangnya nafsu makan, mual, muntah sering terjadi sebagai efek samping kemoterapi dan radiasi, sehingga perlu diberikan nutrisi yang adekuat. Antiemetika dan teknik relaksasi dapat mengurangi reaksi gastrointestinal. Pemberian nutrisi parenteral dapat dilakukan sesuai dengan indikasi dokter. d. Pendidikan kesehatan Pasien dan keluarga diberikan pendidikan kesehatan tentang kemungkinan terjadinya komplikasi, program terapi, dan teknik perawatan luka di rumah.

13.Asuhan Keperawatan Pada Tumor Tulang : 1. Pengkajian Anamnesa Pemeriksaan fisik Palpasi dengan lembut : ukuran danpembengkakan jaringan lunak

yangdiakibatkannya dan nyeri tekandicatat Status neurovaskuler dan gerakanekstremitas Mobilitas dan kemampuan pasien untukmelakukan aktivitas kehidupan seharihari

BAB III TINJAUAN KASUS Tumor Tulang


Tn.P. umur 20 tahun agama Islam. Suku bangsa Melayu, alamat Jl. Tarmizi Kadir, RT 20 Pakuan Baru Jambi. Masuk RSUD tanggal 26 Maret 2012, di ruang polo penyakit dalam. Klien masuk RS dengan alasan nyeri pada lutut. Dari hasil pemeriksaan fisik pada saat pengkajian TD 130/80 mmhg. Nadi 100 x/Menit. RR 30 x/Menit, Suhu 38
o

C, Skala Nyeri 9. Klien menyatakan nyeri

pada lutut, Klien juga mengatakan ada pembengkakan pada lutut dan klien mengatakan terdapat pembatasan gerak. Pada saat pengkajian klien mengatakan selama sakit BB menurun sebanyak 8 kg. Sebelum sakit BB 45 kg. Pada saat perawat melakukan pengkajian massa tulang dapat teraba, nyeri tekan dan tidak bisa digerakkan. Terdapat Hiperkalemia dengan gejala kelemahan otot, keletihan, anoreksia, mual, muntah, dan poliurea.

A. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Klien mengatakannyeri pada lutut d.d tekanan darah 130/80 mmhg, nadi 100x/ Menit, RR 30 x / Menit, Suhu 38 o C, dan skala nyeri 9 Adanya proses inflamasi Nyeri akut 2. Klien mengatakan selama sakit BB menurun sebanyak 8Kg, sebelum sakit BB klien 45 kg d.d Anoreksia, Mual, Muntah. 3. Klien mengatakan adanya keterbatasan gerak d.d kelemahan otot, dan hambatan mobilitas fisik 4. Klien mengatakan ada pembengkakan pada lutut dan keterbatasan gerak b.d edema d.d Massa tulang dapat teraba, Nyeri tekan, Kelemahan otot.

B. RENCANA INTERVENSI :
Diagnosa 1 Nyeri akut b.d adanya proses inflamasi Tujuan: Klien mengalami pengurangan nyeri KH : Mengikuti aturan farmakologi yang ditentukan Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktifitas hiburan sesuai indikasi situasi individu. Intervensi : 1. Kaji status nyeri ( lokasi, frekuensi, durasi, dan intensitas nyeri ) R/ memberikan data dasar untuk menentukan dan mengevaluasi intervensi yang diberikan. 2. Berikan lingkungan yang nyaman, dan aktivitas hiburan ( misalnya : musik, televisi ) R/ meningkatkan relaksasi klien.

3. Ajarkan teknik manajemen nyeri seperti teknik relaksasi napas dalam, visualisasi, dan bimbingan imajinasi. R/ meningkatkan relaksasi yang dapat menurunkan rasa nyeri klien Kolaborasi : 4. Berikan analgesik sesuai kebutuhan untuk nyeri. R/ mengurangi nyeri dan spasme otot Diagnosa 2 BB turun yang b.d Anoreksia, Mual, Muntah Tujuan: Mengalami peningkatan asupan nutrisi yang adekuat KH : Penambahan berat badan, bebas tanda malnutrisi, nilai albumin dalam batas normal ( 3,5 5,5 g% ) Intervensi : 1. Catat asupan makanan setiap hari R/ mengidentifikasi kekuatan atau defisiensi nutrisi. 2. Ukur tinggi, berat badan, ketebalan kulit trisep setiap hari. R/ mengidentifikasi keadaan malnutrisi protein kalori khususnya bila berat badan dan pengukuran antropometrik kurang dari normal 3. Berikan diet TKTP dan asupan cairan adekuat. R/ memenuhi kebutuhan metabolik jaringan. Asupan cairan adekuat untuk menghilangkan produk sisa. Kolaborasi : 4. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi. R/ membantu mengidentifikasi derajat malnutrisi

BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN : Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif dimana selselnya tidak pernah menjadi dewasa. Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder adalah anak sebar tumor ganas organ non tulang yang bermetastasis ke tulang. Tumor tulang adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Dengan istilah lain yang sering digunakan Tumor Tulang, yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas. SARAN : Agar terhindar dari penyakit tumor tulang sebaiknya klien harus menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tumor tulang.Pencegahan serangan tumor tulag dapat dilakukan dengan : 1. Filter air yang di minum. Penelitian telah menunjukkan bahwa air yang Anda minum langsung dari wastafel dapat menyebabkan tumor tulang. 2. Merendam daging yang akan dipanggang. Merendam daging sekitar satu jam ditujukan untuk mencegah daging yang dipanggang menyebabkan tumor tulang.

3. Mengkonsumsi kopi. Kopi telah dikenal untuk mencegah berbagai jenis kanker termasuk tumor tulang. Mengkonsumsi 4-5 cangkir kopi sehari dapat membantu mencegah tumor tulang.

4.

Mengkonsumsi banyak air minum. Air dapat mengurangi risiko kanker dengan minum 8 gelas air setiap hari.

5.

Mengkonsumsi suplemen kalsium. Kalsium membantu memperkuat tulang serta sistem kekebalan tubuh Anda.

DAFTAR PUSTAKA

Ns. Mutawin Arif, S. Kep. 2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Muskuluskeletal. Jakarta. EGC Suzane C. Dkk.202. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. EGC Mocacandy.blogspot.com

Duta4diagnosa.blogspot.com

Xamherbal.com

Scribd.com