Anda di halaman 1dari 5

Drs.

Singgih Hartanto MSi

Tetapan Kesetimbangan yang Dinyatakan sebagai Kp


Tetapan kesetimbangan dalam sistem gas dapat dinyatakan berdasarkan tekanan parsial gas, bukan konsentrasi molarnya Tetapan kesetimbangan yang ditulis dengan cara ini dinamakan tetapan kesetimbangan tekanan parsial dilambangkan Kp.

Misalkan suatu reaksi 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) Kc = Kc = 2,8 x 102 pd 1000 K

[ SO3 ] 2 [ SO2 ] 2 [O2 ]

Kp = (PSO3)2 / (PSO2)2 (PO2) PSO3, PSO2 dan PO2 adalah tekanan partial masing-masing gas. Hubungan Kp dan Kc Sesuai dengan hukum gas ideal, PV = nRT maka P = (n/V)RT = [ ]RT n/V adalah satuan konsentrasi mol/L, atau [ ] . Untuk zat A maka Substitusi ke pernyataan Kp PA = [A](RT)

Kp = (PSO3)2 / (PSO2)2 (PO2) = {[SO3](RT)}2 / {[SO2](RT)}2 {[O2](RT)} = [SO3]2 / [SO2]2 [O2] x (RT)3-2 = [SO3]2 / [SO2]2 [O2] x (RT)-1 Kp = Kc(RT)n Cara lain dapat diturunkan n SO3 PSO3 n SO2 PSO2 nO PO [ SO]3 = = [ SO2 ] = = [O2 ] = 2 = 2 V RT V RT V RT Dengan mengganti suku-suku yang dilingkari dengan konsentrasi dalam persamaan Kc akan diperoleh rumus;

Terlihat ada hubungan antara Kc dan Kp yaitu: K c = K p x RT dan ( PSO3 / RT ) 2 ( PSO2 / RT ) 2 ( PO2 / RT ) Kp = Kc = K c ( RT ) 1 RT = ( PSO3 ) 2 ( PSO2 ) 2 ( PO2 ) x RT

Kc =

Penurunan yang sama dilakukan terhadap reaksi umum: aA(g) + bB(g) + gG(g) + hH(g) + Hasilnya menjadi : Kp = Kc (RT)
n

n adalah selisih koefisien stoikiometri dari gas hasil reaksi dan gas pereaksi yaitu n = (g+h+) (a+b+) Contoh 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) Contoh 1. Gunakan Kc = 0,105 persamaan dibawah ini untuk menghitung Kp N2(g) + 3H2(g) D 2NH3(g) pada 472oC Jawab n = 2 4 = -2 Kp = Kc (RT)n = (0.105)(0.0821x745)-2 = 2.81x10-5 2. Proses Haber , N2(g) + 3H2(g) D 2NH3(g), Kp = 1.45x10-5 at 500oC. Dalam campuran setimbang ketiga gas pada 500oC mempunyai tekanan partial H2 = 0.928 atm dan N2 = 0.432 atm. Berapa tekanan partial NH3 dalam campuran setimban? n = (2) (2+1) = -1

Tekanan kesetimbangan

N2(g) + 3H2(g) D 2NH3(g) 0.432 0.928 x

Kp =( P NH3 )2 / (PN2 ) (PH2)3 = x2 / (0.432)(0.928)3 = 1.45x10-5 x2 = (1.45x10-5)(0.928)3 = 1.45x10-5 = 5.01x10-6 x = 5.01x10-6 = 2.24x10-3 atm = PNH3 Cek ulang jawabannya dengan menghitung ulang konstata kesetimbangan : Kp = (2.24x10-3)2 / (0.432)(0.928) 3 = 1.45x10 -5 Soal latihan Hitung Kp reaksi berikut 1. PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g) Kc = 1,67 (at 500 K) 2. N2O4(g) 2NO2(g); Kc = 6,1 x 10-3 (298 K) 3. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) Kc = 2,4 x 10-3 (at 1000 K). 4. At 500 K the reaction PCl5(g) D PCl3(g) + Cl2(g) has Kp = 0.497. In an equilibrium mixture at 500 K, the partial pressure of PCl5 is 0.860 atm and that of PCl3 is 0.350 atm. What is the partial pressure of Cl2 in the equilibrium mixture?

Arti Nilai Tetapan Kesetimbangan

Nilai numeris Kc atau Kp yang sangat besar menandakan bahwa reaksi berjalan ke kanan sebagaimana dituliskan, berlangsung sempurna atau mendekati sempurna Nilai numeris Kc atau Kp yang sangat kecil menyatakan bahwa reaksi ke kanan sebagaimana dituliskan tidak berlangsung besar-besaran Secara Umum, K >> 1: Kesetimbangan berlangsung ke kanan ; produk lebih domoinan

K << 1: Kesetimbangan berlangsung ke kiri ; reaktan lebih dominant

Reaktan

Produk K >>>1

Reaktan

K<<<1 Produk

Meramalkan Arah dan Besarnya Reaksi


Pada setiap saat selama berlangsungnya reaksi dapat dirumuskan nisbah konsentrasikonsentrasi yang bentuknya sama dengan rumus tetapan kesetimbangan. Nisbah ini disebut kuosien reaksi Untuk reaksi umum : aA + bB + gG + hH + [G ]g [ H ]h ... [ A]a [ B]b ... Apabila nilai yang disubstitusikan kedalam kuosien reaksi Q merupakan konsentrasikonsentrasi dalam keadaan setimbang, maka Q akan sama dengan K. Q= H2(g) + I2(g) 2HI(g) Kc = 50,2

Kuosien dan tetapan kesetimbangan Reaksi bersih berlangsung dari kiri ke kanan jika Q < Kc

Contoh 1.

Reaksi bersih berlangsung dari kanan ke kiri jika Q > Kc Reaksi berada pada kesetimbangan Q = Kc

Pada 448oC Konstanta kesetimbangan Kc reaksi H2(g) + I2(g) D 2HI(g) adalah 51. Ramalkan kearah mana reaksi berlangsung pada 448oC jika dimulai dengan 2.0x10-2 mol HI, 1.0x10-2 mol H2, dan 3.0x10-2 mol I2 dalam tabung 2.0-L. Jawab. Konsentrasi awal [HI] = 2.0x10-2 mol/2.0L = 1.0x10-2 M [H2] = 1.0x10-2 mol/2.0L = 5.0x10-3 M [I2] = 3.0x10-2 mol/2.0L = 1.5x10-2 M Kuosien Reaksi adalah Q = [HI] 2 / [H2][I2] = 1.0x10-2)2 / (5.0x10-3)(1.5x10-2) = 1.3 Karena Q < Kc, [HI] akan bertambah sedangkan [H2] and [I2] akan berkurang untuk mencapai keadaan setimbang, maka reaksi akan berlangsun g dari kiri ke kanan. Soal Latihan 1. Reaksi CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) Kc = 1,00 pada kira-kira 1100 K. Sejumlah zat berikut dicampur pada suhu tersebut dan dibiarkan bereaksi: 1,00 mol CO, 1,00 mol H2O, 2,00 mol CO2 dan 2,00 mol H2. Kearah mana reaksi akan berjalan dan bagaimana komposisi akhirnya? 2. Klorometana terbentuk melalui reaksi: CH4(g) + Cl2(g) CH3Cl(g) + HCl(g) pada 1500 K, konstanta kesetimbangan Kp = 1,6 x 104. Didalam campuran reaksi terdapat P (CH4) = 0,13 atm, P(Cl2) = 0,035 atm, P(CH3Cl) = 0,24 atm dan P(HCl) = 0,47 atm. Apakah reaksi diatas menuju kearah pembentukan CH3Cl atau pembentukan CH4 ! Pustaka Hill, Petrucci, Mc Creary, Perry, 2005, General Chemistry, Fourth Edition, Pearson Prentice Hall, New Jersey.