Anda di halaman 1dari 11

TIKET MASUK PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN RESPIRASI

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: TOMMY KURNIAWAN SUBIANTO : 105040207111016 : SELASA, JAM 07.30 : SHOFIAH YASMIN

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri,

menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan prosesproses kehidupan. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel, berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Dalam respirasi aerobik ini diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Sedangkan dalam proses respirasi secara anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa lain karbondioksida.

1.2.Tujuan a. Untuk mengetahui definisi respirasi b. Untuk mengetahui macam-macam respirasi c. Untuk mengetahui tahapan respirasi d. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi respirasi e. Untuk mengetahui perbedaan respirasi dan fotosintesis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Definisi Respirasi Respirasi adalah proses oksidasi dari produk digesti dalam sel untuk melepaskan energy yang diperlukan dalam berbagai aktivitas organisme hidup. (Salisbury,1992) Respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. Respirasi dilakukan oleh semua penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. (Syamsuri,1980) Respiration is the process of breathing inhale / suck oxygen from the

air andmeengeluarkan / release carbon dioxide into the air. Respiration in plants is the reaction process carbohydrates (CH2O) with oxygen (02) produces water (H2O) and the chemical energy of carbohydrates (CO2) released into the air. Terjemahan : (Respirasi adalah proses pernafasan yang menghirup/menghisap oksigen dari udara dan meengeluarkan/melepaskan karbondioksida ke udara. Respirasi pada tanaman adalah proses reaksi karbohidrat (CH2O) dengan oksigen (02) menghasilkan air (H2O) dan energi kimia karbohidrat (CO2) yang dilepaskan ke udara). (Nawawi,2010) Respiration is the use of carbohydrates and products of photosynthesis to build and maintain all plant tissues and produce energy for

use in metabolism and nutrient absorption. Terjemahan : (Respirasi adalah penggunaan karbohidrat dan produk fotosintesis untuk membangun dan memelihara seluruh jaringan tumbuhan dan memproduksi energi untuk digunakan dalam metabolisme dan penyerapan hara). (Lakitan,1993) Respiration is the process of mobilization of energy that carried the bodies use in

of living through

a solution

of high-energy compounds (SET) for

performing the functions of life.

Terjemahan : (Respirasi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup). (Dwidjoseputro,1984) 2.2.Macam-macam Respirasi 2.2.1. Respirasi Aerob Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Persamaan reaksi proses respirasi aerob secara sederhana dapat dituliskan: C6H12O6 + 6H2O >> 6H2O + 6CO2 + 675 kal Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yaitu glikolosis, siklus krebs dan transport elektron. (Syamsuri,1980) 2.2.2. Respirasi Anaerob Respirasi anaerobik adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal dehida, sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alcohol. Respirasi anaerobik terjadi pada jaringan yang kekurangan oksigen, akan tumbuhan yang terendam air, biji biji yang kulit tebal yang sulit ditembus oksigen, sel sel ragi dan bakteri anaerobik. Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa. Selain glukosa, bahan baku seperti fruktosa, galaktosa dan malosa juga dapat diubah menjadi alkohol. Hasil akhirnya adalah alcohol, karbon dioksida dan energi. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida, energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. Reaksinya : C6H12O6 Ragi >> 2C2H5OH + 2CO2 + 21Kal Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. Bahkan bakteri anaerobik seperti klostidrium tetani (penyebab tetanus) tidak dapat

hidup jika berhubungan dengan udara bebas. Infeksi tetanus dapat terjadi jika luka tertutup sehingga member kemungkinan bakteri tambah subur. (Syamsuri,1980) 2.3.Tahapan Respirasi 2.3.1. Glikolisis Kata glikolisis berarti menguraikan gula dan itulah yang tepatnya terjadi selama jalur ini. Glukosa, gula berkarbon enam, diuraikan menjadi dua gula berkarbon tiga. Gula yang lebih kecil ini kemudian dioksidasi, dan atom sisanya disusun ulang untuk membuat dua molekul piruvat. NADH merupakan sumber elektron berenergi tinggi, sedangkan ATP adalah persenyawaan berenergi tinggi. Selama glikolisis dihasilkan 4 molekul ATP, akan tetapi 2 molekul ATP diantaranya digunakan kembali untuk berlangsungnya reaksireaksi yang lain sehingga tersisa 2 molekul ATP yang siap digunakan untuk tubuh. Seluruh proses glikolisis tidak memerlukan oksigen. Reaksi glikolisis terjadi di sitoplasma (di luar mitokondria). Hasil akhir sebelum memasuki siklus krebs adalah asam piruvat. Ada yang membedakan tahap ini menjadi dua yaitu glikolisis dan dekarbosilasi oksidatif. Glikolisis mengubah senyawa 6C menjadi senyawa 2C pada hasil akhir glikolisis. Yang dimaksud dekarbosilasi oksidatif adalah reaksi asam piruvat diubah menjadi asetil KoA. (Campbell,2002)

2.3.2. Siklus Krebs Glikolisis melepas energi kurang dari seperempat energi kimiawi yang tersimpan dalam glukosa, sebagian besar energi itu tetap tersimpan dalam dua molekul piruvet. Jika ada oksigen molekuler, piruvat itu memasuki mitokondria dimana enzim siklus krebs menyempurnakan oksidasi bahan bakar organiknya. Memasuki siklus krebs, asetil KoA direaksikan dengan asam oksaloasetat (4C) menjadi asam piruvat (6C). selanjutnya asam oksaloasetat memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya menjadi asam oksalosuksinat. Dalam perjalanannya, 1C (CO2) dilepaskan. Pada tiap tahapan, dilepaskan energi dalam bentuk ATP dan hidrogen. ATP yang dihasilkan langsung dapat digunakan. Sebaliknya, hidrogen berenergi digabungkan dengan penerima hidrogen yaitu NAD dan FAD, untuk dibawa ke sistem transport elektron. Dalam tahap ini dilepaskan energi, dan hidrogen direasikan dengan oksigen membentuk air. Seluruh reaksi siklus krebs berlangsung dengan memerlukan oksigen bebas (aerob). Siklus krebs berlangsung didalam mitokondria. (Syamsuri,1980)

2.3.3. Transpor Elektron Energi yang terbentuk dari peristiwa glikolisis dan siklus krebs ada dua macam. Pertama dalam bentuk ikatan fosfat berenergi tinggi, yaitu ATP atau GTP (Guanin Tripospat). Energi ini merupakan energi siap pakai yang langsung dapat digunakan. Kedua dalam bentuk transport elektron, yaitu NADH (Nikotin Adenin Dinokleutida) dan FAD (Flafin adenine dinukleotida) dalam bentuk FADH2. Kedua macam sumber elektron ini dibawa kesistem transfer elektron. Proses transfer elektron ini sangat komplek, pada dasarnya, elektron dan H+ dan NADH dan FADH2 dibawa dari satu substrak ke substrak yang lain secara berantai. Setiap kali dipindahkan,

energi yang terlepas digunakan untuk mengikatkan fosfat anorganik (P) kemolekul ADP sehingga terbentuk ATP. Pada bagian akhir terdapat oksigen sebagai penerima, sehingga terbentuklah H2O. katabolisme 1 glukosa melalui respirasi aerobik menghasilkan 3 ATP. Setiap reaksi pada glikolisis, siklus krebs dan transport elektron dihasilkan senyawa senyawa antara. Senyawa itu digunakan bahan dasar anabolisme. (Syamsuri,1980)

2.4.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Respirasi 2.4.1. Faktor Dalam a. Ratio O2 : CO2 Jika sel mempunyai O2 lebih rendah, tetapi CO2 lebih tinggi, maka Siklus Calvin akan berjalan normal Jika sel mempunyai O2 lebih tinggi dan CO2 lebih rendah maka Fotorespirasi yang lebih dominan Tanaman C4 mempunyai laju fotorespirasi sedikit / lebih rendah karena CO2 masuk ke bundle sheath cells b. Macam sel / jaringan Sel meristematis, buah yang masak, dan biji yang sedang berkembang mempunyai laju respirasi yang tinggi c. ATP Akan mempengaruhi respirasi jika proses metabolik yang lain berjalan lambat atau berhenti (Nawawi,2010)

2.4.2. Faktor Luar a. Intensitas Cahaya Peningkatan intensitas cahaya akan meningkatkan energi untuk proses fotorespirasi dan fotosintesis Tanaman C3 Jenuh cahaya pada intensitas cahaya yang lebih rendah daripada tanaman C4 Tercapainya BreakEven Pointpada taraf cahaya yang jauh lebih rendah ini karena meningkatnya fotorespirasi b. Temperatur Respirasi Aerob dan Photorespirasi meningkat dengan meningkatnya suhu Tanaman mempunyai kisaran suhu optimum, minimum dan maksimum yang berbeda Suhu optimum dan maksimum respirasi umumnya lebih tinggi daripada suhu optimum dan maksimum fotosintesis c. Oksigen O2 rendah dapat mereduksi respirasi aerob dan fotorespirasi

d. Cahaya Tidak secara langsung mempengaruhi respirasi, tetapi melalui glucose yang terbentuk e. Plant Injury Kerusakan mekanis, penyakit, gigitan serangga, herbisida dapat meningkatkan laju respirasi. (Nawawi,2010) 2.5.Perbedaan Respirasi dan Fotosintesis Secara sederhana dapat dijelaskan mengenai perbedaan respirasi dan fotosintesis. Respirasi itu katabolisme, artinya membongkar suatu senyawa menjadi senyawa yang lebih kecil. Respirasi mengubah glukosa menjadi CO2 dan H2O sehingga menghasilkan ATP yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan fotosintesis itu anabolisme, artinya menyusun suatu senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks. Dalam hal ini fotosintesis mengubah CO2 dan H2O menjadi glukosa dan oksigen, dalam prosesnya membutuhkan klorofil dan cahaya matahari (Anonymousa,2011)

2.6.Metabolisme Respirasi pada Perkecambahan Biji Jika suatu biji ditumbuhkan di dalam gelap, maka biji itu makin hari makin bertambah berat. Jadi biji sebelum tumbuh lebih ringan daripada biji yang sudah tumbuh. Akan tetapi, jika kita mengukur berat keringnya, maka biji yang belum tumbuh lebih berat daripada biji yang sudah tumbuh. Keterangannya ialah biji yang tumbuh sudah banyak menyerap air, sedangkan biji tersebut sebenarnya kehilangan sebagian besar zat organiknya. Zat organik yang hilang itu sebetulnya tidak hilang sama sekali melainkan terubah menjadi energi untuk pertumbuhan biji tersebut. Pengubahan ini merupakan proses pernapasan atau respirasi (Prawirohartono,2005)

DAFTAR PUSTAKA

Anonymousa.2011.Perbedaan Respirasi dan Fotosintesis.http://yahooanswer.com/perbedaanrespirasi-dan-fotosintesis/ Champbell, N.A,dkk.2002. Biologi Edisi lima Jilid Satu. Erlangga.Jakarta Dwidjoseputro.1984.Pengantar Fisiologi Tumbuhan.PT Gramedia.Jakarta Lakitan, B. 1993. Fisiologi Tumbuhan.Grafindo Persada Jakarta. Nawawi.2010.Modul Pembelajaran Fisiologi Tanaman.FPUB. Malang. Prawirohartono S.2005.Sains Biologi.Bumi Aksara.Jakarta Salisbury FB, ross CW. 1992.Fisiologi Tumbuhan jilid 2. Institut Teknologi Bandung. Bandung Syamsuri, Istamar.1980. Biologi SMA. Erlangga:Jakarta