Anda di halaman 1dari 2

Pesawat Kipp Pesawat Kipp dinamai sesuai dengan nama inventornya, seorang ahli obat Belanda, Petrus Johannes

Kipp (1808-1864). Pesawat Kipp, juga dikenal dengan Generator Kipp, digunakan untuk menghasilkan hidrogen sulfida dengan bahan thioacetamide, sebuah zat padat anorganik yang bisa berubah menjadi hidrogen sulfida jika berada dalam air. Pesawat Kipp dibuat dari alat gelas yang tebal dan biasanya memiliki tinggi sekitar 1 sampai 6 kaki (sekitar 0.5 m). Ukuran yang lainnya juga tersedia. Pada dasarnya alat ini dibuat dari 3 bola gelas yang terhubung satu dengan lainnya. Zat padatan yang dibutuhkan untuk membuat gas disimpan dalam bola di bagian tengah dengan mengangkat bola gelas di bagian atasnya dan sumbat gelasnya di masukan kedalamnya dan di fitting kan. Fitting bagian gelas yang paling bawah menghubungkan bagian atas bola ke bagian yang paling bawah. Pipa keluaran gas terdapat pada bagian tengah. Pada bagian ini terdapat kran untuk mengalirkan gas yang ditampung. Kran gas dibuka dan zat asam di masukkan pada corong dibagian atas. Bagian yang dekat dengan bagian yang paling atas berfungsi sebagai corong yang mengarah ke bagian yang paling bawah. Tidak ada saluran langsung dari bagian atas ke boladi bagian tengah. Zat asam dengan jumlah secukupnya dimasukkan untuk mengisi bagian bawah dan menenggelamkan zat padat pada bagian tengah. Kran gas ditutup. Gas dihasilkan dan tekanan semakin besar di dalam bola gelas, membuat zat asam yang ada mengalir ke bagian bawah menuju ke bagian dasar dan ada yang mengalir ke atas menuju bagian paling atas. Ketika cairan dipaksakan keluar dari bagian tengah alat ini, produksi dari gas terhenti.
Gambar rangkaian Pesawat Kipp

Ketika gas dibutuhkan, kran dibuka. Tekanan gas didalam bola gelas bagian tengah dibebaskan. Hal ini berarti tidak ada lagi tekanan ekstra untuk menahan zat asam di dalam bola gelas bagian atas, jadi zat asam ini mengalir ke bawah untuk mengisi bola bagian bawah dan sekali lagi menenggelamkan zat padat. Ketika kran gas ditutup, karena gas tidak bisa lagi keluar, tekanan kembali membesar, memaksa cairan kembali ke bagian atas gelas atau reservoir. Tekanan yang membesar terhenti ketika semua cairan yang tersisa yang melekat pada zat padat telah habis terpakai.