P. 1
Lihat Kupu2 Dari Dekat

Lihat Kupu2 Dari Dekat

|Views: 312|Likes:
Dipublikasikan oleh dhiforester

More info:

Published by: dhiforester on Dec 07, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2010

pdf

text

original

MELIHAT DARI DEKAT PENANGKARAN KUPU-KUPU

Selain ada laboratorium penelitian, di sini ternyata ada sangkar raksasa buat kupukupu, lo!

Siapa pun pasti takjub menyaksikan keindahan panorama di Wana Wisata Curug

Cilember, Jawa Barat. Kawasan hutan alam yang berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini berselimutkan aneka tumbuhan hutan tropis dan hamparan pohon pinus. Curug Cilember adalah salah satu objek wisata yang berlokasi di Cisarua, Bogor. Selain menawarkan panorama alam, tempat rekreasi ini memiliki penangkaran kupukupu yang tentunya tak kalah mengundang decak kagum. Perum Perhutani KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) Bogor, sebagai pengelola Wana Wisata Curug, Cilember membangun Taman Kupu-Kupu. Taman ini merupakan areal penangkaran yang terdiri atas laboratorium penelitian dan sebuah "sangkar" raksasa untuk kupu-kupu. KEINDAHAN VS KEPUNAHAN Tentunya bukan jadi rahasia lagi bila kupu-kupu sering dijadikan sasaran perburuan untuk dijadikan koleksi lantaran keelokan sayap yang dimilikinya. Padahal bila perburuan ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin kepunahan akan menjadi masalah besar di depan mata. Apalagi seperti diketahui, masa hidup kupu-kupu cuma sekitar 4-6 minggu. Nah, sebagai langkah antisipasi mencegah musnahnya berbagai spesies hewan ini, Perum Perhutani berupaya melakukan penangkaran kupu-kupu. Hingga saat ini, penangkaran di Curug Cilember dilakukan terhadap 12 spesies kupukupu, yaitu Papilio memnon, Papilio helena, Papilio polytes, Papilio demolius, Troides helena, Troides amphrisus, Atropaneura aristolochiae, Graphium agamemnon, Ghaphium sarpedon, Euploea mulciber, Elymnias hypermnestra, dan Atacus atlas. "Kedua belas spesies kupu-kupu itulah yang hidup leluasa di alam sekitar sini," papar Ahmad Yusuf, salah seorang pengelola Taman Kupu-Kupu. Di sini, pengunjung bisa lebih tahu mengenai siklus kehidupan/metamorfosis maupun habitat kupu-kupu. PROSES METAMORFOSIS Di laboratorium penelitian kupu-kupu ini, para pengunjung dapat melihat secara langsung proses metamorfosis atau siklus hidup kupu-kupu mulai dari telur, ulat, kepompong, sampai menjelma jadi kupu-kupu yang indah. Sedangkan di halaman lab ini, ada lahan yang digunakan untuk menanam tanaman pakan ulat, seperti jeruk, sirih hutan, sirsak, cempaka, kayu manis, kemuning dan jambu biji. Di lab ada puluhan cawan yang disimpan dalam beberapa rak yang terpisah. Cawan-cawan tersebut diisi telur-telur kupu-kupu. Kira-kira 6-12 hari kemudian, telur yang berada dalam cawan tadi menetas menjadi ulat. Para petugas membuang ulat-ulat yang mati karena dikhawatirkan bisa

berkembang jadi bibit penyakit bagi ulat lain yang hidup. Selanjutnya, ulat-ulat yang hidup itu diberi makanan sesuai dengan jenis pakannya. Misalnya spesies Papilioi pakannya jeruk, Troides pakannya sirih hutan dan Ghaphium pakannya sirsak atau kayu manis. Adapun pertumbuhan ulat menuju tahap kepompong memakan waktu sekitar 3-4 minggu. Pada tahap ini, ulat sudah dipindahkan pada tempat/kotak yang lebih besar. Jadi, tidak lagi berada dalam cawan. Setelah berubah menjadi kepompong, ia kemudian disimpan di sebuah tempat yang disebut "kandang pupa" selama 3-4 minggu hingga kepompong menetas menjadi kupu-kupu. Barulah usai menjalani tahapan tersebut, si kupu-kupu bersiap terbang ke alam bebas. Sebagian dari mereka disimpan dalam "sangkar" raksasa berupa kubah berdiameter 45 meter yang berlokasi tak jauh dari lab. Menurut Yusuf, hingga saat ini jumlah kupu-kupu yang ditampung di dalam kubah sebanyak 50 ekor. Tapi kuantitasnya akan terus bertambah seiring dengan banyaknya telur-telur yang baru menetas. Sangkar raksasa ini juga dipenuhi aneka tumbuhan dan bunga yang menjadi pakan kupu-kupu seperti soka, nusa indah, pacar air, dan bunga anting-anting. Tak lupa pula pengelola Wana Wisata Curug Cilember, menyediakan "makanan tambahan" buat kupu-kupu berupa air gula dan air madu. ANTUSIASME PENGUNJUNG Yusuf juga menuturkan, para pengunjung terutama anak-anak, tampak antusias ketika petugas menjelaskan mengenai habitat dan siklus hidup kupu-kupu mulai dari telur sampai menjadi kupu-kupu dewasa. Padahal sebelumnya mereka beranggapan bahwa wujud kupu-kupu langsung ada seperti itu begitu dilahirkan oleh induknya seperti halnya proses perkembangbiakan hewan-hewan lain. Pengunjung umumnya juga tak lagi takut-takut menyentuh dan memegang ulat. Padahal sebelumnya mayoritas di antara mereka enggan "bercengkrama" dengan ulat karena takut jadi gatal-gatal. "Tapi sepulang dari sini, mereka justru ingin membawa ulat-ulat itu." Selama ini, tambah Yusuf, anak-anak sekolah mengetahui informasi dan pengetahuan mengenai kupu-kupu hanya sebatas dari buku pelajaran. Namun dengan mengunjungi penangkaran kupu-kupu, mereka bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri penuh ketakjuban bagaimana proses berubahnya ulat menjadi kepompong lalu kupu-kupu dewasa. "Wawasan mereka jelas bertambah." Dengan tiket masuk Rp 1.000 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati keindahan kupu-kupu yang beterbangan kian kemari. Dalam jangka seminggu, tak kurang dari 100 pengunjung mendatangi penangkaran kupu-kupu yang dibuka untuk umum mulai pukul 8 pagi sampai jam 3 sore. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya adalah anak-anak, sedangkan selebihnya kalangan dewasa dan turis asing.

Hilman Hilmansyah. Foto: Ferdi/nakita Alamat Taman Kupu-Kupu Wana Wisata Curug Cilember Desa Jojogan Jl. Raya Puncak Km 80 Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=05249&rubrik=teropong

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->