P. 1
Minggu 1 - Pengertian Dan Dasar-dasar Pengelolaan

Minggu 1 - Pengertian Dan Dasar-dasar Pengelolaan

|Views: 61|Likes:
Dipublikasikan oleh Rijal Hakiki

More info:

Published by: Rijal Hakiki on Mar 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

22/03/2011

DEFINISI Pengertian dan Dasar-Dasar DasarPengelolaan Limbah B3
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) : adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, g g p g g, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya

DEFINISI
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) : sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain

AKTIVITAS MANUSIA (INDUSTRI, DLL)

BAHAN AWAL B3

TIMBULAN LIMBAH B3

MINIMALISASI B3 : REDUKSI PADA SUMBER SUBSTITUSI BAHAN TEKNOLOGI BERSIH

PEMBUANGAN LANGSUNG GANGGUAN KESEHATAN MANUSIA

DEGRADASI LINGKUNGAN

PENGELOLAAN BAHAN / LIMBAH B3

DEFINISI
Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan pemanfaatan pengolahan, dan penimbunan limbah B3
Penghasil Penyimpanan sementara Pengumpul Pengangkut Pengolah Pemanfaat Penimbunan

PENGELOLAAN LIMBAH B3

1

yang aman dari suatu bahan / produk kimia yang dibuat oleh pabrik asal pembuatan bahan kimia tersebut MSDS Bagaimana cara menggali informasi B3 ? . rumah tangga Meningkatnya upaya pengendalian pencemaran udara dan air.Informasi dari produsen (buku katalog bahan / CD) misal : Merck.22/03/2011 Sistem Pengawasan Limbah B3 From Cradle to Grave Dalam Pengawasan Kegiatan Pengelolaan Limbah B3 From Cradle to The Grave PENGUMPUL PENGHASIL PEMANFAAT (WASTE EXCHANGE) PENIMBUN Limbah yang tidak habis bereaksi. Sisa/hasil reaksi kimia. dll Limbah B3 selalu diawasi mulai dari saat dihasilkan sampai dengan tujuan akhir pengelolaannya. pertambangan.Material Safety Data Sheet (MSDS) MDSD sebagai sumber informasi pengelolaan B3 MSDS 2 . yang akan menghasilkan lumpur/sludge yang berbahaya dan beracun Dampak penting atau pencemaran akibat pembuangan limbah B3 terhadap lingkungan dan manusia Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Material Safety Data Sheet (MSDS) adalah Dokumen yang berisi informasi teknis mengenai sifat racun bahaya fisik dan cara penanganan racun. JT Baker dll Merck . misal kegiatan industri. Secara khusus. Setiap pelaku kegiatan pengelolaan limbah B3 harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan termasuk memiliki izin sesuai kegiatan pengelolaan limbah B3 yang dilakukan. mekanisme pengawasan perpindahan limbah B3 dilakukan melalui sistem notifikasi/ dokumen limbah B3. PENGOLAH (treatment & disposal)) PENGANGKUT Abu incenerator. Setiap limbah B3 harus memiliki tujuan akhir pengelolaan. dll PERTUMBUHAN INDUSTRI TIMBULAN LIMBAH B3 STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN : Pelaksanaan ProgramProgram Pengelolaan Lingkungan secara Terpadu IMPORT LIMBAH B3 DEGRADASI LINGKUNGAN – Pencemaran Lingkungan Kontaminasi Lingkungan Pertumbuhan Industri harus Berlandaskan pada Pembangunan Industri yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan Hal-Hal Pokok yang Melatarbelakangi Peraturan tentang Pengelolaan Limbah B3 Meningkatnya penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada berbagai kegiatan. kesehatah.Literatur / buku tentang Health and Safety .

30/2009 ttg Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah B3 oleh Pemerintah Daerah Permen LH No. PP 38 Tahun 2007 ttg “Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 33 Tahun 2009 tentang “Tata Cara Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3”. Kepdal 03/BAPEDAL/09/1995 ttg Persyaratan teknis pengolahan Limbah B3 Kepdal 04/BAPEDAL/09/1995 ttg Tata Cara Penimbunan Hasil Pengolahan Limbah B3. PP No. Pengawasan pengelolaan (B3). Kepdal 05/BAPEDAL/09/1995 ttg “Simbol dan Label Limbah B3”. 05/2009 tentang “Pengelolaan Limbah di Pelabuhan”. Permen LH No.22/03/2011 PRINSIP PENGELOLAAN LIMBAH B3 Minimisasi Limbah Pengelolaan Limbah B3 dekat dengan sumber Pembangunan b k l j t yang P b berkelanjutan berwawasan lingkungan “From Cradle to Grave” mulai dihasilkan sampai penimbunan PENGENDALIAN LIMBAH B3 Perijinan dalam pengelolaan limbah B3 Pengawasan dalam pengelolaan limbah B3 Penyimpanan limbah B3 Pengangkutan limbah B3 REGULASI PENGELOLAAN LIMBAH B3 Undang-undang RI No. 85 / 1999 ttg “Pengelolaan Limbah B3” PP RI No. pengangkutan dan penimbunan LB3 Pengawasan pemulihan pencemaran LB3 skala nasional PEMERINTAH PROPINSI PEMERINTAH KAB/KOTA Perizinan Provinsi Kab/Kota Pusat Pengawasan Provinsi Kab/Kota Izin dan rekomendasi izin pengumpulan LB3 Pengawasan PLB3. URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LH DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 Kewenangan dalam Perizinan dan Pengawasan PLB3 Pengelolaan Limbah B3 Pusat PEMERINTAH Penetapan Kebijakan Nasional Pengelolaan B3 dan LB3 Penetapan LB3 dan status B3 Notifikasi B3 dan limbah B3. 32 / 2009 ttg “Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”. pemulihan pencemaran LB3 skala propinsi Izin penyimpanan LB3 Izin lokasi PLB3 Pengawasan PLB3. Pengawasan sistem tanggap darurat. Menyelenggarakan registrasi B3. Pengawasan sistem tanggap darurat. Permen LH No. penanggulangan kecelakaan PLB3. pemulihan pencemaran LB3 skala Kab/Kota Penyimpanan Pengumpulan Pengangkutan Pemanfaatan Pengolahan Penimbunan v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v Cat : izin Pengumpulan oli bekas masih pusat 3 . 18 / 1999 Jo. pemanfaatan. 02/2008 ttg Pemanfaatan Limbah B3 Kepdal 01/BAPEDAL/09/1995 ttg “ Tata Cara & Persyaratan Teknik Penyimpanan & Pengumpulan Limbah B3” Kepdal 02/BAPEDAL/09/1995 ttg “Dokumen Limbah B3”. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota Permen LH No. PP RI No. Ekspor dan Impor B3 dan LB3 Pengawasan LB3 skala nasional Izin pengumpul skala nasional Izin pengolahan. Pemerintahan Daerah Provinsi. 27 /1999 ttg “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan”. penanggulangan kecelakaan PLB3. 18/2009 ttg Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah B3 Permen LH No.

industri farmasi Swiss. sekitar 1 kg dioksin terbuang ke udara membentuk kabut melewati jarak ribuan hektar. 2007 4 . kosmetik. sehingga tahun 1975 ditutup A child from Seveso (Italy). KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Kasus Kabut Dioksin di Seveso (Italia) Akhir 1960. KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Kasus Kepone di Hopewell (USA) Perusahaan bernama Allied mensubkontrakan pembuatan pestisida ke LSP (Kepone). banyak pekerja yang keracunan pestisida. Pabrik ini menghasilkan asap yang berbau.22/03/2011 KASUS. Hoffman-La Roche memilih Seveso sebagai lokasi pabriknya.4. Ternyata secara ilegal ( p ) y g Kepone membuang limbahnya ke sungai James. dan herbisida. Kecelakaan terjadi pada tanggal 10 Juli 1976. Di samping itu.5-triklorofenol untuk desinfektan.last: Jun 27. Zobrazeno: 133 . after a big fire in a chlorine factory in 1976. menghasil limbah mengandung Hg berdiri akhir tahun 1930.KASUS PENCEMARAN AKIBAT LIMBAH B3 The Chisso factory and its wastewater routes KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Teluk Minamata (Jepang) Pabrik pupuk kimia bernama Chisso Chemical Corporation. kasus keracunan pada nelayan terdeteksi tahun 1953 – 1960. guna memproduksi 2.

Jawa Barat.000 penduduk. Di Sulawesi Utara (sungai Talawaan). dengan ditemukannya residu EDB di makanan y yang terbuat dari gandum. Selama itu sekitar 30 juta galon (113 550 m3) (113. Akhir tahun 1970. sering tercium bau zat kimia.688 ppm. KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Kasus Site Stringfellow di California (USA) Site Stringfellow di Glen Avon (California) telah digunakan untuk menimbun limbah cair B3 dari tahun 1965-1972. di atasnya didirikan sekolah dan terdapat permukiman.22/03/2011 KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Kasus Penyebaran EDB di USA Ethylene dibromide (EDB) menjadi maslah di USA pada tahun 1983/1984. Ternyata terjadi pencemaran air tanah akibat evaluasi awal yang tidak akurat terhadap site. di tanah 1 – 1300 ppm (Gunradi. dilaporkan bahwa [Hg] di sedimen sungai berkisar 0 – 2. Di Pongkor. dkk. an Setelah ditutup. KASUS-KASUS PENCEMARAN LIMBAH B3 Kasus Love Canal di dekat Niagara Falls di USA Love Canal merupakan saluran sepanjang 2 km yang digunakan untuk membuang limbah pabrik kimia Hooker pada periode tahun 1940 – 1950an. 2001) 5 .550 limbah cair telah ditimbun. 2001) (Gunradi 2. air tanah mengandung [Hg] di atas standar baku mutu dan juga ditemukan di dalam siput dan ikan (Hadi’atullah. Lahan ini berlokasi di atas akuifer Chino Basin yang merupakan sumber air minum bagi sekitar 500. Setelah dianalisis ternyata tanah-tanah di lokasi telah tercemar senyawa kimia yang beresiko tinggi terhadap kesehatan. EDB merupakan pestisida yang bersifat karsinogenik. Bagaimana Kasus-Kasus Pencemaran B3 di Indonesia ? Permasalahan (isu) dalam Pengelolaan Limbah B3 isu) Pembuangan atau penimbunan Limbah B3 ke media lingkungan (open dumping) Pembakaran Limbah B3 tanpa memenuhi persyaratan (open burning) Ketidaktersedian fasilitas Pengelolaan LB3 Pengelolaan Limbah B3 tanpa izin baik yang dilakukan sendiri maupun pihak ke-3 Pembuangan li b h B3 (li b h RS) k TPA P b limbah (limbah ke Menuntut delisting Limbah B3 dari daftar PP 85/1999 Impor LB3 dengan modus bahan baku atau produk Kurangnya pemahaman ttg PLB3 dari pelaku Pengelolaan Limbah B3 atau aparat pengawas Kasus Pencemaran di Indonesia Pencemaran Hg 1. Data tahun 1982 mengungkapkan bahwa EDB telah mencemari air tanah.

15 Juni 1999 penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian 1999. tikus-tikus. tikustikus. 5. sehingga dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan anak-anak masyarakat Kenjeran karena dapat menyebabkan penurunan kecerdasan anak dan kerusakan jaringan tubuh. dengan telah melampaui batas sebanyak 45 % . 10. bobara. 9. Zn. Penelitian Mahasiswa S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga tahun 1996 juga menunjukkan bahwa sampel darah penduduk Kenjeran mengandung tembaga (Cu) sebesar 2511.91 % Pantai Timur Kenjeran Surabaya Pembuangan dari 60 lebih industri berpotensi mengandung logam berat pencemar. bete bukokong dan nener. wora talahuro. talahuro. nelayan mendapati puluhan bangkai ikan mati mengapung dan terdampar di pantai. Menurut PT.125 – 9. Puluhan ekor jenis uhi.002 ppm) dan MRL = Maximum Residual Limit (0. Limbah pertambangan : Kasus Teluk Buyat 2000-5000 kubik ton limbah ti hari buang oleh PT NMR k perairan 2000 5000 k bik t li b h setiap h i di b l h ke i di teluk Buyat yang di mulai sejak Maret 1996. tato.00 6 Agustus 1997Jam 15. 6 jenis ikan yang biasa dikonsumsi ternyata mengandung Cd. tato dan kuli paser Puluhan ekor jenis kerapu 100-an ekor dengan jenis berbeda: uhi. NMR. buangan limbah tersebut. bete bukokong. bobara. Waktu dan Tanggal No 1. Puluhan ekor jenis uhi. dan pariwisata.001 – 0. Kasus ini terulang pada bulan Juli 1997. 4. Pantai Timur Surabaya telah tercemar oleh logam berat. tikustikus. Pb. dari Jerman pada tahun 1998 terhadap masyarakat Kenjeran menunjukkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) dari ibu menyusui telahmengandung kadmium (Cd) sebanyak 36. talahuro. 8. wora. Cu. yang berarti telah melampaui ADI = Acceptable Daily Intake (0. bobara. Apalagi diakhir Juli 1996. 2.13 mg/kg) 6 .22/03/2011 Kasus Pencemaran di Indonesia Pencemaran laut Penelitian Kunaefi dan Herto (2001) : Perairan di Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa beberapa konsentrasi logam berat sudah melampaui standar. dan Hg dalam konsentrasi jauh lebih besar dari yang diperbolehkan Penelitian Djuangsih (2000) : Kualitas pantai utara Tanggerang tidak lagi memenuhi persyaratan untuk perikanan.00 7 Agustus 1977Jam 09. Kematian misterius ikan-ikan ini berlangsung sampai Oktober 1996. tikustikus. 29 Juli 1996 Kronologi Ikan Mati di Teluk Buyat Jumlah ikan dengan nama jenis setempat Puluhan ekor jenis kerapu. terbungkus lapisan termoklin pada kedalaman 82 meter. bete bukokong dan nener. 6. Puluhan ekor jenis uhi.1 ppm.00 Insektisida Terjadinya pencemaran air sumur penduduk dan sayuran oleh insektisida Penelitian berbagai sayuran menunjukkan bahwa terdapat residu berkisar antara 0.07 ppb dan merkuri (Hg) sebanyak 2. 7. bete bukokokong dan nener Kasus Pencemaran di Indonesia 16 Agustus 1996 17 Agustus 1996 3 September 1996 7 September 1996 17 September 1996 3 Juli 1997 3 Agustus 1997Jam 08. Nelayan setempat sangat memprotes buangan limbah tersebut. bobara. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kenjeran telah mengkonsumsi hewan laut di sekitar Pantai Timur Surabaya yang telah terkontaminasi logam berat. Seperti diberitakan Harian Pagi Surya. Kandungan tembaga (Cu) dalam darah warga telah p g yang p yaitu melampaui nilai ambang batas y g ditetapkan WHO y sebesar 800-1200 ppb. talahuro.48 ppb.5 ppm. kuli paser dan nener Puluhan ekor jenis kakatua dan kuli paser Puluhan ekor jenis lumba-lumba Puluhan ekor jenis kerapu dan kuli paser Puluhan ekor jenis kerapu. wora. 3.045 – 0. wora. biota laut.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->