Anda di halaman 1dari 4

Pengaruh Iklim terhadap Sektor Pariwisata

Pariwisata telah menjadi salah satu industry terbesar didunia dan merupakan andalan utama dalam menghasilkan devisa di berbagai Negara. Negara-negara dan teritori seperti Thailand , Singapura , Filipina , Fiji, Hawai, Indonesia dan sebagainya., sangat tergantung pada devisa yang didapatkan dari kedatangan wisatawan. Pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional di berbagai negara, sudah tidak diragukan lagi. Menurut WTO, bahwa potensi perkembangan pariwisata dunia diprediksi akan semakin baik di masa-masa mendatang (Pitana, 2006). Iklim yang nyaman dan daya tarik alam yang indah merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi daya tarik wisata suatu daerah tujuan wisata. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Hu dan Ritchie (1993) dalam Hamilton & dkk (2007), mereka mereview beberapa studi dari tahun 1970 dan menemukan bahwa natural beauty and climate were of universal importance in defining destinations attractiveness. Dalam Deklarasi Davos (2007) tentang Climate Change and Tourism : Responding To Global Challenges juga disetujui bahwa climate is a key resource for tourism. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pariwisata merupakan sektor yang memiliki hubungan yang dekat sekali dengan lingkungan dan iklim. Dalam kenyataannya, pariwisata sangat peka sekali terhadap iklim, sama seperti bidang pertanian, perikanan, energi dan transportasi.Dalam dekade terakhir, isu lingkungan yang paling disebut-sebut sebagai ancaman terbesar yang dihadapi oleh umat manusia adalah pemanasan global. Tentu saja ancaman ini akan mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak terlepas dari dinamika yang terjadi baik dari sisi permintaan (demand side) maupun dari sisi pasokan (supply side) masing-masing negara atau daerah tujuan wisata. Dalam kaitannya dengan isu pemanasan global, di satu pihak pemanasan global memberikan dampak pada sektor pariwisata, tetapi di pihak lain juga posisi

sebaliknya, bahwa sektor pariwisata memberikan andil dalam pemanasan global dunia. Banyak aspek dalam kehidupan manusia dipengaruhi oleh cuaca dan iklim, mulai dari bidang pertanian, perikanan, pelayaran, transportasi, penyediaan energi, kehutanan dan pariwisata. Lingkungan alam dan kondisi iklim merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu daerah sebagai daerah tujuan wisata. Seperti yang kita ketahui bahwa berwisata telah menjadi bagian yang penting dalam hidup manusia di abad ke- 20.Pariwisata International merupakan industri jasa yang tercepat pertumbuhannya, akan tetapi apakah ini akan berlangsung sukses terus karena pariwisata berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya lingkungan. Sektor pariwisata pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim. Penelitian-penelitian tentang dampak

perubahan iklim terhadap pariwisata telah banyak dilakukan oleh para peneliti di masing-masing negara. Viner dan Agnew melakukan penelitian pengaruh dari perubahan iklim terhadap beberapa daerah tujuan wisata yang dikunjungi oleh wisatawan Inggris. Contoh sampel daerah tujuan wisata yang dipilih berdasarkan perbedaan iklim, lingkungan dan kondisi sosial masyarakat di daerah tujuan wisata untuk dapat menggambarkan bagaimana dampak perubahan iklim di berbagai tempat yang memiliki kondisi yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitiannya, Viner dan Agnew (1999) menjelaskan bahwa dapat dikenali dua tipe dampak dari perubahan iklim yaitu dampak langsung dan dampak tidak langsung, dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut 1. Dampak langsung Perubahan iklim berpengaruh secara langsung pada proses pembuatan keputusan wisatawan dalam memilih daerah tujuan wisata.Adapun pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab adalah kapan kita pergi untuk berlibur dan dimana tempat untuk berlibur. Cuaca dan iklim berpengaruh pada dua sisi sistem pariwisata yaitu pada daerah tujuan wisata dan sumber asal wisatawan. 2. Dampak Tidak Langsung

Perubahan iklim memberikan dampak pada perubahan ekosistem di daerah tujuan wisata. Kenaikan tingkat permukaan air laut akan mengakibatkan abrasi pantai dan akan mengancam obyek wisata pantai dan aktivitas wisata di pesisir pantai serta rusaknya terumbu karang yang dijumpai di Great Barrier Reef Australia. Penurunan jumlah lapisan salju telah mengakibatkan rendahnya daerah untuk aktivitas wisata ski di Garmisch Partenkirchen di Jerman. Selain itu juga adanya peningkatan konsentrasi polutan sangat membahayakan dan mengancam aktivitas wisata di kota seperti yang terjadi di Athena

dan Los Angeles Lars Hein, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Iklim Internasional dan Lingkungan Norwegia telah melaksanakan penelitian dampak perubahan iklim terhadap pariwisata di Spanyol. Dalam penelitian ini Lars Hein menganalisis bagaimana kesesuaian iklim di Spanyol akan mempengaruhi pariwisata yang dijelaskan dengan TCI (Tourism Climate Indeks), dan bagaimana dampaknya terhadap jumlah kunjungan ke Spanyol. Menurut Hein (2007), model

menunjukkan bahwa perubahan iklim (seperti yang diprediksi dengan model Hadley di bawah skenario IPCC SRES A1) akan menyebabkan penurunan total kunjungan ke Spanyol sebesar 20% pada tahun 2080 dibandingkan dengan 2004. Dampak semakin meningkatnya temperatur udara pada saat musim panas akan membuat wisatawan merasa tidak menyenangkan, sedangkan dalam musim semi dan musim gugur, akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Secara umum, pemanasan global akan mengakibatkan kerusakan lingkungan pada beberapa destinasi wisata yang mempunyai dampak besar bagi penurunan kualitas destinasi tersebut. Selain itu, perubahan iklim tentu saja sangat mempengaruhi adanya perubahan secara geografik pada destinasi wisata. Wisatawan semakin sadar akan isu pemanasan global, dan akan mengubah pilihannya, hanya akan mengunjungi destinasi yang bebas polusi dan peduli isu pemanasan global. Hal ini mengindikasikan akan terjadinya perubahan pola perjalanan wisatawan dalam pembuatan keputusan untuk memilih tujuan wisata dengan memperhatikan faktor iklim dan lingkungan.

Daftar Pustaka Tirtawati.2009. Karya tulis : Pariwisata dan Pemanasan Global. Bali