Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN BOTANI

ANATOMI DAUN DAN BATANG

OLEH
NAMA : RIANI NINGSIH NIM : A4111 565

PEMBIMBING 1. Ir.Dian Hartatie, MP 2. Yuliatiningsih,A.Md 3. Ir. Abdul Madjid, MP

PROGRAM STUDI TPB JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2011 WWW.POLIJE.AC.ID

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Fungsi batang : alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh. alat perkembangbiakan vegetative alat penyimpan bahan makanan cadangan tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa ciri-ciri jaringan di dalam daun dan batang monokotil dan dikotil ? 2. Apa saja fungsi masing-masing jaringan di dalam daun dan batang monokotil dan dikotil ? 3.Apa saja perbedaan hubungan struktur dalam daun dan batang monokotil dan dikotil ? 1.3 Tujuan 1. Mengenal ciri-ciri jaringan di dalam daun dan batang monokotil dan dikotil 2. Memahami fungsi masing-masing jaringan di dalam daun dan batang monokotil dan dikotil 3. Memahami perbedaan hubungan struktur dalam daun dan batang monokotil dan dikotil

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. Daun segar (kiri) dan tua. Daun tua telah kehilangan klorofil sebagai bagian dari penuaan.

Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).

Fungsi Daun Bagi Tumbuhan atau Tanaman: Tempat Terjadinya Fotosintesis


Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.

Sebagai Organ Pernapasan atau Respirasi


Stomata berfungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil CO2 dari udara untuk

dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stomata ibarat hidung kita dimana stomata mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stomata terletak di epidermis bawah. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.

Tempat Terjadinya Transpirasi


Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.

Tempat Terjadinya Gutasi


Gutasi adalah proses pelepasan air dari jaringan daun dalam bentuk cair. Gutasi terjadi melalui lubang-lubang pengeluaran yang terdapat pada bagian tepi daun sebagai bagian dari proses pengeluaran kelebihan air sebagai sisa metabolisme, khususnya pada saat pengeluaran dengan cara transpirasi (penguapan) tidak efektif, misalnya pada malam hari. Gutasi dapat diamati pada pagi hari dan dapat disalahartikan sebagai embun. Ia terlihat sebagai tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun teratur, sesuai dengan lokasi lubang pengeluaran.

Alat Perkembangbiakkan Vegetatif


Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Perkembangbiakan dengan membelah diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah,bersel satu/protoza, misalnya: amuba dan paramaecium. Pembelahan diri biner jika terjadi pembelahan individu menjadi 2 individu baru, dan disebut pembelahan diri multipel (perkembangbiakan dengan spora) jika pembelahan individu menjadi banyak individu, misalnya: plasmanium.

Fungsi Batang pada Tumbuhan

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi berikut. 1) Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar. 2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari. 3) Tempat tumbuhnya organ-organ generatif. 4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih. 5) Pada tumbuhan tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya berupa umbi atau rimpang.

Struktur Jaringan Batang Pada Tumbuhan Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur jaringan penyusun batang (dari luar ke dalam) beserta ciri-cirinya dijelaskan dalam uraian berikut. 1) Epidermis batang Tumbuhan Tersusun oleh selapis sel, tersusun rapat, tanpa ruang antarsel, dinding luar terdapat kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang

terlalu besar. Pada tumbuhan kayu yang telah tua terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer. Aktivitas kambium gabus adalah melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, misalnya pada batang tanaman tebu. 2) Korteks batang Tumbuhan Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang tidak teratur dan berdinding tipis, banyak ruang antarsel. Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh. Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut floeterma (sarung tepung). 3) Stele (silinder pusat) batang Tumbuhan Lapisan terluar disebut perisikel. Di dalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut

BAB 3 METODOLOGI CARA KERJA


1.1 Tempat dan Waktu Tempat Tanggal Waktu : Lab.Teknik Produksi Beniih :Selasa, 29 November 2011 : 07.00-09.00 WIB

1.2 Alat dan Bahan Alat : 1. Pensil 2. Bolpoin 3.Penggaris 4.Kertas 5. Mikroskope Bahan :1. Penampang daun dan batang Dikotil 2. Penampang daun dan batang Monokotil

1.3 Prosedur kerja Mengambil penampang batang dikotil yang sudah diletakkan pada kaca objek dan ditutup dengan kaca tipis Amati dibawah microscope dengan perbesaran 40x Gambar potongan melintang penampang batang dikotil dan lengkapi struktur jaringan akar tersebut beserta menyebutkan bagianbagiannya Lakukan langkah tersebut diatas untuk penampang batang monokotil, penampang daun dikotil dan penampang daun monokotil

BAB 4 Hasil dan Pembahasan


4.1 Hasil Hasil Terlampir 4.2 Pembahasan Struktur jaringan pada daun : 1) Epidermis
Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya. Epidermis atas berfungsi untuk mengurangi penguapan air yang terlalu berlebihan pada daun. Epidermis bawah berfungsi untuk mengatur menutup dan membukanya. stomata serta

mengendalikan pertukaran gas.

2) Jaringan Mesofil
Jaringan mesofil terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Pada tumbuhan dikotil, jaringan mesofil terdiri dari dua jaringan yaitu: jaringan palisade (jaringan tiang) dan jaringan spons (jaringan bunga karang). Sel-sel jaringan palisade berbentuk memanjang seperti tiang dan tersusun rapat. Pada jaringan palisade, terdapat banyak kloroplas. Oleh sebab itu fotosintesis terjadi di jaringan ini. Berbeda dari jaringan palisade, jaringan spons sel-selnya tidak tersusun rapat. Karena sel-selnya tidak tersusun rapat, jaringan spons digunakan untuk menyimpan cadangan makanan.

Pada tumbuhan monokotil, jaringan mesofil tidak terdiri atas jaringan


palisade dan jaringan spons. Fotosintesis terjadi pada jaringan mesofil.

3) Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh pada daun

merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh yaitu Pembuluh Kayu (xylem) yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan Pembuluh Tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh


kayu dan pembuluh tapis. Tapi pada tumbuhan monokotil, tidak terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Akibat adanya kambium, memungkinkan batang tumbuhan dikotil bertambah lebar dan terbentuknya lingkaran tahun pada batang. Struktur Jaringan Batang dikotil : Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

a.Epidermis Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder,lapisan epidermis digantikan olehlapisan gabus yang dibentuk darikambiumgabus. b.Korteks Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atasjaringan kolenkim,makin kedalam tersusunatas jaringanparenkim. c.Endodermis Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. d.Stele Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameterbatang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis

menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun. Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

BAB 5 KESIMPULAN
Dari hasil penelitian diatas, batang dikotil terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, xylem,floem, dan ada empulur yang terletak ditengah. Diantara xylem dan floem terdapat kambium. Sedangkan pada batang monokotil tidak terdapat kambium dan letak empulurnya menyebar. Penyusun jaringan pada daun dikotil terdiri dari epidermis atas, kutikula, palisade, bunga karang, jaringan pembuluh stomata, vakuola dan epidermis bawah. Sedangka pada daun monokotil, jaringan penyusunnya yaitu epidermis, stomata, kutikula, xylem dan floem.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/struktur-jaringan-batang-tumbuhan_19.html

http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/struktur-jaringan-batang-tumbuhan.html
http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/struktur-jaringan-fungsi-daun.html