NAMA PROGRAM STUDI MATA KULIAH UPBJJ POKJAR KELAS

: YAN TRESNA : S1 PGSD : KETERAMPILAN DASAR MENULIS : BANDUNG : PANGALENGAN :B

A. Karangan Argumentasi dengan tema politik PKS merupakan salah satu partai politik berideologi Islam yang mengatas namakan partai Islam sebagai dampak perkembangan demokratisasi di Indonesia pasca reformasi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai gagal menjadi organisasi gerakan counter hegemony karena telah menjadi bagian dari struktur hegemoni negara. Bukannya berfungsi sebagai gerakan kontra hegemoni negara dengan pendidikan kritis dan menumbuhkan kesadaran kritis kepada rakyat bawah, namun PKS terjebak dalam proyek dari negara maupun lembaga dana internasional. Di bawah kepemimpinan Tifatul Sembiring, Partai Keadilan Sejahtera mengalami beberapa kemunduran. Dalam empat tahun terakhir, PKS berubah menjadi partai yang biasa-biasa saja, karena kehilangan platform sebagai partai pelayan publik. Public service itu tidak tampak lagi seperti pada masa Hidayat Nurwahid. Kemudian PKS menjadi partai yang biasa saja walaupun masih mempertahankan beberapa idealismenya. Dalam pemilihan umum tahun 2009 PKS hanya mengalami sedikit peningkatan, meskipun partai lainnya banyak mengalami penurunan. Pada pemilu 2009 hanya meningkat sekitar satu persen.Ini menyadarkan PKS akan kritikan publik jika PKS menjadi partai yang biasa-biasa saja. B. Karangan Persuasi dengan tema ekonomi Sekitar 40.000 buruh pabrik di Jawa Barat terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang akan menghempaskan daya saing produk dalam negeri. Indonesia belum siap masuk ACFTA, industry kecil seperti industri tekstil, alas kaki dan elektronik yang ada di Jawa Barat terancam gulung tikar. Sedikitnya 30 ribu hingga 40 ribu buruh terancam PHK Serbuan produk Cina yang berharga murah ke Indonesia jelas akan “menyerang” produk industri dalam negeri dan berpotensi menurunnya daya saing produk lokal. Akibatnya, banyak industri yang akan merugi dan akhirnya gulung tikar. Imbasnya, karyawan yang selama ini mendukung produksi di pabrik itu akan terkena pemutusan hubungan kerja. Serbuan produk Cina yang memanfaatkan kemudahan ekspor ke kawasan ASEAN, terutama Indonesia yang menjadi target pasar utama mereka. Industri Cina yang didukung iklim usaha yang lebih kondusif, serta bantuan stimulan dari pemerintah mendorong iklim produksi yang lebih maju. Selain itu industri Cina bisa mendapatkan mesin produksi dari dalam negeri, sedangkan Indonesia harus mengimpor dari luar negeri dengan harga yang lebih mahal. Yang akan sangat merasakan imbas dari ACFTA ialah tekstil dan produk tekstil. Melihat kondisi saat ini yang dihadapkan dengan AFTA, sekitar 20-30 persen dari 8000 anggota Apindo Jabar terancam gulung tikar, dan itu berimbas pada PHK massal. Salah satu cara menyelamatkan TPT saat ini pemerintah harus menunda pemberlakukan ACFTA.

perlakuan upah. pantainya mengalami pendangkalan yang antara lain disebabkan tumpukan sampah serta abrasi. Namun. Seperti terlihat di pantai Pasindangan. Di wilayah Cirebon hutan mangrove hanya ada di Kecamatan Pangenan dan Losari. dan kekerasan terhadap PRT. Saat ini hutan mangrove di Kabupaten Cirebon tinggal 70 hektare atau 54 kilometer (km) dari garis pantai. kain hingga kaleng pun menggunung di tepi pantai. Air laut maju ke arah darat sekitar 50 meter. Kabupaten Cirebon. Oleh karena itu. berarti menambah daftar undang-undang yang mengatur tenaga kerja. termasuk penyelesaian perselisihan antara majikan dan PRT. cuti hamil. Cangkol. Kepala Bagian Peraturan Perundangan-undangan Depnakertrans Akhyar HZ menyatakan belum ada naskah akedemik untuk RUU pekerja Rumah Tangga (RUU PRT). 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri D. syarat menjadi PRT. kian luas. Jawa Barat.C. Sampah yang terdiri dari plastik. bahkan perumahan penduduk. Pokok pikiran tersebut antara lain latar belakang. “Luas arealnya sekarang hanya sekitar 70 hektare atau hanya 5. Depnakertrans sudah lebih dahulu mempersiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan PRT. Abrasi sudah menggerus areal pertambakan. Dari 54 km garis pantai di wilayah Cirebon hanya ada 10% yang kondisinya baik dan masih ditumbuhi hutan mangrove. Kesenden. Karangan Deskripsi dengan tema lingkungan Kerusakan hutan mangrove di pantai utara (pantura) Cirebon. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephukham) bersama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mencari rumusan untuk mengatur hak dan kewajiban PRT. Akibat menumpuknya sampah dan abrasi membuat bibit bakau yang ditanam untuk penghijauan pantai hanya 30% saja yang bisa tumbuh sisanya masih berbentuk tanah kosong bekas tambak. sosiologis. filosofis. Dalam rancangan ini akan mengatur antara lain soal jam kerja. dan UUU No.4 km garis pantai . Namun RPP tersebut tidak bias dikeluarkan karena belum ada peraturan yang lebih tinggi yang memerintahkannya. tumpukan sampah pun ditemukan di hampir semua muara sungai di sepanjang pantai Kabupaten dan Kota Cirebon seperti di muara Sungai Bondet. Sebelum RUU itu. masalah keadaan PRT. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. cuti haid. Karangan Eksposisi dengan tema hokum Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans)." ujar Achyar Kepala Bagian Perundangan Biro Hukum Depnakertrans. Depnakertrans menilai lebih baik berupa UU yang disetujui bersama DPR dan Pemerintah Jika RUU PRT jadi disusun. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. kurang istirahat. Mundu hingga Gebang. "Akan juga diatur lembaga penempatan PRT di tingkat provinsi. Kecamatan Gunungjati. Bahkan tidak hanya di Pantai Pasindangan. Sehingga dalam tiga yahun terakhir ini 10 hektare daratan hilang tergerus oleh abrasi Luas hutan bakau di pesisir Kabupaten Cirebon pada 20 tahun lalu masih ada 54 km. UU No. Depnakertrans sudah menyusun beberapa pokok pikiran untuk nantinya disusun menjadi naskah akademik. Sebelumnya Indonesia sudah memiliki UU No.

orang tuanya yang bekerja sebagai buruh harian tidak mampu untuk membiayai sekolahnya. pasti ia juga akan menangis. “Sekolah pun ujung-ujungnya bakal jadi kuli juga toh…. tempat ia bersekolah. Seandainya ia perempuan.” nasehat yang mumpuni dari emaknya ketika ia mengemasi beberapa helai pakaian dan ijazahnya ke dalam kardus mie.SUATU SORE DI BAWAH TIANG BENDERA Keringat mengalir deras di tubuhnya yang hitam. Perjuangannya tiga tahun ini berujung pada kekecewaan yang sangat menggoncangkan jiwanya. Secara ekonomi. Ia dilahirkan di sebuah perkampungan kecil Si Mandi Angin. Riau. Dua kata tersebut menari-nari dengan lincah di kepalanya. Terik matahari tidak di pedulikannya. disudutkan keadaan. kepala sekolah juga memberinya pekerjaan sebagai penjaga sekolah. Tidak hanya diterima ia di sekolah tersebut. di suatu pagi ketika ia akan berangkat ke Tambusai melanjutkan pendidikannya. tambah lagi kedua orang tuanya menganggap pendidikan hanyalah formalitas untuk orang-orang berada saja. selincah tangannya mengayunkan cangkul di lahan miring tempat ia menanam tanaman muda sejak tiga tahun yang lalu. Butiran-butiran putih tersebut menggelinding seperti air hujan yang terhempas pada batu hitam mengkilat. Nasib baik menemani langkahnya. Laki-laki yang sudah biasa terhempas. kecamatan Tambusai. Ia . 67 km dari desa Tambusai. Dalam hati ia yakin dengan pendidikan ia bisa merobah nasibnya dan Tuhan pasti mendengar doa pengembara yang sedang menuntut ilmu. kabupaten Rohul. di tikam kenyataan yang pahit. Dua buah kata berbunyi “Tidak Lulus” yang tertulis di kertas pengumuman kemaren menghanyutkan puing-puing harapannya selama ini. Maka berangkatlah ia pagi itu dengan tatapan lusuh bapaknya yang karatan jadi kuli perkebunan toke-toke bermata sipit dari Pekanbaru. hatinya yang hangus lebih tersiksa dari jasadnya yang kini bermandikan panas matahari. tapi ia laki-laki.

Otaknya memang pas-pasan. Suatu hari. Ia menanam ubi kayu. Mereka tidak bisa memberikan materi pelajaran sebagaimana yang dianjurkan pemerintah. Dengan segala keterbatasan akhirnya sampai juga ia di ujung perjuangan. Dugaan si sales tidak meleset. Tapi semangatnya dalam mengikuti pelajaran sangat tinggi. kalau tidak boleh dibilang bodoh. Alat penunjang belajar sangat kurang. sebab untuk lebih dari itu. Lahan kosong di belakang kelas yang dulunya ditumbuhi gulma disulapnya menjadi lahan produktif. maklum sekolah baru. Guru-guru yang belum seberapa. Buku-buku pelajaran. Mereka menjanjikan buku yang dialokasikan dari dana BOS. dengan rajin ia membersihkan pekarangan sekolah dan pagi-pagi sebelum belajar dimulai ia menyapu lantai kelas dan kantor guru. tak satu pun bukunya yang laku. Sebab yang tersedia hanya ruangan kelas dan stempel dari diknas bahwa sekolah ini sudah boleh beroperasi. . Saprianto dan beberapa kawannya yang rata-rata anak buruh kasar perkebunan sawit hanya bisa menelan liur untuk memiliki buku tersebut.adalah angkatan pertama dari SMA N 4 Tambusai tersebut. di luar kemampuan mereka juga. Rasa sayang sebatas manusia yang memiliki hati nurani. Ujian Nasional (UN) diselenggarakan untuk pertama kalinya di sekolah tersebut. Lumayan juga penghasilannya. datang juga seorang sales dari toko buku di Pekanbaru ke sekolah mereka untuk menawarkan buku-buku pelajaran yang beragam seperti yang dimiliki anak-anak sekolah di kota. Pernah juga suatu kali sorang wanita paruh baya berseragam pemda datang ke sekolah. sangat menyayanginya. jauh panggang dari api. Hasilnya ia bagi dua dengan pihak sekolah. boleh dikatakan tidak ada. tapi sampai saat ini buku tersebut tak kunjung datang barangkali sudah di pangkas „BOS-BOS‟ yang jadi mafia di dunia pendidikan. Pulang sekolah. tiap bulan ia juga menerima honor sebagai penjaga sekolah. cabe rawit dan jagung bergantian.

” sambut bang Regar berbahasa Jawa ketika Saprianto sampai di depan bengkel. Bengkel tersebut terletak di pinggir jalan raya tak jauh dari gapura perbatasan Riau dengan Sumut. Sampai di bekas galiannya tadi ia mengambil linggis. “Rental “Berapa jam?” “Hitung-hitungan kali la abang ini. Sempat juga terlintas di benak mereka untuk mengambil jalan pintas. Setelah pondasi utama hancur pompa airnya lagi.. Ia terhenti ketika ujung cangkulnya membentur sesuatu. Saprianto masih melayangkan cangkulnya. Membeli lembar soal. “Ene opo.” bisiknya dalam hati. “Nah ini dia. maksudnya menyambut tamu beramah-tamah dengan memakai bahasa ibu si tamu tapi kedengaran lucu karena logat bataknya tak bisa lepas dari lidahnya. Guru-guru yang jauh dari standar kompetensi dan murid-murid yang tidak jenius karena dari kecil memang selalu kurang gizi. Tak peduli sudah berapa ember keringat yang mengucur dari tubuhnya.Kepsek dan majelis guru menyadari betul persiapan sekolah mereka untuk menghadapi UN. Sebenarnya ia sudah letih tapi ia paksa juga menghantamkan linggis ko podasi yang ia gali tadi. tapi rasanya juga tak mungkin. Saprianto berjalan tergesa-gesa menuju bengkel las ketok bang Regar. Sap. Hitungannya setengah hari jugalah bang…” “Oke…” jawab bang Regar sambil berjalan ke belakang mengambil mesin pompa air merek robin. sekarang sudah tengah hari. ketika ia yakin menemukan carocok pondasi utama dari ruang guru yang dipisahkan oleh gang sempit dari ruang kelas. besok pagi kuantar lagi. Sap sudah sering merental mesin di situ untuk tanamantanamannya. Menjelang tengah hari. Dari mana mereka dapat uang pengisi „amplop‟ untuk bekerjasama dengan instansi terkait. bang!” . Sap membawa mesin dengan gerobak sorong.

tidak seorang pun yang lulus. kemudian bersandar di tiang bendera. Pak menteri pasti akan senang dapat salam dariku di hari Pendidikan Nasional yang akan diperingati beberapa hari lagi.ia mengalirkan air dari sungai kecil di belakang sekolah yang kira-kira 10 meter di bawah sana. Kepsek dan para guru tidak berani datang ke sekolah. Bagian belakang bangunan sekolah mulai condong ke arah sungai. Ia tersenyum makin lebar. “Wartawan pasti akan segera berdatangan dan mewawancaraiku. Ia berlari-lari kegirangan di halaman sekolah. yang benderanya ia biarkan juga basah ku-yup seperti hatinya dan teman-teman sekelasnya. wartawan tersebut dengan senang hati akan mengekspos kegagalan mereka. Saat diwawancarai nanti aku akan akan berkirim sa-lam kepada menteri Pendidikan Nasional. Sap mengalirkan ke saluran-saluran yang dibuatnya.” Senyumnya makin manis demi teringat jawaban-jawaban yang akan di berikannya kepada wartawan.” pikirnya dalam ha-ti. . Atmosfir kecamatan Tambusai dinaungi mendung. Mereka takut kalau-kalau muridmurid mengamuk. Tambah lagi beberapa kuli tinta sudah datang ke sekolah mereka. yang setiap senin melakukan upacara bendera dengan khidmat. Ia duduk termenung seorang diri di bawah sebuah pokok sawit. Mesin pompa berkekuatan 25 pk ini menaikan air dengan enteng. gemuruh bangunan runtuh trdengar. Perlahan bangunan sekolahnya runtuh ke arah sungai. Dua hari sekolah sepi. tak lama kemudian hujan turun dengan lebat disertai petir sambar menyambar. ia membiarkan mesin terus memompakan air berkekuatan tinggi ke pondasi sekolah yang sudah di obrak abriknya. 36 siswa sekolah tersebut. Tidak lama berselang ia trsenyum bangga. “Ini adalah moment yang tepat.

maka semua pejabat pemerintah. akan tertawa keras sejadi-jadinya. . bahkan dunia.Ia membayangkan. dan semua orang di seluruh Indonesia. ketika nanti ia melihat dirinya di tv.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful