Anda di halaman 1dari 12

LOGAM GOLONGAN ALKALI Logam-logam Li, Na, K, dan Rb berwarna putih keperakan, tetapi Cs berwarna kuning keemasan.

. Karena hanya terdapat satu elektron valensi tiap atom logam, energi ikatan dalam kisi logam relatif rendah dan ini menyebabkan logam-logam tersebut lunak dengan titik leleh rendah. Semua logam alkali lunak, Li adalah yang paling tidak lunak dan semakin ke bawah semakin lunak yang konsisten dengan titik lebur. Titik lebur yang rendah dari Cs secara khusus memberikan pengertian bahwa logam tersebut dapat ditemukan dalam fase liquid pada temperatur ambient di beberapa negara. Jika logam-logam alkali dimasukkan ke dalam amonia cair, maka akan terbentuk amida-amida logam alkali seperti LiNH2, NaNH2, dan KNH2 yang mana senyawa-senyawa ini merupakan pelarut-pelarut yang penting dalam sintesis organik. Pada wujud padat, amida-amida ini mengandung ion-ion yang menempati setengah dari lobang-lobang tetrahedral dalam struktur ccb. Walaupun Li, Na, K disimpan di dalam pelarut hidrokarbon untuk mencegah reaksinya dengan O2 atmosfir dan uap air, tetapi logam-logam tersebut dapat juga ditangani di udara terbuka dengan cara menghindarkannya dari terpaan udara. Rb dan Cs harus ditangani di dalam atmosfir yang inert. Li bereaksi dengan air secara cepat ; Na beraksi hebat dengan air, sedangkan K, Rb, dan Cs bereaksi dengan keras dan berbahaya karena H2 yang dihasilkan bisa terbakar. 2 Li + 2 H2O 2 LiOH + H2 A.KELIMPAHAN Sumber utama Na dan K adalah batuan garam (NaCl hampir murni), brine alami dan air laut, sylvite (KCl/NaCl), dan carnalite (KCl.MgCl2.6H2O). Mineral-mineral lain yang mengandung Na dan K seperti boraks (Na2[B4O5(OH)4].8H2O dan garam Chili (NaNO3) adalah merupakan sumber untuk unsur-unsur lain yang penting secara komersial, misalnya B dan N. Untuk Li, Rb, dan Cs, kelimpahan unsur-unsur ini di alam sangat kecil (% kelimpahan Rb > Li > Cs), dimana logam-logam ini terdapat dalam berbagai mineral silikat seperti spodumene (LiAlSi2O6).

B.SIFAT-SIFAT Dengan naiknya nomor atom, maka atom-atom menjadi lebih besar dan kekuatan ikatan atomnya menurun Pengaruh naiknya ukuran menyebabkan naiknya muatan inti, karena itu energi ionisasi menurun dari Li ke Cs. Harga energi ionisasi pertama untuk logam-logam alkali adalah tinggi sehingga pembentukan ion M2+ dibawah kondisi normal tidak bisa terjadi. Harga E0 M+/M berhubungan dengan perubahan energi yang menyertai proses: o M(s) M(g) atomisasi + o M(g) M (g) ionisasi + + o M (g) M (aq) hidrasi Dari atas ke bawah, perbedaan perubahan energi hampir tidak nyata dan akibatnya harga-harga E0 M+/M sama. Rendahnya reaktifitas Li terhadap H2O adalah karena faktor kinetika, bukan karena faktor termodinamika. Dibandingkan logam-logam lain dalam golongan 1, Li adalah logam yang lebih keras dan lebih tinggi titik leburnya, kurang cepat terdispersi, dan bereaksi lebih lambat dibanding logam-logam yang lebih berat dalam golongannya. Kimiawi logam-logam golongan 1 didominasi oleh senyawa-senyawa yang mengandung ion-ion M+. Tetapi, sejumlah kecil senyawa yang mengandung ion M- juga telah diketemukan (M = Na, K, Rb, atau Cs), dan kimiawi organologam golongan 1 terus berkembang. Pertimbangan energi kisi yang dihitung dengan menggunakan suatu model elektrostatik menghasilkan suatu pemahaman yang memuaskan tentang fakta bahwa senyawa-senyawa ionik adalah merupakan pusat dari kimiawi Na, K, Rb, dan Cs. Bahwa Li menunjukkan suatu sifat anomali dan memunculkan suatu hubungan diagonal kepada Mg dapat dijelaskan dengan pemahaman pertimbangan energetika yang sama. C.EKSTRAKSI Litium Diekstraksi dari LiCl. Pertama-tama, ke dalam spodumene ditambahkan CaO lalu dipanaskan dan diperoleh LiOH. Kemudian ke dalam LiOH ditambahkan HCl sehingga diperoleh LiCl. Natrium

Proses Downs (elektrolisis leburan NaCl). Dalam proses ini ditambahkan CaCl2 untuk menurunkan temperatur operasi menjadi kira-kira 870 K, karena titik lebur NaCl adalah 1073 K. Rancangan sel elektrolisis dibuat khusus sehingga dapat dicegah pembentukan kembali NaCl oleh penggabungan Na dan Cl2. Pada katoda: Na+(l) + e- Na(l) Pada anoda: 2 Cl-(l) Cl2(g) + 2 eReaksi keseluruhan: 2 Na+(l) + 2 Cl-(l) 2 Na(l) + Cl2(g) Kalium Dengan cara mengelektrolisis KCl, tetapi metode ekstraksi yang lebih efisien adalah dengan cara melewatkan uap Na ke dalam leburan KCl di dalam tower fraksinasi yang menghasilkan alloy Untuk memperoleh kalium dapat dilakukan Na-K yang kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan jalan destilasi. Uap natrium dapat digunakan untuk memperoleh K KCl(l) + Na(g) NaCl(l) + K(g)

Dengan cara yang sama, Rb dan Cs dapat diperoleh dari RbCl dan CsCl. Atau sebagai produk samping ekstraksi Li dari spodumene dalam jumlah kecil. Pembuatan K, Rb, dan Cs Dengan cara elektrolisis leburan garam-garamnya sangat sulit dilakukan karena rendahnya titik lebur dan titik didih logam-logam tersebut, yang cenderung akan menguap pada temperatur reaksi. Sejumlah kecil Na, K, Rb, dan Cs dapat juga diperoleh dari peruraian termal azida-azidanya : 2 NaN3 2 Na + 3 N2 570K, vacum Penggunaan NaN3 yang terpenting adalah pada kantung udara di belakang setir mobil. Li tidak dapat diperoleh dengan cara seperti ini karena produk-produk reaksi dapat bergabung kembali menghasilkan nitrida, Li3N. D.KEGUNAAN Litium

Li mempunyai density yang paling rendah (0,53 gr cm-3) diantara logamlogam yang ada. Digunakan untuk pembuatan alloy, kaca dan keramik khusus. Litium karbonat digunakan pada pengobatan penyakit depressi, walaupun garam-garam litium dalam jumlah besar dapat merusak sistem syaraf pusat. Natrium pada pembuatan alloy Na-K yang digunakan sebagai heat-exchange coolant pada reaktor nuklir Na-Pb untuk produksi anti-knock PbEt4, tetapi dengan meningkatnya permintaan bahan bakar tanpa timbal membuat alloy ini menjadi tidak begitu penting lagi. Berbagai penggunaan senyawa-senyawa Na termasuk kegunaannya pada industri kertas, kaca, detergen, industri kimia dan logam. Penggunaan utama NaCl adalah pada pembuatan NaOH, Cl 2, dan Na2CO3. Sejumlah fraksi besar garam-garam digunakan untuk road deicing pada musim dingin/salju. Tetapi karena efek korosif dari NaCl, issu lingkungan menjadi salah satu fokus dari efek samping terhadap vegetasi di sisi jalan dan aliran air, sehingga Switzerland memberlakukan skema pengurangan garam. Umumnya natrium digunakan sebagai drying agent untuk pelarut-pelarut hidrokarbon dan eter. Kalium Na dan K terlibat dalam berbagai fungsi elektrofisiologi dalam tubuh hewan tingkat tinggi, termasuk manusia. Kalium juga merupakan nutrient yang esensil bagi tanaman sehingga garam-garam K+. Digunakan secara luas sebagai pupuk. Penggunaan Li dan Na dalam battere dan penggunaan KO2 dalam alat bantu pernafasan telah dikenal luas. Li, Na, dan K banyak digunakan sebagai katalis untuk berbagai reaksi alkena, misalnya pada dimerisasi propena menjadi 4-metil-1-pentena. Oksida dan Hidroksida

pembentukan oksida 4 Li + O2 2 Li2O pembentukan peroksida 2 Na + O2 Na2O2 pembentukan superoksida K + O2 KO2 Oksida-oksida Na2O, K2O, Rb2O, dan Cs2O yang tidak murni dapat diperoleh dengan menggunakan udara terbatas, tetapi lebih baik dibuat dengan cara peruraian termal peroksida atau superoksida. Warna oksidaoksida bervariasi mulai dari putih hingga oranye; Li2O dan Na2O membentuk kristal berwarna putih, sementara K2O berwarna kuning pucat, Rb2O berwarna kuning, dan Cs2O berwarna oranye. Semua oksida adalah basa kuat; kebasaan meningkat dari Li2O ke Cs2O. Peroksida dari litium dapat diperoleh dengan aksi H2O2 pada larutan etanolik LiOH, tetapi akan terurai pada pemanasan. Natrium peroksida (digunakan secara luas sebagai oksidator) dibuat dengan cara pemanasan logam Na di atas wadah Al di udara, bila murni akan terbentuk Na2O2 yang tak berwarna dan warna kuning biasanya muncul dikarenakan adanya sejumlah kecil NaO2. Superoksida dan peroksida mengandung ion paramagnetik [O2]- dan ion diamagnetik [O2]2-. Superoksida mempunyai momen magnetik 1,73 B konsisten dengan adanya satu elektron tak berpasangan. Oksidasi sebagian dari Rb dan Cs pada temperatur rendah menghasilkan suboksida seperti Rb6O, Rb9O2, Cs7O, dan Cs11O3. Struktur senyawasenyawa ini mengandung unit-unit oktahedral dari ion-ion logam dengan oksigen berada di pusat. Rumus suboksida tidak sesuai dengan bilangan oksidasi. Tiap-tiap senyawa mengandung ion M+ dan ion O2-, dan rumus Rb6O lebih baik ditulis sebagai (Rb+)6(O2-).4e-, yang menunjukkan adanya elektron bebas. Oksida, peroksida, dan superoksida logam alkali bereaksi dengan air sesuai dengan persamaan-persamaan reaksi berikut: M2O + H2O 2 MOH M2O2 + 2 H2O 2 MOH + H2O2 2 MO2 + 2 H2O 2 MOH + H2O2 + O2 Salah satu penggunaan KO2 adalah dalam masker pernafasan dimana KO2 menyerap H2O dan menghasilkan O2 untuk pernafasan dan KOH untuk menyerap CO2 yang dikeluarkan ketika kita bernafas KOH + CO2 KHCO3

Natrium peroksida bereaksi dengan CO2 menghasilkan Na2CO3, menyebabkannya cocok digunakan untuk pembersihan/pemurnian udara di dalam ruang terisolasi, misalnya, di dalam kapal selam; KO 2 beraksi dengan cara yang sama tetapi lebih efektif. Walaupun semua peroksida logam alkali terurai pada pemanasan sesuai persamaan reaksi M2O2(s) M2O(s) + O2(g) kestabilan termalnya tergantung pada ukuran kation; Li2O2 adalah peroksida yang paling kurang stabil, sementara Cs 2O2 adalah yang paling stabil. Kestabilan dari superoksida (dengan mengacu pada M2O2 dan O2) mengikuti kecenderungan yang sama. Ozonida, MO3, mengandung ion [O3]- yang bersifat paramagnetik dan bentuk molekulnya bengkok, yang dikenal untuk semua logam alkali. Garam-garam KO3, RbO3, dan CsO3 dapat dibuat dari peroksida atau superoksida dengan mereaksikannya dengan ozon, tetapi metode ini gagal, atau menghasilkan produk reaksi rendah, untuk LiO3 dan NaO3. Ozonida-ozonida ini telah dapat dibuat baru-baru ini dalam amonia cair dengan cara interaksi CsO3 dengan resin penukar ion yang dimasukkan dengan ion Li+ atau Na+. Ozonida bersifat eksplosif berbahaya. Resin penukar ion terdiri dari satu fase padat (misalnya, zeolite) yang mengandung gugus asam atau basa yang dapat mempertukarkan kation dan anion dari larutan yang dibersihkan melalui resin; aplikasi yang penting adalah dalam pemurnian air.

LOGAM-LOGAM ALKALI TANAH Berilium dan magnesium adalah logam berwarna keabua-abuan, sementara logam-logam lainnya adalah lunak dan berwarna perak. Logam-logam ini bersifat lunak sehingga dapat ditempa, ductile dan agak rapuh. Di udara, permukaan logam yang berkilau (mengkilap) dengan cepat menjadi buram. A.KELIMPAHAN Berilium terdapat sebagai mineral silikat beryl, Be3Al2[Si6O18], juga ditemukan dalam mineral-mineral alam dan dalam bentuk batuan berharga seperti emerald dan aquamarine.

Unsur-unsur Mg, Ca, Sr, dan Ba terdistribusi luas dalam mineral-mineral dan sebagai garam terlarut dalam air laut. B.SIFAT-SIFAT Kecenderungan umum turunnya harga IE1 dan IE2 dari atas ke bawah diputus oleh naiknya harga IE1 dan IE2 dari Ba ke Ra. Hal ini bisa terjadi karena adanya pengaruh termodinamika pasangan inert 6s. Tingginya harga IE3 menjadi faktor penghambat pembentukan ion M3+. Melihat harga rion untuk berilium dapat memberi asumsi bahwa ion Be2+ terdapat dalam BeF2 dan BeO, tetap menjadi hal yang bisa dipertanyakan. Tidak ada penjelelasan yang sederhana untuk ketidak teraturan sifat-sifat dalam satu golongan seperti titik lebur dan aH0. Harga-harga E0 untuk pasangan M2+/M relatif konstan (dengan perkecualian untuk Be), dan dapat dijelaskan dengan cara yang sama seperti pada logamlogam golongan 1. C.KEREAKTIFAN Berilium dan magnesium dapat mengalami passifasi 2 Be + O2 oksida) 2 BeO (lapisan pelindung pada permukaan logam berupa

dan secara kinetik inert terhadap O2 dan H2O pada temperatur ambien. Amalgam Mg dapat membebaskan H2 dari air, karena tidak terjadi pelapisan dalam bentuk oksida pada permukaannya. Logam Mg bereaksi dengan uap panas atau air panas Mg + 2 H2O
uap panas

Mg(OH)2 + H2

Logam-logam Ca, Sr, dan Ba, menunjukkan sifat-sifat kimia yang sama, secara umum dapat dikatakan mirip, tetapi agak kurang reaktif dibanding Na. Logamlogam ini bereaksi dengan air dan asam-asam menghasilkan H2, dan kesamaannya dengan Na adalah dapat larut dalam NH3 cair memberikan larutan

biru cantik yang mengandung elektron-elektron tersolvasi. Dari larutan ini, dimungkinkan mengisolasi heksaamina, [M(NH3)6] (M = Ca, Sr, Ba), tetapi akan terurai secara perlahan-lahan menjadi amida. [M(NH3)6] [M(NH2)2] 4 NH3 + H2 M = Ca, Sr, Ba

Perbedaan antara unsur pertama dan unsur-unsur di bawahnya pada logam golongan 2 dapat digambarkan dengan pembentukan hidrida dan karbida. Bila dipanaskan dengan H2, Ca, Sr, dan Ba akan membentuk hidrida salin, MH2, tetapi Mg hanya bereaksi dibawah tekanan tinggi. Sebaliknya, BeH2 (terdapat dalam bentuk polimer) dibuat dari alkil berilium. Berilium bergabung dengan karbon pada temperatur tinggi menghasilkan Be2C yang memiliki suatu kisi antifluorit. Logam golongan 2 lainnya membentuk karbida MC2 yang mengandung ion [CC]2-, dan mengadopsi kisi NaCl yang memanjang sepanjang satu aksis. Sementara Be2C bereaksi dengan air sesuai persamaan reaksi berikut Be2C + 4 H2O 2 Be(OH)2 + CH4

dan karbida-karbida menghasilkan C2H2 MC2 + 2 H2O D.EKSTRAKSI Magnesium

dari

logam

di

bawahnya

mengalami

hidrolisis

M(OH)2 + C2H2

M = Mg, Ca, Sr, Ba

Dari semua unsur golongan 2, hanya Mg yang dibuat dalam jumlah besar. Dolomite, CaCO3.MgCO3, diuraikan secara termal menjadi campuran MgO dan CaO, dan MgO direduksi oleh ferrosilikon di dalam pipa Ni.
1450K

2 MgO + 2 CaO + FeSi 2 Mg + Ca2SiO4 + Fe kemudian Mg dipisahkan dengan cara destilasi in vacuo. Ekstraksi Mg bisa juga dilakukan dengan cara elektrolisis MgCl2 yang terkandung dalam air laut (air laut mengandung ion Mg 2+ 1,3 g/L). Dalam ekstraksi ini ion-ion Mg2+ diendapkan sebagai hidroksida. Langkah pertama adalah penambahan Ca(OH)2 ke dalam air laut untuk mengendapkan Mg(OH)2,dikenal dengan reaksi pertukaran dikarenakan

harga potensial redoks. Langkah selanjutnya adalah netralisasi dengan penambahan asam klorida, 2 HCl + Mg(OH)2 MgCl2 + 2 H2O yang diikuti oleh penguapan air yang menghasilkan MgCl2.XH2O, yang mana setelah pemanasan pada 990K akan menghasilkan klorida anhidrat. Langkah terakhir dari proses ini adalah elektrolisis larutan sangat pekat MgCl2 dan solidifikasi Mg pada anoda: Mg2+(l) + 2e- Mg(l) pada katoda: 2 Cl-(l) Cl2(g) + 2eBerilium Dengan cara memanaskan beryl, Be3Al2(SiO3)6 (yang bila mengandung impuriti yang tepat akan menghasilkan warna dan dikenal sebagai batuan berharga emerald) dengan Na2SiF6 menghasilkan BeF2 yang tidak larut, kemudian mengekstraksi BeF2, lalu diikuti oleh pengendapan Be(OH)2. Langkah selanjutnya adalah reduksi BeF2

1550K

BeF2 + Mg

Be + MgF2

Elektrolisis BeCl2 dengan menggunakan larutan sangat pekat NaCl. Ikatan kovalen warna Be dan C dapat terbentuk dengan cepat. Contohnya, senyawa-senyawa organolitium seperti etil litium bereaksi dengan berilium klorida secara cepat. 2CH3CH2Li(l) + BeCl2(s) (CH3CH2)2Be(l) + 2LiCl(s)

Reaksi ini bisa berlangsung karena kecenderungan berilium membentuk ikatan kovalen adalah lebih kuat dibanding litium. Hidrida dari Be dan Mg memiliki struktur kompleks dengan ikatan kovalen. Oksida-oksida dari logam-logam golongan IIA biasanya dihasilkan dengan cara pemanasan karbonatnya.Kadar Mg yg tinggi menyebabkan bangunan cepat retak,kecepatan reaksinya tinggi. CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) Reaksi ini berlangsung secara endotermik tetapi disukai oleh entropi karena adanya karbon dioksida. Hal ini dilakukan dalam skala industry

dan produk yang dihasilkan dikenal sebagai lime atau quicklime. Quicklime bereaksi sangat eksotermik dengan air dan menghasilkan kalsium hidroksida CaO(s) + H2O(l) E.KEGUNAAN Berilium Berilium adalah logam yang paling ringan yang dikenal, bersifat nonmagnetik dan memiliki konduktifitas termal yang tinggi dan titik lebur yang sangat tinggi (1560K). Bila sifat-sifat ini digabung dengan sifat keinert-annya terhadap oksidasi aerial, membuatnya menjadi penting dalam dunia industri. Be banyak digunakan pada pembuatan bagian badan pesawat udara berkecepatan tinggi dan missil, dan pada satelit komunikasi. karena Be memiliki densitas elektron yang rendah maka unsur ini merupakan absorber radiasi elektromagnetik yang buruk dan akibatnya, Be dapat digunakan dalam jendela tabung sinar-X. Prinsip dasar penggunaannya adalah bahwa absorbsi sinar-X oleh suatu atom berbanding lurus dengan jumlah elektron atau nomor atom. Titik leburnya yang tinggi dan kemampuannya yang rendah menangkap elektron, membuat Be sangat berguna di dalam industri energi nuklir. Magnesium Pembuatan alloy, manesium digunakan juga pada produksi logam titanium. Mg di dalam alloy Mg/Al dapat memberikan kekuatan mekanikal yang sangat besar dan tahan korosi, dan juga meningkatkan sifat-sifat fabrikasi. Alloy Mg/Al digunakan pada bagian badan pesawat udara dan mobil dan juga pada peralatan-peralatan ringan. Antara lain pada lampu (mercu suar), kembang api(logam), lampu blitz kamera, dan pada bidang medis seperti obat sakit maag (milk of magnesia atau susu magnesia, Mg(OH)2) dan obat cuci perut/pencahar (Epsom salt; garam Epsom, MgSO4.7H2O). Ion Mg2+ dan Ca2+ digunakan sebagai katalis pada transformasi difosfat-trifosfat (siklus scrab ) dalam sistem biologi; Mg2+ adalah konstituen esensil dari klorofil tanaman hijau. Kalsium Ca(OH)2(s)

Kalsium oksida (quicklime atau lime) diproduksi dengan kalsinasi limestone dan kegunaan utamanya adalah sebagai komponen pada pembuatan adonan semen untuk tembok bangunan. Campuran pasir kering dan CaO dapat disimpan dan diangkut; pada penambahan air, CO 2 akan diserap (bereaksi dengan kalsium hidroksida) dan adonan semen untuk tembok tersebut akan menjadi padatan yang keras sebagai CaCO3 yang keras, rigid, dan tak larut. Pasir di dalam adonan bertindak sebagai pengikat. CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(s) fH0 = -65 Kj mol-1 quicklime slaked lime Ca(OH)2(s) + CO2(g) CaCO3(s) + H2O(l)

Penggunaan penting lainnya dari lime adalah dalam industri baja, pulp dan kertas, dan untuk ekstraksi Mg. Kebutuhan akan kalsium karbonat sangat tinggi, misalnya pada pembuatan baja, kaca, semen dan tembok dan pada proses Solvay. Pemanfaatan CaCO3 dan Ca(OH)2 akhir-akhir ini yang berhubungan dengan lingkungan adalah pada proses desulfurisasi pada cerobong/terowongan. Ca(OH)2 dalam jumlah sangat besar digunakan pada pembuatan bleaching powder, Ca(OCl)2.Ca(OH)2.CaCl2.2H2O dan pada proses pengolahan air. Mineral gypsum adalah bentuk dihidrat dari kalsium sulfat, CaSO4.2H2O. Bila gypsum dipanaskan, maka akan terbentuk hemihidrat, CaSO4.1/2H2O berupa bubuk berwarna putih. Bila ditambahkan air, maka akan dilepaskan sejumlah panas dan dihidrat dapat terbentuk kembali. Hemihidrat dikenal sebagai plaster of paris dan digunakan untuk dinding, plaster untuk keperluan ortopedi dan untuk pembuatan patung. Di alam, kalsium fluorida terdapat sebagai mineral fluorspar, dan penting secara komersial sebagai bahan mentah untuk pembuatan HF dan F2 CaF2 + 2 H2SO4(pekat) 2 HF + Ca(HSO4)2 Sejumlah kecil CaF2 digunakan sebagai suatu flux dalam industri baja, untuk pelapis elektroda solder, dan pada industri kaca; prisma dan sel yang terdapat pada spektrofotometer terbuat dari CaF2. Stronsium Sebagai magnit keramik ferrit dan pyrotehnik.

Bila dipanaskan di dalam suatu busar, maka Sr akan memancarkan cahaya merah terang. Garam-garamnya digunakan untuk lampu jalan/lalulintas dan kembang api. Isotop radioaktif 90Sr adalah merupakan produk dari fisi senjata nuklir 90Sr terdapat juga dalam tanaman yang akan bergabung dengan kalsium ke dalam susu. Selanjutnya, radioisotop akan masuk ke dalam tulang dari orang yang meminum susu, dimana seterusnya akan dapat mengemisikan partikel-partikel beta yang bersifat destruktif secara biologi. Di alam, terdapat dua mineral sebagai sumber stronsium yaitu bentuk sulfat (celestite) dan bentuk karbonat (strontianite). Pada tahun 2001, 75% stronsium yang digunakan di AS adalah untuk pembuatan faceplate glass yang ada pada tabung sinar katoda TV berwarna yang berguna untuk menghambat emisi sinar-X. Keberadaannya sebagai SrO memberikan nilai tambah pada kualitas gambar TV. Barium Barite adalah bentuk mineral BaSO4. Kegunaan utama dari barit adalah sebagai material pemberat pada drilling fluida minyak dan gas (pd industri pertambangan minyak sbg pemberat). Untuk skala yang lebih kecil, BaSO4 digunakan sebagai barium meal pada radiology sebab kemampuannya menghambat jalannya sinar-X. Penggunaan Ba sebagai getter dalam tabung vakum adalah karena reaktifitasnya yang tinggi terhadap gas, termasuk O2 dan N2. Barium sulfat digunakan pada sinar x untuk diagnosis lambung dan saluran intestinal. Pasien menelan BaSO4 yang sangat sedikit larut dan gambar sinar-X akan menunjukkan bayangan gelap dimana sinar diabsorbsi oleh barium.