Anda di halaman 1dari 43

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KARSINOMA BULI-BULI

A. TINJAUAN TEORI I. PENGERTIAN Tomor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli. II. INSIDEN Yang paling sering dijangkiti kanker dari alat perkemihan adalah Buli-buli. Kanker Buli-buli terjadi tiga kali lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita, dan tumor-tumor multipel juga lebih sering, kira-kira 25% klien mempunyai lebih dari satu lesi pada satu kali dibuat diagnosa. III. 1. KLASIFIKASI Staging dan klasifikasi Klasifikasi DUKE-MASINA, JEWTT dengan modifikasi STRONGMARSHAL untuk menentukan operasi atau observasi : 1. melalui : Pemeriksaan klinis, uroghrafy, cystoscopy, pemeriksaan bimanual di bawah anestesi umum dan biopsy atau transurethral reseksi. Tis = carcinoma insitu (pre invasive Ca) Tx = cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor, tak dapat dilakukan To = tanda-tanda tumor primer tidak ada T = pembesaran local tumor primer, ditentukan

T1. pada pemeriksaan bimanual didapatkan masa yang bergerak T2 = pada pemeriksaan bimanual ada indurasi daripada dinding buli-buli. T3 = pada pemeriksaan bimanual indurasi atau masa nodular yang bergerak bebeas dapat diraba di buli-buli. T3a = invasi otot yang lebih dalam T3b= perluasan lewat dinding buli-buli T4 = Tumor sudah melewati struktur sebelahnya T4a= tumor mengadakan invasi ke dalam prostate, uterus vagina T4b= tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam abdomen. 2. N = Pembesaran secara klinis untuk

pemebesaran kelenjar limfe pemeriksaan kinis, lympgraphy, urography, operative Nx = minimal yang ditetapkan kel. Lymfe regional tidak dapat ditemukan No = tanpa tanda-tanda pemebsaran kelenjar lymfe regional N1 = pemebsaran tunggal kelenjar lymfe regional yang homolateral N2 = pembesaran kontralateral atau bilateral atau kelenjar lymfe regional yang multiple N3 = masa yang melekat pada dinding pelvis dengan rongga yang bebeas antaranya dan tumor N4 = pemebesaran lkelenjar lymfe juxta regional

3.

M = metastase jauh termasuk pemebesaran

kelenjar limfe yang jauh Pemeriksaan klinis , thorax foto, dan test biokimia Mx = kebutuhan cara pemeriksaan minimal tak untuk dapat menetapkan dilaksanakan M1 = adanya metastase jauh M1a= adanya metastase yang tersembunyi pada test-test biokimia M1b= metastase tunggal dalam satu organ yang tunggal M1c= metastase multiple dalam satu terdapat organ yang multiple M1d= metastase dalam organ yang multiple 2. type dan lokasi Type tumor didasarkan pada type selnya, tingkat anaplasia dan invasi. 1. efidermoid Ca, kira-kira 5% neoplasma buli-buli squamosa cell., anaplastik, invasi yang dalam dan cepat metastasenya. 2. 3. Adeno Ca, sangat jarang dan sering muncul pada Rhabdomyo sarcoma, sering terjadi pada anakbekas urachus anak laki-laki (adolescent), infiltasi, metastase cepat dan biasanya fatal 4. Primary Malignant lymphoma, neurofibroma dan dapat menimbulkan serangan pheochromacytoma, adanya metastase jauh,

hipertensi selama kencing

5.

Ca dari pada kulit, melanoma, lambung, paru dan

mamma mungkin mengadakan metastase ke buli-buli, invasi ke buli-buli oleh endometriosis dapat terjadi. IV. GEJALA KLINIS Kencing campur dara yang intermitten Merasa panas waktu kencing Merasa ingin kencing Sering kencing terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing Nyeri suprapubik yang konstan Panas badan dan merasa lemah Nyeri pinggang karena tekanan saraf Nyeri pda satu sisi karena hydronephrosis

V.

PATOFISIOLOGI BULI-BULI

Ca Buli-Buli Ulserasi Metastase Invasi pada bladder Infeksi sekunder : panas waktu kencing merasa panas dan tubuh lemah kencing campur darah Ginjal membesar Retensio urine : - sulit/sukar kenicing Hydronephrosis nyeri suprapubic nyeri pinggang Refluks Oklusi ureter/pelvic renal

Penatalaksanaan

Operasi Kecemasan Takut Kurang pengetahuan Tidak

Radiology Defifsit ekonomi terapi

Chemotherapy Tidak Efek adequatnya samping

adequatnya terapi

chemotherapy VI. PENATALAKSANAAN a. Pemeriksaan penunjang 1. Laboratorium Hb menurun oleh karena kehilangan darah, infeksi, uremia, gros atau micros hematuria Lukositosis bila terjadi infeksi sekunder dan terdapat pus dan bakteri dalam urine RFT normal Lymphopenia (N = 1490-2930) 2. Radiology tumor Fractionated cystogram adanya invasi tomor Angography untuk mengetahui adanya dalam dinding buli-buli metastase lewat pembuluh lymphe excretory urogram biasanya normal, tapi Retrograde cystogram dapat menunjukkan mungkin dapat menunjukkan tumornya. panas tubuh dan lemah nafsu menurun intoleransi aktivitas depresi konsep diri makan

3. Cystocopy dan biopsy tumor 4. cystologi Pengecatan sieman/papanicelaou pada sediment urine terdapat transionil cel daripada tumor b. Terapi 1. a) b) c) lebih 2. aquamosa cal Ca pada stage B-C Radioterapy Diberikan pada tumor yang radiosensitive RAdiasi diberikan sebelum operasi selama 3seperti undifferentiated pada grade III-IV dan stage B2-C. 4 minggu, dosis 3000-4000 Rads. Penderita dievaluasi selam 2-4 minggu dengan iinterval cystoscopy, foto thoraks dan IVP, kemudian 6 minggu setelah radiasi direncanakan operasi. Post operasi radiasi tambahan 2000-3000 Rads selam 2-3 minggu. Operasi reseksi Dilakukan tranurethral pada stage 0,A,B1 untuk dan single/multiple papiloma grade I-II-low grade Total cystotomy dengan pegangkatan transurethral cel tumor pada grade 2 atau kel. Prostate dan urinary diversion untuk : Biopasi dari pada lesi selalu dikerjakan secara rutin. cystoscopy hamper selalu menghasilkan

3. a. b.

Chemoterapi citral, 5 fluoro urasil topical Chemotherapy (5-FU) dan ke chemotherapy yaitu 5merupakan doxorubicin dalam paliatif.

Obat-obat anti kanker :

Thic-TEPA, Fluorouracil dapat

(adriamycin) sebagai

merupakan bahan yang paling sering dipakai. Thiotepa diamsukkan Buli-buli pengobatan topikal. Klien dibiarkan menderita dehidrasi 8 sampai 12 jam sebelum pengobatan dengan theotipa dan obat diabiarkan dalam Buli-buli selama dua jam. VII. PROGNOSIS Penemuan dan pemeriksaan dini, prognosisnya baik, tetapi bila sudah lama dan adanya metastesi ke organ lebih dalam dan lainnya prognosisnya jelek. VIII. KOMPLIKASI a. mengalami ulserasi b. c. ureter menglami oklusi B. KONSEP KEPERAWATAN I. a. Identitas Pengkajian Retensi urine bil oleh atumor karena mengadakan invasi ke bladder neck Hydronephrosis Infeksi sekunder bil atumor

Yang paling sering dijangkiti kanker dari alat perkemihan adalah Buli-buli. Kanker Buli-buli terjadi tiga kali lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita, dan tumor-tumor multipel juga lebih sering, kira-kira 25% klien mempunyai lebih dari satu lesi pada satu kali dibuat diagnosa. b. Riwayat keperawatan Keluhan penderita yang utama adalah mengeluh kencing darah yang intermitten, merasa panas waktu kening. Merasa ingin kencing, sering kencing terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing, nyeri suprapubik yang konstan, panas badan dan merasa lemah, nyeri pinggang karena tekanan saraf, dan nyeri pada satu sisi karena hydronephrosis c. Pemeriksaan fisik dan klinis Inspeksi , tampak warna kencing campur darah, pemebesaran suprapubic bil atumor sudah bear. Palpasi, teraba tumor (massa) suprapubic, pmeriksaan bimaual teraba tumpr pada dasar buli-buli dengan bantuan general anestesi baik waktu VT atau RT. d. Pemeriksaan penunjang Lihat kosep dasar. II. Perencanaan perubahan kesehatan, sosio ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, ditandai persiapan dengan kematian, pemisahan dengan keluarga kelelahan, peningkatan tegangan, 1. Cemas / takut berhubungan dengan situasi krisis (kanker),

mengekspresikan kecanggungan peran, perasaan tergantung, tidak adekuat kemampuan menolong diri, stimulasi simpatetik.

Tujuan : Klien dapat mengurangi rasa cemasnya Rileks dan dapat melihat dirinya secara obyektif. Menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi dalam pengobatan. a. INTERVENSI Tentukan pengalaman klien dideritanya. sebelumnya terhadap penyakit yang RASIONAL a. Data-data mengenai pengalaman klien sebelumnya akan memberikan dasar untuk penyuluhan dan menghindari adanya duplikasi. b. Pemberian informasi dapat membantu memahami b. Berikan akurat. c. Beri kesempatan pada klien mengekspresikan marah, konfrontasi. untuk rasa takut, Beri d. Membantu pengobatan sampingnya. e. Mengetahui dan menggali pola solusi koping klien serta upaya kekuatan mengatasinya/memberikan dalam meningkatkan klien dan dalam efek informasi penyakitnya. c. Dapat kecemasan klien. menurunkan tentang prognosis secara klien dalam proses

memahami kebutuhan untuk

informasi dengan emosi wajar dan ekspresi yang sesuai. d. Jelaskan Bantu mempersiapkan dalam pengobatan. pengobatan, klien diri tujuan dan efek samping.

e. Catat tidak

koping efektif

yang seperti

dalam mengatasi kecemasan. f. Agar dukungan klien dari memperoleh orang yang

kurang interaksi sosial, ketidak berdayaan dll. f. Anjurkan mengembangkan interaksi dengan support system. g. Berikan yang nyaman. h. Pertahankan kontak dengan klien, bicara dan sentuhlah dengan wajar. lingkungan tenang dan untuk

terdekat/keluarga. g. Memberikan pada h. Klien kepercayaan benar ditolong. klien kesempatan untuk

berpikir/merenung/istirahat. mendapatkan diri dan

keyakinan bahwa dia benar-

2. Nyeri

(akut)

berhubungan

dengan

proses

penyakit

(penekanan/kerusakan jaringan syaraf, infiltrasi sistem suplay syaraf, obstruksi jalur syaraf, inflamasi), efek samping therapi kanker ditandai dengan klien mngatakan nyeri, klien sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan. Tujuan : Klien mampu mengontrol rasa nyeri melalui aktivitas Melaporkan nyeri yang dialaminya Mengikuti program pengobatan mungkin

- Mendemontrasikan tehnik relaksasi dan pengalihan rasa nyeri melalui aktivitas yang

INTERVENSI a. Tentukan riwayat nyeri, lokasi, intensitas b. Evaluasi pembedahan, therapi: radiasi, durasi dan

RASIONAL a. Memberikan informasi yang diperlukan untuk merencanakan asuhan. b. Untuk mengetahui terapi yang dilakukan sesuai atau tidak, atau malah menyebabkan komplikasi. c. Untuk kenyamanan dari rasa nyeri. d. Meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menurunkan ansietas. stress dan meningkatkan dengan

khemotherapi, biotherapi, ajarkan klien dan keluarga tentang menghadapinya c. Berikan seperti aktivitas seperti pengalihan reposisi dan menyenangkan mendengarkan tehnik stress relaksasi, bimbingan), dan berikan cara

mengalihkan perhatian klien

musik atau nonton TV d. Menganjurkan penanganan (tehnik visualisasi, gembira,

sentuhan therapeutik. e. Evaluasi nyeri, berikan pengobatan bila perlu.

e. Untuk tingkat nyeri

mengetahui dan klien serta sampai mampu untuk

efektifitas penanganan nyeri, sejauhmana menahannya

mengetahui kebutuhan klien f. Diskusikan penanganan nyeri dengan dokter dan akan obat-obatan anti nyeri. f. Agar terapi yang diberikan

juga dengan klien g. Berikan analgetik sesuai indikasi seperti morfin, methadone, narkotik dll

tepat sasaran. g. Untuk mengatasi nyeri.

3. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan dengan hipermetabolik yang berhubungan dengan kanker, konsekwensi khemotherapi, radiasi, pembedahan (anoreksia, iritasi lambung, kurangnya rasa kecap, nausea), emotional distress, fatigue, ketidakmampuan mengontrol nyeri ditandai dengan klien mengatakan intake tidak adekuat, hilangnya rasa kecap, kehilangan selera, berat badan turun sampai 20% atau lebih dibawah ideal, penurunan massa otot dan lemak subkutan, konstipasi, abdominal cramping. Tujuan : - Klien menunjukkan berat badan yang stabil, hasil lab normal dan tidak ada tanda malnutrisi - Menyatakan pengertiannya terhadap perlunya intake yang adekuat - Berpartisipasi dalam penatalaksanaan diet yang berhubungan dengan penyakitnya INTERVENSI a. Monitor makanan apakah sesuai kebutuhannya. b. Timbang dan ukur setiap klien intake a. hari, makan dengan b. Memberikan tentang informasi dan penambahan RASIONAL Memberikan informasi tentang status gizi klien.

penurunan berat badan klien.

berat triceps c. Kaji

badan, serta

ukuran amati c. pucat, Kalori merupakan sumber energi. untuk dengan yang e. pula untuk faktor Mencegah yang mengurangi berbahaya yang mual muntah, distensi berlebihan, dispepsia menyebabkan stimulus dapat penurunan nafsu makan serta Menunjukkan keadaan gizi klien sangat buruk.

penurunan berat badan. penyembuhan luka yang lambat dan pembesaran d. kelenjar parotis. d. Anjurkan tinggi intake adekuat. makanan klien. e. Kontrol lingkungan busuk seperti atau bau klien mengkonsumsi makanan kalori cairan Anjurkan kecil

bising.

meningkatkan ansietas. Agar klien merasa seperti berada dirumah sendiri. g. Untuk perasaan makan. Agar dapat diatasi secara bersama-sama (dengan ahli gizi, perawat dan klien). menimbulkan ingin

Hindarkan makanan yang f. terlalu manis, berlemak dan pedas. f. Ciptakan makan makan bersama suasana yang teman h. tehnik visualisasi,

makan/membangkitkan selera

menyenangkan misalnya atau keluarga. g. Anjurkan relaksasi,

latihan moderate sebelum i. makan. h. Anjurkan anoreksia klien. Kolaboratif i. Amati studi laboraturium seperti total limposit, serum transferin dan albumin j. Berikan Phenotiazine, antidopaminergic, corticosteroids, antacida k. Pasang nasogastrik memberikan dengan infus. pipa untuk makanan vitamins khususnya A,D,E dan B6, pengobatan sesuai indikasi k. j. komunikasi yang dialami terbuka tentang problem

Untuk mengetahui/menegakkan terjadinya sebagi penyakit, gangguan akibat pengobatan nutrisi dan perjalanan

perawatan terhadap klien. Membantu menghilangkan gejala penyakit, efek samping dan meningkatkan status intake minuman kesehatan klien. Mempermudah makanan dan

dengan hasil yang maksimal dan tepat sesuai kebutuhan.

secara enteral, imbangi

4. Kurangnya pengobatan

pengetahuan berhubungan

tentang

penyakit,

prognosis

dan

dengan

kurangnya

informasi,

misinterpretasi, keterbatasan kognitif ditandai dengan sering

bertanya, menyatakan masalahnya, pernyataan miskonsepsi, tidak akurat dalam mengikiuti intruksi/pencegahan komplikasi. Tujuan : Klien dapat mengatakan secara akurat tentang diagnosis Mengikuti prosedur dengan baik dan menjelaskan dan pengobatan pada ting-katan siap. tentang alasan mengikuti prosedur tersebut. Mempunyai inisiatif dalam perubahan gaya hidup dan Bekerjasama dengan pemberi informasi. INTERVENSI a. Review pengertian klien tentang pengobatan akibatnya. b. Tentukan persepsi klien tentang pada kanker klien dan pengobatannya, ceritakan tentang klien lain c. Membantu klien dalam yang secara hindarkan yang tidak d. Membantu keluarga klien dan dalam membuat memahami proses penyakit. pengalaman c. Beri dan keluarga diagnosa, dan b. Memungkinkan pembenaran kesalahan konsepsi pengertian. serta dilakukan terhadap persepsi dan kesalahan RASIONAL a. Menghindari duplikasi dan adanya berpartisipasi dalam pengo- batan. -

pengulangan

terhadap pengetahuan klien.

yang menderita kanker. informasi akurat dan faktual. Jawab pertanyaan spesifik, informasi diperlukan.

keputusan pengobatan.

d. Berikan kepada sebelum prosedur therapy klien. e. Anjurkan

bimbingan klien/keluarga mengikuti pengobatan, yang lama, e. Mengetahui sejauhmana penyakit klien. f. Meningkatkan pengetahuan klien untuk klien dan keluarga mengenai nutrisi yang adekuat. g. Mengkaji proses-proses pentingnya nutrisi klien yang untuk masalah mulut perkembangan penyembuhan kesehatan dapat intake integritas sampai pemahaman

klien dan keluarga mengenai

komplikasi. Jujurlah pada

memberikan umpan balik verbal dan mengkoreksi miskonsepsi penyakitnya. f. Review klien /keluarga tentang status optimal. g. Anjurkan mengkaji membran tentang

dan tanda-tanda infeksi serta dengan yang

mempengaruhi makanan dan minuman. h. Meningkatkan kulit dan kepala.

mukosa mulutnya secara rutin, perhatikan adanya eritema, ulcerasi. h. Anjurkan memelihara kulit dan rambut. klien kebersihan

5. Resiko tinggi kerusakan membran mukosa mulut berhubungan dengan efek samping kemotherapi dan radiasi/radiotherapi. Tujuan : - Membrana mukosa tidak menunjukkan kerusakan, terbebas dari inflamasi dan ulcerasi - Klien mengungkapkan faktor penyebab secara verbal. Klien mampu mendemontrasikan tehnik mempertahankan/menjaga kebersihan rongga mulut. INTERVENSI a. Kaji kesehatan gigi dan mulut pada saat pertemuan dengan klien dan secara periodik. b. Kaji setiap perubahan membran. terbakar perubahan c. Diskusikan klien tentang Amati di suara, rongga hari, mulut amati mukosa tanda mulut, rasa c. Mencari mengenai mulut dan gigi. d. Mencegah rasa tidak nyaman dan iritasi lanjut pada membran mukosa. e. Agar klien mengetahui dan segera memberitahu bila ada tanda-tanda tersebut. alternatif lain pemeliharaan RASIONAL a. Mengkaji perkembangan proses penyembuhan dan tanda-tanda infeksi memberikan informasi penting untuk mengembangkan rencana keperawatan. b. Masalah dengan kesehatan mulut dapat mempengaruhi pemasukan minuman. makanan dan

kecap, kekentalan ludah. dengan metode

pemeliharan oral hygine. d. Intruksikan perubahan pola diet misalnya hindari makanan panas, pedas, asam, hindarkan

makanan yang keras. e. Amati dan jelaskan f. Meningkatkan kebersihan pada klien tentang tanda superinfeksi oral. Kolaboratif f. Konsultasi dokter g. Berikan lidocaine, mouthwash preparation. h. Kultur lesi oral. gigi obat kemotherapi sesuai indikasi, analgetik, topikal antimikrobial dengan sebelum dan kesehatan gigi dan gusi. g. Tindakan/terapi yang dapat menghilangkan menangani h. Untuk kuman diberikan yang tepat. infeksi mengetahui sehingga terapi nyeri, dalam jenis dapat antibiotik

rongga mulut/infeksi sistemik.

6. Resiko tinggi kurangnya volume cairan berhubungan dengan output yang tidak normal (vomiting, diare), hipermetabolik, kurangnya intake Tujuan : Klien menunjukkan keseimbangan cairan dengan tanda vital normal, membran mukosa normal, turgor kulit bagus, capilarry ferill normal, urine output normal. a. INTERVENSI Monitor intake output keluaran yang dan tidak RASIONAL a. Pemasukan oral yang hipovolemia. tidak

termasuk

adekuat dapat menyebabkan

normal seperti emesis,

diare, Hitung b.

drainase

luka. b. Dengan memonitor berat badan dapat diketahui bila ada ketidakseimbangan cairan. c. Tanda-tanda segera signs. pulse adanya dan hipovolemia dengan hipotensi yang diketahui takikardi, suhu tubuh

keseimbangan

selama 24 jam. Timbang berat badan jika diperlukan. c. Monitor Evaluasi vital

peripheral, capilarry refil.

meningkat dengan dehidrasi. d. Dengan

berhubungan tandadapat terjadinya

mengetahui dehidrasi

d.

Kaji turgor kulit dan keadaan membran mukosa. Catat keadaan kehausan pada klien.

tanda mencegah

hipovolemia. e. Memenuhi kebutuhan cairan

e.

Anjurkan intake cairan samapi 3000 ml per hari sesuai individu. kebutuhan

yang kurang. f. Segera diketahui adanya

f.

Observasi kemungkinan perdarahan perlukaan seperti pada

perubahan volume cairan.

keseimbangan

membran mukosa, luka bedah, adanya ekimosis dan pethekie. g. Hindarkan trauma dan tekanan yang berlebihan

g. Mencegah perdarahan.

terjadinya

h. Memenuhi

kebutuhan

cairan

pada luka bedah. Kolaboratif h. i. j. Berikan cairan IV bila diperlukan. Berikan antiemetik. Monitor laboratorium : elektrolit, albumin hasil Hb, therapy

yang kurang. i. Mencegah/menghilangkan mual muntah. j. Mengetahui terjadi. perubahan yang

7. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan Tujuan : - Klien mampu mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam tindakan pecegahan infeksi - Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi dan penyembuhan luka berlangsung normal INTERVENSI a. Cuci tangan sebelum melakukan Pengunjung dianjurkan hal yang sama. b. Jaga personal hygine klien dengan baik. c. Monitor temperatur. tindakan. juga melakukan b. Menurunkan/mengurangi adanya organisme hidup. c. Peningkatan infeksi. suhu merupakan tanda terjadinya RASIONAL a. Mencegah terjadinya infeksi silang. tubuh sekunder dan sistem imun (efek kemotherapi/radiasi), malnutrisi, prosedur invasif

d. Kaji untuk

semua melihat

sistem tanda-

d. Mencegah/mengurangi terjadinya resiko infeksi. e. Mencegah terjadinya infeksi. f. Segera dapat diketahui apabila terjadi infeksi. g. Adanya indikasi yang jelas sehingga antibiotik yang

tanda infeksi. e. Hindarkan/batasi prosedur invasif dan jaga aseptik prosedur. Kolaboratif f. Monitor CBC, WBC, granulosit, platelets. g. Berikan antibiotik bila diindikasikan.

diberikan dapat mengatasi organisme penyebab infeksi.

8. Resiko tinggi gangguan fungsi seksual berhubungan dengan deficit pengetahuan/keterampilan tentang alternatif respon terhadap transisi kesehatan, penurunan fungsi/struktur tubuh, dampak pengobatan. Tujuan : Klien dapat mengungkapkan pengertiannya terhadap efek Mempertahankan aktivitas seksual dalam batas kemampuan INTERVENSI a. Diskusikan dengan klien tentang serta dan keluarga proses hubungannya b. Membantu klien dalam RASIONAL a. Meningkatkan ekspresi kanker dan therapi terhadap seksualitas

seksual dan meningkatkan komunikasi terbuka antara klien dengan pasangannya.

seksualitas dan reaksi dengan penyakitnya.

b. Berikan advise tentang akibat terhadap seksualitasnya. c. Berikan privacy kepada klien dan pasangannya. Ketuk masuk. pintu sebelum pengobatan

mengatasi masalah seksual yang dihadapinya. c. Memberikan bagi pasangannya dan wajar. keinginan kesempatan dan untuk secara

klien

mengekspresikan perasaan

9. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek radiasi dan kemotherapi, deficit imunologik, penurunan intake nutrisi dan anemia. Tujuan : - Klien dapat mengidentifikasi intervensi yang berhubungan dengan kondisi spesifik - Berpartisipasi dalam pencegahan komplikasi dan percepatan penyembuhan INTERVENSI a. Kaji integritas untuk efek kanker, penyembuhan luka. b. Anjurkan yang gatal. c. Ubah posisi klien klien untuk tidak menggaruk bagian melihat samping kulit adanya therapi amati RASIONAL a. Memberikan informasi untuk dan identifikasi perencanaan awal asuhan terhadap perlukaan menimbulkan penekanan mengembangkan

perubahan integritas kulit. b. Menghindari yang infeksi. c. Menghindari dapat

secara teratur. d. Berikan advise pada

yang

terus

menerus

pada

suatu daerah tertentu. d. Mencegah trauma berlanjut pada kulit dan produk yang kontra indikatif klien untuk menghindari pemakaian cream kulit, minyak, bedak tanpa rekomendasi dokter.

DAFTAR PUSTAKA
Dongoes. 2000. Asuhan Keperawatan. EGC. Jakarta Elizabeth. J.C. 2000.Patofisiologi. EGC. Jakarta FKUA, 1988. Ilmu Bedah dan Teknik Operasi. Baratajaya-FKUA. Surabaya Linda Jual. 2000. Dokumentasi Proses Keperawatan. EGC. Jakarta Soelarso. Urologi. EGC. Jakarta

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN (KARSINOMA BULI-BULI) DI RUANG BEDAH D RUMAH SAKIT Dr. SOETOMO SURABAYA

A. PENGKAJIAN DATA
1. Nama Umur IDENTITAS : Tn.K. : 51 tahun.

Jenis Kelamin : Laki-laki. Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia. Agama Pekerjaan Pendidikan Alamat : Islam. : wiraswasta. : SLTA : Kali Tengah Lamongan

2. Alasan Dirawat: Kencing keluar darah 3. Keluhan Utama Kencing keluar darah P, Kencing keluar darah Q, kencing hanya bisa menetes, tidak dapat tuntas, terasa ada sisa, pancaran tidak jauh dan terasa nyeri. Saat dikaji klien cemas menunggu jadwal operasi R, Terasa ada benjolan pada perut bagian bawah dan masih kecil. Upaya yang telah dilakukan berobat ke RS Muhammadiyah kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Dan mendapatka pengobtan da n perawatan dipasang slang kencing dan diberikan irigasi cairan untuk mengurangi persaraham. Terapi/Operasi yang pernah dilakukan: tidak ada. T, Sejak 10 hari yang lalu

II. 4.

RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY) Riwayat Penyakit Sebelumnya: Klien ada riwayat kencing warna meraj 6 bulan yang lalu dan 10 hari yang lalu selama 1 minggu klien merasa ada benjolan diperut bagian bawahnya. 5. Riwayat Penyakit Sekarang:

BAK tidak lancar, terasa nyeri dan panas, sifatnya terus menerus sejak 10 hari yang lalu. Klien juga merasa kesulitan dalam BAB, konsistensi keras dan lama baru keluar. 6. Riwayat Kesehatan Keluarga: Dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit seperti yang diderita oleh klien sekarang ini. 7. 8. III. 9. i. Keadaan Kesehatan Lingkungan: Alat Bantu Yang Dipakai: tidak ada. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum: cukkup Tanda-tanda Vital: Klien tampak pucat, melakukan aktivitas seperlunya. Suhu 36,5oC/axilla, nadi kuat dan teratur, 84x/menit, tensi diukur dengan klien berbaring pada lengan kiri, hasilnya= 180/100 mmHg, pernafasan normal, 20x/menit. ii. a. Sistem Tubuh (Body Systems): PERNAFASAN (B1: BREATHING) Pernafasan vesikuler,retraksi intercostals dan klavikula tidak ditemukan , Rh -/-. Wh -/-/, batuk (-), pilek (-) Klien tinggal di perkampungan yang kondisinya sangat sederhana.

b.

CARDIOVASCULAR (B2: BLEEDING)

Nyeri dada (-), Jantung S1S2 tunggal normal HT 180/100 mmHg, Odema ekstremitas atas dan bawah (-) c. GCS PERSYARAFAN (B3: BRAIN) : E= 4 V=5 M= 6 Total nilai: 15 Kesadaran: compos mentis. Kepala dan wajah: tidak ada kelainan, kesan= pucat. Mata sklera: tidak icterus, conjunctiva: pucat, pupil : isokor. Leher: tekanan vena jugularis normal. Klien tidak mengalami cegukan. Persepsi Sensori Pendengaran: tidak ada kelainan. Penciuman : tidak ada kelainan. Pengecapan : tidak ada kelainan. Penglihatan : tidak ada kelainan. Perabaan d. : tidak ada kelainan. PERKEMIHAN- ELIMINASI URI (B4: BLADDER) terpasang sejak tanggal 9 Perburari 2002, terpasang irigrasi Nacl 0,9 % Warna Lainnya fixed. e. PENCERNAAN ELIMINASI ALVI (B5: BOWEL) : flat, supel, distensi (-) : tidak ada kelainan. : belum mulai masuk rumah sakit. Berat Badan (BB) : tanggal 21 April 2001 = 70 kg. Mulut dan tenggorok: kering, agak merah (iritasi). Abdomen Rectum BAB : merah. Bau: agak amis. : teraba massa supra sympisis, diameter 10 x 10 cm, keras,

Produksi urine: dalam 24 jam + 700 ml, keluar melalui dower kateter yang

Konsistensi: keras. Ada konstipasi.

Tanggal 9 Mei 2001 = 57 kg. Diet Pelvis : - Flank mass _/-, flank pain -/RT : - BCR (-), TSA (+), Prostat membesar, Nodul (-) f. TULANG OTOT INTEGUMEN (B6: BONE) Kemampuan pergerakan sendi: bebas. Tidak ada parese, paralise maupun hemiparese. Extremitas: - Atas : tidak ada kelainan. - Bawah : tidak terdapat edema apda tungkai kiri. Tulang Belakang: tidak ada kelainan. Kulit: -Warna kulit: pucat. - Akral : hangat kering. - Turgor: cukup. g. SISTEM ENDOKRIN Terapi hormon: tidak ada. : TKTPRG.

h.

SISTEM HEMATOPOIETIK: Diagnosis penyakit hematopoietik yang lalu: - Anemia. i. Transfusi darah. Tipe darah: PRC 2 kolf

REPRODUKSI

Laki-laki Penis j. : klien telah disirkumsisi. PSIKOSOSIAL Scrotum: tidak terdapat edema minimal. Konsep diri: Identitas Status klien dalam keluarga: suami. Dari 1 isteri dan anak satu Kepuasan klien terhadap status dan posisinya dalam keluarga: puas. Peran Tanggapan klien terhadap perannya: senang. Kemampuan/kesanggupan klien melaksanakan perannya: sanggup. Kepuasan klien melaksanakan perannya: puas. Ideal diri/Harapan Harapan klien terhadap: Tugas/pekerjaan: dapat melakukan pekerjaan seperti biasa (sebagai Tempat/lingkungan kerja: dapat kembali bekerja seperti semula. wiawasta). Harapan klien terhadap penyakit yang sedang dideritanya: Klien berharap agar segera dilakukan operasi biar cepat sembuh. Lainnya: klien menganggap apabila tumornya diangkat dengan operasi maka ia akan sembuh total. Harga diri Tanggapan klien terhadap harga dirinya: sedang. Sosial/Interaksi Hubungan dengan klien: tidak kenal. Dukungan keluarga : aktif. Dukungan kelompok/teman/masyarakat: kurang.

Reaksi saat interaksi k. SPIRITUAL

: kontak mata.

Konflik yang terjadi terhadap: peran. Konsep tentang penguasa kehidupan: Allah. Ritual agama yang bermakna/berarti/diharapkan saat ini: sholat. Sarana/peralatan/orang yang diperlukan untuk melaksanakan ritual agama yang diharapkan saat ini: lewat ibadah. Upaya kesehatan yang bertentangan dengan keyakinan agama: tidak ada. Keyakinan/kepercayaan bahwa penyakit dapat disembuhkan: klien mempercayainya. Persepsi terhadap penyebab penyakit: sebagai cobaan/peringatan. IV Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium tanggal 25-1-2002: - Leukosit : 9,9 x 1000/UL - Erythrocyt: 3,33 x 1 juta/UL - Hb - PCV : 10,4 g/dl. : 30,1%

- MCV : 40,4 FL - MCH : 31,2 - Trombosit : 310 x 1000/UL - Albumin : 3,5 g/dl. - Diff count : 2/-/3/31/14/- LED : 98 mm/jam.

Pemeriksaan mikrobiologi Tanggal 11-2-2002 hasi; tanggal 13-02 -2002 Sediian mengnadung sedikit sel epithel sqaumosa, sel-sel radang tidak ditemukan keganansan Tanggal 15-2-2002 Fungsi dan anak kedua ginjal normal, kedua kureter normal, trabekulasi dasr buli-bili kiri, hiperprostat, suspect sistitis, spondilitis kulit. IVP : Iregulasitas dinding buli-buli oleh karena obstruksi kronis, keadaan ginjal dan ureter normal - USG urologis tanggal 26-01-2002 Ditemukan Bood clot di buli-buli - Endoskopi (tanggal 15 -02-20020 Mukosa buli-buli : - trabekulum berat, divertikel (-) banyak sel, trigonum didapatkan tumor dinding anterior buli-buli, ureter normal, spinkter internus normal, ureter prostatik kisingg 1 cm, spinkter eksternus normal, ureter dan panjang urieter normal. Terapi: Infus RL : D5= 2 : 3 20 tetes/menit. Irigasi PZ Klanex 3x1 amp Mobilisasi Kultur urine, IVP, Endosopi

ANALISA DATA
TANGGAL KELOMPOK DATA KEMUNGKINAN PENYEBAB MASALAH DIAGNOSA KEPERAWATAN

18 -02-2002

S: Klien menanya- Situasi sinya dilaksana- ekonomi.

krisis Cemas

Cemas berhubungan dengan situasi krisis (kanker) dan sosio ekonomi.

kan kapan opera- (kanker) & sosio kan, karena biaya selama menunggu jadwal operasi semakin menipis. O: -Operasi belum di lakukan. -Klien gelisah. -Klien tampak kelelahan. -Mata klien tampak merah karena kurang tidur. . S: Klien berpikir Kurangnya in.

Kurang penge- Kurang penyakit, prog- nyakit, batan.

pengetaprognosis

bahwa dengan o- formasi & keter- tahuan tentang huan tentang peperasi maka dia batasan kognitif. pasti sembuh total. O: -Pendidikan klien SD tidak sampai tamat. -Klien selalu bertanya tentang penyakit & jadwal operasinya. -Klien merasa tidak diperhatinosis & pengo- & pengobatan berhubungan dengan kurangnya an kognitif. informasi & keterbatas-

kan/tidak diobati. S: Klien mengatakan Blood berwarna & menetes. O:-Warna amis. -Produksi urine dalam 24 jam: 600-700 ml. kencing merah & berbau merah Clothing Gangguan eli- Gangguan minasi (retensi) berhubungan elimide-

kencingnya masih akibat kanker.

urine nasi urine (retensi) ngan blood clothing akibat adanya kanker.

RENCANA TINDAKAN PERAWATAN


NO TGL DIAGNOSA KEPERAWATAN & HASIL YANG DIHARAPKAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL

18-02 2002

Cemas dengan (kanker) ekonomi. Tujuan: a.

berhubungan a. Tentukan situasi & krisis sosio

penga- a. Data-data mengenai laman klien sepengalaman klien belumnya terha-dap se-belumnya akan mem berikan dasar penyakit yang untuk penyuluhan dideritanya. dan menghindari adanya duplikasi. b.Pemberian informasi dapat membantu

Klien mengurangi cemasnya.

dapat ra-sa b.Berikan tentang dirinya informasi prognosis

klien dalam memahami proses penyakitnya. c. Membantu klien dalam memahami ke-

b. Klien rileks & dapat meli-hat secara objektif. d. Menunjukkan koping yang efektif.

secara akurat.

c. Jelaskan Kriteria Hasil: pengobatan, tujuan

butuhan untuk pengobatan dan efek

a. Klien perasa-an

melaporkan cemasnya menyatakan

dan efek sam-ping. Bantu klien mem-

sampingnya. dan

berkurang. b. Klien pema-hamannya tentang penya-kit. Rencana Tindakan: a. Cemas hilang dalam 24 jam. b. Klien JPS. c. Klien mau menunggu jad-wal operasi. memiliki & mengi-kuti program

persiapkan diri da- d. Mengetahui lam pengobatan. d. Catat koping yang ti-dak efektif seperti ku-rang sosial, berdayaan dll. interaksi ketidak

menggali pola koping klien serta mengatasinya/memberikan solusi dalam upaya meningkatkan kekuatan dalam mengatasi kecemasan. e. Agar klien memperoleh dukungan dari orang yang terdekat/keluarga.

e. Anjurkan interaksi

untuk f. Memberikan kedengan sempatan pada klien merenung/istirahat. Klien mendapatkan kepercayaan dan diri keyakinan

mengembangkan support system.

f. Berikan lingkungan g. yang tenang dan nyaman. g. Pertahankan kontak dengan klien, bicara dan sentuhlah dengan wajar.

bahwa dia benarbenar ditolong. h. Memberikan informasi alter-natif mengenai

h. Jelaskan kebijakan

tentang pemerinbagi

pembiayaan.

tah & RS tentang penanga-nan klien tidak mampu

2.

18022002

serta program JPS. a. a. Kurang tentang prognosis ngobatan de-ngan informasi kognitif. Tujuan: -Klien dapat mengatakan se-cara akurat tentang diagno-sa katan siap. -Mempunyai inisiatif dalam perubahan gaya hidup & berpartisipasi dalam pengo-batan. -Mengikuti pengo-batan bekerjasama perawat/dokter. Kriteria Hasil: -Klien siap untuk dioperasi, baik secara fisik maupun mental. -Klien berpartisipasi mau dalam e. Anjurkan untuk klien prosedur & deng-an & c. Berikan c. Membantu dalam & sebelum klien penyakit pengobatannya. pengobatan pada tingbimbingan kepada klien mengikuti prosedur pengobatan, terapi yang komplika-si. Jujurlan klien. d. Anjurkan untuk d. Mengetahui klien memberikan umpan balik verbal & mis nya. meng-koreksi komuni-kasi penyakite. Meningkatkan in-tegritas kulit & ke-pala. sampai sejauhmana pema-haman klien & ke-luarga. kepada lama, pengetahuan penyakit, & peberhubungan kurangnya keterbatasan b. Tentukan klien b. n Memungkinka di lakukan persepsi Review ten-tang pengopengertian klien & keluarga diagnosa Menghindari & dupli-kasi pengulangan terhadap pengetahu-an klien.

batan & akibatnya.

tentang kanker & pengobatannya.

pembinaan terhadap kesalahan persepsi konsepsi pengertian. & serta

memahami proses

tentang

perubahan gaya hi-dup. 3.


18-

022002

memelihara kebersih-an kulit & rambut. f. Jelaskan klien tentang status yang

f.

Sebagai upaya

per-cepatan penyembuh an & pencegahan infeksi. a. Agar tidak terbentuk

kepada /keluarga Gangguan eliminasi urine (retensi) berhubungan deng-an blood clothing akibat ada-nya kanker. a. Tujuan: Retensi urine tidak terjadi. b. Kriteria Hasil: Klien berkemih Residu kurang dari 50 cc. Urine tidak lagi berwarna menetes. merah & c. mere-gangkan abdomen melakukan manuver d. urine volunteer. Anjurkan pentingnya nut-risi optimal.

sempat

bekuan darah. b. Agar kandung dapat

ke-mih

klien untuk banyak minum air pu-tih. Kembangkan

berfungsi kembali secara nor-mal.

kemba-li program c, d, dan e. latihan kem-bali. Buli-buli Untuk melatih mengomih bertahap/se-suai Ajarkan klien teknik-teknik ter-tentu. & varsava secara atau pengkondisian songkan kandung ke-

jika diindika-sikan. Ajarkan klien crede f. Untuk mengetahui efektifitas latihan Buli-buli, bila gagal dapat segera diambil tindakan kateterisasi. de-ngan manu-ver e. anal diindikasikan.

jika diindi-kasikan. Ajarkan klien jika manu-ver regangan

f.

Ukur

residu berkemih usaha g. Observasi intake dan output jika cc. untuk mengkaji konsistensi, warna dan obstruksi dalam kencing. kateteri- h. Intake da output untuk menentukan balance cairan. kandung

pasca setelah Buli-buli dari program

mengosongkan volume urine lebih 100 Jadwal-kan sasi intermitten. g. Observasi pada kencing

pemeberian cairan irigasi kandung way h. Observasi

lewat kateter try

intake dan output cairan

TINDAKAN KEPERAWATAN

TGL 18-022002

JAM 1125 wib s/d

TINDAKAN KEPERAWATAN Menggali pengetahuan klien tentang penyakitnya. Menjelaskan tentang penyakitnya, pengobatan &

prognosisnya. Menganjurkan istri klien untuk selalu mendampingi & memberikan support pada suaminya. 1300 wib 0845 Memberi semangat & dukungan pada klien agar sabar dalam menunggu jadwal operasi. Mengukurs tensi 140/80 mmHg, nadi 88 kali/menit - Mngobservasi pemberian cairan irigrasi dengan PZ sampai warna kencing warna merah bening tidak ada kloting Memberikan motivasi agar klien sabar menunggu saat pelaksanaan ope-rasi. Menjelaskan tindakan insisi skrotum & sitoskopy.

wib s/d
0925 wib. 1015 wib 1120 wib

- memotivasi klien untuk minum banyak > 2 liter/hari putih. Mengajarkan klien meregangkan abdomen & melakukan manuver valsa-va: a. Sandarkan kepala kedepan pada kedua paha. b. Kontraksikan otot abdomen tahan nafas jika sambil mungkin & regangan/mengejan, (manuver varsava). c. Tahan regangan/nafas sampai aliran urine berhenti, tunggu 1 menit & regangkan kembali sepanjang mungking. d. Lanjutkan sampai tidak ada lagi urine yang keluar. Mengobeseravasi pemeberian cairan irgasi meregangkan Menganjurkan klien untuk istirahat & banyak minum air

1245 wib

Mengobservasi intake cairan dan output dan mencatat pada lebaran

obsecrvasi (produksi kencing 1750 cc) warna kemerahan. EVALUASI

NO. TANGGAL 1. 18-02- 2002

DIAGNOSA 1

EVALUASI Pengetahuan klien akan penyakit & prosedur pe-ngobatan serta prognosenya masih perlu dilurus-kan. Klien masih bertanya kapan jadwal operasinya. Klien & istrinya mengeluh bila terlalu lama me-nunggu karena keuangannya yang semakin meni-pis. Keluarga klien sudah mengurus JPS. Klien mau menunggu rencana operasi serta pasrah dengan semua yang akan dilakukan terhadapnya. Klien melaporkan perasaan cemasnya berkurang.

1 2. -

Klien tidak lagi menanyakan proses & kapan pe-laksanaan operasi yang akan dilakukan. Klien siap dioperasi. Klien masih menyatakan siap

3.

menunggu jadwal operasi. Klien menyatakan dapat tidur/istirahat malam ini.

Kencing masih merah & menetes.

Urine residu > 80 cc.

CATATAN PERKEMBANGAN
NO. TANGGAL 1. 20-02-2002 DIAGNOSA 1 CATATAN PERKEMBANGAN S: Klien mengeluh lama menunggu operasi dilaksana-kan. O: - Operasi belum dilakukan/terjadwal. Klien gelisah. Klien tampak kelelahan.

A: - Masalah belum teratasi. - Teruskan rencana intervensi. P: - Teruskan rencana intervensi. 21-02-2002 1 S: Klien menyatakan pasrah kapanpun operasi akan di lakukan. O: - Operasi belum terjadwal. Klien sudah bisa tidur. Gelisah sudah jauh berkurang.

A: - Masalah teratasi sebagian, lemah belum teratasi. P: - Teruskan rencana intervensi. 2 S: O: Klien mengatakan siap & pasrah untuk Klien tidak lagi bertanya-tanya. Klien mau mendengarkan & melaksanakan saran untuk makan & beristirahat yang cukup. 22-02-2002 1 A: Masalah teratasi. P: Intervensi tidak diteruskan. S: O: - Klien bisa istirahat. - Klein sudah tidak tampak gelisah. 3 A: Rencana teratasi. P: Intervensi tidak diteruskan.

dioperasi.

S:

Klien

mengatakan

kencingnya

masih

berwarna me-rah. O: - Warna kencing merah & berbau agak amis. - Produksi urine 24 jam 1500 ml. A: Masalah belum teratasi. P: Teruskan rencana intervensi.

DAFTAR PUSTAKA

Black, Joyce M & Esther Matassarin-Jacobs. Company, Philadelphia

1997. Medical Surgical Nursing :

Clinical Management for Continuity of Care, Edisi 5, W.B. Saunders Carpenito, Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC. Jakarta. Doenges, Marilyn E, et all. 1993. Nursing Care Plans : Guidelines for Planning and Documenting Patient Care, Edition 3, F.A. Davis Company, Philadelphia. Gale, Danielle & Charette, Jane. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. EGC. Jakarta. Long, Barbara C. 1996. Perawatan Medikal Bedah. Alih Bahasa: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran Bandung, Edisi 1, Yayasan IAPK Pajajaran, Bandung.