Anda di halaman 1dari 8

ProposaL

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP KELUARAN LINIER ACCELELATOR

Oleh Sumartono Nim : P2 31 38410030/DIP V

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II KEMENTRIAN KESEHATAN 2011

nomor Lampiran Perihal

:: 1 ( satu berkas) : Pengajuan judul karya tulis

Kepada yth. Kepala unit Kemampuan akademis C/q sub unit administrasi dan monitoring Jurusan teknik elektromedik Di Jakarta

Dengan Hormat Dalam rangka pelaksanaan ujian akhir Diploma IV pada jurusan teknik elektromedik, politeknik kesehatan Jakarta II, maka saya sebagai salah satu peserta bermagsud mengajukan judul karya tulis ilmiah yaitu : PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP KELUARAN LINIER ACCELELATOR Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan satu berkas proposal dan blok diagram. Demikianlah permohonan ini saya ajukan, atas segala perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terima kasih

Jakarta, 8 April 2011 Hormat saya

sumartono

LEMBARAN PERSETUJUAN PEMBIMBING MODUL

Pembimbing Diajukan oleh Nama mahasiswa NIRM karya tulis ACCELELATOR

: DR. IR. HJ. RUSMINI B AIM. MM

: Sumartono : P2 31 38410030/DIP V : PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP KELUARAN LINIER

Mengetahui, Pembimbing Karya tulis

(DR. IR. HJ. RUSMINI B AIM. MM)

BAB 1

1.1 Latar Belakang


Linier accelerator atau kita sebut di dunia kedokteran linac, merupakan alat pengobatan kanker, sebagai penganti cobal 60 yang sumber daya radio aktif alam. Kelebihan linac, energi yang di gunakan lebih berpareasi dengan waktu lebih singkat dan tidak mengenal waktu paruh. Radiasi yang di gunakan dapat berupa radiasi photon dan radiasi electron. Linac di ibaratkan sebagai obat bagi penderita kanker yang harus di berikan setiap hari secara terus menerus, selama dalam satu paket penyinaran atas perintah dokter. Pemberian dosis perpaket 4600 sampai dengan 5000 cgy . sebagai contoh setiap kali pengobatan dengan dosis 200 cgy di lakukan dalam 5 kali dalam seminggu, jadi dosis yang di terima 1000 cgy. Waktu keseluruhan yang dibutuhkan 20 kali pengobatan atau 4 dalam minggu. Untuk mengetahui kwantitas dosis diatas, pesawat linac mempunyai bagian yang berfunsi mengetahui jumlah kwalitas dan kuantitas dosis yang dikeluarkan. Bagian itu adalah chamber. chamber adalah suatu sensor dari sistim pengukuran untuk mengevalusai dosis dalam terapy. Chamber terdiri dari 4 lapisan flat ion tipis yang di pasang secara parallel dari sisi target. Flat pertama berfungsi sebagai mengetahui dosis 2, flat ke dua untuk mengetahui dosis 1 dan flat tiga dan empat berfungsi sebagai flatness voltage monitor. Sumber daya feeding voltage ke flat dan ion pump di dapat pada bagian modulator. Dua Sumber daya yang bekerja dengan prinsif komparator ini memberikan kepada flat 1, flat 2 dan flatness monitor chamber yang berfunsi sebagai pembakit sinyal interlock jika tegangan yang di berikan dibawah level yang di kehendaki. Jika tegangan keluaran dari kedua catu daya tidak sama maka chamber dari pengontrol interlock akan mati. Penyebab hasil kuantitas yang tidak sesuai akibat terganggunya kerja chamber oleh kelembaban ruang alat

1.2 Batasan Masalah


a. Pengambilan data kelembaban melalaui pengukuran langsung di lokasi alat. b. Pengambilan data kwalitas dosis tidak secara langsung . c. Pengambilan data kuantitas dosis di lakukan di ruang control. d. Pembahasan hanya kuantitas dosis .

1.3 Tujuan Penulisan


Untuk mengetahui pengaruh kelembaban terhadap kuantitas dosis

1.3.1 Tujuan umum a. Sebagai syarat akhir menyelesaikan study di politeknik kesehatan Jakarta II jurusan elektromedik b. Penerapan ide di sertai teori yang di dapat selama mengikuti pendidikan untuk di terapkan sehingga dapat berguna bagi peningkatan mutu alat dan pelayanan kesehatan. 1.3.2 Tujuan khusus a. Mendapatkan hasil keluaran kuantitas dosis yang sesuai dengan yang diharapkan. b. Tercapainnya suatu proses pengobatan kanker. c. Penulis ingin membuktikan pengaruh kelembaban dapat mempengaruhi hasil keluaran pada pesawat linier accelelator. d. 1.4 METODE PENULISAN Dalam penyusunan karya tulis ini metode yang di gunakan adalah sebagai berikut : 1. Study pustaka, yaitu dengan mencari dan mempelajar b uku buku dan sumber sumber literature yang berhubungan dengan karya tulis ini sebagai bahan analisa. 2. Melakukan pengukuran kelembaban di beberapa tempat sehingga mendapat data sebagai bahan laporan. 3. Menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengukuran berdasarkan study literature

4. Penyusunan karya tulis, yaitu menyusun hasil dari study pustaka dan pendataan yang di dapat.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN Untuk mempermudah dalam mempelajari dan memahami karya tulis ini, penulis menyajikan karya tulis ini menjadi beberapa bab yaitu: BAB I PENDAHULUAN Memberikan gambaran secara umum dan singkat mengenai hal hal yang berkaitan dengan latar belakang, masalah sebagaian dasar pemilihan judul, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. BAB II TEORI DASAR Menjelaskan dan menerangkan dasar dasar teori yang menunjang pembahasan. BAB III PERENCANAAN Menjelakan bagian bagian yang di buat dalam blok diagram. BAB IV PENDATAAN DAN ANALISA DATA menyajikan langkah langkah dari data hasil pengukuran BAB V PENUTUP Berisikan kesimpulan dari hasil pembahasan secara keseluruhan dan saran saran untuk .

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN OUTLINE

JUDUL

ASBTRAK LEMBARAN PENGESAHAN LEMBARAN PESETUJUAN LEMBARAN PENGESAHAN KARYA TULIS KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABLE BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 PEMBATASAN MASALAH 1.3 TUJUAN PENULISAN 1.4 METODE PENILISAN 1.5 SISTEMATIKA PENULISAN.

BAB II TEORI DASAR 2.1 Linier accelelator 2.2 Chamber 2.3 Kelembaban BAB III . BAB IV PENDATAAN DAN ANALISA DATA BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan data 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN