Amanda Brownies Kukus

Salah satu brand brownies yang berkembang beberapa tahun ini adalah “Amanda” Amanda Brownies Brownies. Kukus

merupakan salah satu pilihan kuliner di Kota Bandung yang memiliki ciri khas dengan kualitas produk yang tinggi. Proses

produksi yang higienis, bentuk dan rasa yang unik, serta penyajian yang inovatif membuat brownies Amanda tetap menjadi leader untuk produk sejenis. Memulai penjualan pada tahun 2000 dengan nama “Amanda” yaitu singkatan dari “Anak MANtu DAmai”. Seiring dengan perkembangan pasar, “Amanda” menjadi Leader di Kota Bandung dengan tetap mempertahankan, memperbaiki dan terus mengembangkan kualitas produk yang dimiliki. Terbukti dengan adanya Inovasi produk yang semula hanya mengandalkan Produksi Brownies Kukus ‘Original’/Chocolate, Sekarang telah memproduksi Brownies Kukus dengan rasa Cheese Cream (Cream keju yg sangat terasa di lidah), Blueberry (varian rasa Manis dan asem yang menyegarkan), Tiramisu (panduan antara rempah dan keju yang membuat keunikan rasa yg berbeda dengan produk sejenis), Choco Marble (Sangat cocok bagi penggemar cokelat), Srikaya Pandan (rasa pandan yang ditaburi dengan wijen) dan Banana Bizz (perpaduan antara Pisang dan biskuit di dalam lapisan tengah kue). Varian tambahan lainnya adalah Brownies Kering dan Brownies Bakar (Kenikmatan rasa Cokelat, susu dan keju dengan teksturnya yang lembut). Selain produk-produk di atas, kini Amanda brownies kukus juga mengeluarkan produk baru yaitu cheese stick, sweet stick, bungket duo, pisang bolen keju,

Lengkong Besar 101B. Surabaya Desember 2007 Membuka cabang baru di Jl.pisang bolen coklat. Sejarah Perkembangan Amanda Brownies Tahun 1999. pembukaan Outlet Baru Di Jogyakarta Jl. peresmian dan beroperasinya “Amanda Mobile” di Dago. Bhayangkara No. cake ketan bakar blueberry.38 Jl. Tahun 2000. Membuatnya berbeda karena menggunakan sistem kukus. 219 Jl. Namun. Jogyakarta . pertengahan tahun 2001 kios tersebut terbakar dan akhir tahun pindah ke jalan Tatasurya hingga habis masa kontrak. 57A dan Jl. memulai uji coba pengolahan resep brownies AMANDA. Jl. HOS Cokroaminoto No. Tahun 2002.5 dan membuka cabang di jalan Emung dan jalan Antapani. Diponegoro No. pembukaan toko di Ruko Paskal Hyper Square 2006 Tahun 2006. 29 Bandung 10 Desember 2005. membuka cabang di jalan Otten 2005 Tahun 2005. Ir. Tahun 2001. 2007 17 Maret 2007 pembukaan Outlet di Surabaya. Djuanda No. cheese roll. chicken pastry. 35. Kutai no 8 21 April 2007 pembukaan Outlet di Bogor. beef pastry. memindahkan lokasi bisnis ke jalan rancabolang no. Bandung menuju Pelayanan Terbaik. Rancabolang no. 10 September 2005. memindahkan lokasi bisnis di rumah ke kios depan ruko Metro Soekarno-Hatta. 167 Bandung 2008 14 juni 2008. Tahun 2003. pink marble. Pajajaran no 84F Juni 2007 Jl. cake ketan bakan sarikaya. mulai merintis bisnis brownies kukus di dapur rumah dengan menggunakan sistem order melalui telepon. Jl. beroperasinya pabrik baru di jalan Rancabolang. Lodaya no. H. 8 ke Jl. Barata jaya XIX No. Mulyosari 97F. Cabang 1 pindah dari Jl. pembukaan toko & kantor pusat di Jl.

Tuparev No. menerima pesanan kue dan makanan untuk arisan hingga pesta perkawinan.2009 Juli 2009. Ters Jakarta No. Joko Ervianto (41). 3 F 18 Desember 2009. Joko. “Ketika akhirnya menemukan formula yang pas untuk bolu kukus cokelat itu. “Banyak orang yang kemudian mulai memesan kue. Sumiwiludjeng (67). Sjukur Bc. pembukaan outlet di Jl. 38A. Hj. tercetuslah nama brownies kukus. katering kami mulai menawarkan kue itu kepada pelanggan. lulusan Tata Boga IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta). mulai mengutak-utik resep itu untuk mendapatkan rasa yang lebih enak. yang dulu hanya disebut kue bolu cokelat saja. Rupanya. membuat kue ini gampang disukai. Bayangkan. Abdullah Lubis No. Istri pensiunan pegawai PT Pos Indonesia ini sejak dulu memanfaatkan kepandaiannya memasak untuk menambah pemasukan keluarga. usaha ini masih bersifat industri rumahan. Cirebon KREATIFITAS MODIFIKASI RESEP Kesuksesan brownies kukus Amanda ini mengagumkan. Bandung dan Jl. mengeluarkan kue tersebut dari daftar salah satu menu dalam katering. lebih dari 1. kami mencari nama jenis kue yang baru ini. tekstur lembut dan paduan rasa cokelat yang mantap. menjadi produk yang berdiri sendiri. Berawal dari ketidakpuasan mencoba resep bolu kukus dari seorang adiknya. 23 A Jl. Siapa menyangka.” tutur Atin. Bagi indra pengecap Sumi. ketika ditawarkan kepada konsumen kateringnya. . H. dalam satu hari. pada akhir 1999. Lalu.AP (69). agar lebih dikenal orang. rasa bolu cokelat itu kurang nendang’.000 loyang kue habis diserbu pembeli. istri Joko. yang melihat potensi pasar kue itu. Sumi. kue cokelat itu langsung jadi favorit. Kruing No.” ujar Atin. kue lezat ini merupakan hasil kreasi seorang ibu rumah tangga yang memodifikasi resep kue bolu kukus. Menurut Atin. Namun. Memasak memang bukan sekadar hobi bagi Sumi.” tutur Atin Djukarniatin (41). pembukaan outlet baru di Cimahi dan Medan Jalan Raya Cibabat No 452 Jl. 6 Antapani. yang ikut serta membesarkan toko kue ini. “Akhirnya. dibantu putra sulungnya.

keuntungannya justru berlipat ganda. namun tidak banyak yang membelinya. Tak kurang akal. ketika masih memiliki usaha kantin dan salon potong rambut. “Toko yang sekaligus rumah produksi itu hanya berupa . Sayangnya. Kocokan adonan pun dibuat khusus. Tata Surya 11. “Kami lalu terpikir menghidupkan kembali CV (commanditaire vennootschap) Amanda.Akibatnya. Rancabolang No. Maklum. pamor kue ini melesat. pindah lokasi di perumahan bukannya meredupkan rezeki. Dengan cara ini. BISNIS KEROYOKAN KELUARGA Sukses menggaet pelanggan baru membuat Joko berpikir untuk memberi brand agar lebih komersial. brownies kukus itu kurang menarik minat pembeli. Joko bereksperimen. Setelah mendapatkan nama brownies kukus.2 di kawasan yang sama. Dalarn terminologi Sumi.”Orang yang lewat memang menoleh dan penasaran dengan nama brownies kukus. karena tekstur kue dan warnanya yang cokelat pekat ini mirip tekstur kue brownies. nama brownies kukus lebih mengena di telinga calon konsumen sehingga mereka penasaran mencicipinya. terutama menjelang Lebaran. mereka hanya menuliki 3 kompor yang masing-masing untuk mengukus satu loyang. karena pertokoan Metro terbakar. hanya melalui promosi darn mulut ke mulut. Amanda adalah akronim dari Anak Mantu Damai atau anak dan menantu harus selalu hidup rukun dan damai. mereka pindah ke Jl. Akhirnya. juga menaruh nama Brownies Kukus Amanda pada kardus pembungkus.000 per potong. yang masih terletak di kompleks yang sama. kue itu punya nama resmi. Selain itu. ternyata bisa laku 150-250 potong atau 3-5 loyang ukuran 24 x 24 cm. sehingga bisa mengocok untuk 6 resep sekaligus. Joko. lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Bandung. is mendesain kukusan yang memuat 6 loyang untuk satu kali mengukus. awal tahun 2000 Joko dan Atin membuka sebuah kios kaki lima di kompleks pertokoan Metro.” ujar Atin. Bandung. Tahun 2001. Pembeli berdatangan dan rela antre. Dengan bantuan seorang tukang. yaitu Brownies Kukus Amanda. ketika pertama kali ‘dijual bebas’. Tahun 2002. Minat pembeli ini membuat mereka kewalahan. agar lebih profesional.” tutur Atin. karena toko yang lama sudah terasa sesak. kios brownies kukus pun ikut tergusur dan pindah ke J1. Anehnya. Meski disukai konsumen katering. malah menjadi titik terang bisnis brownies kukus ini. Di sini. Atin lalu menjual kue itu dalam bentuk kue potong seharga Rp1. perusahaan yang pernah dimiliki Ibu. usaha yang baru berkembang ini tak bisa bertahan. Setelah itu. Margahayu. untuk menjualnya.Mengapa brownies kukus? Menurut Atin.

itu terlihat pada upaya untuk membuat pengembangan produk. Brownies Kukus Amanda sudah tenar sebagai oleh-oleh bagi warga Bandung yang hendak bepergian ke luar kota.” ujar Ann. yang sudah jauh jauhdatang. Tak hanya di Bandung. meski mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya. permintaan akan Brownies Kukus Amanda jadi tidak terbendung lagi. Kue ini seolah menjadi oleh-oleh wajib bagi orangorang yang berkunjung ke Bandung. cita-cita Sumi yang tersurat dalam nama Amanda juga terkabul.500 hingga Rp29.” tutur Atin.bangunan tripleks seluas 4×6 meter. Cikawao. Karena hanya topping. Bandung. Tidak jarang kami harus menghadapi kemarahan dan caci-maki calon pembeli. Setelah itu. Atin menyebut angka seribu lebih kue habis terjual. blueberry. Masalah itu lagi-lagi diselesaikan Joko dengan mendesain kocokan untuk 20 resep dan kukusan superbesar yang bisa memuat 50 loyang. Semua anak dan menantu pasangan Sumi dan Sjukur ikut mengelola bisnis ini dan semuanya hidup rukun. Rizka. mengelola 4 cabang resmi yang ada di Bandung. “Hanya adik ipar saya yang bungsu. Brownies Kukus Amanda kini dikelola dengan prinsip manajemen modern. yaitu di jl. Dalam sehari. Dago. Andi dan Sugeng juga ditarik ke kantor pusat untuk memegang jabatan sebagai direktur keuangan dan direktur operasional. Karyawannya pun kini sudah mencapai 200 orang. SUDAH DIPATENKAN Walaupun awalnya hanya industri kecil dengan skala rumahan. Sementara itu. masih belum tertarik terjun dalam bisnis ini. Rancabolang 2. Andi Darmansyah dan Sugeng Cahyono. namanya pun tenar jauh ke luar kota. tetapi tidak kebagian kue. meminta adik-adiknya. Setidaknya. tiramisu.” ujar Atin. . Harga Brownies Kukus Amanda kini antara Rp19. Hyper Square Pasir Kaliki. rasa kue orisinal tetap bisa dinikmati pada lapisan bawahnya. pabrik pembuatan Brownies Kukus Amanda tetap di JI. Tak lama kemudian. dan toko mobil di JI. Antapani. antara lain adanya 4 rasa barn untuk mendampingi brownies kukus rasa orisinal. pusat toko mereka pindah ke bangunan permanen dua lantai dan berhalaman lapang yang megah di JI Rancabolang No 29.000. dan choco marble sebagai topping. Joko juga berhasil mendesain kocokan untuk 300 resep. Awal tahun 2004. Margahayu. Joko yang menjabat sebagai direktur utama. yaitu cheese cream. “Kami benar-benar stres karena tidak mampu memenuhi permintaan pembeli. Pada periode ini. Selain sukses mendongkrak penjualan.

“Kami pun akhirnya menyerah.Ternyata. kata Atin. Anggap saja kami berbagi rezeki dengan orang lain. Brownies Kukus Amanda ini sudah dipatenkan.”Karena itu. Sumi masih menjadi konsultan untuk soal kelayakan rasa barn itu. banyak pengekor kesuksesan Amanda ramai-ramai mengeluarkan produk bernama brownies kukus. Empat rasa itu didapat CV Amanda sebagai hasil kerja sama dengan Akademi Pariwisata NHI (National Hotel Institute) Bandung. Ia bercerita.Pengembangan rasa baru ini. mereka membeli putus dari kami untuk dijual lagi. sebelum dilempar ke pasaran. Hal lain yang membuat manajemen Amanda gemas adalah banyaknya penjual Brownies Kukus Amanda ‘liar’ di pinggir jalan seantero Bandung. Meski begitu. Setelah itu.” kata Atin. \. soal hak paten di Indonesia masih belum punya `gigi’. “Memang. . hanya berhenti sementara. karena tidak bisa mengontrol kualitasnya. kami tetap dirugikan.meski Atin mengakui. yang mendapatkan kue tidak layak makan. tersenyum. sebagai upaya untuk penyegaran dan memberi rasa alternatif pada pelanggan. CV Amanda kembali meminta polisi untuk melakukan razia. Tapi.” ujar Atin. Atin melihat. pihaknya sering menerima pengaduan konsumen. penjual pinggir jalan itu kembali lagi. Untuk mengatasi hal tersebut. kami mengimbau agar membeli di toko resmi saja.

html http://www.com/2009/01/brownies-amandabandung.com/2011/07/13/amanda-brownies-market-leader-brownies-diindonesia.html http://akudanbrownies.SUMBER http://cessee.php/tentang-kami.com/amanda/index.amandacogroup.blogspot.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful