Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH URAIAN BENTUK TANGGUNG JAWAB TERHADAP WEWENANG PROFESI DOKTER

Oleh: Firdausi Riskiviawinanda I1A011016

Pembimbing: Machli Riyadi,SH.,MH

BANJARBARU FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM 2012

URAIAN BENTUK TANGGUNG JAWAB TERHADAP WEWENANG PROFESI DOKTER

Pada dunia kedokteran adanya kewenangan medis (medical authority), yaitu kewenangan yang melekat di-profesi dokter/dokter gigi/dokter hewan dalam menjalankan tugas kewenangan medis yang tidak dapat dikerjakan oleh mereka yang tidak memiliki kewenangan. Apakah kewenangan medis itu? Baik dokter, dokter gigi maupun dokter hewan memiliki kewenangan medis yang tidak dapat dikerjakan oleh profesi diluar profesi dokter tersebut. Kewenangan medis meliputi: Diagnosis Pengobatan Prognosis atau kelanjutan penyakit yang diderita.

Diagnosis Menentukan penyakit seseorang d idalam pelayanan kesehatan ditetapkan oleh seorang dokter dan bukan oleh mereka yang tidak berprofesi dokter. Misalnya memeriksa seseorang yang sakit adalah seorang dokter atau para medis yang telah diberikan kewenangan oleh dokter. Untuk surat keterangan kesehatan (health certificate) harus diperiksa oleh dokter. Surat keterangan health certificate dikeluarkan dan ditandatangani oleh institusi yang memiliki kewenangan medis atau medis veteriner Dalam hal ini, tanggung jawab seorang dokter harus melihat keadaan psikis pasiennya juga. Seorang dokter harus berhati-hati dalam menyampaikan diagnosis yang ia lakukan kepada pasien. Keterangan yang diberikan haruslah dibuktikan dengan adanya kebenaran. Seandainya seorang dokter lalai dalam mendiagnosis pasien, hal ini dapat berakibat buruk terhadap pasiennya sendiri. Jadi dokter harus benar-benar bertangung jawab dalam melakukan diagnosis terhadap pasien. Dalam hal penyakit pasien, seorang dokter memang memiliki wewenang untuk mmeriksa pasien dan otomatis mengetahui penyakit pasien. Tapi dokter memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk merahasiakan penyakit pasiennya bahkan dengan istri/suami sendiri bahkan setelah penderita meninggal dunia.

Memberikan Obat Memberikan obat suntik maupun obat ethical atau yang harus menggunakan resep harus oleh mereka yang memiliki Kewenangan Medis. Yang dapat menuliskan resep adalah Dokter, Dokter Gigi dan Dokter Hewan. Lihat UU No.419 tahun 1949 tentang Obat Keras. Contoh : kloramfenikol termasuk obat keras, kewenangan penggunaannya harus menggunakan resep. Dokter harus senantiasa berhati-hati dalam menemukan atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya terhadap pasien. Dokter memang memiliki kewenangan untuk memberikan obat kepada pasien. Tapi dokter tidak boleh memandang kekayaan materi yang dimiliki seorang pasien. Contohnya saja, jika pasien yang datang orang yang lebih dari berkecukupan, maka obba yan diberi obat yang lebih mahal. Atau ketika seorang pasien yang memiliki kekayaan lebih yang datang, maka pemeriksaan terhadap penyakitnya dilebih-lebihkan padahal sebenarnya hanya perlu satu kali pemeriksaan saja. Jadi seorang dokter tidak boleh dipengaruhi keuntungan pribadi. Hal iusangat tidak bertanggung jawab terutama pada pasien.

Prognosis Penyakit Prognosis penyakit adalah kewenangan seorang dokter untuk meramal tentang apa yang akan terjadi pada pasien karena penyakitnya. Contohnya, seorang dokter meramalkan kehidupan seorang pasiennya yang menderita leukimia hanya tinggal satu atau dua buan lagi. Tapi seperti pada diagnosis penyakit pasien, dokter harus menyampaikan prognosis dengan bukti kebenaran yang ada. Penyampaian prognosis ini juga harus berhati-hati sebab akan memengaruhi kondisi psikis pasien. Dokter harus tetap bersikap tulus ikhlas dan memergunakan segala ilmu dan keahliannya untuk kepentingan penderita. Meski dalam prognosisnya hidup pasien tidak akan lama lagi, seorang dokter wajib memberikan pertolongan darurat kepada pasiennya jika penyakit yang dideritanya kambuh sesuai standar profesi dan standar prosedur oprasional. Sebab seorang dokter wajib untuk menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan janjinya pada sumpah dokter.

Anda mungkin juga menyukai