ANTIHIPERTENSI

• • • •

Diuretik Penghambat adrenergik Vasodilator Penghambat Angiotensin converting enzyme dan antagonis reseptor angiotensin II • Antagonis kalsium

JNC VII Klasifikasi Normal Prehiertensi Hipertensi tingkat I Hipertensi tingkat II Sistol (mmHg) < 120 120-139 140-159 > 160 Diastol (mmHg) < 80 80-89 90-99 > 100 .

.

2.meningkatkan ekskresi natrium. air dan klorida  menurunkan volume darah dan cairan ekstraseluler  penurunan curah jantung dan tekanan darah. . Diuretik • Cara kerja : 1.1.Menurunkan resistensi perifer.

5-25 12.Diuretik Obat a.amp 20mg Tab 25 dan 50 mg c. Diuretik hemat kalium . Diuretik tiazid Hidroklorotiazid Bendrofulumeriazid Klorotalidon Dosis (mg) Pemberian Sediaan 12. Etakrinat 20-80 2.5-10 2-3x/hr 1-2x/hr Tab40 mg.Amilorid 5-10 1-2x/hr .25-2.5 1x/hr 1x/hr 1x/hr Tab 25 dan 50 mg Tab 50 mg Tab 2.Furosemid . Diuretik kuat .5 mg b.As.5-25 1.

Ekskresi asam urat dari ginjal . hipomagnesemia. hiperkalsemia .Hipokalemia. • Efek samping : .Obat tunggal untuk hipertensi ringan-sedang atau kombinasi dg antihipertensi lain . Diuretik Tiazid • Penggunaan : .a.Efek hipotensif setelah 2-3 hari dan maksimum setelah 2-4 minggu.Terapi utama dalam hipertensi.Pada pasien DM dapat menyebabkan hiperglikemia . terbukti efektif menurunkan risiko kardiovascular .

K+. menurunkan kalsium darah. • Efek samping : hiperkalsiuria. Diuretik kuat (Loop Diuretics) • Bekerja di ansa Henle asenden bagian epitel tebal dengan cara menghambat kotransportasi Na+. . Cl.dan menghambat resorpsi air dan elektrolit. • Digunakan pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal atau gagal jantung.b. dan hampir sama dg tiazid.

Interaksi : .Dengan AINS menghirangi efek antihipertensi diuretik. Diuretik hemat kalium • Biasanya dikombinasi dengan antihipertensi lain untuk mencegah hipokalemia. ACE-I.Efek hipokalemia dan hipomagnesia akibat tiazid dan diuretik kuat mempermudah terjadinya aritmia oleh digitalis . β-bloker bila bersama diuretik hemat kalium menyebabkan hiperkalemia . .AINS.Menggurangi klirens litium .c.

2. Efek sentral yang mempngaruhi aktivitas saraf simpatis • Efek akan terlihat 24 jam sampai 1 minggu setelah terapi. • Tidak menyebabkan hipotensi ortostatik dan retensi air dan garam . Penurunan frekuensi denyut jantung dan kontraktilitas miokard  menurunkan curah jantung 2. Hambatan sekresi renin di sel jukstaglomerular ginjal  penurunan angiotensin II 3. PENGHAMBAT ADRENORESEPTOR BETA (β-bloker ) • Mekanisme antihipertensi : 1.

Atenolol .Alprenolol . 40 mg . Kardioselektif .Metoprolol 25 50 Dosis maksimal Frekuensi (mg/hr) pemberian 800 200 1x 1-2x Sediaan Tab 50 mg. Nonselekif .Propanolol 100 40 200 160 2x 2-3x Tab 50 mg Tab 10 mg. 100 mg Tab 50 mg.β-bloker Dosis awal (mg/hr) a. 100 mg b.

aritmia supraventrikular. hambatan nodus SA. • Pada pasien yang memerlukan antidepresan trisiklik dan antipsikosis Efek samping : bradikardia. gagal jantung yang belum stabil . bradikardia. depresi.β-bloker Penggunaan : • Sebagai obat tahap pertama pada hipertensi ringan sampai sedang terutama pada pasien dengan penyakit jantung koroner. KI : pada asma bronkial. Efek sentral : depresi. blokade AV derajat 2 dan 3. dan menurunkan kontraksi miokard. mimpi buruk. blokade AV.

flushing.Jarang menimbulkan hiptensi ortostatik .Efek samping : sakit kepala. minoksidil. dan tidak dianjurkan pada pasien > 40th. .KI : hipertensi dengan PJK.Dosis oral : 25-100 mg 2x/hr . palpitasi.3. takikardia. mual.Tidak digunakan secara tunggal . diazoksid. hipotensi. .Bekerja lagsung merelaksasi otot polos arteriol . Vasodilator Hidralazin. natrium nitroprusid • HIDRALAZIN .

Resisensi perifer menurun . .3.5-10µg/kg/menit. Vasodilator • Natrium Nitroprusid .Dosis : 0.Mengaktifkan guanilat siklase dan meningkatkan konversi GTP menjadi GMP siklik pada otot pembuluh darah  penurunan kalisium intrasel  venodilatasi arteriol dan venula . .Obat yang kerjanya paling cepat dan efektif untuk mengatasi hipertensi darurat apapun penyebabnya. efek maksimal dalam 1-2 menit.

ACE-inhibitor dan ARB Angiotensinogen ACE-inhibitor Angiotensin I ARB Angiotensin II ACE Bradykinin Inactive peptide AT2 receptor • Vasodilatation • Nitric oxide secretion • Antiremodelling AT1 receptor • Vasoconstriction • Aldosterone secretion • Vascular/cardiac remodelling • Sympathetic stimulation 15 .4.

• Efek samping : hipotensi. gagal ginjal akut. • Menghambat degradasi bradikinin  bradikininin dalam darah meningkat  vasodilator • Penggunaan : hipertensi ringan. . efek teratogenik. krisis hipertensi. PENGHAMBAT ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME (ACE-inhibitor) • Menghambat perubahan A I menjadi A II. sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron. hiperkalemia. batuk kering. rash. sedang dan berat.4. proteinuria. dislipidemia dan obesitas. hipertensi dengan gagal jantung kongestif. edema angioneuritik. hipertensi pada diabetes.

Sifat beberapa ACE-I Drugs Prodrug/ active Active Active Prodrug Prodrug Prodrug Prodrug Prodrug Prodrug Prodrug Active form Hepatic Metabolis m + + + + + + + + Eliminatio n Kidney Kidney Kidney Kidney Kidney Kidney Kidney Kidney Kidney + bilier Daily Dosing 2-3 x OD OD OD/ 2x OD/ 2x OD/ 2x OD OD/ 2x OD Captopril Lisinopril Perindopril Enalapril Ramipril Quinapril Silazapril Benazepril Fosinopril Perindoprilat Enalaprilat Ramiprilat Quinaprilat Silazaprilat Benazeprilat Fosinoprilat 17 .

valsatran • Side effects  ACE-I. except: – No dry cough – No angio-edema • Indications and contraindications = ACE-I 18 .Angotensin Receptor Blocker (ARB) • Lorsartan.

Antagonis Kalsium Menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah dan miokard vasodilatasi.Krisis hipertensi : Nifedipine . diltiazem .Arrhythmia: verapamil.Hipertensi dengan kadar renin yang rendah seperti pada usila . diltiazem .5.Angina pectoris: verapamil. negative dromotropism Penggunaan : . negative inotropism.

nicardipine. nitrendipine.3 group antagonis kalsium • Dihydropyridine (DHP): – (nifedipine.verapamil • Benzothiazepin: .diltiazem – Cardioselective –  Decreases myocardial contractility and conduction 20 . …) – Vasculo-selective:  Efek langsung pada nodus AV dan SA minimal  Menurunkan resistensi perifer tanpa penurunan fungsi jatung yang berarti  Relatif aman kombinasi dengan beta bloker • – More cardioselective: –  Decreases myocardial contractility and conduction Diphenylalkilamin: . felodipine. amlodipine. lasidipine.

Farmakokinetik – Nifedipine: • Rapid oral absorpton  rapid BP  • Short T1/2  needs 3-4 x daily dosing – Amlodipine: • Slow absorption • Long T1/2  once daily • Extensive hepatic metabolism (>90%): all CCB  precaution in liver failure • Minimal renal excretion  relatively save for renal failure .

constipation Kontraindikasi : – Gagal jantung – Hati-hati pada sirosis hati 22 . edema perifer • Verapamil.Efek samping • Nifedipine: – Hipotensi  iskemia miokard atau serebral – Tachycardia  serangan angina pada pasien PJK – Sakit kepala. muka merah. diltiazem: – Bradycardia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful