Anda di halaman 1dari 11

BAB IV.

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Uraian Pendahuluan 1. Latar Belakang : Kegiatan Perencanaan Teknis Pembangunan Pasar Rawa Indah ini mendesak untuk segera dilaksanakan karena kapasitas pasar yang ada sekarang, baik ditinjau dari jumlah pedagang dan pembeli ataupun kendaraan yang parkir tiap hari tidak memadai. Demikian pula ditinjau dari kondisi pasar dari segi kesehatan dan skala pelayanan pasar sebagai pasar terbesar di Kota Bontang juga kurang memadai. Untuk itu perlu segera dibangun pasar yang lebih represestatif dan dapat mengakomodir baik kebutuhan yang ada sekarang amu[pun kebutuhan beberapa tahun ke depan di lokasi yang telah ada sekarang. Pekerjaan perancangan ini akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana yang penunjukannya dilakukan melalui proses seleksi umum. Kerangka Acuan Kerja (selanjutnya disebut KAK) ini disusun sebagai acuan bagi para Konsultan Perencana dalam rangka mengikuti proses pengadaan jasa.

2. Maksud dan Tujuan

1. Maksud Dan Tujuan Proyek. a. Menyediakan pasar yang lebih akomodatif sebagai salah satu sarana penggerak perekonomian perekonomian di kota Bontang. b. Dengan tersedianya pasar tradisional yang lebih baik serta akomodatif, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat kota Bontang secara menyeluruh. c. Menata ulang dan menyediakan fasilitas pasar secara menyeluruh sehingga tercipta pasar yang sehat dan tertata baik yang dapat menunjang serta menyesuaikan aktifitas lingkungan sekitarnya.

2. Maksud Dan Tujuan Perencanaan. Perencanaan Teknis Pembangunan Pasar Rawa Indah adalah dimaksudkan untuk memenuhi kenyamanan dan kebutuhan pengguna pasar, yaitu penjual, pembeli dan masyarakat umumnya serta dapat memenuhi syarat untuk penataan dan pengelolaan lingkungan di sekitar pasar sehingga hasil pembangunan pasar nantinya sebagaimana yang diharapkan. Tujuan dari KAK ini adalah agar hasil/keluaran yang diharapkan dari konsultan merupakan perencanaan yang matang yang mendukung pelaksanaan fisik pembangunan pasar serta pada tahap pengoperasian dan pengelolaan nantinya. 3. Sasaran 4. Lokasi Kegiatan : : Untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat kota Bontang. Pasar Rawa Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Kas Daerah/APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2011.

5. Sumber Pendanaan

6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

Nama Pejabat Pembuat Komitmen : __________

Proyek/Satuan Kerja : __________

Data Penunjang 7. Data Dasar : Data Fisik. 1. 1. Lokasi Proyek : Persimpangan Jl Juanda dan Jl. KS. Tubun Kel. Tanjung Laut Indah. 2. Data Fisik Tapak : a. Permukaan tanah dilokasi relatif datar, kondisi lahan berawa. b. Terletak di tepi jalan raya, dengan dua sisi menghadap jalan, dan dua sisi lainnya menghadap ke permukiman penduduk. c. Lokasi pasar saat ini masih ditempati dan digunakan, pengguna pasar akan direlokasi ke pasar sementara pada saat pelaksanaan pembangunan pasar akan dimulai. 3. Aksesibilitas : Lahan relatif mudah dicapai dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. 4. Rencana sarana yang akan dibangun. a. Bangunan utama pasar, baik pasar basah maupun pasar kering dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan proyeksi kebutuhan untuk beberapa tahun ke depan. b. Bangunan penunjang kawasan yakni utilitas bangunan yang terdiri dari : saluran drainase, saluran pembuangan, kandang ayam, rumah genset & rumah pompa beserta kelengkapannya, mushola dan toilet. c. Perencanaan Site Development dan Landscape, terdiri dari pagar batas halaman, tiang-tiang lampu beserta kelengkapannya, tempat parkir yang kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan harian serta penataan taman. d. Bangunan-bangunan lainnya yang dibutuhkan namun belum masuk KAK ini, yang nantinya ditentukan oleh Pemberi Tugas pada saat proses DED. Kriteria Umum. Perencanaan Pembangunan Pasar Rawa Indah ini harus sesuai dengan ketentuan- ketentuan dan persyaratan perencanaan bangunan gedung yang berlaku, baik segi arsitektural, konstruksi, mekanikal / elektrikal maupun persyaratan-persyaratan yang berfungsi sebagai sarana perniagaan umum dengan sarana pendukung bangunan lain, sebagai kelengkapannya antara lain : 1. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata letak. Menjamin pembangunan pasar nantinya berfungsi sebagai sarana perniagaan dan memberi manfaat untuk kemajuan perekonomian masyarakat. b. Menjamin kenyamanan serta keselamatan pengguna masyarakat dan lingkungan. 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. Menjamin terwujudnya pembangunan Pasar Rawa Indah serta kawasannya berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan budaya lokal dengan sentuhan modern, sehingga dihasilkan rancangan yang harmonis-menyatu dan adaptif dengan lingkungan sekitarnya.

8. Standar Teknis

3.

4.

5.

6.

7.

b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. c. Menjamin bangunan pasar dan bangunan gedung pendukungnya, dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yang disertai dengan dokumen mengenai pengelolaan lingkungan. d. Disain arsitektur gedung, bangunan pendukung, serta lansekapnya memberi kesan kesatuan serasi dan harmonis dengan kawasan sekitarnya. Persyaratan Struktur Bangunan : a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa, sehingga mampu memberi peringatan dini pada penghuni saat awal terjadinya kebakaran. b. Menjamin terwujudnya bangunan Pasar Rawa Indah yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran, sehingga : 1. Cukup waktu bagi pedagang, pembeli dan masyarakat pengguna melakukan evakuasi secara aman. 2. Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api. 3. Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung pasar yang mempunyai akses yang layak, aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi pedagang dan pembeli dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat. c. Menjamin tersedianya aksesibilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. Persyaratan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya (Alarm) : a. Menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman, apabila terjadi keadaan darurat. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi : a. Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan / stadion gedung sesuai dengan fungsinya terutama penerangan di lapangan bila terjadi kegiatan malam hari. b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung lapangan atlet / stadion dan penghuninya dari bahaya akibat petir.

8. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan perniagaan dalam bangunan pasar dan bangunan penunjang sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunan dan lingkungan. c. Menjamin tidak ada genangan air di dalam bangunan pasar dan lansekap pendukungnya pada saat musim hujan. d. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 9. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung maupun lapangan sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. c. Dalam hal penggunaan sistem penghawaan buatan (AC), diusahakan agar beban pendinginan ruangan tidak terlalu besar sehingga dapat menghemat energi. 10. Persyaratan Pencahayaan : a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung maupun lapangan sesuai dengan fungsinya. b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. c. Pencahayaan buatan untuk ruang-ruang yang diperlukan harus perlu dibuatkan cadangan. 11. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : a. Menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan suara dan getaran yang tidak diinginkan. b. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. 9. Referensi Hukum : 1. Undang-Undang RI No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi. 2. Undang undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. 3. Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 5. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. 6. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 Bangunan Gedung. 8. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 441 / KPTS / 1998 Tentang Persyaratan Teknis Aksebilitas Pada Bangunan Umum dan Lingkungan. 9. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 468 / KPTS /1998 Tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 10 / KPTS / 2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. 11. 11. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 11 / KPTS / 2000 Tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan. 12. Keputusan Mentari Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 332 / KPTS / M / 2002 Tentang pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 13. Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 152 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah. 14. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 207 Tahun 2005 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah Secara Elektronik. 15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. 16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 Pedoman Teknis Fasilitas Dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung Dan Lingkungan. 17. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 18. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. 19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Jenis Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 20. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup. 21. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 22/SE/M/2007 tanggal 12 desember 2007 tentang Pedomana Besaran Biaya Personil dalam Penyusunan Harga Perkiran Sendiri (HPS) / Rencana Anggaran Biaya (RAB) Paket Pekerjaan Konsultansi di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 22. Surat Edaran bersama antara BAPPENAS dan Departemen Keuangan Nomor 1203/D.II/03/2000SE-38/A/2000 tanggal 17 Maret 2000 tentang Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk jasa konsultansi (biaya langsung personil/remuneration) dan biaya langsung non personil (direct reimbursable cost). 23. Keputusan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia Nomor 52/SK.DPN/X/2010 tentang Ketentuan Pedoman Standar Minimal Tahun 2010 Biaya Langsung Personil (Remuneration/ Billing Rate) dan Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursible Cost) untuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Kegiatan Jasa Konsultansi. 24. 29. Peraturan Daerah Kota Bontang No.. tentang Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan. 10. Lingkup Kegiatan : 1. Perencanaan Fisik Bangunan dan Tapak. a. Pengumpulan Data Lapangan. 1. Pengukuran Topografi dan geometri tapak eksisting. 2. Penyelidikan tanah (soil investigation). b. Perencanaan Tapak dan Blok Bangunan (keseluruhan). 1. Perencanaan Pasar Rawa Indah beserta bangunan kelengkapannya.

c.

d.

e. f.

2. Membuat Rencana Tata Letak Blok Bangunan (block plan) sesuai dengan tata-kawasan yang baru sesuai kebutuhan. Prarencana Arsitektur dan Sipil- Struktur Bangunan Gedung. 1. Skematik Desain (Denah, Tampak, potongan) skala 1:200 (sesuai kebutuhan). 2. Skematik Layout Tata Letak Blok Bangunan (block plan). 3. Spesifikasi Umum (Sistem dan Material) Bangunan. 4. Perhitungan Pondasi dan Struktural Atas dan Konstruksi Bangunan. 5. Perencanan Sistem dan Jenis pondasi Konstruksi Bangunan. 6. Perencanaan Sistem dan Jenis Struktur Atas Konstruksi Bangunan. 7. Perencanaan Sistem tempat parkir. 8. Estimasi Biaya Arsitektural dan Sipil - Struktur. Prarencana Elektrika - Mekanikal - Plumbing Bangunan. 1. Skematik desain Sistem & Jaringan Utama (single line) skala 1:200. 2. Perhitungan kapasitas terpasang peralatan MEP. 3. Spesifikasi Umum (Jenis, Sistem, dan Material) peralatan/ instalasi. 4. Estimasi Biaya Elektrikal- Mekanikal- Plumbing. Perencanaan Site Development dan Landscape. Pembuatan Maket & Presentasi. 1. Pembuatan Maket Blok Bangunan (1:200). 2. Pembuatan Bahan Presentasi & Sketsa Perspektif Bangunan.

2. Perancangan Detail Engineering Design. a. Pengembangan Prarencana. 1. Pengembangan Gambar Rancangan Arsitektur skala 1:200. 2. Pengembangan Gambar Rancangan Sipil - Struktur skala 1:200. 3. Pengembangan Sistem and Spesifikasi Umum (termasuk integrasi antar system bangunan A/S/MEP). b. Pembuatan Gambar Kerja. 1. Gambar Kerja Arsitektur Skala 1:5 s/d 1:100. 2. Gambar kerja Sipil - Konstruksi skala 1:5 s/d 1:100. 3. Gambar Kerja M-E-P skala 1:5 s/d 1:100. 4. Gambar Kerja Site Development dan Landscape. c. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) A/S/MEP. 1. Penyusunan Jenis dan Volume Pekerjaan (BQ). 2. Penyusunan Analisa Harga Satuan. d. Penyusunan Laporan Akhir Perencanaan. 1. Rencana Pekerjaan, Paket Pelaksanaan & Tahapan Pembangunan. 2. Laporan Hasil Perencanaan. 3. Pelelangan. a. Membantu menyiapkan Dokumen Pelelangan. b. Memberi Penjelasan Perencanaan pada Rapat Penjelasan pelelangan. 4. Pengawasan Berkala. a. Memberi penjelasan/ memecahkan masalah yang timbul di lapangan.

11. Keluaran-Keluaran

1. Output. Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini selanjutnya akan diatur dalam surat perjanjian tersendiri, yang meliputi : a. Block Plan Pasar Rawa Indah dan fasilitasi berupa penunjang gedung lainnya. b. Album Gambar Perencanaan terdiri dari : 1. Gambar Arsitektur beserta detai-detailnya. 2. Gambar Struktur beserta detai-detailnya. 3. Gambar Mekanikal dan Elektrikal beserta detai-detailnya. 4. Gambar Site-Development beserta detai-detailnya. 5. dan Gambar- gambar lainnya yang berkaitan dengan pembangunan Pasar Rawa Indah dan Bangunan Penunjang lainnya. c. Perhitungan Struktur dan Mekanikal-Elektrikal. d. Rencana Kerja dan Syarat Syarat (RKS). e. Bill of Quantity (BQ). f. Rencana Anggaran Biaya (RAB). g. Dokumen Pengadaan Jasa Pemborongan. h. Animasi 3D. i. Gambar perspektif normal. j. Dokumen mengenai lingkungan hidup (AMDAL atau UKL/UPL) sesuai dengan lingkup hasil perencanaan. Laporan karya perencanaan disajikan dalam bentuk hardcopy rangkap 5 (lima) diatas kertas HVS 70 gram dengan ukuran yang disesuaikan dan dalam bentuk softcopy. 2. Pemaparan, Asistensi dan Diskusi. Pada setiap selesainya suatu tahapan Perencanaan akan diadakan suatu pertemuan bersama antara Konsultan Perencana, Pemberi Tugas serta Unsur instansi terkait guna membahas hasil pekerjaan yang telah dicapai dan menambahkan data yang diperlukan bagi tahapan berikutnya. Tahapan pembahasan ini sudah termasuk dalam waktu pelaksanaan yang diajukan oleh KONSULTAN PERENCANA.

3. Jenis Dan Bentuk Presentasi Laporan/ Produk Kerja. a. Produk Draft Final. 1. Dalam proses pekerjaan perencanaan, konsultan wajib menyiapkan masing-masing satu set produk draft lengkap untuk diparaf sebagai bukti persetujuan produk final. 2. Laporan program kemajuan pekerjaan perencanaan ditetapkan berdasarkan hasil dari persetujuan atas prduk draft dengan bobot kemajuan pekerjaan berdasarkan kepada bobot pekerjaan untuk setiap tahap pekerjaan, dan bukan berdasarkan waktu atau man- hour unit yang telah digunakan. b. Produk Final. 1. Hasil kerja final berupa penggandaan 5 (lima) set masingmasing Laporan / Dokumen dalam bentuk fotocopy laporan dan gambar dokumen yang telah disahkan oleh Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang. 2. Semua bentuk dokumen gambar dan RAB disertakan dalam Compact Disc (CD) sebanyak 5 (lima) rangka.

4. Bentuk Presentasi Buku Laporan. a. Semua laporan berupa buku/ tulisan disusun dengan ukuran F4 dengan ukuran dan bentuk huruf yang cukup jelas terbaca. b. Laporan berupa tabel/ gambar dengan ukuran lebih besar dapat dilipat sesuai ukuran yang ditetapkan. c. Buku laporan antara lain meliputi : 1. Laporan survey, PengukuranTopografi, Penelitian Tanah. 2. Perhitungan Konstruksi, Perhitungan MEP. 3. Rencana Kerja dan Syarat- syarat (RKS), rencana Anggaran Biaya (RAB). d. Dokumen mengenai lingkungan (AMDAL atau UKL/UPL) sesuai dengan hasil perencanaan. 5. Bentuk Presentasi Gambar Dokumen gambar dibuat dalam 2 ukuran kertas Gambar, yaitu: a. Gambar Pra Rencana ukuran kertas A3 : Skala Gambar 1:200. b. Gambar Kerja (Rencana Detail) Ukuran kertas disesuaikan : 1. Gambar Kerja (Denah/ Layout) : skala 1:50 s/d 1:100. 2. Gambar Kerja (Detail- detail) : skala 1:5 s/d 1:20. 12. Peralatan, Material, Personil
dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen

Tidak ada.

13. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

1. Kendaraan yang diperlukan untuk mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi. 2. Peralatan untuk survey lapangan dan pengukuran. 3. Peralatan untuk keperluan kantor selama pelaksanaan kegiatan.

14. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa 15. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan

Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan sebagaimana diuraikan dalam lingkup pekerjaan diatas perencana harus diselesaikan seluruhnya dalam waktu 150 (seratus lima puluh) hari kalender atau waktu yang ditetapkan sesuai dengan hasil rapat penjelasan pekerjaan terhitung sejak penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Jumlah Posisi Tenaga Ahli Team Leader Klasifikasi A1 harus berlatar belakang minimal pendidikan Pasca Sarjana (S2/S3) jurusan Teknik Sipil/Arsitektur dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 8 (delapan) tahun atau minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Arsitektur dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 12 (dua belas) tahun dan memiliki SKA. 1 Kualifikasi Orang Bulan

16. Personil

Tenaga Ahli Arsitektur

klasifikasi B4 harus berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Arsitektur dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 10 (sepuluh) tahun dan memiliki SKA. klasifikasi B4 harus berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 10 (sepuluh) tahun dan memiliki SKA.

Tenaga Ahli Struktur / Teknik Sipil

Tenaga Ahli Sipil Tanah/ Geoteknik

klasifikasi C2 harus berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil Tanah / Geoteknik dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 6 (enam) tahun dan memiliki SKA.

Ahli Teknik Elektro (M & E) klasifikasi D2 berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) Jurusan Teknik Mesin/Elektrikal dan berpengalaman di bidang perencanaan sistem mekanikal dan plumbing serta sistem elektrikal untuk bangunan gedung minimal 6 (enam) tahun dan memiliki SKA.

Tenaga Ahli Penyusun Dokumen Lingkungan

Mempunyai sertifikat kompetensi sebagai penyusun AMDAL dengan latar belakang minimal S1 dengan jurusan yang sesuai dan berpengalaman dalam penyusunan AMDAL atau UKL/UPL selama 2 tahun dan memiliki SKA.

Tenaga Ahli Sipil / Estimator

klasifikasi C2 harus berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 6 (enam) tahun dan memiliki SKA.

Asisten Tenaga Ahli Asisten Ahli Arsitektur Minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Arsitektur dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 4 (empat) tahun. Minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 4 (empat) tahun. Minimal pendidikan Sarjana (S1) jurusan Teknik Sipil Tanah / Geoteknik dan berpengalaman di bidang perekayasaan minimal 4 (empat) tahun. Minimal pendidikan Sarjana (S1) Jurusan Teknik Mesin/Elektrikal dan berpengalaman di bidang perencanaan sistem mekanikal dan plumbing serta sistem elektrikal untuk bangunan gedung minimal 4 (empat) tahun. 1

Asisten Ahli Sipil / Struktur

Asisten Ahli Sipil / Tanah / Geoteknik

Asisten Ahli Mekanikal & Elektrikal

Asisten Ahli Lingkungan

klasifikasi E3 berlatar belakang minimal pendidikan Sarjana (S1) Jurusan Teknik Lingkungan dan berpengalaman di bidang perencanaan teknik lingkungan minimal 4 (empat) tahun.

Asisten Ahli Estimator

klasifikasi E3 berlatar belakang minimal pendidikan Diploma (D3) Jurusan Teknik Sipil berpengalaman di bidang perencanaan bangunan gedung minimal 4 (empat) tahun.

Tenaga Sub Profesional Operator CAD/CAM minimal pendidikan S1 dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun. 4

Surveyor

minimal pendidikan D3 dengan pengalaman dibidangnya minimal 4 (empat) tahun.

Juru Gambar / Draftmen

Minimal pendidikan STM dengan pengalaman dibidang gambar teknis minimal 6 (enam) tahun.

Tenaga Pendukung Administrator Memiliki latar belakang pendidikan D3 dengan pengalaman 3 tahun di proyek. 1

Sekretaris

Minimal pendidikan D3 dengan pengalaman 4 (empat) tahun di proyek.

17. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

:
1 2

Bulan Ke 3 4 5 Presentasi laporan Akhir dan penyerahan produk disain

Survey dan Presentasi Laporan Proses dari pra Presentasi Pengumpulan Pendahuluan disain menjadi Laporan Antara Data DED

18. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat : 1. Data Lapangan : Pengukuran Topografi dan geometri tapak eksisting, Penyelidikan tanah (soil investigation). 2. Beberapa alternatif perencanaan Tapak dan Blok Bangunan (keseluruhan). 3. Konsep atau Prarencana Arsitektur dan Sipil- Struktur Bangunan Gedung : a. Skematik Desain (Denah, Tampak, potongan) skala sesuai dengan kebutuhan. b. Skematik Layout Tata Letak Blok Bangunan (block plan). c. Spesifikasi Umum (Sistem dan Material) Bangunan. d. Pemilihan jenis struktur secara umum. e. Estimasi Biaya Arsitektural dan Sipil - Struktur. f. Prarencana Elektrika - Mekanikal - Plumbing Bangunan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 45 (empat puluh lima) hari kerja/bulan sejak SPMK. Laporan antara memuat : a. Pengembangan Prarencana : Pengembangan Gambar Rancangan Arsitektur, Sipil Struktur, Mekanikal Elektrikal Plumbing dan sistem integrasinya skala 1:200. b. Pembuatan Gambar Kerja: Gambar Kerja Arsitektur, Sipil-Struktur, Mekanikal Elektrikal plumbing, Site development dan lansekap Skala c. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) keseluruhan, yaitu : Penyusunan Jenis dan Volume Pekerjaan (BQ) dan Penyusunan Analisa Harga Satuan. d. Penyusunan Dokumen Lingkungan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 120 (seratus dua puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK. Laporan Akhir memuat : a. Buku laporan akhir perencanaan. b. Album Gambar Perencanaan Arsitektur, Sipil, Mekanikal Elektrikal c. Perhitungan Struktur dan Mekanikal-Elektrikal. d. Rencana Kerja dan Syarat Syarat (RKS). e. Bill of Quantity (BQ).

19. Laporan Antara

20. Laporan Akhir

f. g. h. i. j.

Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dokumen Pengadaan Jasa Pemborongan. Animasi 3D. Gambar perspektif normal. Dokumen mengenai lingkungan hidup (AMDAL atau UKL/UPL) sesuai dengan lingkup hasil perencanaan.

21. Produksi Dalam Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi : a. Ditentukan pihak penyedia jasa sebagai lead firm yang bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan keseluruhan kepada Pemberi Tugas. b. Ditentukan pola kerjasama kedua belah pihak dan diketahui oleh Pemberi Tugas. c. Besaran persentase modal atau pembagian kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan diketahui Pemberi Tugas. Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut: a. Tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada. b. Tidak mengganggu kondisi masyarakat sosial di lokasi. c. Menghormati kearifan lokal. d. Berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan instansi terkait. Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada Pemberi Tugas.

22. Persyaratan Kerjasama

23. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan

24. Alih Pengetahuan

Bontang,

Januari 2011

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang

Ir. ABDUL RIFAI NIP. 19630417 198603 1 022