P. 1
JUKNIS 1769 2011

JUKNIS 1769 2011

|Views: 199|Likes:

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2015

pdf

text

original

PETUNJUK TEKNIS

PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1796 TAHUN 2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN UNTUK PERAWAT DI WILAYAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Tim Penyusun

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Komplek Ruko Cempaka Mas Blok M1 Nomor 42 – 43 Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat Telp. 021-4255015 Fax. 021-4255150

Petunjuk teknis ini disusun sebagai acuan pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan secara berjenjang mulai Pengurus PPNI Komisariat. Jakarta. sehingga tidak ada anggota PPNI di Provinsi DKI Jakarta yang tidak mendapatkan Surat Tanda Registrasi dan atau tidak menjadi anggota PPNI Provinsi DKI Jakarta melalui Pengurus Komisariat. 1. Kami tetap meminta kepada semua pihak memberikan masukan terhadap kesempurnaan petunjuk teknis ini agar lebih bermanfaat dan berguna bagi semua pihak. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI yang telah turut serta memberikan masukan sekaligus penyandang dana. 2. Pengurus PPNI Wilayah hingga Pengurus PPNI Provinsi di Provinsi DKI Jakarta. 3 Januari 2012 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Ketua. khususnya anggota PPNI di Provinsi DKI Jakarta menjadi lebih kompeten. Pengurus PPNI Provinsi DKI Jakarta yang aktif selama penyusunan petunjuk teknis ini. sekaligus memberi banyak masukan dan sarannya. khususnya pada masa peralihan atau pemutihan STR untuk 5 (lima) tahun mendatang. SH. SWT atas rahmat dan ridho-Nya. Pengurus PPNI Kota Administrasi dari 5 (lima) wilayah Kota Administrasi sebagai tim penyusun petunjuk teknis ini. SKp. SKp.Kom . 4.Kep selaku Kepala Sub Direktorat Rumah Sakit Khusus Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisian Medik. Bapak Harif Fadillah. professional sehingga pelayanan keperawatan di Provinsi DKI Jakarta semakin berkualitas melalui registrasi tenaga kesehatan.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjat ke hadirat Allah. Ns. M.Kep. Advokat selaku Sekretaris Jenderal PPNI Pusat yang telah banyak mendorong agar implementasi Permenkes Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan di Provinsi DKI Jakarta berjalan cepat dan terarah. M. 3. khususnya kepada . Ibu Prayetni. Sp. Kami berharap semoga petunjuk teknis ini bermanfaat untuk semua anggota PPNI di Provinsi DKI Jakarta.Purwadi. sehingga PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 1796 TAHUN 2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN UNTUK PERAWAT DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA dapat terselesaikan. Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan petunjuk teknis ini.

5. Keputusan MUNAS VII PPNI No. 3. 2. bahwa salah satu fungsi pokok dari organisasi profesi adalah mengkawal berbagai regulasi atau kebijakan dari Pemerintah yang berhubungan langsung dengan anggota. bahwa PPNI Provinsi DKI Jakarta perlu menjamin pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan yang dimaksud pada huruf 2 (dua) sesuai dengan ketentuan yang ada. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 148 Tahun 2010 tentang ijin penyelenggaraan praktek perawat. bahwa salah satu regulasi atau kebijakan tersebut adalah Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. 6. 3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Keputusan Pengurus Pusat PPNI Nomor 14/PP. 4. . Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2009 tentang sistem kesehatan daerah. Mengingat : 1. bahwa sesuai dengan huruf 3 (tiga) perlu disusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan untuk Perawat di Provinsi DKI Jakarta melalui Keputusan Ketua PPNI Provinsi DKI Jakarta.KEPUTUSAN KETUA PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Nomor : 001/PPNI-DKI/SK/I/2012 tentang PEMBERLAKUAN PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1796 TAHUN 2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN UNTUK PERAWAT DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PENGURUS PROVINSI PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Menimbang : 1.PPNI/SK/K/II/2010 tentang pengesahan pengurus PPNI Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2011 – 2015. 06/Munas-VII/PPNI/2005 tentang perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPNI. 4. 2.

Menjadi strategi membangun data dasar perawat dan Institusi Pendidikan Keperawatan. Ketupusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Menjamin semua perawat di Provinsi DKI Jakarta teregistrasi. KESATU : KEDUA : KETIGA : Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 3 Januari 2012 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Ketua. Purwadi. 3. 31. Pengurus PPNI Wilayah dan Pengurus PPNI Provinsi. Menjadi acuan pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan bagi seluruh anggota PPNI di Provinsi DKI Jakarta. Menjamin pelaksanaan uji kompetensi mulai lulusan mulai Tahun 2012 berlangsung sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. 5. M.72.MEMUTUSKAN Menetapkan PEMBERLAKUAN PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1796 TAHUN 2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN UNTUK PERAWAT DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA Petunjuk Teknis dimaksud dalam keputusan ini terdiri dari : 1. Ns. Bab V tentang Program pembinaan penyelenggaraan praktik perawat Tujuan disusunnya Petunjuk Teknis ini antara lain . 5. 4. Bab II tentang Pengembangan data dasar perawat di Provinsi DKI Jakarta yang teregistrasi dan Institusi Pendidikan Keperawatan. khususnya Pengurus PPNI Komisariat. Menjamin masyarakat di wilayah Provinsi DKI Jakarta dilayani oleh perawat teregistrasi. 4. sehingga mutu pelayanan keperawatan menjadi semakin berkualitas. Bab I tentang Sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan melalui jejaring PPNI dan Himpunan/Ikatan.34. 3.Kep. 2. 1.10. Bab III tentang Masa Peralihan dari Surat Ijin Perawat (SIP) atau Surat Ijin Kerja (SIK) menjadi Surat Tanda Registrasi (STR). 2.12814 . Sp.Kom NIRA. Bab IV tentang Uji Kompetensi Bagi Lulusan Perawat.

Tahapan kegiatan 1. Sasaran 1. Pelaporan Pelaporan terdiri dari jumlah peserta. Pengurus PPNI Pusat 3. Pengurus MTKI atau MTKP 2. Mengirimkan surat undangan/pemberitahuan. Pimpinan Puskesmas. Tujuan 1. metode kegiatannya. Pengurus PPNI Provinsi 4. isu penting yang dibahas dan rencana tindak lanjut yang disepakati. Klinik dan Sudinkes mendukung mekanisme pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Seluruh perawat yang bekerja di Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan di instansi tempat kerjanya. Perawat yang bekerja di Instansi Kementrian/Lembaga Pemerintah dan Lembaga Swasta lainnya. 3. Perawat yang bekerja di Klinik 3. 2. tempat dan peralatan yang diperlukan. Rapat tim sosialisasi membahas peserta atau sasarannya. Pengurus Himpunan/Ikatan F. Melaksanakan kegiatan sosialisasi 5. . C. waktu dan tempatnya. B. Definisi Kegiatan menyebarluaskan informasi tentang Permenkes tersebut kepada seluruh perawat yang bekerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Pelaksana 1. Perawat yang bekerja di Puskesmas 4. 4. D. Pembentukan tim sosialisasi. Pengurus PPNI Kota Administrasi 5. Pelaporan dibuat dan ditembuskan kepada PPNI Provinsi DKI Jakarta.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 1769 TAHUN 2011 TENTANG REGISTRASI TENAGA KESEHATAN UNTUK PERAWAT DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA BAB I Sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan melalui jejaring PPNI dan Himpunan/Ikatan A. Perawat yang bekerja di Instansi Pendidikan 6. waktunya. 2. Perawat yang bekerja di Rumah Sakit 2. Seluruh perawat yang bekerja di Provinsi DKI Jakarta memahami Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Stakeholder terkait seperti pihak manajemen Rumah Sakit. Perawat yang bekerja di tatanan Suku Dinas Kesehatan/Dinas Kesehatan 5. Menyusun laporan kegiatannya E. 3.

C.4255150 dengan Petugas Sekretariat Sdr. Setelah entry data selesai. 3. b. Terpantaunya masa berlaku registrasi bagi perawat yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). wajib melalui pengurus komisariat terdekat atau komisariat Puskesmas Kecamatan. a. 2. Foto berwarna dengan latar berwarna merah ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar. 2. 2. Letjen Suprapto Blok M1 No. 6. . 3. B. Pengurus PPNI Provinsi mengirimkan data entry dan berkas ke MTKI dengan tembusan ke Ketua MTKP dan Ketua PPNI Kota Administrasi. 7. Institusi Pendidikan Keperawatan di seluruh Provinsi DKI Jakarta. Tersedianya data dasar Institusi Pendidikan Keperawatan dengan prosentase yang lulus uji kompetensi. 9. Pengurus komisariat dan Institusi Pendidikan Keperawatan melakukan entry data sesuai dengan formulir isian yang ada dalam bentuk Program Excel. Berkas dapat ditolak apabila tidak memenuhi syarat sebagaimana point nomor 1 (satu). 021. Fotocopy SIP atau Sertifikat Kompetensi bagi yang memiliki. Bagi perawat yang bekerja di Klinik dan atau Institusi Pelayanan Kesehatan lainnya yang tidak termasuk anggota komisariat. Ruko Cempaka Mas Jl. Perawat yang bekerja di seluruh Instansi Pemerintah maupun swasta di wilayah Provini DKI Jakarta. dalam bentuk CD-Room. 4.425054 Fax. c. Tujuan 1. dikirim ke Pengurus PPNI Provinsi lengkap dengan berkasnya. 021. D. Tahapan kegiatan 1. Sekretariat PPNI Provinsi DKI Jakarta adalah .BAB II Pengembangan data dasar perawat di Provinsi DKI Jakarta yang teregistrasi dan Institusi Pendidikan Keperawatan A. Stempel basah yang dimaksud. Sasaran 1. diutamakan dari Institusi Pendidikan Keperawatan asal perawat dan atau dari Institusi tempat bekerjanya. termasuk data Institusi Pendidikan Keperawatan dengan jumlah/prosentase lulusan yang lulus uji kompetensi. Definisi Mekanisme pengelolaan data dasar perawat seluruh Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan proses registrasi melalui Surat Tanda Registrasi (STR) baik lulusan perawat sebelum Tahun 2012 dan lulusan Tahun 2012. Pengurus Komisariat dan Institusi Pendidikan Keperawatan mempublikasikan persyaratan penerbitan STR yaitu . diberikan Tanda Bukti Proses Penerbitan STR dari Pengurus PPNI Provinsi. Erwin Sutanto. 1 (satu) lembar ijazah terakhir yang dilegalisir dengan stempel basah. 42-43 Telp. Kepada Pengurus Komisariat dan Institusi Pendidikan Keperawatan. Tersedianya data dasar perawat di Provinsi DKI Jakarta yang teregistrasi. 5. 8. Pengurus komisariat dan Institusi Pendidikan Keperawatan mengumpulkan berkas STR sebagaimana point 1 (satu).

No 1 2 3 4 5 Wilayah Jakarta Pusat Jakarta Utara & Kep Seribu Jakarta Barat Jakarta Selatan Jakarta Timur Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at 12. Erwin Sutanto Komisariat mendapatkan Tanda Bukti Proses Penerbitan STR dengan lampiran daftar nama anggota Mengirimkan ke MTKI dengan tembusan : Pengurus PPNI Kota Administratif dan Ketua MTKP Pengurus Komisariat mengambil STR dengan menunjukkan Tanda Bukti Proses Penerbitan STR & bukti pembayaran iuran PPNI selama 1 tahun. 11. Selanjutnya dapat digambarkan dengan alur berikut ini : Publikasi oleh Pengurus Komisariat / Institusi DIKWAT: 1 (satu) lembar ijazah legalisir basah. kecuali lulusan baru E.10. Pengambilan Surat Tanda Registrasi (STR) apabila sudah selesai. Untuk tertib administrasi pengumpulan berkas STR dijadwalkan sebagai berikut . kecuali bagi lulusan baru dari Institusi Pendidikan Keperawatan. Bentuk Tanda Terima Bukti Proses Penerbitan STR. secara berjenjang dari Komisariat ke Pengurus Kota Administrasi.42-43 Telp. termasuk hambatan yang terjadi selama proses penerbitan STR. diambil ke Sekretariat PPNI Provinsi dengan menunjukkan Surat Tanda Terima dan bukti pembayaran iuran anggota selama 1 (satu) tahun. . seperti terlampir. 021-4255054) dengan Sdr. G. foto 4 x 6 color deng latar merah 3 lembar dan copy SIP/SERKOM kalau punya Pengurus Komisariat / Institusi DIKWAT entry data memakai program excel & pengumpulan berkas dengan map warna merah Dikirim ke Sekretariat PPNI Provinsi DKI Jakarta (Ruko Cempaka Mas Blok M1 No. Pelaksana Pengurus PPNI Provinsi. F. Pengurus Provinsi dan Pengurus Pusat. Pelaporan Pelaporan dibuat oleh Pengurus PPNI Provinsi meliputi rekapitulasi data dasar sesuai dengan item yang ada dan perkembangan STR yang telah selesai.

.PPNI Komisariat Kabupaten/Kota. Kepada anggota PPNI tetap dihimbau untuk memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP) sesuai dengan bidang keilmuannya seiring dengan proses pemutihan STR. Pengurus Ikatan/Himpunan F. Definisi Yang dimaksud masa peralihan dari surat ijin perawat (SIP) atau Surat Ijin Kerja (SIK) menjadi surat tanda regitrasi (STR) adalah periode waktu tertentu yang diberikan kepada anggota PPNI untuk melakukan pengurusan SIP/SIK menjadi STR hingga 5 (lima) tahun setelah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan ditetapkan. Pengurus PPNI Komisariat. 4. C. Seluruh anggota PPNI melalui pengurus Komisariat dihimbau untuk melakukan pemutihan SIP/SIK menjadi STR sesuai dengan BAB II dalam Petunjuk Teknis ini. Pelaporan Pelaporan menyangkut jumlah anggota yang sudah mendapatkan STR. Menjamin anggota PPNI mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Penjelasan 1. Memberikan informasi tentang kebijakan masa peralihan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan kepada anggota PPNI. Sasaran Perawat lulusan D. Batas akhir pengurusan peralihan SIP menjadi STR pada tanggal 30 September 2016. Penyelenggara pendidikan dan atau pelatihan dapat dilakukan oleh Pengurus. Aturan lainnya terkait dengan penerbitan Satuan Kredit Profesi (SKP) mengikuti aturan dari PPNI Pusat. Pelaporan diberikan kepada Ketua MKTP Provinsi DKI Jakarta. Tersosialisasinya masa peralihan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. 5. 3.BAB III Masa Peralihan Dari Surat Ijin Perawat (SIP) atau Surat Ijin Kerja (SIK) menjadi Surat Tanda Registrasi (STR) A. 2. Memberikan kepastian tata aturan organisasi dalam mengkawal pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan di Provinsi DKI Jakarta. Kota Administrasi atau Provinsi DKI Jakarta 2. Pelaksana 1. Pengurus PPNI Provinsi DKI Jakarta dan pengurus Ikatan/Himpunan serta lembaga lainnya yang diakui. Satuan Kredit Profesi (SKP) diberikan pengurus PPNI Provinsi DKI Jakarta kepada peserta pendidikan dan atau pelatihan yang berasal dari wilayah Provinsi DKI Jakarta. E. 2. 6. B. 4. Tujuan 1. 3. yang masih mempunyai SIP.

pemeriksaan hasil uji menjadi tanggung jawab MTKI. . Sebagai umpan balik bagi Institusi Pendidikan Keperawatan dan atau PPNI untuk melakukan perbaikan mutu lulusan perawat.BAB IV Uji Kompetensi Bagi Lulusan Perawat A. 2. alamat dan jumlah dosen yang sudah mengikuti pelatihan asesor kompetensi. 3. C. Menjamin kepastian bahwa hanya perawat yang lulusan uji kompetensi yang diberikan Surat Tanda Registrasi. Memberikan perlindungan hukum terhadap lulusan perawat yang telah lulus uji kompetensi. Pelaporan Pelaporan pelaksanaan uji kompetensi dibuat oleh MTKP. pelaksanaan wisuda dan angkat sumpah. 3. PPNI Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan MTKP untuk melakukan pemetaan pelaksanaan uji kompetensi terkait dengan jumlah peserta. Penjelasan 1. PPNI Provinsi DKI Jakarta melakukan inisiasi kepada MTKP perihal uji kompetensi bagi Insititusi Pendidikan Keperawatan. penggandaan. 5. Pelaksana 1. PPNI Provinsi 3. Institusi Pendidikan Keperawatan F. Ners dan Ners Spesialis. B. Definisi Yang dimaksud dengan uji kompetensi bagi lulusan perawat adalah suatu proses mengukur tingkat pengetahuan. waktu dan tempat pelaksanaan uji kompetensi. Sasaran Lulusan perawat mulai Tahun 2012 untuk Program Diploma III. pengawas. MTKI dan atau MTKP 2. 4. Institusi Pendidikan Keperawatan wajib melaporkan kepada Ketua MTKP perihal permohonan uji kompetensi. Substansi uji kompetensi terkait bentuk soal. lokasi. dengan melampirkan jumlah peserta didik. E. Dua bulan sebelum pelaksanaan ujian akhir atau proses pendidikan berakhir dari kurun waktu perkuliahan. Memastikan bahwa lulusan perawat dari Institusi Pendididikan Keperawatan lulus uji kompetensi. 4. status akreditasinya. 2. Tujuan 1. keterampilan dan sikap lulusan perawat dengan standar yang ditetapkan oleh PPNI. Pelaksanaan dan hasil serta sertifikat kelulusan uji kompetensi menjadi tanggung jawab penuh MTKP. D.

4) Membuat laporan kegiatan 5) Mempublikasikan hasil penelitian tindakan melalui berbagai forum komunikasi yang ada. 2. Meningkatkan sikap perawat yang mencerminkan perilaku caring dan berfikir kritis berlandaskan kode etik keperawatan. D. C. Think (analisa) 1) Melakukan pengelompokan masalah yang ada menjadi tema-tema dari hasil pengkajian yang mendalam sehingga dapat menjadi beberapa tema pokok. termasuk pengembangan kusioner sederhana. Menyusun program kerja tahunan dalam bentuk berbagai jenis kegiatan seperti seminar. 2) Menetapkan masalah yang ada di area pelayanan keperawatan yang akan dilakukan penelitian tindakan. 3) Mengkaji lebih mendalam masalah yang ada dengan menggunakan berbagai metode seperti diskusi kelompok terarah. a. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan/Suku Dinas Kesehatan di 6 (enam) wilayah dalam rangka penyusunan program pembinaan penyelenggaraan praktik perawat. Sasaran Seluruh perawat yang bekerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta. pelatihan. workshop. Look (lihat) 1) Mengidentifikasi berbagai fenomena atau permasalahan yang ada di area pelayanan keperawatan sesuai bidang keilmuan atau jenis pelayanan. 4. symposium. Definisi Pembinaan penyelenggaraan praktik perawat adalah rangkaian kegiatan yang bersifat meningkatkan pengetahuan. . Melakukan penelitian keperawatan berbasis data lapangan atau evidence based dengan pendekatan penelitian tindakan (action research) untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. B. Tujuan 1. Action (pelaksanaan riset) 1) Menyusun perencanaan tindakan berdasarkan hasil analisa. b. dengan tahapan praktis . 3) Melakukan penilaian terhadap hasil tindakan yang telah dilakukan dari aspek kemanfaatan atau dampaknya tindakan terhadap masalah yang ada. 3. Meningkatkan keterampilan yang kompeten sesuai dengan bidang keahliannya. 2) Melakukan analisa terhadap berbagai tema pokok menjadi satu bentuk konsep atau kesimpulan penelitian tindakan dengan menetapkan akar permasalahan yang ada. c. Meningkatkan pengetahuan perawat yang memenuhi ranah peka budaya etis dan legal. Membentuk tim pembinaan penyelenggaraan praktik perawat Tingkat Kota Administrasi.BAB V Program pembinaan penyelenggaraan praktik perawat A. Penjelasan 1. 3. observasi dll. wawancara yang mendalam. 2) Melakukan tindakan penanganan masalah berdasarkan perencanaan yang dibuat secara bertahap dan simultan dengan melibatkan semua sumber daya yang ada. dll. sikap dan keterampilan dari seorang perawat yang bekerja ditatanan pelayanan dan atau pendidikan agar semakin professional dalam melaksanakan tugas keprofesiannya sebagai perawat. 2.

2) Tujuan Menemukan penyelesaian masalah yang dihadapi. 7. termasuk penerapan mentorship dan preceptor ship. 3) Langkah-langkah Merencanakan materi pelaksanaan diseminasi. menentukan tujuan dan lingkup bahasan serta membantu pihak yang berkonsultasi dalam pengambilan keputusan. bukan menilai.5. menentukan waktu dan tempat pelaksanaan diseminasi. tuntunan. Pendampingan merupakan aktifitas mendukung. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Penting dipastikan semua perawat di ruang perawatan atau seluruh Komisariat atau sebagian sesuai dengan kebutuhan mendapatkan hasil diseminasi informasi yang dilakukan. khususnya masyarakat keperawatan. Fokus dari pendampingan adalah meningkatkan kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan. Pendampingan (coaching) 1) Pengertian Hubungan kerjasama antara pendamping/fasilitator dan sasaran individu melalui komunikasi. dll untuk diketahui oleh khalayak umum. langkah-langkah untuk mengadopsi praktik baru dan mencapai target kompetensi dalam waktu tertentu. menentukan sasaran diseminasi. c. a. Perlu dilakukan publikasi hasil diseminasi informasi secara seleksi di tempat tertentu seperti papan informasi. Melibatkan peran serta pengurus komisariat dalam pembinaan dan pengembangan standar kompetensi anggotanya sesuai dengan kaidah CPD (continuing professional development). Mengembangkan strategi pembinaan komisariat sebagai pilot project pembinaan etik keperawatan yang bekerja sama dengan Majelis Kode Etik Keperawatan Provinsi. Rapat/pertemuan konsultasi 1) Pengertian Merupakan media yang dipakai untuk pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat. 3) Langkah-langkah Tim Pembina menyediakan waktu untuk pelaksanaan rapat/pertemuan konsultasi dengan Suku Dinas Kesehatan Wilayah dan atau dengan Pengurus Komisariat. Melaksanakan berbagai metode program pembinaan penyelenggaraan praktik perawat antara lain . menentukan metode diseminasi. Diseminasi informasi 1) Pengertian Merupakan suatu kegiatan menyebarkan atau memberikan informasi yang ditujukan kepada suatu kelompok atau individu. mendapatkan masukan dan informasi untuk pengambilan keputusan yang dikembangkan dalam penetapan kebijakan keperawatan. pelaksanaan diseminasi dan rencana tindak lanjut diseminasi. mendorong dan membantu individu agar secara aktif . Perlu dibuat progress report dari setiap rapat untuk melihat efektifitas pembinaan yang dilakukan. b. 6. 2) Tujuan Pengembangan ke depan dan kegiatan untuk penyesuaian dan mengintegrasikan ide kegiatan yang sudah ada berdasarkan informasi dari hasil seminar/diseminasi. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Penting untuk dilakukan penetapan periode waktu rapat seperti setiap 3 (tiga) bulan sekali yang terjadwal secara acak atau bergilir dari setiap komisariat yang ada.

4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Pendampingan perlu dilakuan kepada semua perawat secara berjenjang. terarah dan antusias. b) Membuat kesepakatan. h) Mendiskusikan untuk perbaikan atas umpan balik yang diberikan. c) Mempelajari dan melakukan penilaian terhadap kemampuan dasar melalui observasi. i) Membuat kesepakatan untuk pendampingan berikutnya. memantapkan kualitas keterampilan dengan cara meningkatkan pengalaman individu. Setiap coaching terdiri dari elemen . f) Setelah individu dinilai kompeten melakukan prosedur. Supervisi lapangan 1) Pengertian Kegiatan yang berorientasi pada pelurusan atau penegasan kembali terhadap prinsip atau kaidah sesuai standar dari penyelenggaraan kegiatan yang dilakukan dan menentukan tindakan koreksi yang perlu diambil bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan. 3) Langkah-langkah a) Membina hubungan baik dengan sasaran dengan memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan pendampingan. melalui pencegahan secara dini terhadap penyimpangan lebih lanjut dan mendapatkan umpan balik untuk pengambilan tindakan/kebijakan yang diperlukan dalam rangka penyempurnaan. Pendampingan tidak hanya memfokuskan kepada performance individu dalam melakukan tindakan atau prosedur. e) Menyampaikan umpan balik sesegera mungkin. . keterbukaan. kesejawatan. membantu pengembangan karir perawat terkait dengan menggali fakta diri untuk karirnya. maka berikan kesempatan untuk mandiri. sehingga akan tercipta komunitas professional perawat secara kolektif. g) Memberikan kesempatan individu untuk merefleksikan kegiatan atau keterampilan yang dilakukan. wawancara dan pencatatan. misalnya mendorong individu melakukan keterampilan secara mandiri dan memberikan cara agar tidak mengulang kesalahan. d) Mendorong sasaran individu melakukan demonstrasi. pendamping/fasilitator mengamati dan memberikan umpan balik.mengadopsi keterampilan baru atau mencapai kompetensi tertentu. 2) Tujuan Mengetahui permasalahan yang dihadapi di lapangan dan tindakan koreksi yang dilakukan. C = clear performance model (model kinerja yang jelas) O = openness to learning (keterbukaan untuk belajar) A = assessment to performance (penilaian kerja) C = communication (komunikasi) H = help and follow up (menolong dan tindak lanjut) 2) Tujuan Meningkatkan kemampuan dan keterampilan perawat. Prinsip pendampingan adalah kepercayaan. d. antara lain menjadi partner aktif dan membuat situasi kerja yang kondusif. tetapi juga terkait dengan berfikir kritis dan penerapan etika keperawatannya.

menetapkan tujuan. e) Membuat laporan kegiatan. instruksi dan simpulan. termasuk telaah terhadap dilemma etik yang terjadi dan alternative penyelesaian masalahnya. specific feedback. adalah menentukan tujuan belajar yang ingin dicapai oleh perawat. dll. inclution microskill. Hal ini sebagai bukti peran komisariat PPNI dan pengurus PPNI wilayah dalam membangun profesionalisme perawat. performance perawat. diawali dengan aspek positif untuk memotivasi pembelajar. telaah hasil umpan balik dari masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan. masukan dari pembimbing klinik dan pasien. 2) Tujuan Mengembangkan keterampilan interpersonal. perawat dan pasien serta role modeling. . c) Demonstration. dll. memberikan bimbngan khusus dengan mengacu pada SPO. f) Debriefing. target capaian. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Penting diperhatikan bahwa pembinaan penyelenggaraan praktek praktik perawat melalui bedside teaching dilakukan secara periodic. expectation. penyampaian hal-hal yang tidak boleh didiskusikan dihadapan pasien dan hindari penggunaan alat komunikasi. Perlu diutamakan pemberian reward terhadap capaian target dan dikaitkan dengan kinerja Rumah Sakit atau Institusi Pelayanan Kesehatan dari konstribusi Komisariat PPNI. b) Menetapkan area atau lingkup yang akan disupervisi. Bedside teaching 1) Pengertian Pengajaran atau pembelajaran aktif dengan kehadiran pasien. (2) feedback (perawat diberikan kesempatan untuk self review. meliputi analisis tingkat pengetahuan dan pengalaman perawat. c) Tahap post-round. antara lain rasio perawat. e) Inclution microskill. meliputi kegiatan (1) debriefing (perawat berkumpul kembali untuk evaluasi hasil interaksi). c) Menjelaskan maksud dan tujuan supervise lapangan. sesuai tujuan. interaksi pembimbing klinik. Pedoman. meliputi kegiatan menyiapkan pembelajar tentang syarat pengetahuan yang harus dimiliki dan persiapan pasien. pencapaian target. observasi. meliputi perkenalan. g) Eduction. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Penting dilakukan supervise lapangan pada lingkup penerapan etika keperawatan. peer review dan diberi umpan balik) dan (3) case analysis (perawat dan pembimbing klinik melakukan analisis kasus berdasarkan data yang diperoleh selama bedside teaching. Bedside merupakan kepanjangan dari briefing.3) Langkah-langkah a) Membuat surat kepada Komisariat. interaksi. d) Specific feedback. observasi performance perawat. untuk menjamin proses pembinaan berjalan baik. a) Briefing. b) Expectation. kemampuan yang harus dimiliki oleh pelatih sehingga efisien dan efektif. memberitahu sumber belajar yang digunakan. debrifieng and education. terjadwal dan terdokumentasi. 3) Langkah-langkah a) Tahap pre-round. d) Melakukan diskusi mengenai program kerja prioritas. demonstration. masalah yang dihadapi. b) Tahap round. e.

kekurangan dan meningkatkan kerjasama. ada fenomena dari kasus yang sama. menerima pendapat. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Sebelum proses diskusi. d) Membuat laporan terkait nama peserta. 3) Langkah-langkah a) Mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan sesuai lingkup bahasan yang disepakati. memperoleh solusi penyelesaian masalah. . isu penting selama diskusi dan rencana tindak lanjut. dengan jumlah 5 – 8 orang dengan waktu minimal 60 menit (5 menit pembukaan. 15 penyajian. Konsultasi 1) Pengertian Proses komunikasi dua arah dalam penyelesaian masalah. tempat dan waktu pelaksanaan. Lebih baik lagi bila. e) Melakukan evaluasi dan rencana tindak lanjut antara lain membuat cek list indicator keberhasilan. memperoleh masukan atau ide baru dan memperoleh dukungan terhadap pengambilan keputusan. menyelesaikan masalah yang mengacu pada standard an belajar menghargai kolega untuk lebih sabar. Diskusi Refleksi Kasus 1) Pengertian Metode pembelajaran dalam merefleksikan pengalaman perawat yang actual dan menarik dalam mengelola dan memberikan asuhan keperawatan melalui suatu diskusi kelompok yang mengacu pada pemahaman terhadap standar asuhan dan standar pelayanan. Pelaporan penting untuk dokumen aktifitas kegiatan yang dilakukan baik di tingkat Komisariat ataupun di tingkat Pengurus Wilayah. peserta dan fasilitator/moderator. pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan dan asuhan keperawatan. Konsultasi juga merupakan proses yang dinamis dimana tidak hanya terjadi pertukaran pandangan melainkan juga dibangun keterlibatan atau kerjasama antara konsultan dan pihak yang berkonsultasi. diskusi 30 menit dan 10 menit penutup) c) Menetapkan peran masing-masing personil dalam diskusi yaitu penyaji. Jenis kasus tidak mutlak yang jarang terjadi. tetapi bisa saja kasus umum namun. mengakui dan menerima kemampuan. 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Pelaksanaan konsultasi bisa sejalan atau paralel dengan kegiatan rapat/pertemuan konsultasi. dalam kurun waktu 1 (satu) tahun diangkat kasus yang menarik untuk dijadikan RDK tingkat komisariat/Rumah Sakit/Instansi Pelayanan Kesehatan. 2) Tujuan Mengembangkan profesionalisme perawat. d) Melakukan monitoring secara berkala.f. mendengarkan. b) Menyusun daftar masalah yang ada dan memprioritaskannya untuk dibahas. tanggal. c) Menentukan jadwal dan sumber daya untuk penyelesaian masalahnya. membangkitkan motivasi perawat untuk belajar. perlu disiapkan beberapa literatur untuk penguatan proses diskusinya. hanya perlu penegasan peran dan lingkup bahasan dari tim Pembina dengan Pengurus Komisariat. meningkatkan aktualisasi diri perawat. g. 3) Langkah-langkah a) Memilih kasus yang akan didiskusikan b) Menyusun jadwal kegiatan minimal 1 (satu) kali dalam satu bulan. 2) Tujuan Memperoleh atau memperbaharui informasi tentang pelayanan dan asuhan keperawatan.

E. Pelaporan Pelaporan dibuat secara berjenjang mencakup jenis kegiatan. harapan mentee. mengkaji ulang setiap bulan dan memastikan mentor dan mentee menemukan karakteristik masing-masing selama kurun waktu interaksi. memastikan komunikasi berjalan lancar. waktu untuk diskusi. Pelaksana Pengurus PPNI secara berjenjang dari Pengurus Komisariat. belajar dan pengembangan diri serta profesionalisme. 3) Langkah-langkah a) Tahap inisiasi. hambatan dan solusi serta rencana tindak lanjut. Mentoring 1) Pengertian Hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan sukarela dimana perawat yang berpengalaman dan berpengetahuan luas (mentor) serta memiliki pengalaman tinggi mendukung kematangan perawat yang kurang berpengalaman (mentee). tempat dan acara yang akan dilakukan. antara lain menyusun jadwal. meninjau kembali prestasi dan pencapaian tujuan dari mentee berdasarkan catatan yang ada (dalam rekam jejak). F. meningkatkan pemahaman mentee tentang peran dan tugas perawat dalam kebijakan local (RS/Puskesmas/Klinik. keterampilan manajerial dan rasa profesionalisme. Dunia atau pada saat Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. tetapi bimbingan mentor tetap ada. diawali dengan membuat komitment antara mentor dengan mentee tentang tujuan pembelajaran. c) Tahap pengembangan. mengkaji ulang hubungan mentor dengan mentee dan membahas project masa depan yang dilakukan 4) Hal-hal yang perlu diperhatikan Penting pelaksanaan kegiatan mentoring dilakukan di semua tatanan pelayanan termasuk di institusi pendidikan dalam hal ini adalah dosen untuk menjamin performance perawat yang berkualitas. mentor memberikan umpan balik. Lebih lanjut mengenai program pembinaan penyelenggaraan praktik perawat. mentor mengevaluasi kemajuan mentee selama pengalaman mentoring. mentor menolong mentee untuk berbagai keterampilan yang belum dikuasai secara mandiri. dapat dilihat di Pedoman Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit. peran dan tugasnya serta refleksi diri sendiri. Hubungan mentoring bersifat dinamik untuk menolong mentee meningkatkan efektifitas dan produktifitas diri. . waktu. jumlah peserta. menyepakati strategi komunikasi yang digunakan. dll). menjembatani perbedaan antara teori dan praktek. mengajarkan mentee untuk bekerja mandiri.h. mendorong kepercayaan diri mentee. b) Tahap perencanaan. Melalui mentoring dapat diinisiasi pemberian “Nurse Award” pada moment Hari Perawat Nasional. Pengurus Wilayah dan Pengurus Provinsi. meningkatkan berfikir kritis dan pengembangan karir. frekuensi. meningkatkan harga diri dan kemauan untuk mengambil resiko. 8. 2) Tujuan Menyesuaikan kompetensi tertentu pada situasi dan peran yang baru. mentor sebagai role model mentee. meningkatkan produktifitas. membimbing mentee dalam mengembangkan idenya sendiri. d) Tahap perpisahan.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia/ Himpunan/Ikatan … Wilayah Kota Administrasi … Ketua. No 1 2 3 dst Tempat Waktu Sasaran Jumlah Isu penting Rencana tindak lanjut Jakarta. . …………………….Lampiran 1 : Laporan Sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796 Tahun 2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan Melalui Jejaring PPNI & Himpunan / Ikatan Wilayah/Kota Administrasi : …………………………………….

sejumlah … (……) orang sebagaimana terlampir. TANDA BUKTI PROSES PENERBITAN SURAT TANDA REGISTRASI Nomor : /PPNI-DKI/I/2012 Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Kepada semua pihak terkait harap maklum adanya. …………………. Demikian surat tanda terima berkas surat tanda registrasi dibuat dengan sebenarnya sebagai bukti legal terhadap proses penerbitan STR sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1796 Tahun 2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. *) coret yang tidak perlu .. Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta Ketua. Jakarta. dengan ini menyatakan telah menerima berkas Surat Tanda Registrasi (STR) dari Komisariat Rumah Sakit / Puskesmas/ Sudinkes / Dinas Kesehatan / Klinik / Kementrian/Lembaga Negara ……………………………………………………*) atas nama …………………………………………….. ……………………….Lampiran 2 : Tanda Bukti Proses Penerbitan Surat Tanda Registrasi Sesuai Dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796 Tahun 2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. dkk.

Lampiran 3 : Lampiran Tanda Bukti Proses Penerbitan Surat Tanda Registrasi. Tanda Bukti Proses Penerbitan Surat Tanda Registrasi No 1 2 3 dst Nama L/P Tempat kerja Pendidikan Keperawatan Terakhir .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->