(~~j

Menteri Perindustrian Republik Indonesia
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBUK INDONESIA NOMOR: 90/M-IND/PER/ll/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 119/M-IND/PER/10/2009 TENTANG PETA PANDUAN (ROAD MAP) PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI FURNITURE

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN Menimbang REPUBUK INDONESIA,

: a. bahwa dalam rangka menjaga ketersediaan bahan baku rotan dan pemanfaatan rotan secara berkesinambungan bagi industri Furniture berbahan baku rotan, dan mendukung peningkatan pengembangan industri furniture khususnya yang berbahan baku rotan serta rnendukung program hilirisasi industri agro, perlu mengubah Peraturan Menteri Perindustrian Namor 119/M-1N D/PER/1 0/2009 tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dikeluarkan Peraturan Menter; Perindustrian tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Peri ndustria n Norne r 119/M -IN DIP ERl1 0/2009 te ntang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster lndustn Furniture;

Mengingat

1. Peraturan Presiden Nomar 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Orqanisasl Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu " Periode Tahun 2009-2014; 4. Menter; Perindustrian Nornor 119/M-IND/PERI tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture; Peraturan

10/2009

2

Nomor: 90/M- IND/PERj 11/2011

Peraturan Menteri Perindustrian RI

5. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 105/MIND/PER/10/201 0 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian; MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 119/M-1 ND/PER/1 012009 TENTANG PETA PANDUAN (ROAD MAP) PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI FURNITURE. Pasall Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 119/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture diubah sebagai berikut: 1. Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture Tahun 2012 - 2016 selanjutnya disebut Peta Panduan yang merupakan dokumen perencanaan nasional yang memuat sasaran, strategi dan kebijakan, serta program/rencana aksi pengembangan klaster industri furniture untuk periode 5 (lima) tahun. 2. Industri furniture adalah industri yang mengolah bahan baku atau bahan setengah jadi dari kayu, rotan, dan bahan baku alami lainnya menjadi produk barang jadi Furniture yang mempunyai nilai tambah dan manfaat yang lebih tinggi. 3. Pemangku Kepentingan adalah Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, Perguruan Tinggi/Sekolah dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan serta Lembaga Kemasyarakatan lainnya. 4. Menteri adalah Menteri melaksanakan urusan perindustrian. yang mempunyai tugas pemerintahan dibidang

2. Diantara Pasal 1 dan Pasal 2 disisipkan satu pasal yakni Pasal1A sehingga berbunyi sebagai berikut:

3

Peraturan Menteri Perindustrian RI Nemer: 90/M- IND/PERlIl/ZOn

Pasal1A (1) Industri Furniture terdiri dari: a. Industri Furniture dari kayu; dan b. Industri Furniture dari rotan dan bahan baku alami lainnya. Pengembangan Industri Furniture sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didukung oleh: a. industri penggorengan rotan dan W/S; b. industri rotan poles, kulit rotan, hati rotan serta anyaman; c. industri penggergajian kayu; d. industri pengawetan kayu; e. industri moulding; f. industri kayu lapis; g. industri kayu lapis laminasi; h. industri panel kayu lainnya; l. industri veneer; dan/atau J. industri bahan pendukung lainnya.

(2)

3. Ketentuan Pasal 3 ditambahkan dua ayat yakni ayat (3) dan ayat (4) sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal3 (1) Program/ren cana aksi pengembangan klaster Industri Furniture dilaksanakan sesuai dengan Peta Panduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal2 ayat (1). (2) Pelaksanaan program/rencana aksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemangku Kepentingan sebagaimana tercantum dalam Peta Panduan. (3) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program/rencana aksi oleh Pemangku Kepentingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh Menteri dan beranggotakan instansi terkait. (4) Hasil monitoring dan evaluasi akan dipergunakan dalam perbaikan program/rencana aksi pengembangan Industri Furniture. 4. Diantara Pasal 3 dan Pasal 4 disisipkan satu pasal yakni Pasal 3A sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal3A (1) ProgramIre ncana aksi pengembangan klaster Industri Furniture sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dibagi dalam 3 (tiga) program yaitu:

Gubernur seluruh Indonesia. Menteri ini rnulai berlaku pada tanggal 2 Januari Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 November 2011 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA ttd. Wakil Presiden Republik Indonesia. 5. BupatilVValikota seluruh Indonesia. 3. Eselan I di lingkungan Kementerian Perindustrian. Pasalll Peraturan 2012. dan c. Salinan sesuai dengan aslinya Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian Kepala Biro Hukum dan Organisasi . (2) Pengembangan klaster Industri Furniture sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk menumbuhkan Industri Furniture di daerah penghasil bahan baku dan di daerah sentra industri barang jadi. 2. 4. 5. program untuk jangka menengah (Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2014). HIDAYAT SALINAN Peraturan Menteri ini disampaikan kepada: 1. pemulihan (recovery) b. program pendek (Tahun 2012). Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. 6. program pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth) untuk jangka panjang (Tahun 2015 dan seterusnya).4 PeraturanMenteriPerindustrianRI Nemer: 90/M-IND/PER/l1/2011 penyelamatan (rescue) untuk jangka a. Presiden Republik Indonesia. MOHAMAD S. Mengubah Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Nomar 119/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

uman Organisasi d . ttd. MOHAMAD S.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR 90/M.IND/PER/ll/20n TANGGAL : 30 November 2011 PETA PANDUAN (ROAD MAP) PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI FURNITURE BABI BAB II BAB III BAB IV PENDAHULUAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN PROGRAM/RENCANA AKSI MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA.. HIDAYAT Salinan sesuai dengan aslinya Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian n..""_'''"-LI.

negara-negara Eropa.10.00 9403. ekspor terbesar dan negara- besa r terletak di Jepara.40. Surakarta. Furniture dan lain-lain.80.00. Sidoarjo. Buffet Souveneer 2. Industri furniture sentra yang cukup adalah begitu besarnya sumber bahan baku yang klta miliki. berdaya saing global dan berwawasan salah satu yang memenuhi industri kriteria prioritas tersebut. Indonesia Amerika negara dl Asia. Bedroom Set (included children & baby) 1.00. SDM yang melimpah.50.50. lapangan Industri diarahkan menghasilkan produk yang bernllai tambah tinggi.61. 1.00 3.00. Daya saing Indonesia terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah oleh corak desain yang berciri khas lokal serta didukung keragaman di Indonesia tersebar Jabodetabek. penghasil ini juga merupakan Tidak dapat dipungkiri devisa negara mengingat furniture dan kerajinan dan berkelanjutan. Nomor : 90/M-IND!PER/ll/2011 PETA PANDUAN PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI FURNITURE BABI PENDAHULUAN A.00 9401. Uving Room Set Meja (panjang termasuk 1.00 9403. TempatTV 9401. Timur Tengah kayu dan rotan masih rnemiliki porsi terbesar dalam ekspornya. Negara tujuan dengan sentraKlaten.00.00. Gresik. Pengelompokan Industri Furniture Cakupan industri furniture berdasarkan pengelompokan atau kategorisasi yang ada di dunia internasional dan di dalam negeri adalah sebagai berikut : No Kelompok Furniture atas dasar pemanfaatan fungsi Jenis & nama satuan furniture berdasar kelopmpok perangkat kursi) Kode Pos/Subpos Sesuai l. Pasuruan.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Sukoharjo.50.00 9401. Cirebon. furniture bahwa Pengembangan merupakan industri industri yang padat karya dan banyak kepada industri yang menyerap lingkungan. Baby Box 2. Lemari pakaian 3. Dining Room Set 2. Serikat. hampir di seluruh propinsi. Tempat rias berkaca .00 9403. RUANG LlNGKUP INDUSTRI FURNITURE Industri furniture telah lama diakui sebagai industri kerja.

. dan kayu diantaranya sejenisnya. 1) Kelompok Industri Pengolahan Kayu Hilir Industri Wood-Working.00.51.30.00. Living & Dinning Room Set l. pintu. Kelompok Industri Pengolahan Kayu Hulu Kelompok lndustrl hulu pengolahan kayu merupakan industri pengolahan kayu primer yaitu industri yang mengolah kayu bulat/log menjadi berbagai bentuk sortimen kayu. Office & School Furniture Set lemari perangkat alat2 dapur 1. wood. Industri pengolahan kavu primer terdiri dari : 1) 2) 3) 4) Industri penggergajian kayu (saw-mill) yang menghasilkan kayu utuh (solid wood) dalam berbagai bentuk sortimen kayu gergajian (sawn.40. Meja+kursi 9403. Kitchen Set S. Panel-panel kayu dimaksud biasa disebut kayu hasil industrl (engineeredwood). pengolahan kayu hilir tersebut dapat berasal dari sawn-timber board.IND/PER/l1 2011 2 4. Bangku (meja + kursi) 2.00. yaitu industri yang menghasilkan produk.timber) Industri kayu lapis (plywood-mill) yang rnenghasllkan juga block-board dengan berbagai ukuran ketebalan. jendela. Produk jadi furniture sebagai solid- wood dan panel kayu (plywood. Density Fibre-board) kayu yang merupakan campuran serat kayu dengan bahan.produk dowel. Industri Papan Partikelfparticle-board Industri MDF (Medium yang menghasilkan panel kayu hasiJ yang menghasiJkan panel serpih kayu bercampur glue/tern yang dimampatkann.69.Sofa (meja + tempat duduk) 2. block-board. b.00 berbagai 6.flooring.lemari + rak pakaian Catatan : Produk funiture kerajina nnya) 2. (kayu dan rotan) masih terdapat jenis dan macam (belum termasuk komponen furniture kayu dan barang Pengelompokan Industri Pengolahan Kayu dan Rotan a.00.bahan kimia.00 9401.00 9403. particle-board.00. moulding. MDF. bahwa pasokan bahan baku kelompok industri compositekayu dapat panel kayu lapis dan Perlu diinformasikan. 2) Industri Furniture Kayu dan barang-barang kerajinan kayu.81.00 9403.00 9401.Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianRjl Nomor : 90/M. dsb) sebagai engineered-wood.

kayu. (berbagai dsb. Toledo. sedangkan yang masih ditentukan desain banyak terinspirasi lokal namun juga ada 3) Industri kearifan barang-barang produk lokal. furniture dalam bentuk perabotan rumah tangga. dsb. baby box. 2. yaitu industri pada buyers. d i go r eng). Mallorca. lemari rias. Nomor 90/M. meja tulis buku (buffet). Classic Furniture: Venezia. 1) Kelompok Industri bahan k u lit Industri Pengolahan baku rot an. Furniture sebagal perabot rumah-tangga. dsb. rota n industri ini yaitu industri yang kerajinan berdasarkan umumnya atas desain tradisional industri yang menghasilkan furniture rotan muatan perabotan tangga dari rotan antara lain: sofa. dsb. meja 4. Furniture rotan Rotan bahan dan rotan berupa asalan sebagai industri dibelerangj antara. (rneja+kursl): buku/souveneers. Coco Resin. dsb. buffet. : single-bed.IND/PER/ll/IOll dibedakan menurut fungsi kenyamanan (ergonomics) dan banyak varian desain berbagai corak maupun gayajstyle. webbing. Modern Furniture : Manhattan. Bedroom furniture lemari TV. Pengolahan yaitu Rotan setengah rotan yang (rotan rota jadi dapat dikatakan dicuci dan n. Barcelona. Sleven. Pengerjaan menghasilkan buatan tangan (hand-made Produk-produk model namun industri masih products). 3. Jenis dan model dengan bahan- . sebagai contoh dibedakan 1. pakaian. 3. 2. Office and School furniture : seperangkat lemarijrak bangku [meja+kursi): Furniture berdasarkan pada gaya (style). dsb. industri rotan da n pengolahan yang menghasilkan sudah c. Valencia. meja. Victorian. seperangkat rneja+kursl makan. 2) Industri Rotan. wash and sulfurized.). prod uk rotan rumah- olahan ini biasanya melalui proses semi mekanis. menjadi : type). yaitu terdiri dari : 1. walaupun furniture bakunya ada yang 100 % asli rotan. Colonial Furniture : Opium. Paris. dsb.Lampiran 3 Peraturan Menteri Perindustrian RI. kursi. meja+kursi double-bed. Salamanca. Sevilla. rotan biasanya banyak varian desain dan bahan rotan. lemari. dan sejenisnya. Allora. selain itu ada yang campuran bahan lain (besi. Livingroom furniture : sofa Diningroomfurniture: komputer. Pengerjaan produk sebagian besar semi mekanis. split n p a I e s. kerajinan barang produk dari pada rotan. enceng-gondok. dsb. trip/eline-bed buffet berbagai ukuran. hat i rota Pengerjaan sejenisnya.

untuk kemudian ditanami kernball (rehabilitasi dan reforestrasi). Eksportir furniture terbesar dunia juga China . Seiring dengan makin terbatasnya pasokan kayu. Jenis furniture yang telah disebutkan diatas adalah sebagai indoors furniture. antara lain dad HTI/Hutan Rakyat dan bahan baku alternatif dari limbah kayu tanaman perkebunan (kelapa. Filosofi HTI dan Hutan Tanaman Rakyat atau sebagai Timber Estate dikembangkan dari lahan hutan yang sudah rusak (Iahan kosong) akibat eksploitasi hutan yang berlebihan di masa lalu. pasar furniture dunia meningkat dari tahun ke tahun dan puncaknya pada tahun 2008. namun tidur: varian lemari dari : sofa (meja+kursi). namun tahun lagi 8% tahun 2010 menjadi 102 Milyar USD. tempat pakaian serta barang kerajinan rotan lainnya sebagai perlengkapan furniture. Tahun 2009 pasar dunia menurun akibat krisis ekonomi global. Sebagian hasil untuk kebutuhan industri. aspek/kaidah-kaidah Secara umum.SFM). yaitu garden-furniture namun terdapat juga yang termasuk outdoors furniture (wooden furniture). namun sebagian besar kayunya dimanfaatkan dan HTR diatur Forest Management lainnya masih merupakan tanaman. maka pada dekade terakhir berkembang pesat penggunaan bahan baku kayu non hutan alarn. 3. dan makin tingginya kesadaran dunia terhadap masalah lingkungan. atau dengan kata lain pengelolaan HTI sedemikian rupa secara berkeJanjutan mengikuti aspekkekekalan hutan dan kelestarian usaha (Sustainable . Kecenderungan Global a. Produsen terbesar furniture saat ini adalah China dengan 31% share total produksi dunia. kemudian turun dunia 20% di tahun 2009 menjadi 9S Milyar tahun 2011 diprediksi tumbuh USD.Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianRI. nilai perdagangan meningkat furniture furniture dunia tahun 2008 mencapai 118 Milyar USD. Kecenderungan Yang Telah Terjadi Kecenderungan industri Pengolahan kayu (hulu dan hillr) di masa lalu menggunakan bahan baku yang sebagian besar berasal dari bahan baku kayu asal Hutan Alam (HPH). karet dan keJapa sawit). Industri furniture di Indonesia saat ini sebagian besar menggunakan rakyat (HR) dan bahan baku kayu yang berasal dari hutan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). Perdagangan 7% darlpada sebelumnya. Nomor : 90/M-INDjPER/I1J2011 4 sarna halnya peruntukannya dengan yang terdapat hanya terdiri pada furniture kayu. Berdasarkan data CSIL (Centre For Industrial Studies).

Pengembangan bahan baku kayu akan dilakukan oleh Negara-negara yang masih memiliki potensi hutan yang cukup besar. Negara utama tujuan ekspor furniture Amerika Serikat. Nemer : 90/M. metal 8.8%. sedangkan masih didominasi Selanjutnya kecenderungan sehingga luas.II\lJ)/PER/11/2011 5 diikuti oleh Italia. b. Jerman dan Polandia. lain-lain 21.3%. c.5%. Jepang dan negara-negara Eropa lainnya. dominasi China. Pengembangan industri diarahkan kepada industri yang menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi. Furniture Indonesia sebenarnya mempunyai ciri dan sifat khas yang jarang dimiliki oleh negara-negara produsen furniture lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa industri ini juga merupakan industri prloritas penghasil devisa negara mengingat begitu besarnya sumber bahan baku yang kita miliki. mengingat keterbatasan Indonesia untuk memasuki pasaran furniture . Ekspor furniture Indonesia dilihat dari segi bahan baku masih didominasi oleh bahan baku kayu 59. Perancis. berdaya saing global dan berwawasan lingkungan. Perancis dan Inggris. plastik 2. Inggris dan 8eJanda.3%. seperti : Indonesia dan Negara-negara di Amerika latin. bambu 0. Italy pasar dan furniture Jerman dunia sebagai masih melekat pada Negara-negara negara-negara produsen. Pemanfaatan bahan baku kayu non hutan alam (HTI dan HR). rotan 7. Oaya saing furniture dan kerajinan Indonesia terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah dan berkelanjutan. Kecenderungan Yang Akan Terjadi Kecenderungan yang akan datang. kayu asal tanaman perkebunan dan rotan hasll budidaya untuk industri furniture akan semakin meningkat seiring dengan tekanan internasional di bidang lingkungan hidup. Sedangkan importir furniture terbesar dunia saat ini adalah Amerika Serikat diikuti Jerman. Analisis Terhadap Kecenderungan Yang Telah dan Akan Terjadi Dalam Perkembangan Industri Furniture Industri furniture dan kerajinan telah lama diakui sebagai industri yang padat karya dan banyak menyerap lapangan kerja. keragaman corak desain yang berciri khas lokal serta didukung oleh SDM yang melimpah.Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianRI. Industri furniture dan kerajinan merupakan salah satu yang memenuhi kriteria tersebut.5%. Jepang. dengan sistem HTI dan penerapan SFM (Sustainable Forest Management). negara-negara produsen furniture peluang besar bagi bahan baku kayu dan rotan para produsen furniture dunia yang terbuka sangat bergeser ke Asia.diantaranya memberikan Indonesia adalah konsumsi furniture terbesar dunia diharapkan oleh USA.1%.

Mengingat di negara-negara tersebut sudah tidak blsa mengembangkan lag! potensi bahan bakunya secara signifikan Indonesia terus dan biaya produksi yang relatif hutan mahal. sedangkan lingkungan mengembangkan yang berwawasan melalui pembangunan Timber Estate sebagai HTI dan HTR. • Tidak tersedianya database yg akurat ttg potensi bahan baku kayu/rotan Teknologi • • Masih lemahnya penerapan standard prosedur teknologi proses. kayu kelapa sawit. menyebabkan produktivitas dan efisiensinya rendah. . terrnasuk bidang finishing masih ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Penguasaan teknologi proses. Masih terbatasnva kemampuan desainer furniture nasional dibandingkan dengan masih ditentukan oleh pembeli Uob desainer negara-negara pesaing. • Pemanfaatan bahan baku alternatif non-hutan alam.Lampiran Peraturan Menteri PerindustrianRI. Pada umumnya desain produk furniture order). Nemer :90/M. Iklim usaha • Implementasi kebijakan insentif penanaman modal bagi daerah tertentu dan produk tertentu belum berjalan. spt : kayu kelapa. 4. Desain produk • • • Masih terbatasnya jumlah desainer yang menaruh minat pada lndustrl furniture.IND/PER/l1/. Permasalahan yang dihadapi Industri Furniture Bahan baku • Semakin berkurangnya pasokan kayu/rotan dari hutan alam sebagal akibat dari masi h maraknya prakte k iffega I logging da nil/ega I trade.:Oll 6 memiliki sumber bahan baku yang beraneka jenis kayu (tropical wood). kayu karet belum optimal. Oleh karena itu sebenarnya Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk meningkatkan perannya pada industri furniture di dunia internasional di masa mendatang. • Sebagian besar produsen menggunakan mesin/peralatan produksi yang masih sederhana. rotan (natural dan hasil juga berabagai jenis bahan baku budidaya). disamping desain yang bermuatan kearifan lokal (ciri khas ukir-ukiran). hard- baik solid maupun engineered-wood.

pengkaitan perdagangan dg • Promosi di dalam dan luar negeri yang sangat terbatas. mengingat pangsa pasar furniture Indonesia di dunia internasional masih sekitar 3. Dengan adanya krisis Namun rnasa demi ekonomi akhir-akhir ini yang melanda dunia mengakibatkan pasar furniture Indonesia juga ikut mengalami kelesuan yang berkepanjangan.tahun 2009 sebesar 224 juta USDdan tahun 2010 kembali menurun menjadi 212 juta USD.Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianR I. khususnya dari bahan kayu dan rotan maupun campuran dari keduanya cukup besar. perkembangan sektoral pasar ekspor produk furniture Indonesia di mendatang diharapkan dapat pullh kembaJi. dan bangkitnya dimaksud .36 Milyar USD. barrier) di beberapa negara sertifikasi ekolabel. Kondisi tersebut di beberapa negara disebabkan adanya krisis keuangan global khususnya usaha.15 Milyar USD namun tahun 2010 mulai naik kembali menjadi 1.14 %. tingginya tingkat suku bunga dan sulitnya prosedur perolehan pinjaman.4 Milyar USD. tahun 2007 sebesar 367 juta USD.. a. tahun 2009 menurun menjadi 1.IND/PER/ll/2011 7 • Kurangnya dukungan kredit perbankan. • Berdasarkan bahan baku.dll. Namun kondisi ini pada tahun 2010 pasar sudah mulai membaik dan diharapkan akan semakin membaik. karena perdagangan furniture dunia diperkirakan akan semakin membaik. data ekspor furniture kayu tahun 2008 sebesar 1. FAKTOR DAYA SAING 1. Nomor : 90/M. Sedangkan data ekspor rotan olahan cenderung menurun tiap tahun.tahun 2008 sebesar 313 juta USD. Pemasaran • Adanya hambatan tarif dan non-tarif (non-tariff tujuan ekspor. Apalagi mengingat besarnya patensi bahan baku yang dimiliki oleh Indonesia.1 : tuntutan HAM. . peningkatan kesejahteraan masyarakat yang mendukung usaha pada sub-sektor industri furniture pembeli. B. • Menurunnya kemampuan daya salng: • lemahnya market intelligent. Permintaan dan Penawaran • Permintaan produk furniture. apabila dukungan antar lintas yang sifatnya dunia menghambat dapat segera ditanggulangi devisa.

Faktor Kondisi (Input) a. dan lain-lain. rotan baik yang di luar Pulau Jawa . Disamping bahan • baku kayu dari HTI. kayu kelapa sawit. sebesar untuk Kehutanan. bahan Rakyat dan budidaya terkait untuk dengan dan kegiatan-kegiatan sumber hutan dimaksudkan menanggulangi kelangkaan industri dll. 2. Indonesia khususnya furniture furniture masih terbesar memiliki dunia. Berdasarkan 2009). Negaramengembangkan furniture potensi bahan bakunya secara signifikan. Kementerian sekitar lain hutan. negeri peluang untuk mengembangkan pangsa pasar furniture industri dalam rangka peran yang lebih besar dari produsen di dalam negeri besar dalam kerangka AKU di dalam cukup berpeluang INDONESIA. Indonesia Hutan tropis tumbuh memiliki seluas ±133. Indonesia dibandingkan tropis terbesar Allowable Indonesia negara • menghasilkan dengan juta merupakan yang salah satu negara yang dimiliki lebih kawasan cepat hutan yang sangat kava akan sumber daya hutan. hasil di dunia (AAC) survey Kementerian merupakan Kehutanan tahun 2010 menyatakan rotan nasional lainnya sulit potensi Annual ton/tahun. Sumber Daya Alam • Indonesia C1NTA PRODUK masih memiliki potensi lahan/hutan bahan yang cukup luas untuk karena dengan pengembangan Pengembangan harus dengan kembali memenuhi HTI sebagai sumber HTI dipastikan Menteri sendiri kaldah-kaidah baku yang berkelanjutan. pasokan rotan bagi industri maupun pengolahan berada di rotan.000 penghasil 85% bahan baku rotan dunia. lingkungan.) rotan dalam rangka memenuhi Pulau Jawa (Cirebon. diatur yang tidak akan merusak kelestarian akan Indonesia baku selalu Kehutanan. Nomor : 9 O/M-IND/PER/1l/20l1 • Dari uraian mengambil bahkan diatas nampak bahwa sebenarnya furniture.Lampiran 8 Peraturan Menteri Perindustrian RI. bahan hektar setelah negara lain. pemberdayaan kegiatan rotan pada karet. juga terdapat dari lirnbah sumber-sumber seperti masyarakat Hutan Hal ini baku : baku alternatif Kehutanan antara pertanian/perkebunan. ketentuan/peraturan kesadarannya setiap Disamping untuk ltu. khususnya pada sentra-sentra Sukoharjo.84 ketiga Cut produsen bahan (Data Strategis Brasil dan Zaire. lagi 210. Tanaman yang melalui program tanaman lain mengupayakan pelestarian reforestasi umumnya. perusahaan penanaman suplai kontinuitas melakukan tanaman yang ditebangnya bahan baku bagi industrinya.

khususnya yang menampilkan ukiran pada hasil praduksinya patensi daya saing yang relatif tinggi (competitive advantage). yaitu tersedianya sumber daya energi (llstrlk).IND/ l'l::Kj i t (Sulawesi Tengah. • Dukungan infrastruktur yang lain perlu juga untuk direalisasikan. c. NAD. pembelian bahan baku dan promosi pemasaran inflow) rnaslh enggan karena kondisi nasianal yang belum kondusif. • Kemampuan investor lokal masih sangat terbatas krisis yang menimpa • Indonesia. karena sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha industri. • Infrastruktur R&D masih sangat terbatas. terutama terkait dengan kegiatan rancang bangun dan perekayasaan peralatan/permesinan industry pengalahan hilir (kayu dan rotan) termasuk industri furniture.). di Indonesia pada umumnya masih belum rnemuaskan (jalan dan pelabuhan). dsb. sedangkan investor akibat berbagai aslng (capital khususnya modal usaha dalam rangka restrukturisasi mesin/peralatan. Peranan perbankan untuk melakukan alokasi dana yang memadai bagi pengembangan prosedur industri furniture. antara lain : penyederhanaan perolehan kredit dan penurunan tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi. produk. Pusat Desain Furniture (Rotan di Cirebon dan Kayu di Jepara) dan masih diupayakan lag! pengembangan lembaga-Iembaga diklat dimaksud pada berbagai sentra-sentra bahan baku furniture. merupakan • memiliki pengalaman panjang di bidang industri karena hampir sebagian besar pengerjaan pada industri ketrampilan yang turun-temurun.lampiran 9 PeraturanMenteriPerindUWWfI. terlebih lagi yang terdapat di luar P. Sulawesi Selatan. Sumber Daya Modal • Biaya investasi untuk membangun industri pengolahan kayu dan rotan (industri termasuk furniture) sebenarnya tidak memerlukan modal yang besar.. ketrampilan : PIKA yaitu (Pendidikan Industri Kayu Atas) di Semarang. Sumber Daya Manusia • Indonesia telah furniture. sehingga memiliki furniture. Di Indonesia sudah memiliki semacam lembaga pelatihan yang handal pada sub-sektar industri furniture. b. d. . Infrastruktur • Kondisi infrastruktur Jawa. Kalimantan Tengah.R2011 'f Nomor : 90/M.

black- board. Strategi Pengusaha dan Perusahaan • Industri furniture tersebar. kertas (packing) dan sebagainya.lampiran Peraturan M'il'l1tjri Nomor .glue/lam.). sedang furniture (Asmindo) bersama dengan stakeholder kayu terkonsentrasi di rotan terkonsentrasi di Cirebon (Jawa Barat). lain-lain • Industri furniture di Indonesia biasanya menggunakan furniture teknologi sederhana dan madya dan hanya sebaglan kecil yang menggunakan mesin/peralatan dsb. • Struktur industri furniture plywood. UPI juga masih belum banvak terlibat dalam pengembangan industry furniture Nasional. Industri Inti. perekayasaan kemungkinan industri menggunakan teknologi modern. terutama karena industri pendukung perkembangannya industri mesin/peralatan furniture. karet dan bahan kimia. Pendukung dan Terkait • Industri inti: lnd ustrifurniture • lndustrl (kayu d an rotan) rnesln/peralatan furniture. yang berproduksi mass-production teknologi namun tidak menutup • Teknorogi modern (contoh : Olympic. industri logam pendukung : industri (mur. ligna. papan partikel./' 2011 jPLl</j_ 10 e. Walaupun sudahada lembaga litbang/perusahaan perkakas terbatas. namun belum maksimal. TPT.) setara modern khususnya industri yang digunakan di skala besar maju. relatif lamban. sudah cukup kuat. !)U. negara-negara furniture dengan dan ukiran juga luar negeri. Victor. sehingga dalam hal ini peranan asosiasi permebelan lainnya sangat diharapkan dalam aliansi rangka membentuk jaringan pasar global yaitu dengan rnelakukan kerjasama dengan Multi National Company (MNC). plastik.M ~f!ffi~n~. sehingga agak susah untuk menempatkan siapa sebagai pemain utama walaupun produk furniture Jawa Tengah dan Jawa Timur. • Teknologi yang digunakan oleh industri-industri furniture yang berorientasi ekspor pada umumnya menggunakan teknologi modern setara dengan teknoJogi yang dipakai oleh industri-industri furniture di negara-negara maju . teknologi proses dan pengembangan produk baru. masih sangat tergantung dengan rancang bangun terutama terkait • permesinan. • Industri terkait : kayu gergajian (saw-mill). 3. yang memproduksi mesin/peralatan peranannya dalarn pengembangan teknologi pembuat peralatan furniture. namun proses finishing masih sehingga lembaga seperti : MIDe. dsb. MDF. baut. 4.

Namar : 90/M. Terbatasnya Market Intelligent dan Promosi. Selum adanya Standar Pengerjaan Produk Furniture secara Nasional yang menunjang konsistensi prod uk. Tersedianya sumber bahan baku alternatif yang bisa dipakai pada industri furnture. Gervasoni-Italy. Tresedianya jumJah tenaga kerja yang memadai di bidang indsutri furniture. Informasi Potensi dan penyebaran bahan baku. Masih kurang optimalnya dukungan R&D. 3.IND/PER/1l/Z0n (IKEA-Skandinavia. lndustri Furniture umumnya tidak memiliki sumber bahan baku sendiri. Masih adanya kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan bahan baku. Kurang tersedianya data-base. Ditetapkannya industri furniture sebagai salah satu industri prioritas daJam pengembangan industri Nasional. • Persaingan di pasar dalam negeri dapat dikatakan sebagai persaingan bebas. namun Indonesia memiliki motto AKU selama masyarakat CINTA PRODUK INDONESIA niscaya furniture Indonesia blsa menjadi tuan di negerinya sendiri.Lampiran 11 Peraturan Menteri Perindustrian RI. C. dsb). karena pemasok dan pembelinya banyak. Kekuatan (Strength) • • • • • Keunikan dalam prod uk furniture Nasional. kh ususnya hand-made furniture (ukiran yang telah dikuasai secara turun-temurun). Peluang (Opportunity) • Adanya peluang pasar yang cukup besar. • Sebagian besar industri furniture Indonesia memproduksi berbagai macam prod uk yang komposisi produksinya biasanya mengikuti dinamika pasar. baik di dalam negeri maupun di efisiensi dan produktivitas industri furniture . Kelemahan (Weakness) • • • • • • • • Masih rendahnya tingkat Nasional. lemahnya kemampuan desain dan finishing prod uk. ANALISISSWOT 1. bahkan pemasok dari luar negeri bebas memasuki pasar Indonesia. Tingginya kemampuan industri furniture dalam penyerapan tenaga kerja 2.

• • • • Munculnya pesaing baru yang potensial.IND/PER/ll/2u 11 12 dunia Internasional. besar (big buyers) di produktif terhadap pengembangan . Malaysia. dlsb. • • • Tersedianya tenaga terampil yang belum dimanfaatkan secara optimal. Adanya potensi bahan baku kayu dan non-kavu (alternatif) yang belum termanfaatkan secara optimal. seperti : China. Masih tingginya apresiasi pasar terhadap produk Indonesia terutama untuk kelas medium dan high-end. Maraknya penyelundupan bahan baku. Vietnam. Kurang tersedianya skema kredit bagi industri furniture. Ancaman (Thread) • Adanya boikot terhadap kayu tropis dan tuntutan ekolabel dari lernbaga pecinta lingkungan yang mernpengaruhi pernbef negara-negara importir.Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianRIA Nomor 9 O/M. Masih adanya reguiasi yang kontra lndustri Furniture.. 4.

World Class hutan dan industri yang ramah tingkungan. antara kebutuhan di bidang desain dan pasokan bahan baku. Tumbuh berkembangnya Makin meningkatnya Terselesaikannya industri furniture. dan meningkatnya kernarnpuan Makin kuatnya dukungan R&D terhadap Kemandirian Pengelolaan Terjadinya dalam teknologl proses dan permesinan wood-working. JangkaMenengah (2013-2014) • • • • • Makin baku. industri furniture. . berkurangnya kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan bahan konsolidasi C. industri furniture. JangkaPanjang(201S-seterusnya) • • • • • • Adanya keseimbangan Adanva finishing kemandirian produk. penguatan basis industri furniture sehingga menjadi Industry dan menjadi produsen utarna Green Furniture Product. Makin rnenlngkatnva kemampuan teknik produksi. dan restrukturisasi daya salng industri furniture program revitalisasi. di pasar global. JangkaPendek (2012) • • • Terserapnya Optimalnya furniture bahan baku rotan yang selama ini diekspor pengembangan industri rotan di daerah penghasil bahan baku dan legalitas Kayu) untuk industri Tersosialisasinya SVlK (Sisten Verifikasi B. desain dan finishing produk furniture.Lampiran 13 Peraturan Menteri Perindustrian RJI Nomer : 90/M-IND/PER/11 2011 BAS II SASARAN A.

IND/PER/l1/2011 14 BAS III STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. berkelanjutan dan HTI/HR. Pengembangan menengah penyedia termasuk bahan furniture {Industri skala dengan Kayu}. perolehan : percepatan devisa dan tenaga kerja. Indikator Untuk negeri Pencapaian industri furniture semua marnpu bentuk bersaing di pasaran yang global (dalam dan ekspor). serta penggunaan SDM melalui serta penyediaan sarana dan prasarana Industri Furniture llngkungan. 8. Nornor : 90/H. penyelenggaraan dalam rangka diktat secara mutu dan berkesinambungan. serta diusahakan Mill dan Saw Industri industri baik bermitra Panel di Penge mb anga n kIaste rind ustri f urn ltu re d ia rah ka n kepad a pengem ba nga n daerah sentra industri barang jadi. pembangunan iIIegaf fogging dan iIIegaf trade. pemberantasan bahan baku alternatif. kemampuan permesinan. maka hambatan memperlemah menjadikan . teknologi meningkatkan bangun produk dan eflsiensi. Visi dan Arah Pengembangan Industri Furniture VISI: • Terwujudnya berwawasan MISI: • • Meningkatkan penyerapan Mneingkatkan kontribusi pasokan dalam pembentukan bahan baku melalui PDB.Lampiran Peraturan Menteri Penndustrlan RI. maupun skala kecil (IKM) dengan daerah pemasok bahan baku. yang berdaya saing kuat. termasuk kemampuan rancang ARAH PENGEMBANGAN • industri • di daerah : penghasil industri baku bahan baku dan pengembangan dltumbuhkernbangkan. • Peningkatan pendidikan • Peningkatan perekayasaan kemampuan dan pelatihan.

industri industri Beberapa daerah dan Pembangunan Pusat yang telah memperoleh fasilitasi bantuan mesin/peralatan industri. bahkan sebagai Pusat Pelatihan Industri Kayu (khusus mebel . Nomor : 90/M. antara lain: Industri furniture kayu : . . Pelaksanaan workshop desain furniture Desain Furniture di Jepara dan Cirebon.15 Lampiran PeraturanMenteri PerindustrianRI. . sehlngga dapat diperoleh hasll yang menguntungkan diantara berbagai sektor juga tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pelestarian Barangkali tidak terlalu berlebihan./ Pembangunan Terminal Kendal. dapat dieliminasi dengan baik dan seksama./ Peralatan desaln furniture Jepara (Jawa Tengah). jika perturnbuhan industri furniture ditargetkan meningkat rata. . Tahapan ImpJementasi Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian juga terus mendorong dan menyusun kebijakan untuk meningkatkan dava saing produk furniture pelaksanaan Diklat peningkatan kornpetensl SDM furniture bidang nasionaf. . Ilngkungan. Beberapa program yang telah dilaksanakan di bidang desain furniture antara lain Pelaksanaan Lomba Desain Furniture sebagai bagian dari Program pengembangan pusat desain. -/ Mesin/peraJatan industri rotan di Sentra Industri Katingan (Kalimantan Tengah). . 2) Industri furniture rotan: . C.Il\'D/PER/11j2011 perkembangan Industri furniture yang terkait./ dan lain sebagainya./ Mesin/peralatan kayu)./ PeraJatan desain furniture rotan pada Pusat Desain Furniture Rotan di Cirebon (Jawa Barat). ./ Pembangunan Terminal Bitung.rata 4% per tahun dan ekspor furniture tumbuh rata-rata 8-10 % per tahun selama periode 5 sampai 10 tahun mendatang./ Mesin/peralatan industri pengolahan rotan dan furniture rotan di Palu (Sulawesi Tengah). Selain ltu pemerintah juga teJah memfasilitasi furniture 1) khususnya pada sentra-ssntra bantuan mesin/peralatan furniture./ dan lain sebagainya. desain. Kayu sebagai pemasok Industri furniture di Kayu sebagai pemasok industri furniture di kayu pada Pusat Desain Mebel Kayu di wood-working dan furniture di Lurnaiang (Jawa Timur).

media cotak . 90/0'1.'> dan fjnishine Turunnya adanya barrierKuranenya desaln daya saine.NJ)/PEI~/11.arnprran Peraturan Nomor .lalui pam.-am Sustainable G.-oW'th 2015 baku 2013./2011 Menter! Perindustrian RI 16 Roadmap Pengembangan Klaster Industri Furniture Kondisl2010 Indonesia bahan rotan.6 Mllyar.-og. Pron'losi produk furniture m. sebaeai Product. Ekspor furniture penehasil k3VU dan Recovery P. Permasalahan Maslh ada kesenjanean Peneen'lbanean Laranean bahan Peninekatan pentuasaan teknoloti pros.-am 2012 produk kayu dan rotan saat Inl n'lencapal US$ 1.Iektronlk & Gr . non-tarrif kemampuan· desaln pr-oduk n'lolalui pameran n'ledia finlshine Kampanye/pr-omo sifurnitur..es.2014 Rescue P.-og..l. n . ran IN/ON.. Peninekatan ken'l3n'lpUan di bidanr.J. Penlnekatan kompetensi bid teknik pr-oduksi dan SOM pa'>okan bah an baku kayu &rotan Kuraneny3 poneua'>aan teknoloei pro'>. • Promosi furniture denean LN/ON. cetak & elektronik Dukuntan Pcrbankan SDIVI ek~por baku. desain produk furniture vane marketable.

Inventarisasi potensi bahan baku rotan Kemenhut Pemda Kemenhut.'l-IND/PER/ 111 2011 17 BABIV PROGRAM/RENCANA AKSI A. RENCANA AKSI PENGEMBANGAN KLASTER INOUSTRI FURNITURE ROTAN Ket: DPBB = Oaerah Penghasil Bahan Baku. Pemda 2. Katingan-Kalteng. Pemda 2012 v v 2012 5.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Pemda Terjaminnya legalitas bahan baku 2012 v . OSI = Oaerah Sentra Industri No. Pidie-Nangroe Aceh Mengopti malkan sistem resi gudang untuk Kemendag mengendalikan pasokan bahan baku rotan Melakukan verifikasi terhadap rotan asalan dan Kemendag setengah [adl yang dikirimkan antar pulau sehingga rotan yang disuplai dari daerah penghasil bahan baku terjamin sampai ke daerah sentra industri pengolahan rotan Kontrol legalltas bahan baku rotan yang akan Kemenhut Tersedianya data potensi bahan baku rotan M ernngkatnya kapasitas produksi industri pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku Terjaminnya pasokan bahan baku rotan dengan sistem resi gudang Terjaminnya pasokan bahan baku rotan baik di daerah sentra bahan baku maupun di sentra industri 2012 2012 V V 4. Rencana Aksi Penanggung Iawab PROGRAM PENYELAMATAN INPUT: Pengamanan (RESCUE) bahan baku lnstansi Terkait Krlterta Keberhasilan Target Pelaksanaan Penerapan rencana aksi DPBB OSI Nasional pasokan 1. Kemenperin Kemenhut Pemda Kemenperin. Membangun mengopti malka n dan industrl Kemenperin pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku: Sulawesi Barat. Palu-Sulteng. 3. Nomor : 9 0 I~. Sulawesi Tenggara.

B.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Pemda Asoslasi 11. Katingan. Pengawas tenaga Kemenhut teknis (Wasganis) di daerah sumber bahan baku Diklat peningkatan kompetensi SDM furniture Kemenperin bidang teknik produksi pengolahan rotan Diklat peningkatan kompetensi bidang teknik finishing SDM Furniture Kemenperin Kemenperin Pemda g. Pemda Pemungutan rotan dan pengolahan 2012 pungut dilakukan sesuai pasta dengan pedoman teknis Adanya kelembagaan di tingkat 2012 dengan peta ni/pengumpu I rotan kegiatan proses awal/penggorengan/pengasa pan Kegiatan produksi rotan setengah 2012 jadi di daerah bahan baku dilakukan sesuai pedoman teknis Terselenggaranya kegiatan pelatihan 2012 Ganis dan Wasganis Men ingkatnya kemampuan SDM 2012 furniture bidang teknik produksi Me ningkatnya kemampuan SDM 2012 furniture bidang teknik finishing Men ingkatnya kemampuan furniture bidang desain SDM 2012 " " " v 10. Kalteng.IND/ PER/ 11/ 2 e 11 18 6. 7. Bengkulu. Diklat peningkatan kompetensi SDM furniture Kemenperin bidang desain dengan mendatangkan desainer terkemuka dari mancanegara antara lain seperti : Eropa. 12. Maluku Utara Pelatihan Tenaga Teknis (Ganis). Kalsel. ditebangfdip ungut Melakukan kesepakatan (MoU) antara daerah penghasll bahan baku dengan daerah sentra industri tentang pemenuhan pasokan bahan baku rotan INPUT: Peningkatan Kompetensi SDM Melakukan pembinaan teknis terhadap kegiatan pemungutan rotan dan pengolahan pasta pungut Kemenperin Pemda rotan Terla ksananya kesepakatan (MaU) pemenuhan pasokan bahan baku 2012 v " Kemenhut Pemda 8. Nomor : 90 /M. Amerika. Pidie Aceh. Asia Pemda Dunia usaha Asosiasi Pemda Dunia usaha Kemendag Asosiasi Pemda Perguruan Tinggi " " " " v v . Membangun tingkat Kemenhut kelembagaan di petanijpengumpul rotan dengan kegiatan proses awal/penggorenga n/ pengasapan Melakukan pembinaan teknis terhadap kegiatan Kemenhut produksi bahan baku rotan setengah jadi di Palu.

Nomor : 90/M. desainer profesional.I}". setengah jadi (poles. desainer profesional Perguruan Tinggi Perguruan Tlnggl. kulit) serta produk furniture Dihasilkannya desain-desa in yang marketable baru 2012 " v 18. kulit) serta produk furniture Kemenperin Kemenakertra ns Pemda Perbankan daerah Asosiasi Dunia usaha Kemenakertrans. Diklat kewira usahaan berupa Achievement Motivation Training (AMT). hati.asosiasi SNI 2012 Tersusun nyal ditera pkannya terhadap rotan asalan. Kemenperin Kemenhut BSN. dunla usaha Dihasilkannya desain dan prototipe furniture baru kemudian blsa diuji pasarnya 2012 v . Proses alih teknologi dari tenaga terampil pengolah rotan kepada pengrajin rotan di daerah penghasil bahan baku melalui pemindahan tenaga terampil dari sentra industri ke daerah penghasil bahan baku rotan (program transmigrasi) Optimalisasi fasllitas pendidikan kejuruan bidang rotan di Palu.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. 16. Kendari dan Katingan PRODUKSI: Penguasaan teknologi Menyusun/menerapkan standar SNI terhadap rotan asalan. PRODUKSI: Pusat desain furniture rotan Mengoptlmalkan Pusat Desain Rotan di Cirebon Kemenperin dalam rangka menciptakan desain baru yang bercirikan budaya lokal Fasilitasi pembuatan desain-desain dan prototipe furniture baru Kemenperin 19. Pemda. asosiasi. Kemenhut Men ingkatnya dan 2012 semangat kemampuan motivasi serta kewirausahaan para pelaku lndustri pengolahan rotan " " Jumlah pengrajin rotan di daerah penghasil bahan baku semakin meningkat 2012 " " v Kemenperin Kemendikbud Optimalnya fasilitas kejuruan bidang rotan bahan baku pendidikan di daerah 2012 17.'D/PER/ll/2011 19 14. setengah jadi (poles. Creation of Enterprises and Formation of Entrepreneurs {(EFE) Kemenperin IS. hatl.

hotel. Perguruan Tinggi Pemda Perguruan Tinggi. Nomor : 90/M. KemenkopUKM Asosiasi Kemendag Kemenperin Dunia usaha Meningkatnya penggunaan furniture rotan di dalam negeri 2012 Meningkatnya penggunaan furniture rotan di sekolah-sekolah 2012 " Makin dikenalnya furniture Indonesia 2012 sehingga akan meningkatkan pangsa pasar Terl aksananya kerjasama dengan 2012 jaringan pemasaran global Adanya informasi tentang kondisi 2012 dan peluang pasar di luar negeri " " " . Kemendagri Dunia usaha Kemenperin. 27. Kemenparekre Kemend ikbud.IND/PER/ll/2011 20 20. restoran. Kemenperin.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. 21. litbang Dihasilkannya desain-desain furniture baru yang bisa dikembangkan Men ingkatnya furniture di menengah 2012 " desain 2012 kualitas keeil perusahaan "" " " produk-produk Adanya inovasi pengem bangan pemanfaatan rotan selaln untuk furniture dan kerajinan 2012 23. Kampanye dan penggunaan furniture rotan di kantor pemerintah/ BUMN/ BUMD. Menyelenggara kan lomba desain furniture dan Kemenperin pemberian penghargaan serta workshop pengembangan desain Fasilitasi pendampingan oleh tenaga ahli dalam Kemenperin rangka pengembangan desain di perusahaan berskala keel! menengah Mendirikan Pusat Inovasi Rotan di Katingan untuk Kemenperin produk rotan selain furniture dan kerajinan. Fasilitasi pada pameran-pameran furniture rotan di Kemendag dalam dan luar negeri Melakukan kerjasama dengan jaringan pemasaran global Mengoptimalkan fungsi Atdag sebagai market inteligenee untuk pasar furniture Asosiasi Kemendag 26. serta di Palu untuk furniture PASAR : Pengembangan pasar 22_ Asosiasi. Kemendagri. swasta Kemendag 24. Kemeneg BUMN. Koordinasi untuk menggunakan furniture sekolah-sekola h rotan di Kemenperin 25. desainer profesional Dunia usaha Kemenhut Perguruan Tinggi.

Perguruan Tinggi Kemenkeu.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Fasilitasi pem uIihan/ penyehatan pengolahan rotan di sentra industri rotan lndustrl Kemenperin Asosiasi KemenkopUKM Pemda Perbankan V 1. Kemenhub. Polrl.ltbang. PROGRAM PEMULIHAN (RECOVERY) INPUT: Pengamanan pasokan bahan baku Riset dan uji coba penggunaan bahan baku rotan dari jenis yang belum banyak dipakai Kemenhut l. Nomor : 90/M-IND/PER/l1/2tlll 21 28. Kemenperin yang 2012 Terciptanya iklim usaha pengembangan kondusif untuk industri pengolahan rotan Terjadinya kesepakatan (MoUl antar 2012 bank daerah di daerah penghasil bahan baku dan sentra industri tentang jaminan pembayaran (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri / SKBDN) Beroperasinya kembali perusahaan 2012 pengolahan rotan V V 30. Bank Daerah Adanya Permendag menentukan harga dasar rotan yang 2012 V 29. Perbaikan Iklim Usaha Penetapan harga dasar rotan yang berpihak kepada petani/pengumpul rotan dan melindungi industri barang jadi rotan Peninjauan terhadap regulasi yang kontra produktif terhadap pengembangan industri pengolahan rotan Kemendag Kemenperin Kemenhut Asosiasi Kemendag. Pemberian insentif kepada sektor hulu dalam Kernenperin rangka meningkatkan pasokan bahan baku dan kualitasnya INPUT: Penlngkatan Kompetensi SDM Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)bidang pengolahan rotan Adanya bahan baku rotan dari jenis lain sebagai hasil riset yang bisa digunakan untuk industri Adanya peningkatan pasokan bahan baku dan kualitasnya 2013-2014 V 2013-2014 V 3. Kemenperin Kemenaker. Kemendagri. Kemenhut Adanya standar kompetensi untuk tenaga kerja bidang pengolahan 2013-2014 v V . Melakukan kesepakatan (MoU) antar bank daerah dl daerah penghasil bahan baku dan sentra industri tentang jaminan pembayaran (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri / SKBDN) Kemenperin V v 31. Kemenhut 2. Pemda Pemda.

Melanjutkan pemberian bantuan alat mesin/ Kemenperin peralatan pengolahan rotan mulal dari tingkat hulu (penggorengan). inflight magazine (LN dan ON) Mewajibkan penggunaan furniture rotan di Kemendikbud sekolah-sekolah Kemenperin Pers.2013-2014 komponen pendukung untuk industrl harga yang furniture (dengan kompetitif) peningkatan dukungan Adanya teknologi sehingga penggunaan kualitas produk menjadi lebih balk 2013-2014 v Pemda v v Perguruan Tinggi. pengolahan }1: jadi sampai dengan proses finishing di daerah penghasil bahan baku dan sentra industri rotan.litbang Produksi furniture bisa lebih efisien (tidak high cost) dan kualitasnya semakin meningkat 2013-2014 v v PRODUKSI : Pusot desain furniture rotan 8. Nomor : 90/M-IND/PER/ll/20ll 22 4. Meningkatkan penguasaan teknologi dalam rangka Kemenperin peningkatan kualltas produk furniture rotan Dunia usaha Terpenuhinya kebutuhan komponen. Memfasilitasi pendirian sekolah kejuruan bidang rotan di daerah penghasil bahan baku Kemenperin Kemenhut. Kampanye/promosi produk furniture rotan sebagai Kemendag green product melalui media masa.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. 10. 7. Mendorong lndustri permesinan nasional dan Kemenperin material pendukung untuk melakukan penguasaan teknologi rancang bangun dan perekayasaan permesinan untuk industri furniture dan pengotahan rotan. 6. Kemendikbud rotan Adanya lulusan sekolah kejuruan 2013-2014 bidang rotan yang dapat bekerja di industri furniture v PRODUKSI : Penguasaan teknologi 5. maskapai Kemenperin Kemendag 2013-2014 Meningkatnya penggunaan furniture rotan di sekolah-sekolah 2013-2014 . Fasilitasi Bank Desain dan HaKI (Hak atas Kekayaan Kemenperin Intelektu al) PASAR : Pengembongan pasar KemenkumHAM desain-desain Terkumpulnya furniture dan terjamin HaKI-nya M eni ngkatnya furniture rotan konsumen produk 2013-2014 v v v 9. leaflet.

Memfasilitasi kerjasarna antara lembaga-Iembaga Kemenperin riset nasional dengan lernbaga-lernbaga riset di negara-negara yang rnaju lndustrl furniture.81 Kemendag Kemenperin Tingkat suku bunga kredit yang lebih 2013-2014 l/ l/ blsa bersaing Terlaksananya kerjasama jaringan pemasaran global dengan 2013-2014 l/ Asosiasi 1. Komersialisasi hasil lornba desaln (uji coba pasar) Kemenperin Kemendag. teknologi proses dan finishing. PRODUKSI : Pusat desaln furniture rotan Kemenhut. litbang Adanya riset-riset terbaru (alih teknologi) tentang teknologi produksi furniture yang bisa diaplikasikan 2015 - " l/ . Asosiasi Men ingkatnya pasokan bahan baku 2015 rotan l/ INPUT: Peningkatan Kompetensi SDM 2. rneliputi pengolahan bahan baku. Kemenkeu. Program budidaya rotan terpadu Kemenhut Pemda Dunia usaha Petani Kemenperin.R1Z011 Nomor : 90/M INU/Ptl{j 11/ 23 11.lampiran Peraturan Menteri_ I?~Iin.(1. Diklat peningkatan kompetensi bldang manajemen pemasaran PRODUKSI : Penguosaan tekllologi SDM furniture Kemendag Pemda kemampuan SDM 2015 Meningkatnya manajemen furniture bidang pemasaran Adanya hasil penelitian dan teknikteknik baru untuk industri furniture 2015 - " l/ l/ 3. Philipina. 13.c1ustrij3. 4. dunia usaha PerbaikaR Iklim Usaha Adanya respon pasar terhadap karva 2013-2014 hasil lomba desain l/ 12.. Perguruan Tinggi l/ Perguruan Tinggi. asosiasl. Jepang. Fasilitasi peningkatan peran perguruan tinggi dan Kemenperin lembaga-Iembaga litbang terkait untuk melakukan R&D. Melakukan koordinasi dengan perbankan untuk mendorong penetapan tingkat suku bunga kredit agar dapat lebih bersaing Melakukan kerjasama dengan jaringan pemasaran global PROGRAM PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE GROWTH) INPUT: Pengamanon posokan bohan baku Kemenperin Kemendag. China dan Amerika. seperti : Jerman.

Fasilitasi perolehan rotan rotan makin mudah 2015 - kepada pelaku industri furniture kredit Bl .Lampiran Peraturan Menteri Perindustrlap RI. Kemenperin. 2015 2015 - produk rotan Indonesia.IND/PEK/ 11 24 5. 2011 Nomor : 90/M. Fasilitasi showroomjpergud potensial anga n produk negara konsumen beberapa di furniture. hal fasilitasi Adanya kebijakan Adanya kebijakan hasil hutan kondusif Pelaku industri memperoleh dalam hal fasilitasi v " v bukan kayu (rotan) pe ngem banga n industri kemudahan akses 13. M ela ksana kan seminar dan konferensi Kemenperin Kemendag Kemendag. Melakukan kolaborasl dengan perguruan terkemuka tinggi dan Kemenperin Perguruan Tinggi. Kemenkeu. Kemenko Kemenperin Kemendag. Kemenparekre KemenkopUKM 2015 - pasokan furniture di negara konsumen dikenalnya masyarakat M eni ngkatnya (teknik dill para negeri 8. Asosiasi blsnis ekspor. Pembuatan Direktori/buku hasil karya desain Kemenperin Asosiasi Perguruan Tinggi direktori blsa 2015 - v v v v dimanfaatkan M eni ngkatnya terjaganya Makin oleh industri pasar furniture ekspor potensial produk kemampuan prosedur industri rotan di dan PASAR: Pengernbangan pasor 7. KemenkopUKM Kemenhut Pemda Adanya mempermudah budidaya kebijakan tentang kayu (rotan) tata usaha hasil hutan kondusif untuk pengolahan kredit yang rotan tentang tata usaha yang kebijakan budidaya rotan yang 2015 2015 2015 - v untuk melakukan budidaya 11. desainer profesional Terjadinya pengalaman diaplikasikan Adanya sharing tentang ilmu dan 2015 - V V para desalner furniture desain yang bisa desain yang 6. Peningkatan kemampuan bisnis (teknik negosiasi. 9. Menyusun masyarakat Menyusun rotan Menyusun bukan rotan mendukung kebijakan kebijakan dalam yang mempermudah rotan budidaya Kemenhut Kemenhut Pemda Kemendag. dll) para pengusaha industri dalam negeri asoslasi Kemenperin. dalam negoslasl. 12. " pengusaha Perbaikan Iklim Usaha 10. tentang Kemendag Kemenperin. prosedur ekspor.

Asosiasi Kemenprin Kemendag. Kemdag. Kemenperin 2012 V 5. Diklat peningkatan kompetensi SDM furniture bidang teknik produksi furniture kayu Diklat peningkatan kompetensi bidang teknik finishing Diklat peningkatan kompetensi bidang desain PRODUKSI : Penguasaan teknolog. 7. Rencana Aksi Penanggung Jawab lnstansi Terkait Kriteria Keberhasilan Target Pelaksanaan Penerapan rencana aksi DPBB DSI Nasional PROGRAM PENYELAMATAN INPUT: Pengamanan (RESCUE) pasokan bahan baku 1.ngkatan Kompetensi SDM Kemenhut Kemenhut Kemenhut Kemenhut Kemenprin. 3. Inventarisasi potensi bahan baku kayu Sosialisasi penerapan Sertfikasi Legalitas Kayu/ SVLKpada industry furniture kayu Mempercepat sertifikasi legalitas kayu di sektor hulu (HPH/HTI/Hutan Rakyat dan Industri primer) Optimalisasi Terminal Bahan Baku Kayu INPUT: Pen. 2. Menyusun standar SNI produk furniture PRODUKSI : Pusat desain furniture kayu Kemenperin Tersusunnya SNI produk sehingga bisa diaplikasikan 2012 l/ l/ . SDM Furniture SDM furniture Kemenperin Kemenperin V V 8. RENCANA AKSI PENGEMBANGAN KLASTER INOUSTRI FURNITURE KAYU DAN BAHAN BAKU LAIN Ket: DPBB = Oaerah Penghasil Bahan Baku.IND/PER. Kemenperin Men ingkatnya kemampuan SDM 2012 furniture bidang teknik produksi Men ingkatnya furniture bidang M eni ngkatnya furniture bidang kemampuan SDM 2012 teknik finishing kemampuan SDM 2012 desain furniture V " V V 6. OSI = Oaerah Sentra Industri No.asoslasi Perguruan Tinggi Tersedianya data potensi bahan baku 2012 kayu Meningkatnya jumlah pelaku industri 2012 furniture bersifikat LK Tersedianya bahan baku kayu yang 2012 bersertifikat legal Tersedianya bahan baku kayu untuk lndustrl furniture V V v 4.lampiran Peraturan Menteri Perindustriatl Rll 1 Nomor : 90/M. Asosiasi Kemenhut Pemda Asosiasi Pemda Perguruan Tinggi Asosiasi Pemda Asosiasi Pemda BSN.ll 201 25 8.

2. Mengoptimalkan Jepara dalam yang bercirikan Pusat Desain rangka budaya lokal Furniture Kayu di baru Kemenperin Pemda. Perguruan Tinggl. Dihasilkannya yang marketable desa in-desaln baru 2012 v meneiptakan desain profesional Perguruan Tinggi dan prototipe Kemenperin Perguruan Tinggi. Nomor : 90/M-IND/PER/ll/2011 26 9. desainer profesional. dunia usaha Dihasilkannya furniture pasarnya Dihasilkannya desain-desain furniture baru desain dan prototipe bisa diuji 10. desainer profesional Dunia usaha M eni ngkatnya furniture menengah di kualitas perusahaan desain keeil 2012 v v rangka desain perusahaan berskala keeil menengah PASAR : Pengembangan pasor furniture kayu dl Kemendag 13. Perguruan Tinggi Adanya lain bahan baku hasil kayu dari jenis riset yang bisa 2013-2014 v yang belum banyak dipakai sebagai digunakan untuk industri . Riset dan uji eoba penggunaan dari jenis bahan baku kayu Kemenhut Kemenperin lit bang. kayu karet. Fasilitasi pendampingan pengemba nga n tenaga di ahli dalam Kemenperin Perguruan Tinggi. Fasilitasi pada pameran-pameran dalam dan luar negeri PROGRAM PEMUUHAN INPUT: Pengamanan Kemenperin KemenkopUKM Makin dikenalnya furniture Indonesia pasar 2012 v sehingga akan meningkatkan (RECOVERY) teknologi pemanfaatan Kemenperin Kemenhut Asoslasi Meningkatnya baku alternatif penggunaan bahan pasokan bahan baku 1 Sosialisasi dsb) dan penerapan 2013-2014 v bahan baku alternatif dari (kayu sawlt. desainer asoslasl. Pemda 2012 'oj penghargaan desain oleh workshop baru yang bisa dikembangkan 12.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Fasilitasi furniture pembuatan baru desain-desain 2012 V kemudian 11 Menyelenggara pemberian pengembangan kan lomba desain serta furniture dan Kemenperin Asosiasi.

Kemenperin Pers.'D/PER/ll/2011 27 3. 6. usaha dunia Adanya respon pasar terhadap karya 2013-2014 hasll lornba desain l/ 10. KemenkumHAM l/ 8. rnaskapal Kemendag. Kemendikbud Adanya standar kompetensi untuk 2013-2014 tenaga kerja bidang furniture kayu Adanya lulusan sekolah kejuruan 2013·2014 bidang kavu yang dapat bekerja di industri furniture Terpenuhinya kebutuhan komponen· 2013-2014 komponen pendukung untuk industri furniture (dengan yang harga kornpetitlf Prnduksi furniture bisa lebih efisien 2013-2014 (tidak high cost) dan kualitas meningkat Terkumpulnya desain-desain 2013-2014 furniture dan terjamln hak patennya Men ingkatnya furniture kayu konsumen produk 2013-2014 l/ l/ l/ S. flight magazine (LN dan ON) Komersialisasi hasil lomba desain fuji coba pasar) Kemenperin Dunia usaha l/ Perguruan Tinggi. 4.n.lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI.litbang l/ l/ 7. Kemenhut Kemenhut. l/ 9. Nomor : 90/M. INPUT: Penlngkatan Kompetensi SDM Penyusunan SKKNIbidang furniture kayu Memfasilitasi pend irian sekolah kejuruan bidang kayu di daerah penghasil bahan baku Kemenperin Kemenperin Kemenaker. leaflet. BI Tlngkat suku bunga kredit yang Jebih 2013-2014 bisa bersaing l/ l/ . PRODUKSI : PenguDsaan teknoJogi Mendorong lndustri permesinan nasional dan Kemenperin material pendukung untuk melakukan penguasaan teknologi rancang bangun dan perekayasaan permesinan untuk industrt furniture kayu Meningkatkan penguasaan teknologi dalarn rangka Kemenperin peningkatan kualitas produk furniture kayu PRODUKSI : Pusat desain furniture kayu Fasilitasi Bank Desain dan HaKI (Hak atas Kekayaan Kernenperin Intelektual) PASAR : Pengembangan pasar Kampanve/prornosi produk furniture kayu sebagai Kemendag green product melalui media rnasa. MeJakukan koordinasi dengan perbankan untuk mendorong penetapan tingkat suku bunga kredit agar dapat lebih bersalng Kemenperin Kemendag. asosiasl. Kemenkeu..

lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. teknologi lembaga-Iembaga riset di furniture. Mengembangkan menggunakan industri bahan Pernda Adanya alternatlf industri Pengolahan kayu 2015 - v baku alternatif Dunia usaha yang menggunakan sumber bahan baku bahan baku kayu kelapa sawit di daerah sumber bahan baku dari kelapa sawit di daerah bahan baku kayu untuk 2. desainer profesional Terjadinya pengalarnan di aplikasi kan Tersedianya disain baru informasi hasil karya shoring tentang ilmu dan seperti Kemenperin Perguruan Tinggi. Asosiasi Pemda Men ingkatnya furniture pemasaran Adanya 2015 - bidang manajemen PRODUKSI : Penguosaon 4. 3. peningkatan meliputi peran perguruan terkait untuk tinggi dan Kemenperln Kemenhut. Perguruan Tinggi 2015 - v . Memfasilitasi riset nasional negara-negara antara riset-rlset terbaru (alih produksi 2015 - v lernbaga-lernbaga teknoJogi) tentang teknologi yang rnaju industrl yang bisa diapllkasikan : Jerma n. Fasilitasi R&D. 5. Ph ilipina da n Am erika. Nomor : 90/M-IND/PER/ll/2011 28 PROGRAM PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN {SUSTAINABLE GROWTH} INPUT: Pengamanan pasokan bahan baku Pengolahan kayu kayu yang dad Kemenperin 1. Program budidaya furniture Diklat (program peningkatan INPUT: Peningkatan bidang manajemen kayu terpadu HTI/HTR) Kompetensi kompetensi pernasaran teknologi untuk bahan baku SDM SDM furniture Kemenhut Dunia usaha Tersedianya industri 2015 - v v v furniture kemampuan SDM Kemendag Kemenperin. Melakukan kolaborasi dengan perguruan terkernuka 2015 - v v para desainer furniture desain yang bisa 1. PRODUKSI : Pusat desoin furniture 6. Perguruan Tinggi hasH penelitian dan teknikfurniture 2015 - v lembaga-Iembaga litbang melakukan teknik baru untuk industri " v pengolahan kerjasama dengan bahan baku. kayu tinggi dan Kemenperin Perguruan Tinggi. Pembuatan Direktori/buku hasll karya desain Kemenperin Asoslasi.litbang Adanya furniture proses dan finishing.

IND/PEP! 11/2011 29 Dunla usaha PASAR: Pengembangan pasor 8. KemenKUKM. negosiasi. Peningkatan prosedur furniture kemampuan ekspor. Mengoptimalkan inteligence FasWtasi fungsi Atdag sebagai di market beberapa Kemendag Kemendag Dunia usaha Kemenprin. 9. dalarn " " V V dl negara konsumen 10. Fasilitasi kemudahan akses perolehan kayu kredit Kemenkeu Kemendag. BI Pelaku industri furniture kredit kayu rnakin 2015 - V V kepada pelaku industri furniture mudah memperoleh . Kemendag dan peluang pasar di luar negeri Meningkatnya terjaganya pasar furniture ekspor potensial negara konsumen pasokan furniture bisnis ekspor. Kemenparek Adanya informasi tentang kondisi dan 2015 ~ 2015 - untuk pasar furniture showroorn/perguda potensial nga n produk bisnis para furniture. Nomor : 90/M. pengusaha Perbaikan Iklim Usaho 11.Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI. Asosiasl Dunia usaha Meningkatnya (teknik dll) para negeri kemampuan prosedur lndustri 2015 - pengusaha lndustri negosiasl. dll) (teknik Kemenperin. Kemenprin.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.