Anda di halaman 1dari 32

Kelompok 9

Ajeng ayu laraswati


Ari diana Nur afriyanti

1. Apa beda siklus urea yang pertama kali ditemukan dengan yang sekarang?

Siklus urea adalah mekanisme siklik dimana amonia yang dihasilkan dari deaminasi asam amino diubah menjadi urea di dalam hati. Siklus urea pertama kali ditemukan oleh HansKrebs dan Kurt Henseleit 1932. Krebs dan Henseleit menemukan bahwa kecepatan pembentukan urea dari amonia oleh irisan tipis hati yang disuspensikan di dalam buffer aeobik dipercepat oleh penambahan salah satu tiga senyawa spesifik, orinitin sitrulin atau arginin.
Berikut ketiga asam amino yang ditemukan oleh krebs, yang merangsang pembentukan urea didalam irisan hati.

Krebs menyimpulkan bahwa suatu proses siklik terjadi dengan ornitin memegang peranan serupa dengan oksaloasetat didalam siklus asam sitrat. Molekul orinitin bergabung dengan satu molekul NH3 dan satu CO2 membentuk sitrulin. Molekul kedua amonia ditambahkan ke sitrulin membentuk arginin yang lalu terhidrolisis menghasilkan urea dengan pembentukan ornitin. Semua organisme yag mampu melakukan biosintesis arginin dapat mengkatalisis reaksi-reaksi ini sampai ke titik argiinin tetapi hanya hewan ureolitik yang dilengkapi oleh sejumah besar enzim arginase, yang mengkatalisis hidrolisis tak dapat balik arginin, membentuk urea dan ornitin, Ornitin yang diregenerasi ini lalu siap untuk melakukan putaran selanjutnya siklus urea ini.

Seperti gambar dibawah ini. Siklus urea yang pertama dikemukakan oleh Krebs dan Hensleit :

Siklus urea yang seperti kita kenal sekarang. Berikut gambar dari siklus urea yang kita kenal sekarang. :

Gugus asam amino yang pertama memasuki siklus urea muncul dalam bentuk ammonia bebas, oleh deaminasi oksidatif glutamat didalam mitokondria sel hati. Reaksi ini dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase, yang memerlukan NAD+. Glutamat - + NAD + + H2O - ketogluarat 2- + NH4+ + NADH + H+ Ammonia bebas terbentuk segera dipergunakan, bersama-sama dengan karbon dioksida yang dihasilkan didlam mitokondria oleh respirasi, untuk membentuk karbmoil fosfat didalam matriks, pada suatu reaksi yang bergantung kepada ATP, yang dikatalisis oleh enzim karbamoil fosfat sintase I. Reaksi didalam mitokondria :

Karbamoil fosfat sintase I merupakan enzim pengatur, enzim ini memerlukan N-asetil glutamat sebagai modulator positif atau pasangannya. Selanjutnya dari siklus urea , karbamoil fosfat memberikan gugus karbamoil nya kepada ornitin untuk membentuk sitrulin dan membebaskan fosfat dalam reaksi oleh ornitin transkarbamoilase, yakni enzim mitokondria yang memerlukan Mg2+. Karbamoil fosfat + ornitin sitrulin + Pi- + H+

Sitrulin yang terbentuk sekarang meninggalkan mitokondria dan menuju kedalam sitosol sel hati. Gugus asam amino yang kedua sekarang datang dalam bentuk L-aspartat, yang sebaliknya diberikan dari Lglutamat oleh kerja aspartat transaminase Oksaloasetat + L-glutamat L-aspartat + ketogluarat L-glutamat tentunya menerima gugus asam amino dari kebanyakan asam amino umum lainnya oleh transaminase menjadi -ketogluarat. Pemindahan gugus asam amino kedua ke sitrulin terjadi dengan reaksi pemadatan diantara gugus amino aspartat dan karbon karbanoil sitrulin dengan adanya ATP, untuk membentuk argininosuksinat. Reaksi ini dikatalisa oleh argininosuksinat sintetase sitosol hati, suatu enzim yang tergantung kepada Mg2+.

Pada reaksi terakhir dari sklus urea, enzim arginase hati menguraikan arginin, untuk menghsilkan urea.

Oleh karena itu ornitin diregenerase dan dapat masuk ke mitokondria kembali, untuk memulai putaran selanjutnya dari siklus urea. Persamaan kesluruhan siklus urea adalah : 2 NH4+ + HCO3- + 3 ATP4- + H2O urea + 2 ADP3- + 2Pi- + AMP- + Ppi3- + H+ Siklus urea menggabungkan dua gugus asam amino dn HCO3- untuk membentuk molekul urea yang berdisfusi dari sel hati menuju kealiran darah, kemudian dikeluarkan kedalam urine oleh ginjal. Jadi amonia yang beracun diubah menjadi urea yang tidak berbahaya oleh hewan ureolitik. Bagi setiap molekul HCO3- dimana siklus urea mempergunakan dan mengeluarkan dua hasil buangan yaitu amonia dan bikarbonat.

Maka didapat sebuah perbedaan bahwa :


No Siklus Urea Pertama kali dikenal 1. Siklus Urea Sekarang kita kenal Dalam pembentukan dari orinitin Dalam pembentukan orinitin menjdi menjadi sitrulin memerlukan NH3 sitrulin memerlukan karbamoil fosfat dan CO2. dan membebaskan fosfatnya menjadi sitrulin dengan mengeluarkan Pi Dalam pembentukan Arginin dari Dalam pembentukan argininosuksinat sitrulin memerlukan NH3 dari gugus asam amino kedua memerlukan adanya ATP menghasilkan AMP + Ppi Tidak memerlukan gugus amino Siklus urea menggabungkan dua gugus dalam pembentukan urea. amino dan HCO3- membentuk molekul urea. Tidak melibatkan satu gugus asam Melnunjukkan satu gugus asam amino amino memasuki siklus urea memasuki siklus urea dalam dalam mitokondria. Dan juga tidak mitokondria, dan yang lain diberikan menunjukkan kerja sama enzim oleh aspartat dari sitosol. Dan dari mitokondria ke sitosol melibatkan kerjasama enzim dari mitokondria ke sitosol.

2.

3.

4.

2. Jelaskan fungsi dan mekanisme dari glukosa alanin?


Alanin memegang peran khusus dalam mengangkut amonia menuju ke hati dalam bentuk tidak beracun. Otot seperti jaringan lain menghasilkan amonia selama proses penguraian asam amino. Selain itu, amonia juga dihasilkan dari deaminasi adenilat (AMP), yang merupakan proses yang menonjol pada otot kerangka aktif. Amonia yang dibentuk dari kedua sumber ini, diangkut dari otot menuju ke hati oleh asam amino alanin, melalui kerja siklus glukosa alanin. Pada siklus ini, amonia diubah menjadi gugus aminoglutamat, oleh aktifitas glutamate dehidrogenasi. NH4+ + -ketoglutarat2- + NADPH + H+ glutamat- + NADP+ + H2O

Glutamat yang terbentuk sekarang memindahkan gugus -aminonya ke molekul piruvat, produk yang segera tersedia dari glikolisis otot, oleh aktifitas alanin transaminase. Glutamat + piruvat -ketoglutarat + alanin Alanin yang merupakan asam amino netral tanpa muatan pada pH disekitar 7, terlepas ke dalam darah dan dibawa ke hati. Dsini alanin memindahkan gugus ammonianya ke -ketoglutarat oleh kerja alanin transminase, menghasilkan glutamat, lalu mengalami deaminasi, menghasilkan -ketoglutarat dan amonia melalui kerja glutamat. Ammonia yang dihasilkan diubah menjadi urea. Pemilihan alanin untuk mengangkut amonia dari otot kerangka yang sedang bekerja keras menuju ke hati merupakan contoh lain dari sifat ekonomis organisme hidup yang memang telah terkandung secara alamiah.

3. Jelaskan mekanisme metabolisme protein dalam darah dan hati? Hati adalah tempat sintesis dari banyak protein berbeda, pasangan strukural dan plasma-borne, dari asam amino. Asam amino dapat juga diubah dalam produk non protein seperti nukleotida, hormone dan porphyrins. Asam amino dapat diubah dan didegradasi manjadi asetil CoA dan intermediet siklus krebs lain, dan itu pada gilirannya dapat dioksidasi untuk energi, atau mengubahnya menjadi glukosa atau lemak. Glukosa dibentuk dari glukoneogenesis dan dipindahkan ke otot untuk digunakan oleh jaringan, dan sintesis asam lemak dapat dikerahkan ke jaringan adipose untuk disimpan atau digunakan sebagai bahan bakar oleh otot. Hepatosit adalah bagian yang eksklusif untuk pembentukan urea, bentuk pengeluaran besar dari asam amino nitrogen.

Hati menjadi lokasi sintesis urea, mekanisme utama untuk membuang kelebihan zat lemas yang diperoleh dari asam amino digunakan dalam proses glukoneogenesis. Hati menjadi lokasi yang utama dalam proses glukoneogenesis di mana -ketoacids (kelompok asam amino yang telah dipindahkan) dan bertindak sebagai penunjang substrat. Selama menjalankan puasa, glukoneogenesis menjadi suatu metabolisme yang sangat penting di dalam pengaturan tingkat glukosa plasma. Dalam proses Glukoneogenesis, Ginjal bekerja sama dengan hati selama berpuasa. Proses gluconeogenesis pada Ginjal dibarengi oleh kotoran dan formasi amoniak.

Hati berfungsi sangat penting dalam hubungannya dengan otot selama menjalankan puasa atau latihan yang sangat menghabiskan banyak tenaga, hal ini dapat memberikan contoh dalam alanine- glukosa yang beredar. Alanine, terbentuk di dalam otot, yang merupakan hasil dari piruvat yang transamisikan dengan glutamat. Piruvat sebagian besar terbentuk dari proses glicogenolisis otot tetapi bisa juga diproses kembali dalam hati. Alanin menyediakan suatu jalur peredaran untuk zat lemas yang diproduksi dari katabolisme asam amino otot. Alanin kemudian kembali ke hati dengan - ketoglutarate.

PERAN HATI 1. Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat 2. Fungsi hati sebagai metabolisme lemak 3. Fungsi hati sebagai metabolisme protein 4. Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah 5. Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin 6. Fungsi hati sebagai detoksikasi 7. Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas 8. Fungsi hati untuk ekskresi Urea

Siklus:

4. Jelaskan berapa energi untuk membentuk 1 molekul urea? Sintesis satu molekul urea memerlukan empat gugus fosfat berenergi tinggi. Dua ATP diperlukan untuk membuat karbamoil fosfat, dan satu lagi diperlukan untuk membentuk argininosuksinat. Tetapi, pada reaksi yang terakhir ini, ATP mengalami penguraian pirofosfat menjadi AMP dan pirofosfat, yang terhidrolisis untuk menghasilkan dua ortofosfat. Harga energi yang harus dibayar untuk membuat satu molekul urea, pada akhirnya adalah empat ATP.

5. Bagaimana bila terjadi kelebihan amonia dalam darah dan apa yang terjadi?? Apa hubungannya dengan protein dan asam urat??
Bila terjadi kelebihan ammonia dalam darah akan mengakibatkan sintesis protein akan terdeaminasi dalam hati dan menyebabkan amonia bebas muncul di dalam darah. Seperti telah kita lihat, ammonia amat beracun dan menyebabkan gangguan, dan perkembangan mental yang terhambat, dan dalam jumlah tinggi menyebabkan koma dan kematian. Penderita dengan gangguan siklus urea ini seringkali diobati dengan mengganti asam amino (yang bersifat esensial untuk pertumbuhan) dengan analog asam ketonnya. Karena bagian esensial dari asam amino yang tidak dapat diganti adalah kerangka karbonnya, dan bukan gugus asam aminonya, analog asam -keto dari asam amino esensial ini dapat menerima gugus amino dari kelebihan asam amino tidak esensial oleh aktivitas transaminase. Dengan cara ini, asam amino tidak esensial dijaga supaya tidak memberikan gugus aminonya kepada darah dalam bentuk amonia.

Penyakit asam urat di sebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah akibat gangguan metabolisme protein purin. Normalnya, Nilai asam urat bagi wanita 2,4 6, untuk pria 3,0 7 Adanya peningkatan asam urat darah lainnya yaitu Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi, Terdapat tofus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia, Terjadi lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian, Adanya serangan di satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki Sendi tampak kemerahan, Adanya pembengkakan tidak simetris di satu sendi,Tidak adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan.

Gejala Asam Urat biasanya ditandai dengan Kesemutan dan linu,Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur,Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi. Untuk menyembuhkan penyakit ini ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain :
1. Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat, seperti

Jeroan (hati,ginjal,limpa,babat, usus, paru dan otak) ,Hindari Makanan laut: udang,kerang, cumi, kepiting. Makanan kaleng: kornet, sarden dan ekstrak daging,Telur, Kaldu atau kuah daging yang kental.hindari juga makanan emping, melinjo, kangkung dan bayam,Daun Singkong,Daun Jambu Mete,Asparagus,Buncis dan Kembang Kol.Hindari kacang-kacangan :Kacang Tanah, Kacang Hijau, Kacang Kedelai, Tempe, Tauco-,Tauge, Oncom-,Susu Kedelai. 2. Menghindari makan buah durian,alpukat,nanas,air kelapa,jus sirsak.

3. Hindari Minuman dan makanan beralkohol 4. Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit. Maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan. 5. Banyak minum air putih,karena Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Lehninger, Albert.L. 1992. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta : Erlangga. 2. www. Pdftop.com 3. http://www.docstoc.com/docs/19380604/Metabo lisme-Protein#n 4. www.scribd.com
1.