Anda di halaman 1dari 3

Tugas Individu #Etika Enjinering Nama NPM No Absen Studi Kasus

1.

: Harsono : 0806333096 :8

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Manajemen mengisyaratkan dalam rapat bahwa perusahaan tidak boleh gagal dalam mencapai target keuangan dan kinerja. Untuk mencapai target keuangan atau kinerja pe rusahaan tersebut, manajemen mentolerir perilaku curang. Kegagalan dalam pencapaian target akan membawa risiko buruk bagi pegawai Setting seperti ini akan memberikan pilihan yang sulit bagi pegawai apabila masih terdapat pegawai yang memiliki nilai-nilai kejujuran dan integritas terhadap kebenaran. Pegawai dalam pelaporan keuangannya seperti melakukan window dressing. akan berusaha untuk mencapai target walaupuan akan dilakukan dengan cara-cara curang

Pertanyaan :
a. Diskusikan kasus di atas apakah terjadi pelanggaran etika!

Jawab : Kasus pelanggaran etika terletak pada adanya sikap yang mentolerir perilaku curang demi mencapai tujuan. Dalam hal ini bila kasus tersebut berlaku bagi seorang yang mempunyai kode etik profesi (seperti Akuntan, engineer, dll) maka perilaku seperti window dressing dan penggunan segala cara jelas bertentangan dengan kode etik masing-masing profesi. Nilai nilai kejujuran dan kebenaran dalam pekerjaan adalah nilai yang harus dijunjung tinggi dan di wujudkan dalam kode etik. Bukan malah untuk di korbankan untuk mendapatkan target-target kinerja tim.
b. Diskusikan bagaimana cara untuk mengatasinya!

Jawab : Untuk mengatasi hal-hal tersebut tentunya dapat dilakukan audit secara berkala sehingga perilaku curang seperti, window dressing dalam kasus ini dapat diminimalkan. Selain itu pihak manajemen seharusnya tidak mengisyarakatkan perbuatan curang demi mencapai tujuan. Tetapi metode kegagalan kinerja ditetapkan sebagai cara evaluasi

untuk meningkatkan kinerja timnya. Reward dan punishment, dapat ditetapkan untuk menstimulus kinerja timnya. 2. A dan B bersahabat karib sejak SMA. Persahabatan mereka terjalin sampai saat kuliah, tinggal tempat kos yang sama. Rasa setia kawan, saling bantu antara keduanya berjalan dengan baik sampai mereka tamat kuliah. Namun selesai kuliah mereka terpaksa berpisah dalam waktu yang cukup lama dan komunikasi antara keduanya juga sempat terputus . Dua puluh tahun kemudian A dan B tanpa isenggaja bertemu di kota Makmur Bahagia . A bercerita bahwa ia sekarang menduduki jabatan penting dalam pembangunan prasarana kota Makmur Bahagia sejak 4 tahun yang lalu. Sedangkan B menjadi pengusaha yang sukses di kota Elok ( berbeda provinsi dengan kota Makmur Bahagia) . Enam bulan kemudian perusahaan milik B mengikuti tender pengadaan sarana dan prasarana di kota Makmur Bahagia dengan nilai proyek Rp 25 milliar. Kebetulan pada saat proses tender berlangsung A berencana menikahkan anak perempuannya yang pertama dan berencana mengundang walikota, ketua DPRD, anggota DPRD dan pejabat-pejabat negara serta beberapa pengusaha di kota Makmur Bahagia Berita ini sampai pada B. Mengetahui berita bahagia ini B menelepon temannya A serta menawarkan jasa baiknya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan anak sahabat karibnya itu di hotel bintang lima plus biaya bulan madu keliling Eropah dengan total biaya kurang lebih Rp 150.000.000. Pertanyaan : a. Diskusikan kasus di atas, bagaiama hubungan perilaku A dengan kode etik organisasi yang sehat dan perilaku curang. Jawab : Sebagai pejabat publik, A harus menjaga kode etik profesinya dengan baik. Selain itu harus meminimalkan perbuatan yang mengundang adanya unsur kecurangan yang ada. Salah satu hal yang sekarang ini ramai dibicarakan adalah pejabat yang mendapatkan hadiah dengan nominal tertentu. Sesuai dengan aturan yang ada ada batasan dimana pejabat public mendapatkan hadiah dengan tujuan untuk mencegah adanya grativitasi. Apalagi dalam kasus ini sedang ada poses tender sehingga kemungkinan adanya percobaaan grativikasi kemungkinan akan terjadi. Syah-syah saja A mengadakan pesta perkawinan dan mengundang para pejabat dan pengusaha, namun semua hadiah yang ada

harus ada batasan dan dilaporkan kepada pemeriksa keuangan sebagaimana kode etik A sebagai pejabat public. b. Bagaimana pula penilaian saudara dengan rencana B memberikan hadiah pada A senilai Rp 150.000.000 tersebut? Jawab : Jelas pemberian uang yang sebesar itu sebagai hadiah dan dalam suasana tender proyek. Dapat dikategorikan sebagai Grativikasi. Terlepas dari A dan B sudah bersahabat sejak lama. Namun kondisi A adalah pejabat public yang mempunyai kode etik profesi. Seharusnya B sebagai teman akrab tau akan hal hal yang boleh dan jelas yang dapat diterima A. jika pun B ingin member hadiah kepada A, tidaklah perlu saat sekarang mungkin setahun lagi ketika proyek dan tender telah selesai dilaksanakan. c. Jika A menerima tawaran tersebut, akankah berpengaruh terhadap proses tender yang berlangsung dimana dalam pengambilan keputusan tender A mempunyai pranan yang sangat penting? Jawab : Ya, akan berpengaruh. Ada dua sisi pertama , kondisi B sebagai teman akrab dan B telah member hadiah yang cukup besar. agar proses tender dapat berlangsung dengan baik dan keputusan yang tepat seharusnya A tidak menerima hadiah dari B. dan proses diskusi tender dapat dilaksunakan dengan bantuan auditor dan dejalaskan ke public mengenai pengambilan keputusannya. Sehingga unsure subjektivitas dalam pengambilan keputusan dapat diminimalkan.